WAJIBNYA MENGENAL BID’AH (Bagian Pertama)

 

Oleh Al-Ustadz Abu Qatadah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala telah berkata : “Ibadah dasarnya adalah syara’ dan mengikuti, dan tidak dibangun diatas dasar hawa nafsu dan bid’ah. Karena Islam dibangun diatas dua ushul (pondasi ).:

  1. Untuk beribadah hanya kepada Allah dan tidak membikin serikat bagi-Nya .

  2. Untuk beribadah kepada-Nya dengan apa yang disyari’atkan oleh-Nya melalui lisan Rasul-Nya. Dan tidak beribadah kepada-Nya dengan hawa nafsu dan bid’ah.Allah berfirman :

Kemudian kami jadikan kamu berada diatas suatu syariat (peraturan ) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu siksaan Allah .(Al-Jaatsiyah :18-19)

Maka tidak boleh bagi seseorang untuk beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang telah disyariatkan Allah melalui lisan Rasul-Nya, baik yang hukumnya wajib atau mustahab (sunnah), dan tidak beribadah kepada-Nya dengan perkara-perkara bid’ah. Sebagai telah dijelaskan dalam sunan dari hadits ‘Irbadh Ibnu Sariah radhiallahu ‘anhu dan dalam shahih Muslim dari Jabir ibnu ‘Abdillah radhiallahu ‘anhu :

Sebaik-baik kalam adalah kalam Allah (Al-Qur’an ), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasul, dan sejelek-jeleknya urusan adalah perkara yang baru, dan setiap yang baru adalah bid;ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.

Demikian juga tidak boleh bagi seseorang untuk beridah kecuali hanya kepada Allah, Maka tidak boleh shalat, shaum kecuali hanya untuk Allah, tidak boleh berhaji kecuali di Baitullah, tidak bertawakal kecuali hanya kepada Allah, tidak takut kecuali hanya kepada Allah, dan tidak bernadzar kecuali hanya kepada Allah, dan tidak bersumpah kecuali dengan nama Allah…”.(Al-Fatawa .1:63-64).

Apa yang dijelaskan oleh Syeikh Al Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu ta’ala mengisyaratkan terhadap materi yang sedang kita bahas yaitu wajibnya mengenali bid’ah. Dimana ibadah yang akan akan diterima oleh Allah adalah apabila memiliki dua syarat, yaitu :Ikhlas (Beribadah hanya kepada Allah dan karena-Nya ), dan Mutaba’ah (yaitu mengikuti sunnah Rasul ). Dengan demikian menunjukan bahwa ibadah yang dibangun kerena syirik dan bid’ah adalah tertolak dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengulang-ulang menyebutkan tentang bahaya bid’ah .hal ini menunjukan bahwa setiap yang baru (bid’ah) dalam agama wajib untuk diketahui dan untuk dijauhi.

Pengetahuan tentang bid’ah untuk menghindarinya seperti ini adalah berdasarkan sirah para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang terdidik di bawah naungan wahyu dan hidup di masa turunnya wahyu, sebagaimana dikatakan oleh shahabat yang agung Hudzaifah Ibnu Yaman radhiallahu ‘anhu :

كان الناس يسألون رسول الله صلي الله عليه وسلم عن الخير وكنت أسأله عن الشر مخا فة أن يدركني فقلت :ياؤسول الله {متفق عليه}

Orang-orang bertanya kepada Rasullallah shalalllahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan dan saya bertanya kepada-Nya tentang kejelekan kerena takut jangan-jangan menimpahku, maka aku bertanya : Wahai Rasulullah kami dahulu berada di zaman jahiliyah dan keburukan, lalu Allah memberikan kami kebaikan ini, apakah setelah kebaikan ini ada keburukan ? Beliau menjawab : ya, aku bertanya : dan apakah setelah keburukan itu ada kebaikan ? beliau menjawab : ya, dan ada padanya kabut ( dakhan ), aku bertanya lagi : apa kabut (dakhan )nya tersebut, beliau menjawab : satu kaum yang mengikuti contoh teladan selain sunnahku, dan mengambil petunjuk selain petunjukku. (HR Bukhori dan Muslim).

Dan dengan mengambil makna hadits tersebut, seorang penyair berkata:

عرفت الشر لا للشر ولكن لتوقيه ومن لم يعرف الخير من الشر يقع فيه

Aku tahu keburukan, bukan untuk keburukan tapi untuk menghindarinya.

Dan barangsiapa yang tidak mengerti antara kebaikan dan keburukan, niscaya dia terjerumus kedalamnya.”

Maka Tidaklah cukup kita beribadah dengan hanya mengetahui terhadap sunnah, akan tetapi dituntut untuk mengenal terhadap bid’ah, sebagaimana tidak cukup dalam Iman dan Tauhid tanpa mengetahui Syirik dan Kufur. Oleh sebab itu Allah berfirman tentang Iman dan Tauhid :

فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن بالله فقد استمسك بالعروة الوثقي لانفصام لها والله سميع عليم.

Karena itu barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah , maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus . Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dua perkara ini (mengetahui tauhid dan syirik ) adalah merupakan pokok dakwah dan diutusnya para Rasul.

Allah berfirman :

Dan sungguh Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat untuk menyerukan sembahlah Allah saja dan jauhilah thaghut.”( An Nahl : 36 )

Dan dua pekara ini yang harus diketahui dan diamalkan (mentauhidkan Allah dan menjauhi seluruh bentuk kesyirikan ) oleh seorang muslim dalam masa hidupnya.

Allah berfirman :

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut, yaitu tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah bagi mereka berita gembira sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku. “ ( Azumar : 17 )

 

-Bersambung Insya Allah-

About these ads

Posted on 5 November 2007, in manhaj. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. faisal al asyariyah

    seandainya kalian merasakan apa yg mereka, para pejuang agama rasakan, niscaya kalian tidak seperti “katak dalam tempurung” seperti sekarang ini. dimana kalian saat ummat dibantai?debu negri manakah yg menempel pada gamis kalian dalam fisabilillah??
    wahai taubatlah wahabiyah yg mengaku2 salaf! sungguh kalian merusak citra salaf! dzubbab!merusak citra para sahabat ra ajma’in! kalian hanya dirumah,makan,minum,berkumpul dgn anak istri,menghadiri kaslan2. dan kalian sebut diri kalian pengiktu manhaj Nabi saw? ahlussunnah waljamaah? kepada yg berperang di lini depan memblok tentara kafir agar tdk memperkosa muslimah, kalian katakan khawarij. kpd yg berjihad dgn harta,diri dan waktu, kalian sebut ahlul bid’ah. apa mau kalian sebenarnya?? hidup enak mati masuk surga?? subhanallah!! bertaubatlah!!! Wallahumusta’an

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 22.749 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: