SESATKAH JAMA’AH TABLIGH?

Oleh Al-Ustadz Muhammad Ali Ismah Al-Maidani hafizahullah

Bagi seorang yang ingin mengetahui kesesatan sebuah paham atau kelompok hendaknya dia mengetahui terlebih dahulu mana pemahaman yang benar dan mana pemahaman yang salah. Banyak kita saksikan seseorang kebingungan bila dia mendengar atau membaca pernyataan bahwa : Ini adalah pemahaman yang sesat dan itu adalah pemahaman yang menyeleweng! Mengapa dia bingung. Hal itu terjadi tidak lain karena dia belum mengetahui perkara yang benar dan yang salah. Kebingungan ini tidak hanya melanda orang awam saja. Akan tetapi para pelajar, mahasiswa, dan kalangan intelek pun mengalami hal yang sama. Untuk itu sudah seharusnya seorang itu terlebih dahulu mengetahui kebenaran sehingga bila diajak berbicara tentang firqah-firqah sesat semacam syi’ah, mu’tazilah, jahmiyah, dan lain-lainnya tidak akan merasa heran. Begitu juga berkaitan dengan tema yang akan kita angkat kali ini tentang jamaah tabligh. Sudah semestinya seorang Muslim mempelajari kebenaran yang terdapat pada manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah dan bagaimana sikapnya terhadap jamaah ini.

Sesatkah Jamaah Tabligh?

Tidak diragukan lagi bahwa jamaah tabligh adalah suatu kelompok dakwah yang telah menyebar kemana-mana. Tapi sebenarnya bagaimana jamaah ini bila dilihat dengan kacamata ajaran Islam. Kalau kita menengok sejarahnya, jamaah ini dirintis oleh Muhammad Ilyas Ad Diyobandi Al Jisti Al Kandahlawi kemudian Ad Dahlawi. Dia adalah pendiri jamaah tabligh di India. Dia pula yang merancang dan merumuskan ushulus sittah (enam dasar) ajaran jamaah tabligh. Ini dengan isyarat gurunya, Rasyid Ahmad Kankuhi Ad Diobandi Al Jisti An Naqsyabandi dan Asyraf Ali At Tanuhi Ad Diobandi Al Jisti. (Lihat Al Qaulul Baligh fit Tahdzir min Jama’atit Tabligh oleh Syaikh Hamud At Tuwaijiri halaman 24).

Kemudian dilanjutkan gerakan ini oleh anaknya, Yusuf. Dan pimpinan mereka sekarang adalah In’amul Hasan. (Halaman 7) Jamaah ini dibangun di atas empat jenis tarekat sufi : Jistiyah, Qadiriyah, Sahrawardiyah, dan Naqsyabandiyah. Di atas empat tarekat sufi inilah In’amul Hasan membaiat para pengikutnya yang telah dianggap pantas untuk dibaiat. (Halaman 7-8). Dari sini telah nampak jamaah tabligh tidaklah mendasarkan pemahamannya kepada pemahaman Salaf Shalih sebagai dasar pemahamannya pasti sesat. Dan berikut ini kita akan mendapatkan bukti nyata kesesatan mereka. Penampilan zuhud jamaah tabligh telah menipu sebagian besar kaum Muslimin sehingga ketika ada orang yang menyatakan bahwa mereka adalah kelompok yang sesat tiba-tiba terkejut sambil berkata : “Apakah orang-orang yang zuhud seperti itu sesat dan salah.!” Rupanya, orang-orang seperti ini tidak paham pokok dan dasar Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam menilai sesat atau tidaknya suatu kelompok tertentu. Mereka mengukur baik dan buruk hanya dari segi penampilan luar tanpa melihat bagaimana keadaan dalamnya.

Para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah orang yang arif dan bijaksana. Mereka menghukumi kelompok atau perorangan tidaklah berdasarkan hawa nafsu atau karena sakit hati tetapi dengan ilmu dan bukti-bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan semua makhluk. Berapa banyak orang-orang sufi yang berpenampilan sederhana dan zuhud tidak luput dari kritikan dan kecaman pedas dari para ulama. Mereka bisa menipu orang awam tapi jangan harap bisa menipu ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ahli Tarikh Islam, Al Imam Al Hafidh Adz Dzahabi mengomentari tertipunya Al Manshur, seorang khalifah Bani Abbasiyah karena ulah seorang tokoh mu’tazilah, ‘Amr bin ‘Ubaid. Khalifah bersyair :

Semua kalian berjalan dengan perlahan-lahan

Semua kalian memburu buruannya

Kecuali ‘Amr bin ‘Ubaid

Imam Adz Dzahabi berkata : “Dia (Manshur) tertipu dengan kezuhudan dan lagak keikhlasannya hingga dia melupakan kebid’ahannya.” (Lihat Siyar A’lamin Nubala 6/105 dan Naqdur Rijal karya Syaikh Rabi’ halaman 12)

Ushulus Sittah

“Jamaah ini memiliki manhaj yang dijadikan dasar sebagai tempat rujukan yang dinamakan Ushulus Sittah (enam dasar), Ushulus Sittah tersebut berisi :

1. Merealisasikan kalimat thayibah Laa Ilaha Illallah Muhammadar Rasulullah.

2. Shalat dengan khusyu’ dan khudhu’ (penuh ketundukan).

3. Ilmu dan dzikir.

4. Memuliakan kaum Muslimin.

5. Memperbaiki niat dan mengikhlaskannya.

6. Keluar (khuruj) di jalan Allah.

Perhatikanlah wahai para pembaca yang budiman terhadap Ushulus Sittah ini. Kemudian kita lihat apakah mereka berada di atas manhaj yang benar dalam memahami, mempraktikkan, dan mendakwahkan dasar-dasar ini. Sebelum kita membicarakannya, Anda harus mengetahui terlebih dahulu bahwa Ushulus Sittah ini memiliki Kalimat Rahasia. Jika Anda telah mengenalinya akan bisa –dengan ijin Allah– memahami semua pendapat dan gerakan jamaah ini dengan mengembalikan semua ucapan dan perbuatan tersebut kepada Kalimat Rahasia ini. Kalimat Rahasia itu adalah segala sesuatu yang menyebabkan lari atau berselisih antara dua orang maka harus diputus dan dilenyapkan dari manhaj jamaah ini.

Sekarang mari bersama saya membahas dasar yang pertama jamaah ini, yaitu merealisasikan dua kalimat syahadat. Apakah Anda telah mengetahui cara merealisasikan dua kalimat syahadat di atas.

Realisasi dua kalimat syahadat itu adalah dengan cara mewujudkan tiga jenis tauhid, Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma’ was Sifat. Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alus Syaikh rahmatullah ‘alaihi mengatakan dalam Kitab Fathul Majid halaman 84 :

“Ucapan beliau, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab : ‘Bab Siapa Yang Merealisasikan Tauhid Akan Masuk Surga Tanpa Dihisab. Yaitu tanpa diadzab.’ Saya (Syaikh Abdurrahman) katakan : Merealisasikannya adalah (dengan cara) memurnikan dan membersihkannya dari noda-noda syirik, kebid’ahan, dan kemaksiatan.” Setelah kita memahami makna kalimat tauhid di atas dan Kalimat Rahasia yang ada pada mereka baiklah sekarang kita lihat realisasinya pada jamaah ini. Mereka merealisasikan kalimat ini dengan hanya berbicara sekitar tauhid Rububiyah saja. Mengapa demikian. Karena hal itu tidak sampai menyebabkan terjadinya perpecahan, membuat orang lari, dan berselisih antara dua orang Muslim.

Adapun kalau berbicara tentang tauhid Al Asma’ was Shifat maka akan menyebabkan terjadinya perpecahan, membuat orang lari, dan perselisihan karena di sana ada kelompok asy’ariyah, maturidiyah, jahmiyah, hululiyah, ittihadiyah, dan Salafiyah. Mereka semua berbeda dalam masalah ini. Dan dasar yang dijalani oleh jamaah tabligh dalam Kalimat Rahasia ini bahwa sesuatu yang akan menyebabkan orang lari, perselisihan, dan perpecahan antara dua orang maka harus dibuang dan ditiadakan dari manhaj jamaah ini.

Demikian juga jenis ketiga dari bagian tauhid, yaitu tauhid Uluhiyah maka pembicaraan dalam masalah ini diputus dan ditiadakan karena akan menyebabkan terjadinya perpecahan dan perselisihan karena nanti ada yang Salafi dan ada yang khalafi quburi. Yang pertama (Salafi, pent.) tidak membolehkan seseorang bepergian ke kuburan, shalat di sisinya, (shalat) ke arahnya, thawaf di situ, tawassul dengan orang-orang shalih, istighatsah kepada mereka, dan seterusnya. Berbeda dengan yang kedua (khalafi quburi, pent.), semua hal tadi boleh bahkan yang kita sebutkan tadi adalah intisari agama mereka.

Oleh karena itu wahai saudaraku yang mulia, jika ada di antara mereka yang menerangkan dasar ini tidaklah mereka mengatakan kecuali segala puji bagi Allah yang telah menciptakan kita, memberi rizki kepada kita, memberi nikmat kepada kita, dan seterusnya yang berkaitan dengan tauhid Rububiyah saja. Kita telah mengetahui bahwa yang namanya ilmu adalah firman Allah, sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, serta ucapan para shahabat, apakah dalam bidang aqidah, ibadah, muamalah, akhlak, dan yang lainnya. Mereka menyatakan ilmu itu ada dua, ilmu fadha’il yang berasal dari mereka dan ilmu masa’il yang berasal dari para ulama yang berada di setiap negeri. Setiap orang yang khuruj (keluar berdakwah) bersama mereka hendaknya mengambil (ilmu masa’il) tersebut dari para ulama di negeri masing-masing.

Apakah Anda telah memperhatikan pembagian ini. Dan mengapa mereka membolehkan seseorang berbicara tentang ilmu fadha’il dan melarang berbicara ilmu masa’il bahkan menganjurkan orang yang khuruj bersama mereka untuk mengambil ilmu tersebut dari para ulama di negeri masing-masing. Karena ilmu yang pertama (fadha’il) tidak menimbulkan perpecahan dan perselisihan, berbeda dengan yang kedua yang akan menimbulkan perpecahan.

Dalam perkara amar ma’ruf nahi munkar mereka juga menggunakan senjata Kalimat Rahasia ini. Mestinya amar ma’ruf nahi munkar itu diterapkan dalam semua perkara akan tetapi mereka menerapkannya dalam perkara yang sekiranya tidak menimbulkan perpecahan. Lalu bagaimana mereka mempraktikkannya. Maka jawabnya dengan cara pemaparan, yaitu mereka memaparkan hadits-hadits dan ayat-ayat yang berisi anjuran untuk melaksanakan perbuatan itu atau meninggalkan perbuatan yang dilakukannya tanpa menembus sisi aqidah. Mereka akan mengatakan kepada orang yang meninggalkan shalat –misalnya– :[ “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al Mukminun : 12)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam besabda : “Tidaklah setiap hamba Muslim shalat untuk Allah di setiap harinya dua belas rakaat tathawwu’ bukan fardlu kecuali Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di Surga.” Ini keutamaan shalat yang sunnah maka bagaimana dengan yang fardlu.

Oleh karena itu bila ada orang yang bermaksiat ikut khuruj (keluar) bersama mereka ingin merokok maka mereka membolehkannya bahkan membelikan rokok untuknya. Demikian juga peminum arak mereka akan membawakan botolnya. Dan kalau orang itu ingin mencukur jenggotnya mereka akan berikan pisau cukur untuknya atau mereka akan membawanya ke tukang cukur. Mungkin Anda akan berkata : “Ini hanyalah hal-hal yang dilebih-lebihkan saja.” Maka saya katakan : “Semoga Allah memberi hidayah kepadaku dan kepada Anda.” Cerita tidak sama dengan orang yang menyaksikan. Lihatlah buku-buku yang mengkritik mereka, Anda akan dapati perkara yang lebih aneh lagi.

Ketahuilah, mereka memiliki dua pertemuan rutin di malam Selasa dan Rabu. Pertemuan pertama untuk orang-orang yang pulang dari khuruj. Pada pertemuan pertama dihadirkan di hadapan mereka orang-orang yang ingin diberi semangat untuk khuruj bersama mereka atau untuk mempengaruhi mereka. Pertemuan kedua untuk menata khuruj pada waktu Ashar di hari Rabu. Amir pertemuan berkata kepada salah seorang yang telah khuruj –agar yang baru dan para pendengar mengetahui– : “Berapa hari Anda khuruj.” Yang khuruj menjawab: “Saya khuruj selama 4 bulan di jalan Allah.” Sang amir berkata : “Masya Allah! Di mana Anda habiskan semua waktu Anda itu.” Yang khuruj menjawab : “10 hari di negeri-negeri Teluk, 20 hari di belantara Afrika, 1 bulan di Eropa, 1 bulan di Amerika Selatan, 1 bulan di Asia Timur, India, dan Pakistan.” Maka sang amir pertemuan berkata (perhatikan ucapannya) : “Masya Allah! Anda adalah dai dan ketahuilah dai itu seperti awan yang datang ke bumi turun berupa air hujan kemudian menyirami mereka. Berbeda dengan ulama, mereka itu ibarat sumur, jika Anda merasa haus Anda harus menempuh perjalanan sejauh 1 mil untuk mendatangi sumur itu maka Anda akan mati dulu sebelum sampai ke sumur tersebut. Bahkan mungkin Anda tidak bisa minum karena timba yang digunakan untuk mengambilnya tidak ada. Dan kalau Anda ingin minum maka Anda harus datang ke pinggir sumur kemudian menimba dulu baru engkau bisa minum.”

Apakah Anda merasa tergugah –seperti tergugahnya para pendengar cerita itu– yang lebih memuliakan dai dari orang yang alim! Maka akibat dari cerita ini jika salah seorang di antara mereka ingin duduk menuntut ilmu, diceritakanlah kisah ini maka akhirnya diapun ingin menjadi awan saja daripada menjadi sumur! Agar Anda tidak kebingungan setelah membaca kisah ini maka harus diterangkan di sini kekeliruannya. Saya katakan –dengan mengharapkan bimbingan Allah– : Ketahuilah –semoga Allah membimbing kita kepada jalan-jalan kebaikan– bahwa awan yang turun berupa hujan tidaklah menumbuhkan kecuali rerumputan untuk pakan ternak pada umumnya dan hanya menumbuhkan rumput yang bersifat musiman. Bahkan kalau hujan itu turunnya di bumi yang gersang atau tidak pada musimnya, tidak bermanfaat. Dan kadang-kadang awan itu membawa kerusakan dan menimbulkan kehancuran. Berbeda halnya dengan air sumur, dia bisa dijadikan air minunm dan untuk bercocok tanam. Dan biasanya daerah yang ada sumurnya kehidupan di sana lebih bertahan lama karena penduduknya bisa bercocok tanam, minum, memanen hasil tanamannya, dan seterusnya. Dan keberadaan sumur bisa memberi manfaat bagi orang yang tinggal di situ dan bagi orang yang lewat apakah untuk diri mereka, tunggangan mereka, untuk tanaman mereka, dan perbekalan mereka dengan cara disimpan dalam bejana-bejana. Sumur, setiap saat airnya bersih, jernih, dan harum, apakah Anda berpikir untuk meninggalkannya.

Ada kisah lain, mudah-mudahan semakin memperjelas kesesatan jamaah ini. Diceritakan di hadapan para pemula yang ingin menuntut ilmu syar’i bahwa salah seorang di antara mereka berkata : [ “Kemana Anda akan pergi wahai fulan.” Maka yang lain akan menjawab : “Aku akan pergi belajar.” Kemudian orang yang pertama tadi berkata : “Untuk apa.” Yang lain berkata : “Agar aku mengetahui perkara yang halal dan haram.” Yang pertama berkata : “Subhanallah, Anda tidak tahu perkara yang halal dan haram.! Apakah anda tidak mendengar bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Mintalah fatwa kepada hatimu meskipun banyak orang yang memberi fatwa kepadamu.’ Subhanallah, sampai sekarang engkau tidak mengetahui perkara yang halal dan yang haram padahal banyak binatang yang mengerti tentang itu. Apakah Anda tidak melihat kucing ketika Anda letakkan makanan di suatu tempat kemudian Anda pergi dan kembali lagi sebentar setelah itu maka Anda akan lihat dia memakannya dan ketika melihatmu dia akan lari. Berbeda dengan kalau Anda duduk di atas kursi makanmu kemudian Anda letakkan di sebelahmu sesuatu makanan maka dia akan makan dengan tenang di sebelahmu. Pada kasus yang pertama kucing itu tahu bahwa dia terjatuh ke dalam perbuatan yang haram oleh karena itu dia lari. Dan pada kasus yang kedua, dia tahu bahwa makanan yang didapatkannya halal oleh karena itu dia makan bersamamu dengan tenang. Wahai saudaraku, akal kaum Mukminin bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram! Oleh karena itu mintalah fatwa kepada hatimu walau banyak orang yang memberi fatwa kepadamu.!”]

Maka wahai saudaraku, apakah Anda setuju dengan permisalan seperti itu. Tentunya bagi seorang Muslim dalam menentukan perkara halal/haram dan perkara lain dalam urusan agama ini harus bersandar kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Sebab kalau masing-masing orang diberikan kebebasan menentukan urusan agama ini sekehendaknya sendiri niscaya akan rusak agama yang mulia ini. Adapun perkara minta fatwa kepada hati dalam menentukan suatu permasalahan, hal ini kadang-kadang bisa diterapkan dalam hal-hal yang memang belum jelas urusannya dalam agama ini. Dan tentunya syaratnya dia harus seorang rasikh (mendalam) ilmunya dalam Dien ini dan tidak dikhawatirkan hawa nafsu mempengaruhinya. Diceritakan bahwa salah seorang tabligh berbicara memberikan semangat kepada para pendengarnya untuk khuruj bersama mereka dengan meninggalkan anak, istri, keluarga, harta, negeri, dan lain-lainnya : “Wahai saudaraku, jika Anda meletakkan gula ke dalam gelas teh kemudian Anda tuangkan air dan Anda minum tanpa mengaduk gulanya maka Anda tidak akan merasakan manisnya gula. Dan jika Anda aduk maka akan merasakan manisnya gula. Demikian halnya dengan iman di dalam hati setiap manusia. Iman itu ada dan tidak akan bisa dirasakan manisnya oleh pemiliknya kecuali setelah mengaduknya dengan bergabung dan khuruj bersama jamaah ini.” Saya beranggapan, Anda akan segera membantah kisah ini dengan berkata : “Subhanallah! Jadi iman itu ada di setiap hati manusia.! Hingga di hati-hati orang munafik, kafir, dan murtad!” Dan barangkali Anda akan berkata pula : “Subhanallah! Jadi para ulama, penuntut ilmu, dai, orang awam dari kalangan pria dan wanita tidak akan merasakan manisnya iman bila tidak ikut khuruj dengan kalian.!” Mungkin Anda akan juga berkata : “Subhanallah! Bukankah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ‘Tiga perkara, barangsiapa ada pada dirinya tiga perkara itu akan merasakan manisnya iman : Menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya, dia mencintai seseorang karena Allah, dan dia benci kembali kepada kekufuran setelah dia diselamatkan Allah darinya sebagaimana dia benci kalau dilemparkan ke dalam neraka.’ (HR. Muslim 1/66)

Terakhir akan saya tutup dengan sebuah kisah bagaimana mereka mempermainkan syariat dan akal para pendengarnya. Amir khuruj membagi kelompoknya pada hari Kamis pagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama, tinggal di masjid membuat halaqah dzikir yang terus berkelanjutan hingga semua kelompok pulang. Kelompok kedua menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang lebih. Tugasnya mengetuk pintu-pintu rumah yang berdekatan dengan masjid dan mengajak mereka untuk hadir dan bergabung dalam kegiatan jamaah ini dan agar mereka menghadiri bayan (penjelasan) yang diadakan setelah Maghrib sampai Isya’. Dan sebelum semuanya berpencar sang amir menceritakan kepada mereka kisah-kisah untuk memberi pelajaran kepada mereka maka dia berkata : “Pernah pada suatu saat sebuah kelompok ke suatu daerah. Setelah mereka dibagi menjadi 2 kelompok berdiamlah kelompok pertama dalam masjid. Dan kelompok kedua keluar mengetuk pintu-pintu rumah. Setiap kali mereka mengetuk pintu, mereka tidak mendapati jawaban yang menyenangkan dan sambutan yang baik. Tetapi mereka terus mengetuk pintu-pintu rumah dan tetap saja tidak disambut dengan baik. Maka ada di antara mereka yang berkata : ‘Periksalah iman kalian, wahai teman-teman!’ Maka merekapun memeriksa iman mereka tapi mereka tidak mendapati cacat (!). Maka salah seorang mereka berkata : ‘Mungkin teman-teman kita yang kita tinggalkan di masjid lalai berdzikir kepada Allah.’ Maka mereka berkata : ‘Marilah kita lihat mereka!’ Maka ternyata mereka dapati teman-teman mereka yang ada di masjid lalai berdzikir kepada Allah. Saudaraku, apa yang terasa di dalam dirimu kalau engkau khuruj bersama mereka kemudian mereka menjadikanmu di halaqah masjid apakah Anda ketika mendengar kisah ini akan lalai dari dzikir kepada Allah. Atau engkau akan berusaha dengan keras agar Allah memberi taufiq kepada teman-temanmu yang di luar hingga mereka membawa hasil.”

Tidak diragukan lagi, inilah terjadi. Terlebih lagi jika si tablighi tadi menyandarkan perbuatannya itu dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bahwa : “Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah dari beberapa rumah Allah (masjid), membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka kecuali akan turun sakinah (ketenangan) kepada mereka. Dan mereka akan diliputi rahmat, dinaungimalaikat, dan disebut-sebut Allah pada hamba-hamba yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim 4/2074)

Maka menurut mereka, penghuni masjid seperti sumber listrik dan kelompok kedua seperti lampu. Bila bergerak sumber listrik mereka akan hidup. Dan kalau tidak bergerak lampunya akan mati. ] Apakah Anda pernah mendengar permisalan seperti ini dan apakah Anda pernah melihat cara berdalil seperti ini! (Quthbiyah oleh Abu Ibrahim halaman 4-12)

Kitab Rujukan Jamaah Tabligh

Syaikh Tuwaijiri berkata : “Kitab yang paling top di kalangan tabligh adalah kitab Tablighin Nishshab yang dikarang oleh salah seorang tokoh mereka yang bernama Muhammad Zakaria Al Kandahlawi. Mereka sangat mengagungkan kitab ini sebagaimana Ahlus Sunnah wal Jamaah mengagungkan Shahih Bukhari dan Shahih Muslim serta kitab hadits lain.

Para tablighi (orang tabligh) menjadikan kitab ini sebagai rujukan dan pegangan bagi orang India dan Ajam yang mengikuti mereka. Di dalam kitab ini (Tablighin Nishshab) berisi kesyirikan-kesyirikan, bid’ah-bid’ah, khurafat-khurafat, dan hadits-hadits yang palsu dan lemah yang banyak sekali. Kitab ini sebenarnya adalah kitab yang jelek dan jahat serta sarat dengan fitnah dan kesesatan. Orang-orang tabligh menjadikannya sebagai rujukan untuk menyebarkan kebid’ahan-kebid’ahan dan kesesatan mereka, melariskannya, dan memperindahnya kepada orang-orang yang bodoh yang mereka (orang-orang tabligh -red) lebih sesat dari binatang ternak … .

Dan termasuk juga yang mereka perindah adalah dengan mewajibkan ziarah ke kubur Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam setelah haji. Padahal dalam perkara itu hanya bersandar dengan hadits-hadits yang palsu. Dan orang tabligh memiliki kitab lain yang mereka jadikan sebagai pegangan dan rujukan para pengikut mereka dari kalangan Ajam, India, dan selainnya yaitu kitab yang bernama Hayatush Shahabah karya Muhammad Yusuf Al Kandahlawi. Kitab ini juga sarat dengan hadits-hadits yang palsu dan lemah. Dan ini termasuk kitab yang jahat, sesat, dan berisi fitnah.” (Lihat Al Qaulul Baligh halaman 11-12)

Dinukil dari http://www.assunnah.cjb.net

About these ads

Posted on 31 Mei 2008, in Firqoh, manhaj. Bookmark the permalink. 60 Komentar.

  1. Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakaatuh..
    Saya sangat sependapat dengan artikel ini. karena berprinsip, baik dlm penilaian manusia, belum tentu baik dalam penilaian Allah, buruk dalam penilaian manusia belum tentu buruk dalam penilaian Allah. Manusia menilai buruk atas sesuatu perbuatan, mestilah di dukung oleh dalil2 shohih, dan beliau (penulis) sudah melakukannya.
    Ukuran kebaikan itu hanya dua, yang kita diwajibkan berpedoman padanya, yaitu Al Qur’an dan Al Sunnah (Al Hadist, yang shohih, yang sanadnya credible, layak dipercaya, kenapa saya katakan layak dipercaya, sudah jamak diketahui oleh orang2 yg konsen pada agama ini, bahwa dunia ini penuh ditaburi oleh hadist2 palsu, dhoif, dan maudhu.., walau secara matan sangat indah dan menyejukkan. Tapi dalam beragama ini, bukan keindahan kata2 yang menjadi tujuan, tetapi kebenaranlah (al Haq) yang harus ditegakkan dan diperjuangkan).
    Kembali kemasalah artikel ini, saya tidak melihat ada yg salah pada penulisannya, tidak seperti tuduhan2 yg ada pada kolom komentar ini, yg ironisnya, kebanyakan dari komentar sepertinya mendukung kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya, bahkan ada kalimat2 penghujatan kepada manhaj salaf dan wahabi, yang saya sangat yakin mereka yang menghujat ini telah menutup mata hatinya untuk mempelajari kebenaran dan menerimanya, sebelum berucap.
    Kalaulah kita menghujat manhaj salafi, yg notabene adalah manhaj (jalan) yang mengikuti tatacara beribadah orang2 sholeh pada 3 generasi terbaik ummat ini (Islam-red, dan disebutkan dalam AQ, bahwa Allah telah ridho pada mereka dan orang2 yang mengikuti mereka, sampai akhir zaman), berdasarkan petunjuk Rasulullah yang diwahyukan oleh Allah, jadi saya ingin bertanya, selama ini saudara2 penghujat diatas, dalam beribadah mengikuti petunjuk siapa?
    Apakah saudara2 memahami masud dan kalimat2 hujatan saudara? apakah saudara paham dan pernah mempelajari apa yg disebut salaf, salafi atau wahabi? Saya meragukannya. Karena bila anda pernah mempelajari, membaca, mengetahui makna2 kata2 tersebut tanpa mendengar dari mulut2 orang2 yg tidak bersih hatinya dan dikuasai setan kecemburuan dan pemuja hawa nafsu, maka saya yakin, anda tidak akan membiarkan pikiran jahat dan kotor itu menguasai kepala anda, karena hal ini merupakan suatu kebodohan, setelah Allah memerikan kita akal dan pikiran untuk menelaah kabar/berita yang dibawa oleh orang2 fasik dan melakukan check n re-check sebelum sampai kepada kesimpulan bodoh dan menuai fitnah, apalagi terhadap orang2 alim, ulama, penuntut ilmu dan pembawa suluh yg menerangkan mata hati kita agar dapat melihat mana kebatilan mana kebenaran.
    Anda2 yang menghujat wahabi, salafi (orang2 shaleh yang kokoh berjalan pada peribadatan yang dicontohkan Rasulullah) pasti akan sangat menyesali ketergesaan dan kebodohan ucapan2 dan hujatan2 anda, apabila mengetahui apa dan bagaimana salafi itu sebenarnya. Untuk sampai ketaraf ini, saya anjurkan anda untuk lebih banyak belajar, menuntut ilmu, mengetahui hak2 Allah dan Rasul-Nya, larangan2-Nya dan perintah2-Nya. Bukan beribadah hanya sekedar membeo, dan menyimpulkan setiap ibadah itu baik, dan lebih mementingkan persatuan daripada HAK ALLAH dan Rasul-Nya. Tuduhan2 anda kepada Abu Hamzah atas artikel diatas sangat dipenuhi oleh kedengkian dan buruksangka atas maksud2 beliau yang sedang berusaha menyadarkan ummat ini dari mengikuti segala hal yg bermuatan kebatilan dan berpeluang meraup (menuai) dosa. Apakah anda tau hak dan kewajiban seorang muslim? (orang Islam) satu sama lain? Kalau belum, maka sekarang saatnya anda tau, salah satu kewajiban seorang muslim itu adalah beramar makruf bernahi mungkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah daripada melakukan kemungkaran .. banyak dalil2 yang menganjurkan hal ini, coba simak dengan hati yang bersih dari prasangka dan kejahilan yg berikut ini :

    Allah berfirman: “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar”.(An-Nisa’:114)
    Keterangan dan kandungan ayat:
    Ayat ini menjelaskan, bahwa tidak ada kebaikan pada kebanyakan apa yang dibisik-bisikkan dan dibicarakan oleh manusia antara mereka. Jika tidak ada kebaikan, maka kemungkinannya adalah tidak bermanfaat, seperti ikut campur dalam percakapan yang sia-sia (tidak bermanfaat) sekalipun tidak dilarang. Atau bisa jadi buruk dan mendatangkan bahaya, seperti ucapan-ucapan yang dilarang, apa pun bentuknya.
    Lalu Allah memberikan pengecualian sebagaimana berikut:
    “Kecuali orang yang menyuruh memberi sedekah” berupa harta, ilmu atau apa saja yang mendatangkan manfaat. Bahkan boleh jadi termasuk di dalamnya, ibadah-ibadah yang manfaatnya kembali kepada pelakunya, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda nabi saw.: “Sesungguhnya setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap ucapan takbir sedekah, setiap tahlil sedekah, mengajak kepada yang makruf adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah dan menggauli istri adalah sedekah” Hadis.
    “Berbuat makruf”: Yaitu kebaikan, ketaatan dan segala apa yang telah diketahui kebaikannya menurut syariat dan akal.
    “Mengadakan perdamaian di antara manusia”, perdamaian tidak akan terjadi kecuali terdapat dua pihak yang berselisih dan bermusuhan. Pertentangan dan permusuhan hanya akan mengakibatkan kemudharatan dan perpecahan yang tidak terhingga. Oleh karena itu, syariat menyuruh berdamai jika terjadi persilihan masalah darah, harta dan harga diri.
    Orang yang mengadakan perdamaian di antara manusia, lebih baik dari pada orang yang mengkonsentrasikan diri dalam salat, puasa dan sedekah.
    Seorang yang mushlih, maka Allah pasti akan memperbaiki usaha dan amalannya, sebagaimana orang yang selalu berbuat kerusakan, maka Allah tidak akan memperbaiki amalannya, dan tidak akan mewujudkan maksudnya, Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan”.(Yunus: 81)
    Perbuatan-perbuatan ini jika dilakukan akan mendatangkan kebaikan, sebagaimana yang diisyaratkan dalam pengecualian pada ayat di atas. Namun demikian kesempurnaan pahala sesuatu perbuatan itu tergantung pada niat dan keikhlasan. Allah berfirman: “Barang siapa melakukan itu hanya untuk mengharapkan keridaan Allah, Kami akan memberinya pahala yang besar.”
    Lihat Tafsir Ibnu Sa‘di, halaman 165 (cetakan Luwaihiq)
    “Berbuat makruf”: Yaitu kebaikan, ketaatan dan segala apa yang telah diketahui kebaikannya menurut syariat dan akal.  perhatikan kalimat ini. Apakah anda memahaminya?
    Ada diantara pembaca yang mencoba dan berusaha untuk mendamaikan pada komentar2 diatas, tapi hasilnya malah menghujat dan membela yang bhatil.
    Kenapa saya katakan bhatil? Coba simak hadis ini:

    SEMUA PERBUATAN BID’AH TERTOLAK

    عن أم المؤمنين أم عبدالله عائشة رضي الله عنها قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد ” رواه البخاري ومسلم , وفي رواية لمسلم ” من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

    Dari Ummul mukminin, Ummu ‘Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”.
    (Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak”)
    [Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718]

    Kata “Raddun” menurut ahli bahasa maksudnya tertolak atau tidak sah. Kalimat “bukan dari urusan kami” maksudnya bukan dari hukum kami.
    Hadits ini merupakan salah satu pedoman penting dalam agama Islam yang merupakan kalimat pendek yang penuh arti yang dikaruniakan kepada Rasulullah. Hadits ini dengan tegas menolak setiap perkara bid’ah dan setiap perkara (dalam urusan agama) yang direkayasa. Sebagian ahli ushul fiqih menjadikan hadits ini sebagai dasar kaidah bahwa setiap yang terlarang dinyatakan sebagai hal yang merusak.

    Pada riwayat imam muslim diatas disebutkan, “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak” dengan jelas menyatakan keharusan meninggalkan setiap perkara bid’ah, baik ia ciptakan sendiri atau hanya mengikuti orang sebelumnya. Sebagian orang yang ingkar (ahli bid’ah) menjadikan hadits ini sebagai alas an bila ia melakukan suatu perbuatan bid’ah, dia mengatakan : “Bukan saya yang menciptakannya” maka pendapat tersebut terbantah oleh hadits diatas.

    Hadits ini patut dihafal, disebarluaskan, dan digunakan sebagai bantahan terhadap kaum yang ingkar karena isinya mencakup semua hal. Adapun hal-hal yang tidak merupakan pokok agama sehingga tidak diatur dalam sunnah, maka tidak tercakup dalam larangan ini, seperti menulis Al-Qur’an dalam Mushaf dan pembukuan pendapat para ahli fiqih yang bertaraf mujtahid yang menerangkan permasalahan-permasalahan furu’ dari pokoknya, yaitu sabda Rosululloh . Demikian juga mengarang kitab-kitab nahwu, ilmu hitung, faraid dan sebagainya yang semuanya bersandar kepada sabda Rasulullah dan perintahnya. Kesemua usaha ini tidak termasuk dalam ancamanhadits diatas.Wallahu a’lam

    Jadi, walau maksudnya baik (bagi jamaah tabligh), tapi dikarenakan caranya yang menyalahi/menyelisihi tuntunan Rasul, maka caranya itu dikatakan sesat. Saya pernah melihat langsung cara jamaah tabligh berdakwah disekitar lingkungan kami, maksudnya baik untuk mengadakan pendekatan kepada remaja2 ABG laki2 dan perempuan untuk menyampaikan kalimat2 Allah.., tapi taukah saudara2 bagaimana si tabligher ini berdakwah? Beliau ini malah jadi menimbilkan keresahan pada orang2tua yang anak gadisnya di dekati dengan cara2 yang ga wajar, kemana rombongan gadis2 pergi dia ikut, malah sampai ke kolam renang, bercampur baur dengan gadis2 dan pemuda2 di kolam renang, yang katanya untuk berdakwah, bah! Dakwah jenis apa ini? Sedangkan dalam syariat Islam untuk mendengarkan dakwah di mesjid saja, kaum wanita dan pria dipisah, dipasang sekat setidaknya, untuk menghindari bahaya ikhtilah (bercampur baur laki2 dan perempuan yg bukan muhrim), ini malahan si tabligher sendiri yang ber enjoy-ria mencampurkan diri ..(astaghfirullah).
    Jadi, untuk mengamalkan amar makruf dan nahi mungkar yang memang merupakan salah satu kewajiban seorang Muslim, mari kita sejenak berfikir dengan akal dan nurani kita, lepaskan segala kedengkian dan prasangka jelek anda2 terhadap maksud baik penulis. Hal ini semata-mata dilakukan beliau karena kecintaannya kepada saudara-saudara seiman, agar tidak terjerumus kelamaan dalam kesesatan yang menipu. Mari kita bertaubat dengan sebenar2nya taubat, sebelum nyawa sampai ditenggorokan dan matahari terbit dari barat, karena kalau kedua hal itu terjadi, maka taubat yang dilakukan sudah tidak ada gunanya lagi.
    Jika anda seorang yang beragama, apalagi agama Islam, pasti anda memahami maksud Hadist Arbain berikut:
    AGAMA ADALAH NASIHAT
    عن أبي تميم بن أوس الـداري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال ” الدين النصيحة قلنا لمن ؟ قال : لله ولرسوله وللأئمة المسلمين و عامتهم
    Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu ‘anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim”
    [Muslim no. 55]

    Tamim Ad Daari hanya meriwayatkan hadits ini, kata nasihat merupakan sebuah kata singkat penuh isi, maksudnya ialah segala hal yang baik. Dalam bahasa arab tidak ada kata lain yang pengertiannya setara dengan kata nasihat, sebagaimana disebutkan oleh para ulama bahasa arab tentang kata Al Fallaah yang tidak memiliki padanan setara, yang mencakup makna kebaikan dunia dan akhirat.

    Kalimat, “Agama adalah Nasihat” maksudnya adalah sebagai tiang dan penopang agama, sebagaimana sabda Rasulullah, “Haji adalah arafah”, maksudnya wukuf di arafah adalah tiang dan bagian terpenting haji.
    Tentang penafsiran kata nasihat dan berbagai cabangnya, Khathabi dan ulama-ulama lain mengatakan :
    1. Nasihat untuk Allah à maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifat-Nya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala keagungan, mensucikan-Nya dari segala sifat kekurangan, menaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata karena-Nya, berjihad menghadapi orang-orang kafir, mengakui dan bersyukur atas segala nikmat-Nya, berlaku ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala kebaikan, menganjurkan orang berbuat kebaikan, bersikap lemah lembut kepada sesama manusia. Khathabi berkata : “Secara prinsip, sifat-sifat baik tersebut, kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak memerlukan kebaikan dari siapapun”
    2. Nasihat untuk kitab-Nya à maksudnya beriman kepada firman-firman Allah dan diturunkan-Nya firman-firman itu kepada Rasul-Nya, mengakui bahwa itu semua tidak sama dengan perkataan manusia dan tidak pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapapun, kemudian menghormati firman Allah, membacanya dengan sungguh-sungguh, melafazhkan dengan baik dengan sikap rendah hati dalam membacanya, menjaganya dari takwilan orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya, mengikuti hokum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima apa adanya tentang ayat-ayat mutasyabih, mengkaji ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak manusia pada hal-hal sebagaimana tersebut diatas dan menimani Kitabullah
    3. Nasihat untuk Rasul-Nya maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, membelanya semasa hidup maupun setelah wafat, melawan para musuhnya, membela para pengikutnya, menghormati hak-haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik, menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-ilmunya dan mengajak manusia pada ajarannya, berlaku santun dalam mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca sunnah-sunnahnya, tidak membicarakan sesuatu yang tidak diketahui sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meninggalkan orang yang melakukan perkara bid’ah dan orang yang tidak mengakui salah satu sahabatnya dan lain sebagainya.
    4. Nasihat untuk para pemimpin umat islam maksudnya menolong mereka dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa, memberitahu mereka apa yang menjadi hak kaum muslim, tidak melawan mereka dengan senjata, mempersatukan hati umat untuk taat kepada mereka (tidak untuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya), dan makmum shalat dibelakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo’akan mereka agar mereka mendapatkan kebaikan.
    5. Nasihat untuk seluruh kaum muslim à maksudnya memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi merela dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup aib dan cacat mereka, menghindarkan diri dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma’ruf dan mencegah mereka berbuat kemungkaran dengan sikap santun, ikhlas dan kasih sayang kepada mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka, menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi hak miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana dia sendiri tidak menyukainya, melindungi harta dan kehormatan mereka dan sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan kepada mereka menerapkan perilaku-perilaku tersebut diatas. Wallahu a’lam

    Memberi nasihat merupakan fardu kifayah, jika telah ada yang melaksanakannya, maka yang lain terlepas dari kewajiban ini. Hal ini merupakan keharusan yang dikerjakan sesuai kemampuan. Nasihat dalam bahasa arab artinya membersihkan atau memurnikan seperti pada kalimat nashahtul ‘asala artinya saya membersihkan madu hingga tersisa yang murni, namun ada juga yang mengatakan kata nasihat memiliki makna lain. Wallahu a’lam

    Semoga Allah memberi kita rahmat dan hidayahnya untuk memahami agama Islam ini sesuai dengan yang dihendaki-Nya, dan diperintahkanNya Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada kita.

    Jika ada kebenaran dalam tulisan ini, itu adalah kebenaran yang datangnya dari Allah, jika salah, itu adalah kesalahan saya. Kepada Allah saya mohon diberi ampunan dan perlindungan dari kesalahan dan kebodohan saya.

    Wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakaatuh
    Yang mencintai karena Allah saja

  2. yo wis bubu besok jngan dilanjut lagi ,,,, doakan saja semoga kita semua masuk surganya Allah swt…
    senjata umat muslim tercanggih dan terhebat adalah doa,,,

    tertanda
    mahluk lemah dan bodoh…

    wassalam..

  3. Maaf, Kenapa anda mengatakan sesat pada orang yang berpegang teguh pada kalimah Lailaha Illallah, siapa yang sebenarnya yang sesat, Apakah orang yang berpegang teguh pada rukun islam yang pertama ini atau orang orang yang mengatakan bahwa orang yang berpegang teguh pada kalimah Lailaha Illallah adalah sesat ??????? Makasih

  4. saya masih sangat fakir tentang semua yang saudara bicarakan diatas. dan saya jadi tambah bingung mana yang benar. Ya Allah… ihdinasirothol mustaqiim…

  5. orang yg benar tidak pernah merasa benar. orang yg salah tidak pernah merasa bersalah

  6. saya adh salah satu anggota polri. bayak para ulama menyatakan jamaah tabligh sesat. apakah sesat mengajak orang hanya taat kepada ALLAH dan RASULNYA, sholat dg khusuk dan merendah diri,berzikir, berbuat kebaikan sesama muslim dg tdk membicarakan kilafiah,beramal selalu dg niat hanya untuk mencari Keridhaan ALLAH, berjihat dijalan ALLAh dg dakwah? betapa mulianya para jamaah tabligh,berdakwah hanya utk mendapatkan keridhaan ALLAH, beda dg para ustad2 yg selalu memikirkan mslh duniawai, berdakwah apabila mendapatkan undangan bahkan(maaf) Bayaran! naauzubillah…… sdh berapa banyak orang yg telah diselamatkan dr kekafirannya itu karena asbab mereka.tdk mustahil mereka slu mendapatkan pertolongan ALLAH,hati2 dg lidah,jgn sampai dimata ALLAH yg selalu menghujat jamaah tabligh(saudaranya) sendiri adh munafikun! kalau ini adh ajaran sesat mengapa sampai bisa menembus Polri? berbondong-bondong anggota polri di SPRIN kan mengikuti itikaf oleh pimpinan2 kmi. kepada yg selalu menghujat jamaah tablik silahkan cari informasi diseluruh tanah air indonesia ttg kebenarannya!

  7. Tidakkah Salafiyyun berfikir???

    Harokah2 islam di sebutnya sebagai bid’ah, khurofat, sesat dan kafir ? dengan kaidah2 yang tak dikenal org2 terdahulu? Asal ustad atow ulamanya yang mengatakan, maka kaidah taqlid buta berlaku…

    Lihatlah …
    Bila mereka kaum firqoh salafy membuat2 dauroh, radio dakwah, kajian mingguan, peresmian majelis ta’lim itu bukan bid’ah. Mereka katakan, itu metode, baik untuk syiar agama, tapi kalau harokah2 lain yg notabene syiar dengan metode nya asal tidak bertentangan dgn Al’qur’an dan sunnah mereka membid’ahkannya, mengatakan bahwa itu tidak ada dalilnya, tidak mengambil atsar sahabat? Aneh bukan?

    Merujuk pada siapa engkau salafiyyun? KERAJAAN SAUDI yang pengkhianat? Yang memisahkan diri dengan Khilafah dimasa lalu? Yang dakwahnya membantai ribuan ummat islam? Yg menyediakan PANGKALAN MILITER kafir Amrikiyyah untuk membunuh saudara muslimnya??? Itukah yang engkau maksud Kembali pada Qur’an dan Sunnah? Itukan pemurnian tauhid versi pemahaman engkau yang bathil???

  8. Salafy Wahhaby = tidak islami. Lanatas mau buat agama baru?

  9. SbhanaLLah,

    Saudara2 ku di firqoh salafy, bertaubatlah,… tidakkan antum sekalian baca sejarah? Apa sebenarnya wahhaby sebelum tukar topeng sebagai salafy? Wahhaby adalah gerakan politik yang di cetus seorang penghianat untuk memisahkan diri dari khilafah islamiyyah.. yang dakwahnya dengan slogan manis “pemurnian Tauhid” serta “kembali kepada Al-qur’an dan Assunnah” untuk mengecoh orang-orang tanggung ilmu, yang hanya taqlid menelan mentah2 apa perkataan ustadznya, tanpa mau tabayyun. Lihatlah sejarah , dakwah salafy menghalalkan darah sesama muslim bahkan darah sebagian ulama. googling “salafy tobat” antum akan menemukan bukti2 ilmiah dan otentik, siapa sebenarnya salafy wahhaby itu. Sebelum antum terjungkal lebih jauh lagi.

    Dan juga bagaimana pendapat dan fatwa ulama2 ahlussunnah yang telah dikenal dengan kitab2 muktabarnya tentang faham tajsim dan tasybih yang dianut salafy wahhaby.

    Juga bacalah kitab Sifat sholat nabi VS sifat sholat Al-albany oleh Syeikh Saqqof yang meneliti dan menemukan lebih dari 1000 kontradiksi al-albany dalam menyusun kitab-kitabnya, yang oleh pengikutnya di klaim sebagai ahli hadits???

    Siapa sebenarnya al-albany yang telah mendho’ifkan hadits2 Imam Bukhori dan Imam Muslim, yang pendapatnya sendiri seperti orang linglung??? Ulama (jikalau memang benar Ulama) Muta’akhirin dibanding dengan ulama2 terdahulu yang telah dikenal ummat Islam, seperti Al Haitsami, Ibnu Hajar, Al Mundzir, Abdullah bin Mubarok, Imam Nawawi. Bacalah wahai saudaraku, agar engkau tidak terkecoh !!!

  10. Nabi musa disuruh dakwah kepada firaun dengan lemah lembut.so, qt bukan nabi dan yang Kita dakwahi bukan firaun bisa ga jaga lisannya. barang siapa yang membuka aib saudaranya yang muslim maka Alloh akan buka aibnya di akherat kelak.bukannya kita ini banyak melakukan dosa dan ingin aib qt di tutup oleh Alloh swt.Apalagi kalo salah, fitnah itu.qt juga belajar masail bos, cuma tidak ditekankan untuk hanya belajar di tempat perkumpulan kami, qt belajar dimana ada majlis talim.ditempat ana ada yang baru ikut kajian antum udah bikin pecah jamaah masjid yang tadinya masjid rame gara2 ada fatwa dari orang yang baru ngji beberapa kali pertemuan aj udah bikin fatwa zikir bersama bidah, salaman bidah, tasbih bidah, tahlilan haram..cape deeeh, merasa yang paling benar.tiap ada pengajian dikampung sendiri, pada kabur bikin dosa orang yg liatnya> perdalam dulu dan tanya sama ulama yg ikut dawwah bersama JT. kalo niat keluar cuma mau cari kejelekan yah hasilnya salah.tampa prnah berkorban u pdkt dulu, ikrom dulu udah cap orang salah.qt akan tau emas kalo udah pernah liat emas. boleh ngaku salaf kalo udah antum pelajari dulu apa,siapa,bagaimana salaf orang2 terdahulu.lebih baik qt maaf2an aj.

  11. aslm..untuk saudaraku abu hamzah nabi saw.sabdakan ballighu anni walau ayat (sampaikan walau satu ayat),dan tdk semua shahabat pandai baca tulis,bhkan nabi saw tdk pandai baca tulis.Namun ALLAH perintahkan utk da”wah,smga ALLAH mengampunkan ksalahan antum…Laa ilaha illallah.

  12. hasbinur skw kal-bar

    aslm..untuk saudaraku abu hamzah nabi saw.sabdakan ballighu anni walau ayat (sampaikan walau satu ayat),dan tdk semua shahabat pandai baca tulis,bhkan nabi saw tdk pandai baca tulis.Namun ALLAH perintahkan utk da”wah,smga ALLAH mengampunkan ksalahan antum…Laa ilaha illallah.

  13. ASLKM WAHAI SAUDARA SEIMAN SALAFI,SALAFI ADAKAH AJAK UMAT TAAT KPD ALLAH????FIKIR APA DUNIA ATAU AKHIRAT?????BANYAK ILMU TP DI SIMPAN..UNTUK AP…….RASULLAH AJA FIKIR UMAT KOK SALAFI FIKIR FIKIR AP?……MARAH ..MAU MARAH…JAGA AHLAK BOY

  14. ASLKM APAKH KITA TAHU KITAB FADILAH AMAL DOIF DAN PALSU???KITA INI SIAPA AHLI HADIST BUKAN KAN YG MENGARANG KITAB ITU AHLI HADIST YG TERKENAL…JANAGN FITNAH YA???FITNAH LEBIH KEJAM DARIPADA PEMBUNUHAN??????????

  15. aslkm salafi ikut orang terdahulu yg mengajak orang taat kpd allah.tp sekarang banyak yg ikut salafi tapi tidak ajak itu umat hanya pentingkan dirinya sendiri…tak ada usaha maka tak ad hasil…ada usaha agama artinya pasti ad hasilnya jangan banyak ilmu di simpan.tanggung jawab lho??? dakwah bukan sembarangan mengeluarkan hadis..fitnah jamaah artinya memfitnah kerja yg di buat oleh para sahabat dan rasullah saw..mau jadi apa ???anak tak shalat,istri keluarga,tetangga..mau jadi apa..mau masuk surga sendiri…??? karna dakwah tak di buat jangan sepelakan dakwah..asbab jamaah tabliq orang yg inkar jd taat org mabuk jd taat,dll adakah yg seperti ini…ngaku salaf tp akwah tak di buat hanya ajak debat suka..rusak umat ajak debat..karna mersaha hebat ..allah tak senang…rasullah berjaulah dr lorong ke lorong sr gg ke gg untuk sampaikan kalimat laillahaillah..ajak umat untuk taat adakah program seperti in yg di buat salafi???????????????ilmu tanpa ingat kpd allah sesat…kami belajar dari kesalahan….yg paling sesat orang tak sholat…yg sesat ilmu tak di dakwahkan di simpan..biar sedikit ilmu tp ad ajak org untk taat kpd allah..allah ampuni kesalahan………BARANG SIAPA YG MENJELEK JELEKKAN SUATU KAUM MAKA AMAL IBADAH TAK DITERIMA OLEH ALLAH.BIAR JIDAD AMPE HITAM…TAPI SERING FITNAH UMAT YG AJAK ORANG UNTK TAAT KPD ALLAH APAKAH ITU AHLAK SALAFI??????????

  16. Ass. Bersatulah dan mohon ampun kepada Allah, Jagalah keikhlasan stiap amalan. supaya kita dapat diterima oleh Allah SWT.

  17. yang batil dan hak harus ada batas…

  18. ass…jaga persatuan sesama muslim,jangan saling menghujat …okeeeeeee,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 21.335 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: