Arsip

Arsip untuk 2 Juli 2008

UNTAIAN NASIHAT SYEIKH IBRAHIM AR-RUHAILY (1)

UNTAIAN NASEHAT

Syaikh DR. Ibrahim bin ‘Amir ar Ruhaili -hafizhahullah-

AL I’TISHAM BIL KITAB WAS SUNNAH

(BERPEGANG TEGUH KEPADA AL QUR’AN DAN AS SUNNAH)

-Dalam acara Daurah Syar’iyah VI di Malang, 16-20 Juli 2006-

(Bagian Pertama)

Penerjemah: Arief Budiman Abu Abdillah, Lc.

Segala puji hanya milik Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, memohon ampunan kepada-Nya, dan kita bertaubat kepada-Nya. Kita pun berlindung kepada Allah dari keburukan-keburukan jiwa kita, dan dari kejelekan-kejelekan perbuatan kita. Barang siapa yang Allah berikan petunjuk kepadanya, maka tidak ada seorang pun yang mampu menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada seorang pun yang mampu memberikan petunjuk kepadanya.

Read more…

Categories: Nasihat, manhaj

Upaya Menjaga Kemurnian Islam, Menyoal Tahdzir dan Norma-Normanya

oleh ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Zaen

Pendahuluan

Empat belas abad sudah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan kita umat Islam. Semakin hari kemurnian ‘ajaran Islam’ semakin keruh akibat tercemar ‘benda-benda asing” (baca: bid’ah dkk.). Ibarat suatu aliran sungai yang telah ribuan kilometer meninggalkan mata airnya; berubah menjadi amat keruh karena telah bercampur dengan sampah-sampah yang dicampakkan ke dalamnya oleh oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab. Read more…

Categories: Nasihat, manhaj

Nasihat Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily tentang permasalahan Ihya’ut Turats

2 Juli 2008 salafiyunpad 8 komentar

Wahai saudaraku yang bertikai…

Wahai saudaraku yang memutuskan tali persaudaraan…

Kepada saudaraku mentahdzir dan menghajr saudaranya sesama Ahli Sunnah

Bagi mereka yang meningalkan salam saudaranya…

Sudah saatnya kita bersatu kembali…

Bersatu di atas Sunnah…

Inilah nasihat ulama kita bagi siapapun yang memiliki akal…

Nasihat Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily tentang permasalahan Ihya’ut Turats

Pertanyaan
Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily ditanya : Syaikh yang mulia, sebagaimana kita ketahui, penyebab terbesar perselisihan salafiyin di Indonesia adalah, bermu’amalah dengan Jum’iyyah Ihya’ut Turats di Kuwait. Sebagian saudara kita menganggap yayasan ini hizbiyyah sururiyah, berdasarkan fatwa beberapa ulama. Mereka mengatakan, orang yang bermu’amalah dengan yayasan ini, berarti ia Sururi. Sebagian dari mereka juga mengatakan, orang yang diam dan tidak melakukan hajr (mengisolasi, memboikot) orang yang bermu’amalah dengan yayasan ini, berarti juga Sururi. Read more…

Categories: Nasihat, manhaj