Oleh Akhuna Abu Hasan Putra
Para pembaca sekalian, pernahkah kita berfikir bagaimana ketika nanti di akhirat seorang muslim dapat dikenali kemuslimannya? Bagaimana cara membedakan antara orang muslim dengan orang kafir? Dan bagaimana nanti Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengenali umatnya, padahal manusia dikumpulkan sejak dari umat Nabi Adam ‘alaihis salam sampai umat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam? Sungguh hal ini ibarat “mencari jarum dalam jerami”. Tengok saja saat ribuan manusia berkumpul di tempat keramaian, nyaris kita tidak dapat membedakan mana orang Islam dan mana orang kafir. Apalagi kelak, pada hari di mana manusia lari dari saudaranya, lari dari bapak dan ibunya, serta lari dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya, yang satu menyalahkan yang lainnya. Pada hari itu terlihat ada wajah yang berseri-seri tertawa gembira. Namun ada pula wajah-wajah yang tertutup debu, wajah mereka suram tertutup kegelapan karena ditimpa kehinaan dan kesusahan. Read more…