Beranda > DOWNLOAD AUDIO, Firqoh, hizbiyah & harokah, manhaj > DOWNLOAD AUDIO: Bedah Buku “Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan” yang Disebarkan oleh HASMI Bogor (Ust. Aunur Rofiq Ghufran)

DOWNLOAD AUDIO: Bedah Buku “Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan” yang Disebarkan oleh HASMI Bogor (Ust. Aunur Rofiq Ghufran)

Beberapa tahun yang lalu sekitar 2006 M, muncul sebuah buku “hitam” yang berisi celaan terhadap Salafiyyun maupun Dakwah Salafiyyah yang diberkahi ini. Sebuah buku yang berisi kerancuan dan tuduhan yang sangat menyesatkan terhadap dakwah Islam yang suci ini. Buku “hitam” tersebut berjudul Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan (MKSS) yang disusun oleh Tim Studi Kelompok Sunniyyah [baca: Tim Studi Kelompok Sururiyyah]. Sedangkan pengedar buku tersebut adalah HASMI (Harakah Sunniyyah Masyarakat Indonesia) [baca: Harakah Sururiyyah Masyarakat Indonesia] yang berada di bawah naungan Yayasan Al Huda, Bogor. Mereka dengan penuh kebodohan (dan kebingungan) ingin membatalkan wajibnya penisbatan terhadap istilah Salafiyyah dan Salafiyyun. Mereka pun dengan bangga (di atas kesesatannya) mencela para ulama Islam. Serta masih banyak lagi tuduhan dan celaan mereka terhadap dakwah Islam (baca: Salafiyyah) di dalam buku tersebut.

Tidaklah mengherankan apa yang mereka lakukan, karena begitulah sifat ahli bid’ah. Ketahuilah, “Di antara ciri ahli bid’ah adalah mencela ahli atsar!” Demikian perkataan dari Imam Abu Hatim Ar Razi –rahimahullah- (Ashlu Sunnah hal 24.).

Akan tetapi, Allah tidak akan pernah membiarkan agama yang suci ini dilecehkan oleh para pengikut kesesatan. Allah Rabbul ‘Arsy telah berfirman,

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci (QS. Ash Shaf: 8)

Selain itu, pasti akan ada sekelompok orang (ahli ilmu) yang akan melakukan pembelaan terhadap dinul haq ini. Hal ini seperti yang diisyaratkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabda beliau yang mulia,

Senantiasa ada golongan dari umatku yang membela kebenaran (sunnah). Tidaklah membahayakan mereka orang yang menghinanya sampai datang ketentuan Allah pada hari kiamat. (HR. Muslim: 3554)

Walaupun musuh-musuh Islam begitu semangat melakukan makar, mereka pasti akan dikalahkan, dan agama yang mulia ini akan tetap berkibar hingga Yamus-Sa’ah nanti. Sungguh indah syi’ir dari Imam Ibnul Qayyim rahimahullah,

Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujian

Janganlah heran, sebab ini adalah sunnah ar Rahman

(Lihat al Kafiyah asy Syafiyah no. 217)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pun pernah berkata,

“Termasuk sunnatullah, apabila Dia ingin menampakkan agama-Nya, maka Dia membangkitkan para penentang agama, sehingga Dia akan memenangkan kebenaran dan melenyapkan kebatilan, karena kebatilan itu pasti akan hancur binasa” (Al Uqud ad Durriyyah Ibnu Abdil Hadi hal. 364).

Jadi, sesungguhnya celaan para ahli bid’ah terhadap dakwah Salafiyyah, pada hakekatnya justru semakin mengangkat kemuliaan dan membuktikan kebenaran dakwah Salafiyyah!

Selanjutnya, berkenaan dengan HASMI –organisasi yang “mengaku” sebagai Ahli Sunnah- yang menyebarkan buku MKSS, kami pernah mendengar langsung ucapan salah satu ustadz HASMI di Masjid Al Hikmah, Jatinangor, sekitar dua tahun yang lalu. Beliau –hadahullah- dengan bangganya melakukan pembelaan terhadap seorang tokoh pemecah belah umat, yaitu Muhammad Surur Zainal Abidin (pendiri manhaj Sururiyyah) beserta majalah al Bayan yang diterbitkannya di negeri kuffar London. Juga pembelaan beliau terhadap tokoh teroris internasional yang mempunyai ciri-ciri pemikiran Khawarij, yaitu Osama bin Ladin –hadahullah­-. Dengan bangganya beliau membela tokoh-tokoh tersebut berdasarkan manhaj Muwazanah ala firqoh Sururiyyah. Anehnya, beliau (dan pengikuti HASMI lainnya) pun dengan penuh ke-PD-an, mengaku sebagai pengikut Sunniy, Ahlus Sunnah wal Jama’ah?! Benarkah klaim mereka (HASMI) bahwa mereka adalah pengikut Ahlus Sunnah seperti yang tertulis di buku MKSS? Insya Allah, dengan menelaah (baca: radd) buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan yang mereka sebarkan, kita akan dapat menyingkap hakekat dakwah HASMI yang sebenarnya. Apakah dakwah mereka termasuk dakwah Ahlus Sunnah-Sunniyyah yang selama ini mereka gembar-gemborkan? Ataukah merupakan dakwah Hizbiyyah Sururiyyah ala Muhammad Surur Zainal Abidin?!

Sepertinya perkataan seorang penyair berikut ini, sangat cocok jika kita hadiahkan kepada HASMI yang mengaku sebagai Ahli Sunnah,

Dan setiap pengakuan yang tiada bukti

Maka pengakuannya hanya pembual semata

Alhamdulillah, seorang ustadz Ahli Sunnah di negeri ini yang ilmunya insya Allah tidak diragukan lagi, yaitu Al Ustadz Al Fadhil Aunur Rafiq Ghufran hafizhahullah telah membantah buku MKSS dalam pengajiannya. Pengajian tersebut dilaksanakan di Kota Solo setahun setelah buku MKSS diedarkan. Juga di dalam majalah kesayangan kita, majalah Al Furqon pada rubrik Kitab –majalah Edisi Januari 2007 (Edisi 5 Tahun 6 – Dzulhijjah 1429 H)-, terdapat ringkasan bantahan terhadap buku MKSS yang ditulis oleh Ustadz Abu Ahmad As Salafy –jazahullahu ahsanal jaza’-. Semoga Allah senantiasa membalas kebaikan asatidzah pengasuh majalah Al Furqon yang tidak pernah bosan membantah buku-buku sesat yang beredar di tengah-tengah masyarakat kita. Amin.

Pada kesempatan kali ini, kami sajikan rekaman kajian bantahan terhadap buku MKSS yang diberi judul Waspadalah Terhadap Kedustaan, Kebingungan, dan Kesesatan Buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan. Anda dapat men-download (unduh) rekaman tersebut dengan meng-klik link di bawah ini:

  1. Muqaddimah oleh Ustadz Arief Budiman, Lc.

  2. Materi Kajian (Bantahan Buku MKSS) oleh Ustadz Aunur Rafiq Ghufran, Lc.

  3. Tanya Jawab Kajian oleh Ustadz Aunur Rafiq Ghufran, Lc.

Semoga usaha ini bermanfaat. Jazakumullah khairan.

-Abahnya Zaid (admin)-

  1. abu az-zidan
    12 Januari 2009 pukul 00:00 | #1

    opo iki???

  2. 12 Januari 2009 pukul 00:00 | #2

    musuh kita bukan dari luar aja tetapi dari dalama juga kadang termasuk diri kita sendiri…Duh ampuni segala Dosa hamba ini Ya Allah

  3. 13 Januari 2009 pukul 00:00 | #3

    Akhy, untuk file ke-2 “Materi Kajian (Bantahan Buku MKSS)” terlalu besar, ahsan-nya antum pecah^^ aja maximal 10 MB, untuk memudahkan ikhwah yang mau download,
    Barakallahu fykum….
    Syukron

  4. Muslim Haidar
    13 Januari 2009 pukul 00:00 | #4

    nggak bisa di download,gmana yah

  5. abu abdissalam
    14 Januari 2009 pukul 00:00 | #5

    Manusia manusia sok tau nih nyebutin kepanjangan HASMI aja masih salah dan mentahdzir Hasmi sana sini, ingat adab tholibul ilmiy tabbayun..dah pernah belum..belum pernah kan :p makannya mending diem kalau ngga tau apa-apa.. jangan jadi penebar fitnah

    • Abu Isa
      17 April 2009 pukul 00:00 | #6

      Abu abdissalam adalah kuniah ustadz Sarbini ..beliau ini adalah penanggung jawab gerakan HASMI dibogor.

      Kalau rekan2 hasmi menyebut beliau sebagai MUDIR TERTINGGI HASMI

      Jika ini benar Abu abdissalam yang saya tahu

  6. ana Hasmi
    14 Januari 2009 pukul 00:00 | #7

    Manusia manusia sok tau nih nyebutin kepanjangan HASMI aja masih salah dan mentahdzir Hasmi sana sini, ingat adab tholibul ilmiy tabbayun..dah pernah belum..belum pernah kan :p makannya mending diem kalau ngga tau apa-apa.. jangan jadi penebar fitnah

  7. ana Hasmi
    14 Januari 2009 pukul 00:00 | #8

    ga yakin bakal di tampilin nih komen

  8. abu yahya al kadiri
    14 Januari 2009 pukul 00:00 | #9

    YUP…
    sudah masyhur bahwasanya HASMI kental sekali permusuhannya terhadap ahlus salafiyyin..

    eh, ngomong2 koq gak bisa di download yah???

  9. abu yahya al kadiri
    14 Januari 2009 pukul 00:00 | #10

    YUP…
    sudah masyhur bahwasanya HASMI kental sekali permusuhannya terhadap salafiyyin..

    eh, ngomong2 koq gak bisa di download yah???

  10. 16 Januari 2009 pukul 00:00 | #11

    Jangan saling tuduh… APA SUDAH ADA JAMINAN KALO ANDA YANG MENUDUH PASTI MASUK SURGA?????? APA SUDAH PASTI YANG ANDA TUDUH PASTI MASUK NERAKA?????
    Kita semua belom punya jaminan bakal selamat di akhirat nanti kan??????? Mari kita pikirkan bersama….

    • abu dzar
      21 April 2009 pukul 00:00 | #12

      bedakan antara tuduhan dengan nasehat menasehati dalam kebenaran.orang per orang yang mendakwahkan manhaj salaf tidak ada jaminan masuk jannah namun manhaj yang mereka bawa adalah merupakan jaminan keselamatan karena metode mereka adalah metode nubuwwah (kenabian) yang mutlak kebenarannya. harus diingat bahwa kebenaran hanya satu dan tidak berbilang-itulah yang dikatakan oleh imam darul hijrah Malik bin Anas rahimahullah-.

  11. abu aisyah
    16 Januari 2009 pukul 00:00 | #13

    Assalamu’alaykum warrahmatullahi wa baarakatuh

  12. Abu Hafiza
    17 Januari 2009 pukul 00:00 | #14

    Barakallahu Fikum;
    Ana baru mengaji Salaf sekitar 4 – 5 tahun ini, ana juga mendengarkan radio Rodja; Radio Fajri. Rujukannya sama, tetapi memang ada beberapa perbedaan antara Hasmi dengan Salaf yang ana pelajari. Misalnya Hasmi membolehkan demo & Nasyid; Membenarkan gerakan pemberontakan terhadap Al Hajaj bin Yusuf, wallahu alam bisawab. Rosulullah sudah mengkhabarkan bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan. Jadi mari kita berpegang pada sunnah beliau. Perpecahan memang nista, tapi khabar dari Rosulullah adalah selalu benar. Wallahu alam bisawab

  13. yahya
    18 Januari 2009 pukul 00:00 | #15

    ??????????????????????

  14. ukht_Y
    21 Januari 2009 pukul 00:00 | #16

    assalamu’alaikum…
    HASMI it Harakah Sunniyah Masyarakat Islami…(setahu ana) menurut na it aliran baru…mengikuti sunnah rasul n berpedoman al qur’an aj yuk…jazakallah

    • MazeCrack
      28 Maret 2009 pukul 00:00 | #17

      Begitu banyak yang mengaku berpegang pada Al-Qur`an dan As-Sunnah bahkan Syiah Imamiyah pun ngakunya sama. Tapi kenyataan dapat membuktikan siapa ahlu Sunnah yang sebenarnya. Seperti kata penyair : “siapa saja bisa mengaku mencintai Laila, tapi hanya Laila yang tahu siapa yang dicintainya”. Ana belum tahu apa itu HASMI, tapi kalau mereka membolehkan bughat pada waliyyul amr,demo&nasyid maka wallah mereka bukan ahlu sunnah. Amin

  15. 23 Januari 2009 pukul 00:00 | #18

    Assalamu ‘alaikum.
    Hihihihi…dari kepanjangan hasmi aja udah salah…ini bukti bahwa antum (salafiyun) ga memperhatikan dengan baik. Sesama salafy aja saling men-tahdzir, apalagi kepada orang/kelompok selain salafy, main sesat-sesatan/bid’ah-bid’ahan (sudah menjadi rahasia umum). Ingat, sesama muslim itu bersaudara, jadi harus memperhatikan adab dalam nasehat. Semoga Allah memberi hidayah kepada semua kaum muslimin, termasuk kelompok salafiyun yang hobi tahdzir-tahdziran, sesat-sesatan/bid’ah-bid’ahan dengan cara yang tidak baik. Amiin.

  16. sun three NU
    23 Januari 2009 pukul 00:00 | #19

    Geger,,,,,,,,ben geger.rame,,,,,,,,ben rame.usreeeeeeek wae pegaweane.Aqu dadi wong NU ra peduli opo iku MKSS, tapi seng jelas,,,ngene2NU yo salafy(mengikuti manhaj salaf) tapi bukan salafy yang gak karu2an(yang berusaha mengganti nama Ahlus Sunnah dengan SALAFY).dari situ bagaimanapun juga HASMI itu
    lebih baik dari pada SALAFY(sempalan) karana sdh berani mengganti istilah salaful ummah(sahabt,tabi,in, tabiut tabiin maupun ulama2 yang sunny)yaitu ahlussunnah kepada nama baru yaitu salafy(sempalan)

  17. izzuj
    2 Februari 2009 pukul 00:00 | #20

    salafy…..? bukan nama organisasi “wadah” pada umumnya, dia nama baru yang yang tidak dipakai Rasul SAW para sahabatnya dan ulama salaf”terdahulu” sekalipun.

    jadi kalo baru berarti bid’ah donk……? lah….? ngapa ko ga berani pale nama ahlussunnah…. apa karna nama itu dipakai oleh ahlul bid’ah….?

    masa bodoh dg itu semua… kita buktikan bahwa kita ahlussunnah, dg mentarbiyah dan membimbing mereka, bukan mentahdzir dan lain sebagainya..

    abis… ummat bisa-bisa….

    saya jadi bingung dg salafy, karna salafy satu dg salafy lain ga bersatu “yg mengaku salafy pastinya”

    katanya berjama’ah tapi ga mau kerja bareng untuk berda’wah…..? misal salafy A di kota A menghujat salafy B dikota B.

    dan salafy C dikota C menghujat salafy dikota A & B, ada lagi salafy D menghujat HASMI yang tampangnya kaya salafy tapi tidak mau menamai dirinya sebaga salafy.

    semakin sunnah suatu jama’ah semakin berbahaya DIA bagi da’wah salafy. begitukah……?

    memang benar ” BEDA SALAF dengan SALAFY”

    padahal buku ini “BSDS” rujukannya ulama kontemporer dan kibar ulama, tapi ko salafy ga peduli yach……

    yach tugas kita hanya berjuang, yg pasti KEBANGKITAN islam akan JAYA kembali.

    • MazeCrack
      28 Maret 2009 pukul 00:00 | #21

      semua udah jelas dibahas dalam buku “Beda Salafi dengan Hizbi”

    • Ibnu Ahmad
      2 April 2009 pukul 00:00 | #22

      Assalamu `Alaykum

      Adapun antum2 yang mengatakan nama `Salafy` itu nama baru, Antum salah dikarenakan Hadits Rasulullah kepada Fatimah sebelum meninggalnya ‘aku adalah sebaik2 salaf bagi kalian`, begitu pula di dalam Al-Qur`an akan tetapi ana lupa ayatnya.

      adapun sebagian HArokah lebih mengedepankan `Tarbiahnya ` daripada `Tazkiyahnya`, akibatnya mereka belajar aja terus dan tidak memperingatkan orang mana jalan yang menjimpang, bahkan tanpa sadar dia pun menyimpang.

      diantara orang2 ini bahkan sesama mereka saja tidak saling memperingatkan apabila teman tarbiyahnya meremehkan sunnah ataupun menyimpang, ditambah lagi wala` dan baro` mereka terhadap wadah atau yayasannya menyebabkan mereka menjadi HIZBI dan ini diharamkan dalam agama ini. dan ini terbukti.

      adapun bukti2 wala` dan baro`mereka terhadap yayasannya ketika pada kenyataannya mereka menyimpang dari jalan Sholafush Sholeh ,kemudian diperingatkan, mereka malah marah! membantah tanpa ilmu pula!

      kemudian memasang lambang wadah dan yayasan mereka di tas, di baju, jaket, di papan,kertas, surat, menisbatkan diri mereka pada wadah dan yayasannya dengan kebanggaan dan penuh dengan loyalitas yang tinggi.akhirnya terjatuhlah mereka dalam HIZBY!

      seharusnya, bagi para penuntut ilmu yang benar2 mencari kebenaran, dan menginginkan termasuk 1 golongan dari 73 golongan yang disebut oleh RAsulullah bahwa tempatnya di surga, hendaknya mempelajari kitab2 para Ulama Ahlussunnah, seperti Ibnu Taymiyah, Ibnul Qayyim,Syaikh Bin Bazz,Syaikh Ibn Utsaimin,Syaikh Albani,Syaikh Rabi bin Hadi, Syaikh Muqbil,Syaikh Fauzan,murid2 mereka dan ulama2 lain yang telah mashur.

      jika memang kalian mau jujur dalam mencari kebenaran, silahkan cari tahu benar2 di tempat mana sebenarnya kita ini,bagaimana pemahaman golongan ini,pemahama para tokoh2nya,bandingkan dengan pemahaman para ulama salaf,jika menyelisihinya,antum berada di jalan yang menyimpang,jika antum tetap berada di firqoh itu,yah mungkin antum belum diberi hidayah,atau mungkin takdirnya antum tuk jadi orang yang disesatkan Alloh.kasihan kan?wallaho `alam

      tentang Buku beda Salaf beda salafi dah ada bantahannya , buku beda salafi beda hizby,bahkan sampai ada CD MP3 bantahannya,beda salafy beda hizby,kenapa harus sama!

  18. abu atikah
    2 Februari 2009 pukul 00:00 | #23

    Tidakkah ikhwah SALAFY di ajarkan tentang Tabayyun?!

    Tidakkah ikhwah SALAFY di ajarkan tentang mahalnya darah & kehormatan kaum muslimin?!

    Yg antum bicarakan itu adalah saudara antum sendiri, terlepas dari kesalahannya krn memang tidak ada makhluk yg sempurna di dunia ini kecuali Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.

    Mereka masih Pny hak atas antum (SALAFY).

    “Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian haram atas kalian seperti keharaman/kehormatan hari kalian ini (yakni hari Nahar tanggal 10 Dzulhijjah, -pent.), pada bulan kalian ini (yakni bulan Dzulhijjah sebagai salah satu bulan haram, -pent.).” (HR. Bukhari nomor 1739 dan Muslim nomor 1679 dari shahabat Abi Bakrah radhiallahu ‘anhu)

    “Wahai orang-orang yang mengaku beriman dengan lisannya namun iman itu belum masuk (belum sampai) ke dalam hatinya, janganlah kalian menyakiti kaum Muslimin, jangan kalian mengghibah mereka dan mencari-cari aurat mereka (kejelekan mereka), karena sesungguhnya siapa yang mencari-cari aurat saudaranya yang Muslim niscaya Allah akan mencari-cari auratnya dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah maka Allah akan membeberkan aurat tersebut walaupun di tengah rumahnya.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)

    Jika memang HASMI punya kesalahan syar’i yang antum lihat atau dengar, alangkah indahnya jika antum bertabayyun langsung dengan yg bersangkutan. Jika ternyata memang hal itu benar, alangkah indahnya jika antum menasehati secara langsung dan dg cara hikmah serta lemah lembut.

    Jika antum mendengar berita sebuah rumah sakit melakukan aborsi (misalnya). Sbg seorang yang beriman dan bertakwa kepada Allah tentunya antum tidak akan percaya begitu saja. Lalu kemana antum akan mencari kebenaran beritanya, apakah antum akan tanya kepada orang yang dagang di depan rumah sakit yang – mungkin- belum pernah sekalipun masuk rumah sakit tersebut?! Atau antum akan tanyakan langsung kepada pihak rumah sakit sebagai sumber yang diberitakan?! Jika antum mau jujur, logika antum pasti menjawab dengan jawaban yg ke-2. Dan logika ini sama sekali tidak bertentangan dg kaidah syar’i

    Ya akhi…ana pernah ikut ta’lim mereka, dan ana pun punya kenalan orang2 HASMI..dan pernah ikut ta’lim ust sarbini-bogor di jatinangor…
    sungguh, ucapan mereka dalam ta’lim tsb, dan pembelaan mereka terhadap tokoh2 HIzbiyyah-mubtadi’ saat ta’lim tsb, dapat menjadi bukti bahwa mereka adalah SURURI BUKAN SALAFY!
    dahulu pun ana mengira mereka salafy, tapi ternyata SURURY TULEN!

    • Abu Atikah
      27 Maret 2009 pukul 00:00 | #24

      Anda hanya bermain – main dihalamannya, bagaimana bisa tahu keadaan didalamnya?

      Saya yakin, seandainya saja Anda mau datang ke HASMI sebagai instansi yang lebih berwenang untuk memberikan klarifikasi langsung (bukan individu – individu apalagi mantan – mantannya), mereka pasti dengan senang hati menyambut.

      Toh paling tidak ada 2 hal penting yang bisa Anda dapatkan:
      Pertama Anda akan memiliki informasi yang lebih luas, Kedua, dengan izin Allah, Anda bisa menjadi perantara hidayah bagi mereka.

      • MazeCrack
        28 Maret 2009 pukul 00:00 | #25

        mana ada maling mau ngaku?

  19. Abu “Abu”
    4 Februari 2009 pukul 00:00 | #26

    HASMI membolehkan nasyid ..? memang boleh .! Syaikh bin Baz, Syaikh Al ALbani, Syaikh Utsaimin, SYaikh Al Jibrin, Lajnah Daimah semua embolehkan dengan syarat tidak pake musik, tidak berlebihan, …. saya punya nih fatwanya masih bahasa Arab ..

    dari islamgold.com …

    • Ibnu Ahmad
      2 April 2009 pukul 00:00 | #27

      wah antum nih kurang baca kitab kali? silahkan baca pembahasan tentang Nasyid dikitab Syaikh Albany judulnya kalo ga salah Tahriim Al-atittHuroob,

      Nasyid yang dibolehkan yaitu yang berupa syair yang di baca begitu saja,bukan syair yang dilantunkan dengan suara yang bernada2 seakan akan nyanyian.nah kenyataannya Nasyid sekarang ga ada yang seperti itu kan akhi?

  20. chemy
    11 Februari 2009 pukul 00:00 | #28

    saya rasa sebaiknya kita semua berfikir dengan jernih sebelum menulis comment di web ini.jangan asal mencaci maki.
    saya pernah dengar yang namanya HASMI(harokah sunniyah atao apalah lupa namanya)
    saya agak heran dengan namanya,biasanya kata sunniyah/sunnah tidak digabung dengan kata harokah dan saya pernah melihat sdalah satu buletin hasmi,diantara motto yagn tertera dalam buletin tsb adalah menghidupkan sunnah dan memberantas bid’ah(mohon dibenarkan jika saya keliru).Lantas,manakah yang benar?apa hasmi itu memang sururi tau salafi.
    mohon penjelasannya..!!
    @abu “abu”,tidak!!!syaikh bin baz dll tidak membolehkan nasyid,yang sekarang dikenal dengan lagu islami..nasyid hanya boleh dalam pernikahan dalam rangka mensyi’arkan pernikahan tsb,itupun yang melakukan para ank perempuan kecil dengan menabuh sejenis rebana.
    nasyid sendiri bila diartikan ke dalam bahsa indonesia kira – kira nadanya seperti orang baca puisi/syair/mendeklamasikan puisi.BUkan seperti lagu2″islami”.lagipula nasyid tidak ada di kitab2 para ulama salaf terdahulu

    • MazeCrack
      28 Maret 2009 pukul 00:00 | #29

      tuh, benar kan??
      anti memang lebih berilmu daripada mereka yang menjual nama Ulama untuk kepentingan kelompoknya.

  21. 11 Februari 2009 pukul 00:00 | #30

    Assalamu’alaikum.
    Akhi.. ana cuma mau mengoreksi tulisan antum tentang kepanjangan dari HASMI. Hasmi bukan singkatan dari Harokah Suniyyah Muslim Indonesia, tapi Harokah Suniyyah untuk Masyarakat Islami. Ahsan sebaiknya antum ganti, karena ana khawatir akan dijadikan lelucon untuk menghujat antum.

    Ana mantan HASMI, dan memang benar bahwa HASMI telah menyimpang dalam manhaj. Salah satu kesalahan terbesarnya adalah bahwa HASMI menganjurkan untun bara’ (berlepas diri) dari pemerintahan kita yang notabene masih muslim. Mereka “agak-agak” berpaham takfir terhadap masalah ini dan juga masalah menghukumi kafir orang yang meninggalkan sholat (walaupun itu dilakukan karena malas, bukan karena menganggap boleh meninggalkan sholat). Hal tersebut sudah ga tabu lagi diutarakan melalui radio mereka yaitu FAJRI FM.

  22. jarwo
    12 Februari 2009 pukul 00:00 | #31

    semuanya benar bukan tuduhan semata…hasmi, nyanyi ,demo wanita2nya juga demo bareng dengan hizbu tahrir dan lainya ….

    “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah”
    al ahzab 33.
    lha ini wanitanya hasmi berkeliaran dijalan2 dalam rangka demo.

    • MazeCrack
      28 Maret 2009 pukul 00:00 | #32

      Tahyyib akhi,gilas terus ahlul bid`ah. Barakallahu fikum

  23. abu hudzaifah
    13 Februari 2009 pukul 00:00 | #33

    HASMI bukannya (Harokah AhluSunnah untuk yang Manis-manis dan Imut-imut??? hehehehe… itu candaan orang2 pengajian terhadap kelompok yang mirip bunglon ini.

  24. ana muslim
    13 Februari 2009 pukul 00:00 | #34

    wahai saudarku si islam…….
    tak ada gunanya kalian berdebat masalah perbedaan yang tidak akan pernah selasai,kalian itu semua bukanlah musuh satu sama lain se aqidah,kalian sama-sama mendakwakan yang haq,mellawan bid’ah dan kesryirikan,ingatlah perbedaan itu akan tetap ada selamanya,dan ingatlah pula bahwa musuh kalian sesungguhnya adalah syetan dan manusia-manusia kafir penyembah berhala,kuburan,pelaku bid’ah yang jelas kesesatanya seperti JIL,antek-anteknya serta para yahudi kafir laknatullah alaihim,itulah musuh kita sesungguhnya yang harus kita lawan,kita hujat,bahkan harus kita perangi sampai kiamat nanti

    • MazeCrack
      28 Maret 2009 pukul 00:00 | #35

      Saudaraku, ahlul bid`ah itu banyak sekali cabang-cabangnya seperti kebaikan yang bertingkat-tingkat begitu pula kebid`ahan, bertingkat-tingkat. Jadi kita mem-Barra pada seseorang sesuai traf bid`ah yang diperbuatnya.

  25. 13 Februari 2009 pukul 00:00 | #36

    belajar dulu yuk semuanya…! ^_^

    biar kita selamat dunia dan akhirat.

    untuk admin, sukses SKRIPSI-nya ya!

    —+++—

    kasian yang “menunggu”

    barakallahu fiyka, akhi admin dan semuanya…

  26. satya wiragraha
    14 Februari 2009 pukul 00:00 | #37

    Saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran. Marilah bersama-sama menggunakan kata-kata yang santun. Adapun tentang HASMI, alhamdulillah para asatidz sudah menjelaskan ’syubhat’ mereka, akan tetapi mereka tetap saudara kita, justru karena itulah mereka lebih berhak untuk kita nasehati dan kita jelaskan kekurangannya. Saya kira kita semua ingin menempuh jalan yang benar, maka tolong menolonglah di atasnya, khatta kepada saudara2 kita yang masih terjebak pada paham JIL, quburiyun, takfiriyun dll karena kejahilan mereka akan al-haq

    • MazeCrack
      28 Maret 2009 pukul 00:00 | #38

      …dan sururiyyun,thurotsiyyun,wahdiyyun apalagi Quthbiyyun.
      Naudzubillah…

  27. Muslim Haidar
    17 Februari 2009 pukul 00:00 | #39

    antara hasmi dan salafy sebaiknya diadakan dialog,boleh di rodja,fajri atau radio muslim lainnya,jangan cuma beragumen di masing2 medianya.ayo dong adkan dialog,klo memang masing2 benar,saya nih bingung

  28. 17 Februari 2009 pukul 00:00 | #40

    Sedikit catatan pinggir dari ana hamba Allah al mutafaqih,

    Pertama kali mengenal salaf adalah dari beliau ( Ust Sarbini , Ust Abu Haidar, dan Abu Qatadah, kalau tidak salah ) serta beberapa ikhwah salaf di sekitar daerah RSHS Bandung. Aktifitasnyapun tidak secara intensif, masih dibarengi SALAFYPHOBIA, yang sedikit mulai menurun, hanya dengan menyempatkan diri menghadiri kajian rutinnya di mesjid al ikhlas cibarengkok Bandung dan Mesjid al Furqan Jln Sederhana sukajadi Bandung. disela-sela kesibukan perkuliahan ana sekitar tahun 1999-2000. Pertemuan terakhir adalah pada Dauroh Ramadhan di yayasan al Huda Bogor dimana Ust Sarbini Mengumumkan Pendirian HASMI. Kabar terakhir dari seorang ikhwah Bandung, bahwa Ust Sarbini sedang menjalani perkuliahan S2 di IAIN Sunan Gunung Jati Bandung. Alhamdulillahirabbil’alamin. Sudah lebih dari 7 tahun ana tidak bertemu dengan beliau. Wallahu’alam apakah mereka masih mengenali ana, yang jelas insya Allah ana akan mengenali mereka kalau bertemu. Meskipun hanya sebentar namun ada banyak hikmah yang ana dapatkan didalam awal pembangun an fondasi bangunan ilmiyyah pemikiran islam ana yang sangat bergejolak pada saat itu ( kejawen, bathiniyah, sufiyah,harakiyah , hizbiyyah, haddadiyah ). Ana hanya berdo’a memohon kepada Allah subhanahu wata’ala agar senantiasa diberikan kepahaman akan agamanya , keistiqamahan didalamnya bermanhajkan salafushshalih.

    wallahu’alam bishshawwab

    sydney, 17/02/2009

    Al Faqir Ila Maghfirati Rabbihi

    Abu Nabila Kosasih Djuman As Sundawy

  29. ustman
    20 Februari 2009 pukul 00:00 | #41

    assalamu’alaikum

  30. ustman
    20 Februari 2009 pukul 00:00 | #42

    antara hasmi dan salafy sebaiknya diadakan dialog,boleh di rodja,fajri atau radio muslim lainnya,jangan cuma beragumen di masing2 medianya.ayo dong adkan dialog,klo memang masing2 benar,saya nih bingung

    • Ibnu Ahmad
      2 April 2009 pukul 00:00 | #43

      di Makassar ada yayasan namanya Yayasan Wahdah Islamiyah, ana tidak tahu apakah HASMI ini bagian dari WAHDAH atau temannya atau sama saja hanya beda nama.
      yang jelas dari cara berfikir mereka gak jauh beda!

      membantah mereka dengan cara ilmiyah dikeluarkan CD MP3 atau buku tentang kesesatan mereka biar masyarakat tahu.

      tidak boleh bermajelis dengan ahlul bid`ah.jika memang mereka benar, buat bantahannya

  31. ustman
    20 Februari 2009 pukul 00:00 | #44

    Geger,,,,,,,,ben geger.rame,,,,,,,,ben rame.usreeeeeeek wae pegaweane.Aqu dadi wong NU ra peduli opo iku MKSS, tapi seng jelas,,,ngene2NU yo salafy(mengikuti manhaj salaf) tapi bukan salafy yang gak karu2an(yang berusaha mengganti nama Ahlus Sunnah dengan SALAFY).dari situ bagaimanapun juga HASMI itu
    lebih baik dari pada SALAFY(sempalan) karana sdh berani mengganti istilah salaful ummah(sahabt,tabi,in, tabiut tabiin maupun ulama2 yang sunny)yaitu ahlussunnah kepada nama baru yaitu salafy(sempalan)

  32. kh_saptaji
    21 Februari 2009 pukul 00:00 | #45

    Salafi…salafi…bikin gemez deh kamu.buat akh utsman (#29), percuma aja ngajak salafi berdialog dengan Hasmi, mereka kaga bakalan mau!!. mang mereka kerjaan begitu, asyik telanjangi saudara sendiri dan ngerasa paling nyunnah. so, biarkan aja salafi dengan kerjaan rutin mereka ( habis dinasehatin pd ndableg ) kita teruskan kerja perbaiki umat….

    • MazeCrack
      28 Maret 2009 pukul 00:00 | #46

      Imam Muhammad bin Sirin pernah mengusir ahlul bid`ah yang hendak adu argumen dengannya, belia berkata : “Pergilah! Jika kamu tidak pergi maka aku yang pergi”. Itu adalah tindakan kehati-hatian para Ulama, karena tidak ada yang bisa menjamin apakah para Salaf akan selamat dari fitnah atau malah jadi terpengaruh oleh bid`ah lawan debatnya. Jika para ulama saja tidak sudi adu argumen dengan Ahlul Bid`ah apalagi kami yang bukan Ulama??? tidak mau adu argumen bukan karen tidak bertanggung jawab, tapi karena meskipun kami berargumen ana yakin kalian tidak akan terima (kecuali kehendak Allah). Jadi Kalaupun kalian akan dapat hidayah atau kesesatan itu karena kehendak Allah, Man yahdillahu fala mdhillah wa man yudhlil fala hadialah. Membina Ummat atau merusak Ummat???

    • Ibnu Ahmad
      2 April 2009 pukul 00:00 | #47

      dan salafy pun peringatkan ummat dari kesesatan kalian dan menunjukkan jalan yang lurus kepada ummat.

      larangan duduk bersama ahlul bid`ah ini yang dilakukan ulama terdahulu, silahkan baca kitab2nya…

      jika kalian duduk bermajelis dengan semua orang tanpa pandang bulu, sudah menunjukkan kalian tidak pelajari kitab2 ulama terdahulu, atau kalian pelajari lalu mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian

      nah,ketahuan kan siapa kalian?

      diajak muhabalah(saling melaknat) juga gak mau, dan ini terbukti di makassar. Ustadz Dzulkarnaen menantang muhabalah Ustadz2 seniornya wahdah jika mereka memang benar tapi toh mereka gak berani, wallahu `alam setahu ana tantangan itu masih berlaku hingga sekarang.

      ana sarankan ada ustadz salafi nantang Ustadz sarbini tuk muhabalah di depan khalayak jika memang dah gak mau rujuk

  33. abu fath
    21 Februari 2009 pukul 00:00 | #48

    memang karena dekatnya hari kiamat maka banyak munculnya ahlul bidah dan ahlul hawa.Semoga atas izin Alloh dai-dai salaf bisa membongkar kedok-kedok kaum sururiyun seperti Kelompok HASBI.

  34. Asmat
    22 Februari 2009 pukul 00:00 | #49

    Tentu sudah sama2 tahu bahwa di akhir jaman akan ada banyak perselisihan antara golongan2, dan masing2 golongan akan bangga terhadap golongannya. Maka apakah kita termasuk kelompok tersebut, yang bangga dengan kelomponya dan menghujat kelompok yang lain?

    Dan yang selamat tentu yang mengikuti manhaj (cara beragamanya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam beserta para sahabat, yang di atas jalannya).

    Banyak organisasi2 islam bermunculan dengan nama dan bendera yang berkibar di kelompoknya masing2 tersebut, yang semuanya mengaku ahlu sunnah wal jama’ah. bahkan orang yang tak mengerti pun (dikampung2 saya) kalo ditanya “saya ahlu sunnah wal jamaah” Jadi sangat gampang mengaku ahlu sunnah wal jama’ah. Tapi…. apakah kita sudah belajar dan benar2 berusaha menjadikan diri kita seperti apa yang Allah dan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wassalam maksudkan..? Mari kita belajar dari banyak guru yang dakwahnya menyeru kepada tauhid dan tidak menyeru pada kelompok yang ujung2nya hanya fanatik pada kelompoknya dan memecah belah kaum muslimin.

    Jihadlah dari diri sendiri dengan menuntut ilmu dengan pemahaman yang benar bukan pemahaman berdasarkan hawa nafsu dan kepentingan kelompok. Sebelum melakukan jihad di medan perang.

    “Semua boleh mengaku ahlu sunnah, tetapi apakah Allah akan menerima klaim kita…?” Wallahu a’lam.

    • Ibnu Ahmad
      2 April 2009 pukul 00:00 | #50

      afwan akhi, perkataan antum ini persis perkataan kenalan saya di Jihadiyun, mereka berpaham Khawarij!

      gak boleh kita belajar kesana kemari nanti jadi tong sampah. yang benar kita pelajari Al-Qur`an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para Sholafush Sholeh, karena pada kenyataannya orang2 yang berada pada firqoh2 itu juga pelajari Al-Qur`an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para Sholafush Sholeh, akan tetapi jika ada fatwa ulama ahlussunnah baik yang terdahulu maupun sekarang yang tidak sesuai dengan pemahaman mereka,mereka tinggalkan.

      jadinya mereka mengambil sebagian dan menyamarkan sebagian.ada yang halus menolak fatwa ulama ahlussunnah ada yang benaran menolak mentah2 bahkan menghina ulama ahlussunnah.nah mereka inilah yang termasuk ahlul bid`ah.wallahu a`lam.

      semoga Alloh membarikan mereka hidayah
      semoga Alloh berikan kita hidayah

  35. Muhammad Irawan
    24 Februari 2009 pukul 00:00 | #51

    saya benar-benar bingung…

    Pokoknya antara HASMI dan Salafi itu manhaj sangat dekat kan??manhaj salafus sholih kan??berdasar al-qur’an, sunnah, dan ijma sahabat kan??

    kok pada saling ribut ya???

    pusing,pusing,pusing…

    padahal saya juga tau yang sunnah dari fajri FM,,soalnya radio rodja susah dapatnya…

    ingat yang surat al-’asr aja yang “saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran”… jadi harus sabar kalo mau kasih nasihat (ini interpretasi saya sendiri)…

    yang penting mari kita bersatu dan berjalan di jalan yang lurus, jalan yang telah ALLOH tunjukkan…semoga kita termasuk orang yang beruntung,,amin…

    • Ibnu Ahmad
      2 April 2009 pukul 00:00 | #52

      jika benar HASMI ini menghalalkan demo maka manhajnya bukan manhaj para Salafus Sholeh, karena ulama Ahlussunnah mengharamkan demo karena itu bentuk tasyabbuh terhadap orang2 kafir.orang2 hizbut tahrir beralasan berdasarkan dalil hadits keluarnya Hamzah dan Umar dalam 2 barisan,sanad hadits ini Dho`if!

      Jika benar mereka mengkafirkan pemerintah, kurasa ini sudah jelas manhajnya Khawarij.

      wallahu `alam

  36. muhammad mahnur
    2 Maret 2009 pukul 00:00 | #53

    akhi…
    yang Materi Kajian (Bantahan Buku MKSS) tolong di upload di 4share ato lainnya, kalo ga di pecah lagi jadi 2, biar ga kegedean filenya buat di download…
    ana ga iso download soalnya
    syukron..

  37. muhammad mahnur
    3 Maret 2009 pukul 00:00 | #54

    Assalamualaikum akh, gimana permintaan ana?kalo ud dilink lagi tolong kasi tau via japri saja,..

    sebelumnya maaf kalo2 salah dalm berkata, buat antum2 yang pada berdebat, mungkin ana sedikit memberikan gambaran, setelah mendengarkan mukadimah dari kajian ini,…ana sedikit tau bahwasanya kajian ini berisi [Bedah Buku “Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan” yang Disebarkan oleh HASMI Bogor (Ust. Aunur Rofiq Ghufran)] dimana buku yang dibedah memang berjudul “Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan” yang Disebarkan oleh HASMI Bogor ” jadi jangan saling menyalahkan. dan perlu antum semua ketahui bahwasanya buku tersebut ditulis oleh pihak2 yang TIDAK BERTANGGUNG JAWAB, ana katakan seperti itu setelah mendengarkan paparan di mukadimah, dimana disebutkan bahwa penulisnya adalah tim penulis sunniyah (kalo salah tolong dibenarkan) yang mana alamat atopun identitasnya gag jelas. Jelaslah bahwa terbitnya buku ini sangat berbahaya, sehingga diadakan bedah buku supaya kita semua tau yang bener yang mana dan saling menasehati sesama muslim. mungkin itu yang bisa ana ambil kesimpulan dari pemaparan mukadimah kajian ini. mohon dibenarkan kalo2 ada yang salah dan ana sangat berharap nasehat dari antum2 semua…

    jazakumullahu khoyron katsira

  38. abu_azzam
    4 Maret 2009 pukul 00:00 | #55

    hasmi,gank Yazid Jawwas, AunurrofiqGhufron dkk surury atau saudara-saudaranya surury juga ya? Ihya’utturotsnya gimana? bae2?

  39. gonang
    5 Maret 2009 pukul 00:00 | #56

    bagi yang doyan debat ….baik-baik saja kalau paham kaidahnya . tolok ukur benar- salahnya masalah bukan kepada pemikiran seseorang tetapi harus berdasarkan yang dikehendaki yang Maha Benar dan Maha Sempurna , yaitu Allah Azza wa Jalla tentunya seperti yang telah sempurna disampaikan kepada utusanNya yaitu Nabi ‘Alaihi Shalatu wassalam , demikian juga seterusnya , maka Nabi telah mengabarkan kepada kita segala sesuatu yang mengantarkan kita ke surga dan menjauhkannya dari neraka yaitu melalui para sahabat radhiyallahu , inilah yang disebut pemahaman atau manhaj .
    Nach bagaimana sih sikap atau contoh Nabi dan sahabat dalam memanagemen perbedaan itu ? itu yang seharusnya kita contoh dan tidak patutlah mempertentangkan meskipun pahit harus dirasakan .
    Jaman dahulu ( tiga generasi terbaik ) hal -hal seperti sekarang ini sudah ada dan bukan hanya ditegur oleh para sahabat yang masih hidup tetapi setiap penyimpangan perlu ditindak tegas dan kalau perlu di perangi , ini dulu lho dan tidak berlaku di negara kita ini .
    Jadi sah-sah saja sebuah manhaj di kritik bagi yang mau mengkritiknya dan instropeksi bagi yang di kritik , apakah benar kritikan itu ? tentunya harus dengan dasar syariat yang benar .
    Sekian dulu dari saya , silahkan teruskan perdebatan saya akan mengikutinya , insya Allah

  40. Putra
    5 Maret 2009 pukul 00:00 | #57

    Abu Azzam, antum jangan asal bicara.
    liat siapa yang antum sudah klasifikasikan itu?
    dimana antum dibanding mereka?
    apa seperti seorang ustadz yang sudah berani mengolok2 syaikh yahya al hajuri? atau antum sudah mengambil uswah dari ustadz yang tidak beradab itu?

    • MazeCrack
      28 Maret 2009 pukul 00:00 | #58

      persoalan di yaman jangan dihubungkan dengan masalah ini, mas! Masalah Yaman tu udah urusannya para Ulama, bukan urusan kita.

  41. Goffar Abdul Choliq
    11 Maret 2009 pukul 00:00 | #59

    Orang yang terlalu fanatik dengan golongannya (halaqahnya) akan timbul penyakit Asabiyah, yaitu penyakit bangga dengan halaqahnya, merasa halaqahnya yang paling benar dan menganggap rendah halaqah lainnya, bergaulnya cuma dengan golongannya, shalatpun tidak mau jamaah kalau tidak dengan golongannya karena muslim lain dianggap bid’ah. Marilah kita belajar agama Islam secara kaffah, jangan hanya mengambil satu sumber, kita ambil banyak sumber, kita saring kita telaah, kita pakai yang sesuai dengan Qur’an Hadist sambil minta petunjuk dengan shalat tahajud setiap malam, insyaallah akan mendapat petunjuk jalan yang lurus. Karena hanya Allah yang dapat menyesatkan dan memberi petunjukkepada kita. Hindari perdebatan, mari lihat ibadah kita sendiri, sudahkah kita shalat wajib tepat waktu dan berjamaah dimasjid, kalau kita belum bisa shalat berjamaah dimasjid kita akan menjadi orang yang tersesat pula.

    • Ibnu Ahmad
      2 April 2009 pukul 00:00 | #60

      antum kurang, sesuai Al-Qur`an dan Sunnah, seharusnya di tambah dengan pemahaman para salafus Sholeh.

  42. abu
    3 April 2009 pukul 00:00 | #61

    Awas fanatik Hizbi buat harakah baru..namanya HASMI

  43. abu dzar
    20 April 2009 pukul 00:00 | #62

    Ya akhi,salafiyyin tdk pernah menganggap dirinya yang paling benar namun manhaj yang dibawa oleh mereka yang diyakini besar. sama halnya kita menganggap islam adalah yang paling benar namun kita sebagai pengikutnya belum tentu sempurna mengikuti islam yang diyakini benar.dan perlu dikoreksi bahwa salafiyyin tidak fanatik golongan atau madzhab dan salah kalau pengikut generasi salaf tidak mau sholat dibelakang ahlul bid’ah.sebaiknya antum berilmu dahulu sebelum berkata dan beramal. tanyakan langsung kepada ahlinya bukan hanya sekedar kata orang.ana sarankan duduk dulu dimajelis mereka agar jelas segala kemusykilan.perkataan antum yang mengatakan kita harus mengambil banyak sumber, jangan satu sumber justru para pencela sunnahlah yang melakukan demikian karena mereka hanya mengambil satu madzhab tanpa melihat dalil-dalil yang shahih dan sharih.Allah kan menyesatkan hambanya melalui lisan para ulama melalui kaidah-kaidah yang telah mereka sepakati berdasarkan Al-Qur’an wa Sunnah ‘ala fahmi salaful ummah. wallahu ‘alam bishowab.

  44. a qiu
    22 April 2009 pukul 00:00 | #63

    istighfar….! situ bukan tuhan….

  45. Ryan
    10 Juli 2009 pukul 00:00 | #64

    assalammu’alaikum
    salafi adalah yang mengikuti manhaj generasi salafus-sholeh. Bukan terbatas pada hanya mengikuti mahzab ulama yang menisbatkan dirinya kepada salafi.
    wassalammu’alaikum

  46. 15 Juli 2009 pukul 00:00 | #65

    Saya salafy insya Allah. Perkataan ini yakni “saya salafy” mempunyai makna bahwa saya mengikuti jalannya orang-orang yang terdahulu dari kaum muhajirin dan anshar yang muslim, yakni jalannya rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam beserta para sahabatnya ridwanullah ‘alaihim ‘ajma’in.

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” [QS At-Taubah: 100].

    Jika saya berkata: “Ana (saya) salafy”, bukan berarti anda bukan salafy. Seperti halnya saya berkata: “Saya muslim”, bukan berarti anda bukan muslim. Karena hakikat seseorang disebut salafy atau bukan salafy, itu dilihat dari manhajnya (cara beragama seseorang), bukan dilihat dari pengakuannya.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu berkata: “Tidak tercela orang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan diri kepadanya, bahkan WAJIB untuk menerima hal tersebut menurut kesepakatan, karena tidaklah madzhab salaf itu kecuali benar” [Majmu' Fatawa 4/149].

    Banyak kita lihat sekarang ini orang ataupun pesantren yang mengatasnamakan kata “salaf” atau “salafy” atau “salafiyyah”, namun pada hakikatnya manhaj mereka sangatlah meleceng dari sunnah rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Akidah mereka sesat, mereka banyak melakukan bid’ah, banyak yang masih percaya khurofat dan tahayul. Ada pula yang mengaku salafy namun mempunyai pemikiran khawarij, yakni gampang mengkafirkan kaum muslimin. Diantara mereka yang menamakan salafy juga ada yang bertujuan menyerang manhaj ini. Berawal dari kebencian mereka kepada manhaj yang haq ini, mereka membuat blog dengan embel-embel salafy di belakangnya, namun isinya justru menyerang orang-orang yang berpegang teguh pada sunnah rasulullah dan para sahabatnya.

    salafsemua

    Di sini saya tak akan membahas kelompok-kelompok atau individu yang “merusak” tersebut, namun justru saya ingin membicarakan (katakanlah mengkritik) individu-individu dari salafiyyin sendiri (termasuk saya) yang benar-benar menisbatkan diri mereka pada manhaj salaf yang sebenarnya. Mungkin akan ada pertanyaan “bukankah banyak kelompok-kelompok lain yang menyimpang yang lebih pantas untuk dikritik?”. Tak pelak lagi memang banyak kelompok-kelompok atau individu-individu yang butuh untuk diluruskan manhaj mereka, namun sebelum kita mengurusi atau mendakwahi orang lain alangkah baiknya (bahkan wajib) bagi kita untuk berdakwah kepada diri sendiri dahulu.

    Membincang penisbatan kepada salafy, ada hal menarik yang patut diperhatikan. Bahwasanya mereka yang menisbatkan diri kepada salafy acap kali (beberapa dari mereka) memakai simbol-simbol tertentu dalam kesehariannya. Perlu diketahui bahwa simbol-simbol yang dimaksud bukanlah simbol-simbol dalam agama seperti halnya jenggot, cadar, nama kunyah, atau celana yang gantung , namun lebih kepada suatu bentuk “merk”, entah itu stiker, logo, atau apapun yang bertuliskan/ berjudul “salaf/salafy”.

    YSalafItulah realitanya. Banyak simbol-simbol tersebut bermunculan di sekitar kita. Kita lihat di mobil atau motor, mereka menempelkan stiker bertuliskan “salafy”. Di internet kita melihat adanya mesin pencari khusus yang bernama “****salaf“. Di internet kita melihat orang-orang mengirim email yang beralamat di domain@*****salaf. Di dunia per-blog-an pun ramai-ramai orang memasang banner “salafy“. Semoga saja tidak ada perkumpulan orang yang mendirikan perumahan yang bertuliskan “perumahan salafy“.

    Saya tidak menyalahkan orang-orang tersebut, tidak pula mempermasalahkannya selagi label dan logo salafy tersebut mereka gunakan untuk menunjukkan bahwasanya konten yang ada di dalamnya terbebas dari syirik, bid’ah, maksiat, tahayul, ataupun khurofat. Namun yang saya takutkan adalah pengkultusan simbol, label, ataupun logo “salafy” yang mereka pasang, baik dalam bentuk stiker, email, blog, sekolah, majelis, ataupun perumahan.

    Sudah merupakan tabiat manusia untuk berkelompok ataupun berkumpul dengan orang-orang yang serupa dengannya, baik itu dinisbahkan pada suku, kota asal, sekolah, manhaj, dan lain sebagainya. Semuanya itu bisa berdampak positif ataupun negatif, tergantung bagaimana menyikapi perkumpulan yang mereka buat. Suatu kelompok bisa berdampak negatif jika terdapat ke-ta’azuban (kefanatikan yang berlebihan), menganggap diri paling eksklusif, serta menjadikan kelompok tersebut sebagai standar kebenaran dan menjadi dasar bagi wala (loyalitas) dan bara’ (kebencian dan permusuhan). Jika suatu kelompok mempunyai ciri seperti ini, maka ketahuilah bahwa inilah hizbiyyah yang dicela oleh Allah dalam KitabNya

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar-Ruum: 31-32]

    Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata: Mu’awiyah berkata kepadaku: ‘Apakah kamu berada di atas milah Ali? Maka aku berkata: “Tidak, dan aku juga tidak berada di atas millah Utsman. Aku berada di atas millah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Ibanah Kubra, Ibnu Baththah, 1/355]

    Lihatlah bagaimana Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma membenci hizbiyyah meskipun hizbiyyah tersebut disandarkan kepada salah seorang Khulafaur Rasyidin. Demikianlah, Salafush Shalih sangat membenci hizbiyyah kepada kelompok apa pun.

    Intisab kepada Salaf bukan hizbiyyah karena Salafiyyin tidak pernah menjadikan wala’ dan bara kecuali kepad Islam, tidak kepada simbol-simbol tertentu, tetapi semata-mata kepada kitab dan Sunnah. Hal ini sangat jauh berbeda dengan kelompok-kelompok dan partai-partai yang memiliki nama-nama, julukan-julukan, metode-metode, dan simbol-simbol yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya, memberikan loyalitas kepada setiap orang yang loyal kepada kelompok mereka dan menisbahkan diri kepada kelompok mereka, di sisi lain mereka menjauhi bahkan memusuhi setiap orang-orang yang menyeisihi kelompok mereka dan tidak bernaung di bawah panji-panji mereka!

    simbol salafy

    Demikian juga nisbah kepada Salaf tidak menjadikan ta’ashub (fanatik) kepada seseorang atau kelompok, karena Salafiyyun tidak menjadikan suri tauladan dalam segala sesuatu kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Adalah haq perkataan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah-:

    “Jika kelompok-kelompok (ahzab) dalam tubuh umat Islam menjadi banyak jumlahnya, maka janganlah engkau berafiliasi (intima’) kepada suatu kelompok pun. Pada zaman dahulu juga sudah terdapat berbagai macam kelompok, semisal Khawirij, Mu`tazilah, Jahmiyyah dan Rafidhah. Kemudian akhir-akhir ini muncul (kelompok) yang disebut Ikhwaniyyin (Ikhwani), Salafiyyun (Salafi), Tablighiyyun (Tablighi) dan yang semisalnya.

    “Jadikanlah seluruh kelompok tersebut berada pada sisi kiri, dan menjadi keharusan bagimu untuk mengikuti im?m, yakni apa-apa yang ditunjukkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam melalui sabda beliau: “Menjadi keharusan bagi kalian untuk berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk.”

    “Tidak diragukan bahwa merupakan kewajiban seluruh kaum muslimin untuk bermadzhab dengan madzhab Salaf, dan bukan berafiliasi (intima’) kepada kelompok (hizb) tertentu yang disebut Salafiyyin (Salafi). (Sekali lagi ditegaskan) bahwa menjadi kewajiban umat Islam untuk bermadzhab dengan madzhab Salaf yang shalih, dan bukan sikap sektarianisme (tahazzub) kepada apa yang dinamakan Salafiyyun (Salafi). Sebab, di sana ada jalan Salaf dan di sana ada pula kelompok (hizb) yang bernama Salafiyyun (Salafi). Dan yang dituntut (atas diri seorang muslim) adalah mengikuti/meneladani jalan Salaf.” [Sekian kutipan dari beliau dalam Syarh al-Arba`in an-Nawawiyyah, penjelasan hadits ke-28.]

    Demikianlah wahai saudaraku, semoga engkau tidak menjadikan simbol-simbol, label, ataupun logo salafy sebagai bentuk ke-tahazzub-an kalian. Janganlah kalian mencaci maki hizbiyyun, namun di sisi lain kalian seperti mereka. Janganlah jadikan salafy hanya sebagai tulisan ataupun simbol belaka, karena “Abu salafy” dan “ihwan salafy” pun memakainya.

  47. 15 Juli 2009 pukul 00:00 | #66

    ga yakin bakal di tampilin nih komen

  48. 15 Juli 2009 pukul 00:00 | #67

    Aina Nahnu Min Akhlaaqis Salaf

  49. 10 Agustus 2009 pukul 00:00 | #68

    alhamdulillah,,

    hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fiih, kama yuhibbu robbuna wayardho,,,,
    qola ‘alaihishsholatu wassalaam, ” Lailuha kanahariha, la yazighu ‘anha illa haalik…” aw kama qoola ‘alaihishsholatuwassalaam…
    wa in wajadta rojulan tho’ana ‘ala asy-syaikh nashir, aw ‘ala asy-syaikh ibn baz wa asy-syaikh ibn utsaimin wa ‘ala asy-syaikh muqbil rohimahumulloh,,fa’lamuu annahu min ahlil ahwaa’ wa shohibul fitan wa mubtadi’un dholl…..
    wa in wajadta rojulan madaha ‘ala usamah ibn ladin wa ‘abdulloh ‘azzam wa ghoirihim minat takfiriyyuun wa irhabiyyuun fa’lamuu annahu min shohibil murhibiin wa ahli hadmil muslimiin,,,wa man laqiyahu fi fajjin, fa akhbirhu annanaa wa salafiyyiina jami’an wa kullan minash shohabah ridhwanulloh ‘alaihim wa rosuluna ahsanal qudwah BAROO’UN minhu…..

    wa qul lahu, bainanaa wa wabainakum yaumal janaaiz…( qoolahu Al-Imam Ahlus Sunnah Ahmad ibn Hanbal rohimahulloh )

  50. gema_pembebasan
    11 Agustus 2009 pukul 00:00 | #69

    CAPE dechhhh koment dari kita kebanyakan di DELET…. gimana sich… salafiUnpad

  51. gema_pembebasan
    11 Agustus 2009 pukul 00:00 | #70

    Ana Salut Kalo Koment-Koment yang ada ga di DELET…. Tapi kebenyakan sebagian coment yg ga disuka admin ko di delet sich…. kan kita mau silaturahmi….

  52. hamzah
    12 Agustus 2009 pukul 00:00 | #71

    ngomong2 rekamannya ga bisa d download gmn neh akh admin? ada link lain? syukron

  53. 26 Agustus 2009 pukul 00:00 | #72

    kita perbanyak istighfar…mari kta bersatu..untuk menyatukan umat,,beda paham boleh, jgn merasa paling benar, banyak keluarga, tetangga, teman kantor kiata yg belum sholat…mari kita sama2 ajak mereka agar mau sholat

  54. Huda Ichwana
    27 Agustus 2009 pukul 00:00 | #73

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh

    Afwan akhi fillah, Istighfar akh antum semua…..Antum yang ngaku sebagai salafiyyin apakah antum semua sudah mengoreksi klo sikap antum sudah seperti genarasi terdahulu???? generasi para sahabat???? dunia islam sudah terpuruk seperti sekarang ini, tapi antum semua masi berkutat secara internal. saling menjelekkan satu dengan yang lainnya…..saudara kita yang sedang berbuat kebaikan malah antum jelek jelekin.
    Tapi antum liat di indonesia ini banyak diskotik, panti pijat, lokalisasi pelacuran. anak sekolah tawuran, pacaran ditaman sudah marak, acara televisi mempertontonkan arurat.
    Muslim palestina, Pattani, khasmir, somalia yg sedang bertempur, checnya, sodara muslim antum di ngara lain berjuang dengan darah.

    Tapi antum disini apa yang antum buat semua?????? antum malah mempermasalahkan sodara antum. antum semua mengklaim klo antum semua yang paling benar dihadapan Allah….. apa antum yakin klo Allah menerima Amal yang antum perbuat??? mustinya kita koreksi diri kita sendiri, apakah amal selama kita hidup di terima Allah apa enggak……
    apakah Allah menerima Shalat kita ……
    apakah Allah menerima puasa kita …….
    apakah Allah menerima taklim kita setiap minggu ………
    apakah Allah menerima sedekah yang kita lakukan……..
    apakah Allah menerima shalat malam kita…..
    apakah Allah menerima shalat dhua kita…..
    apakah Allah merahmati kita dan kemudian Allah memasukkan kita ke Syurga nya nanti……

    Seharusnya Antum semua khawatir dengan itu semua akhi….

    Istighfar akh…..istighfar…… ga usah ngurus orang lain liat diri sendiri dulu.

    Rabbana dzholamna Anfushana wa ilam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna milan khasirin

  55. Abu Khonsa Al-Fushy
    13 Oktober 2009 pukul 00:00 | #74

    Wallahi,dulu tiada makhluq yang paling ana benci selain salafiyyun,bahkan ana pernah mengusir salah seorang ikhwah yamani dari rumah ana. Tapi………….alhamdulillah Allah menghendaki kebaikan bersama ana,dan hari ini………………,Wallahi,tallahi ya akhi, tiada makhluq yang paling ana cintai di permukaan bumi ini selain SALAFIYYUUN. DArimanapun dia,nejd,hijaz,syam,yaman,pakistan dan indonesia…,wallahi,ana mencintai kalian wahai salafiyyun. Doakan ana agar mampu menjadi salafiyyun yang istiqamah. Amin!

  1. 9 Oktober 2009 pukul 00:00 | #1