DOWNLOAD AUDIO: Bedah Buku “Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan” yang Disebarkan oleh HASMI Bogor (Ust. Aunur Rofiq Ghufran)

Beberapa tahun yang lalu sekitar 2006 M, muncul sebuah buku “hitam” yang berisi celaan terhadap Salafiyyun maupun Dakwah Salafiyyah yang diberkahi ini. Sebuah buku yang berisi kerancuan dan tuduhan yang sangat menyesatkan terhadap dakwah Islam yang suci ini. Buku “hitam” tersebut berjudul Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan (MKSS) yang disusun oleh Tim Studi Kelompok Sunniyyah [baca: Tim Studi Kelompok Sururiyyah]. Sedangkan pengedar buku tersebut adalah HASMI (Harakah Sunniyyah Masyarakat Indonesia) [baca: Harakah Sururiyyah Masyarakat Indonesia] yang berada di bawah naungan Yayasan Al Huda, Bogor. Mereka dengan penuh kebodohan (dan kebingungan) ingin membatalkan wajibnya penisbatan terhadap istilah Salafiyyah dan Salafiyyun. Mereka pun dengan bangga (di atas kesesatannya) mencela para ulama Islam. Serta masih banyak lagi tuduhan dan celaan mereka terhadap dakwah Islam (baca: Salafiyyah) di dalam buku tersebut.

Tidaklah mengherankan apa yang mereka lakukan, karena begitulah sifat ahli bid’ah. Ketahuilah, “Di antara ciri ahli bid’ah adalah mencela ahli atsar!” Demikian perkataan dari Imam Abu Hatim Ar Razi –rahimahullah- (Ashlu Sunnah hal 24.).

Akan tetapi, Allah tidak akan pernah membiarkan agama yang suci ini dilecehkan oleh para pengikut kesesatan. Allah Rabbul ‘Arsy telah berfirman,

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci (QS. Ash Shaf: 8)

Selain itu, pasti akan ada sekelompok orang (ahli ilmu) yang akan melakukan pembelaan terhadap dinul haq ini. Hal ini seperti yang diisyaratkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabda beliau yang mulia,

Senantiasa ada golongan dari umatku yang membela kebenaran (sunnah). Tidaklah membahayakan mereka orang yang menghinanya sampai datang ketentuan Allah pada hari kiamat. (HR. Muslim: 3554)

Walaupun musuh-musuh Islam begitu semangat melakukan makar, mereka pasti akan dikalahkan, dan agama yang mulia ini akan tetap berkibar hingga Yamus-Sa’ah nanti. Sungguh indah syi’ir dari Imam Ibnul Qayyim rahimahullah,

Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujian

Janganlah heran, sebab ini adalah sunnah ar Rahman

(Lihat al Kafiyah asy Syafiyah no. 217)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pun pernah berkata,

“Termasuk sunnatullah, apabila Dia ingin menampakkan agama-Nya, maka Dia membangkitkan para penentang agama, sehingga Dia akan memenangkan kebenaran dan melenyapkan kebatilan, karena kebatilan itu pasti akan hancur binasa” (Al Uqud ad Durriyyah Ibnu Abdil Hadi hal. 364).

Jadi, sesungguhnya celaan para ahli bid’ah terhadap dakwah Salafiyyah, pada hakekatnya justru semakin mengangkat kemuliaan dan membuktikan kebenaran dakwah Salafiyyah!

Selanjutnya, berkenaan dengan HASMI –organisasi yang “mengaku” sebagai Ahli Sunnah- yang menyebarkan buku MKSS, kami pernah mendengar langsung ucapan salah satu ustadz HASMI di Masjid Al Hikmah, Jatinangor, sekitar dua tahun yang lalu. Beliau –hadahullah- dengan bangganya melakukan pembelaan terhadap seorang tokoh pemecah belah umat, yaitu Muhammad Surur Zainal Abidin (pendiri manhaj Sururiyyah) beserta majalah al Bayan yang diterbitkannya di negeri kuffar London. Juga pembelaan beliau terhadap tokoh teroris internasional yang mempunyai ciri-ciri pemikiran Khawarij, yaitu Osama bin Ladin –hadahullah­-. Dengan bangganya beliau membela tokoh-tokoh tersebut berdasarkan manhaj Muwazanah ala firqoh Sururiyyah. Anehnya, beliau (dan pengikuti HASMI lainnya) pun dengan penuh ke-PD-an, mengaku sebagai pengikut Sunniy, Ahlus Sunnah wal Jama’ah?! Benarkah klaim mereka (HASMI) bahwa mereka adalah pengikut Ahlus Sunnah seperti yang tertulis di buku MKSS? Insya Allah, dengan menelaah (baca: radd) buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan yang mereka sebarkan, kita akan dapat menyingkap hakekat dakwah HASMI yang sebenarnya. Apakah dakwah mereka termasuk dakwah Ahlus Sunnah-Sunniyyah yang selama ini mereka gembar-gemborkan? Ataukah merupakan dakwah Hizbiyyah Sururiyyah ala Muhammad Surur Zainal Abidin?!

Sepertinya perkataan seorang penyair berikut ini, sangat cocok jika kita hadiahkan kepada HASMI yang mengaku sebagai Ahli Sunnah,

Dan setiap pengakuan yang tiada bukti

Maka pengakuannya hanya pembual semata

Alhamdulillah, seorang ustadz Ahli Sunnah di negeri ini yang ilmunya insya Allah tidak diragukan lagi, yaitu Al Ustadz Al Fadhil Aunur Rafiq Ghufran hafizhahullah telah membantah buku MKSS dalam pengajiannya. Pengajian tersebut dilaksanakan di Kota Solo setahun setelah buku MKSS diedarkan. Juga di dalam majalah kesayangan kita, majalah Al Furqon pada rubrik Kitab –majalah Edisi Januari 2007 (Edisi 5 Tahun 6 – Dzulhijjah 1429 H)-, terdapat ringkasan bantahan terhadap buku MKSS yang ditulis oleh Ustadz Abu Ahmad As Salafy –jazahullahu ahsanal jaza’-. Semoga Allah senantiasa membalas kebaikan asatidzah pengasuh majalah Al Furqon yang tidak pernah bosan membantah buku-buku sesat yang beredar di tengah-tengah masyarakat kita. Amin.

Pada kesempatan kali ini, kami sajikan rekaman kajian bantahan terhadap buku MKSS yang diberi judul Waspadalah Terhadap Kedustaan, Kebingungan, dan Kesesatan Buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan. Anda dapat men-download (unduh) rekaman tersebut dengan meng-klik link di bawah ini:

  1. Muqaddimah oleh Ustadz Arief Budiman, Lc.

  2. Materi Kajian (Bantahan Buku MKSS) oleh Ustadz Aunur Rafiq Ghufran, Lc.

  3. Tanya Jawab Kajian oleh Ustadz Aunur Rafiq Ghufran, Lc.

Semoga usaha ini bermanfaat. Jazakumullah khairan.

-Abahnya Zaid (admin)-

About these ads

Posted on 11 Januari 2009, in DOWNLOAD AUDIO, Firqoh, hizbiyah & harokah, manhaj and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 77 Komentar.

  1. mari dakwah dengan memegang manhaj ! jangan saling mencerca tapi pakai kata yang baik, apakah Rasullullah saw mengajarkan mengumpat-umpat saudara muslim.

  2. Ana alumni unpad dan ana prnah terlibat kajian2 di unpad… sungguh menyesakkan hati ana apa yg dituduhkan oleh saudaraku ini thd HASMI, ana ingatkan dengan tulisan seorang ulama abad ini tentang sikap lemah lembut antar sesama ahlussunnah, klo ga salah buku ini ditulis dalam rangka menasehati saudara qt (termasuk ulamanya) yg suka mencela atau mentahdzir ahlussunnah yg lain, wallahu’alam…

  3. Abu Khonsa Al-Fushy

    Wallahi,dulu tiada makhluq yang paling ana benci selain salafiyyun,bahkan ana pernah mengusir salah seorang ikhwah yamani dari rumah ana. Tapi………….alhamdulillah Allah menghendaki kebaikan bersama ana,dan hari ini………………,Wallahi,tallahi ya akhi, tiada makhluq yang paling ana cintai di permukaan bumi ini selain SALAFIYYUUN. DArimanapun dia,nejd,hijaz,syam,yaman,pakistan dan indonesia…,wallahi,ana mencintai kalian wahai salafiyyun. Doakan ana agar mampu menjadi salafiyyun yang istiqamah. Amin!

  4. Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokatuh

    Afwan akhi fillah, Istighfar akh antum semua…..Antum yang ngaku sebagai salafiyyin apakah antum semua sudah mengoreksi klo sikap antum sudah seperti genarasi terdahulu???? generasi para sahabat???? dunia islam sudah terpuruk seperti sekarang ini, tapi antum semua masi berkutat secara internal. saling menjelekkan satu dengan yang lainnya…..saudara kita yang sedang berbuat kebaikan malah antum jelek jelekin.
    Tapi antum liat di indonesia ini banyak diskotik, panti pijat, lokalisasi pelacuran. anak sekolah tawuran, pacaran ditaman sudah marak, acara televisi mempertontonkan arurat.
    Muslim palestina, Pattani, khasmir, somalia yg sedang bertempur, checnya, sodara muslim antum di ngara lain berjuang dengan darah.

    Tapi antum disini apa yang antum buat semua?????? antum malah mempermasalahkan sodara antum. antum semua mengklaim klo antum semua yang paling benar dihadapan Allah….. apa antum yakin klo Allah menerima Amal yang antum perbuat??? mustinya kita koreksi diri kita sendiri, apakah amal selama kita hidup di terima Allah apa enggak……
    apakah Allah menerima Shalat kita ……
    apakah Allah menerima puasa kita …….
    apakah Allah menerima taklim kita setiap minggu ………
    apakah Allah menerima sedekah yang kita lakukan……..
    apakah Allah menerima shalat malam kita…..
    apakah Allah menerima shalat dhua kita…..
    apakah Allah merahmati kita dan kemudian Allah memasukkan kita ke Syurga nya nanti……

    Seharusnya Antum semua khawatir dengan itu semua akhi….

    Istighfar akh…..istighfar…… ga usah ngurus orang lain liat diri sendiri dulu.

    Rabbana dzholamna Anfushana wa ilam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna milan khasirin

  5. kita perbanyak istighfar…mari kta bersatu..untuk menyatukan umat,,beda paham boleh, jgn merasa paling benar, banyak keluarga, tetangga, teman kantor kiata yg belum sholat…mari kita sama2 ajak mereka agar mau sholat

  6. ngomong2 rekamannya ga bisa d download gmn neh akh admin? ada link lain? syukron

  7. gema_pembebasan

    Ana Salut Kalo Koment-Koment yang ada ga di DELET…. Tapi kebenyakan sebagian coment yg ga disuka admin ko di delet sich…. kan kita mau silaturahmi….

  8. gema_pembebasan

    CAPE dechhhh koment dari kita kebanyakan di DELET…. gimana sich… salafiUnpad

  9. alhamdulillah,,

    hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fiih, kama yuhibbu robbuna wayardho,,,,
    qola ‘alaihishsholatu wassalaam, ” Lailuha kanahariha, la yazighu ‘anha illa haalik…” aw kama qoola ‘alaihishsholatuwassalaam…
    wa in wajadta rojulan tho’ana ‘ala asy-syaikh nashir, aw ‘ala asy-syaikh ibn baz wa asy-syaikh ibn utsaimin wa ‘ala asy-syaikh muqbil rohimahumulloh,,fa’lamuu annahu min ahlil ahwaa’ wa shohibul fitan wa mubtadi’un dholl…..
    wa in wajadta rojulan madaha ‘ala usamah ibn ladin wa ‘abdulloh ‘azzam wa ghoirihim minat takfiriyyuun wa irhabiyyuun fa’lamuu annahu min shohibil murhibiin wa ahli hadmil muslimiin,,,wa man laqiyahu fi fajjin, fa akhbirhu annanaa wa salafiyyiina jami’an wa kullan minash shohabah ridhwanulloh ‘alaihim wa rosuluna ahsanal qudwah BAROO’UN minhu…..

    wa qul lahu, bainanaa wa wabainakum yaumal janaaiz…( qoolahu Al-Imam Ahlus Sunnah Ahmad ibn Hanbal rohimahulloh )

  10. Aina Nahnu Min Akhlaaqis Salaf

  11. ga yakin bakal di tampilin nih komen

  12. Saya salafy insya Allah. Perkataan ini yakni “saya salafy” mempunyai makna bahwa saya mengikuti jalannya orang-orang yang terdahulu dari kaum muhajirin dan anshar yang muslim, yakni jalannya rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam beserta para sahabatnya ridwanullah ‘alaihim ‘ajma’in.

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” [QS At-Taubah: 100].

    Jika saya berkata: “Ana (saya) salafy”, bukan berarti anda bukan salafy. Seperti halnya saya berkata: “Saya muslim”, bukan berarti anda bukan muslim. Karena hakikat seseorang disebut salafy atau bukan salafy, itu dilihat dari manhajnya (cara beragama seseorang), bukan dilihat dari pengakuannya.

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu berkata: “Tidak tercela orang yang menampakkan madzhab salaf dan menisbatkan diri kepadanya, bahkan WAJIB untuk menerima hal tersebut menurut kesepakatan, karena tidaklah madzhab salaf itu kecuali benar” [Majmu' Fatawa 4/149].

    Banyak kita lihat sekarang ini orang ataupun pesantren yang mengatasnamakan kata “salaf” atau “salafy” atau “salafiyyah”, namun pada hakikatnya manhaj mereka sangatlah meleceng dari sunnah rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Akidah mereka sesat, mereka banyak melakukan bid’ah, banyak yang masih percaya khurofat dan tahayul. Ada pula yang mengaku salafy namun mempunyai pemikiran khawarij, yakni gampang mengkafirkan kaum muslimin. Diantara mereka yang menamakan salafy juga ada yang bertujuan menyerang manhaj ini. Berawal dari kebencian mereka kepada manhaj yang haq ini, mereka membuat blog dengan embel-embel salafy di belakangnya, namun isinya justru menyerang orang-orang yang berpegang teguh pada sunnah rasulullah dan para sahabatnya.

    salafsemua

    Di sini saya tak akan membahas kelompok-kelompok atau individu yang “merusak” tersebut, namun justru saya ingin membicarakan (katakanlah mengkritik) individu-individu dari salafiyyin sendiri (termasuk saya) yang benar-benar menisbatkan diri mereka pada manhaj salaf yang sebenarnya. Mungkin akan ada pertanyaan “bukankah banyak kelompok-kelompok lain yang menyimpang yang lebih pantas untuk dikritik?”. Tak pelak lagi memang banyak kelompok-kelompok atau individu-individu yang butuh untuk diluruskan manhaj mereka, namun sebelum kita mengurusi atau mendakwahi orang lain alangkah baiknya (bahkan wajib) bagi kita untuk berdakwah kepada diri sendiri dahulu.

    Membincang penisbatan kepada salafy, ada hal menarik yang patut diperhatikan. Bahwasanya mereka yang menisbatkan diri kepada salafy acap kali (beberapa dari mereka) memakai simbol-simbol tertentu dalam kesehariannya. Perlu diketahui bahwa simbol-simbol yang dimaksud bukanlah simbol-simbol dalam agama seperti halnya jenggot, cadar, nama kunyah, atau celana yang gantung , namun lebih kepada suatu bentuk “merk”, entah itu stiker, logo, atau apapun yang bertuliskan/ berjudul “salaf/salafy”.

    YSalafItulah realitanya. Banyak simbol-simbol tersebut bermunculan di sekitar kita. Kita lihat di mobil atau motor, mereka menempelkan stiker bertuliskan “salafy”. Di internet kita melihat adanya mesin pencari khusus yang bernama “****salaf“. Di internet kita melihat orang-orang mengirim email yang beralamat di domain@*****salaf. Di dunia per-blog-an pun ramai-ramai orang memasang banner “salafy“. Semoga saja tidak ada perkumpulan orang yang mendirikan perumahan yang bertuliskan “perumahan salafy“.

    Saya tidak menyalahkan orang-orang tersebut, tidak pula mempermasalahkannya selagi label dan logo salafy tersebut mereka gunakan untuk menunjukkan bahwasanya konten yang ada di dalamnya terbebas dari syirik, bid’ah, maksiat, tahayul, ataupun khurofat. Namun yang saya takutkan adalah pengkultusan simbol, label, ataupun logo “salafy” yang mereka pasang, baik dalam bentuk stiker, email, blog, sekolah, majelis, ataupun perumahan.

    Sudah merupakan tabiat manusia untuk berkelompok ataupun berkumpul dengan orang-orang yang serupa dengannya, baik itu dinisbahkan pada suku, kota asal, sekolah, manhaj, dan lain sebagainya. Semuanya itu bisa berdampak positif ataupun negatif, tergantung bagaimana menyikapi perkumpulan yang mereka buat. Suatu kelompok bisa berdampak negatif jika terdapat ke-ta’azuban (kefanatikan yang berlebihan), menganggap diri paling eksklusif, serta menjadikan kelompok tersebut sebagai standar kebenaran dan menjadi dasar bagi wala (loyalitas) dan bara’ (kebencian dan permusuhan). Jika suatu kelompok mempunyai ciri seperti ini, maka ketahuilah bahwa inilah hizbiyyah yang dicela oleh Allah dalam KitabNya

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” [Ar-Ruum: 31-32]

    Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata: Mu’awiyah berkata kepadaku: ‘Apakah kamu berada di atas milah Ali? Maka aku berkata: “Tidak, dan aku juga tidak berada di atas millah Utsman. Aku berada di atas millah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Ibanah Kubra, Ibnu Baththah, 1/355]

    Lihatlah bagaimana Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma membenci hizbiyyah meskipun hizbiyyah tersebut disandarkan kepada salah seorang Khulafaur Rasyidin. Demikianlah, Salafush Shalih sangat membenci hizbiyyah kepada kelompok apa pun.

    Intisab kepada Salaf bukan hizbiyyah karena Salafiyyin tidak pernah menjadikan wala’ dan bara kecuali kepad Islam, tidak kepada simbol-simbol tertentu, tetapi semata-mata kepada kitab dan Sunnah. Hal ini sangat jauh berbeda dengan kelompok-kelompok dan partai-partai yang memiliki nama-nama, julukan-julukan, metode-metode, dan simbol-simbol yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya, memberikan loyalitas kepada setiap orang yang loyal kepada kelompok mereka dan menisbahkan diri kepada kelompok mereka, di sisi lain mereka menjauhi bahkan memusuhi setiap orang-orang yang menyeisihi kelompok mereka dan tidak bernaung di bawah panji-panji mereka!

    simbol salafy

    Demikian juga nisbah kepada Salaf tidak menjadikan ta’ashub (fanatik) kepada seseorang atau kelompok, karena Salafiyyun tidak menjadikan suri tauladan dalam segala sesuatu kecuali kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Adalah haq perkataan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah-:

    “Jika kelompok-kelompok (ahzab) dalam tubuh umat Islam menjadi banyak jumlahnya, maka janganlah engkau berafiliasi (intima’) kepada suatu kelompok pun. Pada zaman dahulu juga sudah terdapat berbagai macam kelompok, semisal Khawirij, Mu`tazilah, Jahmiyyah dan Rafidhah. Kemudian akhir-akhir ini muncul (kelompok) yang disebut Ikhwaniyyin (Ikhwani), Salafiyyun (Salafi), Tablighiyyun (Tablighi) dan yang semisalnya.

    “Jadikanlah seluruh kelompok tersebut berada pada sisi kiri, dan menjadi keharusan bagimu untuk mengikuti im?m, yakni apa-apa yang ditunjukkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam melalui sabda beliau: “Menjadi keharusan bagi kalian untuk berpegang teguh terhadap sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk.”

    “Tidak diragukan bahwa merupakan kewajiban seluruh kaum muslimin untuk bermadzhab dengan madzhab Salaf, dan bukan berafiliasi (intima’) kepada kelompok (hizb) tertentu yang disebut Salafiyyin (Salafi). (Sekali lagi ditegaskan) bahwa menjadi kewajiban umat Islam untuk bermadzhab dengan madzhab Salaf yang shalih, dan bukan sikap sektarianisme (tahazzub) kepada apa yang dinamakan Salafiyyun (Salafi). Sebab, di sana ada jalan Salaf dan di sana ada pula kelompok (hizb) yang bernama Salafiyyun (Salafi). Dan yang dituntut (atas diri seorang muslim) adalah mengikuti/meneladani jalan Salaf.” [Sekian kutipan dari beliau dalam Syarh al-Arba`in an-Nawawiyyah, penjelasan hadits ke-28.]

    Demikianlah wahai saudaraku, semoga engkau tidak menjadikan simbol-simbol, label, ataupun logo salafy sebagai bentuk ke-tahazzub-an kalian. Janganlah kalian mencaci maki hizbiyyun, namun di sisi lain kalian seperti mereka. Janganlah jadikan salafy hanya sebagai tulisan ataupun simbol belaka, karena “Abu salafy” dan “ihwan salafy” pun memakainya.

  13. assalammu’alaikum
    salafi adalah yang mengikuti manhaj generasi salafus-sholeh. Bukan terbatas pada hanya mengikuti mahzab ulama yang menisbatkan dirinya kepada salafi.
    wassalammu’alaikum

  14. istighfar….! situ bukan tuhan….

  15. Ya akhi,salafiyyin tdk pernah menganggap dirinya yang paling benar namun manhaj yang dibawa oleh mereka yang diyakini besar. sama halnya kita menganggap islam adalah yang paling benar namun kita sebagai pengikutnya belum tentu sempurna mengikuti islam yang diyakini benar.dan perlu dikoreksi bahwa salafiyyin tidak fanatik golongan atau madzhab dan salah kalau pengikut generasi salaf tidak mau sholat dibelakang ahlul bid’ah.sebaiknya antum berilmu dahulu sebelum berkata dan beramal. tanyakan langsung kepada ahlinya bukan hanya sekedar kata orang.ana sarankan duduk dulu dimajelis mereka agar jelas segala kemusykilan.perkataan antum yang mengatakan kita harus mengambil banyak sumber, jangan satu sumber justru para pencela sunnahlah yang melakukan demikian karena mereka hanya mengambil satu madzhab tanpa melihat dalil-dalil yang shahih dan sharih.Allah kan menyesatkan hambanya melalui lisan para ulama melalui kaidah-kaidah yang telah mereka sepakati berdasarkan Al-Qur’an wa Sunnah ‘ala fahmi salaful ummah. wallahu ‘alam bishowab.

  16. Awas fanatik Hizbi buat harakah baru..namanya HASMI

  17. Goffar Abdul Choliq

    Orang yang terlalu fanatik dengan golongannya (halaqahnya) akan timbul penyakit Asabiyah, yaitu penyakit bangga dengan halaqahnya, merasa halaqahnya yang paling benar dan menganggap rendah halaqah lainnya, bergaulnya cuma dengan golongannya, shalatpun tidak mau jamaah kalau tidak dengan golongannya karena muslim lain dianggap bid’ah. Marilah kita belajar agama Islam secara kaffah, jangan hanya mengambil satu sumber, kita ambil banyak sumber, kita saring kita telaah, kita pakai yang sesuai dengan Qur’an Hadist sambil minta petunjuk dengan shalat tahajud setiap malam, insyaallah akan mendapat petunjuk jalan yang lurus. Karena hanya Allah yang dapat menyesatkan dan memberi petunjukkepada kita. Hindari perdebatan, mari lihat ibadah kita sendiri, sudahkah kita shalat wajib tepat waktu dan berjamaah dimasjid, kalau kita belum bisa shalat berjamaah dimasjid kita akan menjadi orang yang tersesat pula.

  1. Ping-balik: DOWNLOAD AUDIO: Bedah Buku “Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan” yang Disebarkan oleh HASMI Bogor (Ust. Aunur Rofiq Ghufran) « Blognya K’ Dani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 22.044 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: