Arsip Bulanan: Maret 2009

KAJIAN ILMIAH “KUPAS TUNTAS AGAMA SYI’AH” (8 Maret 2009)

Hadirilah Kajian Ilmiah
KUPAS TUNTAS AGAMA SYI’AH
(Ajaran Syi’ah dalam Pandangan Islam)

Pemateri:
Ustadz USAMAH FAISHAL MAHRI (dari Malang, Jatim)

Ahad, 8 Maret 2009
Pukul 09.00 s.d. selesai
Masjid Ibnu Taimiyyah
ciptonegaran, Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, Solo

Terbuka untuk seluruh kaum muslimin

Informasi:
081804484746

Penyelenggara:
Ma’had Darussalaf, Solo

atau simak di radio Darussalaf 88.2 FM

Cinta Rasul, Hakikat dan Konsekuensinya (3)

Oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud


2. Golongan yang Meremehkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Adalah orang-orang yang lalai dalam merealisasikan kecintaan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka tidak memperhatikan hak-hak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah disebutkan di atas.

Di antara potret peremehan mereka adalah: Sangkaan mereka bahwa hanya dengan meyakini kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallamshallallahu ‘alaihi wasallam, tanpa harus “capek-capek” mengikuti tuntunannya dalam kehidupan sehari-hari. sudah cukup untuk merealisasikan cinta kepada Beliau . Read the rest of this entry

Cinta Rasul, Hakikat dan Konsekuensinya (2)

Oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud


Hakikat Cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Ragam Manusia di Dalamnya

Setelah kita sedikit membahas tentang hukum mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beberapa potret cinta para sahabat kepada Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, serta ganjaran yang akan diraih oleh orang yang mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ada perkara yang amat penting untuk kita ketahui berkenaan dengan masalah ini, yaitu: bagaimanakah sebenarnya hakikat cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?, bagaimanakah seorang muslim mengungkapkan rasa cintanya kepada al-Habib al-Mushthafa shallallahu ‘alaihi wasallam? Apa saja yang harus direalisasikan oleh seorang muslim agar dia dikatakan telah mencintai Nabi n? Masalah ini perlu kita angkat, karena di zaman ini banyak orang yang menisbatkan diri mereka ke agama Islam mengaku bahwa mereka telah mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan telah mengagungkannya. Akan tetapi apakah setiap orang yang mengaku telah merealisasikan sesuatu, dapat diterima pengakuannya? Ataukah kita harus melihat dan menuntut darinya bukti-bukti bagi pengakuannya? Tentunya alternatif yang kedua-lah yang seyogyanya kita ambil. Read the rest of this entry

Cinta Rasul, Hakikat dan Konsekuensinya (1)

Oleh Ustadz Afifi Abdul Wadud

Hukum Mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab, “Tidak, demi Allah, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka berkatalah Umar, “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!” (HR. Al-Bukhari dalam Shahih-nya, lihat Fath al-Bari [XI/523] no: 6632) Read the rest of this entry

Antara Cinta Nabi dan Perayaan Maulid Nabi (3)

Oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal


Sikap Ahlus Sunnah dalam Menyikapi Perayaan Maulid Nabi

[Pertama] Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni Ad Dimasqi mengatakan, “Adapun melaksanakan perayaan tertentu selain dari hari raya yang disyari’atkan (yaitu Idul Fithri dan Idul Adha) seperti perayaan pada sebagian malam dari bulan Rabi’ul Awwal (yang disebut dengan malam Maulid Nabi), perayaan pada sebagian malam Rojab, hari ke-8 Dzulhijjah, awal Jum’at dari bulan Rojab atau perayaan hari ke-8 Syawal -yang dinamakan orang yang sok pintar (alias bodoh) dengan ‘Idul Abror-; ini semua adalah bid’ah yang tidak dianjurkan oleh para salaf (sahabat yang merupakan generasi terbaik umat ini) dan mereka juga tidak pernah melaksanakannya.” (Majmu’ Fatawa, 25/298) Read the rest of this entry

Antara Cinta Nabi dan Perayaan Maulid Nabi (2)

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Sejarah Maulid Nabi

Jika kita menelusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi tidak kita temukan pada masa sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan empat Imam Madzhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad), padahal mereka adalah orang-orang yang sangat cinta dan mengagungkan Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang paling paham mengenai sunnah Nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan paling semangat dalam mengikuti setiap ajaran beliau. Read the rest of this entry

Antara Cinta Nabi dan Perayaan Maulid Nabi (1)

Oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal


Alhamdulillah hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kamaa yuhibbu Robbuna wa yardho, wa asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syarika lah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluh. Allahumma sholli ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Saudaraku yang semoga selalu mendapatkan taufik Allah Ta’ala. Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi lagi sesudah beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kedudukan yang mulia dengan syafa’at al ‘uzhma pada hari kiamat kelak. Itulah di antara keistimewaan Abul Qosim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang muslim punya kewajiban mencintai beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dari makhluk lainnya. Inilah landasan pokok iman. Read the rest of this entry

Menggapai Kemenangan dengan Tauhid

Oleh Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsari*

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada sahabat Mu’adz ibnu Jabal, “Maukah kuberitahukan padamu pokok amal, tiang, serta puncaknya?” Mu’adz menjawab, “Mau, ya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Beliau bersabda, “Pokok amal adalah Islam dan tiang-tiangnya adalah sholat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR Tirmidzi) Read the rest of this entry

DOWNLOAD AUDIO: WAHAI SAUDARAKU…JAGALAH PERSATUAN & PERSAUDARAAN SESAMA MUSLIM! (Ust. Ali Basuki) [PENTING]

Saudaraku…

Silakan download rekaman kajian yang insya Alah sangat bermanfaat dari Al Ustadz Al Fadhil ALI BASUKI dengan tema Nasihat Akan Pentingnya Menjaga Persaudaraan Sesama Muslim

Di antara pembahasan yang sampaikan oleh Al Fadhil Ali Basuki hafizhahullah antara lain:

Sebaik-baik orang yang terjebak dalam kesalahan adalah orang yang bertobat kepada Allah

Persaudaraan yang dibangun di atas keimanan

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara

Kemampuan untuk beramal merupakan Taufiq dari Allah

Pentingnya menyikapi suatu permasalahan dengan iman dan taqwa

Sikap waspada dari perpecahan yang ditimbulkan orang Munafiq

Bahayanya mencela atau ghibah

Wahai Ahlussunnah hendaklah kalian bersikap lemah lembut antar sesama Read the rest of this entry

STUDI ISLAM INTENSIF 2009 (26-29 Maret 2009)

Klik! untuk mampir ke blog saya Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.042 pengikut lainnya.