Arsip

Arsip untuk 26 Juli 2009

Bulan Sya’ban, Saatnya Muraja’ah Hafalan

26 Juli 2009 salafiyunpad 2 komentar

Syaikh DR.Ridho Busyamah (*)

Segala Puji milik Allah yang menggantikan siang dengan malam dan sebaliknya,menjadikan hari-hari dan waktu untuk melakukan ketaatan dan menggapai derajat pahala.Tidaklah berakhir satu musim ketaatan kecuali Allah munculkan dengan musim lain untuk memperbaharui iman dan ketergantungan kepada Allah al wahid al qohhar.

Dan saat ini kita memasuki bulan dari bulan-bulan ketaatan namun kebanyakan manusia melalaikannya .Nabi Ash Shodiqul Masduq(yang benar dan dibenarkan) telah mengabarkan demikian ketika ditanya oleh Usamah bin Zaid radhiallahu ‘anhu

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ؟ قَالَ: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ العَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Wahai Rasulullah mengapa aku tidak melihat engkau berpuasa dalam satu bulan, seperti engkau berpuasa dibulan Sya’ban ini? Rasul menjawab :”Sya’ban adalah bulan antara rajab dan ramadhan yang dilalaikan oleh manusia.Di bulan Sya’ban ini diangkat amal-amal kepada Rabbul Alamin.Maka aku suka untuk diangkat amalan ku sedangkan aku sedang berpuasa.Diriwayatkan An Nasai dalam As-Sunan (2356)dan dihasankan oleh Al Albani dalam Al Irwa’ (4/103) Read more…

Berbenah Diri Untuk Penghafal Al-Qur’an

26 Juli 2009 salafiyunpad 7 komentar

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjamin kemurnian Al-Qur‘ân telah memudahkan umat ini untuk menghafal dan mempelajari kitab-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan para hamba-Nya agar membaca ayat-ayat-Nya, merenungi artinya, dan mengamalkan serta berpegang teguh dengan petunjukNya. Dia Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan hati para hamba yang shalih sebagai wadah untuk memelihara firman-Nya. Dada mereka seperti lembaran-lembaran yang menjaga ayat-ayat-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Sebenarnya, Al-Qur‘ân itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim … (Qs al-Ankabût/29:49).

Dahulu, para sahabat Radhiallahu’anhum yang mulia dan Salafush-Shalih, mereka berlomba-lomba menghafal Al-Qur‘ân, generasi demi generasi. Bersungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka dalam naungan Al-Qur‘ân, baik belajar maupun menghafal disertai dengan pemantapan ilmu tajwid, dan juga mentadabburi yang tersirat dalam Al-Qur‘ân, (yaitu) berupa janji dan ancaman.

Berikut ini adalah nasihat yang disampaikan oleh Dr. Anis Ahmad Kurzun diangkat dari risalah beliau Warattilil Qur’âna Tartîla, dan diterjemahkan oleh al-Akh Zakariyya al-Anshari. Pembahasan ini menyangkut metode-metode, sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur‘ân secara baik. Read more…