Arsip Bulanan: Maret 2010

Download Audio: BERDAKWAH DENGAN AKHLAK MULIA (Ust. Abul Hammad Muhsan, Lc.) [PENTING]

Berdakwah adalah amalan yang besar tanggung jawab sebagaimana juga Alloh Ta’ala menjanjikan pahala yang besar. Da’wah adalah amalan yang mulia, karena inilah pekerjaan para nabi dan rasul yang bertugas untuk menyeru kepada peribadahan kepada Alloh Ta’ala saja. Akan tetapi kita dapati dari banyak manusia yang menyimpang dalam dakwah ini, sehingga membuat manusia lari dari kebenaran atau larut kedalam dosa dan bid’ah. Asal dalam dakwah haruslah dengan lemah lembut dan sikap yang baik, bukan dengan kata kasar dan perilaku keras. Patutlah bagi kita untuk mendengar nasehat  Muhaddits Zaman ini, Syaikh Abdul Muhsin Al Badr Hafidzahulloh Ta’ala tentang keadaan dakwah di akhir zaman ini, dalam kitab ini beliau tegas dan jelas menjelaskan bagaimana pentingnya menjaga akhlak mulia dalam dakwah tauhid ini.

Silakan download pembahasan kajian tersebut yang disampaikan oleh Ustadz Abul Hammad Muhsan, Lc. (Dosen STDI Imam Asy Sayfi’i, Jember) yang diselenggarakan di Ma’had Al Ukhuwah, Sukoharjo, Solo (Ahad, 14 Maret 2010) Read the rest of this entry

Kajian Tematik Terkini: “KAPAN PALESTINA KEMBALI KE TANGAN KITA?” (20 Maret 2010)

Hadirilah Kajian Tematik Terkini

“KAPAN PALESTINA KEMBALI KE TANGAN KITA?”

Insya Allah diadakan pada:

Hari: Sabtu

Tanggal: 20 Maret 2010

Waktu: Pukul 08.30-11.30 WIB

Tempat: Mushola Teknologi (Mustek) Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta

Pemateri: Ustadz Mahful Safarudin, Lc.
(Staf Pengajar Ma’had Al-’Irsyad Tengaran, Salatiga)

GRATIS…!!!
Terbuka untuk umum
Putra & Putri

Informasi:
0852 5205 2345

Diselenggarakan oleh:
Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM) Yogyakarta

Bekerjasama dengan:
- Takmir Masjid Ibnu Sina Fakultas Kedokteran UGM
- Keluarga Muslim Diploma Teknik Elektro (KMDTE) UGM
- SKI Teknik Geodesi UGM
- SKI Teknik Kimia UGM

Dahsyatnya Ujian Wanita dan Dunia

Oleh Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan

Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kekuasaan dan hikmah-Nya yang sempurna menjadikan dunia serta perhiasannya yang fana ini sebagai medan ujian dan cobaan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (Al-Mulk: 2)

الم. أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Al-’Ankabut: 1-2) Read the rest of this entry

BENCI DENGAN POPULARITAS

Oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Kebanyakan orang malah ingin kondang dan tenar. Keinginan ini sering kita temukan pada para artis. Namun orang yang tahu agama pun punya keinginan yang sama. Ketenaran juga selalu dicari-cari oleh seluruh manusia termasuk orang kafir. Akhirnya, berbagai hal yang begitu aneh dilakuin karena ingin tenar dan tersohor. Berbagai rekor MURI pun ingin diraih dan dipecahkan karena satu tujuan yaitu tenar.

Sungguh hal ini sangat berbeda dengan kelakukan ulama salaf yang selalu menyembunyikan diri mereka dan menasehatkan agar kita pun tidak usah mencari ketenaran.

Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Wahai hamba Allah, sembunyikanlah selalu kedudukan muliamu. Jagalah selalu lisanmu. Minta ampunlah terhadap dosa-dosamu, juga dosa yang diperbuat kaum mukminin dan mukminat sebagaimana yang diperintahkan padamu.”

Abu Ayub As Sikhtiyani mengatakan, “Seorang hamba sama sekali tidaklah jujur jika keinginannya hanya ingin mencari ketenaran.” (Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 276.)

Ibnul Mubarok mengatakan bahwa Sufyan Ats Tsauri pernah menulis surat padanya, “Hati-hatilah dengan ketenaran.” (Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 277.)
Read the rest of this entry

Benih Fikrah Pengkafiran Dalam Sejarah Islam

Oleh Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaili

Munculnya fenomena melemparkan vonis kafir terhadap seorang muslim muncul belakangan ini. Fenomena ini telah menimbulkan fitnah di tengah-tengah umat. Tak sedikit fitnah telah mengakibatkan perpecahan, saling tuding, dan menimbulkan kekacauan. Bagaimana fitnah ini berawal, padahal kaum Muslimin merupakan ummat yang satu?
Berikut kami paparkan pemikiran ini, yang diangkat dari kitab Dhawabith fit-Takfir, karya Syaikh Ibrahim bin Amir ar-Ruhaili, halaman 3-50. Diringkas oleh Ustadz Kholid Syamhudi.
_______________________________________________

Read the rest of this entry

Antara Wahhabi dan Teroris

Oleh Ustadz Abu Mushlih Ari Wahyudi

Terorisme seringkali ditudingkan kepada umat Islam, terutama golongan Wahabi/Salafi. Sebagian orang mengira bahwa tudingan itu hanya sekedar propaganda barat untuk menjatuhkan harga diri kaum muslimin di mata dunia internasional. Sehingga mereka senantiasa menuduh barat (baca: Amerika) sebagai dalang di balik munculnya fenomena radikal semacam itu. Sebagian lagi sebaliknya, mengira bahwa terorisme -dengan melakukan pengeboman di tempat-tempat umum- merupakan bagian dari jihad fi sabilillah dan tergolong amal salih yang paling utama. Sehingga mereka beranggapan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah sosok mujahid dan mati syahid.

Terlepas dari apa yang mereka sangka, sebenarnya kita bisa melihat dengan kaca mata yang adil dan objektif bahwa di samping adanya makar musuh-musuh Islam dari luar, sebenarnya kita juga menghadapi musuh-musuh dalam selimut yang berupaya meruntuhkan kekuatan umat dari dalam. Salah satu di antara mereka adalah sekte Khawarij di masa silam dan para penganut pemikiran sekte tersebut di masa kini yang gemar melakukan aksi teror dengan mengatasnamakan jihad. Mereka menampakkan diri sebagai kaum muslimin yang punya komitmen terhadap agama, berpenampilan seperti layaknya orang-orang salih dan taat, dan bersikap seakan-akan membela ajaran Islam, namun sebenarnya mereka sedang melakukan upaya penghancuran Islam dari dalam, sadar ataupun tidak! Read the rest of this entry

TERORISME, SEBAB-SEBAB DAN PENANGGULANGANNYA SERTA SIKAP SEORANG MUSLIM DALAM MENGHADAPI FITNAH ZAMAN

Oleh Syaikh DR Sholeh bin Sa’ad As-Suhaimi Al-Harbi

Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Esa, semoga shalawat dan salam senantiasa dicurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tiada lagi Nabi sesudahnya.

Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah memuliakan kita dengan kemuliaan yang terbesar yaitu dengan mengutus NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dengannya Dia mengeluarkan kita dari beragam kegelapan kepada Cahaya (Islam), menjadikan kita mulia setelah kehinaan dan menyatukan kita setelah perpecahan serta menjadikan kita bersaudara karena iman kepadaNya yang saling cinta dan menyatu. Seseorang tidak memiliki keutamaan atas yang lainnya kecuali dengan ketaqwaan, Allah Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa”. [Al-Hujurat : 13]

Demikian pula Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman sembari menganugrahkan kepada kita ni’mat ini dan mengingatkan kita pada kondisi kita sebelum kedatangan Islam

”Dan berpegang teguhlah kamu kepada tali(agama) Allah semuanya dan janganlah kalian bercerai berai”.[Ali-'Imran : 103] Read the rest of this entry

Siapa Sebenarnya Pembangkit Radikalisme Dan Terorisme Modern Di Tengah Umat Islam?

Oleh Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A

Dunia internasional secara umum dan negeri-negeri Islam secara khusus, telah  digegerkan oleh ulah segelintir orang yang menamakan dirinya sebagai pejuang kebenaran. Dahulu, banyak umat Islam yang merasa simpatik dengan ulah mereka, karena sasaran mereka adalah orang-orang kafir, sebagaimana yang terjadi di gedung WTC pada 11 September 2001. Akan tetapi, suatu hal yang sangat mengejutkan, ternyata sasaran pengeboman dan serangan tidak berhenti sampai di situ. Sasaran terus berkembang, sampai akhirnya umat Islam pun tidak luput darinya. Kasus yang paling aktual ialah yang menimpa Pangeran Muhammad bin Nayif Alus Sa’ûd, Wakil Menteri Dalam Negeri Kerajaan Saudi Arabia.

Dahulu, banyak kalangan yang menuduh bahwa pemerintah Saudi berada di belakang gerakan tidak manusiawi ini. Mereka menuduh bahwa paham yang diajarkan di Saudi Arabia telah memotivasi para pemuda Islam untuk bersikap bengis seperti ini. Akan tetapi, yang mengherankan, tudingan ini masih juga di arahkan ke Saudi, walaupun telah terbukti bahwa pemerintah Saudi termasuk yang paling sering menjadi korbannya?

Melalui tulisan ini, saya mengajak saudara sekalian untuk menelusuri akar permasalahan sikap ekstrim dan bengis yang dilakukan oleh sebagian umat Islam ini. Benarkah ideologi ini bermuara dari Saudi Arabia?

Harian “Ashsharqul-Ausat” edisi 8407 tanggal 4/12/2001 M – 19/9/1422 H menukil catatan harian Dr. Aiman al-Zhawâhiri, tangan kanan Usâmah bin Lâdin.

Di antara catatan harian Dr Aiman al-Zhawâhiri yang dinukil oleh harian tersebut ialah: Read the rest of this entry

BAGAIMANA MEMBAGI WAKTU UNTUK DUA ORANG ISTRI?

Oleh Syaikh Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al Jabiri

Soal:

Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang memiliki dua istri, yang masing-masing tinggal disebuah negeri yang berbeda?

Jawab :

Saya memohon kepada Allah Subhaanahu wata’ala agar mengumpulkan keduanya di satu negeri. Maka (jika demikian keadaannya) hendaknya ia mengatur secara adil atau mendekatinya, misalnya: jika dia tinggal bersama satu istrinya sepuluh hari, demikian pula pada istri yang lain. Dia berbuat adil dan mendekati keadilan semampunya. Dan hendaknya memahamkan istri yang kedua bahwa dia tidak mampu melakukan pembagian yang sempurna diantara keduanya.

Misalnya, salah seorang istrinya tinggal di Riyadh, sedangkan yang lainnya di Madinah. Dia tidak mampu bolak-balik setiap hari, sedangkan pekerjaannya di Riyadh, yaitu di tempat istri pertamanya. Maka dia hanya bisa mendatangi yang kedua beberapa hari saja sesuai kesepakatan diantara keduanya dan hal tersebut ditetapkan pada akad.

Ada yang menceletuk : “Wahai syaikh, berapa waktu paling lama seorang suami tidak bersama istrinya, jika mempunyai dua istri sementara salah satunya ada di Yaman misalnya ?” Read the rest of this entry

Di Manakah Tali Cinta-mu Bergantung?

Oleh Ustadz Abu Umar Al Maidani hafizhahullahu ta’ala

Cinta itu anugerah. Tak seorangpun menampiknya. Karena anugerah, maka cinta kerap datang secara tiba-tiba, bahkan seringkali tanpa si pemilik cinta menghendaki kehadirannya. Yah, betapa banyak di antara kita yang ‘menyesal’ karena lebih menyukai gudeg ketimbang burger.  Tapi kecintaan pada makanan itu datang begitu saja.

Persoalannya, meski cinta datang tak terduga-duga, ia selalu punya alasan kenapa hadir dalam kehidupan nyata. Cinta selalu datang dari pipa saluran yang berbeda-beda, meski sumbernya adalah sama. Berbeda pipa, karena berbeda alasan. Masing-masing alasan menentukan kwalitas cinta. Bingung? Mari deh, kita simak penuturannya berikut ini. Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.042 pengikut lainnya.