<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; aqidah islam</title>
	<atom:link href="http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Islam Dakwah Salafiyah Download Free Video Ebook Ceramah MP3 Gratis Ahlus Sunnah Kajian Islam Wanita Fikih Aqidah Konsultasi Syariah Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 03:26:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salafiyunpad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6537b21b5cf0022e32532148ead410c8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; aqidah islam</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salafiyunpad.wordpress.com/osd.xml" title="Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salafiyunpad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengakuan Haidar Bagir (Tokoh Syi&#8217;ah Indonesia) Tentang Sesatnya Syiah</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/05/pengakuan-haidar-bagir-tokoh-syiah-indonesia-tentang-sesatnya-syiah/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/05/pengakuan-haidar-bagir-tokoh-syiah-indonesia-tentang-sesatnya-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 19:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11706</guid>
		<description><![CDATA[Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. Sepandai-pandai tupai melompat, pasti kan terjatuh juga. Pepatah ini adalah hal pertama yang melintas dalam pikiran  saya ketika membaca tulisan bapak Haidar Bagir di harian Republika (20/1/2012) dengan judul: Syiah dan Kerukunan Umat. Bapak Haidar Bagir dengan segala daya dan upayanya berusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11706&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah</h2>
<p>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.</p>
<div>Sepandai-pandai tupai melompat, pasti kan terjatuh juga. Pepatah ini adalah hal pertama yang melintas dalam pikiran  saya ketika membaca tulisan bapak Haidar Bagir di harian Republika (20/1/2012) dengan judul: Syiah dan Kerukunan Umat.</div>
<p>Bapak Haidar Bagir dengan segala daya dan upayanya berusaha menutupi beberapa ideologi Syiah yang menyeleweng dari kebenaran. Walau demikian, tetap saja ia tidak dapat melakukannya. Bahkan bila Anda mencermati dengan seksama, niscaya Anda dapatkan tulisannya mengandung pengakuan nyata akan kesesatan sekte Syiah Imamiyyah.</p>
<p>Berikut saya ketengahkan ke hadapan Anda tiga pengakuan terselubung bapak Haidar Bagir.<span id="more-11706"></span></p>
<p><strong>Pengakuan Pertama: </strong><strong></strong></p>
<p>Data Syiah Imamiyah tentang ideologi adanya Alquran versi Syiah begitu melimpah dalam berbagai referensi Syiah. Wajar bila Bapak Haidar Bagir tidak menemukan cara untuk mengingkarinya. Fenomena ini mengharuskannya menempuh cara selain menutupinya. Dan ternyata Bapak Haidar Bagir lebih memilih cara mengesankan bahwa data tersebut adalah pendapat pribadi sebagian tokoh Syiah Imamiyah.</p>
<p>Karenanya, dengan jelas tulisan bapak Haidar Bagir ini mengandung pengakuan tentang kebenaran adanya Alquran versi Syiah Imamiyyah. Berdasarkan pengakuannya ini, Anda mendapat kepastian tentang adanya ideologi Alquran versi Syiah Imamiyyah.</p>
<p>Adapun klaim bapak Haidar bahwa ideologi ini adalah ideologi sebagian oknum Syiah, maka itu menyelisihi fakta yang ada. Sebagai salah satu buktinya, Ayatullah Khomeini, yang mereka anggap sebagai Wali Faqih, dan tokoh terkemuka Syiah Imamiyah zaman ini teryata masih mengajarkannya.</p>
<p>Dalam kitabnya <em>Kasyful Asrar</em> Hal. 149 Al Khomeini menyatakan: <em>“Telah kami buktikan pada awal pembahasan ini, bahwa Nabi <strong>menahan diri dari membicarakan masalah al imaamah (kepemimpinan) dalam Alquran</strong>. Alasannya beliau khawatir Alquran akan diselewengkan, atau timbul perselisihan yang sengit di tengah-tengah kaum muslimin, sehingga hal itu berakibat buruk bagi masa depan agama Islam.”</em></p>
<p>Adapun keberadaan Mushaf Utsmani di tengah-tengah para penganut Syiah Imamiyah, maka itu belum cukup kuat untuk mengingkari adanya mushaf Fatimah dalam ideologi Syiah. Yang demikian itu karena tokoh Syiah Imamiyah sejak dahulu mengajarkan agar para pengikut mereka untuk sementara membaca Alquran yang ada, hingga masa bangkitnya Imam ke-12 mereka. Menurut mereka, hanya Imam Mahdi merekalah yang masih menyimpan dan kelak akan mengajarkannya kembali kepada para pengikutnya.</p>
<p>Al Kulaini dalam kitanya <em>Al Kafi</em> 2:619, meriwayatkan bahwa Abu Hasan Ali bin Musa Ar Ridha, bertanya kepada Imam Syiah ke-5, yaitu Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Al Husain, “ Semoga aku menjadi penebusmu, kita mendengar ayat-ayat Alquran yang tidak ada pada Alquran kita ini. Kita juga tidak dapat membacanya sebagaimana yang kami dengar dari Anda, maka apakah kami berdosa?” Beliau menjawab, “Tidak, bacalah sebagaimana yang pernah kalian pelajari, karena suatu saat nanti akan datang orang yang mengajarkannya kepada kalian.”</p>
<p>Adapun klaim bapak Haidar tentang tokoh-tokoh Ahlusunnah yang menyatakan adanya perubahan pada Alquran, adalah klaim sepihak dan kosong dari bukti. Pernyataan sahabat Umar bin Al Khatthab juga yang lainnya tentang ayat rajam adalah penjelasan tentang adanya ayat yang dianulir secara bacaan. Walaupun secara hukum, ayat-ayat tersebut masih tetap berlaku.</p>
<p>Sebagaimana ulama-ulama Ahlusunnah juga menegaskan bahwa dalam Alquran terdapat beberapa ayat-ayat yang kandungan hukumnya telah dihapuskan walau secara bacaan masih tetap ada.  Fakta ini bukanlah hal aneh, karena telah dijelaskan pada ayat 106, surat Al Baqarah.</p>
<p>Namun tentu syariat <em>nasikh</em> (anulir) suatu ayat menurut Ahlusunnah menyelisihi ideologi perubahan Alquran dalam doktrin Syiah Imamiyah. <em>Nasikh</em> menurut Ahlusunnah hanya terjadi semasa hidup Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Adapun sepeninggal beliau maka tidak terjadi <em>nasikh. </em></p>
<p>Ditambah lagi<em> </em>menurut syariat Ahlusunnah, hingga hari kiamat<em> </em>tidak ada yang mengembalikan ayat-ayat yang semasa Nabi hidup <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> <em>mansukh</em> (dianulir).</p>
<p>Sedangkan menurut sekte Syiah Imamiyyah Alquran mengalami perubahan sepeninggal Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </em> Dan kelak ayat-ayat yang dirubah sepeninggal beliau akan dikembalikan lagi oleh imam mereka ke-12. Karena itu, sekte Syiah senantiasa menantikan kehadiran sosok tersebut, yang mereka yakini sebagai Imam Mahdi.</p>
<p><strong>Pengakuan Ke</strong><strong>dua</strong><strong> :</strong></p>
<p>Pada awal tulisan, Bapak Haidar mengklaim bahwa celaan Syiah terhadap sahabat hanyalah sebatas kecenderungan dan bukan ajaran. Menurutnya, Syiah yang mencela sahabat Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan juga sebagian istri Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> hanyalah minoritas.</p>
<p>Selanjutnya Bapak Haidar berusaha menguatkan klaim ini dengan menyebutkan sekte Syiah Zaidiyah. Menurutnya sekte Zaidiyah menerima kekhilafahan sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman.</p>
<p>Penuturan ini adalah bukti nyata bahwa Bapak Haidar telah memutar balikkan fakta. Sejatinya Bapak Haidar Bagir-lah yang telah menggunakan data <em>syadz</em> (ganjil) guna mendukung kesimpulanya. Karena sekte Zaidiyah adalah sekte minoritas Syiah, sedangkan meyoritas Syiah saat ini adalah para pengikut sekte Imamiyyah.</p>
<p>Terlebih lagi, adanya pengakuan terhadap kekhilafahan sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman adalah alasan Imamiyah mengucilkan sekte Zaidiyah.</p>
<p>Adapun beberapa tokoh Syiah Imamiyyah yang disebut oleh bapak Haidar telah mengakui kekhilafahan ketiga sahabat di atas, maka saya tidak ingin banyak mempersoalkannya. Saya hanya ingin bertanya: apakah pengakuan tersebut diamini oleh tokoh Imamiyyah yang lain dan kemudian diterapkan oleh seluruh penganut Imamiyah?</p>
<p>Fakta yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa pengikut Syiah imamiyah tetap saja melaknati ketiganya dan juga lainnya. Kasus sampang dan berbagai kasus serupa di negri kita adalah salah satu buktinya. Karena itu Abu Lukluah Al Majusi aktor pembunuh Khalifah Umar bin Khatthab diagungkan oleh sekte Imamiyah sehingga mereka menjulukinya dengan <em>Baba Suja’uddin</em>. Dan sebagai apresiasi atas jasanya membunuh Amirul Mukminin Umar bin Al Khatthab, mereka membangun kuburannya dengan megah.</p>
<p><img title="pembunuh umar" src="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-1-300x273.jpg" alt="buaya10 1 300x273 Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah" width="300" height="273" /></p>
<p>(Gambar: Kuburan Abu Lukluah Al Majusi)</p>
<p><img title="memuja pembunih umar" src="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-4-300x256.jpg" alt="buaya10 4 300x256 Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah" width="300" height="256" /></p>
<p>(Betapa antusiasnya pengikut agama Syi’ah ketika berziarah ke kuburan ini)</p>
<p><strong>Pengakuan Ketiga: </strong></p>
<p>Kebesaran jiwa ulama-ulama Ahlusunnah dan juga seluruh Ahlusunnah untuk menghentikan kemungkaran yang dilakukan oleh dinasti Abbasiyah. Sehingga mereka semua patuh dan mengapresiasi sikap Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menginstruksikan hal tersebut. Dan alhamdulillah hingga kini, hal tersebut sirna dan tidak ada yang melakukannya kembali.</p>
<p>Namun hal serupa hingga saat ini tidak kuasa dilakukan oleh para penganut ajaran Syiah Imamiyah. Sehingga walaupun para aktor sandiwara <em>taqrib</em> telah menyerukannya, namun tetap saja di lapangan para penganut Syiah terus mencaci sahabat-sahabat Nabi. Sikap Yasir Al Habib beserta para pengikutnya dan juga Syiah di Sampang adalah bukti nyata, bahwa seruan tersebut hanyalah seruan tanpa pembuktian.</p>
<p>Pengakuan bapak Haidar ini, dapat menjadi bukti nyata bahwa hanya dengan mengikuti ajaran Ahlusunnahlah kedamaian antar komponen umat Islam dapat terwujud. Adapun ajaran Syiah, terlebih Imamiyyah, hingga saat ini terus menjadi biang terjadinya permusuhan bahkan perang saudara di tengah-tengah umat Islam. Sikap pasukan Al Hutsi di Yaman yang menyerang Ahlusunnah di daerah Dammaj, dan juga pasukan Al Mahdi di Irak yang membantai Ahlusunnah adalah bukti nyata akan hal tersebut.</p>
<p><strong>Pengakuan Keempat :</strong></p>
<p>Bapak Haidar Bagir juga mengakui bahwa sekte Syiah yang selama ini menjadi biang kericuhan umat Islam adalah Syiah Imamiyah atau Itsna ’Asyariyah. Karena itu beliau merasa perlu untuk mengutarakan adanya perubahan pandangan tentang keabsahan khilafah sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman.</p>
<p>Walau demikian, ada satu fakta yang mungkin kurang diwaspadai oleh bapak Haidar Bagir. Mengakui adanya perubahan ini sejatinya adalah pengakuan bahwa ideologi Imamah versi Imamiyyah adalah sesat. Andai tidak sesat, buat apa beliau perlu mengutarakan adanya ralat yang dilakukan oleh sebagian tokoh sekte Imamiyah?</p>
<p>Terlebih sejatinya ideologi bahwa imam (penguasa umat) dalam Islam hanya berjumlah 12 orang, adalah ideologi tidak nyata dan tidak masuk akal. Anda pasti telah mengetahui bahwa dari kedua belas imam Syiah yang benar-benar pernah mengenyam sebagai khalifah hanyalah sahabat Ali bin Abi Thalib dan putranya Hasan.</p>
<p>Adapun Husein beserta anak cucunya, maka hingga mereka meninggal dunia, tidak seorang pun yang sempat menjadi pemimpin. Sehingga berbagai dalil yang mereka yakini tentang keimaman mereka benar-benar menyelisihi fakta.</p>
<p>Secara <em>defacto</em> seluruh ahli sejarah sepakat bahwa Hasan bin Abi Thalib telah menyerahkan <em>khilafah</em> (kekuasaan) kepada sahabat Mu’awiyah. Dan tahun terjadinya serah terima khilafah ini akhirnya dikenal dan diabadikan oleh umat Ahlusunnah hingga akhir masa. Sehingga mereka menyebut tahun tersebut dengan sebutan <em>‘aamul jama’ah</em> (tahun persatuan).</p>
<p>Setiap Ahlusunnah bergembira dengan kejadian ini. Ahlusunnah menganggap sikap Hasan ini sebagai jasa terbesar yang beliau lakukan untuk umat Islam. Bahkan Ahlusunnah hingga saat ini meyakini bahwa sikap Hasan ini sebagai wujud nyata dari sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentangnya,</p>
<p><em>“Sejatinya putraku ini adalah seorang pemimpin, dan semoga dengannya Allah menyatukan dua kelompok besar dari umat Islam.”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Namun tahukah Anda bahwa Ahlusunnah yang mengapresiasi kebesaran jiwa Hasan ini ternyata tidak diteladani oleh penganut Syiah. Beberapa referensi Syiah malah menukilkan sikap yang berlawan arah. Beberapa tokoh Syiah malah menganggap sikap Hasan ini sebagai bentuk pengkhianatan.</p>
<p>Pada suatu hari, seorang  tokoh Syiah bernama Sufyan bin Laila berkunjung ke rumah Hasan bin Ali. Didapatkan beliau sedang duduk-duduk sambil berselimut di depan rumahnya. Spontan Sufyan bin Laila mengucapkan salam kepada Hasan dengan berkata, <em>“Semoga keselamatan atasmu, <strong>wahai orang yang telah menghinakan kaum mukminin</strong>!” Karena merasa ganjil dengan ucapan selamat yang disampaikan oleh Sufyan, Hasan bertanya, “Darimana engkau mengetahui hal itu?” Ia menjawab, “Engkau telah memangku kepemimpinan, lalu engkau melepaskannya dari bahumu. Selanjutnya engkau sematkan kepemimpinan itu di bahu penjahat ini agar ia leluasa menerapkan hukum selain hukum Allah.”</em></p>
<p>Kisah ini bisa Anda temui pada beberapa refensi agama Syiah, semisal: <em>Al Ikhtishash</em> karya As Syeikh Al Mufid wafat thn: 413 H, Hal.82,  <em>Ikhtiyaar Ma’rifat Ar Rijal</em>, karya As Syeikh At Thusi wafat thn: 460, Hal. 1:327 dan <em>Biharul Anwar</em> karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H, Hal.44:24.</p>
<p>Sejak serah terima khilafah antara sahabat Hasan kepada sahabat Mu’awiyah ini, tidak seorang pun dari keturunan sahabat Ali bin Abi Thalib yang memangku jabatan khalifah. Bahkan Husein bin Abi Thalib yang hendak merebut khilafah dari Yazid bin Mu’awiyah, menemui kegagalan dan terbunuh sebelum sempat mendapatkannya. Tak ayal lagi, ia hidup tanpa <em>imamah, </em>hingga akhir hayatnya, demikian pula nasib seluruh anak cucunya. Dengan demikian kesepuluh imam Syiah Imamiyyah setelah Hasan berstatus <em>Kings Without A Kingdom.</em></p>
<p>Ini adalah bukti nyata bahwa meyakini keimamahan kesepuluh imam sekte Imamiyah adalah kekeliruan, karena menyelisihi fakta. Sehingga wajar bila seluruh Ahlusunnah dan juga setiap yang berakal sehat tanpa terkecuali umat Islam di negri kita tercinta ini menolak ideologi Syiah Imamiyyah.</p>
<p><strong>Ditulis oleh Dr. Arifin Baderi (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong><br />
<strong>Artikel www.KonsultasiSyariah.com dan dipublikasikan kembali oleh www.salafiyunpad.wordpress.com<a href="http://konsultasisyariah.com/"><br />
</a></strong></p>
<p>About The Author:<br />
Dr. Muhammad Arifin, M.A. Dosen Tetap STDI Imam Syafii Jember, dosen terbang Program Pasca Sarjana jurusan Pemikiran Islam Program Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan anggota Pembina Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).</p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/firqoh/'>Firqoh</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah/'>Syi'ah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11706&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/05/pengakuan-haidar-bagir-tokoh-syiah-indonesia-tentang-sesatnya-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-1-300x273.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pembunuh umar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-4-300x256.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">memuja pembunih umar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Ceramah: Kaidah Beramal Shalih Bersama Ustadz Abu Qotadah (Salatiga &amp; Solo, 2-3 Oktober 2011)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/12/akaidah-qidah-amal-sholeh/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/12/akaidah-qidah-amal-sholeh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 02:17:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[akidah amal sholih]]></category>
		<category><![CDATA[amal shaleh]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah amal shaleh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11351</guid>
		<description><![CDATA[Amalan shalih terwujud dengan niat yang shalih,tapi niat yang baik tidak bisa menjadikan perkara mungkar menjadi baik atau perkara bid’ah jadi sunnah, betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mencapainya. Niat berhubungan dengan keikhlasan. Ikhlas untuk Allah adalah syarat diterimanya amal, karena Allah tidak menerima amalan kecuali yang paling murni dan benar, yang paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11351&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/bersuci.jpg"><img class="alignright" title="bersuci" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/bersuci.jpg?w=300&h=160" alt="" width="300" height="160" /></a>Amalan shalih terwujud dengan niat yang shalih,</strong>tapi niat yang baik tidak bisa menjadikan perkara mungkar menjadi baik atau perkara bid’ah jadi sunnah, betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mencapainya.</p>
<p>Niat berhubungan dengan keikhlasan. Ikhlas untuk Allah adalah syarat diterimanya amal, karena Allah tidak menerima amalan kecuali yang paling murni dan benar, yang paling murni adalah yang ditujukan hanya untuk Allah dan yang paling benar adalah yang sesuai dengan sunnah yang shahih.</p>
<p>Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman,</p>
<p><img class="aligncenter" src="image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQEAYABgAAD/2wBDAAIBAQIBAQICAgICAgICAwUDAwMDAwYEBAMFBwYHBwcGBwcICQsJCAgKCAcHCg0KCgsMDAwMBwkODw0MDgsMDAz/2wBDAQICAgMDAwYDAwYMCAcIDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAwMDAz/wAARCABgAfQDASIAAhEBAxEB/8QAHwAAAQUBAQEBAQEAAAAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtRAAAgEDAwIEAwUFBAQAAAF9AQIDAAQRBRIhMUEGE1FhByJxFDKBkaEII0KxwRVS0fAkM2JyggkKFhcYGRolJicoKSo0NTY3ODk6Q0RFRkdISUpTVFVWV1hZWmNkZWZnaGlqc3R1dnd4eXqDhIWGh4iJipKTlJWWl5iZmqKjpKWmp6ipqrKztLW2t7i5usLDxMXGx8jJytLT1NXW19jZ2uHi4+Tl5ufo6erx8vP09fb3+Pn6/8QAHwEAAwEBAQEBAQEBAQAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtREAAgECBAQDBAcFBAQAAQJ3AAECAxEEBSExBhJBUQdhcRMiMoEIFEKRobHBCSMzUvAVYnLRChYkNOEl8RcYGRomJygpKjU2Nzg5OkNERUZHSElKU1RVVldYWVpjZGVmZ2hpanN0dXZ3eHl6goOEhYaHiImKkpOUlZaXmJmaoqOkpaanqKmqsrO0tba3uLm6wsPExcbHyMnK0tPU1dbX2Nna4uPk5ebn6Onq8vP09fb3+Pn6/9oADAMBAAIRAxEAPwD9/KKKKACiiigAoornPiH8SNF+E3hC88QeIdSs9I0awKfaLu6k8uKLLhMn86AOjorh/hH8WrP4y+F21qy0rxBpmnSTtFb/ANsafLp0lyiEjzBBL+9jT/rpHGfau4oAKKilm8p/rUtABRRRQAUVTn1GK2dEkkij+0P5cW5+ZH9BVygAooooAKKKj8/2oAkoqOGbzakoAKKKKACiiigAoqOaYRRF/SvOPhJ+0l4O+PGr+JbLwhrcGuTeEb0afqzWySmKKX/pnIf3cnIfmMuPkKGgD0uiiigAooqMSiRwB0oAezheuaWvln/gpF+0L8Uvgf4M8L2vwh0aw8SeLNT1SOS/sJ7G41G5j0yN4hcyx28XXmRP3kkgEfXEh/d19Sx/cFAC0VyXxM+LPh34KeELjX/E+safomlWp/ez3UojHT7g/vv9K1tA1aDXtHtL2AytDdRJLGZIpIpCsnqj/PH+NAGvRRUc03lUASUVH5/tT36UALRUdSUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRUcp8sZ60ASUVH5/tUlABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFeXfH34VWHxY0rT7fXvFet6B4biuD/AGha2GoDTotYEmI0t55x+98sl9nlxyR+YZPpXqNfmN/wWo+Pvhz4S/GDwbq8Xhn4Q6l478AaPH4wsG+Impy2sWs2aXojk07TI0cJJqPmRiSOSTzPLJTZzIcAH3kvjvwr8IvFXgj4ftc3Nnfa5aXFvodpiWUyR2cUbyb5D08uORP9ZWxN8VfDdt8Q7fwidb08eJ762+2x6YlwDcmBOsnl9USvnz/goN+1d8OP2P8ATPAfxH8WaPNrXja1a8t/CGnLqtvpslzJcQJ9s/0i6kjtowIv+ekmcfcya5r4M/8ABWb9j/xNrk+taD8U/hV4c1/xbpNv4j1GXUNQtrG4lEkfyRXFxIfL+0xiPElv5hkjIoA991H4BXPij41R+Kdb8XeJ9R03Tp47nSPD6TJZaXYyCPmSSOMeZcSeZ+8BlPyduleq2gENvGncCvzV0v8A4LT/ABI8X/tEXHhn4cfCrwp+0DodujnUJPhn4slvrnQJDH5qR3FxcW8enSfuuP3Vz+8k6Yr7R/ZU+OPiz48fDy71fxn8K/Evwi1a2vWtV0fXL+zvbmaIKn+kCS3kkj2Ek/jHQB61P2r581bwR8X/ABX+2vpPiJNb/sb4Q+G7BrX+xorhI5ddvZYpfMupMb/Mt4/9Hjjjfy5PNjlkz5f7uTqv2tvj/N+zx8GdR1/TdOj17XjJBa6XopnEc2qXElxFEIosfvJH/eZ+TP8Aq6+Rf2i/+Cp2o+Ef25NA0a98E/FHwL8Mvhl4rTTfE/i/W9Lm03w1rkd7E9lHL9sk/wBHFtb3NxHJ5kh/eYj8ugD174L/ALNHxQ8JftleLPHHjD+wvGvhgWE//CP319q8tzrlhc5j/dW9v5cVlZ20kfmZH7yXzJP9Z5de0fAnxR8Q/F8Gq6h468M6J4OsZriL+xNKi1A3up20Hlrv+2yJ/o4l8zzMJbmSMJj94a+e/CX/AAVi+ENj+0p4q0jXP2k/2fLjwjc6ZaXvhi2stXjjubURgx3pu9QMv2KQmXHlxx7JNnr1qD4d/wDBaX4K+HrD4gT/ABK+K/w88Pr4c8V3FlpCRXYMup6RJ5f9n3sEcZkkuIpY5P8Aj4iHl/SgD6s+L3xUtPgz8PdT8TalaateWGlR+ZPHptv9pudn/PQR1Q+Avxs0f9or4U6L4z8OjUho2uxefZC+tJLK5xveP95HJ84OU79q+RP23/8Agsb8PPhn4FnvfAHxF/Zn8baZFBGb+11n4hx+Zf8AmSeWbeC3s47mSQ+X8/8Aq9n61xn7Ov8AwcX/AAj1v4keH/AnxE8F+MfgNceJCT4cv/FFtHY+HtSs44zi5ju5PLjS3/d+Wh2f88+maAPcPi58G/jh8V/2jtX1wfELWPh/8K9M09tNstK0m4txfap+7zcXMheOQRiT/VxyDy57fy5H71ifCXxX4R+NWifsvaNe+NfH/hi38R+EP7f0vwMNQkvRr0dvbW0m/VNT8vzbj7N5kX/LSPzZT+88zpVfwh/wVh+Dd98TPiboXiT9pD4AX2mMkV74YgsNXjtpbW0e3McsdzeSSG2uLkS5PlxfPHHjfH0r4X+Ov/BQ7WPAf7If7LMnwe+JfhK+1HwJ4X0q4n0LQ/GOnR311qkcdtHJp2p6f+8ubi3ubaSSPy7eLzI7mWP2oA/abxlrE/h3wpqmox/YRNa28lwhvLg21sHSM/fkI/dx8cydvyr4l/YJ/wCCifxx/an/AGhLXw/4m+H3grSPCCx3d7cav4e1C41uKODy8W1vJPwLe58yOT/Wx4uY/wB5H5eB5n2pe6zbS/D6TUteig06zGn/AGnUI70jZap5YkkEmf8AnnzXjGuftRad8DPiJ4+ufEOgWHhL4ReGtB0/xNc+PjII7HULu8mljliOyPEnlxx28hlEh4lTf2NAH0XP2rwYeKPi34V/aajj8R6/8H7X4S6qzQaYgivbXxPd3j7vLsk8y4+zyHAD+YnOMjy/+WleC/tu/wDBcn4f/A7wtpafCS+8HfHXxde3xM+k6B4kilhsbaMkP9ouLfzI45ZXxb28cn+slljrm/8Agq98cfAfwv1r4L/E/wAY6r4y0XX9JsLnUdM8IW0mkW1zKQ9jcz3DyaoPKjuLMR/6uL/SJDL+77kAH0p+0X4G+LfxH/aD+Gy+ENdHhnwB4Yul1XxQYp40udcfzYxHZIT5n7uOPzJJRJF+88yPy5I3Ga+g4v8AVj581+fX7R//AAXf8F+Hdc+Gln8F9P03433Hi6W3udYj0TV/Ml0e0uP9Vb/u45I/7RkHmPHZyyRyEW0lfoND/qaAON034q+H/GHjDXPC+j+I9OufEOjRb7+3tZUuJtLLk+X5o6Rydwj/AMq5/wDZx/Zj8M/szaLrMGhRTnUfE+oPrOvX7Yjl1jUJf9bdSRpiKOSTjPlxp09a+cv2hf8Agp98EP8AgnV8etG+GVzpul6HBqd5BJ4k1G2u7DTLfw7JeEi3ubhLiWOS48x/9ZJF5nlx8yV8Bftu/wDBbTVPA/8AwUY0jxp8NfjtpOt+E/Buu3Hh7VPh/aSyX2ia/pEcVtJ9pt7y3jkjkvbmSSSOP/nnJbY8zHmUAftn4l+LHhnwh4o0jQNS17TLHWddby7CwluP9KvjyDsj++f9/pXUzf6mvh79u7/goL4a/Ya/ao+DcZ+GaavrHxhvo9JvfEFwn2WW0gkkjt47aO48uSOW48yTzPs/mR/u4pK+2rq7jtrd5JJI4oo/vu74AoA5fwB8XdF+JuteJ9P0q4lluPBur/2NqYeN4/Ku/s8Nx5Yz/rP3VxH/AJxXnn7IfhPSI/DeueItG+JesfFq617VblLzxFdahFcIHt7qSM2UEduEt44rdxLHiMZ4O/zDyOk8NyeA/hB4J8X/ABD0u7sLHw/4jll8X65q0Fwbi2uvLtY43ueP+ne3j/1f/PP8/wA9PgV8bv2VNO0zWtI0X41+MfD/AIl+HXiODxHpnh/4k+KP+EOi1jUI47i4trn7PcRx+ZZ332w+ZJ5X7z93J5fmfvCAfSnxe+Heu65/wVn+GWsp8Yb/AMOWFj4Q1CS38CvELq38RJHcxfbLmPfsjt5R5luDJ+8k8sfu/LHmV9KfGGLxpd+ALxPh/deG7LxOAptJPENpcXNj/wBtI4JI5P1r5r1H4j3vx9+JX7HPjvU/C154Y1jXr/VL24026i8y60fzPDt95sXmbP8AV78f9dP3f0r6u8R61H4a0K81F7e5uY7GCS4eC1j82eURoT5aIPvvxxQB8LftTfBr4mfFTxV+ytf/ABO+KXhL4eeM9H8Y3FybXw5p817ous6gbaQx20cd58wl+zR3HlzyyeWJD/qpPMFff1p/q6/Mb4Z/8FG1/wCCnH7MGka9P4QHh2/8G/G7wxpRhbfctEf7WtZIy4eLzLe4jjkKSx/8sz5n7yv09/g/CgBa+eP22/CfhvxVY6dYeN/jBrXw88I+Ih/YI0zTdYj0W6168uJY44o47tP9Izl/L8uLr5ldV8f/ANrX4c/syy6RYePvH/hPwDd+KI7j+xrjxBqEdja3T26R+Z+8lMaZAkjymfpX5YeDP2uNd8J/Gq88a3Wn/sPfEn4mXMvkS+L9Q+PVu91KMdLK0kjk/s+L/V/6PF/20Mh/eUAfsf4O8OWXgnwzY6Np8bW9hpdvHbwRs8knlog4/ePy/aua/aE0fUvEHwa8RW2k674h8O382mT+VqegWkd5qdp+7P7y0jkjkSS4/wCeeYzzX5u/EL/gqT8fLXwvc+Lrr4pfspfDrw3YR5vILCw1z4g2tgfMH724v9PEcVv5m8fu5PSvRf8AgnJ/wWatf2h/HHi/Q/G3j34N674e8CeGY9d1Px5oB1HRdMtHkvfs32e5g1OOP7Px5f8Ay0k5oA+wf2NbzSNX/Zo8G6lo8Hi21sNZ0yLUdnimV5Nc8yT94/2zzOftGc+ZnvXr1fDX/BPL9qWw1f8Aan8efCjTPjnZ/tD6XDYP4y07XbWW3uZfDMFxd+X/AGXPcW5MVxkyeZHsw8ccZEgwYq+pvjJ8WB8PPBmvz6ZFBq/ivTPD97rthoSv/pWqG3i6JGPnwZDHH9ZPWgDrdYnuIdNuHsI47i7ETeRE7+Wkr9gXrzv9nG/+Lmo6Trs/xYsPAelX0mpv/Y1p4Xvbm9ii0/y4/L+0S3EcZkufM8zPlxxx49643T/+Ci3wv+Hml+HtN+LPjbwN8IvHup+H7DXb/wAN+IPElvbS2AuAQIkklMccuJElj/d9468x/Ya/4Kqzftyftc/EDwXofgq5j8A6DaNfaH4wiu5H/tWOOSOMeZbyRxmOO4Enn28oLxyxZoA+kvj58ffDn7Nnw8l8VeLr6XStBhu7ayubzyZJI7X7RNHbxySbOY4hJIm+Q8R965L9pr9s3RP2dvEmg+GY9M1HxH4z8WER6Potr5dv9q/eeXl7iT93HHnuaw/+Cr9xFaf8E7vi5JM4hWPw9K7yf884/Mj3/pXy9+1D/wAFJfgz+zbres/Er4WeL/2ZPF+v3Tx3Or6hrnxHEmp3TPJ5X2a0S3juZI/Lj54jEeCPegD9EtAvr+48P2smpW6W1+YI5LmCGYyxxSY+eNH/AI+c/pXE/AP47r8cb/x9bmwk04+CPFd54VP7/wAw3X2eK3k+0f7H+v6e30r4s+A//Bxz8J/F/wAVNK8EfE/wj42+B2p+IxJNomoeLrdLLRNTsvLkkF7HeSmP/R5NmIyY+cx+tU/gP/wUC+HOheOPGb6F8evgxoOn3fxwv9V1s6l4v023/tTQf7OSPzLfzJP3nmXMcX7yPj93JQB9sfG/4jeNdJv7bw/4G8H3evaxqyGQateSC20XRUwB5txIX8yTn/lnb5kP/TMfvK9QsJHjtIxcOhkPpXxt4j/4Lpfsx+HH8Tww/E/w7rN54evbXT0hstQtimuXFwm8R2UkkqRTiNQPMk8zyo/uGTOa5f8AYZ/4KxeLf2qP2obHwPqfhL4eNpPiDTLzWbW78G+OovFFz4fjt/LCR6t9nj+z28knmbP3ch/eDFAH31XhP7eviV/A3wHufEE/ijxh4c0PSbqBdV/4ReO3/tO/juJVto4o5JOYD5txHJ5keJP3fHv7Drmv2PhXQ7nUdQvLay0+xhM889xL5ccSAcuzngcZr5u/4K6eN9P0T/gml8S/EjuZtJ0ews9ad7f94Zre3vba4k2f9s4zQB7T8DPgno/7Pnw207wtoU2tXWmaX5nlz6vqlxqd7cPJJ5kkklxO8ksjmTJ+Y9aq/HjxX408LeDUPgLwrF4r8SXTm3to7vU47GwsZPLk2XF3JzJ9nEmzf5UckmDxGa+evjh/wWu+BXww+DM/ivwx428NfEu/mNvHZ6D4c1uzmuxLcY8s3Uhk8qyiy/7y4uXjjjPyf6zg8J+0x/wW78Af8MJxeOvh9478I6B4y163s5bfSvElzCNX0a3uLgRXF6dL8zzbw28fmyxxxeYLjyv3fmdwD7s8Hyan/wAIppv9tmz/ALa8iP8AtL7Lv+zefs/eeXv58vf0rYm/1NfEf/BLT9onxP8AEax1DS7jx58Sfj74auTJqdj8TNb8F23hLRynlxCOys4/3ct5nMj+aI/L+T/WV9g6v4o0/QLzTrW8vrOzudWufsdklxKkclzN5ZkMaZ++/lxyPx/zz9KAPMfgJ4J+LXh34weNbvxp42svEXg26eNPDVgNOgiubT55JJJZJI44+xji8s+Z/qvM8z95Wr8OvFXxI8TfEnX21vwlpPhbwTbR+VpRk1MXOsX1wJpBJcSRxjyo7aSPy/LHmGXrvEfSvO/BH/BRPwr4L+G/h/UfjpdeHPgZq3inUNXt9JsfEusR2sd9b2VyY/NElx5YjMkflyeXJg/vPpXmngj/AILDaP8AGP8A4KF6F8JPhx4Zh8feBr+N47vxvo+q/abaK48qWXzYEEfl3FnGY/s8txHIRHLLHHQB9zUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAVx/jz4N+FPiffaPeeI/C3hzXrvQbj7Tpc+pafDcy6fJj/WQmRP3cn0rsKKAPh/9uPwZ8Uf289KvPgtb/BnTfDvgTXZpbfXPHXi+bS9WGn28ef3mmafHJLJJeSJny5JfL8rzPM6ivRtA/4Ju+C9M8TpZXuleA9W+GtkN9n4MuPAOl/YbS48qOP7SJ/L8wy/u/v19NUUAc54A+G3h74XeFrbQ/DOhaP4b0a0H7iw0uzjsrWH/cjjAQflW/5Kf3P0qSigDmdZ+Gnh7XfGGla/f6JpN7ruhLImn301pHJc2Pmf6zy5DynmDGcVZ8YeDdI8d+Gb3R9d0mx1vStTh+z3dhf28dzbXUf/ADzkjk+Rxn1rdooA8ev/ANiT4RQ/D+48O2vwp+GkWjyXJ1BNNk8MWZsftezYLh4xHgyY/wCWnXFfM938Atc+CXwhj8ZfGrxZ8FvBfxFOow6Ro/inwp8Nre5ews/s0lvHp0f2hJJZBJGMdI8R/u+lffNFAHiHwM/Y3+EvgPTvDviLRfhf4E0LxJBapLFqVv4Qs9J1GF5I/nOxIwYJMSPmMdyRXV/E/wDZe+G/xvvbO78aeAfBvi64sIzBbyazo9vevbJ/zzj8xDgV6JRQB5LdfsV/B+68K2Xh9vhV8OJdBsLp7200x/DlmbS1uJD88scRj8sSfImSBn92ParWl/sgfCfQviGni6x+GXgCw8VR3D3ia1D4fs47/wC0SHmQT+X5nme+a9QooA8K/wCCgPwH139or9jb4keCPC80MOu+IdHkjtI7iSSKHUJN4kNlLJHJG6RXPli3kxIP3ch96+c9Y/aJ+I/7X3wN1r4IP+yh8SPBmrazor+HNauPEn2K28IaCkkf2eS4t7zzJP7Qjt8iSOOKLMoj/wCWfFfoDRQB8xfDv9hp/g9qXhTTfA9x4P8Ah34U0eLTpdfXw34Wt7TU/GFxZ5j8q7kHyfZJF64j83/poK8y/a++FnxL/wCCjepW/wAKdY+Cul+CfhhNdx3ur+MvF76Xq18EikObfTLCOSUR3FyMD7RLJ+6jkk/d+ZjH3VRQBxHwy+A3gn4MaXPY+DvB/hfwlY3VwbyW30bSreyikn7ylI0A8z9a1vGep3vhzwlqF7YaXea1eWtu8kOn2kkcct0+B+7TeRHnr9810NFAHwjrP7L/AIr/AOCg37VfhjxV8Yvgp4R8C/D/AOGFxJLplt4iTTtf8QeMJ5IpIo0kkj8yKzsovtEknlCSSSSXy+nl19d+Afgz4P8AhJ4bTR/CvhXw94b0je8v2PSdMitbYySffcRxpjJP/wBeuzooA+UPjT8D/jB+1v8AETSPD3iO18IeBvhFoOv2ms3g03V7jUdc8WGyuTLBb/6uKOztzLHbySf6yT935Y4ya9v/AGl/hdN8cf2e/HHguC8j0yfxb4fv9FS7ePzfsv2i2ki8zZ3xmvQKKAPzP8aftR/FT4pfsvn4HeOP2Qvjo3j2Wxs9OuJPC+oW1j4Zknt5Y5I7i31wSf6PH+7jk/1X7v8A1de4/sdfsueLvin4KuvEf7VngX4WeJPiGNVlfQp20Szvr/RtHxHJb21xceXskuY5N++SH92TjFfX9FAEX2OP938g/c/c9q8/+OXiH4geHfCRk+Hnhrw/4n1t5Nnkazrcmk20Q8vh/MS3lL/PjIx34r0WigD5/wD2Nf2b/EnwdsPGev8AxA1ux8R/ED4j64dd1uXTYpYtNsPLiS3t7O0jk+fyreGKOMSN88h+c88D1/xprtx4c8N3t/a6bfa3cWEEkqWFrJFHLdHH+rQyPHHn/fOK6GuZ+IXgi0+Ivg7WPD17JfR2OtWcllO9rdyW1yEkQxny5YzvjP8Atjn8KAPgT9njVtL/AOCpP7cmu6x8TtN8Ey2Pwl0OTStO+GZnsvF1rYS3tz+81LUbyOOSyjvJPs/lx20UskkcX7yT/WV9j+EP2HPgz8P/ABJa6z4f+Enw00TVLFvMtr6w8MWVrc23+5JHGCPwq9+zb+yn8PP2PfhtbeD/AIaeEdE8HeH7YmQWum24iMzkcySHrJIT/wAtJMmvTKAM+y0Kx062kgt7W3t45fvpHGIxJWZ40+Gfh74h+F73Qte0HRtc0jVYzFd2F9Zx3NtdJ6SRuMOPrXR0UAch8K/gr4P+COgy6b4Q8LeHPClhNJ9oktNG0yKyhkk/v+XEAK+Vf2n9R8d/sp/tyj40ab8JfF/xh8Ha74Lg8KXP/CKCK513wlJHey3H7izkkj+0W9z5kfmeX+8jNtH2r7ZooA+HPDf7P7/t/fHOD4v/ABD+A+ieE9K0PwlceHvDul/EDS7HU9X1OS5ktrgXF3bx+YLOO3kjkjEfmeZ+9k/1dfRf7Ovww8WfDbTdTfxX4qh8SalrNzFIlpZaZHpumaDFHbxRJZWUYzJ9nBjkk/eySSfvK9YooApajp1vrNrLBcwxXNvdJ5ckbp5kcqe9ebeB/wBin4PfDTxLZ654Y+FHw48PavYg/Zr/AE3w3Z2t1bf7kkceR+FerUUAed/FL9mH4b/HC/tLzxn4B8GeLbqwjNvbz6zo9vfSWyf884/MQ4GfSvF/BH/BNbwlefErU9d8ceEPhXrumRWiaVonhu18CabHpujW8csjxSCSSOS4e4MUnlyfvPK/uRjmvqyigDxXXP2BPgl4j1DS7jUPhN8Or1NC0+TSdPgn0C2ktbC1klFxJFHAU8uMGX5+B1ru/hV8E/B/wS8OyaV4O8LeHfCenSyfaHtNH0+Kxt5JP+enlxACuvooA8Y/bv8AgHrX7Tn7JfjbwP4Y1TTtF8S61bRnTLy/t/tFtDcW86XERkj7p5kYH0r5z039n79qj9rprbwV+0P/AMKM0H4X3aJLr1p4JGo3uo+JDG8Ukdmftn7q3g3qHkePzCRH5Y4kJr7zooA+V/Gn/BOjwvr/AI0bT/Dnh74ZeBvh7qMEcPiTTdG8F2Md/wCLId8pk028nePy/wCz5QYjiOPzfMj/ANZXpXgr9iH4ReBbDwjBp3w08Gxv4DsoNO0C4n0qK5utGt4j+7jguJQ8sfl9sPXr1RSzx2cRdyI0FAB9lT938n+r6V8j/wDBQbwt448K/FL4PfFzwn4BvvixbfC/UNU/tbwnYXJivo7e8t/K/tKzjlkjiuLm38uSNIpP9ZHdS+WYzzX1x5g9JPyqWgD4Wv8ASdT/AOCqvjj4cXfi39nvWfBfgH4f65Jrslx8TdLsvt+pyfZ7m2NnBp/7ySOOTzI5PtEkkf8Aqo/3clfY3gP4c6B8MvDdjo3h/Q9I0DSdLi8q0s9Os47W2tk9I404QfSujooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiuP+K3xX0D4NeC7nXvEmrQaRpdlFveefJ57hET95I/+wnJryNP+Cg+kRSiW7+Hvxi07RA/7zWrrwhcxWFtB3uJH/1gj8v95/q6APoyisrQfEdj4n0mC8068ttRs7lEljnhkEkcqP0PFcx8afiRqXwy8D/2lpXhnXvF+pTTi3tNN0mNPNlmc/J5kkuI4Ic/fkk4jBoA7yo5phFEX9K5r4baprWu/DvQrvxHpcWg69c2UUuqadBd/bY7G4dB5sSTgASCOTPzgdBU/jNLybwbqYs7iG2vzaS+RPNbm4jjbYcF4gU8z/coAofDb4zeF/jDb6vN4Z8QaTr0Og6nJpF89lOJFtLyMJ5ls/8A00AkT/v4K7GvkP8AYlfwV+zF+wb4Q1nwFofi6+0bxgkOrabpBi+06hdXd4QUt40jzFbxdePM+z28Y6iMZr0j4l/EL46WnwHh1/wn8NfB2p+NQ7yXHhfVPFj2Obf+COO8jt5I/tH1/d/9NKAPdKK8z1T4keI/AXwc0zW9f8KalqnieW3gjvdH8Mf8TIxXUgG+OKSTyx5cb/8ALSTFUbn4jeNrT9l278U6vo/hrwd42tdCn1KfTNR1SS503TJ44zJ/pFxBHveKP+Mxx884oA9aorzv9m/xD4i8V/Azwhq3jC98Mah4g1TTYLy8u/DnnjR7qSRPMElv5v7zyimMeZ7V55+0jq/xf1D48fDfRfhxFb2XhW31BdR8ZarNbxtLJbCWOOOyt/M/dOZI/tHm/wDLSJPKkjyf3ZAPoeiuL+Gfxh8K/HLwo2t+Ede07xBpX2qey+1WcglijuLeQxyx+zxyIQUPNcL+0r4H8VfEtbPRdO+Lcnww0XXopNO36bZ241y/u+cR2lxc5SPMYk/1cRl+QSRyR4JoA9uorC8HaKPCvhfTdN+1Xt99hgS38++uPtF1c7EH7ySTrJIccn1zW5vHvQAtFcdY/F3wpq/xQ1TwTba5p0vinQbC31K70pZR9ptbWdnjiuCh52ExyDeOOD7VzXwR+LniX4q+JvEEmpeBNa8IeGLUW0ejXmrzJFe6w5Mv2jfaD95bpHsj2eZzIJM8UAerUUUkn3DQAtFeQ6R8ctS8cfGK58O+HfDGs3WkeH5pItc16+jeysY5PLOLez3jN3J5g+fH7uPP+szipP2r5vidafCu4n+Ew0SXxZBKhitdWtPtEN0hOMZ+0RCM5O/fn/lnQB6tKfKi4zXNeE/ihofjbWdYsNI1jTdSu9AuFtdRjgn8z7DJ/wA83x/H/wDWrD8Uaj4l0P8AZ8vbrVYNNuvFVpoDSXaWbmOylvPs2ZPLMv8Aq4vM3Y3/AMHXvXl//BLn4Q6n8Hv2Q9Dt9Q1nQ9fbXn/tqC70a8kutMmjuY45BLb+ZBFJHHIcyeXJ5hj8z/WSUAfStRzTeVUlV7yJ5fLKHpQByXhP40eFfH/jDxD4f0bX9J1fW/CcsMWsWFrOJZdMeTJQSAfcyAT6/Ia7WvC/2Uv2RtI/Zdn8U39tcT3niDx/rEmva/NETb2T3sh+fyLfpBH8/wDq/wCM/vOXJr1vXfFmmaA9mb/ULSyXULlLK38+YR/aJ5PuRJnq59BzQBs1ma7rNp4Z0i6vr26trKytY/MnnnlEUcSD+NnNeQ/ExvjPD8efA6+DX8KSeALmU/8ACUHUbQm6t4oz8/lyC4/1kgP7sCJxmM73AxXlf/BXT4V+MvjP8FfBOheEvGPh/wAGx3/jjSBft4iJ/svVY/O/d6fP5f7w+bceVH5cf+sz5cn7smgD6q8G+NNJ+I3hez1nQ7+01bTNQi823u7WTzIpkPdHFbdY3hbTH0rQrO1ka2eS3t0jk8mDyouI1HyR5/dpxwlcNov7V/gHxT8eL74ZWniHPjiwgmuZdJks7i3eSOLy/MkjkeMJJ5fmx/6uQ/6ygD1Kk3j3rwn9sjxF8V7Oy8Faf8JNLtrvV7nxFbXGuXF5GnlRaPbkyXcSSP8Au0uLgeXBHnj97If+WdecfE/4f/GPxZ+3L4ae+0/VPEXwdVhc3KQ69b6NY6NJHHJJHIbeMyXOpy+YEDxy+XED5Ukf/LQUAfX1FeTfBX4seJvizdeILrVfAWt+C9AheBdEuNUnVL7WfkP2iSSz5Nn5cgIQPITID5nAxVz9pW4+IVt8JL+b4YjT5fGNtsksoL62S5huh/HFh7i3A4x8/mUAem0Vyvwrj8T/APCu9E/4TYaP/wAJb9hj/tf+yvM+wfa9g8zyPM/eeXnp/wDrp+q67FqkuqaVpWq2Eev21vkJJi4Ni0gfy5JIw/3MoeP9g0AdPXy9/wAFWvD/AMQPiP8Asman4M+HnhvUNa1TxjMNOubyzaKSXQ7fBk+2fZ5Z7fz/AN5HGnliT/lp6cVf/YG+KmkePf2WrTxwfircfEy2vbieTVfE2p2SaNbxz28pt7iKO0/1dnHE0bpsye+ZJOtfQtlfW+s2MVzbyxXNvdJvSRD5kcqUAfBnhb9on9qZPif4JuviLo+m/D/4e6Zc58U6hF4fsoo79P8AppcXGsSfY4/Mx/q4pJP3n7uvsz4N/GTQfjn4Pi1/w5dvqOj3MjxW92YJIo7oIR+8j3/6yPPSQdTXE/tSfC1fi3pemaHq/jSHwn4XurlI9QgS2tPtesu8gFvbx3FxnyD5uMeXH5u8x+XJGQau/EP4oeJPhz4i8LeFfCvgfxD40uLqWyGoardXf2ax0vT/ADhFcXMl3J/rLiOP955H+skFAHrtFfLfx/8A2rvDnxP+CfxH1D4dfGSw0FPhPqH2fxvq+i6XH4gutJjtx5tzZxxk+WLjy+PMHm+V8/7vzOn0T4R0xNM8Kabaw3d9eRRW0caXF3OZbmUbB+8kk/jfHU+uaANuiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigD8xf2fvCevf8FFfiPp3im31IWOq+GNQk1LV9c1n/AE6a28wyfY9Os7PzPLt/9GP72SOSPzPN/wCWnl18zeBP+CZn7NfxR/aQ8L33hvU/A2naVa+Jf7OstF0rXPFkVzrElvqElt5f2e88z7RcRS28nmeXJHH5cfmSeXF+8r6W8R+HPiv/AME4viXeSeGLS38P+AfttxG+tS6VLrWj3VmZJDZ/bI45PtKXFtHKLfzPMtxIRH/rEHHH+J/+Cq2rfD3UV8aXX7Mnj7wlcGTVNWvNf1Hwhp9wYJBZxxyXsfl6p5kflx/vLjyo/Mli8v8A66UAbcfw08R/8E5f2mtBt7XXZtH/AOEi8S2l+Z9Oiji0zxnZ3GoxW2oWX9n/APLncRyXlnJ5knmfu/8Aj3kz+6r9BPi74wtNSlPw6sPFc3hHxv4z0i/fQ7y1tPtNzYeUnz3ojkjMX7qSSM4k4kJ+tfC3wM+EHxZ/bb+PV1498T2Et14Nm1TS/s+s6zLHY2N1Z6fc/ac6Hp8fmXFvbXNxHBJ5lzJ9plxH5knlj7NX1X+2L+yN4t+PXibwx4v+HXxQ1j4TfEHwlFPbWep2umW+pWGp29xs8y2v7aT/AI+IPk8yNPMHlyESdqALWm/GrX/g/wDtBfDn4SeI01DxHB4k8JXFzF4vkEcUup6pp5iFxHPFH+7j8yOQy/Jxn5OlZnxX/wCCjnwy8A/tCWPwrvL7U5NW1rzNOm1aG0Mmh6XqH2bzYtOu7z/V29zLH86Rnrx/frnvhJ+zR4w+AK6n8UPjN4/8UfHvxvolu9vo40bw1HZR6Pbv+7kjsdPtz/x8SjHmSE8iOP8A5514XL+wL4S/4Kj/ALbUnxU+JH7ONh4O8GeFLe40xx4y0sReIfH94R5cdw9vHJ5cFnbxZMbyZkkkk6R+XQB6p+yn+2V8PP2Xv+CVHww8V+LPFGmR6dpfhDTojb2txHc311PJGI47a3t4/wDWSSSbI44x7e9dLqH/AAVU8G69+yDr/wAWPAmkal4xu9Bhn+2eEHu7PSddsbi3z9otrmO5kj8iSLy5PMx5n+r/AHfmcVs+EP8Agkd+zV4B8Ya5rui/BPwFpuqeI7K703VJIdLEcd1b3H/HxEY/9XskFYPhj/gix+zNovwz8D+Fbr4S+HPEWlfDsTnw+2uRvfXVhHLcSXLx+ZId8sfmyH93JkUAQ/sR/wDBVbw/+3B+xZJ8XLTw/ceDZQt95eh6xrVpFcXH2TzBxJvxGjyRmPzJRGM89MV6/wDAn4q6D+3P+ybofiu2sdU07QPiToHmfZLoGO7tobiLy5Iz79fnrw/9rn/gkR8J/jh4mufG2ifBj4J6j8S7+/s5LvVvFeiT3No0EZQSO8FvJH5kvloAmeM4396+pvhxpesaB4D0yz1ufR5tWtrWOK5fSbN7KxLhefKjd5DGn1P+FAHy/wDsG/HDRP2fv+CUHw38ReK9fnm07QdDTS4bq7l+0X9+Y7iS2t7eP/nvcSbI440HMklYnw//AG5/DPiHxdonxe0TVfiNq2lfEXV9M+Hd/wCCNSFva3HgC9+0yxyXsllnzfMMslvHL5fmfu/Lk/1cddH+3P8AEiOL4f33wf0T9nLxP8YF8SJHp8WmNokdv4Ri8/8AeJJeXkhEUdtHIB5nlCSQfwDNVv8Agnb/AMEe/hN+wd4S8OavbeBPA/8AwtewsHttT8UaXp7xSTySSGST7P5skjxx8+WD/rNkeKAIf2aPH0ngj4dftKR+FbrwgfF1p8RvEUmkadq2oR2drLeeVb+XHOesaSS/zr5V+Hvxk+IPw4+Kg+JHij9kXxn4/wDiSJZZLfxN4n+MXha6l0beP9XYW5n+zafEcyY8qMHy35kkFfcfx4/4JJ/s3ftNfEW78X+PPg34L8S+J9S8v7XqV3Zn7TdbP75TrxiqXws/4I0/st/B/wASNrXh34DfDiw1GWB7dpJNLjuQI36jy5fMT9KAPmH4if8ABXX47+Fbpp9T0f8AZH+GtpdR+Zb6R41+MYi1e1j5/wBfJaRSW+/5P4JDX0j/AME2f+CiDft0Hx1plzY+FItV+Hsmn215qfhTxXb+JND1aS4t3k820niw/l/uz8koD+te4f8ADM3w6/4QT/hF/wDhAPBf/CNfaPtv9k/2JbfYfPx/rfI8vy9/vjNaXgD4MeEfhBbTweEfC3h3wtDesZJ49J0yCxjmP+35aAGgDw3xnruk+Gv+Cq3h+fUbrT9Okm+FGoRxyXEscZl/4m1l+75rB+F//BWjwH8Yf+Cg1/8AArwzo+sa0LCCeIeLbC4t7jSf7Qt4/tM9kfLk8xMR/wDLUjZJJHLH/wAszXrX7Un7CXwh/bV07TLT4qfD7w346j0dpJLD+07fzHtDJ9/Y/X0rc+Ev7N3gT4B6RpWneDPB3h3wxZ6LYrpVkNPsI4pLWy8wyfZxJjzPL8z95jP3+etAFb9qD9oa3/Zp+CHifxquj3/imfwzZpc/2Lprp9tvjJKkaRx9sknv6Vr2nxz8J3d9d2T6/otnqel7ItQ06fUoI7vTJJI0kSKWPzP3b+XJmvjr4kftNp/wT/8A28Piz4q+Jng34mar4U+JdhpP/COeKPD+kXev2VollBLF/Yz29vGZLeXzZLi58z/VyfaeZOCKr+Dv+CePwr/4KHftV+LPjr8SfgNb2ul6zZaXpukQ+MtPktdYv57OSXOoy2/mYiilikt4kjlxJi2/eRjgUAfQ2gf8FJPgPrb2DQfFbwer6lolx4mgM2oRxKdMgk+zyXPz/wCrj8wd/Q15L+3Z/wAFfbD9j+0sdW0jwdpXxE0DVIo5rKbTvG+l21/rMYi82R9Ps3k828jRHjH7r94ZJRsjkHNe4fDr/gn/APBH4TeJ9Q1nw58Jvh9pOqalf/2rPdW+gWwk+0eXs8yP93+7OP8Ann/WqXwG/wCCcHwH/Zi8dX3ijwB8JfA/hLxBqcnm3F9Y6ZGLkE7/APVv1i+++fLxxQBy/wCyp/wUb0/9sD4iXHhNfgt8ffAoGmveSX3jfwZ/ZOmyp+7zb+YZJB5uJB+7+tc1/wAE5Pih4U+DX7BFhBDNpUMHhi88QRw6VaXUEUkaW+s3wito43k+ToI4489hX2BLFmMj0r4U/ar/AOCeXwMtfi7L4h0H9mHwz4z+L/ieQ6rY6zceHpDolvfiXMdxqE6uI48MPMkwPMlx60AfYfgb4o6P8R/hhpPjLTLoDQNasItWt7qdDb4t5IxIJH3/AHBs9a4P4H/t6fB79pLTdSu/BXxH8G+IIdMuJLS8+z6nGJLZ0kdPmjfB/g71zX/BSa1u/wDhiDxM8qsUtLnSL3WJE/1UWn2+pWcuoSSf9O/2WOfzP+mXmV55P/wRT/Z0+KXxT+I/jjxd4G0Px+fidq9v4hMGpWNsbfTJY7UQYtHijjlCSjMkgeQ/vKAPkL/go9/wWh8e/sy/t06PdeCfiB8O7rwL4M1uXQvE3w/vb2yj1TUrNdPjvrnWUuJJU48uQRW8Qw8kkUmPMEmB+leu6F8N01DTfjF4gi023lstKgNlretXCxxaPbS4wYzJ8lv5m9A5TGcJntXO/C3/AIJifs9fBbwudG8NfBX4badZyTPc+W+gW1yfMcDOZJ0kfog9q8e/bbXx3+3NqF3+zv4R+G/ifw34LvbuBPGfjXxFpkVtokml29yJJ7DT4zJ5t5LceWkfEccflSGTzOlAHPfFf/guNL8Hf2lYPAV18FfGHi1biN5QPA2uad4o1y1/dySRi80u3k8y3zHGJM+YYwJI/wB5Wp+1l+0ppP7Zn/BMP4t69N8O/iJ4Fi8PCP7Pa+PvD50S++0RS28sd7BHJJ/yylPEn/PSM19Gfs1/sf8AgX9kGDVdE+Hfg/wd4J8J3SRGK00bSxbXLT+ZKZJJ5wcyj502Z5TntXqmraFY+JNKnstStLe+tLobJILmPzIpPqj8UAXoO9fKP7T/APwUJ+AX7D/7Veh6H40mt9C8a/EWO3gu9cTT/wDR7CIeZHaf2hef8u8cj+akWe8cnSvavj34T8feMPh8dM+HvizRPBmtXTiOTV9S0M6ubWDH7wxQeZGhl6Y8zKf7FfNl5/wRD+CnxC8f+B/GXj+xv/iZ478G6leape674mWK5l8SyXBkPlXkZj8t7eKR828QjCRCPEfWgDrv2nf+Cl3h/wCCvxP8G+A/Ddx4e8T+NfFeoWMslhJrMVuLfS5L2O3uLmLPM7xxmSXyo+kcUkj+WuM9HN+1da6B+2sPB2qeOvhdH4Z17wuNR0DTYdRLa5JeW9wftktxn91Hb+XJb+X38zzK+F/28P8Ag3d8F6t4y0XV/gz8Cfhbf2Go20Gn3Wm3mo3GkDQL2O5klj1jEfmR3lt5Ujx3FkRmQCLZzX17b/8ABFv9l2z+G934Zh+Avw0/s69nS/ktn0vh7pI/LjfzP9bGnXgHHJoA9I+Av7WmlftBfFH4qeEtJspotQ+FmpW+mzXX2uK5sdSFxbLcRyRyR55z5kckb4kj8v8A6aCvA/H/APwVP8W/s6fBbQvEHjnwV8PdXlhvzp3iW70D4maVbafZXP2iSPy7R7+SKS4ljjj/AHkUnlSeafLj8ys3T/iXr3/BIz9mew8NS/DDwlqdzdSbdJ034daR/wAI/wCFtHnlz5n23UNQuPLx5uf3h/eeWP8AV1T/AGVP+CSPgvwl8CdD8fX/AII+DPxH+PfiaWTWtb8W6josh0zVZNQvWubyRI8dPs8siR4j6pHnjNAHa/sbf8F2P2e/24/G/wDwifh7Xdc8N+L7hJri30bxPpcum3U1tHH5huEkP7ry8f8ATTNdT+xl488FeCdZ+JPhl7j4PaDqWkeJZJPs+geJo9S1O6spSJLO81V5MSfbZQZMg+Z04kPNdF+0l/wS8+AH7XPjiHxN8SPhN4R8Za/b2SadHe30D+bHbxmQpH8nYGR/z+lctrv/AARR/ZS8Q+FtD0O9+AXw5l07w4Zv7Pjj0wRGMSv5kgMkfzyc/wDPQmgD528PeI/g/wDsdf8ABMvx14n13wlZeKPh/wDDX4neI/7A8Pm8M2n3VxJr00dtHI8hki8vzZP9bcfu4/8AWehr7u/ZX+OejftM/s9+DvH2g2t1ZaP4s0uLUbSGfy/MijkH3D5eY/8Avg15B8Yfh94l+Bvwfsvg78CvgR4ZvvDM2mjTrObUdQs7Lw3ookMm/wC027+Zc3Ajwkhjjik8zPWvU/2OvgGP2Wf2Y/BXw9F6upS+E9Jg06S6SMRRyygfOUjT/Vpv3Y9KAPkL/gr5+1P8Hv2avjH4MnvvAlp4n/aBGjSXvgvUtQ8O3epWWhxx3PmebJ5Ucn7zzI5PKxH5nmf8tIvM8yvqLSP27vhXfWvw6kk8baDp198U7f7V4dsLq8jF5er9mF3JmPf8nlxn957/AIV7ZeWkd3Fsmjjkj/26+Pbr/gjb+z7Y+LL2ysfgL8G08GeLoJ5fFCTaO/8AaM1xHPHJZ/Z/+WccWftHmY8s58rtmgDU+Kfxw/Z3n/Zp+NXhC11zwHB4b8H6ZeW/iuxsHjt7axe4t5LiSOQW/wB+TDmSTy+eeec14h4F/wCC1uq+APDvwP0HVvhp4l8US+Lf7H8N6p4su9d0vTft+pyfZ7e4ubOz8z7RqFv5km/zbaLy+av/AAk/4JY/szfGfxzqfhrXvBP7OHjay8Ew/Z9JsPCfh+S2utDt/tEn7u9nS8kjkkzj7/7zPme9fTn7O/8AwTg+A/7JuqC++Hfwl8E+FL+Wf7R9rtNMQ3MT+X5f7uR/3kfyf3Md6APd9496WiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigAooooAKKKKACiiigCC7tI7y3eKSOOSOT76P0NYMnwz0HzoJP7C0fNrv8v/RY8R+Z9/Hyd/8A9ddLRQBHFFgVJRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAFFFFABRRRQAUUUUAcX8WfBev8Aj7wc+l6B4ovPCF3cskc2pWdvHcXUUf8AH5Pm/u0kPGHkjkA5/dmp/hf8MrX4R+E4NGs7/WNTgtnkkNzquoSahdzPJIZHeSSQ5JyTXW0UAFFFFABRRRQBi+KvC+m+N/Dd/o2r2VtqelapbyWd1aXMfmxXUUgMbxuh6oR19qv6dYx6dbR29ukcVvCgjRE/5Z1booAKKKKACiiigAooooAKKKKAMTxP4O0vxnpn2PV9M07V4CwkEF3bx3EW/tJsfiteGLyYyO9SUUAFFFFABRRRQAU1x5iEDPNOooAxPDvg3SfC6XB0nTdP0z7Y/wBom+y26RGaTB/ePsxvP1rboooAKKKKACiiigAooooAKKKKAP/Z" alt="" /></p>
<p><em>“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguh-nya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”</em> (QS: An-Nahl: 97)</p>
<p>Simak kajian lengkapnya bersama al Ustadz Abu Qotadah Suherlan hafidzhullah di Salatiga dan Sukoharjo (2-3 Oktober 2011)</p>
<p><span id="more-11351"></span><a title="Kaidah Dalam Beramal Sholih " href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Qatadah/Kaidah%20Dalam%20Beramal%20Sholih/Kaidah%20Dalam%20Beramal%20Sholih.mp3?l=12" target="_blank"><strong>Kaidah Dalam Beramal Sholih (Salatiga)</strong></a></p>
<p><a title="Aqidah dan Amal Sholih " href="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Qatadah/Aqidah%20dan%20Amal%20Sholih/Aqidah%20dan%20Amal%20Sholih.mp3?l=12" target="_blank"><strong>Aqidah dan Amal Shalih (Sukoharjo)</strong></a></p>
<p>Sumber: SuaraQuran.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/download-audio/'>DOWNLOAD AUDIO</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/akidah-amal-sholih/'>akidah amal sholih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/amal-shaleh/'>amal shaleh</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kaidah-amal-shaleh/'>kaidah amal shaleh</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11351&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/12/akaidah-qidah-amal-sholeh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
<enclosure url="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Qatadah/Kaidah%20Dalam%20Beramal%20Sholih/Kaidah%20Dalam%20Beramal%20Sholih.mp3?l=12" length="0" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abu%20Qatadah/Aqidah%20dan%20Amal%20Sholih/Aqidah%20dan%20Amal%20Sholih.mp3?l=12" length="9387624" type="audio/mpeg" />
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/bersuci.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/bersuci.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bersuci</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/bersuci.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bersuci</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Buah Hati Anda Takut Hantu</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/bila-buah-hati-anda-takut-hantu/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/bila-buah-hati-anda-takut-hantu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 10:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[anak takut hantu]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[buah hati]]></category>
		<category><![CDATA[ganguan setan]]></category>
		<category><![CDATA[hantu]]></category>
		<category><![CDATA[iblis]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11344</guid>
		<description><![CDATA[Hati orang tua mana yang tidak kecewa, bila si buah hati menjadi anak yang penakut. Kalau ketakutan si anak masih dalam batas wajar, misalnya takut terhadap binatang yang lebih besar badannya dari dirinya, atau takut terhadap binatang yang menjijikkan, terhadap orang-orang asing yang belum dikenalnya; semua itu tidaklah menjadi masalah besar dalam pendidikan pribadi anak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11344&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="LTR"><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-11345" title="hantu" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg?w=604" alt=""   /></a>Hati orang tua mana yang tidak kecewa, bila si buah hati menjadi anak yang penakut. Kalau ketakutan si anak masih dalam batas wajar, misalnya takut terhadap binatang yang lebih besar badannya dari dirinya, atau takut terhadap binatang yang menjijikkan, terhadap orang-orang asing yang belum dikenalnya; semua itu tidaklah menjadi masalah besar dalam pendidikan pribadi anak. Tetapi takut terhadap kegelapan dan <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/bila-buah-hati-anda-takut-hantu/" target="_blank"><strong>takut hantu</strong></a>, hal ini bisa berakibat fatal bagi pembentukan pribadi anak, bila tidak ditangani sedini mungkin. Bukankah kita menginginkan agar anak-anak menjadi manusia mukmin dan mukminah yang kuat imannya, mampu mengemban amanah <em>ubudiyyah lillahi wahdah</em> (beribadah kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> semata) dengan <em>tauhid</em> dan tidak takut kepada siapapun, kecuali kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> semata serta tidak takut celaan manusia?<span id="more-11344"></span></p>
<p dir="LTR">Marilah kita cermati, mengapa anak-anak menjadi takut hantu dan bagaimana dampak negatifnya. Pada dasarnya, anak terlahir dengan tidak mempunyai rasa takut terhadap segala sesuatu. Setelah dia tumbuh seiring dengan perkembangannya mengenal lingkungan, bertambahlah pengalamannya. Ada yang takut berjalan karena pernah jatuh. Ada yang takut naik becak, karena pernah melihat becak terguling bersama tukang becak dan penumpangnya. Demikian pula anak yang takut hantu. Dia menjadi takut hantu karena mendapat informasi tentang hantu, baik dari temannya, kerabatnya, orang tuanya sendiri atau informasi lainnya.</p>
<p dir="LTR">Dewasa ini berbagai media informasi, semisal televisi, radio, buku bacaan, VCD dan yang lainnya, marak dengan cerita-cerita misteri dan seram. Mereka semua menebar kerusakan hanya demi mengeruk keuntungan, tanpa memperdulikan dampak buruk bagi mental bangsa. Siapapun orangnya, tanpa terkecuali orang dewasa, terlebih lagi anak-anak, bila sering dicekoki dengan cerita-cerita bertema syetan dan cerita seram lainnya, akan tertanam pada dirinya jiwa penakut. Hal ini tidaklah mengherankan, mengingat ia selalu menerima informasi yang berupa bisikan syetan dan perasaan was-was. Padahal kita selaku mukmin diperintahkan untuk selalu berlindung kepada Allah k dari godaan syetan. Nabi r besabda,</p>
<h1>إِنَّ الشَيْطَانَ يَجْرِيْ مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ</h1>
<p dir="LTR"><em> </em></p>
<p dir="LTR"><em>Sesungguhnya syetan itu mengalir pada Bani Adam pada aliran darahnya.</em><a title="" href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p dir="LTR">Rasa takut yang mencekam terhadap hantu dan syetan, bisa menjadi syirik akbar, yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, bila membawa manusia bersikap beribadah kepada selain Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Misalnya, karena takut syetan, seseorang mengucapkan mantera untuk jin, yang biasanya mantera ini didapat dari dukun atau biasa disebut dengan “orang pintar” padahal sok pintar. Atau ia menggantung jimat di badannya, di rumahnya, di kendaraanya dan lain-lain, dengan keyakinan bahwa jimat tersebut dapat menolak bala dan bahaya. Adapun bila rasa takut (yang sebenarnya tidak beralasan itu) tidak membawa kepada beribadah (apapun bentuknya) kepada selain Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yakni hanya ketakutan dan cekaman rasa was-was, maka hal ini bertolak belakang dengan ajaran Islam, yang memerintahkan kita untuk tidak takut kepada selain Allah, mengurangi kesempurnaan <em>tauhid</em> dan merupakan sifat pengecut yang tercela.<a title="" href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p dir="LTR"><strong>MENANGGULANGI SIFAT TAKUT HANTU PADA ANAK</strong></p>
<p dir="LTR"><strong> </strong></p>
<p dir="LTR">Setelah memahami penyebab rasa takut pada anak, maka kita bisa mengambil kesimpulan, sebagai solusi untuk membasmi rasa takut tersebut.  Di antaranya sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Menanamkan tauhid dan keimanan pada anak.</li>
</ul>
<p dir="LTR">Orang tua atau pendidik harus menjelaskan kepada anak, bahwa tidak ada kekuatan yang paling kuat, kecuali kekuatan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Seluruh makhluk, termasuk jin dan syetan berada di bawah pengaturan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Bila Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> mentaqdirkan seseorang selamat, maka meskipun segenap jin dan menusia mengerahkan upayanya untuk mencelakakan, ia tidak akan celaka. Sebaliknya bila Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> mentaqdirkan seseorang celaka, ia akan celaka, walaupun segenap upaya dikerahkan untuk menyelamatkannya. Karena itu tidak perlu takut terhadap jin, hantu, bahkan pada perampok, pembunuh atau dukun santet. Ingatlah selalu pesan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> kepada Ibnu Abbas berikut ini:</p>
<p dir="RTL">وَ اعْلَمْ أَنَّ الأمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أنْ يَنْفَعُوْكَ بِشِيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ وَ إنِ اجْتَمَعُوْا علَى أنْ يَضُرُّوْكَ  بِشِيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ. رُفِعَتِ الأقْلاَمُ وَ جَفَّتِ الصُحُفُ</p>
<p dir="LTR"><em> Ketahuilah, seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, tidaklah mereka itu akan bisa memberimu manfaat kecuali sesuatu yang memang telah Allah tetapkan untukmu. Dan bila mereka bersatu untuk memberimu suatu kecelakaan, mereka tidak akan bisa mencelakaknmu dengan sesuatupun kecuali sesuatu yang memang telah Allah tetapkan kecelakaan untukmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering”. <a title="" href="#_ftn3"><strong>[3]</strong></a></em></p>
<p dir="LTR"><em> </em></p>
<ul>
<li>Ajarkan wirid dan do&#8217;a yang diajarkan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</li>
</ul>
<p dir="LTR">Doa dan wirid adalah senjata dan perisai bagi seorang mukmin. Karena jin, syetan serta para penjahat adalah makhluk Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, maka kita harus berdo&#8217;a kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> agar menghindarkan kita dari ganguan mereka. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah mengajarkan kepada ummat Beliau do&#8217;a dan wirid sehari-hari. Wirid pagi dan sore, do&#8217;a keluar masuk rumah, do&#8217;a mendengar lolongan anjing, do&#8217;a masuk WC, do&#8217;a singgah di suatu tempat dan lain-lain. Para orang tua dan pendidik seharusnya mengajarkan do&#8217;a-do&#8217;a tersebut dengan penuh kesungguhan.</p>
<ul>
<li>Sebisa mungkin jauhkanlah anak-anak dari cerita-cerita hantu, pembunuhan dan cerita misteri yang semisalnya. Gantilah semua itu dengan cerita-cerita kepahlawanan para mujahidin, keberanian Nabi dan para sahabat Beliau. Mereka semua tidak gentar melawan orang-orang kafir dengan segala tipu dayanya.</li>
</ul>
<p dir="LTR">Ada satu kisah teladan yang sangat menarik. Pernah satu ketika  seorang sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengendap-endap di belakang seorang tukang sihir yang dengan bangganya memperagakan tipuan sulap sihirnya di hadapan para pejabat dan khalayak ramai. Setelah dekat, ia menghunus pedang dan memenggal kepala tukang sihir itu sambil mengucapkan,</p>
<h2>حَدُّ السَّاحِرُ ضَرْبَةً بِالسَّيْفِ</h2>
<p dir="LTR"><em> </em></p>
<p dir="LTR"><em>“Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal dengan pedang”. Kemudian sahabat tersebut berujar kembali,”Bila ia memang benar, silahkan ia kembalikan lagi kepalanya ke badannya.” </em><a title="" href="#_ftn4">[4]</a><em></em></p>
<p dir="LTR">Serta masih banyak lagi kisah-kisah menarik utuk putra-putri kita.</p>
<ul>
<li>Bila orang tua penakut, jangan menampakkan sifat pnegevut ini di ahdapan anak-anak. Jangan pula menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang kadang kala orang tua tidak sadar mengatakan sesuatu yang menampakkan sifat pengecutnya di hadapan anak-anak. Misalnya, orang tua menyuruh anak-anak masuk rumah menjelang maghrib, lalu menutup pintu sambil mengatakan,”Ayo masuk. Hiiiiiih……nanti kalau tidak mau masuk ada hantu”. Atau si ibu menjerit ketika listrik padam, sementara ibu sedang berada di kamar mandi. Para orang tua hendaklah belajar mengendalikan emosinya di hadapan anak-anak ketika menghadapi keadaan-keadaan yang mencekam. Memang tidak sedikit para orang tua yang punya sifat penakut. Mereka dibesarkan dalam lingkungan yang memaksa sifat “takut” yang tidak beralasan ini mengendap di dasar hatinya, di luar kemauan dan kehendaknya. Tetapi sebagai orang tua yang bertanggung jawab, tidak seharusnya sifat jelek itu kita turunkan kepada putra-putri kita. Karena itu hendaknya para orang tua lebih menanamkan pada hatinya tauhid dan keimanan, agar jiwa mereka menjadi tegar. Si buah hati pun diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, bertauhid serta tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.</li>
</ul>
<h3></h3>
<h3>Wallahu waliyyut taufiq</h3>
<p dir="LTR"><strong><em>(Ummu Khaulah)</em></strong></p>
<p>Artikel <a href="http://www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a>disalin dari kumpulan naskah Majalah As-Sunnah</p>
<p dir="LTR">Maraji:</p>
<p dir="LTR">- <em>Al Qur’anul Karim</em>. &#8211; <em>I’anatul Mustafidh Syarhu Kitabit Tauhid</em>, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Jilid I, Cetakan II, Muassasah Ar Risalah.</p>
<div>
<hr align="right" size="1" width="33%" />
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a> Hadits ini disepakati oleh Bukhari dan Muslim.</p>
</div>
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a> Untuk lebih jelasnya silahkan menelaah penjelasan Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan dalam kitabnya yang  berjudul <em>I’anatul Mustafidh Syarh Kitabit Tauhid</em>, Jilid I ketika menjalaskan <em>khauf</em> (takut) dan macam-macamnya.</p>
<p dir="LTR">
</div>
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref3">[3]</a>  HR Tirmidzi dan ia berkata,<em>”Hadits ini hasan shahih.&#8221;</em> Syaikh Al Albani <em>menghasankan</em> hadits ini dalam <em>Shahihul Jami’</em>, 7834.</p>
</div>
<div>
<p dir="LTR"> [4] Untuk lebih jelasnya, silakan menelaah penjelasan Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan dalam kitab <em>I’anatul Mustafidh Syarhu Kitabi At Tauhid</em>, Jilid I, ketika menjalaskan hadits <em>“Haddus Sahiri”</em> di atas.</p>
<p dir="LTR">
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/muslimah/'>muslimah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/anak-takut-hantu/'>anak takut hantu</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah/'>aqidah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/buah-hati/'>buah hati</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ganguan-setan/'>ganguan setan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hantu/'>hantu</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/iblis/'>iblis</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pendidikan-anak/'>pendidikan anak</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/setan/'>setan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11344&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/bila-buah-hati-anda-takut-hantu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hantu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hantu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Cinta Hakiki</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/08/15/love-cinta-hakiki/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/08/15/love-cinta-hakiki/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 04:59:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cinta hakiki]]></category>
		<category><![CDATA[love]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10976</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم Oleh Al-Ustadz Dzulqarnain Mencermati perjalanan kata “cinta” di tengah manusia adalah suatu hal yang mengherankan bagi penuntut kehidupan kekal abadi, pengelana ke negeri akhirat. Dalam kehidupan ini, banyak insan rela untuk berkorban bagi siapa yang dia cintai, tidak peduli dengan rintangan yang harus dihadapi guna membuat yang dia cintai tenang dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10976&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong></strong><strong>بس<a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/03/aku-mencintai-love-rose.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="alignright size-full wp-image-9305" title="aku-mencintai-love-rose" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/03/aku-mencintai-love-rose.jpg?w=604" alt=""   /></span></a>م الله الرحمن الرحيم</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Oleh Al-Ustadz Dzulqarnain</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mencermati perjalanan kata “<a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/08/15/love-cinta-hakiki/" target="_blank"><span style="color:#000000;">cinta</span></a>” di tengah manusia adalah suatu hal yang mengherankan bagi penuntut kehidupan kekal abadi, pengelana ke negeri akhirat. Dalam kehidupan ini, banyak insan rela untuk berkorban bagi siapa yang dia cintai, tidak peduli dengan rintangan yang harus dihadapi guna membuat yang dia cintai tenang dan bahagia. Betapa dia memberikan perhatian kepada kecintaannya dan berusaha untuk memenuhi segala kebutuhannya. Terasa hatinya gundah-gulana tatkala yang dicintainya dirundung duka dan kesedihan. Atau amatlah besar kepedihan hati dan kesengsaraan tatkala dia mendapatkan dari yang dia cintai ada yang selain dari apa yang dia harapkan.<span id="more-10976"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Memang merupakan tabiat manusia untuk mencintai siapa yang berbuat baik kepadanya, atau paling tidak membalas budi kepadanya, dan ini adalah dasar pokok tumbuhnya cinta pada sebagian manusia kepada sebahagian lainnya. Namun, bukankah segala nikmat dan kebaikan yang dia dapatkan dari orang yang dicintainya adalah berasal dari Allah?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>“Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kalian ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan.” </em>[<strong>An-Nahl: 53</strong>]</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Adakah suatu nikmat yang dia berikan kepada orang yang dia cintai tidak berasal dari Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>, sedang dia mengetahui bahwa hanya milik Allah-lah segala yang di langit dan di bumi?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Inilah letak keheranan sekaligus renungan pelajaran dalam samudra kehidupan yang penuh dengan cobaan dan godaan ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pembaca yang terhormat, ketahuilah bahwa tiada kebahagiaan dan keberuntungan yang lebih besar dari kecintaan kepada Allah. Itulah surga dunia dan kenikmatan hakiki.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kecintaan kepada Allah adalah kenikmatan jiwa, kehidupan ruh, kegembiraan diri, energi hati, cahaya akal, penyejuk mata dan kemakmuran batin. Tiada hal yang lebih nikmat dan lebih sejuk bagi hati yang sehat, jiwa yang baik, dan akal yang jernih dari kecintaan kepada Allah, rindu untuk beribadah kepada-Nya dan berjumpa dengan-Nya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kecintaan kepada Allah ialah ruh kehidupan, siapa yang luput darinya maka tergolong ke dalam bangkai-bangkai yang berjalan. Ia adalah cahaya, siapa yang tidak berbekal dengannya maka dia akan berada dalam lautan kegelapan. Ia adalah penyembuh, siapa yang tidak memilikinya maka hatinya akan terjangkit oleh seluruh penyakit. Dan ia adalah kelezatan, siapa yang tidak menemukannya maka hidupnya hanya sekedar gundah gulana dan kepedihan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kecintaan kepada Allah inilah yang mengantarkan hamba kepada negeri yang hanya dapat dicapai setelah menjalani berbagai rintangan dan kesulitan. Dan dengan cinta inilah, seorang hamba meraih kedudukan dan derajat yang didambakan oleh setiap hamba yang shalih.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>“Ada tiga perkara, yang barangsiapa perkara-perkara tersebut terdapat padanya, maka dia akan merasakan kelezatan iman, (yaitu) hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari selain keduanya, hendaknya dia cinta kepada seseorang, tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah dan hendaknya dia benci untuk kembali kepada kekafiran sebagaimana dia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.”</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Membahas masalah kecintaan kepada Allah adalah menyibak samudra yang sangat luas. Namun cukuplah di sini kita mengisyaratkan akan tiga hal.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Kecintaan kepada Allah adalah pondasi ibadah. </strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berkata Ibnu Taimiyah, “Kecintaan kepada Allah, bahkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya termasuk kewajiban yang paling agung, dasarnya yang paling besar dan pondasinya yang mulia. Bahkan dia adalah dasar setiap amalan, dari berbagai amalan keimanan dan agama.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ibnul Qayyim bertutur pula, “Pondasi ibadah adalah cinta kepada Allah. Bahkan mengesakan Allah adalah dengan kecintaan itu, di mana segala cinta hanya untuk Allah. Tidak boleh selain Allah dicintai bersama Allah. Akan tetapi kecintaannya hendaknya karena Allah dan pada Allah, sebagaimana dia mencintai para nabi dan rasul, para malaikat dan para wali. Kecintaannya kepada mereka adalah dari kesempurnaan kecintaannya kepada Allah dan bukan cinta kepada mereka bersama Allah.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maksudnya bahwa segala cinta itu hanya untuk Allah. Bila seorang hamba memberi <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/08/15/love-cinta-hakiki/" target="_blank">cinta</a> kepada makhluk, maka kecintaan tersebut juga karena Allah dan karena melaksanakan perintah-Nya, sebagaimana seorang mukmin cinta kepada para nabi, para malaikat, kaum mukminin dan selainnya. Adapun siapa saja yang mencintai makhluk dengan cinta ibadah, atau di samping cinta kepada Allah  dia juga mencintai makhluk maka hal tersebut tergolong perbuatan kesyirikan yang mengeluarkan pelakunya dari keislaman, sebagaimana dalam firman Allah,</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang  yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaa-Nya (niscaya mereka menyesal).</em>” [<strong>Al-Baqarah: 165</strong>]</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Tanda-tanda Cinta kepada Allah </strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berikut ini beberapa ayat yang menjelaskan tanda-tanda kecintaan kepada Allah.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Di antaranya adalah firman Allah,</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>“Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</em> [<strong>Âli ‘Imrân: 31</strong>]</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ayat ini menjelaskan bahwa tanda kecintaan seorang hamba kepada Allah dengan mengikuti Rasulullah <em>shallalâhu ‘alaihi wa sallam</em> dalam segala tuntunan dan syariat yang beliau bawa, secara zhahir maupun bathin.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Selanjutnya, firman Allah <em>Ta’âlâ</em>,</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” </em>[<strong>Al-Mâ`idah: 54</strong>]<strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam ayat ini terdapat empat tanda kecintaan hamba kepada Allah:</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertama</strong>, dia berlemah lembut kepada sesama mukmin.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Kedua</strong>, dia bersikap keras dan benci kepada orang-orang kafir.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Ketiga</strong>, dia berjihad di jalan Allah dengan segala kemampuannya, baik dengan harta, lisan, badan maupun hatinya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Keempat</strong>, dia tidak takut terhadap celaan manusia dalam menjalankan perintah-perintah Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Selain itu, dari tanda kecintaan kepada Allah <em>Subhânahu wa Ta’âla</em> adalah mendahulukan Allah dan Rasul-Nya di atas segala perkara. Allah <em>Jalla Sya’nuhu</em> berfirman,</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>“Katakanlah, “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat-tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan-Nya,” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”</em> [<strong>At-Taubah: 24</strong>]</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari tanda kecintaan hamba kepada Allah adalah benci kepada apa yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Sebab-sebab Penumbuh Cinta kepada Allah </strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ibnul Qayyim <em>rahimahullâh</em> menyebutkan sepuluh sebab yang akan menumbuhkan dan menambah rasa cinta seorang hamba kepada <em>Rabb</em>-nya. Berikut sepuluh sebab tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1.      Membaca Al-Qur`ân dengan tadabbur dan memahami maknanya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">2.      Memperbanyak ibadah nafilah (sunnah) setelah menunaikan ibadah-ibadah wajib.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">3.      Memperbanyak dzikir kepada Allah dalam segala keadaan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">4.      Lebih mendahulukan pelaksanaan dari apa yang dicintai oleh Allah, walaupun hal tersebut menyelishi hawa nafsunya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">5.      Membawa hati untuk mencermati nama-nama dan sifat-sifat Allah dan menelusuri taman-tamannya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">6.      Menyaksikan kebaikan, kebajikan dan nikmat-nikmat Allah kepada makhluk-Nya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">7.      Menundukkan diri di hadapan Allah <em>Subhânahu wa Ta’âla</em>.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">8.      Berkhalwat dan bermunajad kepada-Nya di waktu malam, terkhusus pada sepertiga malam terakhir.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">9.      Duduk dengan orang-orang shalih.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">10.  Menghindari segala sebab yang bisa memisahkan antara hatinya dengan Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tentunya sepuluh sebab di atas bersumber dan dari berbagai keterangan Al-Qur’an dan As-Sunnah.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang senantiasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan beramal dengan ketaatan. <em>Wallâhu Ta’âla A’lam</em>.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Artikel <a href="http://www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.salafiyunpad.wordpress.com</span></a> dipublikasikan dari <a href="http://almadinah.or.id/368-menuju-cinta-hakiki.html" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://almadinah.or.id/</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/cinta/'>cinta</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/cinta-hakiki/'>cinta hakiki</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/love/'>love</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10976/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10976/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10976/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10976&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/08/15/love-cinta-hakiki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/03/aku-mencintai-love-rose.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/03/aku-mencintai-love-rose.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">aku-mencintai-love-rose</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/03/aku-mencintai-love-rose.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aku-mencintai-love-rose</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nilai Penting Iman (Bagian 1)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/08/05/nilai-penting-iman-bagian-1/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/08/05/nilai-penting-iman-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 02:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah muslim]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[nilai penting iman]]></category>
		<category><![CDATA[rukun iman]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10911</guid>
		<description><![CDATA[Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dan mengutus para rasul-Nya untuk mengajak manusia beriman dan beribadah kepada-Nya semata. Kemudian Dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan. Iman yang sempurna mencakup keyakinan di dalam hati, perkataan dengan lisan dan perbuatan dengan anggota badan. Iman memiliki enam rukun, yaitu: iman kepada Allah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10911&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/07/pohoniman.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-6223" title="pohoniman" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/07/pohoniman.jpg?w=604" alt=""   /></a>Allah <em>Ta’ala </em>telah menciptakan manusia dan mengutus para rasul-Nya untuk mengajak manusia beriman dan beribadah kepada-Nya semata. Kemudian Dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka amalkan.</p>
<p>Iman yang sempurna mencakup keyakinan di dalam hati, perkataan dengan lisan dan perbuatan dengan anggota badan. Iman memiliki enam rukun, yaitu: iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan iman kepada qadar. Demikian juga, iman memiliki 73 lebih cabang. Keimanan tersebut dasarnya adalah keyakinan yang disertai dengan kecintaan dan ketundukan terhadap segala yang dibawa oleh Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dari Allah <em>Ta’ala</em>.<span id="more-10911"></span></p>
<p>Manusia sangat membutuhkan iman, namun kebanyakan mereka mengabaikannya. Bahkan, sebagian manusia rela meninggalkan iman hanya karena kesenangan dunia atau mengikuti hawa nafsu. Hal ini semua, karena mereka tidak meyakini, atau lemah keyakinannya, atau tidak mengetahui nilai penting iman. Maka, di sini kami sampaikan buah-buah iman yang menunjukkan nilai pentingnya, sehingga kita akan mengetahui bahwa nilai iman tidak ada bandingannya. Inilah di antara perkara yang menunjukkan nilai penting iman:</p>
<p><strong>1- </strong><strong>Masuk Islam menggugurkan semua dosa sebelumnya</strong></p>
<p>Di antara rahmat Allah yang sangat luas adalah tawaran-Nya kepada orang-orang kafir dan musyrik, jika mereka bertobat dan masuk Islam, maka dosa mereka yang telah lalu di ampuni. Allah berfirman,</p>
<p>قُلْ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّاقَدْ سَلَفَ وَإِن يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ اْلأَوَّلِينَ</p>
<p><em>Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu</em><em>,</em><em> </em><em>“Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya All</em><em>a</em><em>h akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi, sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (ketetapan Allah) terhadap orang-orang dahulu</em><em>.</em><em>“</em> (Q.S. Al-Anfaal/8: 38).</p>
<p>Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ كُلَّ حَسَنَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا وَمُحِيَتْ عَنْهُ كُلُّ سَيِّئَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا ثُمَّ كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا</p>
<p><em>Jika seorang hamba masuk Islam, lalu Islamnya baik, All</em><em>a</em><em>h menulis semua kebaikan yang pernah dia lakukan, dan dihapus darinya semua keburukan yang pernah dia lakukan. Kemudian setelah itu ada qish</em><em>a</em><em>sh (balasan yang adil), yaitu satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat. Adapun satu keburukan dibalas dengan sama, kecuali All</em><em>a</em><em>h ‘Azza wa Jalla mengampuninya. </em>(H.R. Nasai, no. 4998, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam <em>Silsilah Ash-Sh</em><em>a</em><em>hihah</em>, no. 247).</p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda kepada sahabat ‘Amru bin Al-’Aash yang berkehendak masuk Islam,</p>
<p>أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْإِسْلَامَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلِهَا وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ</p>
<p><em>Tidakkah engkau tahu bahwa Islam menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya, dan bahwa hijroh menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya bahwa haji menggugurkan (dosa-dosa) sebelumnya.</em> (H.R. Muslim, no. 121).</p>
<p>Kalau demikian, alangkah pemurahnya Allah <em>Ta’ala</em> kepada hamba-hamba-Nya. Alangkah besarnya nilai agama Islam ini, dan alangkah agungnya nilai iman. Maka, jangan sampai seseorang menggadaikannya dengan kesenangan dunia yang sementara ini, karena dia akan merugi dengan kerugian yang sejati.</p>
<p><strong>2- </strong><strong>Kehidupan yang baik</strong></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p>مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</p>
<p><em>Barangsiapa yang mengerjakan amal s</em><em>h</em><em>al</em><em>i</em><em>h, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. </em>(Q.S. An-Nahl/16: 97),</p>
<p>“Ini adalah janji dari Allah bagi orang yang beramal shalih, yaitu amal yang mengikuti kitab Allah <em>Ta’ala</em> dan Sunnah Nabi-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, dari kalangan laki-laki maupun perempuan dari anak-anak Adam, dan hatinya beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan amal yang diperintahkan itu disyariatkan oleh Allah <em>Ta’ala</em>, bahwa Allah akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik di dunia. Dan Allah akan membalasnya di akhirat dengan balasan yang lebik baik dari apa yang telah dia lakukan. Dan kehidupan yang baik itu meliputi bentuk-bentuk kenyamanan dari semua sisi. Seperti rezeki halal yang baik, <em>q</em><em>a</em><em>na’ah</em>, kebahagiaan, beribadah di dunia, dan mengamalkan ketaatan dengan hati yang lapang.” (<em>Tafsir Ibnu Katsir</em> dengan ringkas).</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ</p>
<p><em>Sungguh telah beruntung orang yang masuk Islam dan dia diberi r</em><em>ezeki</em><em> yang cukup, dan All</em><em>a</em><em>h menjadikannya q</em><em>a</em><em>na’ah (ridh</em><em>a</em><em>; menerima) dengan apa yang Dia berikan kepadanya</em>. (H.R. Muslim, no. 1054; Tirmidzi; Ibnu Majah; Ahmad; dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash).</p>
<p>Di dalam hadits shahih disebutkan tentang perkara mengherankan yang ada pada keadaan seorang mukmin,</p>
<p>عَنْ صُهَيْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ</p>
<p><em>Dari Shuhaib, dia berkata</em><em>,</em><em> </em><em>R</em><em>a</em><em>sululloh </em><em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Sungguh mengherankan urusan seorang mukmin, sesungguhnya urusannya semuanya baik, dan tidaklah hal itu terjadi bagi seorangpun kecuali bagi seorang mukmin. Jika kesenangan mengenainya, dia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Jika kesusahan mengenainya, dia bersabar, maka hal itu baik baginya.</em><em>”</em><em> </em>(H.R. Muslim, no. 2999).</p>
<p><strong>3- </strong><strong>Aman dari kesesatan di dunia dan dari kecelakaan di</strong><strong> </strong><strong>akhirat</strong></p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p>فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى</p>
<p><em>Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. </em>(Q.S. Thaha/20: 123).</p>
<p>Yang dimaksud dengan petunjuk dari Allah di sini adalah para Nabi dan rasul yang membawa penjelasan kitab suci dari Allah <em>Ta’ala</em>. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengikuti petunjuk-Nya, bahwa mereka tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat. Adakah keberuntungan melebihi hal ini? Sebaliknya, Allah mengancam orang yang berpaling dari petunjuk-Nya dengan firman-Nya,</p>
<p>وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى {124} قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا {125} قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ ءَايَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى {126} وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِن بِئَايَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ اْلأَخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى { 127}</p>
<p><em>Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. </em></p>
<p><em>Berkatalah ia, “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat.” Allah berfirman, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu melupakannya, dan begitu(pula) pada hari inipun kamu dilupakan.” Dan demikanlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya terhadap ayat-ayat Rabb</em><em>-</em><em>nya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. </em>(Q.S. Thaha/20: 124-127)</p>
<p>-Bersambung <em>insya Allah</em>-</p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari<br />
Artikel <a href="http://www.ustadzmuslim.com/">www.UstadzMuslim.com </a>dan dipublikasikan ulang oleh <a href="www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah/'>aqidah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah-muslim/'>aqidah muslim</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/iman/'>iman</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/nilai-penting-iman/'>nilai penting iman</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/rukun-iman/'>rukun iman</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tauhid/'>tauhid</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10911/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10911&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/08/05/nilai-penting-iman-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/07/pohoniman.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/07/pohoniman.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">pohoniman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/07/pohoniman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pohoniman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Nyata: Ketika Hidayah Islam Merengkuh Jiwaku</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/07/17/kisah-nyata-mualaf-masuk-islam/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/07/17/kisah-nyata-mualaf-masuk-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 02:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kisah islam]]></category>
		<category><![CDATA[hidayah islam]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kisah masuk islam]]></category>
		<category><![CDATA[mualaf]]></category>
		<category><![CDATA[wanita mualaf masuk islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10730</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Erlina, aku ingin berbagi cerita kepada saudariku muslimah, bukan untuk mengajarkan tentang fiqih atau hadits atau hal lainnya yang mungkin ukhti muslimah telah jauh lebih dulu mengetahuinya daripada aku sendiri. Karena di masa lalu, aku beragama Kristen… Sejak kecil aku beserta kedua adikku dididik secara kristen oleh kedua orangtuaku, bahkan aku telah dibaptis ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10730&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://kisahmuslim.com/wp-content/uploads/2011/07/mualaf-masuk-islam-564x272.jpg" alt="" width="335" height="161" />Namaku Erlina, aku ingin berbagi cerita kepada saudariku muslimah, bukan untuk mengajarkan tentang fiqih atau hadits atau hal lainnya yang mungkin ukhti muslimah telah jauh lebih dulu mengetahuinya daripada aku sendiri. Karena di masa lalu, aku beragama <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/07/17/kisah-nyata-mualaf-masuk-islam/" target="_blank"><strong>Kristen</strong></a>…</p>
<p>Sejak kecil aku beserta kedua adikku dididik secara kristen oleh kedua orangtuaku, bahkan aku telah dibaptis ketika masih berumur 3 bulan dan saat berusia 18 tahun aku telah menjalani sidhi, yaitu pengakuan setelah seseorang dewasa tentang kepercayaan akan iman kristen di depan jemaat gereja. Aku juga selalu membaca <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/07/17/kisah-nyata-mualaf-masuk-islam/" target="_blank"><strong>Alkitab</strong></a> dan membaca buku renungan –semacam buku <a href="http://khotbahjumat.com" target="_blank"><strong>kumpulan khotbah</strong></a>– bersama keluargaku di malam hari. Seluruh keluargaku beragama Kristen dan termasuk yang cukup taat dan aktif. Bahkan dari keluarga besar ayah, seluruhnya beragama Kristen dan sangat aktif di gereja sehingga menjadi pemuka dan pengurus gereja. Sedang dari keluarga ibu, nenekku dulunya beragama Islam, namun kemudian beralih menjadi Katholik.<span id="more-10730"></span></p>
<p>Sejak kecil aku adalah anak yang sangat aktif dalam kegiatan keagamaan. Tentu saja kegiatan keagamaan yang aku anut saat itu beserta keluarga besarku. Kecintaanku pada agama Kristen demikian kuat mengakar dan terus bertambah kuat seiring pertumbuhanku menjadi wanita dewasa. Sedari kecil aku sangat rajin ikut <strong>Sekolah Minggu</strong>, bahkan hampir tidak pernah absen. Aku selalu ingin mendengarkan cerita agama Kristen atau cerita dari Alkitab di Sekolah Minggu. Setiap pelajaran Sekolah Minggu kucatat dalam sebuah buku khusus. Cerita-cerita tersebut kuhafal sampai detail, sehingga setiap perayaan Paskah dan Natal aku selalu menjadi juara lomba cerdas tangkas Sekolah Minggu. Pernah suatu ketika, karena aku sering sekali menang, seorang juri memberikan tes tersendiri. Hal ini untuk memastikan bahwa aku layak mendapatkan juara pertama, apalagi saat itu aku masih lebih muda dari peserta dan juara lainnya. Ternyata aku bisa menjawab pertanyaan juri tersebut. Akhirnya aku tetap mendapatkan hadiah, namun hadiah khusus di luar juara satu sampai tiga. Kebijakan ini untuk memberikan kesempatan pada peserta lain untuk menjadi pemenang.</p>
<p>Ketika aku menginjak usia SMP dan SMA, aku tetap aktif dalam kegiatan persekutuan remaja dan pemuda di sekolah. Aku juga aktif di tingkat yang lebih besar yaitu kegiatan persekutuan antar siswa Kristen dari sekolah-sekolah se-kota Magelang, juga persekutuan remaja di gereja. Bahkan aku juga ditunjuk menjadi ketua persekutuan remaja di gereja. Setiap minggu aku disibukkan dengan kegiatan persekutuan, mempersiapkan acara, topik, pembicara, membuat undangan dan menyebar undangan. Aku tidak pernah bosan mengundang rekan-rekan untuk hadir. Walaupun aku tahu ada di antara mereka yang malas hadir, aku tetap memberikan undangan kepada mereka. Betapa semangatnya aku saat itu…</p>
<p>Setelah lulus SMA, aku meneruskan kuliah di FKG UGM. Dan seperti sebelum-sebelumnya, aku kembali aktif di kegiatan keagamaan (Kristen). Kali ini aku mengikuti kegiatan persekutuan mahasiswa di FKG dan di tingkat UGM. Aku sangat senang dan menikmati kegiatanku tersebut saat itu. Bermacam-macam aktifitas, perayaan Natal, Paskah, panitia lomba vokal grup lagu gerejawi dan lainnya aku ikuti. Aku sering mengajak teman-teman-teman satu kos untuk menyanyi bersama lagu-lagu gerejawi di kos, berdiskusi pemahaman kitab dan lainnya.</p>
<p>Ternyata keaktifanku dalam kegiatan keagamaan ini semakin masuk ke dalam ketika aku diajak bergabung dengan pelayanan “Para Navigator”. Pesertanya sebagian besar mahasiswa. Di sini kami belajar banyak hal tentang kekristenan, dibimbing oleh pembimbing rohani dalam satu kelompok, mengadakan diskusi pemahaman Alkitab setiap minggu dengan menggunakan buku panduan seperti kurikulum yang bertingkat dari dasar ke tingkat tinggi. Di sini kami juga diajarkan dan diminta untuk menghafal ayat-ayat Alkitab –dengan diberikan panduan berupa kartu yang berisi ayat untuk dihafalkan-, dan setiap minggu harus bertambah ayat yang kami hafal. Akhirnya aku dapat menyelesaikan paket kurikulum dan diminta membimbing anak rohani. Metode pelayanan ini biasa dikenal dengan metode sel, belajar berkelompok, kemudian berkembang dengan masing-masing anggota yang akan memiliki anak-anak lain untuk dibimbing, sehingga orang-orang yang terlibat di dalamnya akan berkembang dan bertambah banyak. Dalam pelayanan ini, terkadang kami pun diajarkan dan dianjurkan untuk berdakwah mengajak orang lain mengenal dan mengikuti ajaran Kristen.</p>
<p>Entah mengapa, setelah aku masuk stase (tingkatan) klinik, mulai ada beberapa teman (muslim) yang mendekati dan ingin memperkenalkan Islam kepadaku. Reaksiku? Jelas marah dan kutolak mentah-mentah. Pernah juga aku dipinjami Al-Qur’an dan diminta untuk membacanya oleh seorang teman. Sungguh aku sangat marah terhadapnya sampai-sampai aku tak ingin berbicara dengannya.</p>
<p>Sampai akhirnya aku bertemu dengan dia –sebut saja A– yang alhamdulillah kini telah menjadi suamiku. Kalau teman-teman lain ingin memperkenalkan Islam dengan cara langsung dengan Al-Qur’an dan hal-hal lainnya yang jelas-jelas berbau Islam, maka A mengenalkan Islam dari sisi yang beraroma Kristen. Dan aku sangat antusias saat itu. Apalagi ia menyatakan bahwa jika Kristen lebih benar dari Islam, maka dia akan mengikuti agama Kristen. Kesempatan emas! Pikirku. A juga banyak bertanya tentang Bible, bahkan ia katakan telah tamat membaca Alkitab Perjanjian Baru sebanyak tiga kali! Aku pikir, orang ini benar-benar tertarik akan agama Kristen. Aku saja belum pernah membaca dari awal hingga akhir kitab tersebut secara berurutan. Aku semakin bersemangat saat itu. Banyak yang dia ketahui tentang Alkitab Kristen dan tentang Kristen. Ternyata sejak kecil ia bersekolah di sekolah Katholik dan mempelajari agama Katholik serta sejarahnya, dan ketika ia kuliah di UGM, ia juga terkadang berkunjung ke toko buku Kristen untuk membaca.</p>
<p>Namun, yang terjadi selanjutnya ternyata di luar dugaanku. A memang banyak tahu tentang agamaku, namun ia juga memiliki pengetahuan tentang Islam. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan olehnya dan berkaitan dengan agamaku, yang terkadang pertanyaan itu begitu mudah, namun aku sangat kesulitan menjawabnya. Diskusi-diskusi yang kami lakukan membuat kami menjadi dekat. Aku pun telah lulus kuliah dan bekerja. Begitu pula A, hanya saja dia bekerja di Jakarta. Namun, kami masih terus melanjutkan diskusi tentang agama Kristen yang telah kami lakukan sebelumnya. Ya… masih berlanjut seperti itu, pengenalan tentang agama Islam yang dilakukan dengan cara tidak langsung.</p>
<p>Dari diskusi-diskusi itulah ia terkadang memasukkan sentilan Islam secara tidak langsung dan tidak aku sadari (karena pertanyaan dan hal-hal yang didiskusikan sebenarnya telah jelas jawabannya di Islam). Banyak bentrok di antara kami dalam diskusi tersebut. Kadang bahkan membuat aku marah, menangis, jengkel. Namun diskusi itu terus berlanjut. Masih ada rasa penasaran, jengkel dan marah yang berbaur menjadi satu. Namun… banyak sekali pertanyaan darinya yang tidak bisa aku jawab. Akhirnya A mengusulkan agar meminta pendeta yang ahli untuk diajak diskusi bersama. Wah!! Betapa senangnya aku mendengar sarannya itu. Orang ini benar-benar bersemangat belajar Kristen. Aku sangat berharap akhirnya nanti dia bisa beragama Kristen. Rasanya bahagia jika aku berhasil membuat ia mengikuti iman Kristen.</p>
<p>Dengan sebab tersebut, aku mencari dan menghubungi pendeta yang terkenal, senior dan sangat berkualitas di Jogja. Sebut saja pendeta X. Aku berharap pendeta X dapat membantuku ‘memberi pelajaran’ tentang Kristen kepada A. Keluargaku pun ikut bersemangat dan sangat mendukung rencanaku ini. Saat itu, aku bersyukur bapak pendeta ini mau dan bersedia membantu rencanaku. Akhirnya, kami melakukan diskusi bertiga. Keadaannya saat itu, bukanlah sebagaimana seseorang yang ingin saling berdebat antar agama. Tidak. Kondisi saat itu, baik A maupun aku sama-sama sebagai orang yang belajar dan mencari kebenaran. Walaupun tidak ada pernyataan sebagaimana yang A lakukan bahwa jika Islam lebih benar aku akan mengikuti agamanya.</p>
<p>Mulailah kami berdiskusi setiap pekan di hari Sabtu. Beberapa pertanyaan yang A ajukan antara lain adalah:</p>
<p>Kapan dan bagaimana cara Yesus berpuasa? Mengapa orang Kristen tidak berpuasa?<br />
Tentang penghapusan hukum Taurat (Yesus menolak membasuh tangan sebelum masuk rumah).<br />
Benarkah kisah yang menceritakan Yesus berdoa dengan bersujud? Dan bagaimana orang Kristen berdoa saat ini? Dahulu, orang Yahudi termasuk Yesus dikhitan. Mengapa orang Kristen sekarang tidak? Pendeta menjawab, orang Kristen ada yang berkhitan tapi bukan untuk mengikuti hukum Tuhan (Taurat), tetapi untuk alasan kesehatan.</p>
<p>Mengapa orang Kristen tidak mengenal najis? Padahal hal najis di Taurat lebih berat daripada hukum Islam. Pendeta menjawab, dalam Kristen hal itu tidak perlu karena di dalam tubuh kita juga ada najis.</p>
<p>Apakah surga itu bertingkat-tingkat menurut Kristen?<br />
Pendeta menjawab, “Tidak, dalam Kristen surga tidak bertingkat-tingkat.”<br />
Lalu kami bertanya, “Mengapa dalam injil dikatakan ada surga rendah dan surga tinggi?”</p>
<p>Terdapat ramalan dalam Alkitab tentang kedatangan anak manusia ‘Ia akan berada di perut bumi tiga hari tiga malam’ seperti kejadian nabi Yunus di dalam perut ikan. Siapakah dia?</p>
<p>Pendeta menjawab, “Jelas ramalan untuk Yesus setelah kematian di kayu salib dan dikubur di gua.”<br />
Akhirnya kami bertiga sama-sama menghitung. Dan berkali-kali, hasil perhitungan itu adalah dua hari dua malam atau maksimal adalah tiga hari dua malam dengan konsekuensi memasukkan hari minggu sebagai satu hari penuh, padahal minggu pagi –sebelum matahari terbit- , kubur Yesus telah kosong. Karena perhitungan tersebut tidak cocok dengan ramalan tiga hari tiga malam, pertanyaan tersebut ditunda untuk didiskusikan pekan berikutnya.</p>
<p>Saat kami datang pekan berikutnya, pendeta sudah memiliki jawaban, yaitu perhitungan hari orang Yahudi berbeda dengan kita.</p>
<p>Waktu itu kami tercengang, heran namun akhirnya tersenyum mengerti bahwa sebenarnya pertanyaan ini tidak dapat dijawab oleh sang pendeta. Padahal kejadian nabi Muhammad<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di dalam gua selama tiga hari tiga malam mestinya lebih bisa menjawab ramalan tersebut.</p>
<p>Ah, saudariku… sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang kami diskusikan saat itu. Kiranya ini cukup untuk menggambarkan diskusi yang terjadi saat itu. Pertanyaan-pertanyaan kami bukanlah pertanyaan yang berat yang berkaitan dengan akidah. Bukan tentang trinitas ataupun ketuhanan Yesus. Namun, itupun banyak yang tidak terjawab. Dan dalam diskusi ini, A tidak pernah mendebat dengan dalil-dalil Islam, Al-Qur’an dan hadits. Sehingga memang terkesan bahwa kami berdua sedang berguru kepada pendeta tersebut.</p>
<p>Kami tidak pernah berdebat, menyalahkan atau mempermalukan beliau. Kami tetap hormat, dan pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan berkesan layaknya konfirmasi, “Apakah ini benar”, “Mengapa seperti ini”, dan semacamnya, kemudian menilai jawaban yang pendeta tersebut berikan. Dan jika kami tahu sebenarnya beliau tidak dapat menjawab pertanyaan kami, dan tampak jawabannya dipaksakan, tidak logis (seperti tentang ramalan tiga hari tiga malam), maka kami hanya tersenyum dan tidak memperpanjang pembahasan hal tersebut. Saat itu, pendeta tersebut menganjurkan agar kami membaca buku karangan seorang Pastor yang berjudul<em> Gelar-Gelar Yesus</em>. Namun, aku malah mendapati, si pengarang justru mengatakan bahwa di Alkitab tidak ada yang secara langsung menyebutkan bahwa Yesus itu Tuhan dan dia tidak pernah menyatakan diri sebagai Tuhan. Sehingga anjuran ini justru menjadi semakin menambah pertanyaanku dan memperbesar keraguanku akan iman Kristen.</p>
<p>***</p>
<p>Setelah diskusi berlangsung beberapa kali, pendeta tersebut minta maaf karena tidak bisa melanjutkan diskusi lagi karena akan pergi ke luar negeri selama beberapa waktu. Beliau merekomendasikan dua orang pendeta untuk menggantikan posisi beliau selama beliau tidak ada. Pendeta pertama adalah seorang yang dulunya beragama Islam namun keluar (murtad) dari agama Islam dan menjadi pendeta. Saat kami mendatangi rumah pendeta ini, dari pembicaraan dengannya terkesan bahwa beliau menolak dan menghindar dengan alasan yang tidak jelas. Pendeta kedua adalah seorang doktor teologia ahli perbandingan agama dan memiliki kedudukan yang cukup tinggi di sebuah universitas. Karena kesibukan dan kedudukan beliau inilah, kami agak kesulitan menemui beliau. Ketika akhirnya kami berhasil menemuinya, ternyata beliau keberatan dan tidak bersedia berdiskusi bersama kami dengan alasan sibuk. Pendeta kedua ini menyarankan agar kami kembali berdiskusi dengan pendeta X. Karena proses diskusi ini (yang tadinya aku berharap begitu banyak para pendeta ini dapat memberi pelajaran pada A) ternyata sedikit terhambat, akhirnya aku mendatangi pendeta X seorang diri. Aku menceritakan semua hal berkenaan dengan latar belakang diskusi ini dan aku memohon kepada beliau untuk membantuku meneruskan proses diskusi dengan A. Sayangnya… ternyata beliau menolak permintaanku dengan alasan yang tidak jelas –bahkan bisa dikatakan tanpa alasan-. Sebagaimana harapan besar lainnya – yang jika tertumpu pada seseorang namun ternyata tidak dipenuhi oleh orang tersebut-, maka kekecewaan yang besar pun kurasakan waktu itu. Ketika aku pamit pulang, pendeta tersebut masih sempat berpesan kepadaku,</p>
<p>“Apapun yang terjadi, jangan sampai kamu menikah dengan dia (A). Kalau dia tidak mau masuk agama Kristen, pertahankan imanmu (iman Kristen).”</p>
<p>Gundah, bingung, sedih, dan kekecewaan yang menumpuk, semua bergumul menjadi satu setelah mendapat berbagai penolakan dari pihak-pihak yang aku harapkan dapat membantuku memberi penjelasan tentang agama Kristen ini kepada A. Bahkan pihak-pihak ini adalah orang yang kuanggap pakar dan ahli sehingga dapat membantuku menjawab dan menjelaskan tentang agama Kristen kepada A. Aku pun merasakan sesuatu yang janggal dari pesan terakhir dari pendeta X. Aku simpulkan bahwa sebenarnya mereka tidak memiliki argumen dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan aku merasakan bahwa ada sesuatu yang kurang dari agama ini (Kristen).</p>
<p>Sejak itulah, aku berusaha melihat dan menilai Islam dan Kristen sebagai dua agama yang sejajar kedudukannya, dan aku berusaha berada pada posisi netral seakan-akan sedang menjadi juri untuk keduanya. Berat dan tertekan. Itu yang aku rasakan ketika harus bergumul dan berusaha keras untuk melepaskan diri dari doktrin Kristen. Doktrin yang telah aku cintai sejak kecil dan telah kuikat secara sungguh-sungguh. Namun, dari sinilah aku mulai membuka diri dengan selain Kristen. Aku baru bisa mulai mempelajari seperti apa Islam sebenarnya. Kesan pertama yang kudapatkan dalam penilaianku adalah, ‘Apa yang jelek dari Islam? Kelihatannya ajarannya ok ok saja.’ Sambil melakukan ini, aku tetap terus membaca Alkitab Kristen.</p>
<p>Suatu ketika, A mengajukan suatu ayat dalam Alkitab yang mengatakan, ”Jangan sampai kita sudah setiap hari menyeru ‘Tuhan-Tuhan,’ tetapi tidak selamat seperti yang tertulis dalam Injil.”</p>
<p>Kata-kata ini terpatri dalam benakku. Malam harinya, aku mencari ayat itu dalam Alkitab dan menemukannya, yaitu pada Matius 7:21, yang isinya, <em>“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan, Tuhan!’ akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-ku yang di sorga.”</em></p>
<p>Aku termenung seakan-akan tak percaya yang aku baca. Perlahan-lahan ‘ku tutup Alkitab yang sedang kubaca tersebut.</p>
<p>Keesokan harinya dan hari-hari sesudahnya terasa seperti hari penuh perenungan untuk pikiran dan benakku. Walaupun aku (berusaha) beraktifitas seperti biasa, namun pikiranku tidak tenang memikirkan ayat tersebut. Untuk meyakinkan diriku, ‘ku baca kembali ayat tersebut berulang-ulang, namun ternyata aku justru menjadi ketakutan setelah memikirkan makna yang terkandung di dalamnya. Sepertinya ayat ini sangat berkaitan dengan apa yang telah aku lakukan selama ini, dan aku takut ternyata aku termasuk yang pada akhirnya tidak masuk surga. Jangan-jangan apa yang kulakukan selama ini walaupun dengan kecintaan dan kesungguhan dan penuh perjuangan adalah hal sia-sia.</p>
<p>Sejak itu, aku mulai tertarik dengan Islam dan menjadikannya alternatif pengganti agamaku. Aku mulai bekerja di luar kota Yogyakarta di sebuah Puskesmas di Banjarnegara. Sendirian… tanpa sanak saudara ataupun teman dekat dan sahabat yang dapat kuajak diskusi tentang Islam. Aku belajar tentang Islam dari pengajian-pengajian masjid di desa yang terdengar dari pengeras suara atau acara desa dan kecamatan yang biasanya terdapat sentilan tentang ajaran Islam. Dan tentu saja tak ketinggalan, aku belajar dari diskusi yang sangat sangat banyak dengan A.</p>
<p>Sampai pada akhirnya, A menawarkanku untuk masuk Islam, dan akupun menyetujuinya walaupun tidak langsung melaksanakannya. Aku masih terus berdiskusi, belajar dan berpikir sehingga aku benar-benar merasa yakin dan mantap untuk memeluk agama Islam. Dan ketika keyakinan ini bertambah kuat, aku merasa ada kebutuhan mendesak yang harus kulakukan, yaitu aktifitas menyembah Allah. Rasanya keyakinanku akan sia-sia dan terasa hampa jika tidak ada aktifitas ibadah yang harus aku lakukan untuk menyembah Allah. Namun, aku sama sekali belum bisa cara beribadah yang ada pada Islam.</p>
<p>Dengan melihat orang sholat di televisi dan memperhatikan teman sholat, akhirnya aku berusaha meniru gerakan sholat. Tentu saja segala sesuatunya masih kacau saat itu. Dengan hanya memakai piyama tidur (tanpa tahu ada aturan harus menutup seluruh aurat saat shalat) menggelar selimut untuk dijadikan sajadah, dan berdiri tidak mengetahui harus menghadap kemana, aku sholat. Ya! Aku sholat! Hanya dengan tiga kalimat yang aku ketahui, bismillahirrahmanirrahim, allahu akbar, dan alhamdulillah dan dengan gerakan yang tanpa urutan dan aturan. Rasanya melegakan karena aku melepaskan keinginan untuk menyembah satu Ilah dan hanya Ilah inilah yang harus aku sembah. Aku lakukan ini berkali-kali tanpa diketahui oleh siapapun. Aku masih belum mengetahui tentang pembagian sholat yang lima waktu. Aku masih sendirian saat itu, menjadi kepala Puskesmas, dan aku pun masih merahasiakan statusku dari siapapun termasuk staf di kantor bahkan Si A tidak tahu kalau aku melakukan sholat karena aku masih malu, takut dan masih menutup diri. Sehingga tidak ada seorangpun yang dapat mengajariku.</p>
<p>Sampailah waktunya…<br />
Aku dan A memberanikan diri datang kepada orangtuaku. Di situ, A mengutarakan keinginanku untuk memeluk agama Islam kepada orangtuaku. Dapat dibayangkan apa yang terjadi. Kekagetan luar biasa, marah, tidak percaya mengelegak keluar. Orangtua memintaku mengutarakan sendiri hal tersebut, dan aku pun mengatakan hal yang sama, “Aku ingin masuk Islam.” Mereka tetap tidak percaya dan memintaku memikirkannya kembali. Aku kembali ke Banjarnegara dan A juga kembali ke Jakarta tempat ia bekerja.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian, Bapak, Ibu dan adikku menemuiku di Banjarnegara. Menanyakan kembali keputusan akhirku. Saat itu, aku meminta A menemaniku, karena aku dalam kondisi sangat takut dan kalut. Jawabanku pun tetap sama, “Aku ingin masuk Islam.”</p>
<p>Betapa orangtuaku marah mendengarnya. Sebuah kemarahan yang aku belum pernah menyaksikan sebelumnya. Ibu berkata, “APA KAMU SANGGUP MENGHIANATI YESUS!!! TEGANYA ENGKAU DENGAN YESUS!!!”</p>
<p>Rasanya hatiku teriris mendengar teriakan marah dan kekecewaan yang luar biasa dari kedua orangtuaku tersebut. Aku pun memahami jika akan seperti ini, karena seluruh keluarga besar beragama Kristen dan hampir seluruhnya adalah aktivis-aktivis gereja, sering berkhotbah di gereja. Tidak ada satupun yang beragama lain. Dan… aku yang diperkirakan juga akan mengabdi dengan sesungguhnya pada agama Kristen ternyata menjadi orang pertama yang masuk ke agama Islam. Tentu ini hal yang sangat berat terutama untuk kedua orangtuaku. Anggapan-anggapan negatif baik dari pihak keluarga, jemaat gereja, keluarga besar lainnya tentu akan datang bertubi-tubi menekan mereka. Dengan keputusanku yang tidak berubah ini, akhirnya hubunganku dengan keluarga menjadi agak renggang.</p>
<p>Derai air mata sejak itu masih terus mengalir. Aku sempat ragu ketika mengingat perkataan ibuku,</p>
<p>“Sanggupkah engkau mengkhianati Yesus.”<br />
“Tegakah pada Tuhan Yesus.”</p>
<p>Pikiranku terus berkecamuk, ‘Benarkah itu? Benarkah aku harus menyembah Yesus? Benarkah jika aku memeluk Islam, Yesus akan marah?’ Berkutat pada kebimbangan antara perkataan orangtuaku dan apa yang telah kupelajari dalam Islam. Dalam puncak kebingunganku, aku bermimpi…</p>
<p>Aku hendak pergi tidur. Tiba-tiba… terdengar ketukan dari jendela kayu yang bersebelahan dengan tempat tidurku. Kubuka jendela tersebut dan aku kaget karena ternyata di depanku ada sesosok Yesus (wajahnya memang tidak jelas, namun berjubah dan dalam mimpi itu aku dipahamkan bahwa itu adalah Yesus). Sosok itu tidak berbicara apa-apa namun tampak seperti tersenyum, tidak marah dan mengulurkan tangannya (seperti) hendak menyalamiku. Sosok tersebut tidak berbicara namun aku dipahamkan bahwa maksud beliau adalah mengucapkan selamat kepadaku. Setelah itu sosok tersebut berlalu.</p>
<p>Aku pun terbangun dalam keadaan bingung dan takut. ‘Apa maksud mimpi ini?’ pikirku. Apakah ini suatu tanda bahwa pilihanku benar.</p>
<p>Waktupun berlalu dan aku semakin mengokohkan keputusanku untuk memeluk agama Islam. A yang hampir selalu hadir dalam perjalananku menggapai hidayah Islam ini akhirnya melamarku. Alhamdulillah… akhirnya orangtuaku pun mengizinkan kami menikah. Hubungan kami dengan keluargaku sudah baik kembali sampai saat ini. Kami menikah dengan wali dari KUA. Rasa haru dan bahagia menyelimutiku saat itu. Setelah menikah, aku langsung minta dibelikan mukena dan minta diajarkan shalat. Dan A terus mendampingiku dan mengajarkanku shalat lima waktu. Sampai aku telah dapat melakukan shalat sendiri, A baru bisa menjalankan kewajibannya untuk shalat di masjid.</p>
<p>Perjalananku dalam memahami Islam tentu saja tidak berhenti sampai di situ. Setelah lima tahun sejak aku masuk ke dalam agama Islam, aku melanjutkan studi S2 di FK UGM, jurusan Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis (minat Histologi dan Biologi Sel) dan aku seperti tersentak untuk kedua kalinya. Aku baru menyadari dan memahami betapa Allah mengatur segala sistem dalam tubuh kita dengan begitu rapi, canggih, teratur, beralasan dan sempurna sampai ke tahap molekuler, tanpa kita sadari. Aku banyak termenung saat menyadari hal itu, namun juga menjadikanku banyak bertanya kepada dosen pakar saat itu. Subhanallah, Dia-lah pencipta, pengatur, pemelihara yang sedemikian rupa rumitnya. Dan tidak mungkin semua itu berjalan, berproses dan bermekanisme dengan sendirinya. Mulai saat itulah aku lebih terpacu lagi untuk belajar dengan membaca dan memahami Al-Qur’an.</p>
<p>Dan proses belajar itu terus berlangsung sampai sekarang. Dahulu aku telah mengetahui bahwa Allah-lah, Ilah yang disembah dalam agama Islam. Namun, perlu waktu bertahun-tahun untuk aku memahami bahwa hanya Allah-lah Ilah yang BERHAK untuk disembah. Dan pemahaman ini ternyata suatu perkembangan, semakin kita belajar mengenal Rabb kita, insya Allah semakin bertambahlah pemahaman dan ketauhidan kita, dan akan semakin sadar bahwa masih banyak sekali hal yang tidak kita ketahui. Dari proses pembelajaran inilah aku semakin memahami siapakah Allah yang selama ini aku sembah, mengapa hanya Allah yang harus aku sembah. Kini aku sedikit lebih paham (karena masih banyak hal yang belum aku pahami), tentang kekuatan rububiyah Allah (sebagai pencipta, yang berkuasa) yang melazimkan bahwa hanya Dia-lah yang berhak disembah dan mengapa aku tidak boleh mempersekutukan-Nya karena jika aku melakukan kesyirikan maka ia akan menjadi dosa yang tak terampuni (jika tidak bertaubat).</p>
<p>Saudariku… agama Islam terlalu tinggi, canggih dan terlalu sempurna, dengan konsepnya yang sangat jelas, sehingga agama-agama lain menjadi sangat lemah untuk menjadi pembandingnya, termasuk agama Kristen yang aku anut dahulu.</p>
<p>***</p>
<p><em>Kisah di atas diceritakan langsung oleh Erlina kepada redaksi Muslimah.or.id, dan redaksi KisahMuslim.com juga mengenal Erlina. Semoga Allah menjaga hamba-hamba-Nya yang beriman…</em></p>
<p>Artikel <a href="http://kisahmuslim.com/mualaf-masuk-islam/" target="_blank">KisahMuslim.com</a> dan dipublikasikan kembali oleh <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/biografi/'>Biografi</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/cerita-kisah-islam/'>cerita kisah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hidayah-islam/'>hidayah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/islam/'>islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kisah-masuk-islam/'>kisah masuk islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/mualaf/'>mualaf</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/wanita-mualaf-masuk-islam/'>wanita mualaf masuk islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10730/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10730&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/07/17/kisah-nyata-mualaf-masuk-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/nasihat-suami-istri.jpg?w=101" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/nasihat-suami-istri.jpg?w=101" medium="image">
			<media:title type="html">nasihat-suami-istri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kisahmuslim.com/wp-content/uploads/2011/07/mualaf-masuk-islam-564x272.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sunnah &amp; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 3)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/07/05/10635/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/07/05/10635/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 06:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[aliran sesat syiah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah sesat syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[firqoh sesat]]></category>
		<category><![CDATA[kedudukan sahabat nabi dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[rafidhah]]></category>
		<category><![CDATA[Sekte]]></category>
		<category><![CDATA[shahabat nabi]]></category>
		<category><![CDATA[shohabat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah syiah bersatu?]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[syi'ah bukan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10635</guid>
		<description><![CDATA[Silakan baca tulisan sebelumnya, Sunnah &#38; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 1) dan Sunnah &#38; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 2) *** Sahabat Nabi dalam Akidah Ahlisunnah &#38; Kebencian Syi&#8217;ah. Saudaraku, bila Anda mencermati sejarah para nabi dan umatnya, niscaya Anda dapatkan bahwa sahabat setiap nabi adalah orang-orang pilihan dan generasi terbaik dari umat nabi tersebut. Kesimpulan Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10635&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/07/sahabat-nabi-menurut-ahlissunnah-dan-syiah.jpg"><img class="size-full wp-image-10636 alignleft" title="sahabat-nabi-menurut-ahlissunnah-dan-syiah" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/07/sahabat-nabi-menurut-ahlissunnah-dan-syiah.jpg?w=604" alt=""   /></a>Silakan baca tulisan sebelumnya, <strong><a title="Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. hafizhahullah   Alhamdulillâh, salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam , keluarga dan Sahabatnya. Penindasan dan kehinaan yang diderita oleh umat Islam saat ini, menjadikan sebagian umat Islam menyerukan agar diadakan konsolidasi antara semua aliran yang ada. Han […]" href="../2011/06/21/sunnah-syiah-bersandingan-mustahil-bagian-1/">Sunnah &amp; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 1)</a></strong> dan <strong><a title="Sebelumnya, silakan baca Sunnah &amp; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 1) Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. hafizhahullah Nabi Muhammad versi Ahlus Sunnah &amp; Syi’ah Saudaraku! Anda pasti mengetahui bahwa syarat utama untuk menjadi seorang Muslim ialah mengucapkan dua kalimat syahadat. Ikrar bahwa sesembahan Anda hanya Allah Subha […]" href="../2011/06/27/sunnah-syi%e2%80%99ah-bersandingan-mustahil-bagian-2/">Sunnah &amp; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 2)</a></strong></p>
<p>***</p>
<p><strong>Sahabat Nabi dalam Akidah Ahlisunnah &amp; Kebencian Syi&#8217;ah.</strong></p>
<p><strong></strong>Saudaraku, bila Anda mencermati sejarah para nabi dan umatnya, niscaya Anda dapatkan bahwa sahabat setiap nabi adalah orang-orang pilihan dan generasi terbaik dari umat nabi tersebut. Kesimpulan Anda ini benar adanya dan selaras dengan sabda Rasulullâh <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p dir="RTL"><strong>مَا مِنْ نَبِىٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِى أُمَّةٍ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لاَ يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لاَ يُؤْمَرُونَ</strong></p>
<p><em> Tidaklah ada seorang nabi pun yang diutus kepada suatu umat sebelumku, kecuali ia memiliki para pendamping dan sahabat setia, yang senantiasa mengikuti ajarannya dan berpedoman dengan perintahnya. Sepeninggal mereka, datanglah suatu generasi yang biasa mengatakan sesuatu yang tidak mereka perbuat, serta melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan. </em>(H.R<em>. </em>Muslim).<span id="more-10635"></span></p>
<p>Demikian pula halnya dengan Rasulullâh <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, sahabat beliau adalah generasi terbaik dari umat Islam. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL">كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ</p>
<p><em> Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, serta beriman kepada Allah. </em>(Q.S. Ali Imrân/3: 110).</p>
<p>Saya yakin, Anda pun meyakini bahwa generasi pertama dari umat Islam yaitu para sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>adalah generasi terbaik dari umat Islam. Bukankah demikian, Saudaraku!</p>
<p>Akan tetapi, tahukah Anda, siapakah Sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di mata umat Syi&#8217;ah? Anda ingin tahu, silahkan simak riwayat-riwayat mereka berikut,</p>
<p dir="RTL"><strong>عَنْ سُدَيْرٍ عَنْ أَبِيْ جَعْفَرٍ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ : كَانَ النَّاسُ أَهْلَ رِدَّةٍ بَعْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ سَنَةً، إِلاَّ ثَلاَثَةٌ: فَقُلْتُ: وَمَنْ الثَّلاَثَةُ ؟ فَقَالَ: الْمِقْدَادُ بْنُ اْلأَسْودُ وَأَبُوْ ذَرٍّ الْغِفَارِيْ وَسَلْمَانَ اْلفَارِسِيُّ، وَقَالَ: هَؤُلاَءِ الَّذِيْنَ دَارَتْ عَلَيْهِمُ الرَّحَى وَأَبَوْا أَنْ يُبَايِعُوْا حَتَّى جَاؤُوْا بِأَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ مَكْرَهاَ فَبَايَعَ</strong></p>
<p><em> Dari Sudair, ia meriwayatkan dari Abu Ja&#8217;far (Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad bin Ali bin al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>usain)</em> <em>&#8216;alaihissal</em><em>â</em><em>m, “Dahulu sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seluruh manusia murtad selama satu tahun, kecuali tiga orang.” As-Sudair pun bertanya, “Siapakah ketiga orang tersebut?”Dia menjawab, “Al-Miqd</em><em>â</em><em>d bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghif</em><em>â</em><em>ri, dan Salm</em><em>â</em><em>n  al-F</em><em>â</em><em>risi,” lalu beliau berkata, “Mereka itulah orang-orang yang tetap kokoh dengan pendiriannya dan enggan untuk membaiat (Abu Bakar As-Shidd</em><em>î</em><em>q-pen) hingga didatangkan Amirul Mukminin (Ali bin Abi Th</em><em>â</em><em>lib)  ‘alaihissal</em><em>â</em><em>m dalam keadaan terpaksa, lalu beliaupun berbaiat.”</em> [<em>Bi<span style="text-decoration:underline;">h</span>ârul Anwâr</em> oleh al-Majlisy 22/351 dan <em>Tafsir Nur As-Tsaqalain</em>, karya Abdu Ali bin Jum'ah al- 'Arusy al-Huwaizy, 1/396]</p>
<p><em></em>Syaikh Mufîd (wafat tahun 413 H) juga meriwayatkan dari Abu Ja&#8217;far (Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad bin Ali bin al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>usain) <em>&#8216;alaihissal</em><em>â</em><em>m,</em></p>
<p dir="RTL"><em> </em><strong>اِرْتَدَّ النَّاسُ بَعْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ إِلاَّ ثَلاَثَةُ نَفَرٍ: الْمِقْدَادُ بْنُ اْلأَسْوَدِ وَأَبُوْ ذَرٍّ الْغِفَارِيْ وَسَلْمَانُ اْلفَاِرسِيُّ، ثُمَّ ِإنَّ النَّاسَ عَرَفُوْا وَلَحِقُوْا بَعْدُ</strong></p>
<p><em> Seluruh manusia menjadi murtad sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali tiga orang, al-Miqd</em><em>â</em><em>d bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghif</em><em>â</em><em>ry, dan Salm</em><em>â</em><em>n al-F</em><em>â</em><em>risi. Kemudian setelah itu manusia mulai menyadari, dan kembali masuk Islam.” </em>[<em>Al-Ikhtishâsh</em>, karya Asy-Syaikh Mufîd, hlm. 6]</p>
<p>Dalam<em> </em>riwayat lain, mereka menambah jumlah yang tetap mempertahankan keislamannya menjadi empat orang:</p>
<p>Mereka meriwayatkan dari Abu Ja&#8217;far, bahwa ia berkata,</p>
<p dir="RTL"> <strong>إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ لَمَّا قُبِضَ، صَارَ النَّاسُ كُلُّهُمْ أَهْلَ جَاهِلِيَّةٍ إِلاَّ أَرْبَعَةٌ: عَلِيٌّ وَالْمِقْدَادُ وَسَلْمَانُ وَأَبُوْ ذَرٍّ  </strong></p>
<p><em>Sesungguhnya, tatkala Rasulull</em><em>â</em><em>h shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, seluruh manusia kembali kepada kehidupan jahiliyah, kecuali empat orang saja: yaitu Ali, al-Miqd</em><em>â</em><em>d, Salm</em><em>â</em><em>n dan Abu Dzar.&#8221;</em> [<em>Tafsir Al 'Ayyasyi</em> 1/199, karya An-Nadhir Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad bin Mas'ûd as-Samarqandi (wafat th: 320 H), <em>Bi<span style="text-decoration:underline;">h</span>ârul Anwâr</em> 22/333 karya Al-Majlisy, (wafat th. 1111 H)]</p>
<p>Saudaraku! apa perasaan Anda tatkala membaca beberapa contoh riwayat yang termaktub dalam kitab-kitab terpercaya agama Syi&#8217;ah di atas?</p>
<p>Saya yakin, batin Anda menjerit, keimanan Anda menjadi berkobar ketika membaca riwayat-riwayat itu. Betapa tidak, para Sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dinyatakan telah murtad, kecuali tiga orang saja.</p>
<p>Saudaraku! Coba tenangkan perasaan Anda, lalu baca kembali dengan seksama riwayat-riwayat di atas. Tidakkah Anda mendapatkan hal yang aneh pada kedua riwayat tersebut? Pada riwayat tersebut dinyatakan bahwa yang tetap berpegang teguh dengan keimanan dan keislamannya hanya ada tiga orang. Dan pada riwayat lainnya dijelaskan maksud dari ketiga orang tersebut, yaitu: <em>Al-Miqd</em><em>â</em><em>d bin al-Aswad, Abu Dzar al-Ghif</em><em>â</em><em>ry, dan Salm</em><em>â</em><em>n al-F</em><em>â</em><em>risi</em>.</p>
<p>Bila demikian adanya, lalu bagaimana halnya dengan Ali bin Abi Thâlib, Fâtimah bintu Rasulullâh <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, dan kedua putranya, yaitu al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>asan dan al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>usain? Mungkinkah mereka termasuk yang murtad, karena yang dinyatakan tetap berpegang dengan keislamannya hanyalah tiga, dan mereka semua tidak termasuk dari ketiga orang tersebut?</p>
<p>Demikianlah Saudaraku! Umat Syi&#8217;ah mempropagandakan sebagai para pencinta Ahlul Bait dan pembela mereka. Akan tetapi, faktanya, mereka menghinakan Ahlul Bait, bahkan menganggap mereka telah murtad dari Islam. Bila Anda tidak percaya, silahkan buktikan dan datangkan satu riwayat saja yang menyebutkan bahwa Ahlul Bait tidak termasuk yang murtad sepeninggal Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Saya yakin Anda tidak akan menemukan riwayat tersebut, walau Anda membaca seluruh kitab-kitab Syi&#8217;ah.</p>
<p>Apa yang saya paparkan di atas, menjadi alasan bagi Imam &#8216;Amir bin Syurahil asy-Sya&#8217;bi untuk berkata tentang sekte Syi&#8217;ah, <em>&#8220;Kaum Yahudi dan Nasrani memiliki satu kelebihan bila dibandingkan dengan agama Syi&#8217;ah. Bila dikatakan kepada kaum Yahudi, ‘Siapakah orang terbaik dari penganut agamamu?’ Niscaya mereka menjawab, ‘Tentu para Sahabat Nabi M</em><em>û</em><em>sa.’ Dan bila dikatakan kepada kaum Nasrani, ‘Siapakah orang terbaik dari penganut agamamu?’ Niscaya mereka menjawab, ‘Tentu para Sahabat sekaligus pengikut setiap Nabi &#8216;Isa.’ Akan tetapi, bila dikatakan kepada agama R</em><em>â</em><em>fidhah (Syi&#8217;ah), ‘Siapakah orang terjelek dari penganut agamamu?’ Niscaya mereka menjawab, ‘Tentu para Sahabat sekaligus pengikut setia Nabi Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad.’&#8221;</em></p>
<p>Saudaraku! Mungkin Anda bertanya-tanya, “Mengapa para pengikut agama Syi&#8217;ah begitu membenci para sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, terutama ketiga <em>Khulaf</em><em>â</em><em>&#8216;ur R</em><em>â</em><em>syidin</em> yaitu Abu Bakar, Umar dan Utsmân? Saudaraku! Benarkah Anda merasa penasaran ingin mengetahui biang kebencian mereka kepada para sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>? Obatilah rasa penasaran Anda dengan jawaban seorang pakar yang telah kenyang dengan pengalaman dalam menghadapi para penganut Syi&#8217;ah. Tokoh tersebut adalah Abu Zur&#8217;ah ar-Râzi <em>rahimahullah</em><em>.</em> Beliau menyampaikan hasil studi dan pengalaman beliau pada ucapannya berikut, <em>&#8220;Bila engkau dapatkan seseorang mencela seorang sahabat Rasulull</em><em>â</em><em>h </em><em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em><em>, maka ketahuilah bahwa ia adalah orang zind</em><em>î</em><em>q (kafir yang menampakkan keislaman). Alasannya, karena kami meyakini bahwa Rasulull</em><em>â</em><em>h </em><em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em><em> pasti benar, dan Alqur</em><em>â</em><em>n juga pasti benar. Sedangkan yang menyampaikan Alqur</em><em>â</em><em>n dan Sunnah Rasulull</em><em>â</em><em>h </em><em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em><em> adalah para Sahabat. Dengan demikian, sesungguhnya orang yang mencela para saksi (perawi) kami (yaitu para sahabat),  hendak menggugurkan Alqur</em><em>â</em><em>n dan Sunnah . Karena itu, merekalah yang lebih layak untuk dicela.&#8221; </em> (Riwayat al-Khathîb al-Baghdâdi dalam kitab <em>Al-Kif</em><em>â</em><em>yah F</em><em>î</em><em> &#8216;Ilmir Riw</em><em>â</em><em>yah</em>).</p>
<p>Bersambung <em>insya Allah</em></p>
<p><strong>Artikel <a href="../2011/06/27/2011/06/21/sunnah-syiah-bersandingan-mustahil-bagian-1/www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.Salafiyunpad.wordpress.com</a></strong><br />
<strong>Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 12 Tahun XIII</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/firqoh/'>Firqoh</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ahlus-sunnah/'>ahlus sunnah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aliran-sesat-syiah/'>aliran sesat syiah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah-ahlus-sunnah/'>aqidah ahlus sunnah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah-sesat-syiah/'>aqidah sesat syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/firqoh-sesat/'>firqoh sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kedudukan-sahabat-nabi-dalam-islam/'>kedudukan sahabat nabi dalam islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/rafidhah/'>rafidhah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/sekte/'>Sekte</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/shahabat-nabi/'>shahabat nabi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/shohabat/'>shohabat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/sunnah-syiah-bersatu/'>sunnah syiah bersatu?</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah/'>Syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah-bukan-islam/'>syi'ah bukan islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10635/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10635&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/07/05/10635/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/07/sahabat-nabi-menurut-ahlissunnah-dan-syiah.jpg?w=109" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/07/sahabat-nabi-menurut-ahlissunnah-dan-syiah.jpg?w=109" medium="image">
			<media:title type="html">sahabat-nabi-menurut-ahlissunnah-dan-syiah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/07/sahabat-nabi-menurut-ahlissunnah-dan-syiah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sahabat-nabi-menurut-ahlissunnah-dan-syiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sunnah &amp; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 2)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/27/sunnah-syi%e2%80%99ah-bersandingan-mustahil-bagian-2/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/27/sunnah-syi%e2%80%99ah-bersandingan-mustahil-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 07:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[aliran sesat syiah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah sesat syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[firqoh sesat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah syiah bersatu?]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[syi'ah bukan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10527</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya, silakan baca Sunnah &#38; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 1) Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. hafizhahullah Nabi Muhammad versi Ahlus Sunnah &#38; Syi&#8217;ah Saudaraku! Anda pasti mengetahui bahwa syarat utama untuk menjadi seorang Muslim ialah mengucapkan dua kalimat syahadat. Ikrar bahwa sesembahan Anda hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Muhammad bin `Abdillâh shallallahu ‘alaihi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10527&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/10/syiah-yahudi-busuk.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="alignright" title="syiah-yahudi-busuk" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/10/syiah-yahudi-busuk.jpg?w=240&h=180" alt="" width="240" height="180" /></span></a>Sebelumnya, silakan baca <a title="Tautan Tetap ke Sunnah &amp; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 1)" href="../2011/06/21/sunnah-syiah-bersandingan-mustahil-bagian-1/" rel="bookmark"><span style="color:#000000;">Sunnah &amp; Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 1)</span></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. <em>hafizhahullah<strong></strong><strong></strong></em></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Nabi Muhammad versi Ahlus Sunnah &amp; Syi&#8217;ah</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saudaraku! Anda pasti mengetahui bahwa syarat utama untuk menjadi seorang Muslim ialah mengucapkan dua kalimat syahadat. Ikrar bahwa sesembahan Anda hanya Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dan Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad bin `Abdillâh <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> adalah utusan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Dan di antara konsekuensi dari persaksian bahwa beliau adalah utusan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> ialah Anda meyakini bahwa beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah menyampaikan seluruh wahyu Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> kepada umatnya.<span id="more-10527"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Oleh karena itu, pada saat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkhutbah di Padang Arafah, beliau bertanya tentang hal ini kepada para Sahabatnya,</span></p>
<p dir="RTL"><span style="color:#000000;"><strong>أَنْتُمْ تُسْأَلُونَ عَنِّى فَمَا أَنْتُمْ قَائِلُونَ</strong> <strong>؟ </strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Kalian pasti akan ditanya tentang aku, maka apa yang akan kalian katakan?</em> Simaklah jawaban umat Islam yang menghadiri khutbah beliau ini,</span></p>
<p dir="RTL"><span style="color:#000000;"><strong>قَالُوا: نَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ وَأَدَّيْتَ وَنَصَحْتَ. فَقَالَ بِإِصْبَعِهِ السَّبَّابَةِ يَرْفَعُهَا إِلَى السَّمَاءِ وَيَنْكُتُهَا إِلَى النَّاسِ: (اللَّهُمَّ اشْهَدِ اللَّهُمَّ اشْهَدْ ) ثَلاَثَ مَرَّاتٍ رواه مسلم</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Para Sahabat menjawab, “Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan, menunaikan dan mengemban ris</em><em>â</em><em>lah dengan sempurna tanpa ada sedikit pun campuran.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan telunjuknya ke arah langit lalu menunjuk ke arah para sahabatnya seraya berdoa, &#8220;Ya Allah, persaksikanlah, Ya Allah persaksikanlah (sebanyak tiga kali).&#8221; </em>(H.R. Muslim).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya yakin, Anda dan juga seluruh umat Islam di seantero dunia pun demikian, bersaksi bahwa beliau telah sepenuhnya menunaikan amanah, menegakkan agama dan menyampaikan seluruh wahyu Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> kepada umatnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Akan tetapi, tahukah Anda, apa kira-kira sikap dan keyakinan sekte Syi&#8217;ah? Anda ingin tahu? Temukan jawabannya pada pengakuan revolusioner mereka, yaitu al-Khumaini berikut ini,</span></p>
<p dir="RTL"><span style="color:#000000;"><strong>لَقَدْ أَثْبَتْنَا فِيْ بِدَايَةِ هَذَاالْحَدِيْثِ بِأَنَّ النَّبِيَّ أَحْجَمَ عَنِ التَّطَرُّقِ إِلَى اْلإِمَامَةِ فِيْ القُرْآنِ، لِخَشْيَتِهِ أَنْ يُصَابَ الْقُرآنُ بِالتَّحْرِيْفِ، أَوْ أَنْ تَشْتَدَّ الْخِلاَفَاتُ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ، فَيُؤَثِّرُ ذَلِكَ عَلَى اْلإِسْلاَمِ</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Telah kami buktikan pada awal pembahasan ini, bahwa Nabi <strong>menahan diri dari membicarakan masalah im</strong></em><strong><em>â</em></strong><strong><em>mah (kepemimpinan) dalam Alqur</em></strong><strong><em>â</em></strong><strong><em>n</em></strong><em>;</em>(<a title="" href="#_ftn1"><span style="color:#000000;">[1]</span></a>) <em>karena beliau khawatir Alqur</em><em>â</em><em>n akan diselewengkan, atau timbul perselisihan yang sengit di tengah-tengah kaum Muslimin, sehingga hal itu berakibat buruk bagi masa depan agama Islam</em><em>.&#8221;</em> [<em>Kasyful Asrâr</em> oleh al-Khumaini 149].</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>                </em>Al-Khumaini belum merasa cukup dengan menuduh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> merasa gentar untuk menyampaikan ayat-ayat <em>im</em><em>â</em><em>mah</em> kepada umatnya. Lebih jauh, dengan tanpa merasa bersalah al-Khumaini menuduh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sebagai penyebab terjadinya seluruh perpecahan dan peperangan yang terjadi di tengah-tengah umat Islam sepeninggal beliau,</span></p>
<p dir="RTL"><span style="color:#000000;"><strong>وَوَاضِحٌ بِأَنَّ النَّبِيَّ لَوْ كَانَ قَدْ بَلَغَ بِأَمْرِ اْلإِمَامَةِ طَبَقًا لِمَا أَمَرَ بِهِ اللهُ، وَبَذَلَ الْمَسَاعِيَ فِيْ هَذَا الْمَجَالِ، لَمَا نَشَبَتْ فِيْ اْلبُلْدَانِ اْلإِسْلاَمِيَّةِ كُلُّ هَذِهِ اْلإِخْتِلاَفاَتِ وَالْمُشَاحَنَاتِ وَالْمَعَارِكِ، وَلَمَا ظَهَرَتْ ثَمَّةَ خِلاَفاَتٌ فِيْ أُصُوْلِ الدِّيْنِ وَفُرُوْعِهِ</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Sangat jelas, bahwa Andai Nabi telah menyampaikan perihal im</em><em>â</em><em>mah (kepemimpinan), sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadanya, dan ia benar-benar mengerahkan segala upayanya dalam urusan ini, niscaya tidak akan pernah terjadi berbagai perselisihan, persengketaan dan peperangan ini di seluruh belahan negeri Islam. Sebagaimana di sana tidak akan muncul perselisihan dalam hal ush</em><em>û</em><em>l (prinsip) dan juga cabang fur</em><em>û</em><em>&#8216; (cabang) agama.&#8221;</em><em> </em>[<em>Kasyful Asrâr</em> oleh al-Khumaini 155].</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mungkin Anda berkata, “Ah ini hanya salah tulis al-Khumaini saja, dan tidak mewakili ideologi kaum Syi&#8217;ah.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tunggu sejenak Saudara! Coba Anda bandingkan ucapan al-Khumaini di atas dengan dua riwayat berikut:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Al-Kulaini meriwayatkan, bahwa Imam Abu `Abdillâh Ja&#8217;far Ash-Shâdiq, menyatakan,</span></p>
<p dir="RTL"><span style="color:#000000;"><strong>لَوْلاَ نَحْنُ مَا عُبِدَ اللهُ</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Andai bukan karena kami, niscaya Allah tidak akan pernah diibadahi.</em> [<em>Al-Kâfi</em> oleh al-Kulaini 1/144]</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>                </em>Mufti sekte Syi&#8217;ah pada abad ke-11 H, yang bernama al-Majlisi menambahkan riwayat di atas menjadi,</span></p>
<p dir="RTL"><span style="color:#000000;"><strong>لَوْلاَهُمْ، مَا عُرِفَ اللهُ وَلاَ يَدْرِيْ كَيْفَ يَعْبُدُ الرَّحْمَنَ</strong> <strong></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Andai bukan karena para imam, niscaya Allah tidak akan dikenal, dan tidak akan ada yang tahu bagaimana beribadah kepada Ar-Ra<span style="text-decoration:underline;">h</span>m</em><em>â</em><em>n (Allah).</em> [<em>Bi<span style="text-decoration:underline;">h</span>ârul Anwâr</em> 35/29] <em> </em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Apa perasaan dan pendapat Anda setelah membaca dua riwayat yang termaktub dalam dua referensi terpercaya umat Syi&#8217;ah ini?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berdasarkan kedua riwayat ini, kira-kira apa peranan dan jasa Nabi Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad menurut sekte Syi&#8217;ah? Mereka meyakini bahwa hingga sepeninggal Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, umat manusia belum juga mengetahui bagaimana harus beribadah kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Kalaulah bukan karena jasa para imam-imam umat Syi&#8217;ah, maka tidak ada manusia yang bisa shalat, puasa, zakat, haji dan lainnya. Saudaraku! sebagai seorang Mukmin, dapatkah batin Anda menerima tuduhan keji sekte Syi&#8217;ah ini kepada Nabi Anda?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Coba sekali lagi Anda bandingkan kedua riwayat ini dengan ucapan al-Khumaini di atas. Al-Khumaini beranggapan bahwa Nabi Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sumber petaka yang menimpa umat ini. Berbagai persengketaan, pertumpahan darah dan perselisihan yang terjadi di tengah-tengah umat berawal dari kegagalan beliau dalam menyampaikan wahyu Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, terutama yang berkaitan dengan &#8220;<em>al im</em><em>â</em><em>mah&#8221;</em> (kepemimpinan).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Perkenankan saya bertanya, “Menurut hemat Anda, apakah kedua riwayat dan juga ucapan al-Khumaini di atas mencerminkan syahadat <em>&#8220;Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad Rasulull</em><em>â</em><em>h&#8221;</em>? Sebagai seorang Muslim yang bersaksi bahwa Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad bin `Abdullâh adalah Rasulullâh <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, apa perasaan Anda membaca kedua riwayat dan ucapan al-Khumaini di atas? Kuasakah Anda untuk menutup mata dan telinga dari fakta ini, lalu Anda bergandengan tangan dengan orang-orang yang meyakini demikian itu tentang Nabi Anda?</span></p>
<div>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Bersambung <em>insya Allah</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Artikel <a href="../2011/06/21/sunnah-syiah-bersandingan-mustahil-bagian-1/www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.Salafiyunpad.wordpress.com</span></a></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 12 Tahun XIII</strong></span></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><span style="color:#000000;"><a title="" href="#_ftnref1"><span style="color:#000000;">[1]</span></a>) Aneh bin ajaib, al-Khumaini meyakini bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memiliki kebebasan untuk menyembunyikan masalah <em>al-Im</em><em>â</em><em>mah</em> dari umatnya. Anggapan ini nyata-nyata bertentangan dengan firman Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berikut,</span></p>
<p dir="RTL"><span style="color:#000000;">يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَآأُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللهَ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em> </em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Hai Rasul, sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.&#8221;</em> (Q.S. al-Mâidah/5: 67).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">=====================</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Baca juga ulasan penting berikut:</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong><a title="Tautan Tetap ke Sepak Terjang Syi’ah di Indonesia" href="../2011/06/21/2011/06/08/sepak-terjang-syi%e2%80%99ah-di-indonesia/" rel="bookmark"><span style="color:#000000;">Sepak Terjang Syi’ah di Indonesia</span></a></strong></span><br />
<span style="color:#000000;"> <strong><a title="Tautan Tetap ke Inilah Kesesatan (Agama) Syi’ah" href="../2011/06/21/2011/06/09/inilah-kesesatan-agama-syiah/" rel="bookmark"><span style="color:#000000;">Inilah Kesesatan (Agama) Syi’ah</span></a></strong></span><br />
<span style="color:#000000;"> <strong><a title="Tautan Tetap ke Kekejaman Agama Syi’ah Terhadap Ahlu Sunnah" href="../2011/06/21/2011/06/08/kekejaman-agama-syi%e2%80%99ah-terhadap-ahlu-sunnah/" rel="bookmark"><span style="color:#000000;">Kekejaman Agama Syi’ah Terhadap Ahlu Sunnah</span></a></strong></span></p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/firqoh/'>Firqoh</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ahlus-sunnah/'>ahlus sunnah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aliran-sesat-syiah/'>aliran sesat syiah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah-ahlus-sunnah/'>aqidah ahlus sunnah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah-sesat-syiah/'>aqidah sesat syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/firqoh-sesat/'>firqoh sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/sunnah-syiah-bersatu/'>sunnah syiah bersatu?</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah/'>Syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah-bukan-islam/'>syi'ah bukan islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10527/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10527/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10527/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10527&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/27/sunnah-syi%e2%80%99ah-bersandingan-mustahil-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/10/syiah-yahudi-busuk.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/10/syiah-yahudi-busuk.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">syiah-yahudi-busuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2010/10/syiah-yahudi-busuk.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">syiah-yahudi-busuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sunnah &amp; Syi&#8217;ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 1)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/21/sunnah-syiah-bersandingan-mustahil-bagian-1/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/21/sunnah-syiah-bersandingan-mustahil-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 11:35:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[aliran sesat syiah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah sesat syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[firqoh sesat]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah syiah bersatu?]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[syi'ah bukan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10464</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. hafizhahullah   Alhamdulillâh, salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam , keluarga dan Sahabatnya. Penindasan dan kehinaan yang diderita oleh umat Islam saat ini, menjadikan sebagian umat Islam menyerukan agar diadakan konsolidasi antara semua aliran yang ada. Hanya saja, seruan tersebut sering kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10464&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/sunnah-syiah-begandengan-mustahil.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-10465" title="sunnah-syiah-begandengan-mustahil" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/sunnah-syiah-begandengan-mustahil.jpg?w=604" alt=""   /></a>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. <em>hafizhahullah<strong></strong><strong></strong></em></strong><br />
<strong></strong></p>
<p style="text-align:left;" align="center"><strong> </strong></p>
<p><em><strong><em><strong></strong><strong></strong></em></strong></em>Al<span style="text-decoration:underline;">h</span>amdulill<em>â</em><em>h</em>, salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> , keluarga dan Sahabatnya. Penindasan dan kehinaan yang diderita oleh umat Islam saat ini, menjadikan sebagian umat Islam menyerukan agar diadakan konsolidasi antara semua aliran yang ada. Hanya saja, seruan tersebut sering kali kurang direncanakan dengan baik, sehingga tidak menghasilkan apapun. Di antara upaya konsolidasi dan merapatkan barisan yang terbukti tidak efektif ialah upaya merapatkan barisan Ahlus Sunnah dengan <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/09/inilah-kesesatan-agama-syiah/" target="_blank"><strong>sekte Syi&#8217;ah</strong></a>, dengan menutup mata dari berbagai <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/08/kekejaman-agama-syi%e2%80%99ah-terhadap-ahlu-sunnah/" target="_blank"><strong>penyelewengan sekte Syi&#8217;ah</strong></a>. Konsolidasi semacam ini bukannya memperkuat barisan umat Islam, namun bahkan sebaliknya, meruntuhkan seluruh keberhasilan yang telah dicapai umat Islam selama ini. Karena itu, melalui tulisan ringkas ini, saya ingin sedikit menyibak tabir yang menyelimuti sekte Syi&#8217;ah. Dengan harapan, kita semua dapat menilai, benarkah Ahlus sunnah memerlukan konsolidasi dengan mereka?<span id="more-10464"></span><strong>Pandangan Akidah Ahlus Sunnah dan Keyakinan Syi&#8217;ah tentang Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em></strong></p>
<p>Sebagai seorang Muslim, Anda pasti beriman bahwa sesembahan Anda hanyalah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Dialah Pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya, dan Dia pula yang mengatur semuanya. Demikianlah keyakinan umat Islam secara umum dan syariat dalam Alqurân,</p>
<p dir="RTL"><strong>اللهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ اْلأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ اْلأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًا</strong></p>
<p><em>Allah-lah yang menciptakan tujuh langit, dan bumi seperti itu pula. Perintah Allah terus-menerus berlaku di antara alam langit dan alam bumi, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.</em> (Q.S. at-Thalâq/65: 12).</p>
<p>Umat Islam meyakini bahwa Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> telah mentukan takdir seluruh makhluk-Nya, sehingga tidak ada satu kejadian pun kecuali atas kehendak-Nya. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL"><strong>(كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ &#8211; قَالَ &#8211; وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ) </strong></p>
<p><em>Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, dan &#8216;Arsy-Nya berada di atas air. </em>(H.R. Muslim).</p>
<p>Pada suatu hari, Sahabat Ubâdah bin Shâmit <em>radhiallahu ‘anhu</em> memberikan petuah kepada putranya dengan mengatakan,</p>
<p dir="RTL"><strong>يَا بُنَىَّ إِنَّكَ لَنْ تَجِدَ طَعْمَ اْلإِيْمَانِ حَتَّى تَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَمَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ. سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ </strong>n<strong> يَقُولُ: (إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ، فَقَالَ لَهُ اكْتُبْ، قَالَ: رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ). يَا بُنَىَّ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ </strong>n<strong> يَقُولُ: (مَنْ مَاتَ عَلَى غَيْرِ هَذَا فَلَيْسَ مِنِّيْ)</strong><strong></strong></p>
<p>“<em>Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan dapat merasakan manisnya iman hingga engkau percaya bahwa sesuatu yang (ditakdirkan) menimpamu, tidak mungkin meleset darimu. Sebaliknya, sesuatu yang ditakdirkan luput darimu, tidak mungkin menimpamu. Aku mendengar Rasulull</em><em>â</em><em>h bersabda, ‘Sesungguhnya,</em> <em>pertama kali Allah menciptakan al-Qalam (Pena), Ia befirman kepadanya, ‘Tulislah.’ Mendengar perintah itu, al-Qalam berkata, ‘Wahai Rabb-ku, apa yang harus </em><strong> </strong><em>aku tulis?’ Allah berfirman, ‘Tulislah takdir segala sesuatu hingga kiamat tiba.’” </em>(Lalu Sahabat Ubâdah bin Shâmit melanjutkan petuahnya dengan berkata),<em> “Wahai anakku! aku telah mendengar Rasulull</em><em>â</em><em>h bersabda,’Barangsiapa mati di atas keyakinan menyelisihi keyakinan ini, maka ia tidak termasuk  dari golonganku.”</em> (H.R. Abu Dâwud).</p>
<p>Demikianlah sekelumit tentang akidah umat Islam tentang Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Akan tetapi, tahukah Anda apa ideologi sekte Syi&#8217;ah? Simaklah ideologi mereka dari riwayat yang termaktub dalam kitab terpercaya mereka, yaitu <em>Al-K</em><em>â</em><em>fi</em> karya al-Kulaini:</p>
<p><strong>                </strong>Abu Hâsyim al-Ja&#8217;fary menuturkan, <em>&#8220;Pada suatu hari aku berkunjung ke rumah Abul <span style="text-decoration:underline;">H</span>asan (Ali bin Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad-pen) &#8216;alaihissal</em><em>â</em><em>m sepeninggal putranya Abu Ja&#8217;far (Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad-pen). Kala itu aku berencana mengatakan, ‘Seakan kejadian yang menimpa Abu Ja&#8217;far dan Abu Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad  (al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>asan bin Ali ) pada saat ini serupa dengan yang dialami oleh Abul <span style="text-decoration:underline;">H</span>asan M</em><em>û</em><em>sa dan Ism</em><em>âî</em><em>l putra Ja&#8217;far bin Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad &#8216;alaihimussal</em><em>â</em><em>m.’ Kisah keduanya (Ali dan Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad bin Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad) serupa dengan kisah keduanya (M</em><em>û</em><em>sa dan Ism</em><em>âî</em><em>l bin Ja&#8217;far), dikarenakan Abu Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad al-Murji menjadi imam sepeninggal Abu Ja&#8217;far &#8216;alaihissal</em><em>â</em><em>m. Tiba-tiba Abul <span style="text-decoration:underline;">H</span>asan menatapku sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun, lalu ia berkata, ‘Benar, wahai Abu H</em><em>â</em><em>syim, <strong>Allah memiliki pendapat baru tentang Abu Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad sepeninggal Abu Ja&#8217;far yang sebelumnya tidak Dia ketahui. Sebagaimana sebelumnya muncul pendapat baru pada M</strong></em><strong><em>û</em></strong><strong><em>sa (bin Ja&#8217;far) sepeninggal Ism</em></strong><strong><em>âî</em></strong><strong><em>l (bin Ja&#8217;far) suatu pendapat baru yang selaras dengan keadaannya</em></strong><em>. Kejadian ini  sebagaimana yang terbetik dalam jiwamu, walaupun orang-orang yang sesat tidak menyukainya.’</em><em>&#8220;</em> [<em>Al-Kâfi</em> oleh al-Kulaini 1/327]</p>
<p><em>                </em>Demikianlah Saudaraku! sekte Syi&#8217;ah meyakini adanya perubahan pada pengetahuan dan kehendak Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, sehingga Ia berubah pendapat dan keinginan karena terjadi sesuatu yang di luar pengetahuan dan kehendak-Nya.</p>
<p>Menurut hemat Anda! Mungkinkah seorang Muslim memiliki keyakini semacam ini?</p>
<p style="text-align:center;">-bersambung <em>insya Allah</em>-</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Artikel <a href="www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.Salafiyunpad.wordpress.com</a></strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 12 Tahun XIII</strong></p>
<p style="text-align:left;">Baca juga ulasan penting berikut:</p>
<p><strong><a title="Tautan Tetap ke Sepak Terjang Syi’ah di Indonesia" href="../2011/06/08/sepak-terjang-syi%e2%80%99ah-di-indonesia/" rel="bookmark">Sepak Terjang Syi’ah di Indonesia</a></strong><br />
<strong><a title="Tautan Tetap ke Inilah Kesesatan (Agama) Syi’ah" href="../2011/06/09/inilah-kesesatan-agama-syiah/" rel="bookmark">Inilah Kesesatan (Agama) Syi’ah</a></strong><br />
<strong><a title="Tautan Tetap ke Kekejaman Agama Syi’ah Terhadap Ahlu Sunnah" href="../2011/06/08/kekejaman-agama-syi%e2%80%99ah-terhadap-ahlu-sunnah/" rel="bookmark">Kekejaman Agama Syi’ah Terhadap Ahlu Sunnah</a></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/firqoh/'>Firqoh</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ahlus-sunnah/'>ahlus sunnah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aliran-sesat-syiah/'>aliran sesat syiah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah-ahlus-sunnah/'>aqidah ahlus sunnah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah-sesat-syiah/'>aqidah sesat syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/firqoh-sesat/'>firqoh sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/sunnah-syiah-bersatu/'>sunnah syiah bersatu?</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah/'>Syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah-bukan-islam/'>syi'ah bukan islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10464&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/21/sunnah-syiah-bersandingan-mustahil-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/sunnah-syiah-begandengan-mustahil.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/sunnah-syiah-begandengan-mustahil.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">sunnah-syiah-begandengan-mustahil</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/sunnah-syiah-begandengan-mustahil.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sunnah-syiah-begandengan-mustahil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Video: Inilah Dosa Terbesar yang Harus Anda Jauhi (Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/21/video-inilah-dosa-terbesar-yang-harus-anda-jauhi-ustadz-abu-isa-abdullah-bin-salam/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/21/video-inilah-dosa-terbesar-yang-harus-anda-jauhi-ustadz-abu-isa-abdullah-bin-salam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Jun 2011 08:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[DOWNLOAD VIDEO]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah muslim sejati]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya syirik]]></category>
		<category><![CDATA[belajar tauhid]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa syirik]]></category>
		<category><![CDATA[dosa terbesar]]></category>
		<category><![CDATA[download video ceramah]]></category>
		<category><![CDATA[download video islam]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[syirik akbar]]></category>
		<category><![CDATA[syirik besar]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10462</guid>
		<description><![CDATA[Materi: Inilah Dosa Terbesar yang Harus Anda Jauhi (Daurah Aqidah Muslim Sejati &#8211; 18 Juni 2011) Narasumber: Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam (Pengasuh Materi Aqidah Yufid.TV dan Pengajar Ponpes Ihya’ As-Sunnah, Tasikmalaya) Lokasi: Masjid An-Nur, SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen Dalam video ini Ustadz Abu Isa memaparkan dengan sangat jelas dan menarik tentang dosa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10462&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/1001-cara-taqlid-buta.jpg"><img class="alignright" title="1001-cara-taqlid-buta" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/1001-cara-taqlid-buta.jpg?w=175&h=220" alt="" width="175" height="220" /></a>Materi: <strong>Inilah Dosa Terbesar yang Harus Anda Jauhi</strong> <strong>(Daurah Aqidah Muslim Sejati &#8211; 18 Juni 2011)</strong></span><br />
<span style="color:#000000;"> Narasumber: <strong>Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam</strong> (Pengasuh <a href="http://yufid.tv/category/pondasi-islam/" target="_blank">Materi Aqidah</a> Yufid.TV dan Pengajar Ponpes Ihya’ As-Sunnah, Tasikmalaya)</span><br />
<span style="color:#000000;"> Lokasi: Masjid An-Nur, SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam video ini Ustadz Abu Isa memaparkan dengan sangat jelas dan menarik tentang dosa terbesar yang harus dijauhi oleh setiap muslim. Sebuah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah jika seseorang mati dalam keadaan tidak bertobat dari dosa tersebut. Sebagai seorang muslim yang baik harus sangat khawatir jika dirinya terjatuh dalam dosa tersebut. Dosa apakah itu? Simak video kajian yang sangat menarik ini. Semoga bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin.</span><br />
<span style="color:#000000;"> <span id="more-10462"></span></span><br />
<span style="color:#000000;"> <a href="http://yufid.tv/inilah-dosa-terbesar-yang-harus-anda-jauhi/" target="_blank"><strong>Klik &gt;&gt; Video Inilah Dosa Terbesar yang Harus Anda Jauhi</strong></a></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber: <a href="http://yufid.tv/inilah-dosa-terbesar-yang-harus-anda-jauhi/" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://yufid.tv/</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/download-video/'>DOWNLOAD VIDEO</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah/'>aqidah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah-muslim-sejati/'>aqidah muslim sejati</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/bahaya-syirik/'>bahaya syirik</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/belajar-tauhid/'>belajar tauhid</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dosa/'>dosa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dosa-syirik/'>dosa syirik</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dosa-terbesar/'>dosa terbesar</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/download-video-ceramah/'>download video ceramah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/download-video-islam/'>download video islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syirik/'>syirik</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syirik-akbar/'>syirik akbar</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syirik-besar/'>syirik besar</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tauhid/'>tauhid</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10462/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10462&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/21/video-inilah-dosa-terbesar-yang-harus-anda-jauhi-ustadz-abu-isa-abdullah-bin-salam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/1001-cara-taqlid-buta.jpg?w=119" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/1001-cara-taqlid-buta.jpg?w=119" medium="image">
			<media:title type="html">1001-cara-taqlid-buta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/1001-cara-taqlid-buta.jpg?w=239" medium="image">
			<media:title type="html">1001-cara-taqlid-buta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
