<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; fiqih</title>
	<atom:link href="http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Islam Dakwah Salafiyah Download Free Video Ebook Ceramah MP3 Gratis Ahlus Sunnah Kajian Islam Wanita Fikih Aqidah Konsultasi Syariah Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 03:26:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salafiyunpad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6537b21b5cf0022e32532148ead410c8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; fiqih</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salafiyunpad.wordpress.com/osd.xml" title="Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salafiyunpad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Risalah Tentang Hukum Mengambil Gambar dengan Kamera</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/29/risalah-tentang-hukum-mengambil-gambar-dengan-kamera/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/29/risalah-tentang-hukum-mengambil-gambar-dengan-kamera/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 01:57:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa ulama tentang foto]]></category>
		<category><![CDATA[foto kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[foto kpt]]></category>
		<category><![CDATA[gambar makhluk]]></category>
		<category><![CDATA[hukum foto]]></category>
		<category><![CDATA[hukum gambar]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11572</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata : Risalah Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Aku menyampaikan shalawat dan salam untuk Nabi kita, Muhammad, keluarga, semua sahabatnya serta semua orang yang meneladani beliau sampai hari kiamat. Amma ba’du. Banyak pertanyaan terkait dengan hasil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11572&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;">Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin <em>rahimahullah</em> berkata :</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar1.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar1" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar1.jpg?w=593&amp;h=151&h=151" alt="" width="593" height="151" /></span></a></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Risalah</strong></span><br />
<span style="color:#000000;"> Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang</span><br />
<span style="color:#000000;"> Segala puji milik <em>Allah</em>, Rabb semesta alam. Aku menyampaikan shalawat dan salam untuk Nabi kita, Muhammad, keluarga, semua sahabatnya serta semua orang yang meneladani beliau sampai hari kiamat.</span></p>
<p><span id="more-11572"></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar2.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar2" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar2.jpg?w=593&amp;h=222&h=222" alt="" width="593" height="222" /></span></a><em>Amma ba’du</em>. Banyak pertanyaan terkait dengan hasil wawancara yang terjadi antara aku dan utusan koran ‘Al Muslimun’ pada hari jum’at 29-11-1420 H pada hal. 281, tentang hukum mengambil gambar dengan kamera. Pada wawancara tersebut aku jelaskan bahwa mengambil gambar dengan kamera, yang mana kamera mampu menghasilkan gambar secara cepat tanpa mencetak tidak termasuk dalam menggambar yang dilarang oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan pelakunya mendapatkan laknat.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar3.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar3" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar3.jpg?w=593&amp;h=77&h=77" alt="" width="593" height="77" /></span></a>Aku menyebutkan <em>illah</em> atau alasan akan bolehnya hal tersebut, kemudian aku katakan : Meskipun demikian pelakunya hendaknya ditanya terlebih dulu tentang tujuan perbuatannya tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar4.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar4" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar4.jpg?w=593&amp;h=116&h=116" alt="" width="593" height="116" /></span></a>Jika tujuan dari mengambil gambar dengan kamera tersebut adalah untuk suatu yang mubah (diperbolehkan) maka hukumnya boleh, karena mubahnya tujuan dan maksud darinya. Namun jika tujuannya untuk sesuatu yang tidak mubah (haram) maka perbuatan tersebut dihukumi haram. Bukan karena termasuk menggambar yang terlarang namun karena tujuan yang haram.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar5.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar5" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar5.jpg?w=593&amp;h=185&h=185" alt="" width="593" height="185" /></span></a>Kemudian karena yang meminta penjelasan kepadaku adalah seorang wartawan maka aku menyebutkan contoh gambar untuk tujuan haram yang terkait dengan media koran. Misalnya gambar wanita yang ada pada koran atau majalah. Dan aku tidak menyebutkan contoh lainnya karena mencukupkan diri dengan kaedah yang baru saja disebutkan yaitu apabila untuk tujuan mubah maka hukumnya boleh, sedangkan jika tujuannya tidak mubah (haram) maka hukum perbuatan tersebut juga haram.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar6.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar6" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar6.jpg?w=593&amp;h=189&h=189" alt="" width="593" height="189" /></span></a>Akan tetapi sebagian penanya pada acara wawancara tersebut menginginkan contoh tambahan, baik untuk tujuan yang mubah atau haram. Untuk memenuhi keinginan mereka, sekarang aku sebutkan contoh untuk tujuan yang mubah.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tujuan pengambilan gambar dengan kamera tersebut karena adanya kebutuhan seperti untuk pembuatan KTP, kecelakaan lalu lintas, perkara tindak pidana dan perkara yang terkait dengan administrasi misalnya untuk melaksanakan sesuatu harus ada foto.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar7.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar7" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar7.jpg?w=593&amp;h=260&h=260" alt="" width="593" height="260" /></span></a>Sedangkan contoh untuk tujuan haram adalah :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">1. <strong>Gambar untuk kenangan, seperti foto teman, foto perayaan acara pernikahan dan yang semisalnya.</strong> Karena konsekuensi dari hal tersebut adalah menyimpan gambar tanpa ada kebutuhan, dan ini hukumnya haram. Ada hadits dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>yang menjelaskan bahwa para malaikat (rahmah) tidak akan masuk kedalam rumah yang terdapat gambar. Kemudian contoh gambar yang terlarang lainnya adalah menyimpan gambar orangorang tercinta yang telah meninggal dunia, seperti foto bapak, ibu atau saudaranya yang mana dia dapat melihat foto tersebut sewaktu-waktu. Karena dengan melihat foto meraka akan menjadikan seseorang sedih lagi dan menjadikan hatinya tergantung dengan saudara-saudaranya yang sudah meninggal tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar8.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar8" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar8.jpg?w=593&amp;h=78&h=78" alt="" width="593" height="78" /></span></a>2. Gambar untuk dinikmati dan berlezat-lezat saat melihatnya, (hal ini terlarang) karena akan menjerumuskan seseorang kepada perbuatan keji (zina).</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar9.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar9" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar9.jpg?w=593&amp;h=81&h=81" alt="" width="593" height="81" /></span></a>Maka wajib bagi orang yang memiliki gambar/foto karena tujuan diatas untuk segera membuang dan menghancurkannya supaya tidak mendapatkan dosa karena menyimpannya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar10.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="aligncenter" title="Risalah Gambar10" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar10.jpg?w=593&amp;h=112&h=112" alt="" width="593" height="112" /></span></a>Inilah contoh-contoh untuk kaedah yang baru saja disebutkan. Hal ini bukan dalam rangka pembatasan, akan tetapi bagi orang yang diberi Allah pemahaman akan mampu untuk menerapkan kaedah ini dalam menghukumi gambar-gambar yang lainnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Inilah penjelasanku dan aku meminta kepada Allah supaya kalian semua mendapatkan hidayah dan taufiq untuk melaksanakan perkara yang Dia cintai dan ridhai.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(<em><strong>Majmuu’  Fataawa wa Rasaail</strong></em> Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, jilid 2, hal.271-272)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Diterjemahkan oleh <a href="http://abukarimah.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">Ustadz Didik Suyadi</span></a> hafizhahullah dan dipublikasikan kembali oleh <a href="http://Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">Salafiyunpad.wordpress.com</a></span></p>
<p>****</p>
<h3><a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/13/hukum-mengambil-gambar-kajian-dengan-video/" target="_blank">Baca juga: Hukum Mengambil Gambar Kajian dengan Video</a></h3>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fatwa-ulama-tentang-foto/'>fatwa ulama tentang foto</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/foto-kenangan/'>foto kenangan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/foto-kpt/'>foto kpt</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/gambar-makhluk/'>gambar makhluk</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hukum-foto/'>hukum foto</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hukum-gambar/'>hukum gambar</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/video/'>video</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11572/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11572&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/29/risalah-tentang-hukum-mengambil-gambar-dengan-kamera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/foto-kamera.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/foto-kamera.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hukum foto kamera</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar1.jpg?w=593&#38;h=151" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar2.jpg?w=593&#38;h=222" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar3.jpg?w=593&#38;h=77" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar4.jpg?w=593&#38;h=116" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar5.jpg?w=593&#38;h=185" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar6.jpg?w=593&#38;h=189" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar7.jpg?w=593&#38;h=260" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar7</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar8.jpg?w=593&#38;h=78" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar9.jpg?w=593&#38;h=81" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/risalah-gambar10.jpg?w=593&#38;h=112" medium="image">
			<media:title type="html">Risalah Gambar10</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mengambil Gambar Kajian dengan Video</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/13/hukum-mengambil-gambar-kajian-dengan-video/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/13/hukum-mengambil-gambar-kajian-dengan-video/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 22:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>
		<category><![CDATA[hukum gambar]]></category>
		<category><![CDATA[hukum video]]></category>
		<category><![CDATA[video kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11544</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ditanya : Bagaimanakah hukum mengambil gambar kajian atau seminar dengan perangkat video ? Syaikh rahimahullah menjawab : Menurut pendapatku, tidak mengapa mengambil gambar kajian atau seminar dengan perangkat video, jika memang ada kebutuhan akan hal tersebut atau karena adanya mashlahat. Berdasarkan  alasan berikut ini : Pertama : Setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11544&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin <em>rahimahullah</em> ditanya :</p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video1.jpg"><img class="aligncenter" title="Hukum merekam muhadaharah dengan video1" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video1.jpg?w=593&amp;h=86&h=86" alt="" width="593" height="86" /></a>Bagaimanakah hukum mengambil gambar kajian atau seminar dengan perangkat video ?</p>
<p><span id="more-11544"></span></p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video2.jpg"><img class="aligncenter" title="Hukum merekam muhadaharah dengan video2" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video2.jpg?w=593&amp;h=107&h=107" alt="" width="593" height="107" /></a><strong>Syaikh <em>rahimahullah</em> menjawab</strong> : Menurut pendapatku, tidak mengapa mengambil gambar kajian atau seminar dengan perangkat video, <strong>jika memang ada kebutuhan akan hal tersebut atau karena adanya mashlahat.</strong> Berdasarkan  alasan berikut ini :</p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video3.jpg"><img class="aligncenter" title="Hukum merekam muhadaharah dengan video3" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video3.jpg?w=593&amp;h=81&h=81" alt="" width="593" height="81" /></a><strong>Pertama</strong> : Setelah diteliti, menurut pendapat yang kuat bahwa gambar fotografi tidak termasuk menyaingi ciptaan Allah.</p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video4.jpg"><img class="aligncenter" title="Hukum merekam muhadaharah dengan video4" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video4.jpg?w=593&amp;h=80&h=80" alt="" width="593" height="80" /></a><strong>Kedua</strong> : Hasil gambar yang muncul tidak nampak pada kaset, maka ini tidak termasuk kategori menyimpan gambar.</p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video5.jpg"><img class="aligncenter" title="Hukum merekam muhadaharah dengan video5" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video5.jpg?w=593&amp;h=114&h=114" alt="" width="593" height="114" /></a><strong>Ketiga</strong> : Terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama’ tentang  gambar fotografi apakah termasuk menyaingi ciptaan Allah -maka ini perkara yang samar- Dan adanya kebutuhan atau mashlahat yang jelas tidak boleh ditinggalkan karena perbedaan pendapat yang tidak jelas tentang sebab terlarangnya (gambar fotografi). Inilah pendapatku dalam masalah ini. Allah yang memberi taufiq.</p>
<p>(<em><strong>Majmuu’  Fataawa wa Rasaail</strong></em> Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, jilid 2, hal.283-284)</p>
<p>Diterjemahkan oleh <a href="http://abukarimah.wordpress.com/2011/12/13/hukum-mengambil-gambar-kajian-dengan-video/" target="_blank">Ustadz Didik Suyadi </a>hafizhahullah<br />
Artikel <a href="http://www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.Salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fatwa/'>fatwa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fikih/'>fikih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hukum-gambar/'>hukum gambar</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hukum-video/'>hukum video</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/video-kajian/'>video kajian</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11544/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11544&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/13/hukum-mengambil-gambar-kajian-dengan-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/kamera-video.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/kamera-video.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kamera video</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video1.jpg?w=593&#38;h=86" medium="image">
			<media:title type="html">Hukum merekam muhadaharah dengan video1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video2.jpg?w=593&#38;h=107" medium="image">
			<media:title type="html">Hukum merekam muhadaharah dengan video2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video3.jpg?w=593&#38;h=81" medium="image">
			<media:title type="html">Hukum merekam muhadaharah dengan video3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video4.jpg?w=593&#38;h=80" medium="image">
			<media:title type="html">Hukum merekam muhadaharah dengan video4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/12/hukum-merekam-muhadaharah-dengan-video5.jpg?w=593&#38;h=114" medium="image">
			<media:title type="html">Hukum merekam muhadaharah dengan video5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lupa Membaca Basmalah Saat Menyembelih Hewan Kurban</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/21/lupa-baca-basmalah-sembelih-kurban/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/21/lupa-baca-basmalah-sembelih-kurban/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 15:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan sembelih kurban]]></category>
		<category><![CDATA[fikih kurban]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Qurban]]></category>
		<category><![CDATA[sembelih qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11387</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ditanya : Syaikh Al Utsaimin rahimahullah ditanya : Apa yang harus dilakukan oleh orang yang lupa membaca basmallah ketika menyembelih hewan kurban ? Apakah ada perbedaan antara pemilik hewan kurban dan wakil kurban (yang menyembelih hewan kurban) ? Beliau menjawab : Jika seseorang lupa membaca basmallah maka tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11387&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin <em>rahimahullah</em> ditanya :</p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurban.jpg"><img class="aligncenter" title="Lupa baca bismillah ketika kurban" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurban.jpg?w=630&amp;h=157&h=157" alt="" width="630" height="157" /></a>Syaikh Al Utsaimin <em>rahimahullah</em> ditanya : Apa yang harus dilakukan oleh orang yang lupa membaca <em>basmallah</em> ketika menyembelih hewan kurban ? Apakah ada perbedaan antara pemilik hewan kurban dan wakil kurban (yang menyembelih hewan kurban) ?<span id="more-11387"></span></p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba2b.jpg"><img class="aligncenter" title="Lupa baca bismillah ketika kurba2" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba21.jpg?w=630&amp;h=188&h=188" alt="" width="630" height="188" /><img class="aligncenter" title="Lupa baca bismillah ketika kurba2b" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba2b.jpg?w=630&amp;h=88&h=88" alt="" width="630" height="88" /></a>Beliau menjawab : Jika seseorang lupa membaca <em>basmallah</em> maka tidak ada dosa baginya. Berdasarkan firman Allah <em>ta’ala</em> : ” <em>Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah.” </em><strong>(Al Baqarah :  286)</strong>. Namun apakah halal bagi kita untuk makan daging kurban tersebut ? ‘Kita lihat firman Allah <em>ta’ala</em> : ” <em>Dan janganlah kalian memakan daging yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.”</em> <strong>(Al An’am : 121).</strong>  Maka didepan kita ada dua perbuatan : perbuatan menyembelih dan perbuatan makan daging hewan sembelihan.</p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba3.jpg"><img class="aligncenter" title="Lupa baca bismillah ketika kurba3" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba3.jpg?w=630&amp;h=108&h=108" alt="" width="630" height="108" /></a>Bagi orang yang menyembelih maka dia dimaafkan karena dia telah lupa, dan Allah <em>ta’ala</em> telah berfirman : ” <em>Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah.” </em><strong>(Al Baqarah :  286).</strong></p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba4.jpg"><img class="aligncenter" title="Lupa baca bismillah ketika kurba4" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba4.jpg?w=630&amp;h=237&h=237" alt="" width="630" height="237" /></a><strong></strong>Sedangkan bagi orang yang makan hewan sembelihan, kita katakan : <em>” Dan janganlah kalian memakan daging yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.”</em> <strong>(Al An’am : 121).</strong> Karena membaca <em>basmallah</em> merupakan syarat sembelihan. Dan yang namanya syarat, tidak akan gugur karena lupa atau tidak tahu. Yang semisal dengan masalah tersebut adalah seandainya ada orang yang shalat namun lupa tidak melakukan wudhu, maka tidak ada dosa baginya, berdasarkan firman Allah<em> ta’ala</em> : ” <em>Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah.” </em><strong>(Al Baqarah :  286).</strong> Akan tetapi apakah telah gugur kewajibannya ?</p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba5b.jpg"><img class="aligncenter" title="Lupa baca bismillah ketika kurba5" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba5.jpg?w=630&amp;h=245&h=245" alt="" width="630" height="245" /><img class="aligncenter" title="Lupa baca bismillah ketika kurba5b" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba5b.jpg?w=630&amp;h=53&h=53" alt="" width="630" height="53" /></a>Jawab : Kewajibannya belumlah gugur. Maka dia harus mengulang wudhu kemudian shalat. Kita memilih pendapat ini -ini yang dipilih oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyah- karena merupakan dzahir dari dalil yang ada. Jika kita berpendapat demikian maka manusia tidak akan melupakan membaca <em>basmallah</em> ketika menyembelih. Oleh karena itu ketika ada sebagain orang yang berkata : Jika kita berpendapat bahwa orang yang menyembelih lupa membaca <em>basmallah</em> maka sembelihannya haram dan wajib membuangnya untuk makanan anjing. Apakah kalian menyia-nyiakan harta manusia ? Karena yang namanya lupa itu sering terjadi.</p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurban6.jpg"><img class="aligncenter" title="Lupa baca bismillah ketika kurban6" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurban6.jpg?w=630&amp;h=146&h=146" alt="" width="630" height="146" /></a>Maka kita katakan : Justru sebaliknya, kami menjaga harta manusia. Karena seandainya kita katakan kepada orang lupa membaca <em>basmallah</em> ini : sembelihannya haram sehingga tidak boleh memakannya. Dikemudian hari dia tidak akan lupa lagi.</p>
<p><a href="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurban-7.jpg"><img class="aligncenter" title="Lupa baca bismillah ketika kurban 7" src="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurban-7.jpg?w=630&amp;h=432&h=432" alt="" width="630" height="432" /></a>Tidak ada perbedaan antara wakil pemilik hewan kurban dengan yang lainnya, hewan sembelihannya tetap tidak halal. Namun ada satu masalah, apakah orang yang menyembelih menanggung ganti rugi kepada pemilik hewan kurban atau tidak ? Karena dia menjadi sebab lupa tidak membaca <em>basmallah</em>. <strong>Pendapat pertama</strong> : jika orang yang menyembelih tersebut termasuk orang yang benar-benar telah berbuat baik, maka dia tidak menanggung ganti rugi. Berdasarkan firman Allah<em> ta’ala</em> : <em>“ Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik</em> .” <strong>(At Taubah : 91).</strong> dan yang namanya lupa itu sering terjadi.</p>
<p><strong>Pendapat kedua</strong> : tetap wajib menanggung ganti rugi meskipun dia sudah berbuat baik, karena dia telah menyia-nyiakan harta pemilik hewan kurban, dan orang yang telah menyia-nyiakan harta pemiliknya wajib menanggung ganti rugi dalam setiap keadaan. Bahkan seandainya ada orang lupa, tetap harus menanggung ganti rugi. Misalnya ada orang yang lupa makan makanan milik saudaranya maka dia wajib menggantinya. Namun pendapat pertama lebih benar dan lebih kuat. yaitu jika penyembelih hewan kurban lupa membaca <em>basmallah</em> maka tidak perlu menanggung ganti rugi kepada pemilih hewan kurban, akan tetapi sembelihannya tetap tidak halal dimakan.</p>
<p>(<em><strong>Majmuu’  Fataawa wa Rasaail</strong></em> Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, jilid 21, hal. 56-58)</p>
<p>Diterjemahlah oleh Ustadz <a href="http://abukarimah.wordpress.com/2011/10/20/lupa-membaca-basmallah-ketika-menyembelih-hewan-kurban/" target="_blank">Didik Suyadi</a> hafizhahullah dan dipublikasikan kembali oleh <a href="http://Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">Salafiyunpad</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/bacaan-sembelih-kurban/'>bacaan sembelih kurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fikih-kurban/'>fikih kurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kurban/'>kurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/qurban/'>Qurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/sembelih-qurban/'>sembelih qurban</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11387&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/21/lupa-baca-basmalah-sembelih-kurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/kurban.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/kurban.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kurban</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurban.jpg?w=630&#38;h=157" medium="image">
			<media:title type="html">Lupa baca bismillah ketika kurban</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba21.jpg?w=630&#38;h=188" medium="image">
			<media:title type="html">Lupa baca bismillah ketika kurba2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba2b.jpg?w=630&#38;h=88" medium="image">
			<media:title type="html">Lupa baca bismillah ketika kurba2b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba3.jpg?w=630&#38;h=108" medium="image">
			<media:title type="html">Lupa baca bismillah ketika kurba3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba4.jpg?w=630&#38;h=237" medium="image">
			<media:title type="html">Lupa baca bismillah ketika kurba4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba5.jpg?w=630&#38;h=245" medium="image">
			<media:title type="html">Lupa baca bismillah ketika kurba5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurba5b.jpg?w=630&#38;h=53" medium="image">
			<media:title type="html">Lupa baca bismillah ketika kurba5b</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurban6.jpg?w=630&#38;h=146" medium="image">
			<media:title type="html">Lupa baca bismillah ketika kurban6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abukarimah.files.wordpress.com/2011/10/lupa-baca-bismillah-ketika-kurban-7.jpg?w=630&#38;h=432" medium="image">
			<media:title type="html">Lupa baca bismillah ketika kurban 7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Jelang Idul Adha 1432 H (Yogyakarta, 22-23 Oktober 2011)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/21/kajian-jelang-idul-adha-1432-h-22-23-oktober-2011/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/21/kajian-jelang-idul-adha-1432-h-22-23-oktober-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 01:20:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih qurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[iedul adha]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan penyelenggaraan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[keutamaan dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[kiat memilih hewan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[Qurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11383</guid>
		<description><![CDATA[Hadirilah Kajian Jelang Idul Adha. Hari Pertama Tema: “KEUTAMAAN DI BULAN DZULHIJJAH DAN FIQIH QURBAN” Pemateri: Ustadz Arifin Ridin, Lc. Sabtu, 22 Oktober 2011 Pukul 08.30 – 11.30 WIB Di Masjid Pogung Raya Hari Kedua Tema: “KESALAHAN-KESALAHAN DALAM PENYELENGGARAAN QURBAN DAN KIAT MEMILIH HEWAN QURBAN” Pemateri: Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, M.A. Ahad, 23 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11383&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/kajian-qurban-idul-adha.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-11384" title="pengajian qurban idul adha" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/kajian-qurban-idul-adha.jpg?w=604" alt="kajian kurban idul adha "   /></a></p>
<p><span id="more-11383"></span></p>
<div id="post-1009">
<p>Hadirilah Kajian Jelang Idul Adha.</p>
<h3>Hari Pertama</h3>
<p>Tema:<br />
<strong>“KEUTAMAAN DI BULAN DZULHIJJAH DAN FIQIH QURBAN”</strong></p>
<p><strong>Pemateri:</strong><br />
Ustadz Arifin Ridin, Lc.</p>
<p>Sabtu, 22 Oktober 2011<br />
Pukul 08.30 – 11.30 WIB<br />
Di Masjid Pogung Raya</p>
<h3>Hari Kedua</h3>
<p>Tema:<br />
<strong>“KESALAHAN-KESALAHAN DALAM PENYELENGGARAAN QURBAN DAN KIAT MEMILIH HEWAN QURBAN”</strong></p>
<p>Pemateri:<br />
<strong>Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, M.A.</strong></p>
<p>Ahad, 23 Oktober 2011<br />
Pukul 08.30 – 11.30 WIB<br />
Di Masjid Pogung Raya</p>
<p><strong>Gratis, terbuka untuk Umum</strong><br />
<strong> Putra &amp; Putri</strong></p>
<p><strong>Untuk mendapatkan fasilitas buku panduan dan snack cukup dengan Rp 20.000,-</strong></p>
<p><strong>Pendaftaran via SMS:</strong><br />
0813 2426 1341 (Putra)<br />
0857 2942 8242 (Pitri)</p>
<p><strong>Penyelenggara:</strong><br />
<a title="www.ypia.or.id" href="http://ypia.or.id/">Panitia Qurban Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari</a></p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/kajian-jatinangor/'>Jadwal Kajian</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fiqih-qurban/'>fiqih qurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/idul-adha/'>idul adha</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/iedul-adha/'>iedul adha</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kesalahan-penyelenggaraan-qurban/'>kesalahan penyelenggaraan qurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/keutamaan-dzulhijjah/'>keutamaan dzulhijjah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kiat-memilih-hewan-qurban/'>kiat memilih hewan qurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kurban/'>kurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/qurban/'>Qurban</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11383&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/21/kajian-jelang-idul-adha-1432-h-22-23-oktober-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/kajian-qurban-idul-adha.jpg?w=92" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/kajian-qurban-idul-adha.jpg?w=92" medium="image">
			<media:title type="html">pengajian qurban idul adha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/kajian-qurban-idul-adha.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pengajian qurban idul adha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arisan Kurban</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/12/arisan-kurban/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/12/arisan-kurban/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[arisan kurban]]></category>
		<category><![CDATA[arisan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[berkurban]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[utang kurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11355</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, Assalamu ‘alaikum. Ustadz saya ada pertanyaan, di daerah sekitar kami ada arisan kurban. Biasanya, beberapa orang mengumpulkan uang beberapa ratus ribu untuk kemudian diundi. Pemenang undian berhak mendapatkan uang hasil itu untuk digunakan membeli hewan kurban. Bagaimana hukum kurban dengan cara semacam ini? Terima kasih. Ariqa (ariqa_XXXXX@yahoo.com) Jawaban: Wa’alaikumussalam… Arisan Kurban Mengadakan arisan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11355&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png"><img class="alignright size-full wp-image-11356" title="arisan-kurban" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png?w=604" alt=""   /></a>Pertanyaan</strong>, Assalamu ‘alaikum. Ustadz saya ada pertanyaan, di daerah sekitar kami ada <strong>arisan kurban</strong>. Biasanya, beberapa orang mengumpulkan uang beberapa ratus ribu untuk kemudian diundi. Pemenang undian berhak mendapatkan uang hasil itu untuk digunakan membeli hewan kurban. Bagaimana hukum kurban dengan cara semacam ini? Terima kasih.</p>
<p><em>Ariqa (ariqa_XXXXX@yahoo.com)</em></p>
<p><span id="more-11355"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><em></em></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam…</em></p>
<h3>Arisan Kurban</h3>
<p>Mengadakan arisan dalam rangka berkurban masuk dalam pembahasan berhutang untuk <strong>kurban</strong>. Karena hakikat arisan adalah hutang. Sekelompok orang mengumpulkan sejumlah uang, kemudian diserahkan kepada yang berhak dengan cara diundi. Orang yang mendapatkan jatah giliran uang ini, hakikatnya dia telah berhutang kepada seluruh teman-temannya yang ikut arisan.</p>
<p>Mengenai hukum berkurban dengan berhutang, sebagian ulama ada yang menganjurkannya meskipun harus berhutang. Di antaranya adalah Imam Abu Hatim sebagaimana dinukil oleh Ibn Katsir dari Sufyan At Tsauri (<em>Tafsir Ibn Katsir</em>, surat Al Hajj:36). Sufyan al-Tsauri <em>rahimahullah</em> mengatakan: “Dulu Abu Hatim pernah berhutang untuk membeli unta kurban. Beliau ditanya: “Apakah kamu berhutang untuk membeli unta kurban?” beliau jawab: “Saya mendengar Allah berfirman:</p>
<p>لَكُمْ فِيهَا خَيْر</p>
<p><em>“Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya (unta-unta kurban tersebut).” </em>(Q.s. Al Hajj:36).</p>
<p>(<em>Tafsir Ibn Katsir</em>, surat Al Hajj: 36)</p>
<p>Demikian pula Imam Ahmad dalam masalah akikah. Beliau menyarankan agar berhutang demi menghidupkan sunnah aqiqah di hari ketujuh setelah kelahiran. Salah satu putra Imam Ahmad, yang bernama Salih, pernah bertanya kepada beliau, “Ada seseorang yang anaknya baru lahir, namun dia tidak memiliki dana untuk aqiqah. Manakah yang lebih baik menurut Ayah: berhutang untuk aqiqah, atau mengakhirkan aqiqahnya sampai dia memiliki kemudahan untuk melaksanakannya?”</p>
<p>Imam Ahmad menjawab,</p>
<p>أشد ما سمعنا في العقيقة حديث الحسن عن سمرة عنه عليه الصلاة والسلام: (كل غلام مرتهن بعقيقته) وإني لأرجو إن استقرض أن يعجل له الخلف لأنه أحيا سنة من سننه عليه الصلاة والسلام واتبع ما جاء عنه</p>
<p>“Hadits yang paling jelas yang pernah kami dengar mengenai permasalahan aqiqah adalah hadits yang berkaitan dengan al-Hasan dari Samurah <em>radhiallahu ‘anhuma</em> dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, ‘Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.’ Aku berharap, jika dia berhutang (untuk aqiqah), agar Allah segera menggantinya, karena dia menghidupkan sunnah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan mengikuti ajaran yang beliau bawa.” (<em>Tuhfatu-l Maudud</em>, hlm. 64)</p>
<p>Sebagian ulama lain menyarankan untuk mendahulukan pelunasan hutang dari pada berkurban. Di antaranya adalah Syaikh Ibn Utsaimin dan ulama-ulama tim fatwa <em>islamweb.net</em> dibawah bimbingan Dr. Abdullah Al Faqih (<em>Fatwa Syabakah Islamiyah</em> no. 7198 dan 28826). Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan, <em> “Jika orang punya hutang maka selayaknya mendahulukan pelunasan hutangnya daripada berkurban.”</em> (<em>Syarhu-l Mumti’</em>, 7/455).</p>
<p>Bahkan Beliau pernah ditanya tentang hukum orang yang tidak jadi kurban karena uangnya diserahkan kepada temannya yang sedang terlilit hutang, dan beliau jawab,  “Jika dihadapkan dua permasalahan antara berkurban atau melunasi hutang orang yang faqir maka lebih utama melunasi hutang tersebut, lebih-lebih jika orang yang sedang terlilit hutang tersebut adalah kerabat dekat.” (<em>Majmu’ fatawa &amp; Risalah Ibn Utsaimin,</em> 18/144).</p>
<p>Sejatinya, pernyataan-pernyataan ulama di atas tidaklah saling bertentangan. Karena perbedaan ini didasari oleh perbedaan dalam memandang keadaan orang yang berhutang. Sikap ulama yang menyarankan untuk berhutang ketika kurban adalah untuk orang yang keadaanya mudah dalam melunasi hutang atau untuk hutang yang jatuh temponya masih panjang.</p>
<p>Sedangkan anjuran sebagian ulama untuk mendahulukan pelunasan hutang daripada kurban adalah untuk orang yang kesulitan melunasi hutang atau pemiliknya meminta agar segera dilunasi.</p>
<p>Dengan demikian, jika arisan kurban kita golongkan sebagai hutang yang jatuh temponya panjang atau hutang yang mudah dilunasi maka berkurban dengan arisan adalah satu hal yang baik. <em>Wallahu a’lam..</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong></p>
<p><strong>Artikel www.KonsultasiSyariah.com dan dipublikasikan kembali oleh www.salafiyunpad.wordpress.com</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/arisan-kurban/'>arisan kurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/arisan-qurban/'>arisan qurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/berkurban/'>berkurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hari-raya-kurban/'>hari raya kurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/idul-adha/'>idul adha</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/utang-kurban/'>utang kurban</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11355&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/12/arisan-kurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">arisan-kurban</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png" medium="image">
			<media:title type="html">arisan-kurban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makanan Impor dari Negara Kafir, Halalkah?</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/makanan-impor-negara-kafir-halal-haram/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/makanan-impor-negara-kafir-halal-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 09:46:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[halal]]></category>
		<category><![CDATA[haram]]></category>
		<category><![CDATA[makana haram]]></category>
		<category><![CDATA[makanan haram]]></category>
		<category><![CDATA[makanan impor]]></category>
		<category><![CDATA[makanan orang kafir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11339</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa Tanya: Assalamu&#8217;alaikum. Pak Ustadz, saya mau bertanya, apakah makan daging impor (sapi atau ayam) saat menghadiri pesta pernikahan yg disediakan oleh katering itu halal? Dan bila saya pergi ke negara non muslim, apakah makan daging ayam atau sapi juga halal? Sekian dan terima kasih. Wassalamu&#8217;alaikum. Jawab: Wa&#8217;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11339&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/makanan-impor.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="alignright size-medium wp-image-11340" title="makanan-impor" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/makanan-impor.jpg?w=300&h=187" alt="" width="300" height="187" /></span></a>Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tanya:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Assalamu&#8217;alaikum. Pak Ustadz, saya mau bertanya, apakah makan <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/makanan-impor-negara-kafir-halal-haram/" target="_blank"><span style="color:#000000;">daging impor</span></a> (sapi atau ayam) saat menghadiri pesta pernikahan yg disediakan oleh katering itu halal? Dan bila saya pergi ke negara non muslim, apakah makan daging ayam atau sapi juga halal? Sekian dan terima kasih.</span><br />
<span style="color:#000000;"> Wassalamu&#8217;alaikum.</span><br />
<span style="color:#000000;"> <span id="more-11339"></span></span><br />
<span style="color:#000000;"> <strong>Jawab:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Wa&#8217;alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu &#8216;alaa rasuulillah wa &#8216;alaa &#8216;aalihi washahbihii ajma&#8217;iin.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sebenarnya uraian tentang hukum makanan impor sangat panjang, tetapi akan kami coba jelaskan secara ringkas sebagai berikut;</span><br />
<span style="color:#000000;"> Makanan impor dari negeri kafir terbagi dua macam:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pertama: Makanan tersebut tidak butuh disembelih, seperti buah-buahan, permen dan sebagainya, maka hukumnya adalah halal dengan kesepakatan para ulama. (Tafsir al-Qurthubi 6/77)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Atau juga hewan laut, seperti ikan, udang, kerang dan sebagainya, maka hukumnya halal secara mutlak karena hewan laut atau air tidak butuh disembelih.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kedua: Makanan tersebut adalah daging binatang sembelihan, maka hal ini diperinci sebagai berikut;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">A.Apabila dari negeri kafir bukan Ahli kitab (bukan Yahudi atau Nashrani), seperti Cina, Rusia dan sebagainya, atau penyembelihnya adalah kafir bukan Ahli kitab di negeri manapun, maka asal hukumnya adalah haram, karena sembelihan orang kafir bukan Ahli kitab adalah haram dengan kesepakatan para ulama. Kecuali kita yakin sembelihan tersebut memenuhi kriteria Islam, maka hukumnya boleh. Seperti apabila sembelihan tersebut dari seorang kawan muslim yang tinggal di sana.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">B.Apabila dari negeri kafir Ahli kitab seperti Australia, Vatikan dan semisalnya, atau disembelih oleh Ahli kitab di negeri manapun, maka hal ini ada tiga keadaan;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pertama: Bila diketahui cara penyembelihannya sesuai dengan aturan syariat Islam, maka hukumnya adalah halal, karena sembelihan Ahli kitab adalah halal dengan kesepakatan para ulama.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kedua: Bila diketahui bahwa cara penyembelihannya tidak sesuai dengan cara Islam, maka hukumnya adalah haram.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ketiga: Bila tidak diketahui apakah penyembelihannya dengan cara islami atau tidak, hal ini diperselisihkan oleh ulama masa kini menjadi dua pendapat. Ada yang membolehkannya, karena hukum asal sembelihan ahli kitab adalah sah, dan ada yang mengharamkannya, karena asal daging binatang adalah haram hingga kita ketahui bahwa hewan tersebut disembelih dengan cara islami. Terlebih lagi dikuatkan data-data yang jelas dari Belanda dan Denmark bahwa penyembelihan mereka bukan dengan cara yang Islami, seperti dengan listrik, pukulan keras dan sebagainya. (Al-Ath’imah hal.150-166, DR.Shalih al-Fauzan).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Oleh karena itu, untuk lebih berhati-hati adalah tidak memakannya. Allohu A’lam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Syahrul Fatwa</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dipublikasikan kembali oleh www.salafiyunpad.wordpress.com dari http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/halal/'>halal</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/haram/'>haram</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/makana-haram/'>makana haram</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/makanan-haram/'>makanan haram</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/makanan-impor/'>makanan impor</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/makanan-orang-kafir/'>makanan orang kafir</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11339&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/makanan-impor-negara-kafir-halal-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/makanan-impor.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/makanan-impor.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">makanan-impor</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/makanan-impor.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">makanan-impor</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengedarkan Kotak Infak Saat Khatib Naik Mimbar</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/kotak-infaq-jumatan/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/kotak-infaq-jumatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 02:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kotak amal]]></category>
		<category><![CDATA[kotak infak hari jumat]]></category>
		<category><![CDATA[kotak infaq]]></category>
		<category><![CDATA[kotak infaq jum'atan]]></category>
		<category><![CDATA[kotak infaq pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11178</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa (Pengajar Ma&#8217;had Riyadhush Shalihin Pandeglang, Banten dan Pengasuh Majalah Al-Furqon) Tanya: Assalamu&#8217;alaikum. Ustadz, bagaimana hukum menjalankan kotak infaq di masjid pada saat ada khotib naik mimbar atau pada saat pengajian rutin? Jazakallahu khoiron. (Mujiono, Tanjungpinang) Jawab: Wa’alaikumussalam warohmatullohi wa barakaatuh. Pertanyaan ini mengandung dua pertanyaan; Pertama: Hukum menjalankan kotak infak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11178&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-full wp-image-11179 alignleft" title="kotak-infak-jumatan" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg?w=604" alt=""   /></span></a>Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa (Pengajar Ma&#8217;had Riyadhush Shalihin Pandeglang, Banten dan Pengasuh Majalah Al-Furqon)</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Tanya:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Assalamu&#8217;alaikum. Ustadz, bagaimana hukum menjalankan kotak infaq di masjid pada saat ada khotib naik mimbar atau pada saat pengajian rutin? Jazakallahu khoiron. (Mujiono, Tanjungpinang)</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Jawab:</strong></span><br />
<span style="color:#000000;"> Wa’alaikumussalam warohmatullohi wa barakaatuh.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pertanyaan ini mengandung dua pertanyaan;</span><br />
<span style="color:#000000;"> Pertama: Hukum menjalankan kotak infak di masjid saat khotib naik mimbar</span><br />
<span style="color:#000000;"> Kedua: Hukum menjalankan kotak infak saat pengajian rutin</span><br />
<span style="color:#000000;"> <span id="more-11178"></span></span><br />
<span style="color:#000000;"> Adapun jawaban soal pertama, maka sebagaimana kita maklumi bersama bahwa <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/kotak-infaq-jumatan/" target="_blank"><span style="color:#000000;"><strong>khutbah Jum’at</strong></span></a> merupakan bagian terpenting dalam pelaksanaan shalat Jum’at. Bahkan mayoritas ulama mengatakan bahwa khutbah jum’at adalah syarat sahnya shalat jum’at. (Lihat Al-Mughni 2/74, Bada’I as-Shona’I 1/262)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Karena urgennya khutbah jum’at maka ada beberapa perkara yang harus di perhatikan oleh para hadirin shalat jum’at. Diantaranya adalah larangan berbicara ketika khotib sedang menyampaikan khutbahnya, berdasarkan hadits;</span><br />
<span style="color:#000000;"> إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ . وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ</span><br />
<span style="color:#000000;"> Artinya: &#8220;Apabila engkau berkata kepada saudaramu pada hari jum’at: Diamlah!Sedangkan imam sedang berkhutbah maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia. (HR.Bukhari: 934, Muslim: 851)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Demikian pula tidak diperkenankan bagi para hadirin untuk melakukan perbuatan sia-sia seperti bermain-main batu krikil, bermain-main jam dan sebagainya. Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda;</span><br />
<span style="color:#000000;"> مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا</span><br />
<span style="color:#000000;"> Artinya: &#8220;Barangsiapa yang berwudhu dan membagusi wudhunya kemudian mendatangi shalat jum&#8217;at dan diam mendengarkan khutbah, maka baginya ampunan antara jumat dengan jum&#8217;at berikutnya dan tambahan tiga hari. Barangsiapa yang memegang batu krikil sungguh dia telah berbuat sia-sia. ( HR.Muslim: 857)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Imam an-Nawawi rahimahullahu mengatakan: “Hadits ini berisi larangan dari memegang batu krikil dan selainnya dari jenis-jenis perbuatan yang sia-sia ketika khutbah jum’at. Dan di dalam hadits ini juga terdapat isyarat untuk menghadapkan hati dan anggota badan saat sedang khutbah jum’at”. (Syarah Shohih Muslim 3/229)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berkata Syeikh Masyhur Hasan Salman:</span><br />
<span style="color:#000000;"> ومن هذا الباب ما شاهدته من بعض سنوات في بعض مساجد القرى، من الدوران على الناس يوم الجمعة بصندوق لجمع التبرعات والإمام يخطب</span><br />
<span style="color:#000000;"> Artinya: &#8220;Dan termasuk dalam bab ini (kesalahan yang berkaitan dengan shalat jumat) apa yang saya saksikan beberapa tahun ini di masjid-masjid pedesaan, dimana mereka menjalankan kotak amal pada hari jumat sedangkan imam dalam keadaan berkhuthbah&#8221; (Al-Qaulul Mubin fii Akhthaail Mushalliin hal:340)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari sini, maka tidak sepantasnya mengedarkan kotak amal saat khotib naik mimbar. Karena hal itu dapat mengganggu khutbah dan membuyarkan konsentrasi para makmum yang sedang mendengarkan khutbah. Selayaknya kotak amal tersebut diletakkan di depan masjid atau tempat lainnya yang tidak mengganggu jalannya ibadah.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Adapun soal kedua, menjalankan kotak amal saat pengajian rutin maka hukum asalnya adalah boleh, dan saya tidak mengetahui ada dalil yang melarangnya. Allohu A’lam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Syahrul Fatwa</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dipublikasikan oleh <a href="http://www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.salafiyunpad.wordpress.com</span></a> dari <a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/menjalankan-kotak-infak-ketika-khuthbah.html" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-amal/'>kotak amal</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-infak-hari-jumat/'>kotak infak hari jumat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-infaq/'>kotak infaq</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-infaq-jumatan/'>kotak infaq jum'atan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-infaq-pengajian/'>kotak infaq pengajian</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11178&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/kotak-infaq-jumatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg?w=99" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">kotak-infak-jumatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kotak-infak-jumatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haramkah Foto?</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/hukum-foto-dalam-islam/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/hukum-foto-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 02:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>
		<category><![CDATA[foto haram]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[Gambar]]></category>
		<category><![CDATA[hukum foto]]></category>
		<category><![CDATA[melukis]]></category>
		<category><![CDATA[patung]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11173</guid>
		<description><![CDATA[هذا يسأل عن أنه يختبر بصور فتوغرافية  قبل أن يوفقه الله عز وجل فى الهداية التامة فيسأل عن حكمها. Ada seorang yang bercerita bahwa dia dahulu sebelum mendapatkan taufik dari Allah dalam hidayah yang sempurna pernah mencucicetakkan foto. Dia lantas menanyakan hukum dari foto. صورة فتوغرافية، هذه المسألة تعرفون أن أهل العلم قد اختلفوا فى [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11173&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="rtl"><span style="color:#000000;"><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/hukum-foto.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-full wp-image-11175 alignleft" title="hukum-foto" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/hukum-foto.jpg?w=604" alt=""   /></span></a>هذا يسأل عن أنه يختبر بصور فتوغرافية  قبل أن يوفقه الله عز وجل فى الهداية التامة فيسأل عن حكمها.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ada seorang yang bercerita bahwa dia dahulu sebelum mendapatkan taufik dari Allah dalam hidayah yang sempurna pernah mencucicetakkan foto. Dia lantas menanyakan hukum dari foto.</span></p>
<p dir="rtl"><span style="color:#000000;">صورة فتوغرافية، هذه المسألة تعرفون أن أهل العلم قد اختلفوا فى حكمها. ولكن على قول من قال بالجواز فإن الاحتفاظ بها غير مرغوب فيه وينبغي للمسلم الا يختبر مثل هذه الصور.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jawaban <strong>Syaikh Abdus Salam Barjas,</strong> “<a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/hukum-foto-dalam-islam/" target="_blank"><span style="color:#000000;">Gambar  foto</span></a> adalah suatu permasalahan yang kalian ketahui hukumnya diperselisihkan oleh para ulama. Akan tetapi menurut pendapat ulama yang membolehkan foto, menyimpan foto bukanlah perbuatan yang dianjurkan sehingga selayaknya seorang muslim tidak mencuci cetakkan foto.<span id="more-11173"></span></span></p>
<p dir="rtl"><span style="color:#000000;">نعم، أنا ممن يجوز هذه الصور سواء لحاجة أو لغير حاجة. وذلك لأنه لا يشملها الأدلة في تحريم التصوير. وإنما الأدلة في تحريم التصوير إنما تشمل التماثيل وما عمل باليد فهذا هو محل الإجماع بين العلماء رحمهم الله تعالى.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Memang aku adalah diantara yang membolehkan gambar foto baik karena ada kebutuhan atau pun tanpa ada kebutuhan karena gambar foto itu tidak tercakup dalam dalil-dalil yang melarang membuat gambar. Dalil-dalil yang melarang membuat gambar hanyalah mencakup patung dan lukisan dengan tangan. Terlarangnya membuat patung dan melukis dengan tangan adalah perkara yang disepakati oleh para ulama.</span></p>
<p dir="rtl"><span style="color:#000000;">وأما هذه الصورفإنها ليست تضاهي خلق الله وإنما هي نفس الخلق الذي خلقه الله عز وجل ولكن حبس ظله. والنبي- عليه الصلاة والسلام- عرف المصورين أنهم الذين يضاهئون خلق الله. فمضاهاة بخلق الله بمعنى أنهم يقلدون صفة خلق الإنسان كما خلقه الله سبحانه وتعالى إما عن طريق النحت والمجسمة وإما عن طريق اليد.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sedangkan gambar foto itu tidak menyaingi ciptaan Allah karena yang ada di foto itu adalah ciptaan Allah itu sendiri cuman bayang-bayangan ciptaan Allah itu ditahan di lembaran kertas foto. Makna dari ‘menyaingi ciptaan Allah’ adalah meniru bentuk dari rupa makhluk hidup sebagaimana yang Allah ciptakan boleh jadi dengan cara memahat, membuat patung atau pun dengan ketrampilan tangan.</span></p>
<p dir="rtl"><span style="color:#000000;">وهذا غير متحقق في مثل هذه الصور. ولكن مع ذلك فإن تركها والابتعاد عنها وعدم اتخاذها مما يرغب فيه ولا أجيبه</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Persyaratan ini tidak terpenuhi pada gambar foto. Meski demikian, meninggalkan, menjauhi perbuatan mengambil gambar foto atau pun menyimpan foto adalah sesuatu yang dianjurkan akan tetapi menurutku tidak sampai derajat wajib” [Fatwa Syaikh Abdus Salam Barjas pada tanggal 17 Juli 2003 di Provinsi Syariqoh Uni Emirat Arab dalam acara Liqa al Maftuh daurah beliau. Transkip fatwa beliau di atas bisa disimak  pada menit 15:55-17:49 dalam rekaman video beliau di atas].</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dipublikasikan oleh <a href="http://www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.salafiyunpad.wordpress.com</span></a> dari <a href="http://www.ustadzaris.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.ustadzaris.com</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fikih/'>fikih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/foto-haram/'>foto haram</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fotografi-dalam-islam/'>fotografi dalam islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/gambar/'>Gambar</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hukum-foto/'>hukum foto</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/melukis/'>melukis</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/patung/'>patung</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/video/'>video</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11173&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/hukum-foto-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/hukum-foto.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/hukum-foto.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hukum-foto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/hukum-foto.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hukum-foto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lupa Belum Bayar Utang Puasa Bagi Wanita Nifas, Qadha Puasa atau Bayar Fidyah?</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/qadha-puasa-wanita-nifas/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/qadha-puasa-wanita-nifas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 02:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[fikih puasa]]></category>
		<category><![CDATA[qadha puasa wanita nifas]]></category>
		<category><![CDATA[qodho puasa ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[wanita nifas ganti puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11168</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa Tanya: Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh. Saya mau bertanya, dulu saat istri melahirkan sebulan tidak puasa (nifas), dan baru sekarang ini ingat dan ingin membayarnya, apakah bisa kita mengqodho dengan memberi makan faqir miskin (fidyah). Terima kasih. (Hendra) Jawab: Wa&#8217;alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah washshalatuwassalamu &#8216;alaa rasulillah. Pertama: Hukum Puasa Wanita Yang Nifas Wanita yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11168&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg"><img class="size-full wp-image-11170 alignleft" title="wanita nifas ganti puasa" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg?w=604" alt="qadha puasa wanita nifas menyusui"   /></a>Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa</strong></p>
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh.</p>
<p>Saya mau bertanya, dulu saat istri melahirkan sebulan tidak puasa (nifas), dan baru sekarang ini ingat dan ingin membayarnya, apakah bisa kita mengqodho dengan memberi makan faqir miskin (fidyah). Terima kasih. (Hendra)<br />
<span id="more-11168"></span><br />
<strong>Jawab:</strong></p>
<p>Wa&#8217;alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuhu.</p>
<p>Alhamdulillah washshalatuwassalamu &#8216;alaa rasulillah.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pertama:</strong> Hukum Puasa Wanita Yang Nifas</p>
<p>Wanita yang melahirkan disebut juga dengan wanita nifas. Karena nifas secara bahasa maknanya adalah melahirkan. (Lisaanul &#8216;Arob 6/238, Ibnul Manzhur, An-Nihayah 5/95, Ibnul Atsir).</p>
<p>Sedangkan secara terminology syari’at nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena sebab melahirkan. (Risalah Fid Dimaa at-Thobi’iyyah hal.51, Ibnu Utsaimin).</p>
<p>Wanita yang sedang haidh dan nifas tidak boleh puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah, dan para ulama telah sepakat dalam masalah ini. (Lihat Marotib al-Ijma’ hal.40, Ibnu Hazm, al-Ijma’ hal.43, Ibnul Mundzir, al-Mughni 4/397, Ibnu Qudamah)</p>
<p>Rasululloh shallallahu &#8216;alaihiwasallam bersabda:</p>
<p>أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ؟ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا</p>
<p>Bukankah wanita jika sedang haidh dia tidak shalat dan tidak puasa? Itulah bentuk kurang agamanya. (HR.Bukhari: 304, Muslim: 132)<br />
Imam Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan: “Hukum wanita nifas sama halnya dengan hukum wanita haidh dalam seluruh perkara yang diharamkan dan kewajiban yang gugur bagi mereka, kami tidak mengetahui ada perselisihan dalam masalah ini”. (Al-Mughni 1/350)</p>
<p><strong>Kedua</strong>: Cara Wanita Yang Nifas Mengganti Puasa</p>
<p>Aisyah radhiyallahu &#8216;anhaa berkata: “Kami mengalami haidh pada zaman Rasululloh, maka kami diperintah untuk mengqodho puasa dan tidak diperintah untuk mengqodho shalat”. (HR.Bukhari: 321, Muslim: 335)</p>
<p>Dan cara wanita nifas mengganti puasa sama dengan cara wanita haidh, dengan demikian, wanita yang nifas wajib mengganti puasa (qodho), dan tidak boleh membayar hutang puasanya dengan memberi makan fakir miskin (fidyah).</p>
<p>Akan tetapi, umumnya wanita yang melahirkan mereka juga langsung menyusui anaknya. Dan wanita yang menyusui boleh tidak puasa serta wajib mengganti puasanya dengan qodho atau membayar fidyah.</p>
<p>Sehingga dalam diri wanita yang melahirkan terkumpul dua keadaan;</p>
<p>Keadaan Pertama; keadaan nifas, ini disebut dengan keadaan yang menghalangi dan melarang (Janib al-Haazhir wal Mani’).</p>
<p>Keadaan Kedua; keadaan menyusui, ini disebut dengan keadaan yang membolehkan untuk berbuka puasa (janib al-mubiih).<br />
Dan para ulama telah menjelaskan jika berkumpul antara keadaan yang melarang dan keadaan yang membolehkan maka keadaan yang melarang itulah yang dimenangkan. Kaidahnya dalam bahasa arab berbunyi; Idzajtama’a Jaanib al-Haazhir wal Mubiih Ghulliba Jaanib al-Haazhir.<br />
Maka wanita yang melahirkan wajib mengqodho puasanya, dan tidak boleh membayar dengan fidyah. Allohu A’lam.</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Waktu Pelunasan Hutang Puasa</p>
<p>Dalam pertanyaan di atas ada yang masih kurang jelas, yaitu ucapan saudara dulu saat istri melahirkan sebulan tidak puasa, waktu dulu disini apakah satu tahun yang lalu, yaitu setahun sebelum bulan Ramadhan tahun ini ataukah beberapa tahun yang lalu sebelum Ramadhan tahun ini? Karena jika maksudnya waktu dulu yaitu setahun yang lalu maka anda benar, boleh melunasi hutang puasa tahun lalu saat ini, karena wanita haidh dan nifas mengganti puasa Ramadhan pada hari mana saja yang dia mampu. Boleh mengakhirkannya selama belum datang bulan Ramadhan berikutnya. Aisyah berkata: “Aku punya utang puasa Ramadhan dan aku tidak mampu membayarnya kecuali pada bulan Sya’ban”. (HR.Muslim: 1146)</p>
<p>Imam Ibnu Qudamah mengatakan: “Andaikan mengakhirkan membayar utang puasa Ramadhan boleh lewat Ramadhan berikutnya tentulah akan dikerjakan oleh Aisyah”. ( Al-Kaafii 1/359)</p>
<p>Akan tetapi jika maksud dari waktu dulu disini adalah beberapa tahun yang lalu, maka hukum orang yang mengakhirkan hutang puasa sampai lewat Ramadhan ada dua keadaan;</p>
<p>Pertama: jika dia melakukannya karena udzur yang terus menerus, sehingga tidak mampu melunasi hutang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya, maka tidak ada dosa baginya, dan dia wajib mengganti hutang puasanya setelah Ramadhan berakhir atau kapan saja selama belum datang bulan Ramadhan lagi.</p>
<p>Alloh berfirman;</p>
<p>لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا [البقرة/286]<br />
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS.al-Baqoroh: 286).</p>
<p>Kedua: jika dia melakukannya karena lalai dan peremehan tanpa udzur, maka menurut sebagian ulama cukup baginya mengganti hutang puasanya dan tidak perlu diiringi dengan memberi makan fakir miskin (fidyah). Karena Alloh berfirman;</p>
<p>فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ [البقرة/184]</p>
<p>Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS.al-Baqoroh: 184).</p>
<p>Dan wajib baginya bertaubat dan memohon ampun kepada Alloh atas kelalaian dan peremehannya tanpa udzur.</p>
<p>Namun sebagian sahabat seperti Ibnu Abbas dan Abu Hurairoh berfatwa bahwa orang yang lalai membayar hutang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya maka dia mengqadha puasanya dan juga memberi makan fakir miskin. Riwayat ini telah shahih datang dari mereka sebagaimana dalam sunan ad-Daroquthni 2/197, dan inilah yang difatwakan oleh Syaikh Ibnu Baz dalam fatwanya. Allohu A’lam.</p>
<p>Syahrul Fatwa</p>
<p>Dipublikasikan kembali oleh <a href="http://www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a> dari <a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/wanita-yang-meninggalkan-puasa-karena.html" target="_blank">http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/muslimah/'>muslimah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fikih-puasa/'>fikih puasa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/qadha-puasa-wanita-nifas/'>qadha puasa wanita nifas</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/qodho-puasa-ramadhan/'>qodho puasa ramadhan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/wanita-menyusui/'>wanita menyusui</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/wanita-nifas-ganti-puasa/'>wanita nifas ganti puasa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11168&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/qadha-puasa-wanita-nifas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">wanita nifas ganti puasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wanita nifas ganti puasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mengganti Puasa Ramadhan yang Batal Karena Jima&#8217;</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/ganti-puasa-batal-jima/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/ganti-puasa-batal-jima/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 02:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[batal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[fikih puasa]]></category>
		<category><![CDATA[fiqh ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan intim]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan sex]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[jima']]></category>
		<category><![CDATA[puasa batal qadha puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11163</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa Tanya: Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada puasa tahun 2009 saya pernah satu kali berhubungan intim dengan istri di siang hari. Namun hingga masuk pada puasa 2010 saya belum mengganti puasa yang batal tersebut. Kini sudah masuk 2011 saya berniat membayarnya, bagaimanakah hukum dan caranya? Terimakasih, Wasalammu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(SU) Jawab: Wa&#8217;alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh. Alhamdulillah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11163&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-11164" title="qadha puasa batal karena jima'" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg?w=604" alt="puasa batal karena hubungan suami istri"   /></a>Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa</strong></p>
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>
<p>Pada puasa tahun 2009 saya pernah satu kali <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/ganti-puasa-batal-jima/" target="_blank"><strong>berhubungan intim</strong></a> dengan istri di siang hari. Namun hingga masuk pada puasa 2010 saya belum mengganti puasa yang batal tersebut. Kini sudah masuk 2011 saya berniat membayarnya, bagaimanakah hukum dan caranya? Terimakasih,</p>
<p>Wasalammu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(SU)<br />
<span id="more-11163"></span><br />
<strong>Jawab:</strong></p>
<p>Wa&#8217;alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh.</p>
<p>Alhamdulillah washshsalaatu wassalaamu &#8216;alaa rasuulillah.</p>
<p>Berhubungan intim dengan istri pada siang hari bulan Ramadhan termasuk dosa dan membatalkan puasa. Alloh ta&#8217;aalaa berfirman:</p>
<p>أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ .البقرة/187</p>
<p>Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (QS.al-Baqoroh: 187).</p>
<p>Abu Hurairoh radhiyallahu &#8216;anhu berkata: “Tatkala kami sedang duduk-duduk di sekitar Rasulullah, datanglah seorang laki-laki. Lalu dia berkata: “Wahai Rasulullah celakalah saya”. Beliau bertanya: Ada apa denganmu? Dia menjawab: Saya telah bersetubuh dengan isteri saya, padahal saya sedang puasa. Rasulullah lantas bertanya; Apakah engkau mempunyai seorang budak yang dapat engkau bebaskan? Dia menajawab: Tidak!. Rasulullah kembali bertanya: Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut? Dia menjawab: Tidak! Rasulullah bertanya lagi: Apakah kamu mampu memberi makan kepada enam puluh orang miskin? Dia menjawab: Tidak. Lalu Rasulullah diam sejenak. Tiba-tiba Rosululloh dibawakan sekeranjang korma. Beliau bertanya: Mana yang tadi bertanya? Dia menjawab: Saya. Beliau berkata: Ambillah sekeranjang korma ini dan bersedekahlah dengannya!. Laki-laki tadi malah berkata; Apakah kepada orang yang lebih miskin dari saya wahai Rosulullah? Demi Alloh, tidak ada keluarga di daerah ini yang lebih miskin daripada saya! Rosulullah akhirnya tertawa hingga gigi gerahamnya terlihat. Lalu beliau bersabda: Berikanlah korma ini kepada keluargamu!(HR.Bukhari: 1936, Muslim: 1111)</p>
<p>Berdasarkan hadist di atas, orang yang bersetubuh di siang hari di bulan ramadhan, selain batal puasa dan berdosa, maka dia wajib membayar kaffarot dengan urutan sebagai berikut</p>
<p>Pertama; Membebaskan budak.</p>
<p>Kedua ; Bila tidak mendapatkan budak maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut.</p>
<p>Ketiga: Bila tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut maka memberi makan enam puluh orang miskin.<br />
Selain itu dia juga wajib mengqodho puasa, menurut pendapat mayoritas ulama, karena orang yang bersetubuh telah merusak satu hari Romadhan, maka wajib baginya untuk menggantinya pada hari yang lain, sebagaimana jika dia batal puasanya karena makan dan minum. (At-Tamhid 7/157, Ibnu Abdil Barr)</p>
<p>Sebagian ulama seperti Ibnu Hazm (Al-Muhalla 6/264) dan Imam Syafii (Lihat al-Mughni 4/372 ) berpendapat bahwa tidak ada qodho bagi yang bersetubuh pada siang hari bulan Romadhan. Karena nabi tidak memerintahkan laki-laki tadi untuk mengganti puasanya. Adapun riwayat yang mengatakan maka berpuasalah sebagai ganti hari yang batal adalah riwayat yang syadz (ganjil) tidak bisa dijadikan dalil.<br />
Dan pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat pertama, karena tidak kita ragukan bahwa mengganti puasa adalah lebih berhati-hati dan lebih melepaskan tanggungan. Allohu A’lam. (Minhatul ‘Allam 5/68 )</p>
<p>Dengan demikian saudara penanya tetap berkewajiban untuk membayar kaffarot, dan mengganti puasa yang ditinggalkan. Nasehat kami, bersegeralah menunaikan tanggungan ini, disertai taubat yang nashuha kepada Allah.</p>
<p>Syahrul Fatwa</p>
<p>Dipublikasikan kembali oleh <a href="http://www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a> dari <a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/mengganti-puasa-ramadhan-yang-batal.html" target="_blank">http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/batal-puasa/'>batal puasa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fikih-puasa/'>fikih puasa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fiqh-ramadhan/'>fiqh ramadhan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hubungan-intim/'>hubungan intim</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hubungan-sex/'>hubungan sex</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hubungan-suami-istri/'>hubungan suami istri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jima/'>jima'</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/puasa-batal-qadha-puasa/'>puasa batal qadha puasa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/puasa-ramadhan/'>puasa ramadhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11163&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/ganti-puasa-batal-jima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">qadha puasa batal karena jima&#039;</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">qadha puasa batal karena jima&#039;</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
