<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; hizbiyah &#38; harokah</title>
	<atom:link href="http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Islam Dakwah Salafiyah Download Free Video Ebook Ceramah MP3 Gratis Ahlus Sunnah Kajian Islam Wanita Fikih Aqidah Konsultasi Syariah Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 03:26:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salafiyunpad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6537b21b5cf0022e32532148ead410c8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; hizbiyah &#38; harokah</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salafiyunpad.wordpress.com/osd.xml" title="Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salafiyunpad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mereka Adalah Para Khawarij (Inilah Sifat dan Ciri Utama Kelompok Sesat Khawarij-Teroris)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/16/mereka-adalah-para-khawarij/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/16/mereka-adalah-para-khawarij/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 23:50:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Abu bakar Ba'asyir]]></category>
		<category><![CDATA[bom bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Keluar dari taat pada penguasa]]></category>
		<category><![CDATA[Menghalalkan darah kaum muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[Mengkafirkan kaum muslimin]]></category>
		<category><![CDATA[mereka adalah khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[pemboman]]></category>
		<category><![CDATA[takfir]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh khawarij indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz abb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10416</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Al-Ustadz Al-Fadhil Muhammad Abduh Tuasikal, S.T. Syaikhuna Syaikh Sholeh Al Fauzan ditanya, “Apakah di zaman ini ada yang masih membawa pemikiran Khawarij?” Jawab beliau hafizhohullah, Ya Subhanallah .. Memang benar masih ada di zaman ini. Tidakkah perbuatan seperti ini adalah perbuatan Khawarij?! Yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Yang lebih kejam lagi karena pemikiran semacam itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10416&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp" style="text-align:left;"><strong><span style="color:#000000;"><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-jat-khawarij.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-10426" title="logo-jat-khawarij" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-jat-khawarij.jpg?w=604" alt=""   /></a>Penulis: <em>Al-Ustadz Al-Fadhil</em> Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.</span></strong></div>
<p><span style="color:#000000;">Syaikhuna Syaikh Sholeh Al Fauzan ditanya, “Apakah di zaman ini ada yang masih membawa pemikiran Khawarij?”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jawab beliau hafizhohullah,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ya Subhanallah .. Memang benar masih ada di zaman ini. Tidakkah perbuatan seperti ini adalah perbuatan Khawarij?! Yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Yang lebih kejam lagi karena pemikiran semacam itu sampai-sampai mereka tega membunuh kaum muslimin dan benar-benar melampaui batas. <strong>Inilah madzhab Khawarij</strong>. Ada 3 sifat utama mereka:<span id="more-10416"></span></span></p>
<ol>
<li><strong><span style="color:#000000;">Mengkafirkan kaum muslimin</span></strong></li>
<li><strong><span style="color:#000000;">Keluar dari taat pada penguasa</span></strong></li>
<li><strong><span style="color:#000000;">Menghalalkan darah kaum muslimin</span></strong></li>
</ol>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Inilah model pemikiran Khawarij. Seandainya ada yang dalam hatinya pemikiran semacam itu, namun tidak ditunjukkan dalam ucapan dan perbuatan, tetap ia disebut Khawarij dalam aqidahnya dan pemikirannya.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">[Dinukil dari <em>Fatawa Asy Syar’iyyah fil Qodhoya Al ‘Ashriyyah</em>, hal. 86]</span></p>
<p><span style="color:#000000;">***</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Fatwa Syaikh Sholeh Al Fauzan di atas menunjukkan bagaimana <strong>Khawarij di zaman ini masih ada, bahkan akan terus bermunculan</strong>. Kami sengaja mengangkat fatwa tersebut untuk menunjukkan bahwa fenomena pemboman, <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/04/25/kiat-mengatasi-terorisme-di-tengah-kaum-muslimin/" target="_blank"><strong>teror dan kekerasan</strong></a> yang terjadi di negeri kita, tidak lepas dari peran Khawarij. Sifat mereka amat keras, jauh dari ulama, sehingga bertindak seenaknya. Mereka begitu mudah mengkafirkan penguasa. Bahkan para polisi dan tentara sebagai kaki tangan penguasa disebut para pembela thoghut. Maka wajar jika para Khawarij pernah melakukan teror bom bunuh diri di masjid kepolisian di hari barokah, hari Jumat. Itulah latar belakang mereka bisa melakukan pemboman. <strong><a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/04/18/bermula-dari-pengkafiran-berujung-pengeboman/" target="_blank">Awalnya dari pengkafiran, ujung-ujungnya adalah pengeboman</a>.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Salah satu <strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/ustadz-abu-bakar-baasyir-khawarij-teroris.jpg" target="_blank">pemimpin besar mereka</a></strong> saat ini telah divonis 15 tahun penjara. Walaupun di balik jeruji, namun pemikirannya tidak bisa terkungkung karena pemikiran rusak Khawarij telah menyebar ke mana-mana khususnya di kalangan para pemuda. Benarlah kata Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</span></p>
<p class="arab" style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">سَيَخْرُجُ قَوْمٌ فِى آخِرِ الزَّمَانِ ، حُدَّاثُ الأَسْنَانِ ، سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ ، يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ ، لاَ يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ</span></p>
<p><span style="color:#000000;">“<em>Akan keluar pada akhir zaman suatu kaum, umurnya masih muda, sedikit ilmunya, mereka mengatakan dari sebaik-baik manusia. Iman mereka tidak melebihi kerongkongannya. Mereka terlepas dari agama mereka seperti terlepasnya anak panah dari busurnya</em>&#8220;. (Muttafaqun ‘alaih).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tugas kita adalah belajar dan belajar serta terus dekat pada para ulama sehingga kita bisa benar dalam <strong>meniti jalan yang ditunjuki oleh</strong> <strong>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan <em>salaful ‘ummah</em>, generasi emas dari umat ini.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Semoga Allah menjauhkan kita dari pemikiran menyimpang dan menunjuki kita ke jalan-Nya yang lurus. <em>Wallahu waliyyut taufiq.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Riyadh-KSA, 15 Rajab 1432 H (16/06/2011)</span></p>
<p><strong><span style="color:#000000;">Artikel <a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3474-3-sifat-khawarij.html" target="_blank">www.rumaysho.com</a> dan dipublikasikan ulang oleh <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/" target="_blank">www.Salafiyunpad.wordpress.com</a></span></strong></p>
<p><strong>Baca juga: </strong></p>
<p><strong><a title="Oleh Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah- Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah- ditanya tentang kematian seorang khawarij Usamah bin Ladin (Osama bin Laden) bertepatan dengan hari Senin (28/5/1432 H) ba’da shalat Isya. Soal: Apa pendapat yang objektif tentang kematian Usamah bin Ladin karena ada yang bergembira dengan kematiannya dan s […]" href="../2011/05/24/osama-bin-laden-sang-mujahid-di-jalan-setan-fatwa-syaikh-abdul-muhsin-al-abbad/">Osama bin Laden, Sang Mujahid di Jalan Setan [Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad]</a></strong> <strong></strong><br />
<strong><a title="Berikut ini kami hadirkan pandangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah, &amp; Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah) terhadap Syaikh Usamah bin Laden rahimahullah (pimpinan jaringan Al-Qaeda). Semoga bermanfaat. Perkataan Syaikh Bin Baz tentang Usamah bin  […]" href="../2011/05/05/syaikh-usamah-bin-laden-rahimahullah-di-mata-ulama-ahlus-sunnah/">Syaikh Osama bin Laden Rahimahullah di Mata Ulama Ahlus Sunnah</a></strong><br />
<strong><a title="Tautan Tetap ke Inilah Perbedaan Antara Salafi dengan Takfiri (Baca: Teroris Khawarij) [Penting untuk Anda Ketahui!]" href="../2011/06/06/inilah-perbedaan-antara-salafi-dengan-takfiri-baca-khariji-penting-untuk-anda-ketahui/" rel="bookmark">Inilah Perbedaan Antara Salafi dengan Takfiri (Baca: Teroris Khawarij) [Penting untuk Anda Ketahui!]</a></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/firqoh/'>Firqoh</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/abu-bakar-baasyir/'>Abu bakar Ba'asyir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/bom-bunuh-diri/'>bom bunuh diri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/keluar-dari-taat-pada-penguasa/'>Keluar dari taat pada penguasa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/menghalalkan-darah-kaum-muslimin/'>Menghalalkan darah kaum muslimin</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/mengkafirkan-kaum-muslimin/'>Mengkafirkan kaum muslimin</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/mereka-adalah-khawarij/'>mereka adalah khawarij</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pemboman/'>pemboman</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/takfir/'>takfir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/teroris/'>teroris</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/terorisme/'>terorisme</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tokoh-khawarij-indonesia/'>tokoh khawarij indonesia</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ustadz-abb/'>ustadz abb</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10416&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/16/mereka-adalah-para-khawarij/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-jat-khawarij.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-jat-khawarij.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">logo-jat-khawarij</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-jat-khawarij.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">logo-jat-khawarij</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Osama bin Laden, Sang Mujahid di Jalan Setan [Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/24/osama-bin-laden-sang-mujahid-di-jalan-setan-fatwa-syaikh-abdul-muhsin-al-abbad/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/24/osama-bin-laden-sang-mujahid-di-jalan-setan-fatwa-syaikh-abdul-muhsin-al-abbad/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 04:26:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[fatwan ulama salaf]]></category>
		<category><![CDATA[jalan islam]]></category>
		<category><![CDATA[jalan kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[mujahid]]></category>
		<category><![CDATA[mujahid jalan syakthon]]></category>
		<category><![CDATA[osama bin laden]]></category>
		<category><![CDATA[osama bin laden mujahid jalan setan]]></category>
		<category><![CDATA[takfiri]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[thaghut]]></category>
		<category><![CDATA[usamah bin ladin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10051</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah- Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah- ditanya tentang kematian seorang khawarij Usamah bin Ladin (Osama bin Laden) bertepatan dengan hari Senin (28/5/1432 H) ba’da shalat Isya. Soal: Apa pendapat yang objektif tentang kematian Usamah bin Ladin karena ada yang bergembira dengan kematiannya dan sebaliknya ada yang mengatakan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10051&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2009/08/jihad.jpg"><img class="alignright" title="jihad" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2009/08/jihad.jpg?w=300&h=204" alt="" width="300" height="204" /></a>Oleh Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -<em>hafizhahullah</em>-</strong></p>
<p>Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -<em>hafizhahullah</em>- ditanya tentang kematian seorang khawarij <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/24/osama-bin-laden-sang-mujahid-di-jalan-setan-fatwa-syaikh-abdul-muhsin-al-abbad/" target="_blank"><strong>Usamah bin Ladin</strong></a> (<strong>Osama bin Laden</strong>) bertepatan dengan hari Senin (28/5/1432 H) ba’da shalat Isya.</p>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Apa pendapat yang objektif tentang kematian Usamah bin Ladin karena ada yang bergembira dengan kematiannya dan sebaliknya ada yang mengatakan bahwa ia adalah seorang <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/23/bom-bunuh-diri-jihadkah-meluruskan-pemahaman-syariat-jihad-kepada-kaum-muslimin/" target="_blank"><strong>mujahid</strong></a> dan mengatakan bahwa dia mati syahid?<span id="more-10051"></span></p>
<p><strong>Jawab</strong>:</p>
<p>Bagaimana mungkin dia disebut sebagai mujahid? <span style="color:#ff0000;"><strong>Na’am, dia mujahid di jalan syaithan.</strong></span> Usamah bin Ladin membawa petaka yang besar bagi kaum muslimin. Tidak diragukan lagi bahwa <strong>kematiannya mendatangkan ketentraman bagi kaum muslimin</strong>. Umat manusia menjadi lebih tenang dengan kepergiannya.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=120559</p>
<p class="arab" style="text-align:right;">سُئل شيخنا عبدالمحسن بن حمد العبَّاد البدر عن مقتل الخارجي أسامة بن لادن<br />
الموافق لـيوم الأثنين 28/5/1432هـ بعد صلاة العشاء (بدون تسجيل)<br />
السؤال: ما هو القول الوسط في مقتل أسامة بن لادن فهناك من فرح بمقتله,<br />
وهناك من قال إنه كان مجاهداً وحكم له بالشهادة؟</p>
<p class="arab" style="text-align:right;">أجاب شيخنا: كيف مجاهد؟! نعم هو مجاهد في سبيل الشيطان.<br />
أسامة بن لادن جلب شراً عظيماً على المسلمين<br />
ولا شك أن ذهابه فيه راحة لهم, يرتاح الناس بذهابه</p>
<p>Dipublikasikan ulang oleh <a href="Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">Salafiyunpad.wordpress.com</a> dari <a href="http://ulamasunnah.wordpress.com/2011/05/19/usamah-bin-ladin-mujahid-di-jalan-syaithan/" target="_blank">http://ulamasunnah.wordpress.com</a></p>
<p>Baca pula tulisan menarik berjudul:<strong> <a title="Berikut ini kami hadirkan pandangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah, &amp; Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah) terhadap Syaikh Usamah bin Laden rahimahullah (pimpinan jaringan Al-Qaeda). Semoga bermanfaat. Perkataan Syaikh Bin Baz tentang Usamah bin  […]" href="../2011/05/05/syaikh-usamah-bin-laden-rahimahullah-di-mata-ulama-ahlus-sunnah/">Syaikh Osama bin Laden Rahimahullah di Mata Ulama Ahlus Sunnah</a></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ahlus-sunnah/'>ahlus sunnah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fatwan-ulama-salaf/'>fatwan ulama salaf</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jalan-islam/'>jalan islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jalan-kebenaran/'>jalan kebenaran</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jihad/'>jihad</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khawarij/'>khawarij</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/mujahid/'>mujahid</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/mujahid-jalan-syakthon/'>mujahid jalan syakthon</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/osama-bin-laden/'>osama bin laden</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/osama-bin-laden-mujahid-jalan-setan/'>osama bin laden mujahid jalan setan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/takfiri/'>takfiri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/teroris/'>teroris</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/terorisme/'>terorisme</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/thaghut/'>thaghut</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/usamah-bin-ladin/'>usamah bin ladin</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10051/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10051/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10051/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10051&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/24/osama-bin-laden-sang-mujahid-di-jalan-setan-fatwa-syaikh-abdul-muhsin-al-abbad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2009/08/jihad.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2009/08/jihad.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">jihad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2009/08/jihad.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jihad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syaikh Osama bin Laden Rahimahullah di Mata Ulama Ahlus Sunnah</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/05/syaikh-usamah-bin-laden-rahimahullah-di-mata-ulama-ahlus-sunnah/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/05/syaikh-usamah-bin-laden-rahimahullah-di-mata-ulama-ahlus-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 06:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[alqaeda]]></category>
		<category><![CDATA[alqaidah]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan alqaeda]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[osama bin laden]]></category>
		<category><![CDATA[perang afghanistan]]></category>
		<category><![CDATA[perang islam amerika]]></category>
		<category><![CDATA[takfiri]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[usamah bin laden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=9878</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini kami hadirkan pandangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah (Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah, &#38; Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah) terhadap Syaikh Usamah bin Laden rahimahullah (pimpinan jaringan Al-Qaeda). Semoga bermanfaat. Perkataan Syaikh Bin Baz tentang Usamah bin Laden Benarlah ucapan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=9878&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij.jpg"><img class="size-full wp-image-9669 alignleft" title="bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij.jpg?w=604" alt=""   /></a></strong>Berikut ini kami hadirkan pandangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah (<strong>Syaikh Abdul Aziz bin Baz <em>rahimahullah</em>, Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i <em>rahimahullah</em>, &amp; Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali <em>hafizhahullah</em></strong>) terhadap <strong>Syaikh Usamah bin Laden</strong> <em>rahimahullah</em> (<strong>pimpinan jaringan Al-Qaeda</strong>). Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>Perkataan Syaikh Bin Baz tentang Usamah bin Laden</strong></p>
<p>Benarlah ucapan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah tentang dia:<br />
“Usamah bin Laden termasuk orang-orang<span id="more-9878"></span> (mufsidin) yang membuat kerusakan di muka bumi. Dia memilih jalan-jalan kejelekan yang merusak dan tidak mau taat kepada ulil amri (pemerintah dan ulama).” (Surat Kabar Al-Muslimun 9-05-1417 H)</p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah telah memperingatkan dari Usamah bin Laden dalam banyak kesempatan, di antaranya:<br />
“Adapun yang sekarang dilakukan Muhammad Al-Mis’ari, Sa’ad Al-Faqih dan yang semisalnya dari para penyebar dakwah-dakwah perusak yang sesat, maka ini tidak diragukan lagi merupakan kejelekan yang besar. <!--more-->Mereka ini menyeru kepada kejelekan yang besar dan kerusakan yang besar. Wajib berhati-hati dari selebaran mereka, wajib memusnahkannya dan tidak bekerja sama bersama mereka dalam perkara apapun yang mengajak kepada kerusakan, kejelekan, kebathilan dan fitnah. Karena Allah memerintahkan untuk ta’awwun (bekerja sama) dalam kebaikan dan melarang dalam kerusakan, kejelekan, penyebaran kedustaan dan penyebaran seruan-seruan bathil yang menyebabkan perpecahan, terganggunya stabilitas keamanan, serta yang lainnya.</p>
<p>Selebaran-selebaran yang berasal dari Sa’ad Al-Faqih atau dari Al-Mis’ari atau para penyeru kebathilan, kejelekan dan perpecahan lainnya, wajib untuk diberangus dan dimusnahkan dan tidak diperhatikan. Wajib menasehati mereka dan membimbing mereka kepada kebenaran. Wajib memperingatkan mereka dari kebathilan ini. Tidak boleh seseorang untuk bekerja sama dengan mereka dalam kejelekan ini. Wajib mereka dinasehati dan kembali kepada petunjuk dan meninggalkan kebathilan ini.</p>
<p>Nasehatku untuk Al-Mis’ari, Al-Faqih dan Usamah bin Laden serta semua orang yang menempuh jalan mereka untuk meninggalkan jalan yang berbahaya ini. Dan hendaknya mereka takut kepada Allah dan berhati-hati dari siksa dan kemurkaan-Nya. Hendaklah mereka kembali kepada petunjuk dan bertaubat kepada Allah atas perbuatan-perbuatan mereka yang dulu. Dan Allah telah menjanjikan para hamba-Nya yang bertaubat akan menerima taubat mereka dan akan berbuat baik kepada mereka…” (Majmu Al-Fatawa Karya Syaikh Bin Baz 9/100)</p>
<p><strong>Ucapan Syaikh Muqbil tentang Usamah bin Laden</strong></p>
<p>Sedangkan Ulama Negeri Yaman Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah berkata: “Aku berlepas diri kepada Allah dari Usamah bin Laden. Dia itu celaka dan musibah bagi ummat Islam. Perbuatan-perbuatannya sangat jelek.” (Surat Kabar Ar-Ra’yi Al-‘Am Al-Kuwaitiyyah tertanggal 19-12-1998 vol 11503.)</p>
<p>Syaikh Mukbil rahimahullah juga berkata:<br />
“Dan termasuk contoh fitnah ini adalah fitnah yang hampir menimpa Negara Yaman dari arah Usamah bin Laden, ketika dikatakan kepadanya: ‘Kami ingin jumlah 20.000 real Saudi. Kami ingin membangun sebuah masjid di wilayah …..’ Kemudian dia menjawab: ‘Kami tidak punya kemampuan. Kami akan memberi -Insya Allah- sesuai dengan kemampuan kami.’ Tetapi jika dikatakan kepadanya: ‘Kami ingin cannon, senjata api dan lainnya.’ Dia akan menjawab: ‘Ambil 100.000 real ini atau lebih. Insya Allah akan datang lagi’.” (Tuhfatul Mujib hal 283 karya Syaikh Mukbil)</p>
<p>Perhatikan orang yang menyimpang ini. Bagaimana dia menimbulkan fitnah dengan sebutan jihad. Memang benar dia seorang pengaku jihad dan salah satu tokoh kesesatan dan pengrusakan.</p>
<p>Dia juga memprovokasi orang-orang untuk melakukan teror pengeboman di negeri-negeri kaum muslimin dan menyebut mereka sebagai orang yang mati syahid. Allah lah tempat meminta pertolongan dari orang seperti ini dan perbuatannya.</p>
<p><strong>Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali tentang Usamah bin Laden</strong></p>
<p>Beliau berkata:<br />
“Termasuk tabiat manusia, khususnya para wartawan, sangat perhatian dengan berbagai peristiwa, banyaknya pembicaraan tentangnya, dan fenomena-fenomenanya. Dan sedikit di antara mereka yang memperhatikan faktor dan rahasia-rahasianya.</p>
<p>Banyak pembicaraan di media masa audio dan video, koran-koran, dan internet tentang kejadian Afganistan, Iraq dan peristiwa-peristiwa pengeboman di negeri-negeri kaum muslimin dan lainnya.</p>
<p>Banyak orang mengaitkan perbuatan ini dengan Jaringan Al-Qaedah yang dipimpin oleh Usamah bin Laden dan pengikutnya semata.</p>
<p>Dimana Usamah bin Laden telah menjadikan orang-orang bodoh dari mereka sebagai para pahlawan Islam mujahid, meskipun mereka adalah orang yang paling cepat larinya dari peperangan. Kebanyakan mereka bersembunyi di gua (dan tempat lainnya, admin), atau hidup di negeri kafir untuk mengatur siasat terhadap kaum muslimin dan berusaha untuk menumpahkan darah mereka.</p>
<p>Meskipun usaha mereka tidaklah mewujudkan kecuali merendahkan kaum muslimin dan meruntuhkan negara-negara mereka, dan tidak menciptakan kecuali kesempatan untuk musuh-musuh Islam dan mempermudah mereka menguasai kaum muslimin.</p>
<p>Kami tidak mengetahui apa analogi kepahlawanan menurut orang-orang ini. Apakah usaha untuk menyerahkan para pemuda Islam kepada musuh, dan mengorbankan mereka seperti ayam dan menjadikan mereka sebagai mangsa dan tawanan seperti burung dara.</p>
<p>Padahal para pemuda yang diprovokasi itu tidak bisa membela diri mereka, terlebih lagi menguasai sarana-prasarana untuk mengalahkan musuh. Betapa besar semangat musuh Islam atas perang yang gagal ini.</p>
<p>Kelompok yang aneh ini memprovokasi para pemuda untuk menyeret kaum muslimin kepada peristiwa-peristiwa berdarah seperti pengeboman dan pengrusakan …</p>
<p>Kaum muslimin tidak sempat bersikap kecuali terkejut dengan banyaknya pembicaraan antara pihak yang pro dan kontra. Sampai batas ini saja berakhir pandangan mereka. Dan sangat sedikit orang yang menunjukkan asal musibah ini.</p>
<p>Kenyataan yang pahit bahwa perbuatan Usamah bin Laden dan orang-orang yang mengikutinya, tidak lain adalah buah dari sebuah pemikiran dan prinsip yang dibawa oleh tulisan-tulisan yang disebarkan di semua media masa, percetakan, dan distribusi dalam berbagai bahasa. Pemikiran ini telah mengisi perpustakaan-perpustakaan. Isinya telah menyusup ke sekolah-sekolah dan universitas-universitas. Pemikiran itu telah mengisi benak banyak pemuda, bahkan sampai ke pedalaman dan hutan belantara. Ketahuilah penyebab itu asalnya adalah kitab-kitab dan prinsip Sayyid Qutb.</p>
<p>Namun banjir pemikiran Sayyid Qutb yang deras ini, malah mendapati pujian dan promosi dari berbagai media masa, para pengajar dan pendidik. Barangsiapa yang berusaha menghentikannya, dia akan dimusuhi …</p>
<p>Kitab-kitab Sayyid Qutb itu merupakan sumber fitnah, terorisme, pengrusakan di negeri-negeri Islam dan lainnya, karena mengandung berbagai macam pengrusakan asas, aqidah (keyakinan) dan prinsip Islam.” (Yanbu’ Al-Fitan Wa Al-Ahdats dengan penyesuaian).</p>
<p>Disalin dari <a href="http://www.udrus-assunnah.co.cc/2011/05/terorisme-osama-bin-laden-jaringan-al.html" target="_blank">http://www.udrus-assunnah.co.cc/</a><br />
Dipublikasikan ulang oleh <a href="http://www.udrus-assunnah.co.cc/2011/05/terorisme-osama-bin-laden-jaringan-al.html" target="_blank">www.Salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/alqaeda/'>alqaeda</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/alqaidah/'>alqaidah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jaringan-alqaeda/'>jaringan alqaeda</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khawarij/'>khawarij</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/osama-bin-laden/'>osama bin laden</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/perang-afghanistan/'>perang afghanistan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/perang-islam-amerika/'>perang islam amerika</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/takfiri/'>takfiri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/teroris/'>teroris</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/terorisme/'>terorisme</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/usamah-bin-laden/'>usamah bin laden</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/9878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/9878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/9878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/9878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/9878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/9878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/9878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/9878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/9878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/9878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/9878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/9878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/9878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/9878/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=9878&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/05/syaikh-usamah-bin-laden-rahimahullah-di-mata-ulama-ahlus-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/05/osama-bin-laden-alqaeda.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/05/osama-bin-laden-alqaeda.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">osama-bin-laden-alqaeda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Mengatasi Terorisme di Tengah Kaum Muslimin</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/04/25/kiat-mengatasi-terorisme-di-tengah-kaum-muslimin/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/04/25/kiat-mengatasi-terorisme-di-tengah-kaum-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 06:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[aliran menyimpang]]></category>
		<category><![CDATA[aliran sesat dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[anjing neraka]]></category>
		<category><![CDATA[bom bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[bom syahid]]></category>
		<category><![CDATA[firqoh sesat]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah pengkafiran]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[kiat mengatasi terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[kufur]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj ahlus sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[sekte sesat]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>
		<category><![CDATA[takfir]]></category>
		<category><![CDATA[teror bom indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[thaghut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=9787</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin, Lc. (Pimpinan Ponpes Imam Bukhari, Solo dan Pimpinan Majalah As-Sunnah) Ada beberapa cara yang secara teoritis dapat ditempuh oleh kaum Muslimin dan pihak-pihak berkepentingan untuk mengatasi dan memutuskan berlangsungnya kegiatan teror. Namun, secara praktis memerlukan kesungguhan dan keikhlasan kerja dari berbagai pihak. Motivasi yang mendorong kerja keras ini, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=9787&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/terorisme.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-9788" title="terorisme" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/terorisme.jpg?w=604" alt=""   /></a>Oleh Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin, Lc. (Pimpinan Ponpes Imam Bukhari, Solo dan Pimpinan Majalah As-Sunnah)</strong></p>
<p>Ada beberapa cara yang secara teoritis dapat ditempuh oleh kaum Muslimin dan pihak-pihak berkepentingan untuk mengatasi dan memutuskan berlangsungnya kegiatan teror. Namun, secara praktis memerlukan kesungguhan dan keikhlasan kerja dari berbagai pihak. Motivasi yang mendorong kerja keras ini, yang paling pokok adalah keimanan kepada Allah Azza wa Jalla, dengan maksud mencari ridha serta pahala-Nya. Sehingga yang diutamakan adalah kemaslahatan dan kepentingan umum, bukan kemaslahatan dan kepentingan pribadi. Dengan demikian, akan tercipta upaya penanggulangan bersama, dalam lingkup ta&#8217;âwun &#8216;alal al-Birri wat-Taqwa (tolong menolong serta kerjasama berdasarkan kebaikan dan ketakwaan), bukan atas dasar berebut kepentingan duniawi yang memicu persaingan tidak sehat dan saling mencurigai.<br />
<span id="more-9787"></span><br />
Akar radikalisme yang memicu tindakan kekerasan dan terorisme sebenarnya sudah muncul semenjak zaman Sahabat masih hidup. Terutama mulai mencuat pada zaman pemerintahan Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu &#8216;anhu. Oleh sebab itu, beberapa kiat yang akan dipaparkan di bawah ini di dasarkan pada langkah-langkah yang pernah dilakukan oleh para Sahabat dan para Ulama salaf dalam mengatasi berkembangnya akar radikalisme pada waktu itu.</p>
<p>Sebelum menyimpulkan kiat-kiat dimaksud, alangkah baiknya dikemukakan terlebih dahulu beberapa riwayat shahîh yang akan dijadikan landasan dalam megambil kesimpulan.</p>
<p>Riwayat-riwayat itu antara lain:<br />
A. Dialog Ibnu Abbâs Radhiyallahu &#8216;anhu dengan orang-orang khawarij. Beliau bercerita, “Ketika orang-orang Haruriyah [1] melakukan pembangkangan terhadap pemerintahan Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu &#8216;anhu, mereka mengisolir diri di sebuah camp. Jumlah mereka pada waktu itu sekitar 6000 orang. Mereka bersepakat untuk melakukan pemberontakan kepada Ali bin Abi Thâlib. Dan sudah seringkali orang datang kepada Ali Radhiyallahu &#8216;anhu dan mengingatkannya seraya berkata, &#8220;Wahai Amirul Mu&#8217;minin, sesungguhnya orang-orang Harûriyah itu akan memberontak kepada engkau&#8221;. Setiap kali itu pula Ali Radhiyallahu &#8216;anhu menjawab, &#8220;Biarkan mereka. Saya tidak akan memerangi mereka sampai mereka memerangi saya. Dan mereka pasti akan melakukannya!&#8221;</p>
<p>Pada suatu hari, sebelum shalat Zhuhur, aku datang menemui Ali Radhiyallahu &#8216;anhu. Aku berkata kepadanya, “Wahai Amirul Mu&#8217;minin, tundalah shalat Zhuhur sampai waktu tidak terlalu panas, karena aku ingin berbicara sebentar dengan orang-orang Harûriyah itu.</p>
<p>Ali Radhiyallahu &#8216;anhu menjawab, “Aku mengkhawatirkan engkau.”<br />
Aku menjawab, “Jangan khawatir!” Aku dikenal (di masyarakat) sebagai orang yang memiliki akhlak baik, aku tidak pernah menyakiti siapapun.</p>
<p>Akhirnya Ali Radhiyallahu &#8216;anhu mengizinkan aku untuk pergi mendatangi mereka. Lalu kukenakan pakaian paling indah yang berasal dari Yaman dan ku sisir rambutku. Selanjutnya aku datangi mereka di suatu perkampungan pada tengah hari saat mereka sedang bersantap siang. Ternyata, aku dapati bahwa mereka itu adalah sekelompok orang yang aku lihat, sebelumnya tidak pernah ada seorang pun yang yang lebih bersemangat dalam beribadah selain mereka. Dahi-dahi mereka hitam menebal karena banyak bersujud. Telapak-telapak tangan mereka seolah-olah seperti lutut onta (karena sering digunakan untuk menopang tubuh saat bersujud). Mereka mengenakan pakaian yang sudah usang, sedangkan wajah-wajah mereka pucat (karena banyak shalat malam).</p>
<p>Aku ucapkan salam kepada mereka. Tetapi jawaban mereka adalah, &#8220;Selamat datang wahai Ibnu Abbâs Radhiyallahu &#8216;anhu ! Mewah sekali pakaian yang engkau kenakan!&#8221;</p>
<p>Aku menjawab, &#8220;Mengapa kalian mencela aku? Padahal aku pernah melihat Rasulullâh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengenakan pakain dari Yaman yang jauh lebih indah daripada yang aku kenakan ini. Kemudian aku bacakan sebuah ayat al-Qur&#8217;ân kepada mereka:</p>
<p>&#8220;Katakanlah,&#8221;Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah di keluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik&#8221;? [Ali Imrân/7:32]</p>
<p>Mereka lalu bertanya kepadaku, “Ada perlu apa engkau datang kemari?”</p>
<p>Aku menjawab, “Aku datang sebagai utusan para Sahabat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yaitu para Muhajirin dan Anshar. Juga sebagai utusan dari anak paman Nabi dan sekaligus menantu beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Orang-orang yang kepada merekalah al-Qur&#8217;ân turun langsung, sehingga mereka pasti lebih memahami tafsir al-Qur&#8217;ân dibanding kalian. Sementara itu, tidak ada seorang Sahabat Nabi-pun yang berada di tengah-tengah kalian. Sekarang aku siap (menjadi jembatan) untuk menyampaikan kepada kalian apa yang mereka katakan, dan siap menyampaikan kepada mereka apa yang kalian katakan.</p>
<p>Tiba-tiba sebagian mereka berkata kepada kawan-kawannya, “Kalian jangan melayani pertengkaran dengan orang Quraisy, karena Allah Azza wa Jalla telah berfirman:</p>
<p>&#8220;Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar&#8221;. [az-Zukhruf/43:58]</p>
<p>Tetapi, kemudian ada seorang yang datang menuju kepadaku. Orang ini berkata (kepada mereka), “Ada dua atau tiga orang yang akan berbicara kepadanya (maksudnya Ibnu Abbâs Radhiyallahu &#8216;anhu)</p>
<p>Maka aku berkata, “Silakan! Apa (sebab) penolakan kalian kepada para Sahabat Nabi n dan kepada anak paman beliau?”<br />
Mereka menjawab, “Ada tiga hal.”<br />
Aku berkata, “Apa saja ketiga hal itu?”<br />
Mereka berkata, “Pertama, karena sesungguhnya Ali Radhiyallahu &#8216;anhu telah menjadikan manusia sebagai penentu hukum dalam urusan (agama) Allah Azza wa Jalla. Padahal Allah Azza wa Jalla telah berfirman:</p>
<p>&#8220;Tidak lain hak menetapkan hukum itu hanyalah milik Allah&#8221;. [al-An'âm/6:57, juga Yûsuf/12:40 dan 67]</p>
<p>Aku berkata, “Ini yang pertama.”</p>
<p>Mereka melanjutkan, “Adapun yang kedua, karena Ali Radhiyallahu &#8216;anhu telah memerangi (Aisyah Radhiyallahu &#8216;anhuma, begitu juga Mu&#8217;âwiyah Radhiyallahu &#8216;anhu), tetapi ia tidak melakukan penawanan perang dan tidak mengambil ghanîmah. Jika yang diperangi Ali Radhiyallahu &#8216;anhu adalah orang-orang kafir, berarti tawanannya adalah halal. Tetapi kalau yang diperangi Ali Radhiyallahu &#8216;anhu adalah orang-orang Mukmin, berarti tidak halal mengadakan tawanan perang dan tidak halal pula memerangi mereka.</p>
<p>Aku berkata, “Ini yang nomor dua, lalu apa yang ketiga?”</p>
<p>Mereka berkata, “Ia telah menghapus kedudukan Amirul Mukminin dari dirinya. Dengan demikian, kalau ia bukan Amirul Mukminin, berarti ia adalah Amirul Kafirin (amirnya orang-orang kafir).</p>
<p>Aku berkata, “Apakah masih ada sesuatu yang lain selain yang tiga itu?”<br />
Mereka menjawab, “Cukup itu saja.”</p>
<p>Selanjutnya, akupun berkata kepada mereka, “Bagaimana pendapat kalian, jika aku bacakan ayat-ayat dari Kitabullâh (al-Qur&#8217;ân) dan Sunnah Nabi-Nya yang dapat membatalkan perkatakaan kalian, apakah kalian mau rujuk (kembali kepada kebenaran)?</p>
<p>Mereka menjawab, “Ya.”</p>
<p>Aku berkata, “Adapun perkataan kalian bahwa Ali Radhiyallahu &#8216;anhu telah menjadikan manusia sebagai penentu hukum dalam urusan agama Allah Azza wa Jalla, maka akan aku bacakan kepada kalian ayat al-Qur&#8217;ân yang menjelaskan bahwa Allah Azza wa Jalla telah menyerahkan hukum-Nya kepada manusia dalam masalah yang nilainya hanya seperempat dirham. Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan manusia untuk menetapkan hukum dalam hal ini.</p>
<p>Bukankah kalian membaca firman Allah Azza wa Jalla :<br />
<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan hukum dua orang yang adil di antara kamu&#8221;. [al-Mâ'idah/5:95]</p>
<p>Dalam ayat ini, ketetapan hukum Allah Azza wa Jalla ialah menyerahkan keputusan hukum kepada manusia agar memutuskan hukum tentang pembunuhan terhadap hewan buruan yang dilakukan oleh orang yang sedang berihrâm. Padahal, jika Allah Azza wa Jalla menghendaki, Dia akan menghukuminya sendiri. Jadi, diperbolehkan putusan hukum manusia.</p>
<p>Demi Allah Azza wa Jalla, aku minta kalian bersumpah; apakah putusan hukum yang dibuat manusia dengan tujuan mendamaikan hubungan kaum Muslimin dan mencegah tertumpahnya darah mereka itu lebih baik ataukah urusan darah kelinci (yang lebih baik)?</p>
<p>Mereka menjawab, “Tentu ini lebih baik.”</p>
<p>Aku melanjutkan, Begitu juga tentang seorang perempuan dengan suaminya, Allah Azza wa Jalla berfirman:</p>
<p>&#8220;Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (pemutus hukum) dari keluarga laki-laki dan seorang hakim (pemutus hukum) dari keluarga perempuan&#8221;. [an-Nisa'/4:35]</p>
<p>Aku minta kalian bersumpah, apakah ketetapan hukum manusia dalam rangka perdamaian hubungan sesama kaum Muslimin dan dalam rangka pencegahan bagi tertumpahnya darah mereka, itu lebih baik ataukah ketetapan hukum manusia tentang kemaluan seorang perempuan?</p>
<p>Sudahkah jawabanku menjadikan kalian puas?<br />
Mereka menjawab, “Ya.”</p>
<p>Selanjutnya aku berkata, “Adapun perkataan kalian (yang kedua) bahwa Ali Radhiyallahu &#8216;anhu memerangi (Aisyah Radhiyallahu &#8216;anhuma), tetapi tidak melakukan penawanan dan tidak mengambil ghanîmah. Maka (aku katakan,) “Apakah kalian akan menawan ibu kalian; Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha ?, Apakah kalian akan menghalalkannya sebagaimana kalian menghalalkan wanita lain sedangkan beliau adalah ibu kalian? Jika kalian menjawab bahwa kami menghalalkannya sebagaimana kami menghalalkan wanita lain yang menjadi tawanan, berarti kalian telah kafir. Sebaliknya jika kalian mengatakan bahwa Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha bukan ibu kami, kalianpun telah menjadi kafir. Sebab Allah Azza wa Jalla telah berfirman:</p>
<p>&#8220;Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka&#8221;. [al-Ahzab/ 33:6]</p>
<p>Dengan demikian, kalian berada pada salah satu di antara dua kesesatan, silahkan coba cari jalan keluarnya.</p>
<p>Jadi apakah jawaban dapat memuaskan kalian?<br />
Mereka menjawab, “Ya.”</p>
<p>Aku melanjutkan, “Adapun (perkataan kalian yang ketiga) bahwa Ali Radhiyallahu &#8216;anhu telah menghapuskan kedudukan sebagai Amirul Mukminin dari dirinya; maka akan aku datangkan jawaban yang memuaskan bagi kalian. Yaitu, bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ketika membuat perjanjian damai di Hudaibiyah dengan orang-orang kafir Mekah, beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda kepada Ali Radhiyallahu &#8216;anhu, &#8220;Hapuslah wahai Ali (kata Rasul Allah Azza wa Jalla ). Allâhumma, sesungguhnya engkau mengetahui (wahai Ali Radhiyallahu &#8216;anhu ) bahwa aku adalah Rasul Allah Azza wa Jalla. Tulislah kata-kata, “Ini adalah perjanjian damai yang dilakukan oleh Muhammad bin Abdullâh&#8217;.&#8221;[2]</p>
<p>(Ibnu Abbas Radhiyallahu &#8216;anhu selanjutnya berkata:) Demi Allah, sesungguhnya Rasulullâh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pasti lebih baik dari Ali Radhiyallahu &#8216;anhu, ternyata beliau telah menghapus kata &#8216;Rasul Allah&#8217; dari dirinya, dan ternyata hal itu tidak berarti bahwa beliau menghapus kenabian dari dirinya.<br />
Sudahkah aku dapat keluar (dari perkataan kalian) hingga menjadikan kalian puas?</p>
<p>Mereka menjawab, “Ya.”</p>
<p>Akhirnya, ada dua ribu orang di antara mereka yang rujuk (kembali kepada kebenaran), sedangkan sisanya tetap melakukan pembangkangan dan pemberontakan. Akhirnya, dalam kesesatan mereka, mereka semua dibunuh oleh para Sahabat Muhajirin dan Anshar dalam peperangan&#8221;.[3]</p>
<p>Dari riwayat ini dapat disimpulkan beberapa hal, antara lain:</p>
<p>1. Khawârij adalah pencetus lahirnya gerakan radikal kaum Muslimin, yang intinya adalah takfîr (pengkafiran) terhadap umat Islam, khususnya para penguasa.<br />
2. Upaya pembinaan dilakukan dengan cara dialog oleh orang yang ahli dan menguasai dalil.<br />
3. Pelaku pembinaan, di samping harus menguasai dalil dan bermanhaj salaf, juga harus dikenal sebagai orang yang berakhlak mulia, sehingga memperkecil kemungkinan mendapat perlakuan yang berbahaya.<br />
4. Pembinaan dilakukan dengan penuh hikmah. Yang dimaksud penuh hikmah adalah ilmiah berdasarkan kekuatan hujjah dan tidak berbentuk tekanan berupa penghinaan. Sebab, hal itu akan dapat menghambat keterbukaan.<br />
5. Radikalisme dan kegiatan peledakan pada akhir-akhir ini dimotori oleh orang-orang yang memiliki kemampuan mengemukakan dalil-dalil untuk membenarkan tindakannya meskipun salah. Mereka juga menguasai serta menghafalkan dalil-dalil, beberapa kaidah penting dan penafsiran para Ulama terkenal yang mereka fahami menurut kemauan mereka. Sehingga apabila pembinaan dilakukan oleh orang-orang yang tidak menguasai ajaran Islam dengan benar, maka argumentasinya akan dianggap angin lalu, meskipun untuk sementara waktu mungkin ditanggapi diam. Tetapi sebanarnya sedang menimbun api dalam sekam.<br />
6. Mereka tentu terdiri dari kelompok-kelompok yang berjengjang. Karena itu memerlukan penanganan terpisah menurut bobot masing-masing.<br />
7. Intisari dari kesimpulan ini adalah kembali pada manhaj Sahabat. Sebab al-Qur&#8217;ân turun langsung kepada para Sahabat, sehingga merekalah yang paling memahami makna-makna dan maksud-maksud al-Qur&#8217;ân dengan bimbingan langsung dari Rasulullâh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Cara inilah yang ditempuh oleh Ibnu Abbâs Radhiyallahu &#8216;anhuma, dan beliau adalah seorang Sahabat.</p>
<p>B. Riwayat yang kedua adalah tentang kasus Yazîd bin Shuhaib al-Faqîr. Seorang tabi&#8217;in yang berdomisili di Kufah Irak, negeri yang waktu itu banyak didominasi oleh berbagai aliran menyimpang, di antaranya orang-orang khawârij. Semula, ia termakan oleh pemikiran sesat khawarij, dan bahkan menjadi tokoh. Namun, akhirnya Yazîd terselamatkan dari kesesatan pemikirannya setelah bertemu dengan seorang Sahabat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan mengkonsultasikan pemahamannya tentang al-Qur&#8217;ân kepada Sahabat Nabi tersebut.</p>
<p>Riwayat ini terdapat dalam Kitab Shahîh Muslim. Kisahnya adalah sebagai berikut:[4]</p>
<p>Yazid al-Faqîr berkata, “Aku sangat tergiur dengan pemikiran khawârij. Suatu ketika kami keluar bersama sekelompok orang (khawârij) dalam jumlah besar untuk pergi haji, kemudian kami melakukan penentangan kepada umat (dengan kekuatan bersenjata). Kami melewati kota Madinah dan ternyata ada Jâbir bin `Abdillâh z yang duduk sambil bersandar pada salah satu tiang masjid, sedang membawakan hadits-hadits Rasulullâh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>Selanjutkan Yazîd mengatakan, “Tiba-tiba Jâbir bin `Abdillâh (seorang Sahabat Nabi) menyebut-nyebut tentang Jahannamiyun (orang-orang yang dibakar di dalam neraka Jahanam, namun kemudian dimasukkan ke dalam surga). Aku bertanya kepadanya, &#8220;Wahai Sahabat Nabi! Apa yang sedang engkau ceritakan ini?! Bukankah Allah Azza wa Jalla berfirman :</p>
<p>&#8220;Ya Rabb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau pasti hinakan ia (maksudnya pasti kekal dalam neraka)&#8221;. [Ali Imrân/3:192]</p>
<p>Dan Allah Azza wa Jalla juga berfirman:<br />
<br />
&#8220;Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya&#8221;. [as-Sajdah/32:20].</p>
<p>Jadi, apa maksud ucapanmu ini?!&#8221;<br />
Syaikh Masyhûr bin Hasan Alu Salmân, seorang Ulama Yordania, sampai pada penggalan hadits di atas memberikan penjalasan berikut [5]: &#8220;Tabi&#8217;in (Yazid al-Faqîr) ini berhujjah berdasarkan ayat-ayat al-Qur&#8217;ân yang difahami menurut pemikirannya. Ia telah didoktrin dengan ayat-ayat semacam ini bahwa ayat-ayat itu menegaskan pengertian-pengertian yang difahami secara terpisah tanpa melihat hubungannya dengan nash-nash lainnya. Maka, Sahabat Nabi yang mulia, Jâbir bin `Abdillâh Radhiyallahu &#8216;anhu mengingatkan akan kesalahan manhaji (kesalahan dalam metodologi pemahaman) yang dilakukan Yazîd ini.&#8221; Karena itulah, Jâbir bin `Abdillâh berkata kepada Yazîd al-Faqîr:</p>
<p>&#8220;Apakah engkau membaca al-Qur&#8217;ân?&#8221; Aku (Yazîd) menjawab, &#8220;Ya&#8221;. Jâbir Radhiyallahu &#8216;anhu berkata lagi, &#8220;Apakah engkau pernah mendengar tentang kedudukan terpuji Nabi (al-Maqam al-Mahmûd) yang ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla ?&#8221;</p>
<p>Aku menjawab: &#8220;Ya&#8221;.</p>
<p>Jabir berkata, &#8220;Itulah kedudukan terpuji Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam yang karena kedudukan itu Allah Azza wa Jalla mengeluarkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dari neraka.</p>
<p>Selanjutnya Yazîd menceritakan, “Kemudian Jâbir Radhiyallahu &#8216;anhu menjelaskan sifat pemasangan jembatan shirâth di atas Jahanam dan menceritakan pula sifat lewatnya manusia pada jembatan shirâth ini. Yazîd melajutkan, “Dan masih banyak lagi yang diceritakan Jâbir Radhiyallahu &#8216;anhu, yang mungkin sebagian aku lupa. Tetapi yang jelas Jâbir z menyatakan tentang kepastiannya bahwa ada sekelompok orang yang akan keluar dari neraka sesudah mereka di azab di dalamnya…dst.”</p>
<p>Setelah Jâbir Radhiyallahu &#8216;anhu memaparkan hadits itu kepada Yazîd, akhirnya Allah memberikan hidayah petunjuk kepadanya berupa pemahaman yang benar terhadap ayat-ayat yang dikemukakannya di atas. Yazîd mengatakan, &#8220;Kami kembali (ke Kufah), dan kamipun berkata kepada sesama orang yang bersama kami, &#8216;Aduhai betapa celaka kalian! apa mungkin Syaikh (Jâbir) berdusta atas nama Rasulullâh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ?&#8217; Akhirnya, kamipun rujuk (dari pendapat yang salah). Demi Allah Azza wa Jalla, setelah itu, tidak ada seorang pun dari kami yang keluar untuk melakukan pemberontakan kecuali hanya satu orang saja.&#8221;</p>
<p>Dari riwayat yang kedua dapat disimpulkan beberapa hal berikut:</p>
<p>1. Melalui keyakinan terhadap kebenaran Sahabat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, akhirnya Allah Azza wa Jalla membukakan pintu hati Yazîd bin Shuhaib al-Faqîr, sehingga dia selamat dari pemahaman sesat yang hampir menjerumaskannya ke dalam tindakan pemberontakan. Keyakinan semacam ini, bagi para Ulama Rabbani, merupakan salah satu syarat bagi seseorang yang ingin mendapat manfaat dari bimbingan para Ulama, sehingga langkahnya menjadi benar, dalam kondisi apapun pada umumnya, maupun dalam kondisi kacau pada khususnya [6].<br />
2. Pembinaan untuk menyadarkan kaum radikal akan sangat bermanfaat bila menggunakan hujjah-hujjah yang dikemukakan para Ulama berdasarkan hujjah para Sahabat. Sehingga syubhat (keracuan faham) yang menyelimuti pemikiran mereka akan tersingkirkan. Itulah jalan satu-satunya untuk memperbaiki pemahaman serta langkah-langkah mereka [7].<br />
3. Dialog-dialog pembinaan harus dilakukan oleh orang-orang yang manhajnya lurus dan menguasai dalil.<br />
4. Kisah ini membuktikan perlunya semua Muslim memahami nash-nash al-Qur&#8217;ân dan Sunnah dengan mengikuti pemahaman para Sahabat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>Secara keseluruhan, melalui dua riwayat di atas dapat disimpulkan langkah-langkah berikut:</p>
<p>1. Mengembalikan umat Islam pada pemahaman Islam yang benar sebagaimana pemahaman para Sahabat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.<br />
2. Pembinaan yang benar kepada umat Islam terutama generasi mudanya. Pembinaan ini harus melibatkan para tokoh yang betul-betul memahami Islam, dalil-dalil serta istidlâl (penggunaan dan penerapan dalil)nya.<br />
3. Bimbingan serta penyuluhan dari pihak-pihak berkepentingan berdasarkan dalil-dalil serta argumentasi-argumentasi yang kuat yang bisa diterima sebagai kebenaran oleh semua kalangan meskipun tidak sependapat.<br />
4. Tidak semua orang diperkenankan ikut bersuara dan berbicara, apalagi tanpa dalil. Sebab, hal ini tidak menyelesaikan masalah, justru menambah ketidakpercayaan banyak kalangan umat Islam. Dan ini berarti menimbun api dalam sekam. Apalagi sindiran-sindiran keras melalui forum-forum resmi yang tidak berdasarkan dalil.</p>
<p>Allah Azza wa Jalla berfirman:<br />
<br />
&#8220;Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut setan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu)&#8221;. [an-Nisâ'/4:83]</p>
<p>5. Memutuskan mata rantai tumbuh kembangnya pembinaan radikal ala takfîri. Tokoh-tokohnya dipisahkan secara bijaksana dengan para obyek binaan. Masing-masing ditangani secara terpisah dalam wadah pembinaan tersendiri, sesuai dengan bobot masing-masing.<br />
6. Menjelaskan perbedaan makna antara jihad syar&#8217;i dengan jihad-jihad lain yang revolusioner dan tidak syar&#8217;i. Wallâhu A&#8217;lam, wa &#8216;alaihi at-Tuklân.</p>
<p>Marâji&#8217;:<br />
1. Fathul Bâri, Jâmi&#8217;atul Imam, Riyâdh, KSA.<br />
2. Shahîh Muslim Syarh an-Nawawi, tahqîq: Khalîl Ma&#8217;mûn Syiha, Dârul-Ma&#8217;rifah, Beirut, cet. III, 1417 H/1996 M.<br />
3. Limadza Ikhtartu al-Manhaj as-Salafiy, Syaikh Sâlim bin &#8216;Id al-Hilâliy, ad-Durarr al-Atsariyah, Amman, Yordania, cet. I, 1420 H/1999 M.<br />
4. Al-Mustadrak &#8216;Ala ash-Shahîhain, Imam al-Hâkim, Dârul-Ma&#8217;rifah, Beirut, cet. II, 1427 H/2006 M<br />
5. Al-&#8217;Irâq Fî Ahâdîts wa Atsar al-Fitan, Syaikh Abu Ubaidah Mashûr bin Hasan Alu-Salmân, Maktabah al-Furqân, Dubai, Emirat, cet. I, th. 1425 H/2004 M.</p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10//Tahun XIII/1431H/2010M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]<br />
Artikel <a href="www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.Salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<p>Disalin dari <a href="www.almanhaj.or.id" target="_blank">www.almanhaj.or.id</a></p>
<p>________<br />
<em>Footnote</em><br />
[1]. Orang-orang Harûriyah adalah orang-orang khawârij. Dinamakan harûriyah karena mereka awalnya mengkonsentrasikan diri di daerah Harûra&#8217;, sebuah desa yang terletak kurang lebih dua mil dari Kûfah.<br />
[2]. Kisah yang senada dengan ini banyak diriwayatkan dalam hadits shahîh, di antaranya oleh Imam al-Bukhâri dalam kitab Shahîhnya. Lihat Fathul Bâri 5/303, Kitab Ash-Shulhi , no. 2698 dan 2699, dan Imam Muslim dalam Shahîhnya, lihat Shahîh Syarh an-Nawawi, tahqîq: Khalîl Ma&#8217;mûn Syiha, Dârul Ma&#8217;rifah, Beirut, cet. III, 1417 H/1996 M, 12/348-349, dari hadits al-Barrâ&#8217; bin &#8216;Azib, no. 4605 dan 3/351, dari Anas, no. 4608.<br />
[3]. Riwayat ini dinukil dari Limadza Ikhtartu al-Manhaj as-Salafiy, Syaikh Sâlim bin &#8216;Id al-Hilâliy, ad-Durarr al-Atsariyah, Ammân, Yordania, cet. I, 1420 H/1999 M, hlm. 101-104, no. 3 di bawah sub judul: Ihtijâj ash-Shahâbah dst. Riwayat senada banyak dikemukakan oleh para Imam. Di antaranya terdapat dalam kitab Al-Mustadrak &#8216;Ala ash-Shahîhain, Imam al-Hâkim, Dârul-Ma&#8217;rifah, Beirut, cet. II, 1427 H/2006 M, 2/494-496, no. 2703, Kitab Qitâl Ahli al-Baghiy, Bab Munâzharah Ibnu Abbâs Ma&#8217;al-Harûriyyah. Imam Hâkim mengatakan, “Riwayat ini shahîh sesuai dengan syarat dua orang Syaikh; Imam al-Bukhâri dan Muslim, tetapi keduanya tidak mengeluarkan hadits ini. Syaikh Sâlim al-Hilâliy juga mengatakan, “Atsar ini shahîh.<br />
[4]. HR. Muslim, Lihat Syarh Shahîh Muslim, an-Nawawi, 3/50 no. 472<br />
[5]. Lihat Abu Ubaidah, Syaikh Mashûr bin Hasan Alu-Salmân, al-&#8217;Irâq Fî Ahadits wa Atsarul-Fitan, Maktabah al-Furqân, Dubai, Emirat, cet. I, th. 1425 H/2004 M. 1/110-111.<br />
[6]. Syaikh Masyhûr, al-&#8217;Irâq, Ibid<br />
[7]. Ibid, dengan bahasa bebas.</p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aliran-menyimpang/'>aliran menyimpang</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aliran-sesat-dalam-islam/'>aliran sesat dalam islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/anjing-neraka/'>anjing neraka</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/bom-bunuh-diri/'>bom bunuh diri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/bom-syahid/'>bom syahid</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/firqoh-sesat/'>firqoh sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kafir/'>kafir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kaidah-pengkafiran/'>kaidah pengkafiran</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khawarij/'>khawarij</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kiat-mengatasi-terorisme/'>kiat mengatasi terorisme</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kufur/'>kufur</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj-ahlus-sunnah/'>manhaj ahlus sunnah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/sekte-sesat/'>sekte sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syirik/'>syirik</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/takfir/'>takfir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/teror-bom-indonesia/'>teror bom indonesia</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/teroris/'>teroris</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/thaghut/'>thaghut</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/9787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/9787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/9787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/9787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/9787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/9787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/9787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/9787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/9787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/9787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/9787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/9787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/9787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/9787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=9787&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/04/25/kiat-mengatasi-terorisme-di-tengah-kaum-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/terorisme.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/terorisme.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">terorisme</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/terorisme.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">terorisme</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bermula dari PENGKAFIRAN, Berujung PENGEBOMAN (Inilah Ideologi Kaum Teroris Khawarij)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/04/18/bermula-dari-pengkafiran-berujung-pengeboman/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/04/18/bermula-dari-pengkafiran-berujung-pengeboman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 09:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[airan sesat khowarij]]></category>
		<category><![CDATA[bom bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[bom cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[bom syahid]]></category>
		<category><![CDATA[kaum khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[khowarij]]></category>
		<category><![CDATA[pembom cirebon]]></category>
		<category><![CDATA[pengeboman]]></category>
		<category><![CDATA[pengkafiran]]></category>
		<category><![CDATA[takfir]]></category>
		<category><![CDATA[teroris indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[thaghut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=9668</guid>
		<description><![CDATA[Kehormatan seorang Muslim sangat mulia di sisi Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu, tidak boleh merusak kehormatan seorang Muslim dengan cara-cara yang tidak dibenarkan syari’at, seperti menuduh dan menghukumi kafir terhadap seseorang yang zhahirnya Muslim tanpa kaedah-kaedah yang benar. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Tidak seorangpun berhak mengkafirkan seseorang dari kaum Muslimin, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=9668&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-9669" title="bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij.jpg?w=604" alt=""   /></a>Kehormatan seorang Muslim sangat mulia di sisi Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu, tidak boleh merusak kehormatan seorang Muslim dengan cara-cara yang tidak dibenarkan syari’at, seperti menuduh dan menghukumi kafir terhadap seseorang yang zhahirnya Muslim tanpa kaedah-kaedah yang benar.</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Tidak seorangpun berhak <a href="http://ustadzmuslim.com/?p=32" target="_blank">mengkafirkan </a>seseorang dari kaum Muslimin, meskipun dia telah melakukan kekeliruan atau kesalahan, sampai ditegakkan hujjah (argumuen) kepadanya dan jalan yang benar jelas baginya. Karena orang yang telah tetap keislamannya secara yakin, maka keislamannya itu tidak akan hilang darinya dengan keraguan. Bahkan keislamannya itu tetap ada sampai ditegakkan hujjah dan dihilangkan syubhat (kesamaran)”[1]<span id="more-9668"></span></p>
<p>BAHAYA <a href="http://ustadzmuslim.com/?p=32" target="_blank">PENGKAFIRAN</a> DENGAN TANPA KAIDAH YANG BENAR.<br />
Syaikh Muhammad al-‘Utsaimîn rahimahullah menjelaskan bahaya mengkafirkan seorang Muslim dengan tanpa kaidah yang benar dengan mengatakan, “Tidak boleh bersikap meremehkan (sembrono) dalam menghukumi kafir atau fasiq terhadap seorang Muslim, karena di dalam perkara itu terdapat dua bahaya yang besar.</p>
<p>Pertama : Membuat kedustaan terhadap Allah Azza wa Jalla di dalam hukum, dan terhadap orang yang dihukumi (kafir) pada sifat yang dia lontarkan kepadanya.”</p>
<p>Aku katakan: Larangan tentang hal ini banyak sekali, antara lain firman Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>“Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang membuat-buat kedustaan terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim”. [al-An'âm/ 6:144]</p>
<p>Dan ayat-ayat lain yang melarang berbicara atas nama Allah tanpa ilmu.</p>
<p>Kemudian Syaikh al-’Utsaimin rahimahullah mengatakan.</p>
<p>Kedua : Terjatuh ke dalam perkara yang dia tuduhkan kepada saudaranya tersebut, jika saudaranya selamat dari apa yang dia tuduhkan.</p>
<p>Dalam Shahîh Muslim `Abdullâh bin Umar Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>إِذَا كَفَّرَ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا</p>
<p>“Jika seseorang mengkafirkan saudaranya (se-iman), maka sesungguhnya mengenai salah satu dari keduanya”. [HR Muslim]</p>
<p>Dan di dalam satu riwayat:</p>
<p>إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ</p>
<p>“Jika memang dia seperti yang dikatakan. Jika tidak, perkataan itu kembali kepada orang yang berkata”. [HR Muslim]</p>
<p>Juga sabda Nabi Shallalllahu ‘alaihi wa sallam dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu beliau bersabda:</p>
<p>وَمَنْ دَعَا رَجُلاً بِالْكُفْرِ أَوْ قَالَ عَدُوَّ اللَّهِ وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلاَّ حَارَ عَلَيْهِ</p>
<p>“Barangsiapa memanggil orang lain dengan kekafiran atau dia berkata “Hai musuh Allah”, padahal tidak benar, maka hal itu kembali padanya” [2]</p>
<p>SEJARAH PENGKAFIRAN DI ZAMAN INI<br />
Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi hafizhahullâh berkata, “Kita meyakini bahwa permasalahan ‘pengkafiran’ -pada fase-fasenya yang akhir- di zaman kita ini, awal muncul keburukannya mulai di dalam penjara-penjara Mesir pada tahun enam puluhan Masehi –sekitar empat puluh tahun yang lalu- dari sebagian para pemikir harakah-harakah (para sastrawan) yang mengkafirkan masyarakat secara umum dan menghukumi mereka dengan murtad.</p>
<p>Sehingga diriwayatkan dari sebagian mereka itu yang mengatakan, ‘Aku tidak mengetahui seorang Muslim-pun di atas bumi ini selain diriku, dan seorang yang lain di India selatan!!!’</p>
<p>Kemudian pada pertengahan tahun tujuh puluhan Masehi, sikap ekstrim pelakunya semakin bertambah menyimpang dan semakin tajam. Selanjutnya kami telah melihat orang yang mengkafirkan semua manusia seluruhnya. Dia tidak mengecualikan selain orang yang berbai’at kepada syaikh (gurunya) dan imam jama’ahnya (organisasinya)!!</p>
<p>Mereka itu sendiri (berpecah belah) menjadi banyak jama’ah dan bai’at!!</p>
<p>Pada tahun delapan puluhan Masehi, fitnah (baca: musibah) mereka itu semua mengendor sedikit. Selanjutnya kami melihat orang yang membatasi pengkafiran hanya kepada pemerintah-pemerintah dan sistem-sistem, mulai dari Pemimpin negara, lalu wakilnya, menteri-menterinya…sampai pasukannya dan tentaranya!!</p>
<p>Kelompok yang akhir ini juga (di dalamnya) terdapat beberapa tingkatan:<br />
• Sebagian mereka mengkafirkan pemimpin negara dan wakilnya saja!<br />
• Sebagian mereka ada yang menggabungkan –selain di atas- menteri-menterinya juga!<br />
• Sebagian mereka ada yang menambahkan anggota Parlemen!<br />
• Dan seterusnya.</p>
<p>Mereka saling berselisih dan pendapat mereka saling kontradisi; bahkan kami telah melihat sebagian mereka memvonis <a href="http://ustadzmuslim.com/?p=32" target="_blank">sesat</a> kepada sebagian yang lainnya dan menuduh mereka dengan tuduhan-tuduhanyang sangat keji.</p>
<p>Bahkan, banyak di antara mereka yang mengkafirkan dan menghukumi murtad kelompok dan jama`ah yang menyelisihi mereka.</p>
<p>Seandainya kita memperhatikan secara mendalam, niscaya kita akan melihat bahwa akar masalah perselisihan mereka adalah ‘berhukum dengan selain hukum yang Allah turunkan’</p>
<p>Maka, bagaimana jika keadaan itu sampai kepada kenyataan berupa keburukan dan kezhaliman. Dari mulai takfîr (pengkafiran) menjadi revolusi, kemudian pemberontakan dan pengeboman, sehingga menjerumuskan umat ini ke dalam ujian yang sangat berat dan cobaan yang sangat buruk.</p>
<p>Para Ulama kita (Haiah Kibaril ‘Ulama) yang dipimpin oleh yang mulia Ustadz kita al-’Allâmah al-Imam Syaikh `Abdul ‘Azîz bin Bâz rahimahullah -semoga Allah Azza wa Jalla menjaga mereka yang masih hidup untuk kebaikan umat ini dan merahmati mereka yang sudah wafat- telah menyadari bahaya yang sedang menyelimuti dan terjadi ini, bahaya yang menjalar dan menyusup, mulai dari pengkafiran sampai <a href="http://ustadzmuslim.com/?p=32" target="_blank">pengeboman</a>. Para Ulama, mereka menulis penjelasan yang agung untk memperingatkan umat dari bencana ini dan menjauhkan orang dari pelakunya, yaitu orang-orang yang tidak lurus.</p>
<p>Penjelasan tersebut disiarkan di Majalah Al-Buhûts al-Islâmiyah, no. 56, bulan Shafar, th. 1420 H, namun tertahan, tidak menyebar (di tengah masyarakat).”[3]</p>
<p>PENGKAFIRAN LALU PENGEBOMAN<br />
Pengkafiran terhadap seorang Muslim mengakibatkan perkara-perkara yang berbahaya, seperti menghalalkan darah dan harta, mencegah warisan, batalnya pernikahan, dan lainnya dari akibat-akibat kemurtadan. Untuk itu, seorang Mukmin tidak boleh menghukumi kafir kepada seorang Muslim lainnya hanya karena sedikit syubhat (kesamaran). Jika pengkafiran yang ditujukan kepada individu-individu mengandung bahaya yang besar, lantas bagaimana jika ditujukan kepada pemerintah-pemerintah Muslim? Tentu bahayanya jauh lebih besar! Karena pengkafiran seperti ini akan membuahkan sikap membangkang kepada ulil amri, mengangkat senjata, menyebarkan kekacauan, menumpahkan darah, dan kerusakan manusia dan negara.</p>
<p>Oleh karena itu Hai’ah Kibaril ‘Ulama (Komisi Ulama Besar) di Kerajaan Saudi Arabia mengisyaratkan adanya hubungan erat antara fenomena pengeboman yang terjadi di berbagai negara Islam dengan pengkafiran. Hai’ah Kibaril ‘Ulama menjelaskan, “Sesungguhnya Majlis Hai’ah Kibaril ‘Ulama di dalam pertemuannya ke-49 di kota Thaif, mulai tanggal 2/4/1419 H, telah mengkaji apa yang terjadi di banyak negara-negara Islam –dan lainnya- yang berupa takfîr (fenomena pengkafirkan) dan tafjîr (pengeboman), dan akibat-akibatnya yang berupa penumpahan darah dan penghancuran bangunan-bangunan”.[4]</p>
<p>Point-point penjelasan Hai’ah Kibaril ‘Ulama ini adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Takfîr (menghukumi kafir) adalah hukum syari’at, tempat kembalinya adalah kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Sebagaimana tahlîl (menghalalkan), tahrîm (mengharamkan), dan îjâb (mewajibkan), dikembalikan kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Demikian pula takfîr.</p>
<p>2. Apa yang muncul dari keyakinan yang salah ini (yaitu tergesa-gesa menjatuhkan vonis kafir), yang berupa penghalalan darah, pelanggaran kehormatan, perampasan harta khusus dan umum, pengeboman rumah-rumah dan kendaraan-kendaraan, serta pengrusakan bangunan-bangunan; semua perbuatan ini dan yang semacamnya diharamkan secara syari’at berdasarkan ijmâ’ kaum Muslimin.</p>
<p>3- Ketika Majlis Hai’ah Kibaril ‘Ulama menjelaskan hukum takfîr kepada manusia dengan tanpa bukti dari Kitab Allah k dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta menjelaskan bahwa melontarkan tuduhan kekafiran termasuk perbuatan dosa dan dan menyebabkan berbagai keburukan, maka sesungguhnya Majlis mengumumkan bahwa agama Islam berlepas diri dari keyakinan yang salah ini. Dan apa yang terjadi di sebagian negara berupa penumpahan darah orang yang tidak bersalah, pengeboman rumah-rumah, kendaraan-kendaraan, serta fasilitas-fasilitas umum dan khusus, serta pengrusakan bangunan-bangunan, itu adalah kejahatan, dan agama Islam berlepas diri darinya.</p>
<p>Demikian pula semua Muslim yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan hari akhir, mereka berlepas diri darinya. Itu hanyalah tindakan orang yang memiliki pemikiran menyimpang dan akidah yang sesat, dan merekalah yang akan menanggung dosanya dan kejahatannya. Perbuatan mereka tidak boleh dikaitkan dengan Islam dan kaum Muslimin yang mengikuti petunjuk Islam, berpegang teguh dengan al-Qur`ân dan Sunnah, serta berpegang dengan tali Allah yang kokoh. Namun, itu hanyalah semata-mata perbuatan merusak dan kejahatan yang ditolak oleh syari’at dan fitrah. Oleh karena itu telah datang nash-nash syari’at yang mengharamkannya dan memperingatkan berkawan dengan pelakunya.[5]</p>
<p>Perbuatan sebagian orang yang melakukan <a href="http://ustadzmuslim.com/?p=32" target="_self">bom bunuh diri</a> dengan anggapan jihad fî sabîlillâh merupakan anggapan dan perbuatan yang rusak.</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shâlih al-’Utsaimîn rahimahullah berkata, “…yang aku maksudkan adalah orang-orang yang meledakkan bom di tengah-tengah manusia, dengan anggapan mereka bahwa itu termasuk jihâd fî sabîlillâh!</p>
<p>Padahal hakekatnya, keburukan yang mereka timpakan terhadap Islam dan kaum Muslimin jauh lebih besar daripada kebaikan yang mereka perbuat. Akibat perbuatan mereka, citra Islam menjadi buruk di mata orang-orang Barat dan lainnya! Apa yang telah mereka hasilkan? Apakah orang-orang kafir mendekat kepada Islam, atau mereka semakin menjauh darinya? Sedangkan bagi umat Islam sendiri, hampir saja setiap Muslim menutupi wajahnya agar tidak dinisbatkan kepada kelompok yang membuat kegemparan dan ketakutan ini. Dan agama Islam berlepas diri darinya.</p>
<p>Walaupun jihâd sudah diwajibkan, akan tetapi para Sahabat tidak pernah pergi ke masyarakat kafir untuk membunuh mereka; kecuali jihad yang memiliki bendera dari Penguasa yang mampu melakukan jihâd. Adapun teror ini –demi Allah- merupakan cacat bagi umat Islam. Aku bersumpah dengan nama Allah Azza wa Jalla ; bahwa kita tidak mendapatkan hasil sama sekali, bahkan sebaliknya, sesungguhnya hal itu memperburuk citra. Seandainya kita meniti jalan hikmah, yaitu Pertama: bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla dan kita memperbaiki diri kita, kedua: berusaha memperbaiki orang-orang lain dengan metode-metode syari’at, sungguh hasilnya adalah hasil yang baik”.[6]</p>
<p>Maka, bukankah kita meninginkan perbaikan? Hanya Allah Azza wa Jalla -lah Azza wa Jalla tempat memohon pertolongan.</p>
<p>_______<br />
Footnote<br />
[1]. Majmû’ Fatâwa 12/465-466<br />
[2]. Lihat: Al-Qawâidul Husna, hal: 148-149, karya Syaikh Muhammad al-‘Utsaimîn, takhrîj: Abu Muhammad Asyraf bin `Abdul Maqshûd<br />
[3]. At-Tabshîr bi Qawâ’idit Takfîr, hlm.94-98, karya Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi<br />
[4]. At-Tabshîr bi Qawâ’idit Takfîr, hlm.100-101, karya Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi<br />
[5]. Fatwa ini secara lengkap di muat di dalam Kitab At-Tabshîr bi Qawâ’idit Takfîr, hlm.100-113, karya Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi<br />
[6]. Dari kaset awal dari Syarh Ushûlut Tafsîr, side A, tanggal 2-Rabi’ul Awwal-1419 H. Dinukil dari Kalimat Tadzkirah, hlm. 55-56</p>
<p>Penulis: <a href="http://ustadzmuslim.com/" target="_blank">Ustadz Abu Ismail Muslim Atsari</a><br />
Artikel <a href="www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.Salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/airan-sesat-khowarij/'>airan sesat khowarij</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/bom-bunuh-diri/'>bom bunuh diri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/bom-cirebon/'>bom cirebon</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/bom-syahid/'>bom syahid</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kaum-khawarij/'>kaum khawarij</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khowarij/'>khowarij</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pembom-cirebon/'>pembom cirebon</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pengeboman/'>pengeboman</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pengkafiran/'>pengkafiran</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/takfir/'>takfir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/teroris-indonesia/'>teroris indonesia</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/terorisme/'>terorisme</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/thaghut/'>thaghut</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/9668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/9668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/9668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/9668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/9668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/9668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/9668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/9668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/9668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/9668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/9668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/9668/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/9668/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/9668/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=9668&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/04/18/bermula-dari-pengkafiran-berujung-pengeboman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/ideologi-teroris.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/ideologi-teroris.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ideologi-teroris</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/04/bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanya Jawab: Berkenalan dengan Doktor Taqiyuddin An-Nabhani</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/03/25/tanya-jawab-berkenalan-dengan-doktor-taqiyuddin-an-nabhani/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/03/25/tanya-jawab-berkenalan-dengan-doktor-taqiyuddin-an-nabhani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 07:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[doktor Taqiyuddin An-Nabhani]]></category>
		<category><![CDATA[harokah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[hizbut tahrir indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ht]]></category>
		<category><![CDATA[hti]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj mu'tazilah]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab agama islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=9420</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Al Ustadz Ja&#8217;far Umar Thalib Pertanyaan: Saya pernah membaca dari salah satu referensi bahwasanya mendirikan Khilafah Islamiyah merupakan salah satu perkara yang di wajibkan oleh syari&#8217;ah? apa benar demikian? sehingga semua upaya pergerakan dakwah di lakukan dalam rangka untuk penegakkan khilafah Islamiyah? Juga saya minta pandangan dan pendapat Ustadz tentang tokoh yang bernama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=9420&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/03/hti-taqiyudin-an-nabhani.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-9433" title="HTI-taqiyudin-an-nabhani-" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/03/hti-taqiyudin-an-nabhani.jpg?w=604" alt=""   /></a>Dijawab oleh <strong></strong><strong>Al Ustadz Ja&#8217;far Umar Thalib</strong></p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Saya pernah membaca dari salah satu referensi bahwasanya  mendirikan Khilafah Islamiyah merupakan salah satu perkara yang di  wajibkan oleh syari&#8217;ah? apa benar demikian? sehingga semua upaya  pergerakan dakwah di lakukan dalam rangka untuk penegakkan khilafah  Islamiyah? Juga saya minta pandangan dan pendapat Ustadz tentang tokoh  yang bernama Taqiyudin An-Nabhani? Apakah beliau termasuk dari jajaran  Ulama Ahli hadits?</p>
<p><strong>Ahmad Bin Muhammad</strong></p>
<p><span id="more-9420"></span></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Doktor  Taqiyudin An-Nabhani bukanlah termasuk dari jajaran Ulama Ahlul Hadits.  Dia seorang mu&#8217;tazili yang sangat ekstrim berpegang teguh dengan pola  pikir pemahaman mu&#8217;tazilah. Sedangkan pemikiran mu&#8217;tazilah itu mempunyai  prinsip-prinsip yang sesat dalam pancasila pemikirannya. Pancasila  mu&#8217;tazilah itu adalah:</p>
<p><em>Sila pertama,</em> Ketauhidan. Yang  dimaksud dengan ketauhidan ini adalah sikap mereka yang menolak beriman  kepada adanya sifat-sifat Allah. Padahal di dalam Al Qur&#8217;an dan Al  Hadits telah di beritakan sifat-sifat kemuliaan yang maha sempurna bagi  Allah.</p>
<p><em>Sila kedua</em>, adalah Al ‘Adlu (yakni keadilan).  Yang di maksud keadilan di sini ialah bahwa mereka menolak untuk beriman  kepada rukun iman ke-enam yaitu taqdir Allah yang meliputi segala  kejadian. Mereka menolak beriman kepada taqdir Allah atas segala  kejadian dengan alasan karena kepercayaan kepada adanya taqdir itu  bertentangan dengan keadilan Allah.<br />
Mereka dusta dengan keyakinan  ini. Karena berita dalam Al Qur&#8217;an dan Al Hadits tentang adanya Taqdir  Allah atas segala kejadian di alam raya ini, menunjukkan betapa maha  sempurnanya kekuasaan dan kepemilikan Allah atas alam raya ini. Dan  kekuasaan Allah yang mutlak tersebut tidaklah bertentangan dengan  keadilan Allah yang maha sempurna.</p>
<p><em>Sila ketiga</em>, Al  Wa&#8217;ad wal Wa&#8217;id yakni mereka meyakini bahwa Allah wajib atas Nya  memasukan hamba Nya yang taat kepada Nya ke surga dan wajib atas Nya  pula untuk memasukan hamba Nya yang durhaka kepada Nya ke dalam neraka.  Mereka juga meyakini bahwa orang yang masuk neraka tidak mungkin akan  bisa keluar daripadanya dan kekal di neraka itu sebagaimana kekalnya  orang masuk surga. Keyakinan tersebut di dustakan dan di bantah oleh  Allah dan Rasul Nya dalam Al Qur&#8217;an dan Al Hadits yang menegaskan bahwa  Allah tidak di wajibkan atas Nya oleh siapapun untuk memasukkan hamba  Nya ke dalam surga dan neraka. Allah kadang mangampuni dosa hamba Nya  yang durhaka kepada Nya dan memasukkannya ke dalam surga karena rahmat  Nya yang maha sempurna. Dia juga menggugurkan amalan orang-orang yang  taat kepada Nya serta memasukkannya ke neraka dengan keadilan Nya yang  maha sempurna. Orang yang ada iman kepada kebenaran Islam dan beragama  Islam serta mati di atas Islam, kalaupun masuk neraka maka tidak akan  kekal di neraka dan akan keluar dari neraka itu untuk masuk kedalam  surga dengan rahmat Allah.</p>
<p><em>Sila ke empat</em>, Al  Manzilatu Bainal Manzilatain yakni keyakinan mereka bahwa orang Islam  yang berbuat dosa tidak bisa lagi di anggap sebagai orang Islam dan  tidak pula di anggap sebagai orang kafir. Akan tetapi berada pada posisi  antara Islam dan kafir. Namun ketika di akhirat bila orang tersebut  tidak sempat bertaubat dari dosanya dan mati di atas dosa itu, maka dia  kekal di neraka. Keyakinan tersebut sangat bertentangan dengan apa yang  di terangkan oleh Allah dan Rasul Nya di dalam Al Qur&#8217;an dan Al Hadits.</p>
<p><em>Sila kelima</em>,Al  ‘Amru bil Ma&#8217;ruf Wa Nahyu ‘Anil Munkar. Yakni keyakinan mereka bahwa  wajib atas kaum muslimin untuk memberontak kepada penguasanya yang  berbuat dosa ataupun dzalim, karena mereka menganggap bahwa pemerintah  yang demikian itu berarti telah kafir. Tindakan memberontak itu di  istilah kan oleh mereka sebagai gerakan nahi munkar (mencegah  kemungkaran) dan kemudian setelah itu mendirikan pemerintah tandingan  untuk menggantikan pemerintah yang dzolim adalah sebagai perbuatan Al  Amru bil Ma&#8217;ruf (menyeru kepada kebaikan). Keyakinan tersebut sangat  bertentangan dengan Al Qur&#8217;an dan Al Hadits yang menyerukan kepada kaum  muslimin untuk lebih mementingkan kemaslhatan umum dan menjaga  stabilitas keamanan dan politik demi kemaslahatan tersebut, serta  bersabar dari kedzaliman pemerintahnya dengan cara terus menasehati  pemerintahnya dengan sebaik-baik cara dan mendoakan kebaikan untuk  penguasanya yang dzolim itu agar Allah menunjukinya kepada jalan yang  benar, selengkapnya anda bisa membaca artikel yang berjudul &#8220;Siapa  Penguasa Muslim dan Siapa Pula penguasa Kafir&#8221;.</p>
<p>Berbagai  keyakinan inilah yang melatar belakangi konsep perjuangan Doktor  Taqiyudin An-Nabhani melalui gerakan yang di namakan Hizbut tahrir.  Konsep perjuangan tersebut di beri label &#8220;Perjuangan Menegakkan Khilafah  Islamiyah di Muka Bumi&#8221;.</p>
<p>Sesungguhnya yang di wajibkan atas  kaum muslimin adalah menjalankan syari&#8217;at Islam sesuai dengan  kapasitasnya. Hal ini di tegaskan oleh Allah Ta&#8217;ala dalam firman Nya  &#8220;dan bertaqwalah kalian kepada Allah segenap kemampuan yang kalian  miliki&#8221;.<br />
Bila kapasitas dia sebagai rakyat  jelata maka wajib untuk menjalankan syari&#8217;at Islam dalam batas  kerakyatan, dan tidak ada kewajiban atasnya dalam perkara menegakkan  syari&#8217;at Islam di bidang pemerintahan. Bila kapasitas dia sebagai  penguasa maka wajib atasnya untuk menjalankan syari&#8217;at Islam dalam  pemerintahannya dan wajib pula memimpin rakyatnya untuk menjalankan  kehidupan berbangsa dan bernegara menurut tuntunan syari&#8217;ah Islamiyah.<br />
Tidak ada dalil yang qoth&#8217;i baik  dari Al Qur&#8217;an maupun Al Hadits yang mengharuskan kita untuk mendirikan  khilafah Islamiyah. Yang ada adalah perintah Rasulullaah Sholallaahu  ‘Alaihi Wa Aalihi Wa Sallam untuk mentaati Khulafa Ar Rasyidin Al  Mahdiyin. Wallahu A&#8217;lam<br />
<a href="http://alghuroba.org/front/node/r/201" target="_blank"><br />
<strong>Al Ustadz Ja&#8217;far Umar Thalib</strong></a></p>
<p><strong>Artikel <a href="www.Saalfiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.Saalfiyunpad.wordpress.com</a><br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/doktor-taqiyuddin-an-nabhani/'>doktor Taqiyuddin An-Nabhani</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/harokah-islamiyah/'>harokah islamiyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hizbut-tahrir/'>Hizbut Tahrir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hizbut-tahrir-indonesia/'>hizbut tahrir indonesia</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ht/'>ht</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hti/'>hti</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khilafah-islamiyah/'>khilafah islamiyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj-mutazilah/'>manhaj mu'tazilah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tanya-jawab-agama-islam/'>tanya jawab agama islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/9420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/9420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/9420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/9420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/9420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/9420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/9420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/9420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/9420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/9420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/9420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/9420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/9420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/9420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=9420&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/03/25/tanya-jawab-berkenalan-dengan-doktor-taqiyuddin-an-nabhani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/03/hti-taqiyudin-an-nabhani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">HTI-taqiyudin-an-nabhani-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download MP3 Tanya Jawab Bersama Ustadz Dzulqarnain Seputar Revolusi Tunisia dan Mesir</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/02/04/download-mp3-tanya-jawab-seputar-revolusi-tunisia-dan-mesir/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/02/04/download-mp3-tanya-jawab-seputar-revolusi-tunisia-dan-mesir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 02:30:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[kerusuhan mesir]]></category>
		<category><![CDATA[kludeta tunisia]]></category>
		<category><![CDATA[kudeta mesir]]></category>
		<category><![CDATA[pemberontakan mesir]]></category>
		<category><![CDATA[pemberontakan tunisia]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi tunisia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=8987</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini kami hadirkan rekaman tanya jawab yang disampaikan oleh Ustadz Dzulqornain seputar pemberontakan yang terjadi di beberapa negara Arab akhir-khir ini, seperti revolusi Tunisia dan pemberontakan berdarah di Mesir. Semoga penjelasan beliau bermanfaat bagi kaum muslimin dan kita selalu berdoa kepada Allah, semoga Allah selalu menjaga kaum muslimin di mana pun berada dari kebiadaban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=8987&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini kami hadirkan rekaman tanya jawab yang disampaikan oleh Ustadz Dzulqornain seputar pemberontakan yang terjadi di beberapa negara Arab akhir-khir ini, seperti revolusi Tunisia dan pemberontakan berdarah di Mesir. Semoga penjelasan beliau bermanfaat bagi kaum muslimin dan kita selalu berdoa kepada Allah, semoga Allah selalu menjaga kaum muslimin di mana pun berada dari kebiadaban dan kebengisan para pemberontak (baca: Khowarij zaman modern) yang dilakukan oleh hizbiyun semacam al-Ikhwan dan sejenisnya, termasuk propaganda pihak Barat. <span id="more-8987"></span><a href="http://statics.ilmoe.com.s98986.gridserver.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/Tanya-Jawab_Revolusi_Tunisia_AlUstadzDzulqarnain.mp3" target="_blank"><strong>Tanya jawab seputar revolusi Tunisia dan Mesir</strong></a></p>
<p>sumber rekaman: ilmoe.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/download-audio/'>DOWNLOAD AUDIO</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kerusuhan-mesir/'>kerusuhan mesir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kludeta-tunisia/'>kludeta tunisia</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kudeta-mesir/'>kudeta mesir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pemberontakan-mesir/'>pemberontakan mesir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pemberontakan-tunisia/'>pemberontakan tunisia</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/revolusi-tunisia/'>revolusi tunisia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/8987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/8987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/8987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/8987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/8987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/8987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/8987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/8987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/8987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/8987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/8987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/8987/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/8987/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/8987/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=8987&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/02/04/download-mp3-tanya-jawab-seputar-revolusi-tunisia-dan-mesir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
<enclosure url="http://statics.ilmoe.com.s98986.gridserver.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/Tanya-Jawab_Revolusi_Tunisia_AlUstadzDzulqarnain.mp3" length="1350809" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telaah Kritis Untuk Enam Sifat Karkun (Jamaah Tabligh)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/11/04/telaah-kritis-enam-sifat-karkun/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/11/04/telaah-kritis-enam-sifat-karkun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[enam sifat karkun]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[jt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=8092</guid>
		<description><![CDATA[مناقشة شروط الجماعة Telaah Kritis terhadap 6 syarat utk menjadi aktivis JT 1- تحقيق كلمة ( لا إله إلا الله ، محمد رسول الله ) . Pertama, merealisasikan kalimat la ilaha illallahu, Muhammad Rasulullah إن التحقيق يعني الفهم والتطبيق ، فهل فهم معنى هذه الكلمة الطيبة ـ التي هي الركن الأول من أركان الإسلام الوارد [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=8092&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>مناقشة شروط الجماعة</p>
<p>Telaah Kritis terhadap 6 syarat utk menjadi aktivis JT</p>
<p>1-	تحقيق كلمة ( لا إله إلا الله ، محمد رسول الله ) .</p>
<p><strong>Pertama</strong>, merealisasikan kalimat la ilaha illallahu, Muhammad Rasulullah</p>
<p>إن التحقيق يعني الفهم والتطبيق ، فهل فهم معنى هذه الكلمة الطيبة ـ  التي هي الركن الأول من أركان الإسلام الوارد في حديث جبريل الذي رواه مسلم  ـ هؤلاء الجماعة ؟</p>
<p>Merealisasikan itu artinya memahami dan mempraktekkan. Apakah JT  memahami makna kalimat tahyyibah ini yang merupakan rukun pertama dalam  Islam sebagaimana dalam hadits Jibril yang diriwayatkan oleh Muslim?</p>
<p>وهل دعوا إلى تطبيقها والعمل بها ؟</p>
<p>Apakah JT mengajak manusia untuk mengamalkan dan mempraktekkan secara nyata kalimat tersebut?<span id="more-8092"></span></p>
<p>الواقع أنهم لا يعلمون معناها الحقيقي ، وهو :<br />
( لا معبود بحق إلا الله ، ومحمد مبلغ دين الله الذي ارتضاه ) .</p>
<p>Realita membuktikan bahwa JT tidak mengetahui makna yang benar dari  dua kalimat syahadat. Maknanya yang benar adalah tidak ada sesembahan  yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah sekedar  menyampaikan agama yang Allah ridai.</p>
<p>والدليل على ذلك التعريف قول الله تعالى :<br />
(( ذلك بأن الله هو الحق ، وأنما يدعون من دونه هو الباطل )) .<br />
” سورة الحج 62  ”</p>
<p>Dalil untuk pemaknaan di atas adalah firman Allah dalam surat al Hajj:62 (yang artinya), “<em>Itu  dikarenakan Allah adalah sesembahan yang berhak disembah dan semua  sesembahan yang mereka sembah selain Allah adalah sesembahan yang tidak  berhak disembah</em>”.</p>
<p>ولو عرفوا معناها لدعوا إليها قبل غيرها ، لأنها تدعو إلى توحيد الله ودعائه وحده دون سواه لقول الرسول صلى الله عليه وسلم :<br />
( الدعاء هو العبادة ) .               ” رواه الترمذي وقال حسن صحيح  ”</p>
<p>Andai mereka mengetahui makna kalimat tauhid yang benar tentu mereka  akan mendakwahkan kalimat tersebut dengan makna yang benar sebelum  materi yang lainnya. Kalimat tersebut mengajak untuk mengesakan Allah  dan berdoa hanya kepada Allah, tidak kepada selainNya. Rasulullah  bersabda, “<em>Doa adalah ibadah</em>” HR Tirmidzi dan beliau mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits dengan kualitas hasan sahih.</p>
<p>فكما أن الصلاة عبادة لله ، لا تجوز لرسول ولا لولي ، فكذلك الدعاء عبادة لا يجوز طلبه من الرسول أو الأولياء .</p>
<p>Sebagaimana shalat adalah ibadah yang tidak boleh diperuntukkan  kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau pun wali. Demikian  pula doa adalah ibadah sehingga tidak boleh berdoa kepada Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam atau pun kepada wali.</p>
<p>ولم أسمع من جماعة التبليغ من دعا إلى فهمها والعمل بها ، وأن الذي يدعو غير الله وقع في الشرك الذي يحبط العمل لقول الله تعالى :<br />
(( ولا تدع من دون الله ما لا ينفعك ولا يضرك ، فإن فعلت فإنك إذاً من  الظالمين )) [ أي المشركين ] .               ” سورة يونس 106 ”</p>
<p>Kami tidak pernah mendengar ada karkun JT yang mengajak untuk  memahami dan mengamalkan kalimat tauhid dengan pemahaman yang benar dan  sesungguhnya orang yang berdoa kepada selain Allah telah terjerumus  dalam menghapus seluruh amal shalih.</p>
<p>Allah berfirman yang artinya, “<em>Janganlah berdoa kepada selain  Allah yaitu makhluk yang tidak bisa memberi manfaat ataupun menimpakan  bahaya kepadamu. Jika engkau melakukannya maka engkau termasuk  orang-orang yang zalim</em>” (QS Yunus:106). Yang dimaksud dengan orang-orang zalim dalam ayat di atas adalah orang-orang musyrik.</p>
<p>2- إقامة الصلاة بالخشوع والخضوع :</p>
<p><strong>Kedua</strong>, menegakkan shalat dengan khusyu’ dan khudu’ (ketundukan hati).</p>
<p>وإقام الصلاة : يعني معرفة شروطها ، وواجباتها ، وأركانها ، وما يتعلق  بها من أحكام : كسجود السهو مثلاً، طبقاً لما جاء في الحديث : ( صلوا كما  رأيتموني أصلي ) .                   ” رواه البخاري  ”</p>
<p>Untuk bisa menegakkan shalat, seorang itu harus mengetahui  syarat-syarat shalat, wajib dan rukun shalat serta segala hukum yang  terkait dengannya semisal sujud sahwi dalam rangka menerapkan sabda  Nabi, “<em>Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku mengerjakan shalat</em>” (HR Bukhari).</p>
<p>فهل قام جماعة التبليغ بتعليم هذه الأمور لجماعتهم ،</p>
<p>Apakah JT telah mengajarkan hal-hal di atas kepada para anggotanya (baca:karkun)?</p>
<p>وهل بينوا لجماعتهم أن الخشوع في الصلاة يعني حصر الفكر في القراءة والتسبيح وعدم إكثار الحركة في الصلاة وغيرها من الأعمال المهمة؟</p>
<p>Apakah JT telah menjelaskan kepada anggotanya bahwa makna khusyu’  dalam shalat adalah memikirkan yang dibaca ketika shalat semisal ayat al  Quran dan tasbih, demikian pula tidak banyak gerak dalam shalat dan  hal-hal penting lainnya?</p>
<p>3-	العلم مع الذكر :</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, ilmu yang diiringi dengan dzikir</p>
<p>هذا الشرط كبقية الشروط لم يحققه جماعة التبليغ ، وسبق أن ذكرت أنني  نصحت أحد الشباب الذي ألقى بياناً ذكر فيه حديثاً موضوعاً، فقال لي أميرهم ،  أتركه لا تعلمه ، الله يعلمه ! مع أن الرسول صلى الله عليه وسلم يقول :<br />
( إنما العلم بالتعلم ) .                            ” حسن انظر صحيح الجامع ”</p>
<p>Point ini sebagaimana point lainnya adalah perkara yang tidak  diterapkan secara nyata oleh JT. Kami pernah menasihati seorang anak  muda yang menyampaikan “<em>bayan</em>” yang di dalamnya terdapat hadits  palsu. Ternyata amir JT malah berkata kepadaku, “Biarkan dia, jangan  ajari dia. Allah sendiri yang akan mengajarinya”. Padahal Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda, “<em>Ilmu hanya bisa didapatkan dengan belajar</em>” (Hadits berkualitas hasan sebagaimana dalam Sahih al Jami’).</p>
<p>وزارني وفد منهم من الأردن ، وبينت لهم عقيدة التوحيد ، ومنها الاعتقاد أن الله في السماء كما أخبر عن نفسه في قوله تعالى :<br />
(( ءأمنتم من في السماء أن يخسف بكم الأرض  )) .  ” سورة الملك 16 ”<br />
قال ابن العباس : هو الله تعالى .</p>
<p>Ada rombongan JT dari Yordania yang berkunjung ke rumahku. Ketika itu  aku jelaskan kepada mereka mengenai tauhid. Di antaranya adalah  keyakinan bahwa Allah itu di atas sana sebagaimana yang Allah firmankan  sendiri, “<em>Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu?</em>” (QS al Mulk:16).</p>
<p>وذكرت لهم حديث الجارية التي سألها الرسول صلى الله عليه وسلم: أين الله  ؟ قالت في السماء ، قال : من أنا ؟ قالت أنت رسول الله ، فقال لصاحبها :  أعتقها فإنها مؤمنة ) .                          ” رواه مسلم  ”</p>
<p>Kusampaikan juga kepada mereka hadits berisi kisah seorang budak perempuan yang ditanyai oleh Rasulullah, “Di manakah Allah?” “<em>Di atas sana</em>”, jawab budak tersebut. Rasulullah bersabda, “<em>Siapakah aku?</em>”. “<em>Engkau adalah utusan Allah</em>”, jawabnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda kepada pemiliknya, “<em>Merdekakanlah budak perempuan tersebut karena dia adalah budak yang beriman</em>” (HR Muslim).</p>
<p>فأعجب الحاضرون بهذه المعلومات ، وطلبوا مني بعض الرسائل للعلم ، علماً بأن كثيراً منهم لا يريدون قراءة كتب العلم ،</p>
<p>Mendengar hal-hal di atas, rombongan JT tersebut terheran-heran.  Mereka lantas meminta kepadaku buku-buku agama yang manfaat. Perlu  diketahui bahwa banyak dari karkun itu tidak suka mau membaca buku-buku  agama yang ilmiah.</p>
<p>وقد أهديت لاثنين منهم بعض الرسائل ليأخذوها معهم ، ويقرأوها مع جماعتهم  ، فلم يأخذوها ، وكان من هدي النبي صلى الله عليه وسلم أنه كان يقبل  الهدية. وقال الرسول صلى الله عليه وسلم :<br />
( تهادوا تحابوا )                              ” حديث حسن انظر صحيح الجامع ”</p>
<p>Kuhadiahkan kepada dua orang di antara mereka beberapa buku agama  supaya mereka bawa lantas mereka bacakan kepada sesama mereka. Ternyata  mereka memilih untuk tidak menerima hadiah tersebut padahal akhlak yang  Nabi ajarkan adalah menerima hadiah.<br />
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “<em>Hendaknya kalian saling memberi hadiah niscaya kalian akan saling mencintai</em>” (HR al Bukhari dalam al Adab al Mufrod, hasan sebagaimana dalam Sahih al Jami’).</p>
<p>4-	إكرام المسلمين :</p>
<p><strong>Keempat</strong>, memuliakan sesama kaum muslimin</p>
<p>الواقع أنهم يكرمون ضيوفهم ، ولا سيما عند الطعام ، ويتحدثون عن إكرام العلماء ، وليتهم أخذوا بنصيحتهم ، وقبلوا توجيهاتهم ،</p>
<p>Realita menunjukkan bahwa mereka memuliakan tamu terutama soal  makanan. Mereka juga sering membahas tentang masalah memuliakan para  ulama. Andai mereka mau menerima nasihat dan pengarahan ulama ahli  sunnah.</p>
<p>وقد خرجت معهم في عدد من البلدان ، فلم يسمحوا لي مرة بالتحدث إليهم ،  بل يسمحون لواحد من جماعتهم ولو كان جاهلاً  أن يتحدث إلى الناس ،</p>
<p>Aku pernah beberapa kali ikut “<em>khuruj</em>” bersama mereka ke  beberapa negeri. Namun satu kali pun mereka tidak pernah mengizinkan aku  untuk berbicara di hadapan mereka. Bahkan mereka mengizinkan salah  seorang anggota untuk bicara di hadapan jamaah masjid padahal dia adalah  seorang yang awam tentang agama.</p>
<p>وهذا يضر أكثر مما ينفع ، فيأتي بأحاديث مكذوبة كما مر قبل قليل . ويأتون بحديث لم يثبت عند الطعام ويقولون :<br />
( تحدثوا عند الطعام ولو بثمن أسلحتكم ) .</p>
<p>Cara dakwah semisal ini lebih banyak memberikan dampak buruk daripada  memberi manfaat. Akibatnya sebagian orang JT menyampaikan hadits palsu  sebagaimana di atas. Mereka juga menyampaikan hadits yang <em>tidak sahih </em>tentang makan. Mereka mengutip yang katanya hadits, “<em>Berbicaralah ketika makan meski mengenai harga senjata kalian</em>”.</p>
<p>5-	إخلاص النية لله تعالى :</p>
<p><strong>Kelima</strong>, mengikhlaskan niat hanya untuk Allah</p>
<p>وهو شرط مهم ، وقد يتحقق عند بعضهم ، فيذهب بنية الدعوة ، وينفق من ماله ، والإخلاص محله القلب ، لا يعلمه إلا الله ،</p>
<p>Ini adalah poin yang sangat urgen. Boleh jadi sebagian JT telah  menerapkan hal ini. Mereka pergi meninggalkan rumah dengan niat dakwah  dan mereka biayai khuruj mereka dengan kocek mereka sendiri. Ikhlas  letaknya di hati dan hanya Allah yang mengetahuinya secara pasti.</p>
<p>وكثيراً ما يتحدث أفرادهم ، ولا سيما الأمراء منهم عن دعوتهم ، وأنهم  فعلوا كذا ، وكان عددهم كذا ، واستجاب لهم كثير من الأفراد ، واسأل الله أن  يكونوا مخلصين في عملهم ،</p>
<p>Sebagian mereka terutama amir-amir JT seringkali bercerita tentang  dakwah mereka. Bahwa mereka telah melakukan ini dan itu, jumlah karkun  dengan sebab dakwah mereka sekian. Banyak yang menerima dakwah mereka.  Moga mereka ikhlas dalam amal yang telah mereka kerjakan.</p>
<p>ولكن الإخلاص لا بد له من العلم ، حتى ينفع صاحبه ، وتنتفع به الأمة ،  فقد ذكر البخاري رحمه الله تعالى في كتابه (باب العلم قبل القول والعمل) .  واستدل بقول الله تعالى :<br />
(( فاعلم أنه لا إله إلا الله ))                          ” سورة محمد   ”<br />
وسبق أن ذكرت أن الأحباب ـ هداهم الله ـ لا يهتمون بالعلم .</p>
<p>Namun ikhlas harus diiringi dengan ilmu sehingga memberi manfaat  kepada pelakunya dan umat Islam pun mendapatkan manfaat karenanya. Dalam  Sahih al Bukhari ada judul bab “<em>Ilmu itu sebelum beramal</em>”. Al Bukhari lantas berdalil dengan firman Allah (yang artinya), “<em>Berilmulah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah</em>” (QS Muhammad:19).</p>
<p>6-	الدعوة إلى الله :</p>
<p><strong>Keenam</strong>, berdakwah</p>
<p>هذا مبدأ طيب ، يجب على كل مسلم أن يهتم به كل حسب مقدرته ،</p>
<p>Ini adalah prinsip yang bagus. Wajib atas setiap muslim untuk  memiliki perhatian dengan dakwah Islam masing-masing sesuai denga  kemampuannya.</p>
<p>ولكن الدعوة إلى الله لها شرط مهم بينه الله تعالى بقوله :<br />
(( قل هذه سبيلي أدعوا إلى الله على بصيرة أنا ومن اتبعني وسبحان الله وما  أنا من المشركين )) .                       ” سورة يوسف آية 108 ”</p>
<p>Akan tetapi dakwah itu memiliki syarat penting yang telah Allah jelaskan dalam firmannya yang artinya, “<em>Katakanlah:  “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak  (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata (baca:ilmu). Maha suci  Allah, dan aku tidaklah termasuk orang-orang yang musyrik</em>“.</p>
<p>يقول تعالى لرسوله صلى الله عليه وسلم على الثقلين الجن والإنس آمراً له  أن يخبر الناس أن هذه سبيله ، وطريقته ، ومسلكه ، وسنته ، وهي الدعوة إلى  شهادة أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، ويدعو إلى الله بها على بصيرة  من ذلك ويقين وبرهان هو وكل من اتبعه يدعو إلى ما دعا إليه رسول الله صلى  الله عليه سلم على بصيرة ويقين وبرهان عقلي وشرعي .</p>
<p>Allah perintahkan kepada utusannya yang diutus untuk jin dan manusia  supaya memberikan pengumuman kepada seluruh manusia bahwa inilah jalan  beliau yaitu berdakwah atau mengajak agar manusia bersaksi bahwa tidak  ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tanpa ada  sekutu bagi-Nya. Dakwah tersebut dilakukan dengan landasan ilmu dan  keyakinan yang mendalam. Semua orang yang mengikuti Nabi juga  mendakwahkan apa yang didakwahkan oleh Rasulullah. Itulah dakwah yang di  bangun di atas landasan ilmu dan argumen baik argumen logika maupun  wahyu.</p>
<p>( وسبحان الله ) أي وأنزه الله ، وأجله ، وأعظمه ، وأقدسه عن أن يكون له  شريك ، أو نظير ، أو عديل ، أو نديد ، أو ولد ، أو والد ، أو صاحبة، أو  وزير ، أو مشير ، تبارك وتقدس وتنزه عن ذلك كله علواً كبيراً ) .                             ” انظر تفسير ابن كثير  ج /495</p>
<p>Subhanallah artinya aku sucikan, aku agungkan dan aku muliakan Allah  dari memiliki sekutu, sebanding, tandingan, anak, ortu, istri, menteri  dan partner. Maha suci Allah dari itu semua. Demikian kutipan dari  Tafsir Ibnu Kasir 2/495.</p>
<p>الخلاصــة<br />
إن هذه الشروط وإن كانت غير منسجمة ، لكن الجماعة ينقصهم تطبيق هذه الشروط  عملياً ، ولا سيما العلم ، وتحقيق كلمة التوحيد والدعوة إليها قبل غيرها  أسوة برسول الله صلى الله عليه وسلم</p>
<p><strong>Ringkasnya</strong>, enam hal ini meski tidak sebutkan secara  teratur namun yang jelas JT memiliki kekurangan dalam menerapkan enam  hal di atas dalam dataran praktek terutama <strong>masalah ilmu</strong> dan <strong>merealisasikan kalimat tauhid</strong> serta mendakwahkan tauhid sebelumnya lainnya dalam rangka meneladani Rasulullah.</p>
<p>الذي بقي في مكة ثلاثة عشر عاماً يدعو الناس إليها ، وتحمل في سبيلها  الأذى ، ولكنه صبر حتى نصره الله ، والعرب تعرف معنى التوحيد في كلمة ( لا  إله إلا الله ) ولذلك لم يقبلوها ، لأنها تدعوهم إلى عبادة الله ودعائه  وحده، وترك دعاء غيره ولو كانوا من الأولياء والصالحين .</p>
<p>Beliau selama 13 tahun mendakwahkan tauhid kepada manusia dan  menghadapi berbagai gangguan karenanya namun beliau bersabar sehingga  Allah memberikan kemenangan. Orang-orang paham betul kandungan tauhid  yang terdapat dalam kalimat<em> laa ilaha illallahu</em>. Oleh karena  itu mereka tidak mau menerima kalimat tersebut karena kalimat tersebut  mengajak kepada beribadah dan berdoa hanya kepada Allah dan meninggalkan  berdoa kepada selain Allah baik kepada wali ataupun semata-mata orang  shalih.</p>
<p>قال الله تعالى عن المشركين :<br />
(( إنهم كانوا إذا قيل لهم لا إله إلا الله يستكبرون ، ويقولون أئنا لتاركوا آلهتنا لشاعر مجنون ، بل جاء بالحق وصدق المرسلين )) .<br />
” سورة الصافات آية 36 ”</p>
<p>Allah berfirman mengenai orang-orang musyrik yang artinya, “<em>Sesungguhnya  mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “Laa ilaaha illallah”  (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan  diri. Dan mereka berkata, “Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan  sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” Sebenarnya dia  (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul  (sebelumnya)</em>” (QS al Shafat:35-37).</p>
<p><strong>Sumber</strong>: Buku “<em>Kaifa ihtadaitu ila al Tauhid wa al Sirat al Mustaqim</em> hal 59-64 karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu-rahimahullah-.</p>
<p>Artikel <a href="http://ustadzaris.com/">www.ustadzaris.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/firqoh/'>Firqoh</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/enam-sifat-karkun/'>enam sifat karkun</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/firqoh/'>Firqoh</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jamaah-tabligh/'>jamaah tabligh</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jt/'>jt</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj/'>manhaj</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/8092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/8092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/8092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/8092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/8092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/8092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/8092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/8092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/8092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/8092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/8092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/8092/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/8092/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/8092/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=8092&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/11/04/telaah-kritis-enam-sifat-karkun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasihat Syaikh Abdul Malik Ramadhani Bagi Penerbit yang Menerjemahkan Buku-buku &#8216;Aidh Al-Qorni!</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/10/05/nasihat-syaikh-abdul-malik-ramadhani-bagi-penerbit-buku-aidh-al-qorni/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/10/05/nasihat-syaikh-abdul-malik-ramadhani-bagi-penerbit-buku-aidh-al-qorni/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Oct 2010 05:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[buku aidh al qarni]]></category>
		<category><![CDATA[la tazhan]]></category>
		<category><![CDATA[membaca buku aidh al qorni]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat syaikh abdul malik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=7689</guid>
		<description><![CDATA[1. Assalamua’laikum. Ustadz barakallahu fiika, apakah buku ‘Aidh al-Qarni tentang taubat yang ana lihat berisi dalil yang sah tidak seperti La Tahzan bisa dibaca dan diberikan pada ikhwan lain jazakallah ? Abu Ali. +628524XXXXXX. Jawab : Pertanyaan semisal ini pernah kami kemukakan kepada syekh Abdul Malik Romadhoni dari al-Jazair yang tinggal di kota al-Madinah berdekatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=7689&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.	Assalamua’laikum. Ustadz barakallahu fiika, apakah <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/10/05/nasihat-syaikh-abdul-malik-ramadhani-bagi-penerbit-buku-aidh-al-qorni/" target="_self"><strong>buku ‘Aidh  al-Qarni</strong></a> tentang taubat yang ana lihat berisi dalil yang sah tidak  seperti <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/10/05/nasihat-syaikh-abdul-malik-ramadhani-bagi-penerbit-buku-aidh-al-qorni/" target="_self"><strong>La Tahzan</strong></a> bisa dibaca dan diberikan pada ikhwan lain jazakallah ?  Abu Ali. +628524XXXXXX.</p>
<p>Jawab :<span id="more-7689"></span></p>
<p>Pertanyaan semisal ini pernah kami kemukakan kepada <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/10/05/nasihat-syaikh-abdul-malik-ramadhani-bagi-penerbit-buku-aidh-al-qorni/" target="_self"><strong>syekh Abdul Malik  Romadhoni</strong></a> dari al-Jazair yang tinggal di kota al-Madinah berdekatan  dengan kediaman syekh Abdul Muhsin al-‘Abbad (ulama hadits senior),  bahkan syekh Abdul Malik ini termasuk muridnya. Pertanyaan tersebut  berkenaan dengan merebaknya penerjemahan buku-buku <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/10/05/nasihat-syaikh-abdul-malik-ramadhani-bagi-penerbit-buku-aidh-al-qorni/" target="_self"><strong>DR. ‘Aidh al-Qorni</strong></a> di  Indonesia oleh penerbit-penerbit berhaluan salaf (yang berhaluan  harokah lebih banyak lagi), padahal figur ini sangat dikenal oleh para  ulama dakwah salafiyah dengan berbagai pemikiran yang menyimpang dari  manhaj salaf (baca kembali dengan teliti majalah ini edisi ke-12 dengan  judul : <a href="http://situs.assunnah.web.id/2009/02/10/manhaj-15/" target="_blank"><strong>Menyingkap Hakekat Dan Jati Diri Da’i-Da’i Kondang, juga pada  edisi ke-26 dengan judul : Bersedihlah</strong></a>.</p>
<p>Syekh Abdul Malik menasehatkan agar para penerbit buku terjemahan  yang berhaluan salaf tidak menyebarkan buku-buku DR. ‘Aidh al-Qorni,  meskipun terkadang di dalam bukunya ada hal-hal yang benar, karena orang  awam pasti sulit memilah-milah isinya, terlebih orang ini memiliki gaya  bahasa yang halus dan sangat mungkin menyusupkan pemikirannya sehingga  tidak disadari pembaca, minimal penyebaran buku-bukunya akan  menjadikannya terkenal di Indonesia, berawal dari buku-bukunya yang  tidak dipermasalahkan, setelah para pembaca terpikat, maka mereka akan  menelan mentah-mentah buku-bukunya yang lain tanpa mempertimbangkan dan  memilah-milah kesalahan yang ada di dalamnya. Wallahu a’lam bis shawab.</p>
<p>Kami menambahkan alangkah baiknya apabila kita lebih mencurahkan  tenaga dan berbagai sarana untuk mempopulerkan orang-orang yang sudah  jelas manhajnya.</p>
<p>Sumber: <a href="http://majalahislami.com/membaca-buku-aidh-al-qorni" target="_blank">Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 37</a> dan dipublikasikan oleh <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/10/05/nasihat-syaikh-abdul-malik-ramadhani-bagi-penerbit-buku-aidh-al-qorni/" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/buku-aidh-al-qarni/'>buku aidh al qarni</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/la-tazhan/'>la tazhan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/membaca-buku-aidh-al-qorni/'>membaca buku aidh al qorni</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/nasihat-syaikh-abdul-malik/'>nasihat syaikh abdul malik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/7689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/7689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/7689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/7689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/7689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/7689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/7689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/7689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/7689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/7689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/7689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/7689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/7689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/7689/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=7689&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/10/05/nasihat-syaikh-abdul-malik-ramadhani-bagi-penerbit-buku-aidh-al-qorni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 3 )</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/06/jawaban-ilmiah-terhadap-silsilah-pembelaan-wahdah-islamiyah-bag-3/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/06/jawaban-ilmiah-terhadap-silsilah-pembelaan-wahdah-islamiyah-bag-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 05:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah salaf]]></category>
		<category><![CDATA[harokah]]></category>
		<category><![CDATA[hizbiyah]]></category>
		<category><![CDATA[IM]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[menasihati pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[salafiyah]]></category>
		<category><![CDATA[sururiyah]]></category>
		<category><![CDATA[tuduhan dusta]]></category>
		<category><![CDATA[wahdah islamiyah]]></category>
		<category><![CDATA[wahdah sururiyah]]></category>
		<category><![CDATA[WI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=6113</guid>
		<description><![CDATA[Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 3 ) Oleh Ustadz Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray (Mantan Kader &#38; Da’i Wahdah Islamiyah Makassar) - حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين – Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir Kesebelas: Menyelisihi Manhaj Salaf dalam Menasihati Penguasa dan Mengikuti Manhaj Khawarij Pembaca yang budiman, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=6113&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;font-size:medium;"><strong>Jawaban  Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan <span style="color:red;">Wahdah Islamiyah</span> (Bag. 3 )</strong></span></span><strong><br />
</strong> <span style="text-decoration:underline;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Oleh Ustadz Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray </strong></span><strong><br />
</strong> (Mantan Kader &amp; Da’i Wahdah Islamiyah Makassar) <strong><br />
</strong> <span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;font-size:medium;"><strong>-  حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين –<br />
</strong></span><strong>Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir</strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#0000ff;"> Kesebelas: Menyelisihi Manhaj Salaf  dalam Menasihati Penguasa dan Mengikuti Manhaj Khawarij </span></strong></li>
</ul>
<p><img class="alignright" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:xKGsQpJuqPVTeM::&amp;t=1&amp;usg=__9DoiTvrjtPC5AksTwoP9TTyildg=" alt="" width="255" height="198" />Pembaca yang budiman, perhatikan bagaimana celaan terhadap  pemerintah dari komentar seorang yang mengaku sebagai kader <strong><em>Hidayatullah</em></strong> yang diloloskan oleh WI dalam situs mereka, saat orang itu memberikan  komentar tentang SPPUD (<strong><em>Silsilah Pembelaan Para Ulama dan  Du’at</em></strong>) (Bagian 3):</p>
<p><em> “<span style="color:#ff0000;">Munculnya gerakan islam berplatform  Ahlus-sunnah wal jama’ah yg terorganisir scr rapi (munaddzom) adalah  langkah-langkah strategis dari para pelaku dakwah hari ini, hal itu  ditempuh karena penguasa tidak lagi menjadikan al-qur’an dan sunnah  sbgai falsafah negara, bahkan sebaliknya, penguasa justru menjdi  pecundang terhadap pihak-pihak yng menginginkan implementasi syariat  islam scr kaffah.</span>” </em></p>
<p>Celakanya lagi, salah satu pentolan “Ahlus Sunnah” model ini di  Bandung dengan tanpa risih sedikitpun menelanjangi aib-aib pemerintah  Indonesia di blog <em>fitnah</em>-nya. Sedang pusatnya di Makassar  membela dan memuji “ulama” mereka yang tidak segan membakar semangat  pemuda muslim untuk melakukan “amar ma’ruf nahi munkar” kepada penguasa  yang zhalim dengan cara yang menyelisihi manhaj Salaf[1].<span id="more-6113"></span></p>
<p>Bahkan WI pusat dalam website resminya juga terang-terangan  mengkritik penguasa, seperti ketika mereka menuntut pemerintah berlaku  adil dalam menangani kasus bom Bali I[2], dalam tulisan yang berjudul <strong>“Antara  Jihad dan Keadilan”</strong> oleh <strong>Rahmat A. Rahman</strong>. Dan  dalam sebuah <strong>“pernyataan resmi”</strong> yang dimuat dalam  website resmi WI, mereka “mendesak” Presiden SBY <em>–hafizhahullah-</em> dan menuduh tim kampanye beliau sebagai “kaki-tangan AS”.</p>
<p>Selain itu, mereka juga tidak mempermasalahkan pencantuman link-link  website yang mencela pemerintah, dengan alasan kebenaran itu diambil  bukan hanya dari “salafy”, sebagaimana dalam SPPUD (bagian IV), WI  berkata:</p>
<p><em> <span style="color:#ff0000;">“Apa salahnya menukil berita dari situs  orang-orang IM dan Hidayatulllah[3] wahai Sofyan??. Apakah kebenaran itu hanya  berada pada situs-situs kalian kelompok &#8220;salafy&#8221; hingga kalian  mengharamkan situs-situs lain selain kelompok kalian?, Sungguh, hikmah  itu merupakan barang hilang bagi kaum muslimin, darimana-pun kalian  dapatkan maka ambillah ia. Apalagi, kebanyakan materi dari situs-situs  tersebut merupakan berita-berita seputar perjuangan kaum muslimin di  belahan dunia <strong>dan khususnya di tanah air ini.” </strong></span></em></p>
<p><strong> WI</strong> juga berkata:</p>
<p><em> <span style="color:#ff0000;">“kami akan mengajukan satu pertanyaan pada  anda wahai Sofyan[4], <strong>salahkan seseorang membuat sebuah  artikel –sebagai nasehat- yang menyatakan ketidak-setujuannya terhadap  pemerintah </strong>–apalagi jika bukan pemerintah yang ia berada  langsung di bawah otoritasnya- berkaitan dengan sebuah keputusan yang  dianggap sebagai kemungkaran, apalagi menyangkut harga diri seorang yang  berjasa terhadap dakwah Islam?? Afwan, pertanyaan ini kami bidikkan  agar antum –dengan segala keterbatasan ilmu- tidak serampangan <strong>menjatuhkan  vonis[5] sesat atau khawarij hanya lantaran hal  tersebut, dengan dalih perbuatan itu merupakan penentangan terhadap  pemerintah.” </strong></span></em></p>
<p>WI juga menukil fatwa <strong>Asy-Syaikh</strong><strong>Abdullah  Bin Qu’ud</strong><em>–rahimahullah</em>- dan atsar sahabat <strong>Abu  Sa’id Al-Khudri</strong><em>-radhiyallahu’anhu</em>- tentang bolehnya  mengingkari kemungkaran penguasa secara terang-terangan, yang lagi-lagi  mereka salah pahami atau mereka bawa kepada makna yang batil,  sebagaimana akan kami jelaskan <em>insya Allah</em>.</p>
<p>Lalu <strong>WI</strong> berkata:</p>
<p><em> <span style="color:#ff0000;">“Sebagai tambahan, termasuk penyimpangan  manhaj bagi kawan-kawan &#8220;salafy&#8221; kita, sikap mereka dalam menyikapi  sesuatu yang zahirnya bertentangan dengan pemerintah. <strong>Seolah  –menurut kamus mereka- segala yang bertentangan dengan kebijakan  pemerintah, kendati dalam bentuk nasehat masuk dalam kategori  memberontak, dan pelakunya pantas digelari sebagai khawarij,</strong> yang karenanya mereka tidak segan-segan mengeluarkan <strong>Fadhilatus  Syaikh Dr. Safar al-Hawaly,<a name="_ednref15"></a> Fadhilatus Syaikh  al-Allamah<a name="_ednref16"></a> Syaikh Dr. Salman al-Audah dan selain  mereka berdua dari barisan Ahli Sunnah, kendati mereka termasuk dalam  jajaran ulama terpandang di Saudi Arabiyah[6].</strong><a name="_ednref17"></a> Kalau  demikian adanya, maka apa yang antum akan katakan terhadap sikap sahabat  yang mulia Abu Said al-Khudry –radhiallahu anhu- terhadap Khalifah  Abdul Malik[7] bin Marwan di atas?” </span></em></p>
<p>[Cetak tebal dari kami]</p>
<p><strong> <span style="color:#ff0000;">Tanggapan: </span></strong></p>
<ul>
<li><strong> <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Pertama</span></span>:</strong> Dalam  menanggapi poin ini, kami awali dengan perkataan Rasulullah <em>-shallallahu’alaihi  wa sallam</em>- yang <em>ma’shum</em>, yang tidak berkata kecuali wahyu  yang diwahyukan kepadanya. Semua perkataan bisa diterima atau ditolak,  kecuali perkataan beliau <em>shallallahu’alaihi wa sallam. </em></li>
</ul>
<p>Rasulullah -<em>Shollallahu alaihi wa sallam</em>- bersabda,</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong> <span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;">من أراد أن ينصح لذي سلطان فلا يبده علانية ولكن يأخذ بيده  فيخلوا به فإن قبل منه فذاك وإلا كان قد أدى الذي عليه</span></strong></span></p>
<p><em> “Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa, janganlah ia  menampakkannya terang-terangan. Akan tetapi hendaklah ia meraih tangan  sang penguasa, lalu menyepi dengannya. Jika nasihat itu diterima, maka  itulah yang diinginkan. Namun jika tidak, maka sungguh ia telah  melaksanakan kewajiban (menasihati penguasa).”</em> [HR. Ibnu Abi ‘Ashim  dalam <strong><em>As-Sunnah</em></strong> dari <strong>‘Iyadh bin Ganm</strong><em>-radhiyallahu’anhu-</em>.  Hadits ini di-<em>shahih-</em>kan oleh <strong>Asy-Syaikh Al-Albani</strong><em>–rahimahullah-</em> dalam <strong><em>Zhilalul Jannah</em></strong>, (no. 1096)]</p>
<p>Pembaca yang budiman, satu hadits ini sebenarnya sudah cukup sebagai  kata putus dalam hal adab menasihati penguasa, yakni tidak boleh  dilakukan terang-terangan. Inilah bimbingan Nabi yang mulia <em>-shallallahu’alaihi  wa sallam-</em>, sehingga kita tidak perlu bingung lagi dengan <em>syubhat-syubhat </em>yang dilontarkan oleh WI.</p>
<p>Akan tetapi untuk lebih menjernihkan permasalahan yang sudah terlalu  banyak <em>syubhat-</em>nya ini, -<em>insya Allah-</em> kami akan  menyebutkan praktek Sahabat <em>-radhiyallahu’anhum</em>- terhadap  hadits di atas dan penjelasan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan  lebih detail, sebagaimana dalam riwayat berikut:</p>
<p><strong> قيل لأسامة لو أتيت فلانا (عند الامام مسلم:  عثمان بن عفان –رضي الله عنه-) فكلمته . قال إنكم لترون أنى لا أكلمه إلا  أسمعكم ، إنى أكلمه فى السر دون أن أفتح بابا لا أكون أول من فتحه</strong></p>
<p><em> “Dikatakan kepada <strong>Usamah (bin Zaid)</strong> radhiyallahu’anhuma, “Kalau sekiranya engkau mendatangi si fulan (dalam  riwayat <strong>Al-Imam Muslim</strong>, si fulan yang dimaksud adalah: <strong>Utsman  bin Affan</strong> radhiyallahu‘anhu) lalu engkau menasihatinya?”  Usamah menjawab, “Sesungguhnya kalian benar-benar mengira bahwa aku  tidak menasihatinya, kecuali jika aku memperdengarkannya kepada kalian?!  Sungguh aku telah <strong>menasihatinya secara diam-diam</strong>,  tanpa aku membuka sebuah pintu yang semoga aku bukanlah orang pertama  yang membuka pintu tersebut.” </em> (<strong>Muttafaqun ‘alaih </strong>dari  <strong>Abu Wa’il </strong><em>radhiyallahu’anhu</em>)[8]</p>
<p><strong> Al-Hafizh Ibnu Hajar</strong><em>rahimahullah</em> menjelaskan maksud perkataan <strong>Usamah bin Zaid</strong><em>-radhiyallahu’anhuma</em>-,  <em>“Sungguh aku telah berbicara (menasihati) beliau tanpa aku membuka  sebuah pintu“</em>, maknanya adalah: “Aku telah menasihatinya dalam  perkara yang kalian isyaratkan tersebut, tetapi dengan memperhatikan  maslahat dan adab (dalam menasihati penguasa), yakni <strong> <span style="color:#ff0000;">secara rahasia</span></strong>, sehingga tidak terjadi  pada perkataan (nasihatku) ini sesuatu yang bisa mengobarkan fitnah.”  [Lihat <strong><em>Fathul Bari</em></strong>, (13/51)]</p>
<p><strong> Al-Hafizh Ibnu Hajar</strong><em>-rahimahullah- </em>juga  menukil penjelasan sebagian ulama tentang <span style="color:#ff0000;">kemungkaran  yang diisyaratkan kepada Usamah bin Zaid <em>-radhiyallahu’anhuma-</em> ternyata bukanlah kemungkaran yang tersembunyi dari masyarakat, tetapi  kemungkaran yang zhahir dan telah tersebar beritanya di tengah-tengah  masyarakat</span>, yaitu tentang salah seorang pejabat<strong> Utsman  bin Affan</strong><em>-radhiyallahu’anhu</em>- yang bernama <strong>Al-Walid  bin ‘Uqbah </strong>yang tercium dari mulutnya bau <em>nabidz</em> (sejenis khamar), kemudian <strong>Al-Hafizh Ibnu Hajar</strong> –<em>rahimahullah-</em> berkata dalam menjelaskan perkataan <strong>Usamah</strong>,</p>
<p><em> “Sungguh aku telah menasihatinya secara rahasia (tidak  terang-terangan), tanpa aku membuka sebuah pintu”, makna (pintu) yang  dimaksud adalah: “Pintu pengingkaran atas kemungkaran para penguasa  secara terang-terangan, karena khawatir akan memecah belah kalimat  (yakni persatuan kaum muslimin di bawah seorang pemimpin)”, kemudian  beliau (Usamah) memberitahu mereka bahwa ia tidak sedikitpun mencari  muka pada seseorang meskipun pada seorang pemimpin, akan tetapi ia telah  mengerahkan segenap kemampuannya untuk menasihati pemimpin secara  rahasia (tidak terang-terangan)”.</em> [Lihat <strong><em>Fathul Bari</em></strong>,  (13/52)]</p>
<p><strong> Al-Qodhi ‘Iyadh</strong><em>–rahimahullah</em>- berkata, <em>“Maksud  <strong>Usamah</strong>, bahwa ia tidak ingin membuka pintu (memberi  contoh) cara mengingkari penguasa dengan terang-terangan, karena ia  khawatir dampak buruk dari cara tersebut. Akan tetapi yang beliau  lakukan adalah dengan lemah lembut dan menasihati secara rahasia, karena  cara tersebut lebih dapat diterima”.</em> [Lihat <strong><em>Fathul  Bari</em></strong>, (13/52)]</p>
<p><strong> Al-‘Allamah Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi</strong><em>–rahimahullah-</em> juga menjelaskan perkataan <strong>Usamah bin Zaid</strong><em>-radhiyallahu’anhuma</em>-,  <em>“Sungguh aku telah menasihatinya secara rahasia“, maknanya, “Aku  menasehati penguasa secara diam-diam, sehingga aku tidak membuka sebuah  pintu dari pintu-pintu fitnah. Kesimpulannya, aku (Usamah) menasihatinya  demi meraih kemaslahatan bukan untuk memprovokasi munculnya fitnah  (masalah), <strong> <span style="color:#ff0000;">karena cara mengingkari para  penguasa dengan terang-terangan terdapat semacam sikap penentangan  terhadapnya</span></strong>. Sebab pada cara tersebut terdapat  pencemaran nama baik para pemimpin yang mengantarkan kepada terpecahnya  kalimat (persatuan kaum muslimin) dan tercerai-berainya jama’ah”</em>.  [Lihat <strong><em>Umdatul Qari Syarh Shahih Al-Bukhari</em></strong>,  (23/33)]</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi <em> –rahimahullah</em> – dalam menerangkan  perkataan Usamah pada riwayat Muslim, beliau berkata: <em>“Aku membuka  perkara yang aku tidak suka jika akulah yang pertama membukanya (yakni  mencontohkan keburukan),” maknanya adalah, “Terang-terangan dalam  menasihati penguasa di depan khalayak, sebagaimana pernah terjadi pada  para pembunuh ‘Utsman -radhiyallahu’anhu-. Dalam hadits ini terdapat  adab bersama penguasa, lemah lembut terhadap mereka, menasihati mereka  secara rahasia dan menyampaikan perkataan manusia tentang mereka agar  mereka berhenti dari kemungkaran tersebut. <span style="text-decoration:underline;">Ini semua dilakukan jika  memungkinkan, namun jika tidak memungkinkan untuk menasihati dan  mengingkari kemungkaran penguasa secara rahasia, maka hendaklah  seseorang melakukannya terang-terangan, agar pokok kebenaran itu tidak  ditelantarkan.</span>”</em> [Lihat <em> Syarah Muslim</em> , 18/118)]</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Peringatan</strong></span>: Perkataan  Al-Imam An-Nawawi <em>rahimahullah</em> pada bagian akhir yang kami  garis bawahi di atas maksudnya adalah jika keadaan memaksa untuk itu  (bukan pada semua keadaan)[9] , sebagaimana perbuatan sahabat Abu Sa’id  Al-Khudri <em>-radhiyallahu’anhu</em>- yang dijadikan dalil oleh WI,  yang <em>insya Allah</em> nanti akan kami jawab dengan mengutip  penjelasan para Ulama.</p>
<p><strong> Al-Imam Al-Qurthubi</strong><em>-rahimahullah- </em>menerangkan  perkataan Usamah dalam riwayat Muslim: <em>“Sungguh aku telah  menasihatinya secara empat mata”, maksudnya adalah, “Ia (Usamah) telah  menasihati Utsman -radhiyallahu’anhu- secara langsung dengan perkataan  yang lembut, karena yang demikian itu lebih hati-hati untuk menghindari  cara terang-terangan dalam mengingkari penguasa dan <span style="color:#ff0000;">menghindari sikap penentangan terhadap penguasa</span>,  sebab cara menasihati penguasa dengan terang-terangan sangat berpotensi  melahirkan berbagai macam fitnah dan kerusakan.” </em>[Lihat <strong><em>Al-Mufhim  Syarah Shohih Muslim</em></strong>, (6/619)]</p>
<p>Al-Imam Asy-Syaukany rahimahullah berkata, <em>“Sepatutnya bagi  orang yang mengetahui kesalahan penguasa dalam sebagian masalah agar ia  menasihati penguasa tersebut, dan janganlah ia menampakan celaan kepada  penguasa di depan publik. Akan tetapi sebagaimana terdapat dalam hadits  (yakni hadits <strong>‘Iyadh bin Ganm</strong> -radhiyallahu’anhu-),  hendaklah ia meraih tangan sang penguasa dan <strong> <span style="color:#ff0000;">menyepi</span></strong> dengannya, lalu menasihatinya,  dan janganlah ia menghinakan sultan (penguasa) Allah”</em> .[Lihat <strong> <em>As-Sail Al-Jarrar</em></strong><em>, (4/556)</em>]</p>
<p><strong> Asy-Syaikh Al-‘Allamah Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di</strong><em>–rahimahullah</em>-  berkata, <em>“Bagi siapa yang melihat suatu kemungkaran yang dilakukan  oleh penguasa, hendaklah ia memperingatkan mereka secara <strong> <span style="color:#ff0000;">rahasia</span></strong>, tidak terang-terangan di  khalayak, dengan cara yang lembut dan perkataan yang sesuai dengan  keadaan.”</em> [Lihat <strong><em>Ar-Riyadh An-Nadhirah</em></strong>,  (hal. 50)]</p>
<p>Asy-Syaikh Al-‘Allamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz –  rahimahullah – berkata, <em>“Bukan termasuk manhaj salaf, membeberkan  aib-aib penguasa, dan menyebutkannya di atas mimbar-mimbar, karena hal  itu akan mengantarkan kepada ketidakstabilan (negara), sehingga  masyarakat tidak mau dengar dan taat kepada pemerintah dalam perkara  ma’ruf, dan mengantarkan kepada pemberontakan yang merusak dan tidak  bermanfaat.  Tapi metode yang dicontohkan Salaf adalah menasehati secara<span style="color:#ff0000;"><strong> empat mata</strong></span> , menyurat, dan  menghubungi para ulama yang memiliki akses langsung kepada penguasa,  sehingga sang penguasa bisa diarahkan kepada kebaikan”</em> . [Lihat <strong> Haqqur Ro’iy war-Ro’iyyah</strong>, (hal. 27)]</p>
<p><strong> Faqiihuz Zaman Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin</strong> –<em>rahimahullah</em>- berkata, <em>“Mempublikasikan nasihat yang kita  sampaikan kepada pemerintah terdapat dua mafsadat (kerusakan). <strong> <span style="color:#ff0000;">Pertama</span></strong> , Hendaklah setiap orang  khawatir, jangan sampai dirinya tertimpa riya’, sehingga terhapus  amalannya. <strong> <span style="color:#ff0000;">Kedua</span></strong> , Jika  pemerintah tidak menerima nasihat tersebut, maka jadilah itu sebagai  alasan bagi masyarakat awam untuk menentang pemerintah. Pada akhirnya  mereka melakukan revolusi (pemberontakan) dan terjadilah kerusakan yang  lebih besar.”</em> [Dari kaset <strong><em>As'ilah haula Lajnah Al-Huquq  As-Syar’iyah</em></strong>, sebagaimana dalam <strong><em>Madarikun  Nazhor</em></strong>, (hal. 211)]</p>
<p>Dari penjelasan para ulama di atas, telah sangat jelas bahwa dalam  menasihati penguasa tidak boleh dilakukan secara terang-terangan, baik  melalui demonstrasi, berbicara di mimbar-mimbar terbuka, ataupun melalui  kolom opini dan artikel yang disebarkan secara terbuka di media-media.  Apabila hal tersebut dilakukan, maka akan melahirkan mafsadat-mafsadat  yang besar diantaranya:</p>
<ol>
<li> Memprovokasi masyarakat untuk memberontak kepada penguasa. Terlebih  lagi jika nasihat tersebut tidak diindahkan oleh penguasa, maka  akibatnya akan menceraiberaikan kesatuan kaum muslimin.[10]</li>
<li> Cara mengingkari kemungkaran penguasa dengan terang-terangan  terdapat semacam sikap penentangan terhadapnya. [11]</li>
<li> Pencemaran nama baik dan ghibah kepada penguasa yang dapat  mengantarkan kepada perpecahan masyarakat dan pemerintah muslim. [12]</li>
<li> Membuat masyarakat tidak mau menaati penguasa dalam hal ma’ruf. [13]</li>
<li> Menyebabkan permusuhan antara pemimpin dan rakyatnya. [14]</li>
<li> Menjadi sebab ditolaknya nasihat oleh penguasa.[15]</li>
<li> Menyebabkan tertumpahnya darah seorang muslim, sebagaimana yang  terjadi pada tindakan para pembunuh ‘Utsman <em>-radhiyallahu’anhu-</em>.[16]</li>
<li> Menghinakan sulthan Allah.[17]</li>
<li> Munculnya riya’ dalam diri pelakunya.[18]</li>
<li> Menyelisihi dalil dan jalan As-Salafus Shalih.</li>
<li> Mengikuti jalan ahlul bid’ah (Khawarij).</li>
</ol>
<ul>
<li><strong> <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Kedua</span></span>:</strong> Adapun  pembolehan menasihati penguasa secara terang-terangan, jika penyimpangan  penguasa dilakukan terang-terangan sebagaimana dalam kisah sahabat yang  mulia <strong>Abu Sa’id Al-Khudri</strong><em>-radhiyallahu’anhu-</em> dan fatwa <strong>Asy-Syaikh Abdullah bin Qu’ud</strong><em>rahimahullah</em> seperti yang dikutip WI berikut ini dalam SPPUD (Bagian. 4), <em> <span style="color:#ff0000;">“Karenanya, saya memandang jika perkara yang hendak  disampaikan sebagai nasehat merupakan perkara zahir, jelas dan nampak  dalam artian kemungkaran itu nampak dan jelas, maka tidak mengapa  memberi nasehat kepada penguasa dengan cara berhadapan dengannya, atau  melalui kolom opini di koran-koran (termasuk artikel), melalui  mimbar-mimbar, atau dengan metode-metode lainnya jika kemungkaran  tersebut jelas dan nampak di tengah-tengah manusia.”</span></em></li>
</ul>
<p>Hal ini kami jawab dari beberapa sisi:</p>
<p><strong> <span style="color:#0000ff;">Pertama</span></strong> : Kalau fatwa  ini benar dari beliau, maka beliau sendiri telah memberikan  batasan-batasan dan siapa yang berhak melakukannya, diantaranya:</p>
<p>1). Dengan memperhatikan maslahat dan mafsadat. Jika kita lihat  mafsadat-mafsadat besar yang sangat mungkin ditimbulkan dari cara  menasihati pemerintah dengan terang-terangan, tentunya hal tersebut  tidak boleh untuk dilakukan.</p>
<p>2). Bukan semua orang yang boleh melakukannya, tetapi para ulama  yang benar-benar memiliki ilmu dalam masalah tersebut dan memiliki  kedudukan dalam pandangan pemerintah dan masyarakat. Hal ini jelas dari  perkataan beliau dan pendalilan beliau dengan kisah <strong>Abu Sa’id  al-Khudri</strong><em>-radhiyallahu’anhu-</em>. Siapa <strong>Abu Sa’id  Al-Khudri</strong><em>-radhiyallahu’anhu</em>-, seorang ulama besar di  kalangan sahabat dibandingkan dengan <strong>Marwan</strong> seorang  Tabi’in[19]? Kedudukannya adalah guru (Sahabat) dan murid  (Tabi’in). Demikian pula, tidak semua Sahabat dan Tabi’in yang hadir  pada saat itu melakukan pengingkaran secara terang-terangan.</p>
<p><strong> <span style="color:#0000ff;">Kedua</span></strong> : Kalau kita  perhatikan apa yang dilakukan oleh sahabat <strong>Abu Sa’id Al-Khudri</strong><em>-radhiyallahu’anhu</em>-,  maka itu adalah perkara yang sangat mendesak dan sangat terkait dengan  waktu yang singkat (yakni pelaksanaan shalat ‘ied) dan terjadi di depan  matanya dan di depan khalayak ramai, sehingga tidak mungkin untuk  ditunda. Karena kaidah yang disepakati, <em>“Menunda penjelasan dari  waktu yang dibutuhkan tidak boleh”. </em>Inilah maksud perkataan <strong>Al-Imam  An-Nawawi</strong><em>–rahimahullah</em>- yang kami garis bawahi di  atas.</p>
<p><strong> Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul</strong><em>–hafizhahullah-</em> menjelaskan perkataan <strong>Al-Imam An-Nawawi</strong><em>–rahimahullah-</em> tersebut, <em>“Perkataan beliau, “ Ini semua dilakukan jika  memungkinkan” , yakni jika memungkinkan seseorang menasihati penguasa  secara rahasia, maka inilah yang wajib atasnya, tidak yang lainnya  (yakni tidak boleh terang-terangan).” </em></p>
<p><em> “Adapun perkataan beliau ( <strong>An-Nawawi</strong></em> <em>),  “<span style="text-decoration:underline;">Namun jika tidak memungkinkan untuk menasihati dan mengingkari  kemungkaran penguasa secara rahasia, maka hendaklah seseorang  melakukannya terang-terangan, agar pokok kebenaran itu tidak  ditelantarkan</span>.” Maknanya adalah, “Janganlah seseorang mengingkari  kemungkaran penguasa secara terang-terangan, kecuali dalam keadaan  sangat genting (daruroh syadidah).” </em></p>
<p>Kemudian beliau (<strong> Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul</strong><em>–hafizhahullah-</em> ) berkata dalam catatan kakinya, <em>“Atas dasar inilah (yakni dalam  keadaan darurat) dibawa perbuatan Salaf (dalam mengingkari kemungkaran  penguasa terang-terangan), seperti kisah Abu Sa’id Al-Khudri  -radhiyallahu’anhu- bersama Marwan, walikota Madinah ketika ia  mendahulukan khutbah atas shalat ‘ied. [Lihat </em><em> Shahih  Al-Bukhari</em><em> (2/449 no. 956 bersama </em><em> Fathul Bari</em><em> kitab Al-’Idain, bab Al-Khuruj ilal Musholla bi ghayri Minbar]” </em></p>
<p><em> “Oleh karenanya, ketika <strong>‘Iyadh bin Ganm</strong> -radhiyallahu’anhu- mengingkari perbuatan <strong>Hisyam</strong> -radhiyallahu’anhu- (yaitu, dengan menyampaikan hadits di atas) karena  pengingkaran <strong>Hisyam</strong> terhadap kemungkaran penguasa  secara terang-terangan, tanpa ada kebutuhan mendesak (darurat). Tidaklah  yang dilakukan <strong>Hisyam</strong> -radhiyallahu’anhu-, kecuali  tunduk (kepada hadits tersebut), wallahu A’lam.”</em> (Lihat <strong><em>As-Sunnah  fii maa Yata’allaqu bi Waliyyil Ummah,</em></strong><strong>Asy-Syaikh  Ahmad bin Umar Bazmul</strong>, <em>soft copy</em> dari  www.sahab.net )</p>
<p><strong> <span style="color:#0000ff;">Ketiga</span></strong> : Pengingkaran <strong>Abu  Sa’id Al-Khudri</strong><em>radhiyallahu’anhu</em> benar-benar di depan  penguasa tersebut, sehingga memungkinkan bagi sang penguasa untuk  mengambil faedah “secara langsung” dari nasihat beliau, atau sebaliknya  sang penguasa bisa memberikan bantahan jika ia memiliki dalil atau  pertimbangan khusus sebagai seorang pemimpin[20].</p>
<p>Adapun jika dengan menyebarkan artikel-artikel di media massa dan  berorasi di mimbar-mimbar bebas yang tidak dihadiri oleh penguasa, maka  belum tentu bisa dibaca atau didengarkan oleh penguasa (sebagai orang  yang dinasihati), malah yang terjadi adalah ghibah atau <em>buhtan</em>,  pencemaran nama baik dan provokasi untuk memberontak kepada penguasa.  Bagaimana bisa seseorang mengharamkan ghibah dan pencemaran nama baik  dirinya dan para tokoh idolanya sementara untuk penguasa dia bolehkan…<em>Ma  lakum kayfa tahkumun</em>?!</p>
<p><strong> Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin</strong><em>–rahimahullah</em>-  menjelaskan, <em>“Sesungguhnya mengingkari kemungkaran yang tersebar  adalah hal yang dituntut dan tidak ada masalah dalam hal ini. Tapi yang  menjadi masalah dalam pembahasan kita adalah pengingkaran terhadap  seorang penguasa, seperti jika seseorang berpidato di masjid, kemudian  ia berkata misalnya, <strong>“Negara (pemerintahnya) ini telah berbuat  zhalim”</strong>, <strong>“Pemerintah telah melakukan (kesalahan)</strong>”,  ia terus berbicara tentang kemungkaran penguasa dengan cara  terang-terangan ini, padahal para penguasa tersebut tidak hadir dalam  majelis itu. Jelas berbeda jika pemimpin atau penguasa yang ingin engkau  nasihati itu ada di hadapan Anda dan ketika dia tidak ada. <strong> <span style="color:#ff0000;">Karena semua pengingkaran secara terang-terangan yang  dilakukan oleh generasi Salaf terjadi langsung di hadapan pemimpin atau  penguasa.</span></strong> Bedanya, jika ia hadir, memungkinkan baginya  untuk membela diri dan menjelaskan sisi pandangnya, dan bisa jadi ia  yang benar dan kita yang salah. Akan tetapi jika ia tidak hadir,  tentunya ia tidak bisa membela diri dan ini termasuk kezhaliman. Maka  wajib bagi setiap kita untuk tidak berbicara tentang kejelekan seorang  penguasa tatkala ia tidak hadir. Olehnya, jika engkau sangat  menginginkan kebaikan (bagi seorang penguasa) pergilah kepadanya,  temuilah ia, lalu nasihati secara empat mata.”</em> [Lihat <strong><em>Liqo’  Al-Babil Maftuh</em></strong>, pertemuan ke-62, hal. 46)</p>
<p><strong> <span style="color:#0000ff;">Keempat</span></strong><span style="color:#0000ff;"> :</span> Jika fatwa <strong>Asy-Syaikh Ibnu Qu’ud</strong><em>–rahimahullah-</em> diterima secara mutlak tanpa ada batasan-batasan sebagaimana yang  beliau jelaskan sendiri dan batasan-batasan lain yang dijelaskan oleh  para ulama lainnya, maka hal tersebut sangat jelas bertentangan dengan  dalil dan fatwa-fatwa para ulama lainnya sebagaimana yang kami nukil di  atas. Olehnya, kembali kami peringatkan kepada saudara-saudara kami di  WI –<span style="color:#ff0000;">kami mencintai kebaikan untuk kalian  sebagaimana kami cintai kebaikan itu untuk diri kami</span>-:</p>
<p><strong><em> <span style="text-decoration:underline;">Pertama</span></em></strong> : Kalaupun benar  sebagaimana yang kalian katakan, bukankah yang terbaik bagi kita untuk  berhati-hati dalam masalah ini dengan memilih jalan yang lebih selamat?!</p>
<p><strong><em> <span style="text-decoration:underline;">Kedua</span> </em></strong> : Jika kita mencari setiap  keringanan para ulama, niscaya kita akan binasa, sebagaimana  diriwayatkan dari sebagian Salaf, “Barangsiapa yang mencari-cari  keringanan para ulama, maka dia telah mengarah kepada kemunafikan”.</p>
<p><strong><em> <span style="text-decoration:underline;">Ketiga</span></em></strong> : Tidakkah kalian memikirkan  mafsadat yang besar –terutama bagi orang-orang awam- jika pintu ini  dibuka?!</p>
<p><strong> Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul</strong><em>–hafizhahullah-</em> menerangkan, sedikitnya tiga kemungkaran besar yang menyelisihi manhaj  Ahlus Sunnah wal Jama’ah ketika seseorang menasihati penguasa secara  terang-terangan, padahal masih memungkinkan untuk dinasihati secara  rahasia,</p>
<p><strong> <span style="color:#009900;">Pertama</span></strong> : Menyelisihi  hadits <strong>‘Iyadh bin Ganm</strong> -<em>radhiyallahu’anhu-</em> yang memerintahkan untuk diam-diam dalam menasihati penguasa.</p>
<p><strong> <span style="color:#009900;">Kedua</span></strong> : Menyelisihi  atsar-atsar dan manhaj Salaf, seperti atsar <strong>Usamah bin Zaid </strong>dan  <strong>Abdullah bin Abi Aufa</strong> dan selainnya <em>radhiyallahu’anhum</em>.</p>
<p><strong> <span style="color:#009900;">Ketiga</span></strong> : Menyelisihi  hadits Nabi <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em>, <em>“Barangsiapa yang  menghinakan penguasa Allah di muka bumi maka Allah akan  menghinakannya.”</em> (<strong>HR. Al-Bukhari</strong>)</p>
<p>[Lihat <strong><em>As-Sunnah fii maa Yata’allaqu bi Waliyyil Ummah,</em></strong> Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul <em>-hafizhahullah</em>-)]</p>
<ul>
<li><strong> <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Ketiga</span></span>:</strong> Ya  benar, cara menasihati penguasa dengan terang-terangan adalah  pemberontakan dan merupakan karakter Khawarij.</li>
</ul>
<p><strong> Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul</strong><em> hafizhahullah</em> berkata, “Nasihat kepada penguasa secara rahasia merupakan salah satu  pokok dari pokok-pokok Manhaj Salaf yang diselisihi oleh <em>ahlul ahwa’  wal bida’</em>, seperti Khawarij.”</p>
<p>Beliau (<strong>Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul</strong><em>–hafizhahullah-</em>)  juga menjelaskan bahwa menyebarkan aib-aib penguasa merupakan bentuk  pertolongan kepada Khawarij dalam membunuh penguasa muslim, sehingga  jelas bahwa pemberontakan itu tidak hanya dengan senjata, tapi juga  dengan lisan.</p>
<p>Beliau berkata: “Hal tersebut dilarang karena bisa mengantarkan  kepada perbuatan menumpahkan darah dan pembunuhan, sebagaimana yang  dikeluarkan oleh <strong><em>Ibnu Sa’ad</em></strong> dalam<strong><em> At-Tabaqot</em></strong>, dari <strong>Abdullah bin Ukaim al-Juhani</strong>,  bahwa beliau berkata:</p>
<p><em> “Aku tidak akan menolong pembunuhan seorang Khalifah selamanya  setelah <strong>Utsman</strong>”, maka dikatakan kepadanya, “Wahai <strong>Abu  Ma’bad</strong>, apakah engkau telah membantu (Khawarij) dalam membunuh  <strong>Utsman</strong>?” Maka beliau berkata, “Sungguh aku menganggap  perbuatan membicarakan keburukan-keburukan beliau sebagai bentuk  pertolongan kepada (Khawarij) dalam membunuhnya”. </em></p>
<p>Maka camkanlah baik-baik atsar ini, tatkala beliau menganggap  pembicaraan tentang kejelekan-kejelekan penguasa termasuk perkara yang  membantu pembunuhannya.”</p>
<p>Kemudian beliau (<strong>Asy-Syaikh Ahmad bin Umar Bazmul</strong><em>hafizhahullah</em>)  memberikan komentar pada catatan kaki, “Atsar ini berfaedah pelajaran  bahwa pemberontakan itu dapat terjadi dengan senjata (pedang), maupun  dengan ucapan. Berbeda dengan pendapat (yang salah) bahwa pemberontakan  itu tidak terjadi kecuali dengan senjata. Maka camkanlah ini baik-baik  dan ingatlah selalu.”</p>
<p>Beliau juga menukil penegasan <strong>Asy-Syaikh Bin Baz</strong><em>–rahimahullah</em>-,  <em>“Bukan termasuk manhaj Salaf menelanjangi aib-aib penguasa dan  membicarakannya di atas mimbar-mimbar, karena hal tersebut mengantarkan  kepada kudeta dan ketidaktaatan masyarakat dalam hal yang ma’ruf kepada  penguasa. Lebih dari itu, mengantarkan kepada pemberontakan yang hanya  membahayakan dan tidak bermanfaat.”</em> [Lihat <strong><em>As-Sunnah  fii maa Yata’allaqu bi Waliyyil Ummah,</em></strong> oleh Asy-Syaikh  Ahmad bin Umar Bazmul –<em>hafizhahullah-</em>]</p>
<p>Jadi, jelaslah kesalahan sebagian “Ahlus Sunnah” model ini yang  menganggap bahwa menasihati penguasa dengan membicarakan aib-aib  penguasa secara terang-terangan bukan termasuk pemberontakan dan  karakter Khawarij, sebagaimana (juga) yang dikatakan penulis buku yang  beberapa kali dijadikan rujukan oleh WI dalam SPPUD, yaitu saudara <strong>Abduh  Zulfidar Akaha, Lc</strong>, yang diedit oleh Ustadz WI <strong>Muhammad  Ihsan Zainuddin, Lc</strong>, berikut ini:</p>
<p>“Lebih dari itu, sekedar melakukan demonstrasi saja sudah dianggap  sebagai tindak pemberontakan dan dikatakan sebagai Khawarij dan teroris.  Hal ini tercermin dalam perkataan beliau (Al-Ustadz Luqman Ba’abduh  -pen), “Perlu ditekankan di sini, bahwa bentuk pemberontakan terhadap  penguasa itu tidak hanya dalam bentuk gerakan fisik atau gerakan  bersenjata saja”. Kemudian beliau (Al-Ustadz Luqman Ba’abduh -pen)  mengutip pendapat Syaikh Abdul Malik Ramadhani Al-Jazairi di buku  Madarik An-Nazhar (tanpa penyebutan halaman) yang mengatakan, “Wal  hasil, hanya sekedar memprovokasi massa untuk menentang penguasa muslim  (walaupun penguasa tersebut seorang fasik) sudah layak dicap sebagai  cara-cara khawarij”. [Lihat <strong>Siapa Teroris? Siapa Khawarij?, </strong>(hal.  224)]</p>
<p><strong> Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin</strong><em>rahimahullah</em> menjawab syubhat ini, dalam menjelaskan hadits tentang tuduhan kaum  Khawarij kepada Rasulullah <em>-shallallahu’alaihi wa sallam-</em> bahwa  beliau belum berlaku adil dalam pembagian ghanimah. <strong>Asy-Syaikh  Al-‘Utsaimin</strong><em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p>“<strong><em> <span style="color:#ff0000;">Ini merupakan dalil terbesar  bahwa pemberontakan terhadap pemerintah bisa dengan senjata, ucapan dan  komentar.</span></em></strong> Yakni, orang ini (<strong>Dzul  Khuwaisirah</strong>) <em>tidak mengangkat pedang melawan Rasulullah  -shallallahu’alaihi wa sallam-, tetapi hanya sekedar mengingkari beliau  (dengan ucapan). </em></p>
<p><em> Kami sangat memahami bahwa biasanya tidak akan terjadi  pemberontakan dengan senjata, kecuali telah didahului oleh pemberontakan  dengan kata-kata. Manusia tidaklah mungkin menyandang senjata mereka  untuk memerangi penguasa tanpa ada sesuatu yang dapat memprovokasi  mereka. Pasti ada sesuatu yang bisa memprovokasi mereka, itulah ucapan  (provokator). <strong> <span style="color:#ff0000;">Maka pemberontakan kepada  penguasa dengan kata-kata adalah pemberontakan secara hakiki,  berdasarkan sunnah dan kenyataan.</span></strong>”</em> [Lihat <strong><em>Fatawa  Al-‘Ulama Al-Akabir</em></strong><em>,</em> (hal. 96)].</p>
<p>Penjelasan di atas mengingatkan kita kepada salah satu sekte  Khawarij yang bernama <strong><em>Al-Qo’adiyah</em></strong>. Mereka ini  tidak ikut mengangkat senjata melawan penguasa dalam pemberontakan  berdarah, tetapi kerjaan mereka hanyalah memprovokasi masyarakat untuk  memberontak kepada penguasa dengan bait-bait syair maupun orasi-orasi di  mimbar bebas.</p>
<p><strong> Al-Hafizh Ibnu Hajar</strong><em>rahimahullah</em> berkata, “<strong><em>Al-Qa’adiyah</em></strong> memprovokasi pemberontakan kepada para penguasa, meskipun mereka tidak  terlibat langsung.” [Lihat <strong><em>Hadyus Sari</em></strong>, oleh  Al-Hafizh Ibnu Hajar –<em>rahimahullah-</em>, hal. 459, sebagaimana  dalam <strong><em>Syarru Qatla tahta Adimis Sama’</em></strong>, hal.  20].</p>
<p>Bahkan sebenarnya merekalah yang paling berbahaya dan paling dahsyat  fitnahnya, karena biasanya orang-orang yang bisa melakukan provokasi  adalah yang memiliki sedikit ilmu yang dengannya dia menipu manusia.  Seakan ia juga “<em> termasuk dalam jajaran ulama terpandang”</em>[21] , sehingga disebutkan dalam satu atsar dari <strong>Abdullah  bin Muhammad Adh-Dha’if</strong><em>rahimahullah</em>, ia berkata: <em>“Kelompok  al-Qa’adiyah ini merupakan pecahan khawarij yang paling jelek!” </em>[Riwayat  <strong>Abu Dawud</strong> dalam <strong><em>Masaa’il Al-Imam Ahmad</em></strong>,  (hal. 271), sebagaimana dalam <strong><em>Syarru Qatla tahta Adimis  Sama’</em></strong>, (hal. 21)].</p>
<ul>
<li><strong> <span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ff0000;">Keempat</span></span>:</strong> Ada  satu syubhat yang mungkin dilontarkan dalam memahami permasalahan ini,  yaitu, <em>“Tidak mungkin menasihati penguasa seperti hadits <strong>‘Iyadh  bin Ganm</strong> maupun atsar <strong>Usamah bin Zaid</strong> radhiyallahu’anhum di zaman ini, dikarenakan aturan protokoler  pemerintahan modern terlalu berbelit-belit, sehingga tidak memungkinkan  setiap orang bisa bertemu empat mata dengan seorang pejabat, maka  terpaksa diambil jalan terakhir, yaitu dengan melakukan demonstrasi,  tapi demo yang Islami atau aksi damai.”</em></li>
</ul>
<p>Menjawab syubhat ini kami katakan:</p>
<p><strong> <span style="color:#990033;">Pertama</span></strong> : Hadits <strong>‘Iyadh  bin Ganm</strong> dan atsar <strong>Usamah bin Zaid</strong><em>radhiyallahu’anhum</em> itu tidak bermakna harus persis seperti teksnya, yaitu setiap orang  yang ingin menasihati harus memegang tangan penguasa, menyepi dengannya  atau bertemu empat mata dengannya. Masih ada cara lain yang dibolehkan,  asalkan tidak terang-terangan, seperti penjelasan <strong>Asy-Syaikh Bin  Baz</strong><em>–rahimahullah-</em>, “ <em> Tapi metode yang  dicontohkan Salaf adalah: menasehati secara empat mata, menyurat, dan  menghubungi para ulama yang memiliki akses langsung kepada penguasa,</em> sehingga sang penguasa bisa diarahkan kepada kebaikan.” ( <strong> Haqqur Ro’iy war-Ro’iyyah</strong>, hal. 27)</p>
<p><strong> <span style="color:#990033;">Kedua</span></strong> : Jika ternyata  memang semua jalan yang disebutkan <strong>Asy-Syaikh Bin Baz</strong><em>–rahimahullah-</em> tidak bisa sama sekali atau penguasa tidak mau menuruti nasihat dan  merubah kebijakannya yang zhalim, apakah kemudian boleh melakukan  demonstrasi atau menyebar artikel nasihat dan teguran kepada pemerintah  di media massa?</p>
<p><strong> <span style="color:#009900;">Jawabnya</span></strong> : Tetap tidak  boleh, sebab hal tersebut bertentangan dengan dalil dan petunjuk Salaf  dalam menghadapi keadaan semacam ini.</p>
<p><strong> Al-Imam Ibnu Abdil Barr</strong><em>–rahimahullah-</em> berkata, <em>“Jika tidak memungkinkan untuk menasihati penguasa (dengan  cara yang syar’i), maka solusi akhirnya adalah sabar dan doa, karena  dahulu mereka –yakni Sahabat- melarang dari mencaci penguasa”. Kemudian  beliau menyebutkan sanad satu atsar dari Anas bin Malik  -radhiyallahu’anhu-, beliau (Anas) berkata, “Dahulu para pembesar  Sahabat Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam- melarang dari mencaci  para penguasa.” </em>[Lihat <strong><em>At-Tamhid</em></strong>, <strong>Al-Imam  Ibnu Abdil Barr</strong>, (21/287)].</p>
<p><strong> Al-Hasan Al-Bashri</strong> –<em>rahimahullah-</em> berkata,  <em>“Demi Allah, andaikan manusia bersabar dengan musibah berupa  kezhaliman penguasa, maka tidak akan lama Allah Ta’ala mengangkat  kezhaliman tersebut dari mereka, namun apabila mereka mengangkat senjata  melawan penguasa yang zhalim, maka mereka akan dibiarkan oleh Allah.  Dan demi Allah, hal itu tidak akan mendatangkan kebaikan kapan pun.  Kemudian beliau membaca firman Allah:</em></p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong> <span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;">وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ  مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ  كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا  وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا  يَعْرِشُونَ</span></strong></span></p>
<p><em> “Maka sempurnalah kalimat Allah (janji-Nya) ke pada Bani Israel  disebabkan kesabaran mereka dan Kami musnahkan apa yang diperbuat oleh  Fir’aun dan kaumnya dan apa yang mereka bina.” </em><strong> (Al-A’rof:  137)</strong> .” [Lihat <strong><em>Madarikun Nazhor</em></strong>,  (hal. 6).</p>
<p>Penjelasan para ulama di atas dipahami dari banyak hadits Rasulullah  -<em>shallallahu’alaihi wa sallam</em>-, diantaranya:</p>
<p><span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;font-size:medium;"><a name="OLE_LINK2"></a><a name="OLE_LINK1"><strong> من رأى من أميره شيئاً  يكرهه فليصبر عليه ، فإنه من فارق الجماعة شبراً فمات إلا مات ميتة جاهلية</strong></a></span></p>
<p><em> “Barangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak ia sukai  (kemungkaran) yang ada pada pemimpin negaranya, maka hendaklah ia  bersabar, karena sesungguhnya barangsiapa yang memisahkan diri dari  jama’ah (pemerintah) kemudian ia mati, maka matinya adalah mati  jahiliyah.”</em> (<strong>Muttafaqun ‘alaihi dari Abdullah bin Abbas <em>radhiyallahu’anhuma</em></strong>)</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong> <span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;">إنكم سترون بعدي أثرة وأموراً تنكرونها قالوا: ما تأمرنا يا  رسول الله قال: أدوا إليهم حقهم وسلوا الله حقكم</span></strong></span></p>
<p><em> “Sesungguhnya kelak kalian akan melihat (pada pemimpin kalian)  kecurangan dan hal-hal yang kalian ingkari (kemungkaran)”. Mereka  bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami wahai Rasulullah?”  Beliau menjawab: “Tunaikan hak mereka (pemimpin) dan mintalah kepada  Allah hak kalian (berdoa).”</em> (<strong>Muttafaqun ‘alaihi dari  Abdullah bin Mas’ud <em>radhiyallahu’anhu</em></strong>)</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong> <span style="font-family:Times New Roman,Times,serif;">قلنا يا رسول الله : أرأيت إن كان علينا أمراء يمنعونا حقنا  ويسألونا حقهم ؟ فقال : اسمعوا وأطيعوا . فإنما عليهم ما حملوا وعليكم ما  حملتم</span></strong></span></p>
<p><em> “Kami bertanya, wahai Rasulullah, “Apa pendapatmu jika para  pemimpin kami tidak memenuhi hak kami (sebagai rakyat), namun tetap  meminta hak mereka (sebagai pemimpin)?” Maka Nabi -shallallahu’alaihi wa  sallam- bersabda, “Dengar dan taati (pemimpin negara kalian), karena  sesungguhnya dosa mereka adalah tanggungan mereka dan dosa kalian adalah  tanggungan kalian.”</em> (<strong>HR. Muslim dari Wail bin Hujr <em>radhiyallahu’anhu</em></strong>)</p>
<p>Maka jelaslah, ketika sudah tidak ada lagi solusi lain untuk merubah  kemungkaran penguasa, tidak dibenarkan sama sekali melakukan  demonstrasi, meskipun berupa aksi damai dan tidak pula dengan menyebar  artikel dan berbicara tentang kejelekan penguasa di khalayak ramai,  karena semua itu bertentangan dengan tuntunan Allah <em>Ta’ala</em> yang  lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Sedang, yang  dituntunkan oleh teladan kita, Nabi <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> dan para sahabat -<em>radhiyallahu’anhum</em>- adalah sabar dan doa.</p>
<p>Inilah sebaik-baiknya solusi bagi orang-orang yang beriman kepada  ayat Allah <em>Ta’ala</em> dan sunnah Rasul-Nya <em>shallallahu’alaihi  wa sallam</em>.</p>
<p><em> <strong>Insya Allah bersambung... </strong></em></p>
<p><em><strong>============<br />
Footnote :<br />
============<br />
</strong></em></p>
<p>[1] Sebagaimana nanti akan kami buktikan insya Allah  pada poin ketigabelas</p>
<p>[2] Makalah ini –secara halus- menunjukkan simpati  mereka kepada pelaku Teroris bom Bali. Mengetahui hubungan antara WI dan  manhaj Teroris Khawarij ini, <em>-alhamdulillah-</em> salah seorang  Ikhwan seangkatan kami di STIBA yang pernah diangkat sebagai ketua WI  Cabang Palopo, kemudian rujuk kepada manhaj Salaf. Inilah kesaksian  beliau <em>–hafizhahullah-</em> yang dikirimkan ke ana via emal:</p>
<p>Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh :</p>
<p>Khusus berkaitan dengan <em>wala’</em> mereka (WI) kepada Amrozi cs  maka ana katakan:</p>
<ul>
<li> Komputer di kantor resmi Lembaga Muslimah (LM) Wahdah Islamiyah  palopo itu pernah rusak, lalu ana yang dipanggil untuk memperbaiki,  karena memang pekerjaan sehari-hari ana adalah servis notebook dan  computer, maka secara tidak sengaja ana melihat video (rekaman)  pemakaman Amrozi cs dengan judul <strong>“As Syahiid”</strong>, lalu ana  langsung nasihati akhwat yang ada di situ, akhwat tersebut cuman diam,  ketika ana katakan, “Kenapa file seperti ini ada di komputer kalian?”  akhwat tersebut cuman diam.</li>
</ul>
<p>Lalu ana katakan, “Ana akan hapus file ini!“, tapi akhwat tersebut  melarang. Bahkan beberapa laptop milik akhwat (WI) yang pernah ana  servis itupun ada file-file (video rekaman tersebut).</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li> Buku Imam Samudra, <strong>“Aku melawan Teroris”</strong> itu  dijual di toko Cordova (milik petinggi WI), ketika itu pun ana bicara  langsung dengan penjaga toko (seorang kader WI). Ana katakan, “Akhi,  kenapa buku seperti ini ada disini?” Dia menjawab, “Kenapa!? Itu kan  tidak apa-apa!</li>
</ul>
<p>Alhamdulillah Ikhwan tersebut saat ini masih sehat dan insya Allah  kapan saja bisa dikonfirmasi soal kebenaran kesaksiannya ini, dan  orang-orang WI insya Allah juga tahu siapa Ikhwan yang kami maksudkan di  sini.</p>
<h2>[3] Bahkan WI Jogya dalam website resminya,  menyebarkan tulisan website Hidayatullah yang mengkritik pemerintah  dalam sebuah tulisan yang berjudul “Menjustifikasi Kematian Teroris”.  Tak ketinggalan pula, WI Pusat dalam website resminya juga menyebarkan  kritik terang-terangan dan celaan kepada pemerintah oleh website  Hidayatullah ketika mengkritik kebijakan pemerintah untuk menembak mati  para teroris. Terlihat di sini WI memiliki standar ganda dalam menyikapi  pemerintah, di satu sisi mereka butuh kerja sama pemerintah dalam  kegiatan-kegiatan dakwah mereka, di sisi yang lain mereka menyebarkan  aib-aib pemerintah secara terang-terangan di media massa dan membantu  media-media pencela pemerintah. Wallahul Musta’an</h2>
<p>[4] Perhatikanlah bagaimana mereka mengarahkan  bidikan-bidikannya kepada kami, sehingga kami sempat heran, seakan-akan  kali ini mereka mendapat sasaran empuk yang bernama <strong>Sofyan</strong>,  padahal jelas tertulis dalam <em>footnote</em> yang mereka tanggapi  sekarang ini adalah dari editor (<strong>Al-Ustadz Abdul Qodir</strong><em>–hafizhahullah</em>-),  yaitu tulisan dalam kurung <strong>[ed]</strong>.</p>
<p>Ini terjadi berulang kali, bahkan dengan <em>pede</em>nya mereka  mengatakan, “<em> Sebelum kami paparkan jawaban kami atas pernyataan  ini, maka kami sampaikan kepada pembaca budiman, nampak sekali pada poin  ini Sofyan telah kehabisan bahan dan tidak punya kerjaan lagi selain  mengais-ngais sesuatu yang ia anggap menyimpang dari gerakan dakwah WI.” </em> Padahal jelas footnote tersebut bukan dari kami.</p>
<p>[5] Lihat Bag. 2 artikel ini tentang perbedaan antara  vonis <em>muthlaq</em> dan <em>mu’ayyan </em></p>
<p>[6] Mengenai penyimpangan para “ulama” WI, seperti  Salman Al-Audah, Safar Al-Hawali dan ‘Aidh Al-Qorni insya Allah kami  bahas pada point ketigabelas dari artikel ini</p>
<p>[7] Barangkali lebih tepatnya: <strong>Marwan bin  Al-Hakam</strong>, bukan anaknya: <strong>Abdul Malik bin Marwan</strong> [Lihat <strong><em>Shahih Al-Bukhari</em></strong>, Kitab Al-Iedain,  bab: <em>Al-Khuruj ilal Musholla bi ghayri Minbar</em>, (no. 956)].  Barangkali pula yang lebih tepat, ketika itu <strong>Marwan</strong> adalah walikota Madinah, belum menjadi Khalifah sebagaimana dalam  riwayat tersebut. <em>Wallahu A’lam </em></p>
<p>[8] HR. Al-Bukhoriy dalam <strong><em>Shohih</em></strong>-nya  (no. 3267, &amp; 7098), dan Muslim dalam <strong><em>Shohih</em></strong>-nya  (no.7408). [ed]</p>
<p>[9] Oleh karenanya, mengingkari kemungkaran penguasa  secara terang-terangan bukanlah menjadi adat kebiasaan para sahabat.  Mereka lakukan saat keadaan memaksa. Wallahu a’lam.[ed]</p>
<p>[10] Lihat penjelasan Ibnu Hajar, Al-‘Aini dan  Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin –<em>rahimahumullah</em>-.</p>
<p>[11] Lihat penjelasan Al-Imam Al-‘Aini dan Al-Imam  Al-Qurthubi -<em>rahimahumallah</em>-.</p>
<p>[12] Lihat penjelasan Al-Imam Al-‘Aini -<em>rahimahullah</em>-.</p>
<p>[13] Lihat penjelasan Asy-Syaikh Bin Baz <em>-rahimahullah</em>-.</p>
<p>[14] Lihat penjelasan Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan <em>–hafizhahullah-</em> dalam <strong><em>Al-Ajwibah Al-Mufidah</em></strong>, (hal.99).</p>
<p>[15] Lihat penjelasan Al-Qodhi ‘Iyadh <em>rahimahullah</em></p>
<p>[16] Lihat penjelasan Al-Imam An-Nawawi –<em>rahimahullah</em>-  dan Asy-Syaikh Al-Albani dalam <strong><em>Mukhtashor Shahih Muslim</em></strong>,  hal. 335)</p>
<p>[17] Lihat penjelasan Al-Imam Asy-Syaukani <em>rahimahullah</em></p>
<p>[18] Lihat penjelasan Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin –<em>rahimahullah</em> -.</p>
<p>[19] Meskipun <strong>Marwan</strong> lahir dua atau  empat tahun setelah hijrahnya Nabi <em>-shallallahu’alaihi wa sallam-</em> ke Madinah, namun ia tidak pernah melihat Nabi <em>shallallahu’alaihi  wa sallam</em>. Demikian pendapat <strong>Al-Imam Al-Bukhari</strong> –<em>rahimahullah-</em> [Lihat <strong><em>At-Tahdzib</em></strong>, (10/82/no. 167) dan <strong><em>At-Taqrib</em></strong>,  (no. 6567)]</p>
<p>[20] Faedah: Perbuatan <strong>Abu Sa’id Al-Khudri</strong><em>-radhiyallahu’anhu</em>-  dalam menasihati Marwan secara terang-terangan adalah dalil yang  dijadikan <em>syubhat</em> terkuat WI dan yang semisal dengan mereka  untuk melegimitimasi penyimpangan mereka dalam menasihati penguasa.  Perlu kita camkan baik-baik, suatu penyimpangan bisa berupa amalan  ataupun keyakinan. Karena, bisa jadi seseorang tidak pernah melakukan  suatu amalan menyimpang dengan anggota tubuhnya, namun ia menganggap  peyimpangan tersebut boleh untuk dilakukan, sehingga ia tidak  mengingkarinya dan malah mendukung atau memuji pelakunya.</p>
<p>Adapun faedah yang ingin kami sebutkan adalah, sekedar mengingatkan  kembali kewajiban bersyukur terhadap nikmat pemahaman yang baik, yakni  mengikuti Salaf dalam memahami dalil yang dianugerahkan Allah <em>Ta’ala</em> kepada seseorang. Sebab kalau tidak, niscaya kita akan tersesat. M<em>in  bab at-tahdits bin ni’mah,</em> kami katakan bahwa sebelum kami dapati  penjelasan para ulama dalam memahami <em>isykal</em> pada perbuatan  Salaf (diantaranya perbuatan Sahabat <strong>Abu Sa’id Al-Khudri</strong><em>radhiyallahu’anhu</em> -yang dijadikan dalil oleh WI-) dalam menasihati penguasa  terang-terangan (yang zhahirnya bertentangan dengan dalil), –<em>alhamdulillah</em>-  Allah <em>-Ta’ala-</em> telah memberikan taufik kepada kami untuk  memahami bahwa hal tersebut dibolehkan hanya pada kondisi darurat dan  terikat dengan syarat-syarat, diantaranya: hadirnya penguasa tersebut  dan mendengarkan nasihat yang disampaikan secara terang-terangan. <em>Wa  lillahil hamd</em>.</p>
<p>[21] Disertai dengan berbagai gelar yang menipu mulai  dari Lc. sampai KH Fulan. [ed]</p>
<p>Disalin dari <a href="http://almakassari.com/artikel-islam/manhaj/jawaban-ilmiah-terhadap-silsilah-pembelaan-wahdah-islamiyah-bag-3.html" target="_blank">http://almakassari.com/artikel-islam/manhaj/jawaban-ilmiah-terhadap-silsilah-pembelaan-wahdah-islamiyah-bag-3.html</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/hizbiyah-harokah/'>hizbiyah &amp; harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dakwah-salaf/'>dakwah salaf</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/harokah/'>harokah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hizbiyah/'>hizbiyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/im/'>IM</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khawarij/'>khawarij</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/menasihati-pemerintah/'>menasihati pemerintah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salafiyah/'>salafiyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/sururiyah/'>sururiyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tuduhan-dusta/'>tuduhan dusta</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/wahdah-islamiyah/'>wahdah islamiyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/wahdah-sururiyah/'>wahdah sururiyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/wi/'>WI</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/6113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/6113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/6113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/6113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/6113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/6113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/6113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/6113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/6113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/6113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/6113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/6113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/6113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/6113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=6113&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/06/jawaban-ilmiah-terhadap-silsilah-pembelaan-wahdah-islamiyah-bag-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:xKGsQpJuqPVTeM::&#38;t=1&#38;usg=__9DoiTvrjtPC5AksTwoP9TTyildg=" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
