<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; konsultasi syariah</title>
	<atom:link href="http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Islam Dakwah Salafiyah Download Free Video Ebook Ceramah MP3 Gratis Ahlus Sunnah Kajian Islam Wanita Fikih Aqidah Konsultasi Syariah Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 03:26:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salafiyunpad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6537b21b5cf0022e32532148ead410c8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; konsultasi syariah</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salafiyunpad.wordpress.com/osd.xml" title="Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salafiyunpad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Arisan Kurban</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/12/arisan-kurban/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/12/arisan-kurban/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 04:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[arisan kurban]]></category>
		<category><![CDATA[arisan qurban]]></category>
		<category><![CDATA[berkurban]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[utang kurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11355</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan, Assalamu ‘alaikum. Ustadz saya ada pertanyaan, di daerah sekitar kami ada arisan kurban. Biasanya, beberapa orang mengumpulkan uang beberapa ratus ribu untuk kemudian diundi. Pemenang undian berhak mendapatkan uang hasil itu untuk digunakan membeli hewan kurban. Bagaimana hukum kurban dengan cara semacam ini? Terima kasih. Ariqa (ariqa_XXXXX@yahoo.com) Jawaban: Wa’alaikumussalam… Arisan Kurban Mengadakan arisan dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11355&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png"><img class="alignright size-full wp-image-11356" title="arisan-kurban" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png?w=604" alt=""   /></a>Pertanyaan</strong>, Assalamu ‘alaikum. Ustadz saya ada pertanyaan, di daerah sekitar kami ada <strong>arisan kurban</strong>. Biasanya, beberapa orang mengumpulkan uang beberapa ratus ribu untuk kemudian diundi. Pemenang undian berhak mendapatkan uang hasil itu untuk digunakan membeli hewan kurban. Bagaimana hukum kurban dengan cara semacam ini? Terima kasih.</p>
<p><em>Ariqa (ariqa_XXXXX@yahoo.com)</em></p>
<p><span id="more-11355"></span><br />
<strong>Jawaban:</strong><em></em></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam…</em></p>
<h3>Arisan Kurban</h3>
<p>Mengadakan arisan dalam rangka berkurban masuk dalam pembahasan berhutang untuk <strong>kurban</strong>. Karena hakikat arisan adalah hutang. Sekelompok orang mengumpulkan sejumlah uang, kemudian diserahkan kepada yang berhak dengan cara diundi. Orang yang mendapatkan jatah giliran uang ini, hakikatnya dia telah berhutang kepada seluruh teman-temannya yang ikut arisan.</p>
<p>Mengenai hukum berkurban dengan berhutang, sebagian ulama ada yang menganjurkannya meskipun harus berhutang. Di antaranya adalah Imam Abu Hatim sebagaimana dinukil oleh Ibn Katsir dari Sufyan At Tsauri (<em>Tafsir Ibn Katsir</em>, surat Al Hajj:36). Sufyan al-Tsauri <em>rahimahullah</em> mengatakan: “Dulu Abu Hatim pernah berhutang untuk membeli unta kurban. Beliau ditanya: “Apakah kamu berhutang untuk membeli unta kurban?” beliau jawab: “Saya mendengar Allah berfirman:</p>
<p>لَكُمْ فِيهَا خَيْر</p>
<p><em>“Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya (unta-unta kurban tersebut).” </em>(Q.s. Al Hajj:36).</p>
<p>(<em>Tafsir Ibn Katsir</em>, surat Al Hajj: 36)</p>
<p>Demikian pula Imam Ahmad dalam masalah akikah. Beliau menyarankan agar berhutang demi menghidupkan sunnah aqiqah di hari ketujuh setelah kelahiran. Salah satu putra Imam Ahmad, yang bernama Salih, pernah bertanya kepada beliau, “Ada seseorang yang anaknya baru lahir, namun dia tidak memiliki dana untuk aqiqah. Manakah yang lebih baik menurut Ayah: berhutang untuk aqiqah, atau mengakhirkan aqiqahnya sampai dia memiliki kemudahan untuk melaksanakannya?”</p>
<p>Imam Ahmad menjawab,</p>
<p>أشد ما سمعنا في العقيقة حديث الحسن عن سمرة عنه عليه الصلاة والسلام: (كل غلام مرتهن بعقيقته) وإني لأرجو إن استقرض أن يعجل له الخلف لأنه أحيا سنة من سننه عليه الصلاة والسلام واتبع ما جاء عنه</p>
<p>“Hadits yang paling jelas yang pernah kami dengar mengenai permasalahan aqiqah adalah hadits yang berkaitan dengan al-Hasan dari Samurah <em>radhiallahu ‘anhuma</em> dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, ‘Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.’ Aku berharap, jika dia berhutang (untuk aqiqah), agar Allah segera menggantinya, karena dia menghidupkan sunnah Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan mengikuti ajaran yang beliau bawa.” (<em>Tuhfatu-l Maudud</em>, hlm. 64)</p>
<p>Sebagian ulama lain menyarankan untuk mendahulukan pelunasan hutang dari pada berkurban. Di antaranya adalah Syaikh Ibn Utsaimin dan ulama-ulama tim fatwa <em>islamweb.net</em> dibawah bimbingan Dr. Abdullah Al Faqih (<em>Fatwa Syabakah Islamiyah</em> no. 7198 dan 28826). Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan, <em> “Jika orang punya hutang maka selayaknya mendahulukan pelunasan hutangnya daripada berkurban.”</em> (<em>Syarhu-l Mumti’</em>, 7/455).</p>
<p>Bahkan Beliau pernah ditanya tentang hukum orang yang tidak jadi kurban karena uangnya diserahkan kepada temannya yang sedang terlilit hutang, dan beliau jawab,  “Jika dihadapkan dua permasalahan antara berkurban atau melunasi hutang orang yang faqir maka lebih utama melunasi hutang tersebut, lebih-lebih jika orang yang sedang terlilit hutang tersebut adalah kerabat dekat.” (<em>Majmu’ fatawa &amp; Risalah Ibn Utsaimin,</em> 18/144).</p>
<p>Sejatinya, pernyataan-pernyataan ulama di atas tidaklah saling bertentangan. Karena perbedaan ini didasari oleh perbedaan dalam memandang keadaan orang yang berhutang. Sikap ulama yang menyarankan untuk berhutang ketika kurban adalah untuk orang yang keadaanya mudah dalam melunasi hutang atau untuk hutang yang jatuh temponya masih panjang.</p>
<p>Sedangkan anjuran sebagian ulama untuk mendahulukan pelunasan hutang daripada kurban adalah untuk orang yang kesulitan melunasi hutang atau pemiliknya meminta agar segera dilunasi.</p>
<p>Dengan demikian, jika arisan kurban kita golongkan sebagai hutang yang jatuh temponya panjang atau hutang yang mudah dilunasi maka berkurban dengan arisan adalah satu hal yang baik. <em>Wallahu a’lam..</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong></p>
<p><strong>Artikel www.KonsultasiSyariah.com dan dipublikasikan kembali oleh www.salafiyunpad.wordpress.com</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/arisan-kurban/'>arisan kurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/arisan-qurban/'>arisan qurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/berkurban/'>berkurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hari-raya-kurban/'>hari raya kurban</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/idul-adha/'>idul adha</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/utang-kurban/'>utang kurban</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11355&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/12/arisan-kurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">arisan-kurban</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/arisan-kurban.png" medium="image">
			<media:title type="html">arisan-kurban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Kerja dan Mendidik Anak</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/22/antara-kerja-dan-mendidik-anak/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/22/antara-kerja-dan-mendidik-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 06:02:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[hak anak]]></category>
		<category><![CDATA[hak istri]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga sakinah]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik anak]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua anak]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11236</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Muhammad Qasim, Lc. hafizhahullah Al-Hamdulillah, saya dan suami selalu mengikuti kajian. Namun ada sedikit yang mengganjal dalam hati tentang suami saya yang terlalu banyak tidur. Saya tahu, mungkin ia kelelahan karena kerja dalam shif 3. Akan tetapi, bila sedang kebagian shif 2 dan 3, seharian di rumah tidur terus. Dia bangun hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11236&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kerja-work.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-11237" title="kerja-work" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kerja-work.jpg?w=300&h=207" alt="" width="300" height="207" /></a>Dijawab oleh Ustadz Muhammad Qasim, Lc. <em>hafizhahullah</em></strong></p>
<p><em>Al-<span style="text-decoration:underline;">H</span>amdulillah</em>, saya dan suami selalu mengikuti kajian. Namun ada sedikit yang mengganjal dalam hati tentang suami saya yang terlalu banyak tidur. Saya tahu, mungkin ia kelelahan karena kerja dalam shif 3. Akan tetapi, bila sedang kebagian shif 2 dan 3, seharian di rumah tidur terus. Dia bangun hanya untuk shalat saja.</p>
<p>Saya sebagai istri ingin, mumpung suami sedang ada di rumah, memanfaatkan waktu tersebut untuk ikut mengajari anak-anak membaca Al-Qur`an atau mengontrol pelajaran sekolah mereka. Atau berdiskusi dengan saya tentang masalah apa saja. Saya ingin mengungkapkan ini secara langsung kepada suami, tetapi takut. Suami saya berlangganan Majalah <strong><em>As-Sunnah</em></strong>.</p>
<p>Semoga jawaban dari Redaksi membuat suami berhasil memenej waktunya dengan baik. <em>Jazakumullahu khairan katsiran</em>.<br />
<span id="more-11236"></span></p>
<p><strong>Jawab: </strong></p>
<p>Dari pertanyaan di atas, ada dua permasalahan mendasar. <strong><em>Pertama,</em></strong> tanggung jawab suami mencari nafkah. <strong><em>Kedua</em></strong>, tanggung jawab pendidikan anak dan keluarga.</p>
<p><em>Pertama</em>, memang <em>tak</em> dapat dipungkiri, mencari nafkah sudah menjadi kewajiban suami untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, terutama anak dan istri. Suami tidak boleh membiarkan keluarganya tanpa ada yang bertanggung jawab memberi makan dan minum. Sebagaimana dalam hadits Mu’awiyah <em>radhiallahu ‘anhu</em> tatkala bertanya kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Dia bertanya: <em>&#8220;Ya, Rasulullah! Apa hak seorang istri yang berhak ia peroleh dari suaminya?&#8221;</em> Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjawab: <em>&#8220;Engkau beri makan dia apa yang engkau makan . . .&#8221;</em>. (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, A<span style="text-decoration:underline;">h</span>mad dan an-Nasâ`i).</p>
<p><em>Kedua</em>, kebanyakan orang yang justru terjerumus di dalamnya, sementara itu ia tidak menyadarinya sebagai sebuah kesalahan yang dapat mengakibatkan terjadinya keretakan hubungan antara suami dengan istri, demikian pula dengan anak-anak yang semestinya sangat memerlukan perhatian dari ayahnya. Hanya saja, seorang istri janganlah serta merta langsung menegur suaminya begitu saja mengenai kewajiban yang harus ditunaikannya. Ada dua hal pokok yang perlu menjadi pertimbangan jika seorang istri ingin mengajak bicara suami guna memecahkan masalah yang ia hadapi.</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, waktu yang tepat. Seorang istri, janganlah mengajak bicara suami ketika ia baru pulang dari kerja atau dari bepergian. Karena ia masih kecapaian dan memerlukan istirahat.</p>
<p><strong><em>Kedua,</em></strong> kondisi atau waktu yang tepat. Yakni dengan memperhatikan kondisi atau situasi yang tepat ketika akan mengajak berdiskusi dengan suami. Perlu diingat, hati manusia memiliki dua kondisi yang saling berlawanan arah. Jika salah dalam memilih, maka bukan solusi yang didapat; bahkan bisa menimbulkan masalah baru, sehingga masalah menjadi semakin pelik dan rumit. Suasana hati yang ceria dan tiada beban, akan dapat mendukung keberhasilan pemecahan masalah. Sebaliknya, kondisi hati yang sedang gundah dan kacau, ia tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Kondisi hati semacam ini pernah disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud <em>radhiallahu ‘anhu</em>, ia berkata:</p>
<p dir="RTL"><strong>إِنَّ لِلْقُلُوْبِ لَنَشَاطًا وَإِقْبَالاً، وَإِنَّ لَهاَ لَتَوْلِيَةً وَإِدبَارًا&#8230; (رواه الدارمي)</strong></p>
<p><em>Sesungguhnya, hati itu terkadang timbul semangat dan mau menerima, dan ada kalanya pula ia berpaling dan menolak</em>. (HR ad-Dârimi).</p>
<p>Jika istri melihat kondisi suami telah siap untuk mendengar dan menerima saran, masukan, kritik, sekaligus mau diajak berdiskusi, maka mulailah pembericaraan ke arah yang diinginkan. Iringi dengan doa dan memohon kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> agar sang suami dimudahkan dan dibukakan hatinya, serta mau mengerti kewajiban dan amanah yang harus dipikul bersama.</p>
<ul>
<li>Ingatkan kembali sang suami mengenai tanggung jawab dan amanah yang harus ia tunaikan. Kewajibannya bukan hanya sekedar mencari nafkah, namun juga memiliki tanggung jawab secara bersama mengemban amanah dalam mentarbiyah (mendidik) si buah hati. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</li>
</ul>
<p dir="RTL"><strong>كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَضنْ رَعِيَّتِهِ فَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ &#8230;. ( متفق عليه ) </strong></p>
<h3><em>Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah tentang kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin di rumahnya, dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya</em>. (Muttafaqun ‘alaihi).</h3>
<ul>
<li>Bahwasanya anak mempunyai hak yang harus dipenuhi. Salah satunya ialah pendidikan, sebagaimana sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> :<strong>وَإِنَّ لِوَلَدِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ </strong>  (dan sesungguhnya anakmu mempunyai hak atas kamu) -HR Muslim. Selain hak nafkah, pendidikan dan perhatian juga menjadi hak anak yang harus di penuhi.</li>
</ul>
<ul>
<li>Ajak dan mintalah pendapat suami mengenai cara mengontrol perkembangan <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/22/antara-kerja-dan-mendidik-anak/" target="_blank"><strong>pendidikan anak</strong></a>, terlebih dalam hal agama (diniyah), baik akidah, ibadah, akhlak maupun Al-Qur`ân. Karena perlu pula diingat, tanggung jawab memantau perkembangan mental, pendidikan dan moral anak bukan hanya tanggung jawab istri, namun juga menjadi tugas suami yang harus dipikul bersama. Ingatlah, pengaruh tarbiyah yang diberikan orang tua terhadap anak sangat besar. Orang tualah yang memegang kendali dan paling berperan dalam membentuk karakter maupun perilaku anak. Kedua orang tua mempunyai andil yang sangat besar. Rasulullah n bersabda:</li>
</ul>
<p dir="RTL"><strong>مَامِنْ مَوْلُوْدٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ                            </strong></p>
<p><em>Tidaklah setiap anak kecuali dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi</em>. (Muttafaqun ‘alaihi).</p>
<ol>
<li>Menurut para ahli, secara psikis, perhatian yang diberikan orang tua kepada anak walaupun hanya sebentar, ia bisa berpengaruh pada pembentukan kecerdasan anak.</li>
<li>Berikan pula perhatian kepada anak. Ingatkan, bahwa pahala yang besar akan didapatkan orang tua yang telah mendidik anak dan berbuat baik kepada anaknya. Sempatkan untuk duduk bersama anak <strong><em>walau hanya sesaat, namun</em></strong> <strong><em>sering</em></strong>. Ini bisa dilakukan untuk bercengkerama dan mendidik sambil menanyakan hasil dan perkembangan belajarnya. Jangan sampai timbul kesan seolah sebagai anak tidak mempunyai ayah yang mau memperhatikannya. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda memberi kabar gembira bagi orang tua yang mau mendidik anak-anaknya dengan baik:</li>
</ol>
<p dir="RTL"><strong>مَنِ ابْتُلِيَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَيْئٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ ( متفق عليه ) </strong></p>
<p><em>Barang siapa diuji dengan beberapa anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anaknya tersebut akan menjadi penghalang baginya dari api neraka</em>. (Muttafqun ‘alaihi).</p>
<ol>
<li>Istri perlu pendamping yang bisa memotivasi, mendidik, sekaligus menjadi <em>qudwah</em> (teladan), sehingga bisa dijadikan tepmpat berlindung ketika ada masalah. Kepemimpinan seorang suami yang baik bisa membuat istri merasa aman, tetap merasa ada pelindung, dan pemimpin yang bisa membimbingnya. <em>Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka</em>. (Qs. an-Nisâ`/4:34).</li>
<li>Ingatlah, anak shâlih mendapatkan manfaat dari keshalihan orang tua. Allah berfirman, yang artinya: <em>Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya</em>. (Qs ath-Thûr/52:21).</li>
</ol>
<p>Semoga Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> senantiasa membimbing kita ke jalan yang benar. <strong>(Ustadz Mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>ammad Qasim)</strong>.</p>
<p>Artikel <a href="www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a> , disalin dari kumpulan naskah Majalah As-Sunnah</p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/pernikahan/'>Pernikahan</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hak-anak/'>hak anak</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hak-istri/'>hak istri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/keluarga-sakinah/'>keluarga sakinah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kerja/'>kerja</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/mendidik-anak/'>mendidik anak</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/orang-tua-anak/'>orang tua anak</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pendidikan-anak/'>pendidikan anak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11236&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/22/antara-kerja-dan-mendidik-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kerja-work.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kerja-work.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kerja-work</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kerja-work.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kerja-work</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengedarkan Kotak Infak Saat Khatib Naik Mimbar</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/kotak-infaq-jumatan/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/kotak-infaq-jumatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 02:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[kotak amal]]></category>
		<category><![CDATA[kotak infak hari jumat]]></category>
		<category><![CDATA[kotak infaq]]></category>
		<category><![CDATA[kotak infaq jum'atan]]></category>
		<category><![CDATA[kotak infaq pengajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11178</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa (Pengajar Ma&#8217;had Riyadhush Shalihin Pandeglang, Banten dan Pengasuh Majalah Al-Furqon) Tanya: Assalamu&#8217;alaikum. Ustadz, bagaimana hukum menjalankan kotak infaq di masjid pada saat ada khotib naik mimbar atau pada saat pengajian rutin? Jazakallahu khoiron. (Mujiono, Tanjungpinang) Jawab: Wa’alaikumussalam warohmatullohi wa barakaatuh. Pertanyaan ini mengandung dua pertanyaan; Pertama: Hukum menjalankan kotak infak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11178&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-full wp-image-11179 alignleft" title="kotak-infak-jumatan" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg?w=604" alt=""   /></span></a>Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa (Pengajar Ma&#8217;had Riyadhush Shalihin Pandeglang, Banten dan Pengasuh Majalah Al-Furqon)</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Tanya:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Assalamu&#8217;alaikum. Ustadz, bagaimana hukum menjalankan kotak infaq di masjid pada saat ada khotib naik mimbar atau pada saat pengajian rutin? Jazakallahu khoiron. (Mujiono, Tanjungpinang)</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Jawab:</strong></span><br />
<span style="color:#000000;"> Wa’alaikumussalam warohmatullohi wa barakaatuh.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pertanyaan ini mengandung dua pertanyaan;</span><br />
<span style="color:#000000;"> Pertama: Hukum menjalankan kotak infak di masjid saat khotib naik mimbar</span><br />
<span style="color:#000000;"> Kedua: Hukum menjalankan kotak infak saat pengajian rutin</span><br />
<span style="color:#000000;"> <span id="more-11178"></span></span><br />
<span style="color:#000000;"> Adapun jawaban soal pertama, maka sebagaimana kita maklumi bersama bahwa <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/kotak-infaq-jumatan/" target="_blank"><span style="color:#000000;"><strong>khutbah Jum’at</strong></span></a> merupakan bagian terpenting dalam pelaksanaan shalat Jum’at. Bahkan mayoritas ulama mengatakan bahwa khutbah jum’at adalah syarat sahnya shalat jum’at. (Lihat Al-Mughni 2/74, Bada’I as-Shona’I 1/262)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Karena urgennya khutbah jum’at maka ada beberapa perkara yang harus di perhatikan oleh para hadirin shalat jum’at. Diantaranya adalah larangan berbicara ketika khotib sedang menyampaikan khutbahnya, berdasarkan hadits;</span><br />
<span style="color:#000000;"> إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ . وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ</span><br />
<span style="color:#000000;"> Artinya: &#8220;Apabila engkau berkata kepada saudaramu pada hari jum’at: Diamlah!Sedangkan imam sedang berkhutbah maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia. (HR.Bukhari: 934, Muslim: 851)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Demikian pula tidak diperkenankan bagi para hadirin untuk melakukan perbuatan sia-sia seperti bermain-main batu krikil, bermain-main jam dan sebagainya. Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda;</span><br />
<span style="color:#000000;"> مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا</span><br />
<span style="color:#000000;"> Artinya: &#8220;Barangsiapa yang berwudhu dan membagusi wudhunya kemudian mendatangi shalat jum&#8217;at dan diam mendengarkan khutbah, maka baginya ampunan antara jumat dengan jum&#8217;at berikutnya dan tambahan tiga hari. Barangsiapa yang memegang batu krikil sungguh dia telah berbuat sia-sia. ( HR.Muslim: 857)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Imam an-Nawawi rahimahullahu mengatakan: “Hadits ini berisi larangan dari memegang batu krikil dan selainnya dari jenis-jenis perbuatan yang sia-sia ketika khutbah jum’at. Dan di dalam hadits ini juga terdapat isyarat untuk menghadapkan hati dan anggota badan saat sedang khutbah jum’at”. (Syarah Shohih Muslim 3/229)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berkata Syeikh Masyhur Hasan Salman:</span><br />
<span style="color:#000000;"> ومن هذا الباب ما شاهدته من بعض سنوات في بعض مساجد القرى، من الدوران على الناس يوم الجمعة بصندوق لجمع التبرعات والإمام يخطب</span><br />
<span style="color:#000000;"> Artinya: &#8220;Dan termasuk dalam bab ini (kesalahan yang berkaitan dengan shalat jumat) apa yang saya saksikan beberapa tahun ini di masjid-masjid pedesaan, dimana mereka menjalankan kotak amal pada hari jumat sedangkan imam dalam keadaan berkhuthbah&#8221; (Al-Qaulul Mubin fii Akhthaail Mushalliin hal:340)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari sini, maka tidak sepantasnya mengedarkan kotak amal saat khotib naik mimbar. Karena hal itu dapat mengganggu khutbah dan membuyarkan konsentrasi para makmum yang sedang mendengarkan khutbah. Selayaknya kotak amal tersebut diletakkan di depan masjid atau tempat lainnya yang tidak mengganggu jalannya ibadah.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Adapun soal kedua, menjalankan kotak amal saat pengajian rutin maka hukum asalnya adalah boleh, dan saya tidak mengetahui ada dalil yang melarangnya. Allohu A’lam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Syahrul Fatwa</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dipublikasikan oleh <a href="http://www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.salafiyunpad.wordpress.com</span></a> dari <a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/07/menjalankan-kotak-infak-ketika-khuthbah.html" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-amal/'>kotak amal</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-infak-hari-jumat/'>kotak infak hari jumat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-infaq/'>kotak infaq</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-infaq-jumatan/'>kotak infaq jum'atan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kotak-infaq-pengajian/'>kotak infaq pengajian</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11178&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/kotak-infaq-jumatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg?w=99" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">kotak-infak-jumatan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kotak-infak-jumatan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kotak-infak-jumatan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lupa Belum Bayar Utang Puasa Bagi Wanita Nifas, Qadha Puasa atau Bayar Fidyah?</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/qadha-puasa-wanita-nifas/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/qadha-puasa-wanita-nifas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 02:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[fikih puasa]]></category>
		<category><![CDATA[qadha puasa wanita nifas]]></category>
		<category><![CDATA[qodho puasa ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[wanita nifas ganti puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11168</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa Tanya: Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh. Saya mau bertanya, dulu saat istri melahirkan sebulan tidak puasa (nifas), dan baru sekarang ini ingat dan ingin membayarnya, apakah bisa kita mengqodho dengan memberi makan faqir miskin (fidyah). Terima kasih. (Hendra) Jawab: Wa&#8217;alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuhu. Alhamdulillah washshalatuwassalamu &#8216;alaa rasulillah. Pertama: Hukum Puasa Wanita Yang Nifas Wanita yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11168&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg"><img class="size-full wp-image-11170 alignleft" title="wanita nifas ganti puasa" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg?w=604" alt="qadha puasa wanita nifas menyusui"   /></a>Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa</strong></p>
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh.</p>
<p>Saya mau bertanya, dulu saat istri melahirkan sebulan tidak puasa (nifas), dan baru sekarang ini ingat dan ingin membayarnya, apakah bisa kita mengqodho dengan memberi makan faqir miskin (fidyah). Terima kasih. (Hendra)<br />
<span id="more-11168"></span><br />
<strong>Jawab:</strong></p>
<p>Wa&#8217;alaikumsalamwarahmatullahi wabarakatuhu.</p>
<p>Alhamdulillah washshalatuwassalamu &#8216;alaa rasulillah.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pertama:</strong> Hukum Puasa Wanita Yang Nifas</p>
<p>Wanita yang melahirkan disebut juga dengan wanita nifas. Karena nifas secara bahasa maknanya adalah melahirkan. (Lisaanul &#8216;Arob 6/238, Ibnul Manzhur, An-Nihayah 5/95, Ibnul Atsir).</p>
<p>Sedangkan secara terminology syari’at nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena sebab melahirkan. (Risalah Fid Dimaa at-Thobi’iyyah hal.51, Ibnu Utsaimin).</p>
<p>Wanita yang sedang haidh dan nifas tidak boleh puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah, dan para ulama telah sepakat dalam masalah ini. (Lihat Marotib al-Ijma’ hal.40, Ibnu Hazm, al-Ijma’ hal.43, Ibnul Mundzir, al-Mughni 4/397, Ibnu Qudamah)</p>
<p>Rasululloh shallallahu &#8216;alaihiwasallam bersabda:</p>
<p>أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ ، وَلَمْ تَصُمْ؟ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا</p>
<p>Bukankah wanita jika sedang haidh dia tidak shalat dan tidak puasa? Itulah bentuk kurang agamanya. (HR.Bukhari: 304, Muslim: 132)<br />
Imam Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan: “Hukum wanita nifas sama halnya dengan hukum wanita haidh dalam seluruh perkara yang diharamkan dan kewajiban yang gugur bagi mereka, kami tidak mengetahui ada perselisihan dalam masalah ini”. (Al-Mughni 1/350)</p>
<p><strong>Kedua</strong>: Cara Wanita Yang Nifas Mengganti Puasa</p>
<p>Aisyah radhiyallahu &#8216;anhaa berkata: “Kami mengalami haidh pada zaman Rasululloh, maka kami diperintah untuk mengqodho puasa dan tidak diperintah untuk mengqodho shalat”. (HR.Bukhari: 321, Muslim: 335)</p>
<p>Dan cara wanita nifas mengganti puasa sama dengan cara wanita haidh, dengan demikian, wanita yang nifas wajib mengganti puasa (qodho), dan tidak boleh membayar hutang puasanya dengan memberi makan fakir miskin (fidyah).</p>
<p>Akan tetapi, umumnya wanita yang melahirkan mereka juga langsung menyusui anaknya. Dan wanita yang menyusui boleh tidak puasa serta wajib mengganti puasanya dengan qodho atau membayar fidyah.</p>
<p>Sehingga dalam diri wanita yang melahirkan terkumpul dua keadaan;</p>
<p>Keadaan Pertama; keadaan nifas, ini disebut dengan keadaan yang menghalangi dan melarang (Janib al-Haazhir wal Mani’).</p>
<p>Keadaan Kedua; keadaan menyusui, ini disebut dengan keadaan yang membolehkan untuk berbuka puasa (janib al-mubiih).<br />
Dan para ulama telah menjelaskan jika berkumpul antara keadaan yang melarang dan keadaan yang membolehkan maka keadaan yang melarang itulah yang dimenangkan. Kaidahnya dalam bahasa arab berbunyi; Idzajtama’a Jaanib al-Haazhir wal Mubiih Ghulliba Jaanib al-Haazhir.<br />
Maka wanita yang melahirkan wajib mengqodho puasanya, dan tidak boleh membayar dengan fidyah. Allohu A’lam.</p>
<p><strong>Ketiga:</strong> Waktu Pelunasan Hutang Puasa</p>
<p>Dalam pertanyaan di atas ada yang masih kurang jelas, yaitu ucapan saudara dulu saat istri melahirkan sebulan tidak puasa, waktu dulu disini apakah satu tahun yang lalu, yaitu setahun sebelum bulan Ramadhan tahun ini ataukah beberapa tahun yang lalu sebelum Ramadhan tahun ini? Karena jika maksudnya waktu dulu yaitu setahun yang lalu maka anda benar, boleh melunasi hutang puasa tahun lalu saat ini, karena wanita haidh dan nifas mengganti puasa Ramadhan pada hari mana saja yang dia mampu. Boleh mengakhirkannya selama belum datang bulan Ramadhan berikutnya. Aisyah berkata: “Aku punya utang puasa Ramadhan dan aku tidak mampu membayarnya kecuali pada bulan Sya’ban”. (HR.Muslim: 1146)</p>
<p>Imam Ibnu Qudamah mengatakan: “Andaikan mengakhirkan membayar utang puasa Ramadhan boleh lewat Ramadhan berikutnya tentulah akan dikerjakan oleh Aisyah”. ( Al-Kaafii 1/359)</p>
<p>Akan tetapi jika maksud dari waktu dulu disini adalah beberapa tahun yang lalu, maka hukum orang yang mengakhirkan hutang puasa sampai lewat Ramadhan ada dua keadaan;</p>
<p>Pertama: jika dia melakukannya karena udzur yang terus menerus, sehingga tidak mampu melunasi hutang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya, maka tidak ada dosa baginya, dan dia wajib mengganti hutang puasanya setelah Ramadhan berakhir atau kapan saja selama belum datang bulan Ramadhan lagi.</p>
<p>Alloh berfirman;</p>
<p>لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا [البقرة/286]<br />
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS.al-Baqoroh: 286).</p>
<p>Kedua: jika dia melakukannya karena lalai dan peremehan tanpa udzur, maka menurut sebagian ulama cukup baginya mengganti hutang puasanya dan tidak perlu diiringi dengan memberi makan fakir miskin (fidyah). Karena Alloh berfirman;</p>
<p>فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ [البقرة/184]</p>
<p>Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS.al-Baqoroh: 184).</p>
<p>Dan wajib baginya bertaubat dan memohon ampun kepada Alloh atas kelalaian dan peremehannya tanpa udzur.</p>
<p>Namun sebagian sahabat seperti Ibnu Abbas dan Abu Hurairoh berfatwa bahwa orang yang lalai membayar hutang puasa sampai datang Ramadhan berikutnya maka dia mengqadha puasanya dan juga memberi makan fakir miskin. Riwayat ini telah shahih datang dari mereka sebagaimana dalam sunan ad-Daroquthni 2/197, dan inilah yang difatwakan oleh Syaikh Ibnu Baz dalam fatwanya. Allohu A’lam.</p>
<p>Syahrul Fatwa</p>
<p>Dipublikasikan kembali oleh <a href="http://www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a> dari <a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/wanita-yang-meninggalkan-puasa-karena.html" target="_blank">http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/muslimah/'>muslimah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fikih-puasa/'>fikih puasa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/qadha-puasa-wanita-nifas/'>qadha puasa wanita nifas</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/qodho-puasa-ramadhan/'>qodho puasa ramadhan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/wanita-menyusui/'>wanita menyusui</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/wanita-nifas-ganti-puasa/'>wanita nifas ganti puasa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11168&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/qadha-puasa-wanita-nifas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">wanita nifas ganti puasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/wanita-nifas-ganti-puasa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wanita nifas ganti puasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mengganti Puasa Ramadhan yang Batal Karena Jima&#8217;</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/ganti-puasa-batal-jima/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/ganti-puasa-batal-jima/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2011 02:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[batal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[fikih puasa]]></category>
		<category><![CDATA[fiqh ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan intim]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan sex]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[jima']]></category>
		<category><![CDATA[puasa batal qadha puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11163</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa Tanya: Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pada puasa tahun 2009 saya pernah satu kali berhubungan intim dengan istri di siang hari. Namun hingga masuk pada puasa 2010 saya belum mengganti puasa yang batal tersebut. Kini sudah masuk 2011 saya berniat membayarnya, bagaimanakah hukum dan caranya? Terimakasih, Wasalammu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(SU) Jawab: Wa&#8217;alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh. Alhamdulillah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11163&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-11164" title="qadha puasa batal karena jima'" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg?w=604" alt="puasa batal karena hubungan suami istri"   /></a>Dijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa</strong></p>
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</p>
<p>Pada puasa tahun 2009 saya pernah satu kali <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/ganti-puasa-batal-jima/" target="_blank"><strong>berhubungan intim</strong></a> dengan istri di siang hari. Namun hingga masuk pada puasa 2010 saya belum mengganti puasa yang batal tersebut. Kini sudah masuk 2011 saya berniat membayarnya, bagaimanakah hukum dan caranya? Terimakasih,</p>
<p>Wasalammu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh.(SU)<br />
<span id="more-11163"></span><br />
<strong>Jawab:</strong></p>
<p>Wa&#8217;alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh.</p>
<p>Alhamdulillah washshsalaatu wassalaamu &#8216;alaa rasuulillah.</p>
<p>Berhubungan intim dengan istri pada siang hari bulan Ramadhan termasuk dosa dan membatalkan puasa. Alloh ta&#8217;aalaa berfirman:</p>
<p>أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ .البقرة/187</p>
<p>Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. (QS.al-Baqoroh: 187).</p>
<p>Abu Hurairoh radhiyallahu &#8216;anhu berkata: “Tatkala kami sedang duduk-duduk di sekitar Rasulullah, datanglah seorang laki-laki. Lalu dia berkata: “Wahai Rasulullah celakalah saya”. Beliau bertanya: Ada apa denganmu? Dia menjawab: Saya telah bersetubuh dengan isteri saya, padahal saya sedang puasa. Rasulullah lantas bertanya; Apakah engkau mempunyai seorang budak yang dapat engkau bebaskan? Dia menajawab: Tidak!. Rasulullah kembali bertanya: Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut? Dia menjawab: Tidak! Rasulullah bertanya lagi: Apakah kamu mampu memberi makan kepada enam puluh orang miskin? Dia menjawab: Tidak. Lalu Rasulullah diam sejenak. Tiba-tiba Rosululloh dibawakan sekeranjang korma. Beliau bertanya: Mana yang tadi bertanya? Dia menjawab: Saya. Beliau berkata: Ambillah sekeranjang korma ini dan bersedekahlah dengannya!. Laki-laki tadi malah berkata; Apakah kepada orang yang lebih miskin dari saya wahai Rosulullah? Demi Alloh, tidak ada keluarga di daerah ini yang lebih miskin daripada saya! Rosulullah akhirnya tertawa hingga gigi gerahamnya terlihat. Lalu beliau bersabda: Berikanlah korma ini kepada keluargamu!(HR.Bukhari: 1936, Muslim: 1111)</p>
<p>Berdasarkan hadist di atas, orang yang bersetubuh di siang hari di bulan ramadhan, selain batal puasa dan berdosa, maka dia wajib membayar kaffarot dengan urutan sebagai berikut</p>
<p>Pertama; Membebaskan budak.</p>
<p>Kedua ; Bila tidak mendapatkan budak maka wajib berpuasa dua bulan berturut-turut.</p>
<p>Ketiga: Bila tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut maka memberi makan enam puluh orang miskin.<br />
Selain itu dia juga wajib mengqodho puasa, menurut pendapat mayoritas ulama, karena orang yang bersetubuh telah merusak satu hari Romadhan, maka wajib baginya untuk menggantinya pada hari yang lain, sebagaimana jika dia batal puasanya karena makan dan minum. (At-Tamhid 7/157, Ibnu Abdil Barr)</p>
<p>Sebagian ulama seperti Ibnu Hazm (Al-Muhalla 6/264) dan Imam Syafii (Lihat al-Mughni 4/372 ) berpendapat bahwa tidak ada qodho bagi yang bersetubuh pada siang hari bulan Romadhan. Karena nabi tidak memerintahkan laki-laki tadi untuk mengganti puasanya. Adapun riwayat yang mengatakan maka berpuasalah sebagai ganti hari yang batal adalah riwayat yang syadz (ganjil) tidak bisa dijadikan dalil.<br />
Dan pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat pertama, karena tidak kita ragukan bahwa mengganti puasa adalah lebih berhati-hati dan lebih melepaskan tanggungan. Allohu A’lam. (Minhatul ‘Allam 5/68 )</p>
<p>Dengan demikian saudara penanya tetap berkewajiban untuk membayar kaffarot, dan mengganti puasa yang ditinggalkan. Nasehat kami, bersegeralah menunaikan tanggungan ini, disertai taubat yang nashuha kepada Allah.</p>
<p>Syahrul Fatwa</p>
<p>Dipublikasikan kembali oleh <a href="http://www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a> dari <a href="http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2011/09/mengganti-puasa-ramadhan-yang-batal.html" target="_blank">http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/batal-puasa/'>batal puasa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fikih-puasa/'>fikih puasa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fiqh-ramadhan/'>fiqh ramadhan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hubungan-intim/'>hubungan intim</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hubungan-sex/'>hubungan sex</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hubungan-suami-istri/'>hubungan suami istri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jima/'>jima'</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/puasa-batal-qadha-puasa/'>puasa batal qadha puasa</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/puasa-ramadhan/'>puasa ramadhan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11163&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/16/ganti-puasa-batal-jima/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">qadha puasa batal karena jima&#039;</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/kasur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">qadha puasa batal karena jima&#039;</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sahkah Shalat di Masjid yang Tidak Bayar Listrik?</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/27/sahkah-shalat-di-masjid-yang-tidak-bayar-listrik/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/27/sahkah-shalat-di-masjid-yang-tidak-bayar-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 08:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi agama online]]></category>
		<category><![CDATA[masjid tidak bayar listrik]]></category>
		<category><![CDATA[shalat di masjid]]></category>
		<category><![CDATA[soal jawab agama islam]]></category>
		<category><![CDATA[soal jawab majalah as-sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10531</guid>
		<description><![CDATA[SOAL: Ustadz, masjid di tempat ana sudah lama, (kira-kira 2 tahun) pakai listrik PLN. Tapi pihak DKM sampai saat ini belum mendaftarkan masjid tersebut ke PLN, sehingga tidak terkena tagihan listrik hingga sekarang. Bagaiman hukum ana shalat di masjid tersebut. Mohon nasihat dari ustadz. Jazâkumullâhu khairan.(Abu &#8216;Abdirrazzâq-Bekasi). +6281932****** JAWABAN: Shalat di masjid tersebut hukumnya sah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10531&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/shalat-masjid-tidak-bayar-listrik-pln.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-full wp-image-10532 alignleft" title="shalat-masjid-tidak-bayar-listrik-pln" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/shalat-masjid-tidak-bayar-listrik-pln.jpg?w=604" alt=""   /></span></a>SOAL:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ustadz, masjid di tempat ana sudah lama, (kira-kira 2 tahun) pakai listrik PLN. Tapi pihak DKM sampai saat ini belum mendaftarkan masjid tersebut ke PLN, sehingga tidak terkena tagihan listrik hingga sekarang. Bagaiman hukum ana shalat di masjid tersebut. Mohon nasihat dari ustadz. <em>Jazâkumullâhu khairan</em>.(Abu &#8216;Abdirrazzâq-Bekasi). +6281932******</span><br />
<span style="color:#000000;"><br />
</span><br />
<span style="color:#000000;"> <strong>JAWABAN:<span id="more-10531"></span></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Shalat di masjid tersebut hukumnya sah. Namun, sebaiknya pengurus masjid tersebut dinasihati untuk mendaftarkannya ke PLN, agar tidak menzalimi PLN, karena menggunakan jasanya namun tidak membayar biayanya. Karena kezhaliman yang dilakukan di dunia, jika belum diselesaikan, pasti akan diadili pada hari kiamat.</span></p>
<p class="arab" style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ ِلأَخِيْهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُوْنَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anhu,</em> dia berkata: Rasululâh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Barangsiapa berbuat zalim kepada saudaranya, yang berkaitan dengan kehormatan atau sesuatu apapun, hendaklah dia mencari halalnya darinya pada hari ini, sebelum (datang hari kiamat) yang tidak ada dinar dan dirham. Jika dia memiliki amal shalih, diambil darinya seukuran kezalimannya. Jika dia tidak memiliki keabaikan-kebaikan, diambil kesalahan-kesalahan orang yang dizalimi, lalu ditimpakan padanya.</em>” (H.R. al-Bukhâri, no: 2449, 6534; Ahmad 2/435, 506; Ibnu Hibbân no: 7361). Wallâhu a&#8217;lam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Sumber: Kumpulan Soal Jawab Majalah As-Sunnah</strong></span><br />
<span style="color:#000000;"><strong> Artikel <a href="http://www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.Salafiyunpad.wordpress.com</span></a></strong></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/konsultasi-agama-online/'>konsultasi agama online</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/masjid-tidak-bayar-listrik/'>masjid tidak bayar listrik</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/shalat-di-masjid/'>shalat di masjid</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/soal-jawab-agama-islam/'>soal jawab agama islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/soal-jawab-majalah-as-sunnah/'>soal jawab majalah as-sunnah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10531/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10531&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/27/sahkah-shalat-di-masjid-yang-tidak-bayar-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/shalat-masjid-tidak-bayar-listrik-pln.jpg?w=111" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/shalat-masjid-tidak-bayar-listrik-pln.jpg?w=111" medium="image">
			<media:title type="html">shalat-masjid-tidak-bayar-listrik-pln</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/shalat-masjid-tidak-bayar-listrik-pln.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">shalat-masjid-tidak-bayar-listrik-pln</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satpam Boleh Tidak Shalat Jumat?</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/27/satpam-boleh-tidak-shalat-jumat/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/27/satpam-boleh-tidak-shalat-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 04:16:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[jumatan]]></category>
		<category><![CDATA[majalah assunnah]]></category>
		<category><![CDATA[salat jumat]]></category>
		<category><![CDATA[satpam tidak shalat jumat]]></category>
		<category><![CDATA[shalat jumat]]></category>
		<category><![CDATA[solat jumat]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10522</guid>
		<description><![CDATA[SOAL: Kami adalah SATPAM di kampus, pada hari Jum&#8217;at kami harus menjaga kendaraan yang banyak sekali, bolehkah shalat jum&#8217;at diganti shalat zhuhur? +6285252****** JAWABAN: Boleh, karena di antara halangan yang membolehkan untuk tidak menghadiri shalat jamaah dan Jumat adalah takut kehilangan harta. Ketika menjelaskan hal tersebut Syaikh &#8216;Adil bin Yûsuf al-&#8217;Azzâzi berkata, &#8220;Empat: Takut dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10522&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong><em><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/satpam-tidak-shalat-jumat.jpg"><img class="alignright" title="satpam-tidak-shalat-jumat" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/satpam-tidak-shalat-jumat.jpg?w=217&h=217" alt="" width="217" height="217" /></a></em>SOAL: </strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kami adalah SATPAM di kampus, pada hari Jum&#8217;at kami harus menjaga kendaraan yang banyak sekali, bolehkah shalat jum&#8217;at diganti shalat zhuhur? +6285252******</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>JAWABAN:</strong></span></p>
<p> <span style="color:#000000;"> <span id="more-10522"></span></span></p>
<p> <span style="color:#000000;"> Boleh, karena di antara halangan yang membolehkan untuk tidak menghadiri shalat jamaah dan Jumat adalah takut kehilangan harta. </span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ketika menjelaskan hal tersebut Syaikh &#8216;Adil bin Yûsuf al-&#8217;Azzâzi berkata, &#8220;Empat: Takut dari kebinasaan atau kehilangan harta, atau terjadi bahaya pada harta, karena Nabi n melarang menyia-nyiakan harta&#8221;. (Lihat <em>Tamâmul Minnah</em>, 1/347, karya, penerbit. Muasasah Qurthûbah).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun, diusahakan jangan sampai meninggalkan shalat Jumat tiga kali berturut-turut. Hal itu bisa dilakukan dengan bergiliran menjaga atau dengan cara-cara yang lain.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda,</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Barangsiapa meninggalkan tiga shalat Jumat karena meremehkannya, Allah akan menutup hatinya.</em> (HR. Abu Dâwud, no. 1052; at-Tirmidzi, no. 500; an-Nasâ`i 3/88; Ibnu Mâjah, no. 1125. Syaikh al-Albâni <em>rahimahullah</em> berkata, &#8220;Hasan Shahîh&#8221; )</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber: Kumpulan Naskah Soal Jawab Majalah As-Sunnah</span></p>
<p> <span style="color:#000000;"> Artikel <a href="http://www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.Salafiyunpad.wordpress.com</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jumatan/'>jumatan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/majalah-assunnah/'>majalah assunnah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salat-jumat/'>salat jumat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/satpam-tidak-shalat-jumat/'>satpam tidak shalat jumat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/shalat-jumat/'>shalat jumat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/solat-jumat/'>solat jumat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tanya-jawab-islam/'>tanya jawab islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10522/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10522&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/27/satpam-boleh-tidak-shalat-jumat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/satpam-tidak-shalat-jumat.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/satpam-tidak-shalat-jumat.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">satpam-tidak-shalat-jumat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/satpam-tidak-shalat-jumat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">satpam-tidak-shalat-jumat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Video &#8220;Panas&#8221; buat Suami Istri yang Lagi Jauh</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/14/video-panas-buat-suami-yang-lagi-jauh/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/14/video-panas-buat-suami-yang-lagi-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 07:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[gambar hot]]></category>
		<category><![CDATA[gambar panas]]></category>
		<category><![CDATA[gambar porno]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi agama]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[suami istri]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab agama]]></category>
		<category><![CDATA[video hot]]></category>
		<category><![CDATA[video panas]]></category>
		<category><![CDATA[video porno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10354</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. &#160; Pertanyaan: Assalamu &#8216;alaykum, Ustadz. Kami baru menikah. Sekitar 2 bulan, Suami lanjut kuliah di Timur Tengah, jadi kami berjauhan. Suami minta kirim foto-foto saya dan suruh merekam bikin video agar saya berlenggak-lenggok dengan tanpa sehelai baju. Apa saya harus menuruti keinginan suami saya? Dan bolehkah saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10354&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10355" class="wp-caption alignright" style="width: 197px"><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/video-panas-suami-jauh.jpg"><img class="size-full wp-image-10355" title="video-panas-suami-jauh" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/video-panas-suami-jauh.jpg?w=604" alt="Video HOT"   /></a><p class="wp-caption-text">Video HOT</p></div>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Assalamu &#8216;alaykum, Ustadz. Kami baru menikah. Sekitar 2 bulan, Suami lanjut kuliah di Timur Tengah, jadi kami berjauhan. Suami minta kirim foto-foto saya dan suruh merekam bikin video agar saya berlenggak-lenggok dengan tanpa sehelai baju. Apa saya harus menuruti keinginan suami saya? Dan bolehkah saya juga minta video suami tanpa baju juga? <em>Syukron wa jazakallahu khairan</em>. <em></em></p>
<p><em>NN (**@gmail.com)<span id="more-10354"></span></em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong> <em></em></p>
<p><em>Wassalamu &#8216;alaikum.</em> Tidak layak, atau dengan bahasa yang lebih tegas: <strong>haram</strong> bagi seseorang membuat video atau rekaman gambar, semacam yang disebutkan dalam pertanyaan. Walaupun tujuan awalnya dikhususkan untuk suami atau istri saja, namun telah menjadi rahasia umum, video semacam ini sering kali bocor ke tangan masyarakat, lebih-lebih di era kecanggihan teknologi saat ini.</p>
<p>Di samping itu, tindakan semacam ini justru akan meningkatkan syahwat kedua belah pihak, yang bisa jadi akan memicu terjadinya perbuatan yang diharamkan, semacam onani dan yang lainnya.</p>
<p>Untuk itu, kami sarankan, lebih baik, jika memang tidak bisa bersabar untuk menjaga diri dari perbuatan haram, Saudara berdua mengambil salah satu dari dua hal berikut sebagai solusi:</p>
<ol>
<li>istri ikut serta suami;</li>
<li>suami berhenti kuliah. <em></em></li>
</ol>
<p><em>Wassalamu &#8216;alaikum</em>.</p>
<p><strong>Tambahan redaksi <a href="http://konsultasisyariah.com" target="_blank">KonsultasiSyariah.com</a>:</strong></p>
<p>Alasan kami melarang tindakan di atas dengan dua pertimbangan yang kami sampaikan, karena dalam pembahasan ilmu <em>ushul fiqh</em> terdapat satu kaidah, yang disebut:<strong> ‘saddud dzari’ah’</strong> artinya menutup segala celah yang mengantarkan kepada kemaksiatan. Meskipun bisa jadi, pada asalnya perbuatan itu halal. Misalnya, Allah melarang kaum muslimin mencela tuhan orang kafir, karena bisa memicu mereka untuk membalas dengan mencela Allah. Allah berfirman,</p>
<p><strong>وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ</strong></p>
<p><em>“Janganlah kalian mencela tuhan-tuhan selain Allah yang mereka sembah, karena mereka akan mencela Allah, dengan bentuk kedzaliman dan tanpa dasar ilmu (tentang Allah).” </em> (QS. Al-An’an: 108).</p>
<p><strong>Dijawab oleh Dr. Arifin Baderi, M.A. (Dewan Pembina Senior Konsultasi Syariah)</strong><br />
<strong>Artikel <a href="www.KonsultasiSyariah.com" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a> dan dipublikasikan kembali oleh <a href="www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.Salafiyunpad.wordpress.com</a><br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/pernikahan/'>Pernikahan</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/gambar-hot/'>gambar hot</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/gambar-panas/'>gambar panas</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/gambar-porno/'>gambar porno</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/konsultasi-agama/'>konsultasi agama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/konsultasi-pernikahan/'>konsultasi pernikahan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/suami-istri/'>suami istri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tanya-jawab-agama/'>tanya jawab agama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/video-hot/'>video hot</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/video-panas/'>video panas</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/video-porno/'>video porno</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10354&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/14/video-panas-buat-suami-yang-lagi-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/video-panas-suami-jauh.jpg?w=99" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/video-panas-suami-jauh.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">video-panas-suami-jauh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/video-panas-suami-jauh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">video-panas-suami-jauh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Memakai Celana di Atas Mata Kaki dan Memelihara Jenggot</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/09/bolehkah-isbal-dan-memotong-jenggot/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/09/bolehkah-isbal-dan-memotong-jenggot/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 05:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[celana cingkrang]]></category>
		<category><![CDATA[celana di atas mata kaki]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>
		<category><![CDATA[hukum memelihara jenggot]]></category>
		<category><![CDATA[hukum memotong jenggot]]></category>
		<category><![CDATA[Isbal]]></category>
		<category><![CDATA[lihyah]]></category>
		<category><![CDATA[merapikan jenggot]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian dalam islam]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian isbal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10301</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh Ustadz Muhammad Na’im, Lc. (Pengasuh Ma&#8217;had Al-Madinah, Boyolali) Pertanyaan : Apa hukumnya memakai celana di atas mata kaki dan memelihara jenggot ? Jawaban: Allah ta’ala telah memerintahkan kepada kita untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya shallallaahu’alaihi wasallam. Dan diantara bentuk ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya adalah memakai kain di atas mata kaki dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10301&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/celana-tidak-isbal.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="alignright size-full wp-image-10302" title="celana-tidak-isbal" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/celana-tidak-isbal.jpg?w=604" alt=""   /></span></a>Dijawab oleh Ustadz Muhammad Na’im, Lc. (Pengasuh Ma&#8217;had Al-Madinah, Boyolali)<br />
</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertanyaan :</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Apa hukumnya memakai celana di atas mata kaki dan memelihara jenggot ?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> <strong>Jawaban:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Allah ta’ala telah memerintahkan kepada kita untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em>. Dan diantara bentuk ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya adalah memakai kain di atas mata kaki dan memelihara jenggot.. Adapun hukum asal memakai kain dan perhiasan adalah mubah, dan tidak diharamkan kecuali jika ada dalil yang menunjukkannya. Allah ta’ala berfirman :<span id="more-10301"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (Al A’raaf : 32 )</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wasallam</em> memberikan ketentuan dalam memakai kain agar tidak menjulur ke bawah mata kakinya karena hal itu dilarang dan termasuk perbuatan dosa. Adapun kain Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> ujung kainnya sampai ke tengah betisnya, ke atas sedikit atau di bawah tengah betis sampai kedua mata kakinya.  Diantara dalil-dalilnya adalah sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari Utsman bin ‘Affaan <em>radhiyallaahu ‘anhu</em> berkata : ” Kain Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wasallam</em> sampai ke tengah betisnya.” (HR. Muslim) Dan sabda beliau : “Kainnya seorang muslim adalah sampai ke tengah betisnya.” (HR Ahmad dan Abu Uwanah)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata : Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda : ” Kainnya seorang mu’min sampai otot betisnya, kemudian ke tengah betisnya kemudian sampai ke kedua mata kakinya, dan yang di bawahnya (di bawah mata kaki) maka dia di neraka.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari Abu Sa’id Al Khudri berkata : Rasulullah <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> bersabda : ” Kainnya seorang mu’min adalah sampai kedua betisnya, tidak mengapa antara betis dengan dua mata kaki..” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari Anas bin Malik <em>radhiallahu ‘anhu</em> berkata : Bahwa Rasulullah <em>shallallaahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda : “Kain itu sampai setengah betis.” Ketika dilihatnya hal itu memberatkan kaum muslimin, beliau bersabda : “Sampai kedua mata kakinya, tidak ada kebaikan apa yang ada di bawah kedua mata kaki.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan hadits-hadits tentang larangan isbal (memakai kain di bawah mata kaki) sampai derajat mutawatir secara ma’nawi dalam kitab shahih, sunan juga masanid dan yang lainnya. Syaikh Abdul Muhsin Al Abbaad hafidhahullah (Ulama dan Muhadits Madinah sekarang ini) ketika ditanya tentang menjulurkan kain melebihi mata kaki dengan tidak sombong, maka beliau menjawab : Isbal itu buruk meski tidak sombong dan jika dibarengi kesombongan maka itu lebih buruk.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Amr bin Maimun <em>radhiyallahu’anhu</em> bahwa ketika Khalifah Umar bin Khathab <em>radhiyallahu’anhu</em> ditusuk perutnya ketika sholat shubuh oleh Abu Lu’luah Al Majusi budaknya sahabat Mughirah bin Syu’bah <em>radhiyallahu’anhu</em>, kemudian diangkat ke rumahnya kemudian diberi minum air kurma dan diminumnya maka keluar dari tenggorokannya, kemudian diberi air susu maka beliau meminumnya dan keluar dari lukanya. Banyak manusia memujinya dan datanglah seorang anak muda dan berkata : “Bergembiralah wahai Amirul Mu’minin dengan berita gembira dari Allah untukmu, dari bersahabat dengan Rasulullah <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> dan apa yang baktikan untuk islam apa engkau telah lakukan kemudian engkau berkuasa dan berlaku adil serta mendapatkan syahadah (mati syahid).” Beliau menjawab : “Saya berharap hal itu cukup untukku (impas)” Ketika anak muda itu pergi dilihatnya kainnya menyentuh tanah, kemudian beliau berkata : Kembalikan anak muda itu kepadaku.” Dan beliau berkata : ” Wahai anak saudaraku ! Angkat kainmu maka itu lebih kekal untuk pakaianmu dan lebih suci untuk Rabbmu.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka betapa perhatian beliau terhadap kain yang menjulur melewati mata kaki (isbal) padahal dalam kondisi terluka parah, karena isbal merupakan dosa besar yang Rasulullah <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> mengancamnya dengan api neraka. Wallaahu a’lam bi shawaab.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/memelihara-jenggot.jpg"><span style="color:#000000;"><img class="size-full wp-image-10303 alignright" title="memelihara-jenggot" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/memelihara-jenggot.jpg?w=604" alt=""   /></span></a>Adapun tentang memelihara jenggot maka berikut ini dalil-dalilnya :</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam kedua kitab shahihnya dan yang lainnya dari Abdullah bin Umar <em>radhiyallaahu’anhuma</em> berkata : Telah bersabda Rasulullah <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> : ” Waffiru (biarkan) jenggot dan rapikanlah kumis.” Dalam riwayat lain :”Rapikan kumis dan a’fuu (biarkan) jenggot” dalam riwayat lain : ” Anhikuu (rapikan) kumis dan biarkan jenggot.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jenggot adalah rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan janggut. Berkata Ibnu Hajar: waffiru yakni dibiarkan menjulur, dan I’faaul lihyah artinya : biarkanlah apa adanya. Dan menyelisihi orang-orang musyrik dijelaskan dengan hadits Abu Hurairah <em>radhiyallaahu’anhu</em> : Bahwa orang musyrik  membiarkan kumis-kumis mereka dan mencukur jenggot-jenggot mereka, maka selisihilah mereka, biarkanlah jenggot dan rapikanlah kumis.” (HR. Bazzaar dengan sanad hasan). Dan dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah <em>radhiyallaahu’anhu</em> : Telah bersabda Rasulullah <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> : “Selisihilah orang Majusi.” Karena mereka memendekkan jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka. Dalam riwayat Ibnu Hibban dari Ibnu Umar <em>radhiyallaahu ‘anhuma</em> berkata : Rasulullah <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> menyebutkan orang Majusi maka beliau bersabda : “Mereka memanjangkan kumis dan mencukur jenggot mereka, maka selisihilah mereka.”. Dan riwayat Ibnu Hibban juga dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> bersabda : ” Diantara fitrah Islam adalah : memotong kumis dan membiarkan jenggot, sesungguhnya orang Majusi membiarkan kumis dan memotong jenggot mereka maka selisihilah mereka, potonglah kumis dan biarkanlah jenggot kalian.”. dalam shahih Muslim dari Ibnu Umar <em>radhiyallaahu ‘anhuma</em> dari Nabi <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> bersabda : “Kita diperintahkan untuk memotong kumis dan membiarkan jenggot.”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> : Diharamkan mencukur jenggot. Berkata Imam Qurtubi : Tidak boleh mencukurnya (jenggot), mencabutnya dan mengguntingnya. Abu Muhammad Ibnu Hazm menyebutkan ijma’ bahwa memotong kumis dan memanjangkan jenggot adalah wajib. Beliau berdalil dengan hadits Ibnu Umar : “Selisihilah orang musyrik, potonglah kumis dan panjangkan njenggot.” Dan hadits Zaid bin Arqam yang marfu’ : “Barang siapa yang tidak memotong kumisnya maka bukan termasuk golongan kami.” Dishahihkan oleh Tirmidzi dan yang lainnya. Dalam kitab Al Furu’ : Ungkapan ini menurut ulama kami menunjukkan haram. Dalam kitab Al Iqna’ : Diharamkan untuk dicukur. Dan diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Abbas <em>radhiyallaahu ‘anhuma</em> dari Nabi <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> bersabda : “Barang siapa yang mencukur rambut (jenggotnya) maka tidak ada baginya bagian di sisi Allah.” Berkata Zamahsyari : Yakni mencukurnya dari pipi atau menyemirnya dengan warna hitam. Berkata (Ibnul Atsir) dalam Nihayah : mencukurnya dari pipi atau mencabutnya atau menyemirnya dengan warna hitam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka dari dalil-dalil di atas sudah cukup kiranya untuk menunjukkan haramnya mencukur jenggot karena hal tersebut menyelisihi sunnah Rasulullah <em>shallallaahu’alaihi wasallam</em> dan mengikuti kepada hawa nafsu juga menyerupai orang-orang yang dilaknat dan dimurkai Allah ta’ala.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (Al Maa’idah : 77)</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>“Dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, Sesungguhnya kamu -kalau begitu- termasuk golongan orang-orang yang zalim.” (Al Baqarah : 145 )</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sebenarnya masih banyak dalil-dalil yang lain akan tetapi apa yang kita sebutkan insya Allah sudah mencukupi, wallaahu a’lam bishawab.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Artikel <a href="www.Salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.Salafiyunpad.wordpress.com</span></a> dipublikasikan ulang dari <a href="http://almadinah.or.id/283-apa-hukum-isbal-dan-mencukur-jenggot.html" target="_blank"><span style="color:#000000;">Ma&#8217;had Almadinah.or.id</span></a></strong></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fiqih/'>fiqih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/celana-cingkrang/'>celana cingkrang</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/celana-di-atas-mata-kaki/'>celana di atas mata kaki</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/fikih/'>fikih</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hukum-memelihara-jenggot/'>hukum memelihara jenggot</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hukum-memotong-jenggot/'>hukum memotong jenggot</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/isbal/'>Isbal</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/lihyah/'>lihyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/merapikan-jenggot/'>merapikan jenggot</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pakaian-dalam-islam/'>pakaian dalam islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pakaian-isbal/'>pakaian isbal</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10301&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/09/bolehkah-isbal-dan-memotong-jenggot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/celana-tidak-isbal.jpg?w=112" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/celana-tidak-isbal.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">celana-tidak-isbal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/celana-tidak-isbal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">celana-tidak-isbal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/memelihara-jenggot.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">memelihara-jenggot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suami Terjerat Jaring Aliran Sesat &#8220;Galipat&#8221; LDII</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/07/suami-terjerat-jaring-aliran-sesat-ldii/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/07/suami-terjerat-jaring-aliran-sesat-ldii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 04:24:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[aliran khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[aliran menyimpang]]></category>
		<category><![CDATA[aliran sesat LDII]]></category>
		<category><![CDATA[alisan sesat]]></category>
		<category><![CDATA[firqah sesat]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah ldii]]></category>
		<category><![CDATA[jamaah sesat ldii]]></category>
		<category><![CDATA[jamalah galipat sesat]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok sesat]]></category>
		<category><![CDATA[sekte sesat]]></category>
		<category><![CDATA[suami ikut ldii]]></category>
		<category><![CDATA[takfiri]]></category>
		<category><![CDATA[tanya jawab islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=10265</guid>
		<description><![CDATA[Dijawab oleh al-Ustadz Abu Saad, M.A. Pertanyaan: Ustadz, perkenalkan saya adalah seorang istri dari seorang pria yang menjadi anggota kelompok LDII. Dulu pun saya termasuk anggota. Kini saya bingung dengan posisi saya, karena dalam keyakinan LDII kelompok diluarnya adalah kafir. Dalam kesendirian saya di tengah perkampungan komunitas LDII saya khawatir akan terseret lagi. Untuk itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10265&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/345-aliran-sesat-ldii.jpg"><img class="size-full wp-image-10266 alignright" title="345-aliran-sesat-ldii" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/345-aliran-sesat-ldii.jpg?w=604" alt=""   /></a>Dijawab oleh al-Ustadz Abu Saad, M.A.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertanyaan:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ustadz, perkenalkan saya adalah seorang istri dari seorang pria yang menjadi anggota kelompok LDII. Dulu pun saya termasuk anggota. Kini saya bingung dengan posisi saya, karena dalam keyakinan <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/23/download-audio-ldii-aliran-sesat-yang-telah-nyata-ust-dzulqornain-penting/" target="_blank"><strong>LDII</strong></a> kelompok diluarnya adalah kafir. Dalam kesendirian saya di tengah perkampungan komunitas LDII saya khawatir akan terseret lagi. Untuk itu saya mohon advisnya. <em>Jazakallahu khairan.</em> (Akhwat , Yogyakarta)</span><br />
<span style="color:#000000;"> <span id="more-10265"></span></span><br />
<span style="color:#000000;"> <strong>Jawaban:</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sebelum saya menjawab pertanyaan ukhti, sebaiknya kita runut terlebih dahulu beberapa penyimpangan kelompok yang disebut Islam jama’ah atau LDII. Semoga juga bermanfaat bagi saudara-saudara kaum Muslimin yang lainnya:</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>A.</strong> Sikap mereka terhadap kaum Muslimin diluar jama’ah mereka. Orang Islam diluar kelompok mereka dianggap kafir. Dalil mereka adalah:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">“<em>Mengabarkan kepada kami Yazid bin Harun, mengabarkan kepada kami Baqiyah, mengabarkan kepadaku Shafwan bin Rustum dari Abdur-Rahman bin Maisarah dari Tamim al-Dari, ia berkata; ‘Di zaman Umar kebanyakan orang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan rumah. Berkatalah Umar; ‘Wahai golongan Arab! Ingatlah tanah..tanah! Sesungguhnya tidak ada Islam tanpa jama’ah (persatuan) dan tidak ada jama’ah tanpa Imarah (kepemimpinan) dan tidak ada Imarah/kepemimpinan tanpa ketaatan (kepatuhan). Barangsiapa yang dijadikan pemimpin oleh kaumnya karena ilmunya/pemahamannya maka akan menjadi kehidupan bagi dirinya sendiri dan juga bagi mereka, dan barangsiapa yang dijadikan pemimpin oleh kaumnya tanpa memiliki ilmu/pemahaman, maka akan menjadi kebinasaan bagi dirinya dan juga bagi mereka.”</em>”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ucapan Umar bin Khatthab <em>radhiyallahu ‘anhu</em> tersebut bila ditinjau dari segi ilmu hadits (maka) <em>sanad</em>-nya lemah, dengan dua sebab:</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;">Shafwan bin Rustum adalah <em>majhul</em> (tidak diketahui kredibilitasnya). Hal ini dinyatakan oleh al-Dzahabi dalam kitabnya <em>Lisanul Mizan</em> 3/191, dan disetujui oleh <em>al-Hafizh</em> Ibnu Hajar dalam kitab <em>Mizanul-I’itidal</em> 3/433.</span></li>
<li><span style="color:#000000;"><em>Inqitha’</em> antara Abdur-Rahman bin Maisarah dengan sahabat Tamim ad-Dari yang meriwayatkan ucapan sahabat Umar bin Khatthab ini.</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#000000;">Seandainya hadits itu shahih, justru ucapan Umar ini menjadi <em>hujjah</em> (alasan) atas (argumentasi yang melemahkan / mengoreksi) orang-orang LDII yang telah mem-<em>bai’at</em> orang yang tidak berilmu, bahkan banyak salah paham atau bahkan sengaja salah paham. <em>La haula wala quwwata illa billah.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Oleh Nur Hasan Ubaidah, pendiri embrio LDII, (hadits ini) ditafsirkan secara terbalik; “<em>Jika tidak taat kepada amir, maka lepas bai’atnya, jika lepas bai’atnya, maka tidak punya amir, kalau tidak punya amir, maka bukan jama’ah, jika bukan jama’ah, maka bukan Islam, kalau bukan Islam, apa namanya kalau tidak kafir.</em>”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bahkan kalau bicara tentang pentingnya jama’ah, mereka mengatakan; “<em>Saudara-saudara sekalian, kalau diantara saudara ada yang punya pikiran, ada yang punya sangkaan bahwa diluar kita (diluar jama’ah Ubaidah) masih ada yang masuk Surga tanpa mengikuti kita, maka sebelum berdiri, saudara sudah faroqol-jama’ah (memisahkan diri dari jama’ah), sudah kafir, dia harus tobat dan bai’at kembali, jika tidak, maka dia akan masuk neraka selama-lamanya.</em>”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Itulah bukti kebohongannya yang amat dahsyat, hingga mengkafirkan hanya berlandaskan <em>manqul</em> bikinan dan dikuatkan dengan ucapan Umar yang dari sisi <em>sanad</em>-nya <em>dha’if</em>, padahal hadits ini tidak bisa dijadikan dalil apalagi untuk mengkafirkan orang. <strong>Dari sinilah mereka memiliki keyakinan yang menyimpang dan menyesatkan terhadap orang-orang di luar jama’ah mereka, di antaranya:</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="color:#000000;">Orang Islam diluar kelompok mereka dianggap najis, meski orangtua sendiri pun. Kalau ada orang diluar kelompok shalat di masjid mereka, bekas shalat orang tersebut harus dicuci kembali. Kalau ada orang diluar kelompok bertamu, bekas tempat duduk tamu tersebut harus dicuci karena najis. Pakaian mereka yang dijemur dan diangkat oleh orangtua mereka yang bukan kelompoknya harus dicuci kembali karena dianggap terkena najis.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Wajib <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/09/27/haruskah-semua-berbaiat-bantahan-bagi-ldii-dan-jamaah-baiat-lainnya/" target="_blank"><strong><em>bai’at</em></strong></a> dan taat pada <em>amir</em>/imam mereka.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Mati dalam keadaan belum di-<em>bai’at</em> oleh imam/<em>amir</em>, dianggap mati jahiliyah.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Haram memberikan daging qurban atau zakat fithri kepada orang diluar kelompok.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Harta benda diluar kelompok halal untuk diambil walau dengan cara apapun (asal tidak tertangkap saja).</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Haram shalat di belakang orang yang bukan kelompok mereka, kalaupun ikut shalat tidak usah berwudhu karena <em>toh</em> shalatnya harus diulangi.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Haram kawin dengan orang di luar kelompok mereka.</span></li>
</ul>
<p><span style="color:#000000;"><strong>B. Sistem <em>manqul</em></strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-aliran-sesat-ldii.png"><img class="alignright" title="logo-aliran-sesat-ldii" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-aliran-sesat-ldii.png?w=220&h=220" alt="" width="220" height="220" /></a></strong>LDII memiliki <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/07/suami-terjerat-jaring-aliran-sesat-ldii/" target="_blank"><strong>sistem <em>manqul</em></strong></a>. <em>Manqul</em> menurut Ubaidah Lubis adalah; “<em>Waktu belajar harus tahu gerak lisan/badan guru; telinga harus mendengar, dapat menirukan amalannya dengan tepat. Terhalang dinding atau lewat buku tidak sah. Murid tidak dibenarkan mengajarkan apa saja yang tidak manqul sekalipun menguasai ilmu tersebut, kecuali telah mendapat ijazah dari guru, baru boleh mengajarkan seluruh isi buku yang telah diijazahkan kepadanya itu.</em>”</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Di Indonesia ini satu-satunya ulama yang ilmu agamanya <em>manqul</em> hanyalah Nur Hasan Ubaidah Lubis. Hal ini bertentangan dengan ajaran nabi Muhammad <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang memerintahkan agar siapa saja yang mendengarkan ucapannya hendaklah memeliharanya, kemudian disampaikan kepada orang lain, dan Nabi tidak pernah memberikan ijazah kepada para Sahabat <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">“<em>Semoga Allah membaguskan orang yang mendengarkan ucapan lalu menyampaikannya (kepada orang lain) sebagaimana apa yang didengar.</em>” (Syafi’i dan Baihaqi)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam hadist ini Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mendoakan orang yang menyampaikan sabdanya kepada orang lain seperti yang didengarnya. Adapun cara atau alat yang dipakai untuk mempelajari dan menyampaikan hadits-haditsnya tidaklah ditentukan. Jadi bisa disampaikan dengan lisan, dengan tulisan, audio, video, dan lain-lain.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ajaran <em>manqul</em> Nur Hasan ini terlalu mengada-ada. Tujuannya membuat pengikutnya fanatik, tidak dipengaruhi oleh pikiran orang lain, sehingga sangat tergantung dan terikat dengan apa yang digariskan oleh <em>amir</em>-nya. Padahal Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menghargai hamba-hamba-Nya yang mau mendengar ucapan, lalu menyeleksinya mana yang lebih baik untuk diikutinya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">“<em>Berilah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku yang mendengar perkataan lalu mengikuti apa yang diberi Allah petunjuk, dan mereka itulah orang yang mempunyai akal.</em>” (QS. az-Zumar : 17-18)</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>C.</strong> Dosa-dosa bisa ditebus lewat sang <em>amir</em>/imam, besar tebusan tergantung dari besarnya dosa yang diperbuat yang (mana tebusan ini) ditentukan oleh <em>amir</em>/imam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>D.</strong> Wajib membayar infak 10% dari penghasilan per bulan, sedekah, dan zakat kepada <em>amir</em>/imam. Haram <strong>membayarkannya pada pihak lain.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">E. Harta, uang, infaq, sedekah yang sudah diberikan kepada <em>amir</em>/imam tidak boleh ditanyakan kembali catatannya atau digunakan untuk apa saja. Sebab kalau menanyakan kembali harta, zakat, infak dan sedekah yang pernah dikeluarkan dianggap sama dengan menelan kembali ludah yang sudah dikeluarkan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>F.</strong> Kesimpulan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">LDII adalah nama lain dari kelompok yang menamakan diri sebagai <em>Darul-Hadits</em>, Islam Jama’ah, atau Lemkari yang didirikan oleh Madigol alias Nur Hasan Ubaidah Lubis (Luar Biasa). Setelah Madigol meninggal pada hari Sabtu tanggal 12 Maret 1982, tahta kerajaan LDII diwarisi oleh putranya yang tertua yaitu Abduzh-Zhahir Nur Hasan sebagai imam/<em>amir</em> dan di-<em>bai’at</em> di hadapan jenazah mendiang ayahnya sebelum dikuburkan dengan disaksikan seluruh <em>amir</em>/imam daerah. Hasyim Rifa’i yang pernah ditugaskan oleh pihak IJ (Islam Jama’ah) untuk keliling ke berbagai wilayah di dalam dan di luar negeri menyebutkan bukti-bukti bahwa mereka menganggap golongan selain IJ/LEMKARI/LDII adalah kafir.</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;">Mereka menganggap orang Islam di luar golongan adalah ahli kitab, sedang yang lain kafir.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Dalam menanamkan keyakinan pada murid-murid mereka mengatakan:</span>
<ol>
<li><span style="color:#000000;">Kalau saudara-saudara mengira di luar kita masih ada orang yang bisa masuk surga maka sebelum berdiri, saudara sudah kafir (<em>faroqol-jama’ah</em>/memisahkan diri dari jama’ah), sudah murtad harus tobat dan di-<em>bai’at</em> kembali.</span></li>
<li><span style="color:#000000;">Orang keluar dari jama’ah kok masih ngaji, shalat dan puasa, itu lebih bodoh daripada orang kafir, sebab orang-orang kafir tahu kalau akan masuk neraka, maka mereka hidup bebas.</span></li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><span style="color:#000000;">Pengunggulan kelompok sendiri dan memastikan Muslimin selain kelompoknya masuk neraka seperti itu jelas sifat Iblis yang telah dijabarkan al-Qur’an yang telah menipu Adam dan Hawa. Sedang rangkaian kerjanya, bisa dilihat bahwa mereka sangat berat menghadapi orang alim agama, sebagaimana setan pun berat menghadapi orang alim agama.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Itulah kenyataan yang dikemukakan oleh Hasyim Rifa’i dan para petinggi Islam Jama’ah/LEMKARI/LDII yang telah keluar dari kungkungan aliran yang pernah dilarang tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kalau setan yang dinyatakan Allah sebagai musuh manusia itu telah mengajari manusia untuk menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal alias mengadakan syari’at, IJ/LEMKARI/LDII pun begitu. Sang <em>amir</em> mewajibkan pengikutnya setor penghasilan masing-masing 10% (<em>usyur</em>) untuk <em>amir</em> tanpa boleh menanyakan untuk apa.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Lebih parah lagi dari penuturan para mantan anggota Islam Jama’ah diketahui bahwa sang <em>amir</em> menjamin anggota jama’ah masuk surga. Padahal hanya Dajjal-lah yang berani membuat pernyataan sedahsyat itu. Akhlak Nabi Muhammad <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sama sekali tidak tercermin dalam tingkah laku <em>amir</em> pendiri IJ. Riwayat hidupnya penuh mistik dan perdukunan, melarikan perempuan, menceraikan tiga belas istrinya –menurut penelitian Litbang Depag RI– memungut upeti 10% dari masing-masing jama’ah dengan sertifikat atas nama pribadi, diketahui pula bahwa dia punya ilmu pelet untuk menggaet wanita, baik yang lajang maupun berstatus istri orang.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Terhadap Allah mereka berani membuat syari’at sendiri (seperti mewajibkan jama’ahnya setor sepuluh persen penghasilan kepadanya), terhadap Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> (dia) menyelisihi akhlak Beliau namun mengklaim dirinya sebagai <em>amir</em> yang harus ditaati jama’ah, kepada para ulama ia mencaci–maki dengan amat keji dan kotor, dan kepada umat Islam ia menajiskan dan mengkafirkan, serta memvonis masuk neraka. Sedang kepada wanita ia amat berhasrat, hingga dengan ilmu-ilmu yang dilarang Allah, yakni sihir pelet pun ditempuh.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Itulah jenis kemunafikan dan kesesatan yang nyata, yang dia sebarkan sejak tahun 1941, dan <em>alhamdulillah</em> telah dilarang oleh Kejaksaan Agung tahun 1971. Namun dengan liciknya ia bersama pengikutnya berganti–ganti nama dan bernaung di bawah Golkar, maka kesesatan itu justru lebih mekar dan melembaga sampai kini ke desa–desa hampir seluruh wilayah Indonesia bahkan ke negara–negara lain dengan nama LDII. Begitulah berbagai penyimpangan dalam kelompok tersebut. Memang beberapa waktu terakhir mereka kelihatan mulai membuka diri terhadap kaum Muslimin lainnya. Tetapi hakikatnya keyakinan-keyakinan tersebut masih ada pada diri mereka dan mereka sembunyikan untuk mengelabui orang-orang diluar kelompok mereka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Nasehat saya kepada <em>ukhti</em> penanya, <strong>yang pertama</strong> memohon kepada Allah untuk memberikan hidayah kebenaran kepada suaminya dan orang-orang yang tertipu dengan jama’ah ini dan mengembalikannya kepada jalan kebenaran.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Yang kedua</strong>, untuk selalu dan tidak letih-letihnya memberikan nasehat kepada suaminya dengan cara yang hikmah dan kalau harus berdiskusi atau berdebat, maka dengan cara dan jalan yang terbaik, baik dengan dalil-dalil dari al-Qur’an ataupun as-Sunnah atau dengan logika yang tepat dan bisa diterima oleh akal sehat.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Yang ketiga</strong>, berkhidmatlah kepada suami dengan sepenuh hati, tampakkan kepadanya akhlak yang mulia, patuhlah kepadanya dalam perkara-perkara yang <em>ma’ruf</em> adapun bila ia mengajak pada perkara maksiat atau penyimpangan maka tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam maksiat kepada Allah, dan jagalah keharmonisan rumah tanggamu dengan berbuat <em>ihsan</em> kepadanya dan jangan meminta cerai kepadanya karena ini akan membuka pintu setan untuk menghancurkan rumah tanggamu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Yang terakhir</strong>, belajar dan belajarlah ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan yang dipahami generasi yang terbaik dari umat ini, yaitu para sahabat dan para Imam yang mulia dari kalangan ulama umat ini. Dengan ini semua, dirimu akan terjaga dari berbagai fitnah dan <em>syubhat</em> yang ada di sekitarmu, sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah <em>Ta’ala</em>.<em> Wallahu Waliyyut-Taufiq.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber: <a href="http://atturots.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=202:suami-terjerat-jaring-ldii&amp;catid=3:manhaj&amp;Itemid=134" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://atturots.or.id/</span></a> dan dipublikasikan kembali oleh <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://salafiyunpad.wordpress.com</span></a></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Link terkait yang harus Anda ketahui:</strong></span></p>
<p><a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/09/27/haruskah-semua-berbaiat-bantahan-bagi-ldii-dan-jamaah-baiat-lainnya/" target="_blank"><strong>Haruskah Semua Berbaiat? [Bantahan Bagi LDII dan Jama'ah Bai'at Lainnya]</strong></a></p>
<p><a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/23/download-audio-ldii-aliran-sesat-yang-telah-nyata-ust-dzulqornain-penting/" target="_blank"><strong>Download Audio: LDII – Aliran Sesat yang Telah Nyata (Ust. Dzulqornain) [PENTING]</strong></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/firqoh/'>Firqoh</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aliran-khawarij/'>aliran khawarij</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aliran-menyimpang/'>aliran menyimpang</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aliran-sesat-ldii/'>aliran sesat LDII</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/alisan-sesat/'>alisan sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/firqah-sesat/'>firqah sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jamaah-ldii/'>jamaah ldii</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jamaah-sesat-ldii/'>jamaah sesat ldii</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jamalah-galipat-sesat/'>jamalah galipat sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kelompok-sesat/'>kelompok sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/konsultasi-syariah/'>konsultasi syariah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/sekte-sesat/'>sekte sesat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/suami-ikut-ldii/'>suami ikut ldii</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/takfiri/'>takfiri</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tanya-jawab-islam/'>tanya jawab islam</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/10265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/10265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/10265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/10265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/10265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/10265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/10265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/10265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/10265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/10265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/10265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/10265/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/10265/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/10265/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=10265&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/06/07/suami-terjerat-jaring-aliran-sesat-ldii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-aliran-sesat-ldii.png?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-aliran-sesat-ldii.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">logo-aliran-sesat-ldii</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/345-aliran-sesat-ldii.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">345-aliran-sesat-ldii</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/06/logo-aliran-sesat-ldii.png" medium="image">
			<media:title type="html">logo-aliran-sesat-ldii</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
