<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; manhaj</title>
	<atom:link href="http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Islam Dakwah Salafiyah Download Free Video Ebook Ceramah MP3 Gratis Ahlus Sunnah Kajian Islam Wanita Fikih Aqidah Konsultasi Syariah Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 03:26:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salafiyunpad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6537b21b5cf0022e32532148ead410c8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; manhaj</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salafiyunpad.wordpress.com/osd.xml" title="Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salafiyunpad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menyikapi Kenaikan BBM</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 03:47:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11852</guid>
		<description><![CDATA[Kita tahu bahwa semua pasti akan merasakan kesulitan ketika BBM naik. Karena jika BBM naik, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Akan semakin tercekiklah rakyat jelata seperti kita-kita ini. Namun demikianlah kebanyakan orang dalam menghadapi masalah ini keliru. Semua ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Demonstrasilah yang jadi solusi. Tidak ada yang berpikir, kenapa pemimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11852&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-11853" title="bbm pasti naik" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg?w=604" alt="kenaikan harga bbm"   /></a>Kita tahu bahwa semua pasti akan merasakan kesulitan ketika <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/" target="_blank"><strong>BBM naik</strong></a>. Karena jika<a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/" target="_blank"> BBM naik</a>, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Akan semakin tercekiklah rakyat jelata seperti kita-kita ini. Namun demikianlah kebanyakan orang dalam menghadapi masalah ini keliru. Semua ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Demonstrasilah yang jadi solusi. Tidak ada yang berpikir, kenapa pemimpin kita bisa memilih jalan untuk menaikkan <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/" target="_blank">BBM</a>? Tidak ada yang mau merenung, apa betul presiden tercinta kita ingin menyengsarakan bahkan membunuh rakyatnya sendiri? Lalu kenapa tidak mau menyikapi hal ini dengan bersabar?<span id="more-11852"></span></p>
<p><strong>Taat kepada Penguasa Zhalim</strong></p>
<p>Inilah prinsip yang diajarkan oleh s<em>alafush shaleh</em>, oleh <em>Ahlus Sunnah wal Jama’ah</em>, oleh orang-orang yang meniti jalan para sahabat. Mereka tetap menaati dan <em>manut</em> pada perintah penguasa selama diperintahkan dalam yang <em>ma’ruf</em> (kebaikan) dan bukan dalam maksiat. Ketaatan itu tetap ada, meskipun yang memerintah mereka adalah penguasa zhalim, yang mungkin sering menyengsarakan rakyatnya. Ketaatan itu tetap ada meskipun penguasa tersebut melakukan kezhaliman dengan menaikkan harga BBM misalnya.</p>
<p>Renungkanlah hadits berikut yang Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>sampaikan seakan-akan adalah nasihat terakhir beliau. Dari Abu Najih, Al ‘Irbadh bin Sariyah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memberi nasihat kepada kami dengan satu nasihat yang menggetarkan hati dan menjadikan air mata berlinang”. Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan adalah nasihat dari orang yang akan berpisah, maka berilah kami wasiat.” Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِىٌّ</p>
<p>“<em>Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak) dari Habasyah</em>” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini <em>hasan shahih</em>).</p>
<p>Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab, sebagian ulama menyebutkan bahwa penyebutan budak Habasyah dalam hadits di atas adalah cuma permisalan saja, namun sebenarnya tidak mungkin seorang budak menjadi pemimpin (Lihat <em>Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, 2: 120). Artinya, meskipun seorang budak jadi pemimpin, maka kita tetap taat.</p>
<p>Hadits yang menyebutkan penguasa zhalim tetap wajib ditaati adalah hadits berikut ini.</p>
<p class="arab">يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».</p>
<p>“<em>Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia</em>.&#8221;</p>
<p>Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”</p>
<p>Beliau bersabda, ”<em>Dengarlah dan taat kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan taat kepada mereka</em>” (HR. Muslim no. 1847).</p>
<p>Lihatlah bukankah yang disebutkan dalam hadits ini adalah pemimpin yang zhalim? Sampai ia menyiksa rakyatnya sendiri, sampai memukul dan mengambil harta, ini jelas zhalim. Namun lihatlah apa kata Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “<em>Dengarlah dan taat kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. </em><em>Tetaplah mendengar dan taat kepada mereka</em>”.</p>
<p><em>Subhanallah</em> &#8230; Ternyata prinsip yang satu ini sering tidak diindahkan oleh kaum muslimin. Mereka begitu tidak bersabar dengan kenaikan BBM, kalau benar mereka menganggap kenaikan BBM tersebut sebagai suatu kezholiman.</p>
<p>Lihatlah prinsip yang diajarkan oleh <em>Ahlus Sunnah</em> sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ahmad berikut ini,</p>
<p class="arab">والسمع والطاعة للأئمة وأمير المؤمنين البر والفاجر</p>
<p>“Mendengar dan taatlah kepada penguasa dan amirul mukminin (pemimpin orang mukmin), baik mereka adalah pemimpin yang baik, maupun pemimpin yang fajir (pelaku maksiat yang zhalim)” (<em>Ushulus Sunnah</em>, Imam Ahmad).</p>
<p>Namun ketaatan kepada penguasa tidaklah <em>mutlak</em>, tidak harus taat selamanya. Menaati mereka bersifat <em>muqoyyad</em>, yaitu hanya taat dalam yang <em>ma’ruf</em>, bukan perkara maksiat (Nasehat berharga yang kami simpulkan dari perkataan Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri <em>hafizhohullah</em> dalam dauroh kitab <em>Ushulus Sunnah</em> di Riyadh KSA, 1-5 Jumadal Ula 1433).</p>
<p>Kita dapat memahami hal di atas dari ayat,</p>
<p class="arab">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ</p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu</em>” (QS. An Nisa’: 59). Para ulama menerangkan bahwa kata<em> ulil amri</em> (penguasa) dalam ayat ini tidak diulang dengan kata “أَطِيعُوا” (taatilah). Ini menunjukkan bahwa ketaatan pada penguasa itu ada selama bersesuaian dengan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Juga dalam hadits disebutkan,</p>
<p class="arab">لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ</p>
<p>“<em>Tidak ada kewajiban taat dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat)</em>” (HR. Bukhari no. 7257).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p class="arab">عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ، فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ</p>
<p>“<em>Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat</em>” (HR. Bukhari no. 7144).</p>
<p>‘Ali bin Abi Tholib pernah berkata,</p>
<p class="arab">إنَّ الناسَ لا يُصلحهم إلاَّ إمامٌ بَرٌّ أو فاجر ، إنْ كان فاجراً عبدَ المؤمنُ فيه ربَّه ، وحمل الفاجر فيها إلى أجله</p>
<p>“Manusia tidaklah akan menjadi baik melainkan di bawah penguasa yang baik maupun fajir (zhalim). Jika penguasa tersebut zhalim, selama masih beriman, maka kezhalimannya adalah urusan dia dengan <em>Rabb</em>-nya” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam <em>Mushannaf</em>-nya, 15: 328).</p>
<p><strong>Maslahat Taat kepada Penguasa</strong></p>
<p>Banyak maslahat yang kita peroleh ketika kita menaati keputusan penguasa.</p>
<p>Al Hasan Al Bashri <em>rahimahullah </em>berbicara mengenai ketaatan pada penguasa, “Mereka (penguasa) mengurusi lima perkara untuk kemaslahatan kita: shalat Jumat, shalat jamaah, shalat ‘Id, penjagaan tabal batas dan hukum h<em>ad</em>. Semua perkara tersebut tidaklah bisa tegak kecuali dengan penegakan dari penguasa meskipun mereka suka melampaui batas dan berbuat zhalim. Demi Allah, maslahat ketika taat pada penguasa itu lebih besar dibanding mafsadat yang ditimbulkan. Menaati penguasa adalah suatu keselamatan dan berlepas diri dari mereka adalah suatu kekufuran (kebinasaan)” (<em>Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, 2: 117).</p>
<p>Ibnu Abil Izz <em>rahimahullah </em>berkata, “Hukum menaati pemimpin adalah wajib, walaupun mereka berbuat zhalim (kepada kita). Jika kita keluar dari menaati mereka maka akan timbul kerusakan yang lebih besar dari kezhaliman yang mereka perbuat. Bahkan bersabar terhadap kezhaliman mereka dapat melebur dosa-dosa dan akan melipat gandakan pahala. Allah<em> Ta’ala</em> tidak menjadikan mereka berbuat zhalim selain disebabkan karena kerusakan yang ada pada diri kita juga. Ingatlah, yang namanya balasan sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukan (<em>al jaza’ min jinsil ‘amal</em>). Oleh karena itu, hendaklah kita bersungguh-sungguh dalam istigfar dan taubat serta berusaha mengoreksi amalan kita” (<em>Syarh Aqidah Ath Thohawiyah</em>, hal. 381, terbitan Darul ‘Aqidah).</p>
<p>Ibnu Rajab <em>rahimahullah</em> berkata, “Mendengar dan menaati penguasa kaum muslimin mengandung maslahat dunia, mudahnya urusan hamba, dan bisa menolong hamba dalam menaati Allah” (<em>Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, 2: 117).</p>
<p>Taruhlah jika menaikkan BBM itu termasuk kezhaliman, bagaimana jika tidak? Dan kami berpikir sendiri, mengapa sampai pemerintah punya niatan demikian? Kami berhusnuzhan bahwa pemerintah sudah menimbang-nimbang adanya maslahat di balik itu semua. <strong><em>Dan kami yakin tidak mungkin Pak SBY punya niatan untuk menyengsarakan rakyatnya sendiri. Itulah husnuzhan kami.</em></strong></p>
<p><strong>Tidak Berdemonstrasi</strong></p>
<p>Sejak dulu, kami tidak suka berdemonstrasi. Sudah sangat <em>ma’ruf</em> bahwa demonstrasi sering dilakukan oleh mahasiswa. Dan kami pun merupakan bagian dari mereka. Namun kami enggan berdemonstrasi, karena mengingat mudharatnya itu lebih besar dari manfaatnya. Jalanan macet, terjadi kerusuhan, korban jiwa, luka-luka dan capek menghabiskan tenaga serta tidak pula mendapatkan keuntungan bahkan kerugian masyarakat luas yang diperoleh ketika <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/" target="_blank">demo</a>. Jika kerugian yang diperoleh, kenapa kerusakan dibalas dengan kerusakan? Bahkan kerusakan dari demonstrasi lebih besar, dibanding kita mau menerima kenaikan BBM.</p>
<p>Guru kami, Syaikh Dr. Sholeh Al Fauzan berkata, “Adapun demonstrasi, agama Islam sama sekali tidak menyetujuinya. Karena yang namanya demonstrasi selalu menimbulkan kekacauan, menghilangkan rasa aman, menimbulkan korban jiwa dan harta, serta memandang remeh penguasa muslim. Sedangkan agama ini adalah agama yang terarur dan disiplin, juga selalu ingin menghilangkan bahaya.</p>
<p>Lebih parah lagi jika masjid dijadikan tempat bertolak menuju lokasi demontrasi dan pendudukan fasilitas-fasilitas publik, maka ini akan menambah kerusakan, melecehkan masjid, menghilangkan kemuliaan masjid, menakut-nakuti orang yang shalat dan berdzikir pada Allah di dalamnya. Padahal masjid dibangun untuk tempat berdzikir, beribadah pada Allah, dan mencari ketenangan.</p>
<p>Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim mengetahui perkara-perkara ini. Janganlah sampai kaum muslimin menyeleweng dari jalan yang benar karena mengikuti tradisi yang datang dari orang-orang kafir, mengikuti seruan sesat, sekedar mengikuti orang kafir dan orang-orang yang suka membuat keonaran” [<a href="http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=298362">Fatwa Syaikh Shalih bin 'Abdillah Al Fauzan</a>].</p>
<p><strong>Tidak Menyebarkan Aib Penguasa</strong></p>
<p>Ketika shalat, lalu kita berbuat salah, kemudian, kita ditegur di depan orang banyak, pasti kita sulit menerima nasehat semacam itu. Begitu halnya dengan penguasa, ketika ia dijelek-jelekkan di depan halaman DPR, dikatakan “neolib” dan “menyengsarakan rakyat banyak”, pasti tidak ada penguasa yang mau terima dengan nasehat semacam itu. Begitu pula dalam Islam tidaklah menyukai yang demikian karena nasehat yang terbaik adalah nasehat empat mata, bukan di khalayak ramai. Setiap orang pun akan senang dengan nasehat semacam itu.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ فَلاَ يُبْدِ لَهُ عَلاَنِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ لَهُ</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itu (yang diinginkan) dan kalau tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya. Dosa bagi dia dan pahala baginya (orang yang menasihati)</em>.” (HR. Ahmad 3: 403. Syaikh Syu’aib Al Arnauht mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).</p>
<p><strong>Sabar Tak Ada Batasnya</strong></p>
<p>Solusi utama untuk menghadapi kenaikan BBM ini adalah <em>husnuzhan</em> dengan keputusan Presiden dan bersabar. Dari Ibnu ‘Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ ، فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ ، إِلاَّ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً</p>
<p>“<em>Barangsiapa melihat sesuatu pada pemimpinnya sesuatu yang tidak ia sukai, maka bersabarlah. Karena barangsiapa yang melepaskan diri satu jengkal saja dari jama’ah, maka ia mati seperti matinya jahiliyah (artinya: ia mati dalam keadaan jelek dan bukan mati kafir, pen)</em>” (HR. Bukhari no. 7054 dan Muslim no. 1849).</p>
<p>Dan bersabar tidaklah ada batasnya. Orang yang katakan sabar itu ada batasnya, itu keliru. Karena pahalanya saja tak hingga, bahkan surga, bagaimana bisa dikatakan sabar itu ada batasnya.</p>
<p>Jika kita tidak bersabar terhadap keputusan penguasa, kita akan kehilangan pahala besar berupa surga bagi orang yang mau bersabar. Ingatlah janji Allah,</p>
<p class="arab">إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga)</em>” (QS. Az Zumar: 10).</p>
<p>Al Auza’i mengatakan bahwa ganjarannya tidak bisa ditakar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa dihitung sama sekali, akan tetapi ia akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga (Lihat<em> Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,</em> Ibnu Katsir, 7: 89).</p>
<p><strong>Berpikir Rasional dengan Mencari Solusi</strong></p>
<p>Kami lebih senang dengan solusi yang ditawarkan oleh Pak Menteri Dahlan Iskan, daripada dengan buang-buang tenaga untuk berdemo.</p>
<p><em>Intinya, untuk melawan kenaikan harga BBM yang pernah, sedang, dan akan terus terjadi itu, tak ada jalan terbaik kecuali kita musuhi BBM. Kita jadikan BBM musuh kita bersama. Kita demo BBM-nya ramai-ramai, bukan mendemo kenaikannya. Kalau setiap kenaikan BBM didemo, kita hanya akan terampil berdemo. Tapi kalau BBM-nya yang kita musuhi, kita akan lebih kreatif mencari jalan keluar bagi bangsa ini ke depan.</em></p>
<p><em>Jalan terbaik adalah jangan lagi menggunakan BBM. Kalau kita sudah tidak menggunakan BBM, apa peduli kita pada barang yang juga menjadi penyebab rusaknya lingkungan itu. Kelak, kita bersikap begini: biarkan dia naik terus menggantung sampai setinggi Monas! Kalau kita tidak lagi menggunakannya, mau apa dia!</em></p>
<p><em>Tanpa ada gerakan nyata untuk melawan BBM, seumur hidup kita akan ngeri seperti sekarang. Seumur hidup kita harus siap-siap berdemonstrasi. Seumur hidup kita tidak berubah!</em></p>
<p><em>Kalau sudah tahu bahwa seumur hidup kita akan terjerat BBM seperti itu mengapa kita tidak mencari jalan lain? Mengapa kita menyerah pada keadaan?  “Mengapa? Mengapa? &#8230; Tidakkah kita harus takut kepada yang menciptakan alam semesta ini? Berapa kali Allah mengatakan “Afalaa ta’qiluuun?”.</em></p>
<p>Baca ulasan Pak Menteri lebih jauh di sini: <strong><a href="http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/03/18/hamil-tua-untuk-lahirnya-putra-petir/">Hamil Tua untuk Lahirnya Putera Petir</a></strong>.</p>
<p>Dan kami yakin di balik kesulitan ini, ada kemudahan yang akan segera dan segera menghampiri rakyat kita.</p>
<p class="arab">فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا</p>
<p>“<em>Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan</em>” (QS. Alam Nasyroh: 5).</p>
<p>Ayat ini pun diulang setelah itu,</p>
<p class="arab">إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا</p>
<p>“<em>Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan</em>” (QS. Alam Nasyroh: 6).</p>
<p>Sahabat mulia, ‘Abdullah bin Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em> pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya  karena Allah <em>Ta’ala</em> berfirman (yang artinya), “<em>Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan</em>.” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari, 24: 496)</p>
<p>Ini berarti di balik kesulitan dengan naiknya BBM, pasti ada kebahagiaan yang semakin dekat. Kenapa kita tidak optimis dengan janji Allah di atas? Kenapa malah pesimis dan banyak khawatir?</p>
<p><em>Ya Allah, berilah kami kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Berilah pula hidayah kepada kami dan saudara-saudara kami agar diberi taufik untuk bersabar menghadapi musibah demi musibah. Dan perbaikilah keadaan kami dan pemimpin-pemimpin kami.</em></p>
<p>@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 6 Jumadal Ula 1433 H</p>
<p>Penulis: <a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3746-menyikapi-kenaikan-bbm.html" target="_blank">Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.</a> (Dewan Redaksi <a href="http://www.majalah.PengusahaMuslim.com" target="_blank">Majalah Pengusaha Muslim</a>)<br />
Artikel <a href="http://www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11852&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bbm pasti naik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bbm pasti naik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengakuan Haidar Bagir (Tokoh Syi&#8217;ah Indonesia) Tentang Sesatnya Syiah</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/05/pengakuan-haidar-bagir-tokoh-syiah-indonesia-tentang-sesatnya-syiah/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/05/pengakuan-haidar-bagir-tokoh-syiah-indonesia-tentang-sesatnya-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 19:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11706</guid>
		<description><![CDATA[Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. Sepandai-pandai tupai melompat, pasti kan terjatuh juga. Pepatah ini adalah hal pertama yang melintas dalam pikiran  saya ketika membaca tulisan bapak Haidar Bagir di harian Republika (20/1/2012) dengan judul: Syiah dan Kerukunan Umat. Bapak Haidar Bagir dengan segala daya dan upayanya berusaha [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11706&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah</h2>
<p>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.</p>
<div>Sepandai-pandai tupai melompat, pasti kan terjatuh juga. Pepatah ini adalah hal pertama yang melintas dalam pikiran  saya ketika membaca tulisan bapak Haidar Bagir di harian Republika (20/1/2012) dengan judul: Syiah dan Kerukunan Umat.</div>
<p>Bapak Haidar Bagir dengan segala daya dan upayanya berusaha menutupi beberapa ideologi Syiah yang menyeleweng dari kebenaran. Walau demikian, tetap saja ia tidak dapat melakukannya. Bahkan bila Anda mencermati dengan seksama, niscaya Anda dapatkan tulisannya mengandung pengakuan nyata akan kesesatan sekte Syiah Imamiyyah.</p>
<p>Berikut saya ketengahkan ke hadapan Anda tiga pengakuan terselubung bapak Haidar Bagir.<span id="more-11706"></span></p>
<p><strong>Pengakuan Pertama: </strong><strong></strong></p>
<p>Data Syiah Imamiyah tentang ideologi adanya Alquran versi Syiah begitu melimpah dalam berbagai referensi Syiah. Wajar bila Bapak Haidar Bagir tidak menemukan cara untuk mengingkarinya. Fenomena ini mengharuskannya menempuh cara selain menutupinya. Dan ternyata Bapak Haidar Bagir lebih memilih cara mengesankan bahwa data tersebut adalah pendapat pribadi sebagian tokoh Syiah Imamiyah.</p>
<p>Karenanya, dengan jelas tulisan bapak Haidar Bagir ini mengandung pengakuan tentang kebenaran adanya Alquran versi Syiah Imamiyyah. Berdasarkan pengakuannya ini, Anda mendapat kepastian tentang adanya ideologi Alquran versi Syiah Imamiyyah.</p>
<p>Adapun klaim bapak Haidar bahwa ideologi ini adalah ideologi sebagian oknum Syiah, maka itu menyelisihi fakta yang ada. Sebagai salah satu buktinya, Ayatullah Khomeini, yang mereka anggap sebagai Wali Faqih, dan tokoh terkemuka Syiah Imamiyah zaman ini teryata masih mengajarkannya.</p>
<p>Dalam kitabnya <em>Kasyful Asrar</em> Hal. 149 Al Khomeini menyatakan: <em>“Telah kami buktikan pada awal pembahasan ini, bahwa Nabi <strong>menahan diri dari membicarakan masalah al imaamah (kepemimpinan) dalam Alquran</strong>. Alasannya beliau khawatir Alquran akan diselewengkan, atau timbul perselisihan yang sengit di tengah-tengah kaum muslimin, sehingga hal itu berakibat buruk bagi masa depan agama Islam.”</em></p>
<p>Adapun keberadaan Mushaf Utsmani di tengah-tengah para penganut Syiah Imamiyah, maka itu belum cukup kuat untuk mengingkari adanya mushaf Fatimah dalam ideologi Syiah. Yang demikian itu karena tokoh Syiah Imamiyah sejak dahulu mengajarkan agar para pengikut mereka untuk sementara membaca Alquran yang ada, hingga masa bangkitnya Imam ke-12 mereka. Menurut mereka, hanya Imam Mahdi merekalah yang masih menyimpan dan kelak akan mengajarkannya kembali kepada para pengikutnya.</p>
<p>Al Kulaini dalam kitanya <em>Al Kafi</em> 2:619, meriwayatkan bahwa Abu Hasan Ali bin Musa Ar Ridha, bertanya kepada Imam Syiah ke-5, yaitu Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Al Husain, “ Semoga aku menjadi penebusmu, kita mendengar ayat-ayat Alquran yang tidak ada pada Alquran kita ini. Kita juga tidak dapat membacanya sebagaimana yang kami dengar dari Anda, maka apakah kami berdosa?” Beliau menjawab, “Tidak, bacalah sebagaimana yang pernah kalian pelajari, karena suatu saat nanti akan datang orang yang mengajarkannya kepada kalian.”</p>
<p>Adapun klaim bapak Haidar tentang tokoh-tokoh Ahlusunnah yang menyatakan adanya perubahan pada Alquran, adalah klaim sepihak dan kosong dari bukti. Pernyataan sahabat Umar bin Al Khatthab juga yang lainnya tentang ayat rajam adalah penjelasan tentang adanya ayat yang dianulir secara bacaan. Walaupun secara hukum, ayat-ayat tersebut masih tetap berlaku.</p>
<p>Sebagaimana ulama-ulama Ahlusunnah juga menegaskan bahwa dalam Alquran terdapat beberapa ayat-ayat yang kandungan hukumnya telah dihapuskan walau secara bacaan masih tetap ada.  Fakta ini bukanlah hal aneh, karena telah dijelaskan pada ayat 106, surat Al Baqarah.</p>
<p>Namun tentu syariat <em>nasikh</em> (anulir) suatu ayat menurut Ahlusunnah menyelisihi ideologi perubahan Alquran dalam doktrin Syiah Imamiyah. <em>Nasikh</em> menurut Ahlusunnah hanya terjadi semasa hidup Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Adapun sepeninggal beliau maka tidak terjadi <em>nasikh. </em></p>
<p>Ditambah lagi<em> </em>menurut syariat Ahlusunnah, hingga hari kiamat<em> </em>tidak ada yang mengembalikan ayat-ayat yang semasa Nabi hidup <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> <em>mansukh</em> (dianulir).</p>
<p>Sedangkan menurut sekte Syiah Imamiyyah Alquran mengalami perubahan sepeninggal Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam. </em> Dan kelak ayat-ayat yang dirubah sepeninggal beliau akan dikembalikan lagi oleh imam mereka ke-12. Karena itu, sekte Syiah senantiasa menantikan kehadiran sosok tersebut, yang mereka yakini sebagai Imam Mahdi.</p>
<p><strong>Pengakuan Ke</strong><strong>dua</strong><strong> :</strong></p>
<p>Pada awal tulisan, Bapak Haidar mengklaim bahwa celaan Syiah terhadap sahabat hanyalah sebatas kecenderungan dan bukan ajaran. Menurutnya, Syiah yang mencela sahabat Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan juga sebagian istri Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> hanyalah minoritas.</p>
<p>Selanjutnya Bapak Haidar berusaha menguatkan klaim ini dengan menyebutkan sekte Syiah Zaidiyah. Menurutnya sekte Zaidiyah menerima kekhilafahan sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman.</p>
<p>Penuturan ini adalah bukti nyata bahwa Bapak Haidar telah memutar balikkan fakta. Sejatinya Bapak Haidar Bagir-lah yang telah menggunakan data <em>syadz</em> (ganjil) guna mendukung kesimpulanya. Karena sekte Zaidiyah adalah sekte minoritas Syiah, sedangkan meyoritas Syiah saat ini adalah para pengikut sekte Imamiyyah.</p>
<p>Terlebih lagi, adanya pengakuan terhadap kekhilafahan sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman adalah alasan Imamiyah mengucilkan sekte Zaidiyah.</p>
<p>Adapun beberapa tokoh Syiah Imamiyyah yang disebut oleh bapak Haidar telah mengakui kekhilafahan ketiga sahabat di atas, maka saya tidak ingin banyak mempersoalkannya. Saya hanya ingin bertanya: apakah pengakuan tersebut diamini oleh tokoh Imamiyyah yang lain dan kemudian diterapkan oleh seluruh penganut Imamiyah?</p>
<p>Fakta yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa pengikut Syiah imamiyah tetap saja melaknati ketiganya dan juga lainnya. Kasus sampang dan berbagai kasus serupa di negri kita adalah salah satu buktinya. Karena itu Abu Lukluah Al Majusi aktor pembunuh Khalifah Umar bin Khatthab diagungkan oleh sekte Imamiyah sehingga mereka menjulukinya dengan <em>Baba Suja’uddin</em>. Dan sebagai apresiasi atas jasanya membunuh Amirul Mukminin Umar bin Al Khatthab, mereka membangun kuburannya dengan megah.</p>
<p><img title="pembunuh umar" src="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-1-300x273.jpg" alt="buaya10 1 300x273 Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah" width="300" height="273" /></p>
<p>(Gambar: Kuburan Abu Lukluah Al Majusi)</p>
<p><img title="memuja pembunih umar" src="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-4-300x256.jpg" alt="buaya10 4 300x256 Pengakuan Haidar Bagir Tentang Sesatnya Syiah" width="300" height="256" /></p>
<p>(Betapa antusiasnya pengikut agama Syi’ah ketika berziarah ke kuburan ini)</p>
<p><strong>Pengakuan Ketiga: </strong></p>
<p>Kebesaran jiwa ulama-ulama Ahlusunnah dan juga seluruh Ahlusunnah untuk menghentikan kemungkaran yang dilakukan oleh dinasti Abbasiyah. Sehingga mereka semua patuh dan mengapresiasi sikap Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menginstruksikan hal tersebut. Dan alhamdulillah hingga kini, hal tersebut sirna dan tidak ada yang melakukannya kembali.</p>
<p>Namun hal serupa hingga saat ini tidak kuasa dilakukan oleh para penganut ajaran Syiah Imamiyah. Sehingga walaupun para aktor sandiwara <em>taqrib</em> telah menyerukannya, namun tetap saja di lapangan para penganut Syiah terus mencaci sahabat-sahabat Nabi. Sikap Yasir Al Habib beserta para pengikutnya dan juga Syiah di Sampang adalah bukti nyata, bahwa seruan tersebut hanyalah seruan tanpa pembuktian.</p>
<p>Pengakuan bapak Haidar ini, dapat menjadi bukti nyata bahwa hanya dengan mengikuti ajaran Ahlusunnahlah kedamaian antar komponen umat Islam dapat terwujud. Adapun ajaran Syiah, terlebih Imamiyyah, hingga saat ini terus menjadi biang terjadinya permusuhan bahkan perang saudara di tengah-tengah umat Islam. Sikap pasukan Al Hutsi di Yaman yang menyerang Ahlusunnah di daerah Dammaj, dan juga pasukan Al Mahdi di Irak yang membantai Ahlusunnah adalah bukti nyata akan hal tersebut.</p>
<p><strong>Pengakuan Keempat :</strong></p>
<p>Bapak Haidar Bagir juga mengakui bahwa sekte Syiah yang selama ini menjadi biang kericuhan umat Islam adalah Syiah Imamiyah atau Itsna ’Asyariyah. Karena itu beliau merasa perlu untuk mengutarakan adanya perubahan pandangan tentang keabsahan khilafah sahabat Abu Bakar, Umar, dan Utsman.</p>
<p>Walau demikian, ada satu fakta yang mungkin kurang diwaspadai oleh bapak Haidar Bagir. Mengakui adanya perubahan ini sejatinya adalah pengakuan bahwa ideologi Imamah versi Imamiyyah adalah sesat. Andai tidak sesat, buat apa beliau perlu mengutarakan adanya ralat yang dilakukan oleh sebagian tokoh sekte Imamiyah?</p>
<p>Terlebih sejatinya ideologi bahwa imam (penguasa umat) dalam Islam hanya berjumlah 12 orang, adalah ideologi tidak nyata dan tidak masuk akal. Anda pasti telah mengetahui bahwa dari kedua belas imam Syiah yang benar-benar pernah mengenyam sebagai khalifah hanyalah sahabat Ali bin Abi Thalib dan putranya Hasan.</p>
<p>Adapun Husein beserta anak cucunya, maka hingga mereka meninggal dunia, tidak seorang pun yang sempat menjadi pemimpin. Sehingga berbagai dalil yang mereka yakini tentang keimaman mereka benar-benar menyelisihi fakta.</p>
<p>Secara <em>defacto</em> seluruh ahli sejarah sepakat bahwa Hasan bin Abi Thalib telah menyerahkan <em>khilafah</em> (kekuasaan) kepada sahabat Mu’awiyah. Dan tahun terjadinya serah terima khilafah ini akhirnya dikenal dan diabadikan oleh umat Ahlusunnah hingga akhir masa. Sehingga mereka menyebut tahun tersebut dengan sebutan <em>‘aamul jama’ah</em> (tahun persatuan).</p>
<p>Setiap Ahlusunnah bergembira dengan kejadian ini. Ahlusunnah menganggap sikap Hasan ini sebagai jasa terbesar yang beliau lakukan untuk umat Islam. Bahkan Ahlusunnah hingga saat ini meyakini bahwa sikap Hasan ini sebagai wujud nyata dari sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentangnya,</p>
<p><em>“Sejatinya putraku ini adalah seorang pemimpin, dan semoga dengannya Allah menyatukan dua kelompok besar dari umat Islam.”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p>Namun tahukah Anda bahwa Ahlusunnah yang mengapresiasi kebesaran jiwa Hasan ini ternyata tidak diteladani oleh penganut Syiah. Beberapa referensi Syiah malah menukilkan sikap yang berlawan arah. Beberapa tokoh Syiah malah menganggap sikap Hasan ini sebagai bentuk pengkhianatan.</p>
<p>Pada suatu hari, seorang  tokoh Syiah bernama Sufyan bin Laila berkunjung ke rumah Hasan bin Ali. Didapatkan beliau sedang duduk-duduk sambil berselimut di depan rumahnya. Spontan Sufyan bin Laila mengucapkan salam kepada Hasan dengan berkata, <em>“Semoga keselamatan atasmu, <strong>wahai orang yang telah menghinakan kaum mukminin</strong>!” Karena merasa ganjil dengan ucapan selamat yang disampaikan oleh Sufyan, Hasan bertanya, “Darimana engkau mengetahui hal itu?” Ia menjawab, “Engkau telah memangku kepemimpinan, lalu engkau melepaskannya dari bahumu. Selanjutnya engkau sematkan kepemimpinan itu di bahu penjahat ini agar ia leluasa menerapkan hukum selain hukum Allah.”</em></p>
<p>Kisah ini bisa Anda temui pada beberapa refensi agama Syiah, semisal: <em>Al Ikhtishash</em> karya As Syeikh Al Mufid wafat thn: 413 H, Hal.82,  <em>Ikhtiyaar Ma’rifat Ar Rijal</em>, karya As Syeikh At Thusi wafat thn: 460, Hal. 1:327 dan <em>Biharul Anwar</em> karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H, Hal.44:24.</p>
<p>Sejak serah terima khilafah antara sahabat Hasan kepada sahabat Mu’awiyah ini, tidak seorang pun dari keturunan sahabat Ali bin Abi Thalib yang memangku jabatan khalifah. Bahkan Husein bin Abi Thalib yang hendak merebut khilafah dari Yazid bin Mu’awiyah, menemui kegagalan dan terbunuh sebelum sempat mendapatkannya. Tak ayal lagi, ia hidup tanpa <em>imamah, </em>hingga akhir hayatnya, demikian pula nasib seluruh anak cucunya. Dengan demikian kesepuluh imam Syiah Imamiyyah setelah Hasan berstatus <em>Kings Without A Kingdom.</em></p>
<p>Ini adalah bukti nyata bahwa meyakini keimamahan kesepuluh imam sekte Imamiyah adalah kekeliruan, karena menyelisihi fakta. Sehingga wajar bila seluruh Ahlusunnah dan juga setiap yang berakal sehat tanpa terkecuali umat Islam di negri kita tercinta ini menolak ideologi Syiah Imamiyyah.</p>
<p><strong>Ditulis oleh Dr. Arifin Baderi (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)</strong><br />
<strong>Artikel www.KonsultasiSyariah.com dan dipublikasikan kembali oleh www.salafiyunpad.wordpress.com<a href="http://konsultasisyariah.com/"><br />
</a></strong></p>
<p>About The Author:<br />
Dr. Muhammad Arifin, M.A. Dosen Tetap STDI Imam Syafii Jember, dosen terbang Program Pasca Sarjana jurusan Pemikiran Islam Program Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan anggota Pembina Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).</p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/firqoh/'>Firqoh</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah/'>Syi'ah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11706/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11706&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/05/pengakuan-haidar-bagir-tokoh-syiah-indonesia-tentang-sesatnya-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-1-300x273.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pembunuh umar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.gensyiah.com/wp-content/uploads/2011/02/buaya10-4-300x256.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">memuja pembunih umar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dr. Said Aqil Siradj, Dulu dan Kini</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/03/dr-said-aqil-siradj-dulu-dan-kini/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/03/dr-said-aqil-siradj-dulu-dan-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 06:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11689</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. Dr Said Aqil Siradj Dulu dan Kini  PERJALANAN hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa hanya Allah Azza wa Jalla yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11689&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Dr Said Aqil Siradj Dulu dan Kini </strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">PERJALANAN hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa hanya <em>Allah Azza wa Jalla </em>yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam menetapi sesuatu termasuk agamanya (<em>istiqamah</em>). Karena itu, dahulu Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>senantiasa memohon keteguhan hati kepada Allah: <em>“Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” </em>Dan ini mungkin salah satu hikmah yang dapat anda petik dari kewajiban membaca surat Al Fatihah pada setiap rakaat shalat. Pada surat ini terdapat permohonan kepada Allah <em>Azza wa Jalla </em>agar senantiasa menunjuki anda jalan yang lurus, yaitu jalan kebenaran.<span id="more-11689"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Fenomena ini terus melintas dalam pikiran saya, gara-gara saya membaca pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di berbagai media. Said Aqil Siradj mengatakan bahwa ajaran syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Untuk menguatkan klaimnya ini, Said Aqil merujuk pada kurikulum pendidikan pada almamaternya Universitas Umm Al Quro di Arab Saudi. Menurutnya: &#8220;Wahabi yang keras saja menggolongkan Syiah bukan sesat.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pernyataan Said Aqil ini menyelisihi fakta dan menyesatkan. Sebagai buktinya, pada Mukaddimah disertasi S3 yang ia tulis semasa ia kuliah di Universitas Umm Al Quro, hal: <em>tha’ </em>(ط) <strong>Said Aqil </strong>menyatakan: <em>“Telah diketahui bersama bahwa umat Islam di Indonesia secara politik, ekonomi, sosial dan idiologi menghadapi berbagai permasalahan besar. Pada saat yang sama mereka menghadapi musuh yang senantiasa mengancam mereka. Dimulai dari gerakan kristenisasi, paham sekuler, kebatinan, dan berbagai sekte sesat, semisal syi’ah, Qadiyaniyah (Ahmadiyyah), Bahaiyah dan selanjutnya tasawuf.”</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pernyataan Said Aqil pada awal dan akhir disertasi S3-nya ini menggambarkan bagaimana pemahaman yang dianut oleh Universitas Umm Al Quro. Bukan hanya Syi’ah yang sesat, bahkan lebih jauh Said Aqil dari hasil studinya menyimpulkan bahwa paham <em>tasawuf </em>juga menyimpang dari ajaran Islam. Karena itu pada akhir dari disertasinya, Said Aqil menyatakan: <em>“Sejatinya ajaran tasawuf dalam hal “al hulul” (menyatunya Tuhan dengan manusia) berasalkan dari orang-orang Syi’ah aliran keras (ekstrim). Aliran ekstrim Syi’ah meyakini bahwa Tuhan atau bagian dari-Nya telah menyatu dengan para imam mereka, atau yang mewakili mereka. Dan idiologi ini sampai ke pada para pengikut Sekte Syi’ah berawal dari pengaruh ajaran agama Nasrani.” </em>(<em>&#8220;Silatullah Bil Kaun Fit Tassawuf Al Falsafy&#8221; </em>oleh Said Aqil Siradj 2/605-606).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Karena menyadari kesesatan dan mengetahui gencarnya penyebaran Syi’ah di Indonesia, maka Said menabuh genderang peringatan. Itulah yang ia tegaskan pada awal disertasinya, sebagai andilnya dalam upaya melindungi Umat Islam dari paham yang sesat dan menyesatkan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun, alangkah mengherankan bila kini Said Aqil menelan kembali ludah dan keringat yang telah ia keluarkan. Hasil penelitiannya selama bertahun-tahun, kini ia ingkari sendiri dan dengan lantang Said Aqil berada di garda terdepan &#8220;pembela&#8221; Syi’ah. Mungkinkah kini Said Aqil telah menjadi korban ancaman besar yang dulu ia kawatirkan mengancam Umat Islam di negeri tercinta ini? </span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Wassalam,</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Dr. Muhammad Arifin  Badri</strong></span><br />
<span style="color:#000000;"><em>Pengirim, lulusan Universitas Islam Madinah, dosen tetap STDI Imam Syafii Jember, dosen terbang Program Pasca Sarjana jurusan Pemikiran Islam Program Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan anggota Pembina Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI)</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber: <a href="http://hidayatullah.com/read/20968/03/02/2012/disertasi-aqil-siradj-telah-menyebut-syiah-sesat?.html" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://hidayatullah.com/</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11689&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/03/dr-said-aqil-siradj-dulu-dan-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ucapan Terima Kasih Komandan Mujahidin Yaman</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/01/02/ucapan-terima-kasih-komandan-mujahidin-yaman/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/01/02/ucapan-terima-kasih-komandan-mujahidin-yaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 22:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11592</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرحمن الرحيم Ucapan Terima Kasih dan Penghargaan Dari Abu Hatim Al-Asymury -salah seorang komandan mujahidin di medan perang Wailah- : Kepada Para Ulama Yang Mulia, juga kepada setiap orang yang ada di dalam hatinya keimanan walaupun sebesar biji sawi, serta memiliki rasa cinta kepada para sahabat yang suci-semoga Allah meridhoi mereka semuanya : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11592&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<p><span style="color:#000000;">بسم الله الرحمن الرحيم</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ucapan Terima Kasih dan Penghargaan</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dari Abu Hatim Al-Asymury -salah seorang komandan mujahidin di medan perang Wailah- :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kepada Para Ulama Yang Mulia, juga kepada setiap orang yang ada di dalam hatinya keimanan walaupun sebesar biji sawi, serta memiliki rasa cinta kepada para sahabat yang suci-semoga Allah meridhoi mereka semuanya :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Segala puji hanya milik Allah semata, Dzat yang telah menunaikan janji-Nya, menolong hamba-hamba-Nya dan mengalahkan musuh-musuh-Nya, serta Sholawat dan Salam kepada Nabi yang Allah telah karuniakan pertolongan dengan rasa takut (yang menghinggapi hati musuh-musuhnya) sejauh perjalanan satu bulan, juga kepada keluarga, sahabatnya dan para pengikutnya hingga hari kiamat kelak.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan selanjutnya :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sesungguhnya aku berbicara dari tempat peristiwa ini terjadi, bumi kepahlawanan dan penunaian janji yaitu medan perang kabilah Wailah -semoga Allah memuliakannya dengan ketaatan kepada-Nya- aku tulis lembaran ini supaya orang-orang beriman bergembira dan sebaliknya ahlu Batil bersedih.<span id="more-11592"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kami kabarkan dengan berita gembira kepada saudara-saudara kami, orang-orang yang beriman di belahan bumi bagian barat ataupun timur, bahwasanya orang-orang Hutsy/rofidhoh dalam keadaan sekarat dan sebentar lagi akan terputus urat nadinya-dengan ijin Allah-ditangan singa-singa Ahlu Sunnah, para pemberani yang tidak pernah merasa takut dengan suara tank, meriam maupun senapan mesin.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kalau kalian menyaksikan kami-dengan pertolongan Allah-ketika kami menyerang dan menerkam orang-orang rofidhoh, maka seperti singa menerkam mangsanya, tanpa ada rasa takut, rasa pengecut ataupun rasa lemah dan mereka melarikan diri dari Ahlu Tauhid dan penjaga Aqidah seperti larinya keledai dari singa, sungguh keutamaan dari Allah bagi singa-singa pemberani, Allah berfirman :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">من المؤمنين رجال صدقوا ما عاهدوا الله عليه فمنهم من قضى نحبه ومنهم من ينتظر وما بدلوا تبديلا</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Diantara orang-orang yang beriman itu ada orang-orang yang memenui apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, dan diantara mereka ada gugur dan diatara mereka masih ada yang menunggu, mereka sama sekali tidak mengubah janjinya sedikitpun.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mereka membawa nyawanya ditangannya dan mengharap kepada Allah apa yang dijanjikannya kepadanya. Kami menyerang mereka pada waktu pagi sebagaimana Nabi menyerang musuh-musuhnya pada waktu pagi pula, dan beliau telah bersabda :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">بورك لأمتي في بكورها</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Umatku diberkahi pada waktu pagi hari mereka.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berapa banyak tanda-tanda kebesaran Allah, karamah-Nya yang telah kami lihat dengan mata kepala kami sendiri, sebagai peneguhan dan pertolongan dari-Nya, dan Dialah yang telah berfirman :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Kalau kalian menolong (agama) Allah niscaya Allah akan menolong kalian dan mengokohkan kaki-kaki kalian.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan dalam kesempatan ini tidak cukup bagi kami untuk menyebutkan kebaikan dan keberkahan yang Allah telah karuniakan kepada kami.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka aku katakan kepada orang-orang yang mengail di air keruh dan berusaha dengan keras memalingkan manusia dari Mujahidin fi sabilillah, baik dengan kebatilan, kedustaan ataupun kepalsuan bahwasanya :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bendera kami, bendera yang bersih, murni, sunni, salafy. Barang siapa yang datang kepada kami dari kaum muslimin untuk menolong agama Allah maka akan kami terima. Barang siapa yang datang untuk menimbulkan fitnah dan kekacauan akan kami usir. Kami bukan Al-Qoidah, bukan hizbiyyin, bukan pengikut Hasan ataupun yang lainnya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hendaklah orang hadir menyampaikan pernyatan ini kepada yang tidak hadir, dan apa yang telah terjadi pada Sahabat pada waktu perang uhud karena satu perbuatan maksiat! Alhamdulillah kami di sini ribuan orang banyaknya, Ahlu Sunnah, orang-orang yang bersih dan murni, Allah memilih mereka untuk menolong agama dan membela kehormatan para Sahabat yang suci-semoga Allah meridhoi mereka semuanya-.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Ada pada kami tawanan perang orang-orang Rofidhoh, kami memperlakukan mereka sesuai dengan aturan Syar’i -hanya milik Allah-lah segala pujian dan nikmat- setiap hari puluhan orang yang tewas dari kalangan mereka bahkan dalam sebuah serangan terhadap mereka, lebih dari seratus orang tewas, Allah telah berfirman :</span></p>
<p><span style="color:#000000;">وما رميت إذ رميت ولكن الله رمى</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Tidaklah engkau yang menembak ketika engkau menembak akan tetapi Allah-lah yang menembak.</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Juga Allah telah memberikan kepada kami ghonimah dan senjata dalam jumlah yang sangat banyak. Pada kesempatan yang mulia ini aku mengucapkan terima-kasih kepada Syaikh Al-Faqih Sholih bin Fauzan Al-Fauzan, Syaikh kami Syaikh Al-Muhadits Al-Faqih Abdul-Muhsin Al-‘Abbad, juga pembawa bendera Al-Jarh wa At-Ta’dil Syaikh Robi’ bin Hady Al-Madkholy-semoga Allah meneguhkan beliau dan kami semua diatas Islam dan Sunnah, serta Syaikh Muhammad bin Hady Al-Madkholy.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada para Ulama di negeri-negeri Islam secara umum dan negara Saudia Arabia secara khusus -semoga Allah selalu menjaganya- yang berusaha dengan sungguh-sungguh membantu Mujahidin melawan para agresor dan orang-orang zholim dari kalangan Rofidhoh/Hutsyiin, dan kami katakan kepada orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakitnya -matilah kalian dengan (membawa) kemarahan-.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Juga aku mengingatkan kepada semuanya bahwa kerja keras ini, bukan karena kekuatan, daya-upaya, keberanian kami semata, akan tetapi ini adalah sesuatu yang Allah kehendaki maka terjadilah!</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Juga yang tidak mungkin kami lupakan, mereka yang telah membukakan hati dan tanahnya bagi kami, saudara kami dari kabilah Wailah -semoga Allah memuliakan mereka dengan ketaatan kepada-Nya dan menghindarkan mereka dari segala keburukan dan kejelekan- agar semuanya mengetahui bahwa kami selalu melaksanakan bimbingan dan arahan orang-tua dan Syaikh kami, Syaikh Mujahid Yahya bin Aly Al-Hajury -semoga Allah senantiasa menjaganya-.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Beliau adalah Imam dakwah Salafiyyah di negeri Yaman, tanpa ada penyelisihan dalam pendapat ini. Demi Allah, banyak sekali bimbingan dan arahan beliau yang kami ambil seakan-akan beliau bersama kami dan di hadapan kami. Tiada sesembahan yang hak melainkan Allah. Ini adalah karunia Allah, Allah berikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki, dan Allah-lah yang memiliki keutamaan yang agung</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku juga tidak lupa untuk berterima kasih kepada semua orang yang membantu kami, baik orang-orang besar ataupun orang-orang kecil. Aku memohon kepada Allah untuk memberikan keberkahan kepada keluarga dan hartanya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hari Jum’at, 5 Shofar 1433 H</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saudara kalian</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Abu Hatim, Abdullah bin Hasan As-Syamur</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber: http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=10905</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Penerjemah: Ust. Abu Sa&#8217;ad</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Disalin oleh Salafiyunpad.wordpress.com dari <a href="http://www.facebook.com/notes/abu-mushlih-ari-wahyudi/ucapan-terima-kasih-komandan-mujahidin-yaman/10150446671206123#%21/" target="_blank"><span style="color:#000000;">FB Ustadz Abu Mushlih</span></a></span></p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/dunia-islam/'>dunia islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11592/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11592&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/01/02/ucapan-terima-kasih-komandan-mujahidin-yaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bantulah Dammaj, Wahai Saudaraku!</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/bantulah-dammaj-wahai-saudaraku/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/bantulah-dammaj-wahai-saudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 20:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11521</guid>
		<description><![CDATA[ Bantulah Dammaj, Wahai Saudaraku! [Sebuah Bantahan Bagi Pengelola Isnad!] Jawaban Syaikh Abdurraman Al-&#8217;Arumy* hafizhahullah Bagi ikhwan yang menolak bantuan untuk masyarakat Dammaj. Penerjemah: Ust Abu Sa&#8217;ad, M.A. Kepada siapa masyarakat hendak memberikan bantuan dalam masalah Dammaj ? Aku melihat ucapan beberapa ikhwah yang tidak benar dan tidak tepat, kesimpulan ucapan tersebut adalah : Barang siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11521&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<h3 style="text-align:center;"><strong> Bantulah Dammaj, Wahai Saudaraku!<br />
[Sebuah Bantahan Bagi Pengelola Isnad!]</strong></h3>
<p>Jawaban Syaikh Abdurraman Al-&#8217;Arumy* <em>hafizhahullah</em></p>
<p>Bagi <em>ikhwan</em> yang menolak bantuan untuk masyarakat Dammaj.</p>
<p>Penerjemah: <a href="http://www.facebook.com/muh.nurhuda1" target="_blank">Ust Abu Sa&#8217;ad, M.A.</a></p>
<p><strong>Kepada siapa masyarakat hendak memberikan bantuan dalam masalah Dammaj ? </strong></p>
<p>Aku melihat ucapan beberapa <em>ikhwah</em> yang tidak benar dan tidak tepat, kesimpulan ucapan tersebut adalah : Barang siapa berkeinginan membantu maka langsung berhubungan dengan no hpnya Syaikh Yahya Al-Hajury, maka aku katakan kepada mereka:<span id="more-11521"></span></p>
<p><strong>Pertama</strong> :</p>
<p>Aku berharap kalian menghubungi dan berkomunikasi dengan Syaikh Yahya dan mengetahui pendapat beliau. <em>Ikhwah</em> telah berhubungan dengan beliau dan mendapatkan dari beliau penerimaan dan keterbukaan dan juga pengingkaran terhadap orang yang mencela <em>ikhwah</em> yang telah bersungguh-sungguh dalam membantu saudara-saudara mereka di Dammaj.</p>
<p><strong>Kedua : </strong></p>
<p>Apakah <em>ikhwah</em> (yang menolak bantuan) menyakini dalam hati mereka, kalau ada orang yang memiliki 10 ribu riyal, kurang atau lebih harus terlebih dahulu menghubungi Syaikh Yahya karena hendak mengirimkan bantuannya kepada beliau?</p>
<p><strong>Ketiga : </strong></p>
<p>Wanita yang hendak membantu apakah juga harus berhubungan dengan Syaikh Yahya ?</p>
<p><strong>Keempat : </strong></p>
<p>Kita tidak mengingkari semangat teman-teman untuk menjaga amanah bantuan atas nama Dammaj. Dan kami berterima kasih atas upaya mereka itu. Akan tetapi Yaman itu luas. Masyarakatnya juga banyak. Orang-orang yang terpercaya juga banyak. Tentukanlah orang-orang yang terpercaya di setiap tempat (yang siap menerima bantuan dengan amanah) dan berhati-hatilah dengan orang yang memakan (bantuan) atas nama Dammaj dan berhati-hatilah dengan para pencuri atas nama dakwah, tapi jangan menghukumi semuanya sama</p>
<p><strong>Kelima : </strong></p>
<p>Bagi <em>ikhwah</em> (di Dammaj) yang sedang berjihad, sepatutnya mereka menggambil manfaat dari setiap orang dalam jihadnya. Jangan sampai justru mendatangkan musuh bagi mereka (dari kaum Muslimin), bahkan (kaum Muslimin) seharusnya ikut merasakan musibah yang dialami saudara mereka yang sedang terkepung.</p>
<p><strong>Syaikh Yahya Al-Hajury telah menerima bantuan dari palang merah dunia/internasional</strong> -sementara ini adalah organisasi kafir-.<strong> Oleh sebab itu kami berharap orang-orang yang berkata : <em>Jangan ambil bantuan dari hizbiyyin</em> atau yang semisalnya agar diam.Saudara kita menghadapi kematian, jangan kalian tolak (bantuan tersebut)! Sedangkan saudara-saudara kalian di sana membutuhkannya.</strong></p>
<p><strong>Keenam : </strong></p>
<p>Dammaj dalam keadaan terkepung. Maka barang siapa mendengar bantuan datang untuk Syaikh Yahya maka dia akan bertanya-tanya : Bagaimana kami hendak mengantarkannya sedangkan Dammaj dalam keadaan terkepung, dan di mana kita mencari orang-orang khusus untuk melaksanakan tugas ini di setiap tempat (di Yaman) sementara jumlah mereka hanya sedikit. Akhirnya, ditinggalkanlah bantuan tersebut.</p>
<p><strong>Ketujuh : </strong></p>
<p>Kami menginginkan dana yang banyak sekali untuk saudara-saudara kita di Dammaj, juga di Al-Jauf, di Hajjah, sedangkan orang-orang Rafidhah dibantu oleh Iran tanpa batas. Adapun kami dan saudara kami [Ahlus Sunnah], harta mereka sangat terbatas, maka dibutuhkan kebersamaan masyarakat semuanya untuk menolong saudara kami, semoga Allah memberi Taufiq.</p>
<p>*Syaikh Abdurrahman Ar-Arumy adalah salah satu murid Syaikh Mujahid Abu Abdirrahman Muqbil bin Hady Al-Wadi&#8217;i <em>rahimahullah</em>. Beliau menjabat sebagai ketua Lajnah Sya&#8217;biyyah fikkil kishor cab Propinsi Al-Ibbi yang menggalang dana dan mujahidin melawan kezaliman Syi&#8217;ah di Dammaj dan wilayah-wilayah lainnya [Info dari ikhwan kita di Yaman].</p>
<p>Dana yang telah dikumpulkan oleh umat Islam di Indonesia melalui www.muslim.or.id telah disalurkan melalui beliau dan Ust. Ghiats di Shan&#8217;a. Total bantuan yang telah dikirimkan ke Yaman hingga hari ini (8/12/2011) adalah Rp.40 juta.</p>
<p>Tautan Laporan Donasi:</p>
<p>http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-peduli-ahlus-sunnah-yaman-6-desember-2011.html</p>
<p>Tautan Seruan Penggalangan Dana:</p>
<p>http://muslim.or.id/dari-redaksi/donasi-peduli-ahlus-sunnah-yaman.html</p>
<p>Sumber FB Ustadz Abu Mushlih hafizhahullah dan dipublikasikan ulang oleh www.salafiyunpad.wordpress.com</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/dunia-islam/'>dunia islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11521&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/bantulah-dammaj-wahai-saudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barraak untuk Membantu Ahlus Sunnah Dammaj-Yaman</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/nasehat-syaikh-abdurrahman-bin-nashir-al-barraak-untuk-membantu-ahlus-sunnah-dammaj-yaman/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/nasehat-syaikh-abdurrahman-bin-nashir-al-barraak-untuk-membantu-ahlus-sunnah-dammaj-yaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 11:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[dammaj]]></category>
		<category><![CDATA[jihad yaman]]></category>
		<category><![CDATA[perang dammaj]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[salafiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11515</guid>
		<description><![CDATA[Nasehat As-Syaikh Al Waalid Al &#8216;Aalim Al Jaliil Abdurrahman bin Nashir Al Barraak -hafidzahullah- untuk Dammaj Bismillahirrahmanirrahim Pertanyaan: Anda mengetahui –ahsanallahu ilaikum- apa yang sekarang sedang terjadi di Dammaj berupa tekanan orang-orang Hutsiyyin, pengepungan, bombardir, tuntutan mereka untuk menyerahkan wilayah serta pengusiran. Begitu juga dengan segala musibah yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Maka, apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11515&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#000000;">Nasehat <em>As-Syaikh Al Waalid Al &#8216;Aalim Al Jaliil</em> Abdurrahman bin Nashir Al Barraak -<em>hafidzahullah</em>- untuk Dammaj</span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;">Bismillahirrahmanirrahim</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertanyaan:</strong> Anda mengetahui –ahsanallahu ilaikum- apa yang sekarang sedang terjadi di Dammaj berupa tekanan orang-orang Hutsiyyin, pengepungan, bombardir, tuntutan mereka untuk menyerahkan wilayah serta pengusiran. Begitu juga dengan segala musibah yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Maka, apa yang wajib bagi ahli sunnah di Yaman dalam menghadapi kejadian ini dan apa pula kewajiban kita terhadap mereka?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Jawaban:</strong> Segala puji bagi Allah dan shalatat serta salam atas Rasulullah, serta kepada kelurganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti perunjuknya. Amma ba’du:</span><br />
<span style="color:#000000;"><span id="more-11515"></span></span><br />
<span style="color:#000000;">Sudah dikenal bahwa kebanyakan orang-orang Hutsiyyun menganut madzhab rafidhah itsna asyriyyah. Mereka sangat terpengaruh dengannya. Begitu juga telah masyhur bahwa mereka mendapatkan dukungan dari negeri rafidhah di Iran. Telah dikenal juga bahwa pemerintah Iran sangat giat melakukan aktifitas penyebaran madzhab rafidhah di negeri-negeri ahli sunnah, begitu juga dukungannya terhadap revolusi khumaini. Maka, dari kalangan Hutsiyyun ini ada yang termasuk golongan rafidhah dan ada pula yang sekedar alat mereka. Mereka semua adalah alat pemerintah Iran di Yaman.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Telah dimaklumi dari para ahli ilmu dari kalangan ahli sunnah bahwa madzhab rafidhah biasa melakukan perbuatan syirik dengan sikap guluw (kultus) mereka terhadap para imam mereka yang dua belas (itsna asyriyyah). Mereka berdoa kepadanya, meminta pertolongan (istighatsah) dan berhaji ke kubur-kubur mereka. Dan telah diketahui dari para ulama ahli sunnah bahwa semua sekte rafidhah seperti itsna asyriyyah, nashiriyyah, darziyyah dan ismaa’iliyyah sangat memusuhi ahli sunnah dari pada kelompok-kelompok yang lain. Oleh karena itu, jika mereka menyerang dan menyakiti ahli sunnah, maka disyariatkan untuk memerangi mereka, karena kesyirikan mereka, juga karena kezaliman mereka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berdasarkan pada informasi tentang pengepungan mereka atas Dammaj dan upaya mereka untuk mengusir ahli sunnah dari sana, maka wajib atas kaum muslimin di Yaman dan yang lainnya untuk menggalang kerjasama dalam menolong saudara-saudara mereka yang terzalimi, membela mereka dan menggagalkan upaya kelompok sesat hutsiyyin ini, yang dijadikan oleh Negara Iran sebagai jembatan untuk merealisasikan cita-citanya di negeri Yaman.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengan demikian, memerangi mereka adalah sesuatu yang disyariatkan; ia adalah jihad di jalan Allah jika disertai dengan niat yang ikhlas, keinginan untuk meninggikan kalimat Allah, sebagaimana dalam hadis, “Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Ada orang yang berperang karena fanatisme kesukuan, berperang karena keberanian, berperang karena riya, yang manakah yang termasuk jihad fi sabilillah?” Rasulullah bersabda, “<strong>Barangsiapa yang berperang dengan maksud untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia di jalan Allah.”</strong></span></p>
<h3><span style="color:#000000;"><strong>Dan kami juga mewasiatkan kepada saudara-saudara kami di Yaman agar mereka bersatu untuk memerangi kelompok hutsiyyin yang zalim ini, yang berambisi untuk menyebarkan madzhab rafidhah orang-orang musyrik. Karena persatuan mereka adalah sebesar-besar sebab pertolongan dan kemenangan. Adapun perselisihan dan saling berbantah-bantahan, maka ia adalah sebesar-besar sebab kekalahan.</strong> Allah berfirman, <strong><span style="color:#ff0000;">“<em>Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.</em>”</span> (Al Anfal: 46)</strong></span></h3>
<p><span style="color:#000000;">Allah juga berfirman, “<em>Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.</em>” (Ali Imran: 103)</span></p>
<h3><span style="color:#000000;"><strong>Dan bagi kaum muslimin yang berada luar Yaman hendaknya mereka juga membantu saudara mereka sesuai kesanggupannya dalam menolong mereka dari orang-orang zalim serta menghentikan perbuatan buruk hutsiyyin, dalam rangka mengamalkan firman Allah, “<em>Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa</em>.” (Al Maidah: 2)</strong></span></h3>
<p><span style="color:#000000;">Allah juga berfirman, “<em>jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka</em>.” (Al Anfal: 72)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Allah berfirman, “<em>Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.</em>” (Al Hajj: 40)</span></p>
<p><em><span style="color:#000000;">Wa shallalallahu wa sallam ‘alaa nabiyyina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajmain.</span></em></p>
<p><span style="color:#000000;">Abdurrahman bin Nashir Al Barrak</span><br />
<span style="color:#000000;">Ahad, 8 Muharram 1433 H</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Diterjemahkan oleh <a href="http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=306372416050164&amp;id=100000322244370" target="_blank">Ustadz Resa Gunarsa, Lc.</a></span><br />
<span style="color:#000000;">Artikel www.salafiyunpad.wordpress.com</span></p>
<p>Naskah aslinya, silakan Antum baca di <a href="http://www.muslm.net/vb/showthread.php?t=462268" target="_blank">http://www.muslm.net/vb/showthread.php?t=462268</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/dunia-islam/'>dunia islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dammaj/'>dammaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jihad-yaman/'>jihad yaman</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/perang-dammaj/'>perang dammaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salafi/'>salafi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salafiyah/'>salafiyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah/'>Syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/yaman/'>yaman</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11515&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/nasehat-syaikh-abdurrahman-bin-nashir-al-barraak-untuk-membantu-ahlus-sunnah-dammaj-yaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Taubatnya Tiga Wanita Syi&#8217;ah</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/06/kisah-taubatnya-tiga-wanita-syiah/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/06/kisah-taubatnya-tiga-wanita-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 15:44:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[ibrah]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>
		<category><![CDATA[tobat]]></category>
		<category><![CDATA[tobat wanita syi'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11502</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmaanirrahiem, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi dan Rasul termulia, junjungan kami Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, kepada-Mu kami berlindung, kepada-Mu kami memohon pertolongan dan kepada-Mu kami bertawakkal. Engkaulah Yang Memulai dan Mengulangi, Ya Allah kami berlindung dari kejahatan perbuatan kami dan minta tolong kepada-Mu untuk selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11502&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bismillahirrahmaanirrahiem</em>, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi dan Rasul termulia, junjungan kami Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p><img class="alignright" src="http://assunnah-qatar.com/images/stories/wanita-syiah.jpg" alt="wanita-syiah" width="250" height="155" />Ya Allah, kepada-Mu kami berlindung, kepada-Mu kami memohon pertolongan dan kepada-Mu kami bertawakkal. Engkaulah Yang Memulai dan Mengulangi, Ya Allah kami berlindung dari kejahatan perbuatan kami dan minta tolong kepada-Mu untuk selalu menaati-Mu, dan kepada-Mu lah kami bertawakkal atas setiap urusan kami.</p>
<p>Semenjak lahir, yang kutahu dari akidahku hanyalah ghuluw (berlebihan) dalam mencintai Ahlul bait. Kami dahulu memohon pertolongan kepada mereka, bersumpah atas nama mereka dan kembali kepada mereka tiap menghadapi bencana. Aku dan kedua saudariku telah benar-benar meresapi akidah ini sejak kanak-kanak.<span id="more-11502"></span></p>
<div>
<div>Kami memang berasal dari keluarga syi’ah asli. Kami tidak mengenal tentang mazhab ahlussunnah wal jama’ah kecuali bahwa mereka adalah musuh-musuh ahlulbait Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.Mereka lah yang merampas kekhalifahan dari tangan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib <em>Radhiyallohu&#8217;anhu</em>, dan merekalah yang membunuh Husain.</p>
<p>Akidah ini semakin tertanam kuat dalam diri kami lewat hari-hari “Tahrim”, yaitu hari berkabung atas ahlul bait, demikian pula apa yang diucapkan oleh syaikh kami dalam perayaan Husainiyyah dan kaset-kaset ratapan yang memenuhi laciku.</p>
<p>Aku tak mengetahui tentang akidah mereka (ahlussunnah) sedikitpun. Semua yang kuketahui tentang mereka hanyalah bahwa mereka orang-orang munafik yang ingin menyudutkan ahlul bait yang mulia.</p>
<p>Faktor-faktor di atas sudah cukup untuk menyebabkan timbulnya kebencian yang mendalam terhadap penganut mazhab itu, mazhab ahlussunnah wal jama’ah.</p>
<p>Benar… Aku membenci mereka sebesar kecintaanku kepada para Imam. Aku membenci mereka sesuai dengan anggapan syi’ah sebagai pihak yang terzhalimi.</p>
<p><strong>Keterkejutan pertama</strong></p>
<p>Ketika itu Aku sedang duduk di sekolah dasar. Di sekolah aku mendengar penjelasan Bu Guru tentang mata pelajaran tauhid. Beliau berbicara tentang syirik, dan mengatakan bahwa menyeru selain Allah termasuk bentuk menyekutukan Allah. Contohnya seperti ketika seseorang berkata dalam doanya: “Hai Fulan, selamatkan Aku dari bencana… tolonglah Aku” lanjut Bu Guru. Maka kukatakan kepadanya: Bu, kami mengatakan “Ya Ali”, apakah itu juga termasuk syirik? Sejenak kulihat beliau terdiam… seluruh murid di sekolahku, dan sebagian besar guru-gurunya memang menganut mazhab syi’ah… kemudian Bu Guru berkata dengan nada yakin: “Iya, itu syirik” kemudian langsung melontarkan sebuah pertanyaan kepadaku:</p>
<p>“Bukankah doa adalah ibadah?”</p>
<p>“Tidak tahu”, jawabku.</p>
<p>“Coba perhatikan, apa yang Allah katakan tentang doa berikut”, lanjutnya seraya membaca firman Allah:</p>
</div>
<p>وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ</p>
<p>Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina” (Ghaafir: 60).</p>
<p>“Bukankah dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa berdoa adalah ibadah, lalu mengancam orang yang enggan dan takabbur terhadap ibadah tersebut dengan Neraka?” tanyanya.</p>
<p>Setelah mendengar pertanyaan tersebut, aku merasakan suatu kejanggalan… aku merasa kecewa… segudang perasaan menggelayuti benakku tanpa bisa kuungkapkan. Saat itu aku berangan-angan andaikan aku tak pernah menanyakan hal itu kepadanya. Lalu kutatap dia untuk kedua kalinya… ia tetap tegar laksana gunung.</p>
<p>Waktu pulang kutunggu dengan penuh kesabaran, Aku berharap barangkali ayah dapat memberi solusi atas permasalahanku ini… maka sepulangku dari sekolah, kutanya ayahku tentang apa yang dikatakan oleh Bu Guru tadi.</p>
<p>Ayah serta merta mengatakan bahwa Bu Guru itu termasuk yang membenci Imam Ali. Ia mengatakan bahwa kami tidaklah menyembah Amirul Mukminin, kami tidak mengatakan bahwa dia adalah Allah sehingga Gurumu bisa menuduh kami telah berbuat syirik… jelas ayah.</p>
<p>Sebenarnya aku tidak puas dengan jawaban ayahku, sebab Bu Guru berdalil dengan firman Allah. Ayah lalu berusaha menjelaskan kepadaku kesalahan mazhab sunni hingga kebencianku semakin bertambah, dan aku semakin yakin akan batilnya mazhab mereka.</p>
<p>Aku pun tetap memegangi mazhabku, mazhab syi’ah; hingga adik perempuanku melanjutkan karirnya sebagai pegawai di Departemen Kesehatan.</p>
<p>Sekarang, biarlah adikku yang melanjutkan ceritanya…</p>
<p>Setelah masuk ke dunia kerja, aku berkenalan dengan seorang akhwat ahlussunnah wal jama’ah. Ia seorang akhwat yang multazimah (taat) dan berakhlak mulia. Ia disukai oleh semua golongan, baik sunni maupun syi’ah. Aku pun demikian mencintainya, dan berangan-angan andai saja dia bermazhab syi’ah.</p>
<p>Saking cintanya, aku sampai berusaha agar jam kerjaku bertepatan dengan jam kerjanya, dan aku sering kali bicara lewat telepon dengannya usai jam kerja.</p>
<p>Ibu dan saudara-saudaraku tahu betapa erat kaitanku dengannya, sebab itu aku tak pernah berterus terang kepada mereka tentang akidah sahabatku ini, namun kukatakan kepada mereka bahwa dia seorang syi’ah, tak lain agar mereka tidak mengganggu hubunganku dengannya.</p>
<p><strong>Permulaan hidayah</strong></p>
<p>Hari ini, aku dan sahabatku berada pada shift yang sama. Kutanya dia: “Mengapa di sana ada sunni dan syi’ah, dan mengapa terjadi perpecahan ini?” Ia pun menjawab dengan lembut:</p>
<p>“Ukhti, sebelumnya maafkan aku atas apa yang akan kuucapkan… sebenarnya kalianlah yang memisahkan diri dari agama, kalian yang memisahkan diri dari Al Qur’an dan kalian yang memisahkan diri dari tauhid!!”</p>
<p>Kata-katanya terdengar laksana halilintar yang menembus hati dan pikiranku. Aku memang orang yang paling sedikit mempelajari mazhab di antara saudari-saudariku. Ia kemudian berkata:</p>
<p>“Tahukah kamu bahwa ulama-ulama kalian meyakini bahwa Al Qur’an telah dirubah-rubah, meyakini bahwa segala sesuatu ada di tangan Imam, mereka menyekutukan Allah, dan seterusnya…?” sembari menyebut sejumlah masalah yang kuharap agar ia diam karena aku tidak mempercayai semua itu.</p>
<p>Menjelang berakhirnya jam kerja, sahabatku mengeluarkan beberapa lembar kertas dari tasnya seraya mengatakan bahwa itu adalah tulisan saudaranya, berkenaan dengan haramnya berdoa kepada selain Allah. Kuambil lembaran-lembaran tersebut, dan dalam perjalanan pulang aku meraba-rabanya sambil merenungkan ucapan sahabatku tadi.</p>
<p>Aku masuk ke rumah dan kukunci pintu kamarku. Lalu mulailah kubaca tulisan tersebut. Memang, hal ini menarik perhatianku dan membuatku sering merenungkannya.</p>
<p>Pada hari berikutnya, sahabatku memberiku sebuah buku berjudul “Lillaah, tsumma littaariekh” (Karena Allah, kemudian karena sejarah). Sumpah demi Allah, berulang kali aku tersentak membaca apa yang tertulis di dalamnya. Inikah agama kita orang syi’ah? Inikah keyakinan kita?!!</p>
<p>Sahabatku pun semakin akrab kepadaku. Ia menjelaskan hakikat banyak hal kepadaku. Ia mengatakan bahwa ahlussunnah mencintai Amirul Mukminin dan keluarganya.</p>
<p>Benar… aku pun beralih menganut mazhab ahlussunnah tanpa diketahui oleh seorang pun dari keluargaku. Sahabatku ini selalu menghubungiku lewat telepon. Bahkan saking seringnya, ia sempat berkenalan dengan kakak perempuanku.</p>
<p>Sekarang, biarlah kakakku yang melanjutkan ceritanya…</p>
<p>Aku mulai berkenalan dengan akhwat yang baik ini. Sungguh demi Allah, aku jadi cinta kepadanya karena demikian sering mendengar cerita adikku tentangnya. Maka begitu mendengar langsung kata-katanya, aku semakin cinta kepadanya…</p>
<p><strong>Permulaan hidayah</strong></p>
<p>Hari itu, aku sedang membersihkan rumah dan adikku sedang bekerja di kantor. Aku menemukan sebuah buku bergambar yang berjudul: “Lillaah, tsumma littaariekh”.</p>
<p>Aku pun membukanya lalu membacanya… sungguh demi Allah, belum genap sepuluh halaman, aku merasa lemas dan tak sanggup merampungkan tugasku membersihkan rumah. Coba bayangkan, dalam sekejap, akidah yang ditanamkan kepadaku selama lebih dari 20 tahun hancur lebur seketika.</p>
<p>Aku menunggu-nunggu kembalinya adikku dari kantornya. Lalu kutanya dia: “Buku apa ini?”</p>
<p>“Itu pemberian salah seorang suster di rumah sakit”, jawabnya.</p>
<p>“Kau sudah membacanya?” tanyaku.</p>
<p>“Iya, aku sudah membacanya dan aku yakin bahwa mazhab kita keliru”, jawabnya.</p>
<p>“Bagaimana denganmu?” tanyanya.</p>
<p>“Baru beberapa halaman” jawabku.</p>
<p>“Bagaimana pendapatmu tentangnya?” tukasnya.</p>
<p>“Kurasa ini semua dusta, sebab kalau benar berarti kita betul-betul sesat dong”, sahutku.</p>
<p>“Mengapa tidak kita tanyakan saja isinya kepada Syaikh?” pintaku.</p>
<p>“Wah, ide bagus” katanya.</p>
<p>Buku itu lantas kukirimkan kepada Syaikh melalui adik laki-lakiku. Kuminta agar ia menanyakan kepada Syaikh apakah yang tertulis di dalamnya benar, ataukah sekedar kebohongan dan omong kosong?</p>
<p>Adikku mendatangi Syaikh tersebut dan memberinya buku itu. Maka Syaikh bertanya kepadanya: “Dari mana kau dapat buku ini?”</p>
<p>“Itu pemberian salah seorang suster kepada kakakku” jawabnya.</p>
<p>“Biarlah kubaca dulu” kata Syaikh, sembari aku berharap dalam hati agar kelak ia mengatakan bahwa semuanya merupakan kebohongan atas kaum syi’ah. Akan tetapi, jauh panggang dari api! Kebatilan pastilah akan sirna…</p>
<p>Aku terus menunggu jawaban dari Syaikh selama sepuluh hari. Harapanku tetap sama, barang kali aku mendapatkan sesuatu darinya yang melegakan hati.</p>
<p>Namun selama sepuluh hari tadi, aku telah mengalami banyak perubahan. Kini sahabat adikku sering berbicara panjang lebar denganku lewat telepon, bahkan ia seakan lupa kalau mulanya ia ingin bicara dengan adikku. Kami bicara panjang lebar tentang berabagai masalah.</p>
<p>Pernah suatu ketika ia menanyaiku: “Apa kau puas dengan apa yang kita amalkan sebagai orang syi’ah selama ini?”. Aku mengira bahwa dia adalah syi’ah, dan dia tahu akan hal itu…</p>
<p>“Kurasa apa kita berada di atas jalan yang benar”, jawabku.</p>
<p>“Lalu apa pendapatmu terhadap buku milik adikmu?” tukasnya. Akupun terdiam sejenak… lalu kataku:</p>
<p>“Buku itu telah kuberikan ke salah seorang Syaikh agar ia menjelaskan hakikat buku itu sebenarnya”.</p>
<p>“Kurasa ia takkan memberimu jawaban yang bermanfaat, aku telah membacanya sebelummu berulang kali dan kuselidiki kebenaran isinya… ternyata apa yang dikandungnya memang sebuah kebenaran yang pahit”, jelasnya.</p>
<p>“Aku pun menjadi yakin bahwa apa yang kita yakini selama ini adalah batil” lanjutnya.</p>
<p>Kami terus berbincang lewat telepon dan sebagian besar perbincangan itu mengenai masalah tauhid, ibadah kepada Allah dan kepercayaan kaum syi’ah yang keliru. Tiap hari bersamaan dengan kepulangan adikku dari kantor, ia menitipkan beberapa lembar brosur tentang akidah syi’ah, dan selama itu aku berada dalam kebingungan…</p>
<p>Aku teringat kembali akan perkataan Bu Guru yang selama ini terlupakan. Kuutus adik lelakiku untuk menemui Syaikh dan meminta kembali kitab tersebut beserta bantahannya. Akan tetapi sumpah demi Allah, lagi-lagi Syaikh ini mengelak untuk bertemu dengan adikku. Padahal sebelumnya ia selalu mencari adikku, dan kini adikku yang justru menelponnya. Namun keluarga Syaikh mengatakan bahwa dia tidak ada, dan ketika adikku bertemu dengannya dalam acara Husainiyyah[1] dan menanyakan kitab tersebut; Syaikh hanya mengatakan: “Nanti”, demikian seterusnya selama dua bulan.</p>
<p>Selama itu, hubunganku dengan sahabat adikku lewat telepon semakin sering, dan di sela-selanya ia menjelaskan kepadaku bahwa dirinya seorang sunni, alias ahlussunnah wal jama’ah. Dia berkata kepadaku:</p>
<p>“Jujur saja, apa yang membuat kalian membenci Ahlussunnah wal Jama’ah?”</p>
<p>Aku sempat ragu sejenak, namun kujawab: “Karena kebencian mereka terhadap Ahlulbait”.</p>
<p>“Hai Ukhti, Ahlussunnah justeru mencintai mereka”, jawabnya.</p>
<p>Kemudian ia menerangkan panjang lebar tentang kecintaan Ahlussunnah terhadap seluruh keluarga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, beda dengan Syi’ah Rafidhah yang justeru membenci sebagian ahlul bait seperti isteri-isteri Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Benar, kini aku tahu tentang akidah Ahlussunnah wa Jama’ah dan aku mulai mencintai akidah yang sesuai dengan fitrah dan jauh dari sikap ghuluw (ekstrim)… jauh dari syirik… dan jauh dari kedustaan.</p>
<p>Kebenaran yang sesungguhnya mulai tampak bagiku, dan aku pun bingung apakah aku harus meninggalkan agama nenek moyang dan keluargaku? Ataukah meninggalkan agama yang murni, ridha Allah dan Jannah-Nya??</p>
<p>Ya, akhirnya kupilih yang kedua dan aku menjadi seorang ahlussunnah wal jama’ah. Aku kemudian menghubungi akhwat yang shalihah tadi dan kunyatakan kepadanya bahwa hari ini aku ‘terlahir kembali’.</p>
<p>Aku seorang sunni, alias Ahlussunnah wal Jama’ah.</p>
<p>Akhwat tersebut mengucapkan takbir lewat telepon, maka seketika itu meleleh lah air mataku… air mata yang membersihkan sanubari dari peninggalan akidah syi’ah yang sarat dengan syirik, bid’ah dan khurafat…</p>
<p>Demikianlah… dan tak lama setelah kami mendapat hidayah, adik kami yang paling kecil serta salah seorang sahabatku juga mendapat hidayah atas karunia Allah <em>subhanahu wata&#8217;aala</em>.</p>
<p>____</p>
<p>(Saudari-saudari kalian yang telah bertaubat)</p>
<p>[1] Ritual kaum Syi’ah dalam rangka memperingati syahidnya Imam Husain bin Ali <em>Radhiyallohu&#8217;anhu</em>.</p>
<blockquote><p>Diterjemahkan oleh <a href="http://basweidan.wordpress.com" target="_blank">Ustadz Abu Hudzaifah</a></p>
<p>Dipublikasikan oleh <a href="www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<p>Sumber asli <a href="http://www.fnoor.com/fn1024.htm" target="_blank">http://www.fnoor.com/fn1024.htm</a></p></blockquote>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/kisah-islam-2/'>Kisah Islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ibrah/'>ibrah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah/'>Syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/taubat/'>taubat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tobat/'>tobat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tobat-wanita-syiah/'>tobat wanita syi'ah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11502&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/06/kisah-taubatnya-tiga-wanita-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunnah-qatar.com/images/stories/wanita-syiah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wanita-syiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Video Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah (Ustadz Abdullah Zaen) [Yogyakarta, 2 Desember 2011]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/05/download-video-khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/05/download-video-khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 16:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlak - adab]]></category>
		<category><![CDATA[DOWNLOAD VIDEO]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[abdullah zaen]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[download video ceramah islam gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah berdakwah]]></category>
		<category><![CDATA[kajian.net]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[lemah lembut dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11487</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, silakan download video Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. di Masjid Ma’had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy (2 Desember 2011). Tema khutbah yang beliau sampaikan adalah Hikmah dalam Berdakwah. Semoga nasihat beliau dalam khutbah ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Download Video Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah Download MP3 Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11487&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/khutbah-jumat-dakwah.jpg"><img class="alignright" title="khutbah jumat dakwah" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/khutbah-jumat-dakwah.jpg?w=150&h=118" alt="khutbah jumat dakwah" width="150" height="118" /></a>Alhamdulillah, silakan download video Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. di Masjid Ma’had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy (2 Desember 2011). Tema khutbah yang beliau sampaikan adalah Hikmah dalam Berdakwah. Semoga nasihat beliau dalam khutbah ini bermanfaat bagi kaum muslimin.</p>
<p><span id="more-11487"></span></p>
<p><a href="http://yufid.tv/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah/" target="_blank"><strong>Download Video Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah</strong></a></p>
<p><a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/02/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/" target="_blank">Download MP3 Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah</a></p>
<p>Tim <a href="http://Yufid.TV" target="_blank">Yufid.TV</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/akhlak-adab/'>akhlak - adab</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/download-video/'>DOWNLOAD VIDEO</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/abdullah-zaen/'>abdullah zaen</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dakwah/'>dakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/download-video-ceramah-islam-gratis/'>download video ceramah islam gratis</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hikmah-berdakwah/'>hikmah berdakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kajian-net/'>kajian.net</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khutbah-jumat/'>Khutbah Jum'at</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/lemah-lembut-dakwah/'>lemah lembut dakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj-salaf/'>manhaj Salaf</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salafiyah/'>salafiyah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11487&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/05/download-video-khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/khutbah-jumat-dakwah.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/khutbah-jumat-dakwah.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">khutbah jumat dakwah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download MP3 Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah (Ustadz Abdullah Zaen) [Yogyakarta, 2 Desember 2011]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/02/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/02/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 08:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[abdullah zaen]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Download MP3 Ceramah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah berdakwah]]></category>
		<category><![CDATA[kajian.net]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[lemah lembut dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11482</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. di Masjid Ma&#8217;had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy (2 Desember 2011). Tema khutbah yang beliau sampaikan adalah Hikmah dalam Berdakwah. Semoga nasihat beliau dalam khutbah ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download rekamannya pada link berikut: Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah Tim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11482&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. di Masjid Ma&#8217;had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy (2 Desember 2011). Tema khutbah yang beliau sampaikan adalah Hikmah dalam Berdakwah. Semoga nasihat beliau dalam khutbah ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download rekamannya pada link berikut:</p>
<p><span id="more-11482"></span></p>
<p><a href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" target="_blank"><strong>Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah</strong></a></p>
<p>Tim Kajian.Net</p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/download-audio/'>DOWNLOAD AUDIO</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/abdullah-zaen/'>abdullah zaen</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dakwah/'>dakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/download-mp3-ceramah-islam/'>Download MP3 Ceramah Islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hikmah-berdakwah/'>hikmah berdakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kajian-net/'>kajian.net</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khutbah-jumat/'>Khutbah Jum'at</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/lemah-lembut-dakwah/'>lemah lembut dakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj-salaf/'>manhaj Salaf</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salafiyah/'>salafiyah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11482&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/02/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/05/kajian-net.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/05/kajian-net.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kajian.net</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Syaikh Al-Allamah Abdul Muhsin Al-Abbad Tentang Jihad di Dammaj</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/01/fatwa-syaikh-al-allamah-abdul-muhsin-al-abbad-tentang-jihad-di-dammaj/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/01/fatwa-syaikh-al-allamah-abdul-muhsin-al-abbad-tentang-jihad-di-dammaj/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 07:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[dammaj]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[pemberontak]]></category>
		<category><![CDATA[perang syiah vs salafi]]></category>
		<category><![CDATA[perang yaman]]></category>
		<category><![CDATA[syi'ah dammaj]]></category>
		<category><![CDATA[yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11478</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah teks pertanyaan akhuna Abdurrahman Al Umaysan (thalib asal Yaman yg studi di Jami’ah Islamiyyah) thd Syaikhuna Al Abbad: قد سألت شيخنا العلامة عبدالمحسن العباد البدر – حفظه الله – ظهر يوم الثلاثاء الموافق 4 من شهر الله المحرم هـ1433 في مسجده عن الجهاد في دماج وماذا تنصحوننا أن نفعل وكذلك أهل اليمن [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11478&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/11/jihad-dammaj.jpg"><img class="alignright" title="jihad dammaj" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/11/jihad-dammaj.jpg?w=300&h=225" alt="jihad dammaj" width="300" height="225" /></a>Berikut ini adalah teks pertanyaan akhuna Abdurrahman Al Umaysan (thalib asal Yaman yg studi di Jami’ah Islamiyyah) thd Syaikhuna Al Abbad:</span></p>
<p align="right"><span style="color:#000000;"><strong>قد سألت شيخنا العلامة عبدالمحسن العباد البدر – حفظه الله – ظهر يوم الثلاثاء</strong><strong> الموافق 4 من شهر الله المحرم هـ1433 في مسجده</strong> <strong>عن الجهاد في دماج وماذا تنصحوننا أن نفعل وكذلك أهل اليمن – إذ إن شيخنا متتبع لأخبارهم منذ فرض عليهم الحصار</strong><strong></strong><strong>-؟</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Saya bertanya kepada syaikhuna Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad -hafizhahullah- pada hari Selasa siang, tggl 4/1/1433 H di mesjid beliau; tentang jihad di Dammaj dan apa yang antum nasehatkan supaya kami dan warga Yaman lakukan, mengingat engkau -wahai Syaikh- selalu mengikuti berita mereka sejak pengepungan dimulai?<span id="more-11478"></span></span></p>
<p align="right"><span style="color:#000000;"><strong>فأجاب شيخنا متألما: لا شك أن ما يحصل في دماج من قتال هو جهاد في سبيل الله فمن استطاع من أهل اليمن أن يقاتلهم فليفعل لكن لابد من استئذان الأبوين وأنا أقول مناوشة الرافضة من جوانب متعددة هو الأولى، لأن الوصول لدماج والقتال معهم صعب لأنهم محاصرون من كل جانب</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka Syaikh menjawab dengan nada sedih: Tidak diragukan bahwa perang yang terjadi di Dammaj adalah JIHAD FI SABILILLAH. Siapa pun dari warga Yaman yang bisa memerangi mereka, hendaklah turut serta, namun harus minta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya. Menurutku, menyerang kaum rafidhah dari banyak sisi lebih diutamakan, mengingat sulitnya untuk masuk ke Dammaj dan sulitnya berperang bersama mereka  (ikhwan kita -pent), karena mereka dikepung dari seluruh penjuru.</span></p>
<p dir="RTL"><span style="color:#000000;"><strong>ختم الشيخ بقوله</strong><strong>: </strong> <strong>الله يدمر الرافضة الله يدمرهم</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Syaikh lantas menutup jawabannya dengan mengatakan: Semoga Allah menghancurkan kaum Rafidhah… semoga Allah menghancurkan mereka !</span></p>
<p><span style="color:#000000;">—————————————–</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Keterangan:</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Jawaban Syaikh di atas menunjukkan bahwa jihad bagi selain warga Dammaj sifatnya fardhu kifayah dan statusnya sebagai jihad thalabi (offensif), karenanya beliau mensyaratkan harus izin orang tua terlebih dahulu, dan mensyaratkan bagi ‘yg mampu melakukannya’. Adapun izin pemerintah/waliyyul amri maka tidak perlu dipertanyakan sebab pemerintah Yaman sendiri telah berulang kali terlibat perang dengan kaum Syi’ah Hutsiyiin selama tujuh tahun belakangan… sehingga izin mereka secara implisit (dhimni) telah terwujud sejak dahulu.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">_________________________</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber: <a href="http://basweidan.wordpress.com/2011/12/01/fatwa-syaikh-al-allamah-abdul-muhsin-al-abbad-ttg-jihad-di-dammaj/" target="_blank"><span style="color:#000000;">Ustadz Sufyan bin Fuad Basweidan, M.A.</span></a></span></p>
<h2>Baca juga: <a title="Ayo Berjihad! | Khutbah Jihad Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajury" href="../2011/11/30/ayo-berjihad-khutbah-jihad-syaikh-yahya-bin-ali-al-hajury/">Ayo Berjihad! | Khutbah Jihad Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajury</a></h2>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dammaj/'>dammaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jihad/'>jihad</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pemberontak/'>pemberontak</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/perang-syiah-vs-salafi/'>perang syiah vs salafi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/perang-yaman/'>perang yaman</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah-dammaj/'>syi'ah dammaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/yaman/'>yaman</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11478/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11478&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/01/fatwa-syaikh-al-allamah-abdul-muhsin-al-abbad-tentang-jihad-di-dammaj/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/11/jihad-dammaj.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/11/jihad-dammaj.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">jihad dammaj</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/11/jihad-dammaj.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jihad dammaj</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
