<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; Nasihat</title>
	<atom:link href="http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Islam Dakwah Salafiyah Download Free Video Ebook Ceramah MP3 Gratis Ahlus Sunnah Kajian Islam Wanita Fikih Aqidah Konsultasi Syariah Bisnis Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 03:26:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='salafiyunpad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6537b21b5cf0022e32532148ead410c8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com &#187; Nasihat</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://salafiyunpad.wordpress.com/osd.xml" title="Artikel Islam Salafiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah Free Download Gratis Ebook MP3 Video Turorial Ceramah Kajian Islam &#124; SALAFIYUNPAD.wordpress.com" />
	<atom:link rel='hub' href='http://salafiyunpad.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Renungan: Apa yang Kamu Pinta?</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/05/06/apa-yang-kamu-pinta/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/05/06/apa-yang-kamu-pinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 May 2012 11:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Zikir]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11961</guid>
		<description><![CDATA[Andai Anda memiliki satu kesempatan berdoa. Hanya satu permohonan yang benar-benar akan dikabulkan. Hanya satu permintaan yang akan didengar. Hanya satu hal yang akan terjadi dengan satu doa yang Anda panjatkan. Kira-kira apakah yang akan Anda pinta… ?  Cita-cita yang belum tercapai…?  Angan-angan yang masih menjadi impian…?  Yang tentunya setiap orang berbeda-beda.   Ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11961&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;">Andai Anda memiliki satu kesempatan berdoa.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hanya satu permohonan yang benar-benar akan dikabulkan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hanya satu permintaan yang akan didengar.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Hanya satu hal yang akan terjadi dengan satu doa yang Anda panjatkan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Kira-kira apakah yang akan Anda pinta… ?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> Cita-cita yang belum tercapai…?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> Angan-angan yang masih menjadi impian…?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> Yang tentunya setiap orang berbeda-beda.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> <span id="more-11961"></span></span><br />
<span style="color:#000000;">Ada yang menginginkan rumah mewah lengkap dengan segala isinya.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Istri atau suami yang menawan, bagi yang belum memiliki pasangan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mobil termahal yang pernah ada di muka bumi ini.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Usaha yang menjajikan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dan lain sebagainya, semua sesuai dengan kondisi  masing-masing.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun, kalau direnungkan ternyata permohonan hamba itu sepadan dengan kualitas ilmu dan wawasan yang dimilikinya. Mungkin permohonan seorang tukang sampah tidaklah sama dengan doa seorang bupati. Doa tukang becak mungkin tidak setinggi permintaan seorang boss di sebuah perusahaan. Doa anak kecil tidaklah sama dengan doa orang dewasa.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Simaklah kisah seorang pria di masa Nabi shallallahu &#8216;alahi wa sallam yang mendapatkan sebuah kesempatan emas untuk memohon, apakah yang dia mohon?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pria itu adalah seorang sahabat Nabi shallallahu &#8216;alahi wa sallam yang bernama Rabi&#8217;ah bin Ka&#8217;ab al Aslami radiyallahu &#8216;anhu, dia tidak memiliki rumah, karena ia biasa tidur bersama Ashabussuffah di tempat yang disediakan di Masjid Nabawi, namun dia senantiasa mengisi waktunya untuk berkhidmat kepada Nabi shallallahu &#8216;alahi wa sallam.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bacalah kisah selengkapnya dari sang pelaku sejarah sendiri, Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan bahwa Rabi&#8217;ah bin Ka&#8217;ab al Aslami radhiyallahu &#8216;anhu berkata, &#8220;Dahulu aku biasa melayani Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam, aku menyelesaikan dan memenuhi keperluannya sepanjang siang, sampai beliau melaksanakan shalat Isya&#8217;, kemudian aku duduk di sisi pintunya ketika beliau masuk ke dalam rumahnya, aku berkata kepada diriku, mungkin Rasulullah memiliki keperluan (sehingga aku sudah siap melayaninya), aku terus mendengar beliau mengatakan, &#8220;Subhanallah Subhanallah Wabihamdihi&#8221;, sehingga aku lelah kemudian aku pulang atau aku dikalahkan oleh mataku sehingga aku tertidur di sana.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pada suatu hari beliau berkata kepadaku karena melihat semangat dan kesungguhanku dalam membantu dan melayani beliau,</span></p>
<p><span style="color:#000000;"> &#8221;Mintalah kepadaku wahai Rabi&#8217;ah! Niscaya aku akan memberimu&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mendengar tawaran itu aku berkata kepada beliau, &#8220;Aku akan berpikir dahulu wahai Rasulullah! Nanti aku akan memberitahukannya kepadamu&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka akupun berpikir dalam diriku, aku mengetahui bahwa dunia itu fana dan akan sirna, dan sesungguhnya padanya aku telah memiliki rezeki yang sudah ditentukan yang akan mencukupiku dan mendatangiku&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Setelah merenung dan memikirkannya, akhirnya Rabi&#8217;ah mencapai suatu keputusan, dan bergumam, &#8220;Kalau begitu aku akan meminta kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam untuk akhiratku, sesungguhnya beliau memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Maka akupun mendatangi Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam, dan tatkala berjumpa dengan beliau, Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam  berkata kepadaku, &#8220;Apakah yang telah kamu buat, wahai Rabi&#8217;ah?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Aku menjawab, &#8220;Wahai Rasulullah, aku meminta kepadamu agar engkau memberi syafaat kepadaku di sisi Rabb-mu agar Dia membebaskanku dari api neraka&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dalam riwayat Imam Muslim, Rabi&#8217;ah berkata, &#8220;Aku memohon agar dapat menemanimu di Surga&#8221;.(Subhanallah…..!)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mendengar permohonanku itu, Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam bertanya, &#8220;Siapakah kiranya yang telah menyuruhmu untuk meminta hal ini?&#8221;.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Rabi&#8217;ah menjawab, &#8220;Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak ada seorangpun yang menyuruhku, namun tatkala engkau berkata, &#8216;Mintalah kepadaku niscaya aku akan memberimu&#8217;, sedangkan engkau memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah, maka akupun berpikir dalam diriku, aku mengetahui bahwa dunia ini fana dan akan sirna, dan sesungguhnya di dunia aku telah memiliki rezeki yang sudah ditentukan yang akan mencukupiku dan mendatangiku, akupun berkata (dalam diriku), &#8216;Kalau begitu aku akan meminta kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alahi wa sallam untuk akhiratku.&#8217;&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Mendengarkan penjelasanku beliau berdiam sejenak, kemudian berkata kepadaku,</span></p>
<p><span style="color:#000000;">إِنِّي فَاعِلٌ، فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ</span></p>
<p><span style="color:#000000;">&#8220;Aku akan memenuhi permintaanmu, maka bantulah aku atas dirimu dengan engkau banyak-banyak bersujud (banyak-banyak melaksanakan shalat) &#8220;.(HR Ahmad)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Subhanallah, itulah yang dipinta Rabi&#8217;ah untuk satu kesempatan emas yang tidak terulang:  Diselamatkan dari api neraka agar dapat menikmati indahnya surga yang seluas langit dan bumi.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Menemani sang kekasih di surga Firdaus.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Bagaimanakah sikap kita andai tawaran itu disodorkan kepada kita?</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Penulis: <a title="doa surga" href="http://www.stdiis.ac.id/index.php/renungan-akhir-pekan-2/229-doasurga" target="_blank"><span style="color:#000000;">Ustadz Syafiq Riza Basalamah, M.A.</span></a></span><br />
<span style="color:#000000;">Artikel <a title="doa" href="www.salafiyunpad.wordpress.con" target="_blank"><span style="color:#000000;">www.salafiyunpad.wordpress.con</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/doa-dan-zikir/'>Doa dan Zikir</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11961/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11961/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11961/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11961/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11961/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11961/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11961/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11961/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11961/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11961/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11961/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11961/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11961/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11961/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11961&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/05/06/apa-yang-kamu-pinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Kenaikan BBM</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 03:47:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11852</guid>
		<description><![CDATA[Kita tahu bahwa semua pasti akan merasakan kesulitan ketika BBM naik. Karena jika BBM naik, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Akan semakin tercekiklah rakyat jelata seperti kita-kita ini. Namun demikianlah kebanyakan orang dalam menghadapi masalah ini keliru. Semua ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Demonstrasilah yang jadi solusi. Tidak ada yang berpikir, kenapa pemimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11852&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-11853" title="bbm pasti naik" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg?w=604" alt="kenaikan harga bbm"   /></a>Kita tahu bahwa semua pasti akan merasakan kesulitan ketika <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/" target="_blank"><strong>BBM naik</strong></a>. Karena jika<a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/" target="_blank"> BBM naik</a>, semua kebutuhan pokok akan ikut naik. Akan semakin tercekiklah rakyat jelata seperti kita-kita ini. Namun demikianlah kebanyakan orang dalam menghadapi masalah ini keliru. Semua ingin agar suaranya didengar oleh penguasa. Demonstrasilah yang jadi solusi. Tidak ada yang berpikir, kenapa pemimpin kita bisa memilih jalan untuk menaikkan <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/" target="_blank">BBM</a>? Tidak ada yang mau merenung, apa betul presiden tercinta kita ingin menyengsarakan bahkan membunuh rakyatnya sendiri? Lalu kenapa tidak mau menyikapi hal ini dengan bersabar?<span id="more-11852"></span></p>
<p><strong>Taat kepada Penguasa Zhalim</strong></p>
<p>Inilah prinsip yang diajarkan oleh s<em>alafush shaleh</em>, oleh <em>Ahlus Sunnah wal Jama’ah</em>, oleh orang-orang yang meniti jalan para sahabat. Mereka tetap menaati dan <em>manut</em> pada perintah penguasa selama diperintahkan dalam yang <em>ma’ruf</em> (kebaikan) dan bukan dalam maksiat. Ketaatan itu tetap ada, meskipun yang memerintah mereka adalah penguasa zhalim, yang mungkin sering menyengsarakan rakyatnya. Ketaatan itu tetap ada meskipun penguasa tersebut melakukan kezhaliman dengan menaikkan harga BBM misalnya.</p>
<p>Renungkanlah hadits berikut yang Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>sampaikan seakan-akan adalah nasihat terakhir beliau. Dari Abu Najih, Al ‘Irbadh bin Sariyah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memberi nasihat kepada kami dengan satu nasihat yang menggetarkan hati dan menjadikan air mata berlinang”. Kami (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan adalah nasihat dari orang yang akan berpisah, maka berilah kami wasiat.” Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدٌ حَبَشِىٌّ</p>
<p>“<em>Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak) dari Habasyah</em>” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini <em>hasan shahih</em>).</p>
<p>Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab, sebagian ulama menyebutkan bahwa penyebutan budak Habasyah dalam hadits di atas adalah cuma permisalan saja, namun sebenarnya tidak mungkin seorang budak menjadi pemimpin (Lihat <em>Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, 2: 120). Artinya, meskipun seorang budak jadi pemimpin, maka kita tetap taat.</p>
<p>Hadits yang menyebutkan penguasa zhalim tetap wajib ditaati adalah hadits berikut ini.</p>
<p class="arab">يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».</p>
<p>“<em>Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia</em>.&#8221;</p>
<p>Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”</p>
<p>Beliau bersabda, ”<em>Dengarlah dan taat kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan taat kepada mereka</em>” (HR. Muslim no. 1847).</p>
<p>Lihatlah bukankah yang disebutkan dalam hadits ini adalah pemimpin yang zhalim? Sampai ia menyiksa rakyatnya sendiri, sampai memukul dan mengambil harta, ini jelas zhalim. Namun lihatlah apa kata Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, “<em>Dengarlah dan taat kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. </em><em>Tetaplah mendengar dan taat kepada mereka</em>”.</p>
<p><em>Subhanallah</em> &#8230; Ternyata prinsip yang satu ini sering tidak diindahkan oleh kaum muslimin. Mereka begitu tidak bersabar dengan kenaikan BBM, kalau benar mereka menganggap kenaikan BBM tersebut sebagai suatu kezholiman.</p>
<p>Lihatlah prinsip yang diajarkan oleh <em>Ahlus Sunnah</em> sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ahmad berikut ini,</p>
<p class="arab">والسمع والطاعة للأئمة وأمير المؤمنين البر والفاجر</p>
<p>“Mendengar dan taatlah kepada penguasa dan amirul mukminin (pemimpin orang mukmin), baik mereka adalah pemimpin yang baik, maupun pemimpin yang fajir (pelaku maksiat yang zhalim)” (<em>Ushulus Sunnah</em>, Imam Ahmad).</p>
<p>Namun ketaatan kepada penguasa tidaklah <em>mutlak</em>, tidak harus taat selamanya. Menaati mereka bersifat <em>muqoyyad</em>, yaitu hanya taat dalam yang <em>ma’ruf</em>, bukan perkara maksiat (Nasehat berharga yang kami simpulkan dari perkataan Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri <em>hafizhohullah</em> dalam dauroh kitab <em>Ushulus Sunnah</em> di Riyadh KSA, 1-5 Jumadal Ula 1433).</p>
<p>Kita dapat memahami hal di atas dari ayat,</p>
<p class="arab">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ</p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu</em>” (QS. An Nisa’: 59). Para ulama menerangkan bahwa kata<em> ulil amri</em> (penguasa) dalam ayat ini tidak diulang dengan kata “أَطِيعُوا” (taatilah). Ini menunjukkan bahwa ketaatan pada penguasa itu ada selama bersesuaian dengan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Juga dalam hadits disebutkan,</p>
<p class="arab">لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ</p>
<p>“<em>Tidak ada kewajiban taat dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat)</em>” (HR. Bukhari no. 7257).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p class="arab">عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ ، فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ ، مَا لَمْ يُؤْمَرْ بِمَعْصِيَةٍ ، فَإِذَا أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ</p>
<p>“<em>Seorang muslim wajib mendengar dan taat dalam perkara yang dia sukai atau benci selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat. Apabila diperintahkan untuk bermaksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat</em>” (HR. Bukhari no. 7144).</p>
<p>‘Ali bin Abi Tholib pernah berkata,</p>
<p class="arab">إنَّ الناسَ لا يُصلحهم إلاَّ إمامٌ بَرٌّ أو فاجر ، إنْ كان فاجراً عبدَ المؤمنُ فيه ربَّه ، وحمل الفاجر فيها إلى أجله</p>
<p>“Manusia tidaklah akan menjadi baik melainkan di bawah penguasa yang baik maupun fajir (zhalim). Jika penguasa tersebut zhalim, selama masih beriman, maka kezhalimannya adalah urusan dia dengan <em>Rabb</em>-nya” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam <em>Mushannaf</em>-nya, 15: 328).</p>
<p><strong>Maslahat Taat kepada Penguasa</strong></p>
<p>Banyak maslahat yang kita peroleh ketika kita menaati keputusan penguasa.</p>
<p>Al Hasan Al Bashri <em>rahimahullah </em>berbicara mengenai ketaatan pada penguasa, “Mereka (penguasa) mengurusi lima perkara untuk kemaslahatan kita: shalat Jumat, shalat jamaah, shalat ‘Id, penjagaan tabal batas dan hukum h<em>ad</em>. Semua perkara tersebut tidaklah bisa tegak kecuali dengan penegakan dari penguasa meskipun mereka suka melampaui batas dan berbuat zhalim. Demi Allah, maslahat ketika taat pada penguasa itu lebih besar dibanding mafsadat yang ditimbulkan. Menaati penguasa adalah suatu keselamatan dan berlepas diri dari mereka adalah suatu kekufuran (kebinasaan)” (<em>Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, 2: 117).</p>
<p>Ibnu Abil Izz <em>rahimahullah </em>berkata, “Hukum menaati pemimpin adalah wajib, walaupun mereka berbuat zhalim (kepada kita). Jika kita keluar dari menaati mereka maka akan timbul kerusakan yang lebih besar dari kezhaliman yang mereka perbuat. Bahkan bersabar terhadap kezhaliman mereka dapat melebur dosa-dosa dan akan melipat gandakan pahala. Allah<em> Ta’ala</em> tidak menjadikan mereka berbuat zhalim selain disebabkan karena kerusakan yang ada pada diri kita juga. Ingatlah, yang namanya balasan sesuai dengan amal perbuatan yang dilakukan (<em>al jaza’ min jinsil ‘amal</em>). Oleh karena itu, hendaklah kita bersungguh-sungguh dalam istigfar dan taubat serta berusaha mengoreksi amalan kita” (<em>Syarh Aqidah Ath Thohawiyah</em>, hal. 381, terbitan Darul ‘Aqidah).</p>
<p>Ibnu Rajab <em>rahimahullah</em> berkata, “Mendengar dan menaati penguasa kaum muslimin mengandung maslahat dunia, mudahnya urusan hamba, dan bisa menolong hamba dalam menaati Allah” (<em>Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>, 2: 117).</p>
<p>Taruhlah jika menaikkan BBM itu termasuk kezhaliman, bagaimana jika tidak? Dan kami berpikir sendiri, mengapa sampai pemerintah punya niatan demikian? Kami berhusnuzhan bahwa pemerintah sudah menimbang-nimbang adanya maslahat di balik itu semua. <strong><em>Dan kami yakin tidak mungkin Pak SBY punya niatan untuk menyengsarakan rakyatnya sendiri. Itulah husnuzhan kami.</em></strong></p>
<p><strong>Tidak Berdemonstrasi</strong></p>
<p>Sejak dulu, kami tidak suka berdemonstrasi. Sudah sangat <em>ma’ruf</em> bahwa demonstrasi sering dilakukan oleh mahasiswa. Dan kami pun merupakan bagian dari mereka. Namun kami enggan berdemonstrasi, karena mengingat mudharatnya itu lebih besar dari manfaatnya. Jalanan macet, terjadi kerusuhan, korban jiwa, luka-luka dan capek menghabiskan tenaga serta tidak pula mendapatkan keuntungan bahkan kerugian masyarakat luas yang diperoleh ketika <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/" target="_blank">demo</a>. Jika kerugian yang diperoleh, kenapa kerusakan dibalas dengan kerusakan? Bahkan kerusakan dari demonstrasi lebih besar, dibanding kita mau menerima kenaikan BBM.</p>
<p>Guru kami, Syaikh Dr. Sholeh Al Fauzan berkata, “Adapun demonstrasi, agama Islam sama sekali tidak menyetujuinya. Karena yang namanya demonstrasi selalu menimbulkan kekacauan, menghilangkan rasa aman, menimbulkan korban jiwa dan harta, serta memandang remeh penguasa muslim. Sedangkan agama ini adalah agama yang terarur dan disiplin, juga selalu ingin menghilangkan bahaya.</p>
<p>Lebih parah lagi jika masjid dijadikan tempat bertolak menuju lokasi demontrasi dan pendudukan fasilitas-fasilitas publik, maka ini akan menambah kerusakan, melecehkan masjid, menghilangkan kemuliaan masjid, menakut-nakuti orang yang shalat dan berdzikir pada Allah di dalamnya. Padahal masjid dibangun untuk tempat berdzikir, beribadah pada Allah, dan mencari ketenangan.</p>
<p>Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim mengetahui perkara-perkara ini. Janganlah sampai kaum muslimin menyeleweng dari jalan yang benar karena mengikuti tradisi yang datang dari orang-orang kafir, mengikuti seruan sesat, sekedar mengikuti orang kafir dan orang-orang yang suka membuat keonaran” [<a href="http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=298362">Fatwa Syaikh Shalih bin 'Abdillah Al Fauzan</a>].</p>
<p><strong>Tidak Menyebarkan Aib Penguasa</strong></p>
<p>Ketika shalat, lalu kita berbuat salah, kemudian, kita ditegur di depan orang banyak, pasti kita sulit menerima nasehat semacam itu. Begitu halnya dengan penguasa, ketika ia dijelek-jelekkan di depan halaman DPR, dikatakan “neolib” dan “menyengsarakan rakyat banyak”, pasti tidak ada penguasa yang mau terima dengan nasehat semacam itu. Begitu pula dalam Islam tidaklah menyukai yang demikian karena nasehat yang terbaik adalah nasehat empat mata, bukan di khalayak ramai. Setiap orang pun akan senang dengan nasehat semacam itu.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ فَلاَ يُبْدِ لَهُ عَلاَنِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِى عَلَيْهِ لَهُ</p>
<p>“<em>Barangsiapa yang hendak menasihati pemerintah dengan suatu perkara maka janganlah ia tampakkan di khalayak ramai. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangan penguasa (raja) dengan empat mata. Jika ia menerima maka itu (yang diinginkan) dan kalau tidak, maka sungguh ia telah menyampaikan nasihat kepadanya. Dosa bagi dia dan pahala baginya (orang yang menasihati)</em>.” (HR. Ahmad 3: 403. Syaikh Syu’aib Al Arnauht mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).</p>
<p><strong>Sabar Tak Ada Batasnya</strong></p>
<p>Solusi utama untuk menghadapi kenaikan BBM ini adalah <em>husnuzhan</em> dengan keputusan Presiden dan bersabar. Dari Ibnu ‘Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda,</p>
<p class="arab">مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ ، فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ ، إِلاَّ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً</p>
<p>“<em>Barangsiapa melihat sesuatu pada pemimpinnya sesuatu yang tidak ia sukai, maka bersabarlah. Karena barangsiapa yang melepaskan diri satu jengkal saja dari jama’ah, maka ia mati seperti matinya jahiliyah (artinya: ia mati dalam keadaan jelek dan bukan mati kafir, pen)</em>” (HR. Bukhari no. 7054 dan Muslim no. 1849).</p>
<p>Dan bersabar tidaklah ada batasnya. Orang yang katakan sabar itu ada batasnya, itu keliru. Karena pahalanya saja tak hingga, bahkan surga, bagaimana bisa dikatakan sabar itu ada batasnya.</p>
<p>Jika kita tidak bersabar terhadap keputusan penguasa, kita akan kehilangan pahala besar berupa surga bagi orang yang mau bersabar. Ingatlah janji Allah,</p>
<p class="arab">إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, ganjaran bagi mereka adalah tanpa hisab (tak terhingga)</em>” (QS. Az Zumar: 10).</p>
<p>Al Auza’i mengatakan bahwa ganjarannya tidak bisa ditakar dan ditimbang. Ibnu Juraij mengatakan bahwa pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa dihitung sama sekali, akan tetapi ia akan diberi tambahan dari itu. Maksudnya, pahala mereka tak terhingga. Sedangkan As Sudi mengatakan bahwa balasan bagi orang yang bersabar adalah surga (Lihat<em> Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,</em> Ibnu Katsir, 7: 89).</p>
<p><strong>Berpikir Rasional dengan Mencari Solusi</strong></p>
<p>Kami lebih senang dengan solusi yang ditawarkan oleh Pak Menteri Dahlan Iskan, daripada dengan buang-buang tenaga untuk berdemo.</p>
<p><em>Intinya, untuk melawan kenaikan harga BBM yang pernah, sedang, dan akan terus terjadi itu, tak ada jalan terbaik kecuali kita musuhi BBM. Kita jadikan BBM musuh kita bersama. Kita demo BBM-nya ramai-ramai, bukan mendemo kenaikannya. Kalau setiap kenaikan BBM didemo, kita hanya akan terampil berdemo. Tapi kalau BBM-nya yang kita musuhi, kita akan lebih kreatif mencari jalan keluar bagi bangsa ini ke depan.</em></p>
<p><em>Jalan terbaik adalah jangan lagi menggunakan BBM. Kalau kita sudah tidak menggunakan BBM, apa peduli kita pada barang yang juga menjadi penyebab rusaknya lingkungan itu. Kelak, kita bersikap begini: biarkan dia naik terus menggantung sampai setinggi Monas! Kalau kita tidak lagi menggunakannya, mau apa dia!</em></p>
<p><em>Tanpa ada gerakan nyata untuk melawan BBM, seumur hidup kita akan ngeri seperti sekarang. Seumur hidup kita harus siap-siap berdemonstrasi. Seumur hidup kita tidak berubah!</em></p>
<p><em>Kalau sudah tahu bahwa seumur hidup kita akan terjerat BBM seperti itu mengapa kita tidak mencari jalan lain? Mengapa kita menyerah pada keadaan?  “Mengapa? Mengapa? &#8230; Tidakkah kita harus takut kepada yang menciptakan alam semesta ini? Berapa kali Allah mengatakan “Afalaa ta’qiluuun?”.</em></p>
<p>Baca ulasan Pak Menteri lebih jauh di sini: <strong><a href="http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/03/18/hamil-tua-untuk-lahirnya-putra-petir/">Hamil Tua untuk Lahirnya Putera Petir</a></strong>.</p>
<p>Dan kami yakin di balik kesulitan ini, ada kemudahan yang akan segera dan segera menghampiri rakyat kita.</p>
<p class="arab">فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا</p>
<p>“<em>Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan</em>” (QS. Alam Nasyroh: 5).</p>
<p>Ayat ini pun diulang setelah itu,</p>
<p class="arab">إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا</p>
<p>“<em>Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan</em>” (QS. Alam Nasyroh: 6).</p>
<p>Sahabat mulia, ‘Abdullah bin Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em> pernah berkata, “Seandainya kesulitan masuk ke dalam suatu lubang, maka kemudahan pun akan mengikutinya  karena Allah <em>Ta’ala</em> berfirman (yang artinya), “<em>Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan</em>.” (Dikeluarkan oleh Ath Thobari, 24: 496)</p>
<p>Ini berarti di balik kesulitan dengan naiknya BBM, pasti ada kebahagiaan yang semakin dekat. Kenapa kita tidak optimis dengan janji Allah di atas? Kenapa malah pesimis dan banyak khawatir?</p>
<p><em>Ya Allah, berilah kami kesabaran dalam menghadapi musibah ini. Berilah pula hidayah kepada kami dan saudara-saudara kami agar diberi taufik untuk bersabar menghadapi musibah demi musibah. Dan perbaikilah keadaan kami dan pemimpin-pemimpin kami.</em></p>
<p>@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 6 Jumadal Ula 1433 H</p>
<p>Penulis: <a href="http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/3746-menyikapi-kenaikan-bbm.html" target="_blank">Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.</a> (Dewan Redaksi <a href="http://www.majalah.PengusahaMuslim.com" target="_blank">Majalah Pengusaha Muslim</a>)<br />
Artikel <a href="http://www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11852/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11852&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/03/30/bbm-naik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bbm pasti naik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2012/03/bbm-pasti-naik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bbm pasti naik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dr. Said Aqil Siradj, Dulu dan Kini</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/03/dr-said-aqil-siradj-dulu-dan-kini/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/03/dr-said-aqil-siradj-dulu-dan-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 06:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11689</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. Dr Said Aqil Siradj Dulu dan Kini  PERJALANAN hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa hanya Allah Azza wa Jalla yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11689&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000000;"><strong>Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.</strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Dr Said Aqil Siradj Dulu dan Kini </strong></span></p>
<p><span style="color:#000000;">PERJALANAN hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa hanya <em>Allah Azza wa Jalla </em>yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam menetapi sesuatu termasuk agamanya (<em>istiqamah</em>). Karena itu, dahulu Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>senantiasa memohon keteguhan hati kepada Allah: <em>“Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” </em>Dan ini mungkin salah satu hikmah yang dapat anda petik dari kewajiban membaca surat Al Fatihah pada setiap rakaat shalat. Pada surat ini terdapat permohonan kepada Allah <em>Azza wa Jalla </em>agar senantiasa menunjuki anda jalan yang lurus, yaitu jalan kebenaran.<span id="more-11689"></span></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Fenomena ini terus melintas dalam pikiran saya, gara-gara saya membaca pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di berbagai media. Said Aqil Siradj mengatakan bahwa ajaran syiah tidak sesat dan termasuk Islam seperti halnya Sunni.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Untuk menguatkan klaimnya ini, Said Aqil merujuk pada kurikulum pendidikan pada almamaternya Universitas Umm Al Quro di Arab Saudi. Menurutnya: &#8220;Wahabi yang keras saja menggolongkan Syiah bukan sesat.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pernyataan Said Aqil ini menyelisihi fakta dan menyesatkan. Sebagai buktinya, pada Mukaddimah disertasi S3 yang ia tulis semasa ia kuliah di Universitas Umm Al Quro, hal: <em>tha’ </em>(ط) <strong>Said Aqil </strong>menyatakan: <em>“Telah diketahui bersama bahwa umat Islam di Indonesia secara politik, ekonomi, sosial dan idiologi menghadapi berbagai permasalahan besar. Pada saat yang sama mereka menghadapi musuh yang senantiasa mengancam mereka. Dimulai dari gerakan kristenisasi, paham sekuler, kebatinan, dan berbagai sekte sesat, semisal syi’ah, Qadiyaniyah (Ahmadiyyah), Bahaiyah dan selanjutnya tasawuf.”</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Pernyataan Said Aqil pada awal dan akhir disertasi S3-nya ini menggambarkan bagaimana pemahaman yang dianut oleh Universitas Umm Al Quro. Bukan hanya Syi’ah yang sesat, bahkan lebih jauh Said Aqil dari hasil studinya menyimpulkan bahwa paham <em>tasawuf </em>juga menyimpang dari ajaran Islam. Karena itu pada akhir dari disertasinya, Said Aqil menyatakan: <em>“Sejatinya ajaran tasawuf dalam hal “al hulul” (menyatunya Tuhan dengan manusia) berasalkan dari orang-orang Syi’ah aliran keras (ekstrim). Aliran ekstrim Syi’ah meyakini bahwa Tuhan atau bagian dari-Nya telah menyatu dengan para imam mereka, atau yang mewakili mereka. Dan idiologi ini sampai ke pada para pengikut Sekte Syi’ah berawal dari pengaruh ajaran agama Nasrani.” </em>(<em>&#8220;Silatullah Bil Kaun Fit Tassawuf Al Falsafy&#8221; </em>oleh Said Aqil Siradj 2/605-606).</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Karena menyadari kesesatan dan mengetahui gencarnya penyebaran Syi’ah di Indonesia, maka Said menabuh genderang peringatan. Itulah yang ia tegaskan pada awal disertasinya, sebagai andilnya dalam upaya melindungi Umat Islam dari paham yang sesat dan menyesatkan.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Namun, alangkah mengherankan bila kini Said Aqil menelan kembali ludah dan keringat yang telah ia keluarkan. Hasil penelitiannya selama bertahun-tahun, kini ia ingkari sendiri dan dengan lantang Said Aqil berada di garda terdepan &#8220;pembela&#8221; Syi’ah. Mungkinkah kini Said Aqil telah menjadi korban ancaman besar yang dulu ia kawatirkan mengancam Umat Islam di negeri tercinta ini? </span></p>
<p><span style="color:#000000;"><em>Wassalam,</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Dr. Muhammad Arifin  Badri</strong></span><br />
<span style="color:#000000;"><em>Pengirim, lulusan Universitas Islam Madinah, dosen tetap STDI Imam Syafii Jember, dosen terbang Program Pasca Sarjana jurusan Pemikiran Islam Program Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan anggota Pembina Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI)</em></span></p>
<p><span style="color:#000000;">Sumber: <a href="http://hidayatullah.com/read/20968/03/02/2012/disertasi-aqil-siradj-telah-menyebut-syiah-sesat?.html" target="_blank"><span style="color:#000000;">http://hidayatullah.com/</span></a></span></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11689/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11689/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11689&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2012/02/03/dr-said-aqil-siradj-dulu-dan-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bantulah Dammaj, Wahai Saudaraku!</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/bantulah-dammaj-wahai-saudaraku/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/bantulah-dammaj-wahai-saudaraku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 20:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11521</guid>
		<description><![CDATA[ Bantulah Dammaj, Wahai Saudaraku! [Sebuah Bantahan Bagi Pengelola Isnad!] Jawaban Syaikh Abdurraman Al-&#8217;Arumy* hafizhahullah Bagi ikhwan yang menolak bantuan untuk masyarakat Dammaj. Penerjemah: Ust Abu Sa&#8217;ad, M.A. Kepada siapa masyarakat hendak memberikan bantuan dalam masalah Dammaj ? Aku melihat ucapan beberapa ikhwah yang tidak benar dan tidak tepat, kesimpulan ucapan tersebut adalah : Barang siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11521&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<h3 style="text-align:center;"><strong> Bantulah Dammaj, Wahai Saudaraku!<br />
[Sebuah Bantahan Bagi Pengelola Isnad!]</strong></h3>
<p>Jawaban Syaikh Abdurraman Al-&#8217;Arumy* <em>hafizhahullah</em></p>
<p>Bagi <em>ikhwan</em> yang menolak bantuan untuk masyarakat Dammaj.</p>
<p>Penerjemah: <a href="http://www.facebook.com/muh.nurhuda1" target="_blank">Ust Abu Sa&#8217;ad, M.A.</a></p>
<p><strong>Kepada siapa masyarakat hendak memberikan bantuan dalam masalah Dammaj ? </strong></p>
<p>Aku melihat ucapan beberapa <em>ikhwah</em> yang tidak benar dan tidak tepat, kesimpulan ucapan tersebut adalah : Barang siapa berkeinginan membantu maka langsung berhubungan dengan no hpnya Syaikh Yahya Al-Hajury, maka aku katakan kepada mereka:<span id="more-11521"></span></p>
<p><strong>Pertama</strong> :</p>
<p>Aku berharap kalian menghubungi dan berkomunikasi dengan Syaikh Yahya dan mengetahui pendapat beliau. <em>Ikhwah</em> telah berhubungan dengan beliau dan mendapatkan dari beliau penerimaan dan keterbukaan dan juga pengingkaran terhadap orang yang mencela <em>ikhwah</em> yang telah bersungguh-sungguh dalam membantu saudara-saudara mereka di Dammaj.</p>
<p><strong>Kedua : </strong></p>
<p>Apakah <em>ikhwah</em> (yang menolak bantuan) menyakini dalam hati mereka, kalau ada orang yang memiliki 10 ribu riyal, kurang atau lebih harus terlebih dahulu menghubungi Syaikh Yahya karena hendak mengirimkan bantuannya kepada beliau?</p>
<p><strong>Ketiga : </strong></p>
<p>Wanita yang hendak membantu apakah juga harus berhubungan dengan Syaikh Yahya ?</p>
<p><strong>Keempat : </strong></p>
<p>Kita tidak mengingkari semangat teman-teman untuk menjaga amanah bantuan atas nama Dammaj. Dan kami berterima kasih atas upaya mereka itu. Akan tetapi Yaman itu luas. Masyarakatnya juga banyak. Orang-orang yang terpercaya juga banyak. Tentukanlah orang-orang yang terpercaya di setiap tempat (yang siap menerima bantuan dengan amanah) dan berhati-hatilah dengan orang yang memakan (bantuan) atas nama Dammaj dan berhati-hatilah dengan para pencuri atas nama dakwah, tapi jangan menghukumi semuanya sama</p>
<p><strong>Kelima : </strong></p>
<p>Bagi <em>ikhwah</em> (di Dammaj) yang sedang berjihad, sepatutnya mereka menggambil manfaat dari setiap orang dalam jihadnya. Jangan sampai justru mendatangkan musuh bagi mereka (dari kaum Muslimin), bahkan (kaum Muslimin) seharusnya ikut merasakan musibah yang dialami saudara mereka yang sedang terkepung.</p>
<p><strong>Syaikh Yahya Al-Hajury telah menerima bantuan dari palang merah dunia/internasional</strong> -sementara ini adalah organisasi kafir-.<strong> Oleh sebab itu kami berharap orang-orang yang berkata : <em>Jangan ambil bantuan dari hizbiyyin</em> atau yang semisalnya agar diam.Saudara kita menghadapi kematian, jangan kalian tolak (bantuan tersebut)! Sedangkan saudara-saudara kalian di sana membutuhkannya.</strong></p>
<p><strong>Keenam : </strong></p>
<p>Dammaj dalam keadaan terkepung. Maka barang siapa mendengar bantuan datang untuk Syaikh Yahya maka dia akan bertanya-tanya : Bagaimana kami hendak mengantarkannya sedangkan Dammaj dalam keadaan terkepung, dan di mana kita mencari orang-orang khusus untuk melaksanakan tugas ini di setiap tempat (di Yaman) sementara jumlah mereka hanya sedikit. Akhirnya, ditinggalkanlah bantuan tersebut.</p>
<p><strong>Ketujuh : </strong></p>
<p>Kami menginginkan dana yang banyak sekali untuk saudara-saudara kita di Dammaj, juga di Al-Jauf, di Hajjah, sedangkan orang-orang Rafidhah dibantu oleh Iran tanpa batas. Adapun kami dan saudara kami [Ahlus Sunnah], harta mereka sangat terbatas, maka dibutuhkan kebersamaan masyarakat semuanya untuk menolong saudara kami, semoga Allah memberi Taufiq.</p>
<p>*Syaikh Abdurrahman Ar-Arumy adalah salah satu murid Syaikh Mujahid Abu Abdirrahman Muqbil bin Hady Al-Wadi&#8217;i <em>rahimahullah</em>. Beliau menjabat sebagai ketua Lajnah Sya&#8217;biyyah fikkil kishor cab Propinsi Al-Ibbi yang menggalang dana dan mujahidin melawan kezaliman Syi&#8217;ah di Dammaj dan wilayah-wilayah lainnya [Info dari ikhwan kita di Yaman].</p>
<p>Dana yang telah dikumpulkan oleh umat Islam di Indonesia melalui www.muslim.or.id telah disalurkan melalui beliau dan Ust. Ghiats di Shan&#8217;a. Total bantuan yang telah dikirimkan ke Yaman hingga hari ini (8/12/2011) adalah Rp.40 juta.</p>
<p>Tautan Laporan Donasi:</p>
<p>http://muslim.or.id/dari-redaksi/laporan-donasi-peduli-ahlus-sunnah-yaman-6-desember-2011.html</p>
<p>Tautan Seruan Penggalangan Dana:</p>
<p>http://muslim.or.id/dari-redaksi/donasi-peduli-ahlus-sunnah-yaman.html</p>
<p>Sumber FB Ustadz Abu Mushlih hafizhahullah dan dipublikasikan ulang oleh www.salafiyunpad.wordpress.com</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/dunia-islam/'>dunia islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11521/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11521&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/bantulah-dammaj-wahai-saudaraku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barraak untuk Membantu Ahlus Sunnah Dammaj-Yaman</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/nasehat-syaikh-abdurrahman-bin-nashir-al-barraak-untuk-membantu-ahlus-sunnah-dammaj-yaman/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/nasehat-syaikh-abdurrahman-bin-nashir-al-barraak-untuk-membantu-ahlus-sunnah-dammaj-yaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 11:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia islam]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[dammaj]]></category>
		<category><![CDATA[jihad yaman]]></category>
		<category><![CDATA[perang dammaj]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[salafiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11515</guid>
		<description><![CDATA[Nasehat As-Syaikh Al Waalid Al &#8216;Aalim Al Jaliil Abdurrahman bin Nashir Al Barraak -hafidzahullah- untuk Dammaj Bismillahirrahmanirrahim Pertanyaan: Anda mengetahui –ahsanallahu ilaikum- apa yang sekarang sedang terjadi di Dammaj berupa tekanan orang-orang Hutsiyyin, pengepungan, bombardir, tuntutan mereka untuk menyerahkan wilayah serta pengusiran. Begitu juga dengan segala musibah yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Maka, apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11515&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color:#000000;">Nasehat <em>As-Syaikh Al Waalid Al &#8216;Aalim Al Jaliil</em> Abdurrahman bin Nashir Al Barraak -<em>hafidzahullah</em>- untuk Dammaj</span></strong></p>
<p><span style="color:#000000;">Bismillahirrahmanirrahim</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Pertanyaan:</strong> Anda mengetahui –ahsanallahu ilaikum- apa yang sekarang sedang terjadi di Dammaj berupa tekanan orang-orang Hutsiyyin, pengepungan, bombardir, tuntutan mereka untuk menyerahkan wilayah serta pengusiran. Begitu juga dengan segala musibah yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Maka, apa yang wajib bagi ahli sunnah di Yaman dalam menghadapi kejadian ini dan apa pula kewajiban kita terhadap mereka?</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>Jawaban:</strong> Segala puji bagi Allah dan shalatat serta salam atas Rasulullah, serta kepada kelurganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti perunjuknya. Amma ba’du:</span><br />
<span style="color:#000000;"><span id="more-11515"></span></span><br />
<span style="color:#000000;">Sudah dikenal bahwa kebanyakan orang-orang Hutsiyyun menganut madzhab rafidhah itsna asyriyyah. Mereka sangat terpengaruh dengannya. Begitu juga telah masyhur bahwa mereka mendapatkan dukungan dari negeri rafidhah di Iran. Telah dikenal juga bahwa pemerintah Iran sangat giat melakukan aktifitas penyebaran madzhab rafidhah di negeri-negeri ahli sunnah, begitu juga dukungannya terhadap revolusi khumaini. Maka, dari kalangan Hutsiyyun ini ada yang termasuk golongan rafidhah dan ada pula yang sekedar alat mereka. Mereka semua adalah alat pemerintah Iran di Yaman.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Telah dimaklumi dari para ahli ilmu dari kalangan ahli sunnah bahwa madzhab rafidhah biasa melakukan perbuatan syirik dengan sikap guluw (kultus) mereka terhadap para imam mereka yang dua belas (itsna asyriyyah). Mereka berdoa kepadanya, meminta pertolongan (istighatsah) dan berhaji ke kubur-kubur mereka. Dan telah diketahui dari para ulama ahli sunnah bahwa semua sekte rafidhah seperti itsna asyriyyah, nashiriyyah, darziyyah dan ismaa’iliyyah sangat memusuhi ahli sunnah dari pada kelompok-kelompok yang lain. Oleh karena itu, jika mereka menyerang dan menyakiti ahli sunnah, maka disyariatkan untuk memerangi mereka, karena kesyirikan mereka, juga karena kezaliman mereka.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Berdasarkan pada informasi tentang pengepungan mereka atas Dammaj dan upaya mereka untuk mengusir ahli sunnah dari sana, maka wajib atas kaum muslimin di Yaman dan yang lainnya untuk menggalang kerjasama dalam menolong saudara-saudara mereka yang terzalimi, membela mereka dan menggagalkan upaya kelompok sesat hutsiyyin ini, yang dijadikan oleh Negara Iran sebagai jembatan untuk merealisasikan cita-citanya di negeri Yaman.</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Dengan demikian, memerangi mereka adalah sesuatu yang disyariatkan; ia adalah jihad di jalan Allah jika disertai dengan niat yang ikhlas, keinginan untuk meninggikan kalimat Allah, sebagaimana dalam hadis, “Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Ada orang yang berperang karena fanatisme kesukuan, berperang karena keberanian, berperang karena riya, yang manakah yang termasuk jihad fi sabilillah?” Rasulullah bersabda, “<strong>Barangsiapa yang berperang dengan maksud untuk meninggikan kalimat Allah, maka ia di jalan Allah.”</strong></span></p>
<h3><span style="color:#000000;"><strong>Dan kami juga mewasiatkan kepada saudara-saudara kami di Yaman agar mereka bersatu untuk memerangi kelompok hutsiyyin yang zalim ini, yang berambisi untuk menyebarkan madzhab rafidhah orang-orang musyrik. Karena persatuan mereka adalah sebesar-besar sebab pertolongan dan kemenangan. Adapun perselisihan dan saling berbantah-bantahan, maka ia adalah sebesar-besar sebab kekalahan.</strong> Allah berfirman, <strong><span style="color:#ff0000;">“<em>Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.</em>”</span> (Al Anfal: 46)</strong></span></h3>
<p><span style="color:#000000;">Allah juga berfirman, “<em>Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.</em>” (Ali Imran: 103)</span></p>
<h3><span style="color:#000000;"><strong>Dan bagi kaum muslimin yang berada luar Yaman hendaknya mereka juga membantu saudara mereka sesuai kesanggupannya dalam menolong mereka dari orang-orang zalim serta menghentikan perbuatan buruk hutsiyyin, dalam rangka mengamalkan firman Allah, “<em>Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa</em>.” (Al Maidah: 2)</strong></span></h3>
<p><span style="color:#000000;">Allah juga berfirman, “<em>jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka</em>.” (Al Anfal: 72)</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Allah berfirman, “<em>Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.</em>” (Al Hajj: 40)</span></p>
<p><em><span style="color:#000000;">Wa shallalallahu wa sallam ‘alaa nabiyyina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi ajmain.</span></em></p>
<p><span style="color:#000000;">Abdurrahman bin Nashir Al Barrak</span><br />
<span style="color:#000000;">Ahad, 8 Muharram 1433 H</span></p>
<p><span style="color:#000000;">Diterjemahkan oleh <a href="http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=306372416050164&amp;id=100000322244370" target="_blank">Ustadz Resa Gunarsa, Lc.</a></span><br />
<span style="color:#000000;">Artikel www.salafiyunpad.wordpress.com</span></p>
<p>Naskah aslinya, silakan Antum baca di <a href="http://www.muslm.net/vb/showthread.php?t=462268" target="_blank">http://www.muslm.net/vb/showthread.php?t=462268</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/dunia-islam/'>dunia islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/fatwa-ulama/'>Fatwa Ulama</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dammaj/'>dammaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/jihad-yaman/'>jihad yaman</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/perang-dammaj/'>perang dammaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salafi/'>salafi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salafiyah/'>salafiyah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah/'>Syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/yaman/'>yaman</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11515&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/08/nasehat-syaikh-abdurrahman-bin-nashir-al-barraak-untuk-membantu-ahlus-sunnah-dammaj-yaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Taubatnya Tiga Wanita Syi&#8217;ah</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/06/kisah-taubatnya-tiga-wanita-syiah/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/06/kisah-taubatnya-tiga-wanita-syiah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 15:44:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[ibrah]]></category>
		<category><![CDATA[Syi'ah]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>
		<category><![CDATA[tobat]]></category>
		<category><![CDATA[tobat wanita syi'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11502</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmaanirrahiem, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi dan Rasul termulia, junjungan kami Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, kepada-Mu kami berlindung, kepada-Mu kami memohon pertolongan dan kepada-Mu kami bertawakkal. Engkaulah Yang Memulai dan Mengulangi, Ya Allah kami berlindung dari kejahatan perbuatan kami dan minta tolong kepada-Mu untuk selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11502&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bismillahirrahmaanirrahiem</em>, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi dan Rasul termulia, junjungan kami Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.</p>
<p><img class="alignright" src="http://assunnah-qatar.com/images/stories/wanita-syiah.jpg" alt="wanita-syiah" width="250" height="155" />Ya Allah, kepada-Mu kami berlindung, kepada-Mu kami memohon pertolongan dan kepada-Mu kami bertawakkal. Engkaulah Yang Memulai dan Mengulangi, Ya Allah kami berlindung dari kejahatan perbuatan kami dan minta tolong kepada-Mu untuk selalu menaati-Mu, dan kepada-Mu lah kami bertawakkal atas setiap urusan kami.</p>
<p>Semenjak lahir, yang kutahu dari akidahku hanyalah ghuluw (berlebihan) dalam mencintai Ahlul bait. Kami dahulu memohon pertolongan kepada mereka, bersumpah atas nama mereka dan kembali kepada mereka tiap menghadapi bencana. Aku dan kedua saudariku telah benar-benar meresapi akidah ini sejak kanak-kanak.<span id="more-11502"></span></p>
<div>
<div>Kami memang berasal dari keluarga syi’ah asli. Kami tidak mengenal tentang mazhab ahlussunnah wal jama’ah kecuali bahwa mereka adalah musuh-musuh ahlulbait Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.Mereka lah yang merampas kekhalifahan dari tangan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib <em>Radhiyallohu&#8217;anhu</em>, dan merekalah yang membunuh Husain.</p>
<p>Akidah ini semakin tertanam kuat dalam diri kami lewat hari-hari “Tahrim”, yaitu hari berkabung atas ahlul bait, demikian pula apa yang diucapkan oleh syaikh kami dalam perayaan Husainiyyah dan kaset-kaset ratapan yang memenuhi laciku.</p>
<p>Aku tak mengetahui tentang akidah mereka (ahlussunnah) sedikitpun. Semua yang kuketahui tentang mereka hanyalah bahwa mereka orang-orang munafik yang ingin menyudutkan ahlul bait yang mulia.</p>
<p>Faktor-faktor di atas sudah cukup untuk menyebabkan timbulnya kebencian yang mendalam terhadap penganut mazhab itu, mazhab ahlussunnah wal jama’ah.</p>
<p>Benar… Aku membenci mereka sebesar kecintaanku kepada para Imam. Aku membenci mereka sesuai dengan anggapan syi’ah sebagai pihak yang terzhalimi.</p>
<p><strong>Keterkejutan pertama</strong></p>
<p>Ketika itu Aku sedang duduk di sekolah dasar. Di sekolah aku mendengar penjelasan Bu Guru tentang mata pelajaran tauhid. Beliau berbicara tentang syirik, dan mengatakan bahwa menyeru selain Allah termasuk bentuk menyekutukan Allah. Contohnya seperti ketika seseorang berkata dalam doanya: “Hai Fulan, selamatkan Aku dari bencana… tolonglah Aku” lanjut Bu Guru. Maka kukatakan kepadanya: Bu, kami mengatakan “Ya Ali”, apakah itu juga termasuk syirik? Sejenak kulihat beliau terdiam… seluruh murid di sekolahku, dan sebagian besar guru-gurunya memang menganut mazhab syi’ah… kemudian Bu Guru berkata dengan nada yakin: “Iya, itu syirik” kemudian langsung melontarkan sebuah pertanyaan kepadaku:</p>
<p>“Bukankah doa adalah ibadah?”</p>
<p>“Tidak tahu”, jawabku.</p>
<p>“Coba perhatikan, apa yang Allah katakan tentang doa berikut”, lanjutnya seraya membaca firman Allah:</p>
</div>
<p>وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ</p>
<p>Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina” (Ghaafir: 60).</p>
<p>“Bukankah dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa berdoa adalah ibadah, lalu mengancam orang yang enggan dan takabbur terhadap ibadah tersebut dengan Neraka?” tanyanya.</p>
<p>Setelah mendengar pertanyaan tersebut, aku merasakan suatu kejanggalan… aku merasa kecewa… segudang perasaan menggelayuti benakku tanpa bisa kuungkapkan. Saat itu aku berangan-angan andaikan aku tak pernah menanyakan hal itu kepadanya. Lalu kutatap dia untuk kedua kalinya… ia tetap tegar laksana gunung.</p>
<p>Waktu pulang kutunggu dengan penuh kesabaran, Aku berharap barangkali ayah dapat memberi solusi atas permasalahanku ini… maka sepulangku dari sekolah, kutanya ayahku tentang apa yang dikatakan oleh Bu Guru tadi.</p>
<p>Ayah serta merta mengatakan bahwa Bu Guru itu termasuk yang membenci Imam Ali. Ia mengatakan bahwa kami tidaklah menyembah Amirul Mukminin, kami tidak mengatakan bahwa dia adalah Allah sehingga Gurumu bisa menuduh kami telah berbuat syirik… jelas ayah.</p>
<p>Sebenarnya aku tidak puas dengan jawaban ayahku, sebab Bu Guru berdalil dengan firman Allah. Ayah lalu berusaha menjelaskan kepadaku kesalahan mazhab sunni hingga kebencianku semakin bertambah, dan aku semakin yakin akan batilnya mazhab mereka.</p>
<p>Aku pun tetap memegangi mazhabku, mazhab syi’ah; hingga adik perempuanku melanjutkan karirnya sebagai pegawai di Departemen Kesehatan.</p>
<p>Sekarang, biarlah adikku yang melanjutkan ceritanya…</p>
<p>Setelah masuk ke dunia kerja, aku berkenalan dengan seorang akhwat ahlussunnah wal jama’ah. Ia seorang akhwat yang multazimah (taat) dan berakhlak mulia. Ia disukai oleh semua golongan, baik sunni maupun syi’ah. Aku pun demikian mencintainya, dan berangan-angan andai saja dia bermazhab syi’ah.</p>
<p>Saking cintanya, aku sampai berusaha agar jam kerjaku bertepatan dengan jam kerjanya, dan aku sering kali bicara lewat telepon dengannya usai jam kerja.</p>
<p>Ibu dan saudara-saudaraku tahu betapa erat kaitanku dengannya, sebab itu aku tak pernah berterus terang kepada mereka tentang akidah sahabatku ini, namun kukatakan kepada mereka bahwa dia seorang syi’ah, tak lain agar mereka tidak mengganggu hubunganku dengannya.</p>
<p><strong>Permulaan hidayah</strong></p>
<p>Hari ini, aku dan sahabatku berada pada shift yang sama. Kutanya dia: “Mengapa di sana ada sunni dan syi’ah, dan mengapa terjadi perpecahan ini?” Ia pun menjawab dengan lembut:</p>
<p>“Ukhti, sebelumnya maafkan aku atas apa yang akan kuucapkan… sebenarnya kalianlah yang memisahkan diri dari agama, kalian yang memisahkan diri dari Al Qur’an dan kalian yang memisahkan diri dari tauhid!!”</p>
<p>Kata-katanya terdengar laksana halilintar yang menembus hati dan pikiranku. Aku memang orang yang paling sedikit mempelajari mazhab di antara saudari-saudariku. Ia kemudian berkata:</p>
<p>“Tahukah kamu bahwa ulama-ulama kalian meyakini bahwa Al Qur’an telah dirubah-rubah, meyakini bahwa segala sesuatu ada di tangan Imam, mereka menyekutukan Allah, dan seterusnya…?” sembari menyebut sejumlah masalah yang kuharap agar ia diam karena aku tidak mempercayai semua itu.</p>
<p>Menjelang berakhirnya jam kerja, sahabatku mengeluarkan beberapa lembar kertas dari tasnya seraya mengatakan bahwa itu adalah tulisan saudaranya, berkenaan dengan haramnya berdoa kepada selain Allah. Kuambil lembaran-lembaran tersebut, dan dalam perjalanan pulang aku meraba-rabanya sambil merenungkan ucapan sahabatku tadi.</p>
<p>Aku masuk ke rumah dan kukunci pintu kamarku. Lalu mulailah kubaca tulisan tersebut. Memang, hal ini menarik perhatianku dan membuatku sering merenungkannya.</p>
<p>Pada hari berikutnya, sahabatku memberiku sebuah buku berjudul “Lillaah, tsumma littaariekh” (Karena Allah, kemudian karena sejarah). Sumpah demi Allah, berulang kali aku tersentak membaca apa yang tertulis di dalamnya. Inikah agama kita orang syi’ah? Inikah keyakinan kita?!!</p>
<p>Sahabatku pun semakin akrab kepadaku. Ia menjelaskan hakikat banyak hal kepadaku. Ia mengatakan bahwa ahlussunnah mencintai Amirul Mukminin dan keluarganya.</p>
<p>Benar… aku pun beralih menganut mazhab ahlussunnah tanpa diketahui oleh seorang pun dari keluargaku. Sahabatku ini selalu menghubungiku lewat telepon. Bahkan saking seringnya, ia sempat berkenalan dengan kakak perempuanku.</p>
<p>Sekarang, biarlah kakakku yang melanjutkan ceritanya…</p>
<p>Aku mulai berkenalan dengan akhwat yang baik ini. Sungguh demi Allah, aku jadi cinta kepadanya karena demikian sering mendengar cerita adikku tentangnya. Maka begitu mendengar langsung kata-katanya, aku semakin cinta kepadanya…</p>
<p><strong>Permulaan hidayah</strong></p>
<p>Hari itu, aku sedang membersihkan rumah dan adikku sedang bekerja di kantor. Aku menemukan sebuah buku bergambar yang berjudul: “Lillaah, tsumma littaariekh”.</p>
<p>Aku pun membukanya lalu membacanya… sungguh demi Allah, belum genap sepuluh halaman, aku merasa lemas dan tak sanggup merampungkan tugasku membersihkan rumah. Coba bayangkan, dalam sekejap, akidah yang ditanamkan kepadaku selama lebih dari 20 tahun hancur lebur seketika.</p>
<p>Aku menunggu-nunggu kembalinya adikku dari kantornya. Lalu kutanya dia: “Buku apa ini?”</p>
<p>“Itu pemberian salah seorang suster di rumah sakit”, jawabnya.</p>
<p>“Kau sudah membacanya?” tanyaku.</p>
<p>“Iya, aku sudah membacanya dan aku yakin bahwa mazhab kita keliru”, jawabnya.</p>
<p>“Bagaimana denganmu?” tanyanya.</p>
<p>“Baru beberapa halaman” jawabku.</p>
<p>“Bagaimana pendapatmu tentangnya?” tukasnya.</p>
<p>“Kurasa ini semua dusta, sebab kalau benar berarti kita betul-betul sesat dong”, sahutku.</p>
<p>“Mengapa tidak kita tanyakan saja isinya kepada Syaikh?” pintaku.</p>
<p>“Wah, ide bagus” katanya.</p>
<p>Buku itu lantas kukirimkan kepada Syaikh melalui adik laki-lakiku. Kuminta agar ia menanyakan kepada Syaikh apakah yang tertulis di dalamnya benar, ataukah sekedar kebohongan dan omong kosong?</p>
<p>Adikku mendatangi Syaikh tersebut dan memberinya buku itu. Maka Syaikh bertanya kepadanya: “Dari mana kau dapat buku ini?”</p>
<p>“Itu pemberian salah seorang suster kepada kakakku” jawabnya.</p>
<p>“Biarlah kubaca dulu” kata Syaikh, sembari aku berharap dalam hati agar kelak ia mengatakan bahwa semuanya merupakan kebohongan atas kaum syi’ah. Akan tetapi, jauh panggang dari api! Kebatilan pastilah akan sirna…</p>
<p>Aku terus menunggu jawaban dari Syaikh selama sepuluh hari. Harapanku tetap sama, barang kali aku mendapatkan sesuatu darinya yang melegakan hati.</p>
<p>Namun selama sepuluh hari tadi, aku telah mengalami banyak perubahan. Kini sahabat adikku sering berbicara panjang lebar denganku lewat telepon, bahkan ia seakan lupa kalau mulanya ia ingin bicara dengan adikku. Kami bicara panjang lebar tentang berabagai masalah.</p>
<p>Pernah suatu ketika ia menanyaiku: “Apa kau puas dengan apa yang kita amalkan sebagai orang syi’ah selama ini?”. Aku mengira bahwa dia adalah syi’ah, dan dia tahu akan hal itu…</p>
<p>“Kurasa apa kita berada di atas jalan yang benar”, jawabku.</p>
<p>“Lalu apa pendapatmu terhadap buku milik adikmu?” tukasnya. Akupun terdiam sejenak… lalu kataku:</p>
<p>“Buku itu telah kuberikan ke salah seorang Syaikh agar ia menjelaskan hakikat buku itu sebenarnya”.</p>
<p>“Kurasa ia takkan memberimu jawaban yang bermanfaat, aku telah membacanya sebelummu berulang kali dan kuselidiki kebenaran isinya… ternyata apa yang dikandungnya memang sebuah kebenaran yang pahit”, jelasnya.</p>
<p>“Aku pun menjadi yakin bahwa apa yang kita yakini selama ini adalah batil” lanjutnya.</p>
<p>Kami terus berbincang lewat telepon dan sebagian besar perbincangan itu mengenai masalah tauhid, ibadah kepada Allah dan kepercayaan kaum syi’ah yang keliru. Tiap hari bersamaan dengan kepulangan adikku dari kantor, ia menitipkan beberapa lembar brosur tentang akidah syi’ah, dan selama itu aku berada dalam kebingungan…</p>
<p>Aku teringat kembali akan perkataan Bu Guru yang selama ini terlupakan. Kuutus adik lelakiku untuk menemui Syaikh dan meminta kembali kitab tersebut beserta bantahannya. Akan tetapi sumpah demi Allah, lagi-lagi Syaikh ini mengelak untuk bertemu dengan adikku. Padahal sebelumnya ia selalu mencari adikku, dan kini adikku yang justru menelponnya. Namun keluarga Syaikh mengatakan bahwa dia tidak ada, dan ketika adikku bertemu dengannya dalam acara Husainiyyah[1] dan menanyakan kitab tersebut; Syaikh hanya mengatakan: “Nanti”, demikian seterusnya selama dua bulan.</p>
<p>Selama itu, hubunganku dengan sahabat adikku lewat telepon semakin sering, dan di sela-selanya ia menjelaskan kepadaku bahwa dirinya seorang sunni, alias ahlussunnah wal jama’ah. Dia berkata kepadaku:</p>
<p>“Jujur saja, apa yang membuat kalian membenci Ahlussunnah wal Jama’ah?”</p>
<p>Aku sempat ragu sejenak, namun kujawab: “Karena kebencian mereka terhadap Ahlulbait”.</p>
<p>“Hai Ukhti, Ahlussunnah justeru mencintai mereka”, jawabnya.</p>
<p>Kemudian ia menerangkan panjang lebar tentang kecintaan Ahlussunnah terhadap seluruh keluarga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, beda dengan Syi’ah Rafidhah yang justeru membenci sebagian ahlul bait seperti isteri-isteri Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam.</p>
<p>Benar, kini aku tahu tentang akidah Ahlussunnah wa Jama’ah dan aku mulai mencintai akidah yang sesuai dengan fitrah dan jauh dari sikap ghuluw (ekstrim)… jauh dari syirik… dan jauh dari kedustaan.</p>
<p>Kebenaran yang sesungguhnya mulai tampak bagiku, dan aku pun bingung apakah aku harus meninggalkan agama nenek moyang dan keluargaku? Ataukah meninggalkan agama yang murni, ridha Allah dan Jannah-Nya??</p>
<p>Ya, akhirnya kupilih yang kedua dan aku menjadi seorang ahlussunnah wal jama’ah. Aku kemudian menghubungi akhwat yang shalihah tadi dan kunyatakan kepadanya bahwa hari ini aku ‘terlahir kembali’.</p>
<p>Aku seorang sunni, alias Ahlussunnah wal Jama’ah.</p>
<p>Akhwat tersebut mengucapkan takbir lewat telepon, maka seketika itu meleleh lah air mataku… air mata yang membersihkan sanubari dari peninggalan akidah syi’ah yang sarat dengan syirik, bid’ah dan khurafat…</p>
<p>Demikianlah… dan tak lama setelah kami mendapat hidayah, adik kami yang paling kecil serta salah seorang sahabatku juga mendapat hidayah atas karunia Allah <em>subhanahu wata&#8217;aala</em>.</p>
<p>____</p>
<p>(Saudari-saudari kalian yang telah bertaubat)</p>
<p>[1] Ritual kaum Syi’ah dalam rangka memperingati syahidnya Imam Husain bin Ali <em>Radhiyallohu&#8217;anhu</em>.</p>
<blockquote><p>Diterjemahkan oleh <a href="http://basweidan.wordpress.com" target="_blank">Ustadz Abu Hudzaifah</a></p>
<p>Dipublikasikan oleh <a href="www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
<p>Sumber asli <a href="http://www.fnoor.com/fn1024.htm" target="_blank">http://www.fnoor.com/fn1024.htm</a></p></blockquote>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/kisah-islam-2/'>Kisah Islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ibrah/'>ibrah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/syiah/'>Syi'ah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/taubat/'>taubat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tobat/'>tobat</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/tobat-wanita-syiah/'>tobat wanita syi'ah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11502&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/06/kisah-taubatnya-tiga-wanita-syiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://assunnah-qatar.com/images/stories/wanita-syiah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wanita-syiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Video Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah (Ustadz Abdullah Zaen) [Yogyakarta, 2 Desember 2011]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/05/download-video-khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/05/download-video-khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 16:23:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlak - adab]]></category>
		<category><![CDATA[DOWNLOAD VIDEO]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[abdullah zaen]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[download video ceramah islam gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah berdakwah]]></category>
		<category><![CDATA[kajian.net]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[lemah lembut dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11487</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, silakan download video Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. di Masjid Ma’had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy (2 Desember 2011). Tema khutbah yang beliau sampaikan adalah Hikmah dalam Berdakwah. Semoga nasihat beliau dalam khutbah ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Download Video Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah Download MP3 Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11487&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/khutbah-jumat-dakwah.jpg"><img class="alignright" title="khutbah jumat dakwah" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/khutbah-jumat-dakwah.jpg?w=150&h=118" alt="khutbah jumat dakwah" width="150" height="118" /></a>Alhamdulillah, silakan download video Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. di Masjid Ma’had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy (2 Desember 2011). Tema khutbah yang beliau sampaikan adalah Hikmah dalam Berdakwah. Semoga nasihat beliau dalam khutbah ini bermanfaat bagi kaum muslimin.</p>
<p><span id="more-11487"></span></p>
<p><a href="http://yufid.tv/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah/" target="_blank"><strong>Download Video Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah</strong></a></p>
<p><a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/02/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/" target="_blank">Download MP3 Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah</a></p>
<p>Tim <a href="http://Yufid.TV" target="_blank">Yufid.TV</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/akhlak-adab/'>akhlak - adab</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/download-video/'>DOWNLOAD VIDEO</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/abdullah-zaen/'>abdullah zaen</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dakwah/'>dakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/download-video-ceramah-islam-gratis/'>download video ceramah islam gratis</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hikmah-berdakwah/'>hikmah berdakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kajian-net/'>kajian.net</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khutbah-jumat/'>Khutbah Jum'at</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/lemah-lembut-dakwah/'>lemah lembut dakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj-salaf/'>manhaj Salaf</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salafiyah/'>salafiyah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11487/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11487/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11487&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/05/download-video-khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/khutbah-jumat-dakwah.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/12/khutbah-jumat-dakwah.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">khutbah jumat dakwah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download MP3 Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah (Ustadz Abdullah Zaen) [Yogyakarta, 2 Desember 2011]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/02/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/02/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 08:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[abdullah zaen]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Download MP3 Ceramah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah berdakwah]]></category>
		<category><![CDATA[kajian.net]]></category>
		<category><![CDATA[Khutbah Jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[lemah lembut dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11482</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. di Masjid Ma&#8217;had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy (2 Desember 2011). Tema khutbah yang beliau sampaikan adalah Hikmah dalam Berdakwah. Semoga nasihat beliau dalam khutbah ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download rekamannya pada link berikut: Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah Tim [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11482&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman Khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. di Masjid Ma&#8217;had Syaikh Jamilurrahman As-Salafy (2 Desember 2011). Tema khutbah yang beliau sampaikan adalah Hikmah dalam Berdakwah. Semoga nasihat beliau dalam khutbah ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download rekamannya pada link berikut:</p>
<p><span id="more-11482"></span></p>
<p><a href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" target="_blank"><strong>Khutbah Jumat Hikmah dalam Berdakwah</strong></a></p>
<p>Tim Kajian.Net</p>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/download-audio/'>DOWNLOAD AUDIO</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/manhaj/'>manhaj</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/abdullah-zaen/'>abdullah zaen</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/dakwah/'>dakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/download-mp3-ceramah-islam/'>Download MP3 Ceramah Islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hikmah-berdakwah/'>hikmah berdakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kajian-net/'>kajian.net</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/khutbah-jumat/'>Khutbah Jum'at</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/lemah-lembut-dakwah/'>lemah lembut dakwah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/manhaj-salaf/'>manhaj Salaf</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/salafiyah/'>salafiyah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11482/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11482&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/12/02/khutbah-jumat-hikmah-dalam-berdakwah-ustadz-abdullah-zaen-yogyakarta-2-desember-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdullah%20Zaen/Khutbah%20Jumat%20Hikmah%20dalam%20Berdakwah%20%28Yogyakarta%29/khutbah%20jumat%20hikmah%20dalam%20berdakwah.mp3?l=12" length="10305351" type="audio/mpeg" />
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/05/kajian-net.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/05/kajian-net.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kajian.net</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Buah Hati Anda Takut Hantu</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/bila-buah-hati-anda-takut-hantu/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/bila-buah-hati-anda-takut-hantu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 10:04:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[anak takut hantu]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[buah hati]]></category>
		<category><![CDATA[ganguan setan]]></category>
		<category><![CDATA[hantu]]></category>
		<category><![CDATA[iblis]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11344</guid>
		<description><![CDATA[Hati orang tua mana yang tidak kecewa, bila si buah hati menjadi anak yang penakut. Kalau ketakutan si anak masih dalam batas wajar, misalnya takut terhadap binatang yang lebih besar badannya dari dirinya, atau takut terhadap binatang yang menjijikkan, terhadap orang-orang asing yang belum dikenalnya; semua itu tidaklah menjadi masalah besar dalam pendidikan pribadi anak. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11344&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p dir="LTR"><a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-11345" title="hantu" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg?w=604" alt=""   /></a>Hati orang tua mana yang tidak kecewa, bila si buah hati menjadi anak yang penakut. Kalau ketakutan si anak masih dalam batas wajar, misalnya takut terhadap binatang yang lebih besar badannya dari dirinya, atau takut terhadap binatang yang menjijikkan, terhadap orang-orang asing yang belum dikenalnya; semua itu tidaklah menjadi masalah besar dalam pendidikan pribadi anak. Tetapi takut terhadap kegelapan dan <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/bila-buah-hati-anda-takut-hantu/" target="_blank"><strong>takut hantu</strong></a>, hal ini bisa berakibat fatal bagi pembentukan pribadi anak, bila tidak ditangani sedini mungkin. Bukankah kita menginginkan agar anak-anak menjadi manusia mukmin dan mukminah yang kuat imannya, mampu mengemban amanah <em>ubudiyyah lillahi wahdah</em> (beribadah kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> semata) dengan <em>tauhid</em> dan tidak takut kepada siapapun, kecuali kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> semata serta tidak takut celaan manusia?<span id="more-11344"></span></p>
<p dir="LTR">Marilah kita cermati, mengapa anak-anak menjadi takut hantu dan bagaimana dampak negatifnya. Pada dasarnya, anak terlahir dengan tidak mempunyai rasa takut terhadap segala sesuatu. Setelah dia tumbuh seiring dengan perkembangannya mengenal lingkungan, bertambahlah pengalamannya. Ada yang takut berjalan karena pernah jatuh. Ada yang takut naik becak, karena pernah melihat becak terguling bersama tukang becak dan penumpangnya. Demikian pula anak yang takut hantu. Dia menjadi takut hantu karena mendapat informasi tentang hantu, baik dari temannya, kerabatnya, orang tuanya sendiri atau informasi lainnya.</p>
<p dir="LTR">Dewasa ini berbagai media informasi, semisal televisi, radio, buku bacaan, VCD dan yang lainnya, marak dengan cerita-cerita misteri dan seram. Mereka semua menebar kerusakan hanya demi mengeruk keuntungan, tanpa memperdulikan dampak buruk bagi mental bangsa. Siapapun orangnya, tanpa terkecuali orang dewasa, terlebih lagi anak-anak, bila sering dicekoki dengan cerita-cerita bertema syetan dan cerita seram lainnya, akan tertanam pada dirinya jiwa penakut. Hal ini tidaklah mengherankan, mengingat ia selalu menerima informasi yang berupa bisikan syetan dan perasaan was-was. Padahal kita selaku mukmin diperintahkan untuk selalu berlindung kepada Allah k dari godaan syetan. Nabi r besabda,</p>
<h1>إِنَّ الشَيْطَانَ يَجْرِيْ مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ</h1>
<p dir="LTR"><em> </em></p>
<p dir="LTR"><em>Sesungguhnya syetan itu mengalir pada Bani Adam pada aliran darahnya.</em><a title="" href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p dir="LTR">Rasa takut yang mencekam terhadap hantu dan syetan, bisa menjadi syirik akbar, yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, bila membawa manusia bersikap beribadah kepada selain Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Misalnya, karena takut syetan, seseorang mengucapkan mantera untuk jin, yang biasanya mantera ini didapat dari dukun atau biasa disebut dengan “orang pintar” padahal sok pintar. Atau ia menggantung jimat di badannya, di rumahnya, di kendaraanya dan lain-lain, dengan keyakinan bahwa jimat tersebut dapat menolak bala dan bahaya. Adapun bila rasa takut (yang sebenarnya tidak beralasan itu) tidak membawa kepada beribadah (apapun bentuknya) kepada selain Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, yakni hanya ketakutan dan cekaman rasa was-was, maka hal ini bertolak belakang dengan ajaran Islam, yang memerintahkan kita untuk tidak takut kepada selain Allah, mengurangi kesempurnaan <em>tauhid</em> dan merupakan sifat pengecut yang tercela.<a title="" href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p dir="LTR"><strong>MENANGGULANGI SIFAT TAKUT HANTU PADA ANAK</strong></p>
<p dir="LTR"><strong> </strong></p>
<p dir="LTR">Setelah memahami penyebab rasa takut pada anak, maka kita bisa mengambil kesimpulan, sebagai solusi untuk membasmi rasa takut tersebut.  Di antaranya sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Menanamkan tauhid dan keimanan pada anak.</li>
</ul>
<p dir="LTR">Orang tua atau pendidik harus menjelaskan kepada anak, bahwa tidak ada kekuatan yang paling kuat, kecuali kekuatan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Seluruh makhluk, termasuk jin dan syetan berada di bawah pengaturan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Bila Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> mentaqdirkan seseorang selamat, maka meskipun segenap jin dan menusia mengerahkan upayanya untuk mencelakakan, ia tidak akan celaka. Sebaliknya bila Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> mentaqdirkan seseorang celaka, ia akan celaka, walaupun segenap upaya dikerahkan untuk menyelamatkannya. Karena itu tidak perlu takut terhadap jin, hantu, bahkan pada perampok, pembunuh atau dukun santet. Ingatlah selalu pesan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> kepada Ibnu Abbas berikut ini:</p>
<p dir="RTL">وَ اعْلَمْ أَنَّ الأمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أنْ يَنْفَعُوْكَ بِشِيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ وَ إنِ اجْتَمَعُوْا علَى أنْ يَضُرُّوْكَ  بِشِيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ. رُفِعَتِ الأقْلاَمُ وَ جَفَّتِ الصُحُفُ</p>
<p dir="LTR"><em> Ketahuilah, seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, tidaklah mereka itu akan bisa memberimu manfaat kecuali sesuatu yang memang telah Allah tetapkan untukmu. Dan bila mereka bersatu untuk memberimu suatu kecelakaan, mereka tidak akan bisa mencelakaknmu dengan sesuatupun kecuali sesuatu yang memang telah Allah tetapkan kecelakaan untukmu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering”. <a title="" href="#_ftn3"><strong>[3]</strong></a></em></p>
<p dir="LTR"><em> </em></p>
<ul>
<li>Ajarkan wirid dan do&#8217;a yang diajarkan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</li>
</ul>
<p dir="LTR">Doa dan wirid adalah senjata dan perisai bagi seorang mukmin. Karena jin, syetan serta para penjahat adalah makhluk Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, maka kita harus berdo&#8217;a kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> agar menghindarkan kita dari ganguan mereka. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah mengajarkan kepada ummat Beliau do&#8217;a dan wirid sehari-hari. Wirid pagi dan sore, do&#8217;a keluar masuk rumah, do&#8217;a mendengar lolongan anjing, do&#8217;a masuk WC, do&#8217;a singgah di suatu tempat dan lain-lain. Para orang tua dan pendidik seharusnya mengajarkan do&#8217;a-do&#8217;a tersebut dengan penuh kesungguhan.</p>
<ul>
<li>Sebisa mungkin jauhkanlah anak-anak dari cerita-cerita hantu, pembunuhan dan cerita misteri yang semisalnya. Gantilah semua itu dengan cerita-cerita kepahlawanan para mujahidin, keberanian Nabi dan para sahabat Beliau. Mereka semua tidak gentar melawan orang-orang kafir dengan segala tipu dayanya.</li>
</ul>
<p dir="LTR">Ada satu kisah teladan yang sangat menarik. Pernah satu ketika  seorang sahabat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengendap-endap di belakang seorang tukang sihir yang dengan bangganya memperagakan tipuan sulap sihirnya di hadapan para pejabat dan khalayak ramai. Setelah dekat, ia menghunus pedang dan memenggal kepala tukang sihir itu sambil mengucapkan,</p>
<h2>حَدُّ السَّاحِرُ ضَرْبَةً بِالسَّيْفِ</h2>
<p dir="LTR"><em> </em></p>
<p dir="LTR"><em>“Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal dengan pedang”. Kemudian sahabat tersebut berujar kembali,”Bila ia memang benar, silahkan ia kembalikan lagi kepalanya ke badannya.” </em><a title="" href="#_ftn4">[4]</a><em></em></p>
<p dir="LTR">Serta masih banyak lagi kisah-kisah menarik utuk putra-putri kita.</p>
<ul>
<li>Bila orang tua penakut, jangan menampakkan sifat pnegevut ini di ahdapan anak-anak. Jangan pula menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang kadang kala orang tua tidak sadar mengatakan sesuatu yang menampakkan sifat pengecutnya di hadapan anak-anak. Misalnya, orang tua menyuruh anak-anak masuk rumah menjelang maghrib, lalu menutup pintu sambil mengatakan,”Ayo masuk. Hiiiiiih……nanti kalau tidak mau masuk ada hantu”. Atau si ibu menjerit ketika listrik padam, sementara ibu sedang berada di kamar mandi. Para orang tua hendaklah belajar mengendalikan emosinya di hadapan anak-anak ketika menghadapi keadaan-keadaan yang mencekam. Memang tidak sedikit para orang tua yang punya sifat penakut. Mereka dibesarkan dalam lingkungan yang memaksa sifat “takut” yang tidak beralasan ini mengendap di dasar hatinya, di luar kemauan dan kehendaknya. Tetapi sebagai orang tua yang bertanggung jawab, tidak seharusnya sifat jelek itu kita turunkan kepada putra-putri kita. Karena itu hendaknya para orang tua lebih menanamkan pada hatinya tauhid dan keimanan, agar jiwa mereka menjadi tegar. Si buah hati pun diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, bertauhid serta tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.</li>
</ul>
<h3></h3>
<h3>Wallahu waliyyut taufiq</h3>
<p dir="LTR"><strong><em>(Ummu Khaulah)</em></strong></p>
<p>Artikel <a href="http://www.salafiyunpad.wordpress.com" target="_blank">www.salafiyunpad.wordpress.com</a>disalin dari kumpulan naskah Majalah As-Sunnah</p>
<p dir="LTR">Maraji:</p>
<p dir="LTR">- <em>Al Qur’anul Karim</em>. &#8211; <em>I’anatul Mustafidh Syarhu Kitabit Tauhid</em>, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Jilid I, Cetakan II, Muassasah Ar Risalah.</p>
<div>
<hr align="right" size="1" width="33%" />
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a> Hadits ini disepakati oleh Bukhari dan Muslim.</p>
</div>
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a> Untuk lebih jelasnya silahkan menelaah penjelasan Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan dalam kitabnya yang  berjudul <em>I’anatul Mustafidh Syarh Kitabit Tauhid</em>, Jilid I ketika menjalaskan <em>khauf</em> (takut) dan macam-macamnya.</p>
<p dir="LTR">
</div>
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref3">[3]</a>  HR Tirmidzi dan ia berkata,<em>”Hadits ini hasan shahih.&#8221;</em> Syaikh Al Albani <em>menghasankan</em> hadits ini dalam <em>Shahihul Jami’</em>, 7834.</p>
</div>
<div>
<p dir="LTR"> [4] Untuk lebih jelasnya, silakan menelaah penjelasan Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan dalam kitab <em>I’anatul Mustafidh Syarhu Kitabi At Tauhid</em>, Jilid I, ketika menjalaskan hadits <em>“Haddus Sahiri”</em> di atas.</p>
<p dir="LTR">
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/aqidah-islam/'>aqidah islam</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/muslimah/'>muslimah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/anak-takut-hantu/'>anak takut hantu</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/aqidah/'>aqidah</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/buah-hati/'>buah hati</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/ganguan-setan/'>ganguan setan</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/hantu/'>hantu</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/iblis/'>iblis</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pendidikan-anak/'>pendidikan anak</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/setan/'>setan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11344&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/10/10/bila-buah-hati-anda-takut-hantu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hantu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/10/hantu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hantu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BILA BUDAYA KORUPSI MERACUNI BIROKRASI</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/29/budaya-korupsi-meracuni-birokrasi/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/29/budaya-korupsi-meracuni-birokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 01:02:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SALAFIYUNPAD™</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlak - adab]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KKN]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[sebab korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[suap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=11292</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Zainal Abidin, Lc.   BUDAYA KORUPSI MAKIN BERKARAT Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata korupsi bahkan rakyat jelata yang tinggal dipelosok desa pun mengenal korupsi. Gerakan anti korupsi digelar disetiap tempat, gerakan pemberatasan KKN digulirkan dan jihad melawan kriminal birokrasi ditegakkan dengan harapan prilaku insan birokrasi dan sistem pemerintahan berubah menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11292&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Ustadz Zainal Abidin, Lc.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>BUDAYA KORUPSI MAKIN BERKARAT</strong></h3>
<p><a title="BILA BUDAYA KORUPSI MERACUNI BIROKRASI" href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/korupsi-birokrasi.jpg"><img class="alignright" title="BILA BUDAYA KORUPSI MERACUNI BIROKRASI" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/korupsi-birokrasi.jpg?w=337&h=252" alt="BILA BUDAYA KORUPSI MERACUNI BIROKRASI" width="337" height="252" /></a>Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata <strong>korupsi</strong> bahkan rakyat jelata yang tinggal dipelosok desa pun mengenal <strong>korupsi.</strong> <strong>Gerakan anti korupsi</strong> digelar disetiap tempat, gerakan <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/29/budaya-korupsi-meracuni-birokrasi/" target="_blank"><strong>pemberatasan KKN</strong></a> digulirkan dan jihad melawan <strong>kriminal birokrasi</strong> ditegakkan dengan harapan prilaku insan birokrasi dan sistem pemerintahan berubah menjadi lebih baik. Hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia berkeinginan negerinya yang tercinta bebas dari penyakit <strong><a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/29/budaya-korupsi-meracuni-birokrasi/" target="_blank">korupsi</a></strong> serta sistem birokrasi yang ruwet sehingga tercipta sistem sosial, politik dan ekonomi yang adil, bermoral dan agamis. Namun harapan indah itu saat ini seakan hanya ada dalam angan-angan bahkan mungkin sebuah mimpi karena betapa banyak usaha yang telah dilakukan namun penyakit ini seakan sudah mengakar kuat kuat sehingga tidak bergeming. Bahkan berbagai bencana yang mendera negeri kita belum juga mampu merubah perilaku para koruptor dan  para birokrat.<span id="more-11292"></span></p>
<p>Berbagai kejahatan berlindung di bawah payung hukum positif dan tanpa diketahui masyarakat atau bahkan aparat penegak hukum terlibat didalamnya. Apabila ada yang terbongkar, itu hanya kasus-kasus tertentu saja dan  itupun  terkadang tidak ada tindak lanjutnya hingga masyarakat lupa dan kasus dianggap selesai.</p>
<p>Ajaran agama dan nilai moral seolah tidak lagi mempan membendung kejahatan korupsi dan menghindarkan umat manusia dari kecenderungan berkhianat, menyimpang dan berdusta. Nasihat agama sepertinya tak berbekas, para tokoh agama kehilangan wibawa, moral dan ritual ibadah mandul tidak memberi pengaruh pada prilaku keseharian. Seharusnya setiap ibadah mampu merubah prilaku lebih bagus dan mental lebih baik sebagaimana firman Allâh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> tentang shalat,</p>
<p><em>Sesungguhnya shalat itu mampu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.</em> (Qs al-Ankabût/29:45)</p>
<p>Benar apa yang dikatakan al-Hasan al-Bashri <em>rahimahullah</em> bahwa barangsiapa yang shalatnya tidak bisa mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar maka shalatnya tidak bisa disebut shalat bahkan akan menjadi bumerang bagi pelakunya.<a title="" href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Beribu-ribu umat Islam baik pegawai negeri maupun karyawan swasta menunaikan shalat bahkan hampir seluruh masjid perkantoran dan perindustrian tiap waktu shalat tidak pernah sepi dari jamaah, acara kerohanian yang berupa <strong>kajian agama</strong>, <strong>dzikir berjamaah</strong>, <strong>istighasah</strong>, <strong>renungan</strong> dan <strong>mabit</strong> mereka lakukan, namun cacatan kejahatan agama, moral dan kemanusiaan tidak berkurang. Aksi kriminalisasi sosial dan agama makin marak, bahkan korupsi, suap, sogok, pungli dan <em>money politics, </em>termasuk<em> </em>penyelundupan, <em>illegal logging </em>(pembalakan liar)<em>,</em> <em>illegal fishing </em>(pencurian ikan)<em> </em>dan <em>illegal mining </em>(penambangan liar) makin subur.</p>
<p>Kenapa korupsi dan budaya suap menjadi tradisi yang susah diberantas ? Sebab utama adalah keimanan yang lemah, kesempatan terbuka lebar, lingkungan yang mendukung dan sanksi hukum yang tidak tegas terhadap pelaku korupsi bahkan sebagian pelakunya ada yang tidak tersentuh hukum sama sekali.</p>
<h3 style="text-align:left;"><strong>SEBAB-SEBAB KORUPSI</strong></h3>
<p><strong>Mental korupsi</strong> melekat pada diri sebagian anak bangsa. Limbah suap mencemari setiap lorong kehidupan. Budaya KKN menghiasi hampir seluruh lapisan masyarakat baik kelas bawah, menengah maupun atas. Tidak bisa dipungkiri, para koruptor yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta adalah manusia biasa, kadang imannya menguat, kadang melemah. Ketika iman sedang menguat, keinginan untuk berbuat baik juga menguat. Namun ketika iman melemah, kecenderungan berbuat jahatpun menguat termasuk korupsi dan maksiat lainnya. Ada beberapa faktor yang secara signifikan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan korupsi dan menistakan harga diri dengan menerima suap dan uang pelicin dalam menjalankan tugas dan amanah pekerjaannya, diantaranya :</p>
<ol>
<li>Lemahnya semangat keagamaan dan menurunnya indikasi keimanan.</li>
<li>Mengikuti keinginan syahwat dan menuruti kelezatan dunia yang semu yang tak pernah kenal batas.</li>
<li>Pembelaan dan nepotisme terhadap keluarga secara berlebihan sehingga mematikan sikap obyektif, rasa keadilan,  prilaku amanah dan profisionalime.</li>
<li>Memilih teman-teman buruk, pembisik-pembisik jahat, patner-patner culas dan kroni-kroni yang korup sehingga peluang korupsi terbuka lebar.</li>
<li>Menempatkan para pejabat atau petugas yang kurang ikhlas dalam pengabdian dan kurang bertanggung jawab dalam mengemban tugas sehingga mereka banyak melakukan <strong>aji mumpung</strong> yaitu mumpung jadi pejabat.</li>
<li>Terpengaruh dengan gaya hidup yang glamor dan serba hedonis.</li>
<li>Terpengaruh dengan pemikiran dan prinsip-prinsip hidup yang meyimpang dan matrialistis.</li>
<li>Terpedaya dengan kehebatan materi dan kenikmatan harta sesaat sehingga silau dengan fatamorgama dunia. Bahkan muncul anggapan bahwa harta benda adalah segala-galanya.</li>
<li>Diktator dalam mengendalikan kepemimpinan membuat para pemimpin dan pejabat gampang korupsi.</li>
<li>Tekanan pihak asing yang senantiasa mengatur kebijakan politik dan ekonomi suatu negara akan membuat para pengelola negara gampang terjebur dalam tindak korupsi.</li>
</ol>
<p>Barangsiapa yang ingin memerangi korupsi hendaknya menganalisa sebab-sebab diatas secara cermat dan mencari solusi serta penangkalnya secara bijaksana dan penuh dengan ketegasan dalam memberi sanksi. Namun sehebat apapun aturan hukum yang ingin diterapkan maka Islam merupakan solusi utama untuk menghilangkan tradisi korupsi karena dengan keimanan kepada Allâh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> secara benar yang disertai dengan keimanan kepada nama-nama dan sifat-sfat-Nya secara aplikatif lalu ditambah beriman kepada malaikat yang senantiasa mencatat semua ucapan dan perbuatan manusia. Jika ini sudah benar, maka akan muncul <strong><em>mur</em></strong><strong><em>â</em></strong><strong><em>qabah</em></strong>, control penuh dan interopeksi sempurna terhadap seluruh tindakan yang diperbuat seorang hamba.</p>
<h3><strong>MENGUBUR TRADISI KORUPSI DAN BUDAYA SUAP</strong></h3>
<p>Mengakarnya budaya korupsi, suap, sogok, <em>money politics</em>, pungli dan kelompok turunannya di tubuh birokrasi setiap lembaga, baik negeri maupun swasta merupakan fakta dan tantangan paling fenomenal bagi agama-agama samawi, terutama agama Islam, yang secara tegas mengutuknya. Sebagaimana yang telah ditegaskan Abdullah bin Amr <em>radhiallahu ‘anhu </em>dengan perkataan beliau,</p>
<p dir="RTL"><strong>لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الرَاشِي وَالمُرْتَشِيْ</strong><strong></strong></p>
<p><em>Rasulullah mengutuk orang yang menyuap dan orang yang disuap.</em><a title="" href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Dalam bahasa agama, korupsi, suap, sogok, uang pelicin, <em>money</em> <em>politics</em>, pungli dan kelompok turunannya digolongkan sebagai <strong><em>risywah</em></strong><em>,</em> yakni<em> </em>tindakan atau perbuatan seseorang yang memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada orang lain dengan tujuan mempengaruhi keputusan pihak penerima agar keputusannya menguntungkan pihak pemberi meski dengan melawan hukum.</p>
<p>Umumnya, <em>risywah</em> terjadi melalui kesepakatan antara dua pihak yaitu pemberi suap (<em>r</em><em>â</em><em>syi)</em> dan penerimanya (<em>murtasyii)</em>. Tapi, kadang ia juga melibatkan pihak ketiga sebagai perantara atau dikenal sekarang dengan sebutan <strong>markus</strong> (makelar kasus).</p>
<p>Praktik <strong>risywah</strong> semula berakar dan tumbuh hanya di ruang pengadilan, kemudian berkembang hampir ke semua lini kehidupan masyarakat, bahkan untuk suatu yang tidak logis. <em>Risywah</em> tidak hanya subur di negara kita, di negara lain, termasuk di negara maju sekalipun juga berkembang. Padahal, Islam menegaskan, <em>risywah</em> merupakan tindakan yang sangat tercela, dibenci agama, dan dilaknat Allâh dan Rasul-Nya.</p>
<p><em>Risywah</em> terus terjadi tanpa mengenal henti. Ia mengakar, menjamur, bahkan selalu menabur benih baru korupsi dan semakin memberi impresi tentang parahnya fenomena <em>risywah</em> di negara kita, seakan mementahkan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi, suap, sogok dan sebangsanya.</p>
<p>Oleh karena itu, memelihara dan menjalankan amanah pada koridor yang benar suatu keharusan. Sebab, amanah merupakan inti dari tugas mulia yang Allâh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berikan kepada hamba-Nya di dunia. Menghamba secara tulus kepada Allâh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berarti menjalankan amanah. Ulama dan ahli agama menjalankan amanah dengan menyebarkan risalah agama, presiden menjalankan amanah melalui jabatannya, semua wakil rakyat, pejabat publik dan kita sebagai rakyat, wajib menjalankan amanah dengan menjadi warga negara yang baik. Dengan kata lain, semua harus menjalankan ketaatan, patuh, dan tunduk  sesuai dengan posisi masing-masing. Bila  sikap amanah menjadi penghias dalam bekerja dan muamalah, kesuksesan dan kepercayaan akan teraih. Tak heran jika Islam sangat mengutamakan amanah dalam bekerja dan muamalah meskipun kepada orang kafir.</p>
<p><em>Sesungguhnya Allâh menyuruh kamu untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil. </em><em>Sesungguhnya Allâh memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allâh adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat</em> <strong>(Qs an-Nis</strong><strong>â</strong><strong>&#8216;/4:58).</strong></p>
<p>Amanah yang dimaksudkan di sini mencakup semua bentuk amanah yang wajib atas manusia, mulai dari hak Allâh atas hamba-Nya, seperti shalat, zakat, puasa, kafarat, nazar, dan lain sebagainya. Juga sesuatu yang diamanahkan meski tak seorang hamba pun mengetahuinya, seperti titipan dan lain sebagainya. Allâh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> memerintahkan untuk menunaikannya.</p>
<p><em>Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allâh dan Rasul (Muhammad) dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedangkan kamu mengetahui </em><strong>(Qs al-Anf</strong><strong>â</strong><strong>l/8:27)</strong></p>
<p>Dalam menafsirkan ayat di atas, Ibnu Abbâs <em>radhiallahu ‘anhu</em>, dalam riwayat Ibnu Abu Hâtim <em>rahimahullah</em>, berkata, “Seluruh pekerjaan yang diamanahkan Allâh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> kepada setiap hamba-Nya yaitu perkara fardhu, maka Allâh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya <em>&#8216;Janganlah kalian khianati Allah, yakni jangan kalian mencuranginya</em>.&#8217;<a title="" href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Bermodal kesadaran di atas, seharusnya kita mampu keluar dari kebiasaan buruk <em>risywah</em> dan mengubur tradisi korupsi sedalam-dalamnya. <em>Risywah</em> membuat orang lain kehilangan hak, negara kehabisan devisa, dan rakyat terancam masa depan dan hidup menderita.</p>
<p><em>Risywah</em> yang dilakukan oleh perorangan itu, pada akhirnya membawa kerusakan yang konkrit secara kolektif dan menyeluruh. Moral bangsa rusak secara sistematis, kredibilitas negara rusak, nama harum bangsa ternodai, karakter anak bangsa tercemar dan kita kehilangan pegangan dalam menentukan masa depan anak cucu.</p>
<h3><strong>EFEK SUAP DAN KORUPSI</strong></h3>
<p>Budaya suap-menyuap, korupsi, kolusi yang mendarah-daging di Indonesia, semakin menyulitkan bahkan menggagalkan upaya kita untuk menempuh jalur bisnis dan birokrasi yang lurus dan bersih. Tampaknya, semua urusan bisa berjalan lancar asalkan ada <strong><em>&#8220;saling pengertian&#8221;.</em></strong> Bahkan, semua menjadi <strong>&#8220;bisa diatur&#8221;</strong> sesuai dengan keinginan dan hawa nafsu. Ini sudah menggurita dan berdampak buruk bagi individu, masyarakat dan negara.</p>
<p>Pelaksanaan tender proyek di beberapa instansi misalnya, seperti proyek pengadaan barang dan jasa, pembangunan dan lain sebagainya. Sungguh tak lagi berjalan secara profesional. Nilai kontrak dalam pengadaan barang dan jasa sering kali di-<em>mark up</em> atau digelembungkan sebelum dilaksanakan. Dan sudah menjadi rahasia umum siapapun yang bisa lolos me-<em>mark up </em>anggaran akan mendapat imbalan, padahal mereka sudah digaji. Dan bagaimana uang semacam itu dapat mengalir kepada mereka padahal tidak ada perinciannya dalam anggaran ? Tentu karena ada penyimpangan.</p>
<p>Ada seseorang yang pernah terjebur dalam urusan semacam itu mengatakan bahwa ia menawarkan kepada suatu instansi, harga satu rim kertas HVS  Rp 26.000, Ia sudah mendapatkan laba untuk perhitungan itu. Di luar dugaan, pihak instansi memberikan harga lebih mahal, Rp 28.000  dan yang lebih mengagetkan lagi mereka meminta agar kuitansi tagihannya  ditulis dengan harga Rp 45.000. Alasannya macam-macam. Karena orang yang menawarkan ini mengetahui hukum me-<em>mark up</em> anggaran dan sanksinya di dunia maupun di akherat, dia menolak tawaran itu, yang artinya dia rela melepas keuntungan sekitar Rp 10 juta per bulan. Bagaimana dengan proyek bernilai milyaran?</p>
<p>Yang pasti, saat <em>mark up</em> dilakukan, upeti dijalankan, sehingga pekerjaan dan hasilnya pun tidak profesional seperti yang diharapkan. Karena sering kali ada istilah &#8220;<em>saling pengertian</em>&#8221;  dengan mengorbankan kualitas komponen dan spesifikasi pekerjaan akan lolos saat pemeriksaan. Karena si pemeriksa sudah dibutakan dengan tebalnya amplop. Maka jangan heran jika jembatan baru dibangun jebol, jalan umum baru dibuat rusak, gedung baru dibikin hancur.</p>
<p>Jelas, suap dan semacamnya hanya akan merugikan negara dan masyarakat. Rakyat kecil yang tidak tahu-menahu akan terus hidup sengsara. Kekayaan negara yang seharusnya dapat dipergunakan untuk kemaslahatan mereka menjadi salah alokasi bahkan hanya untuk memperkaya pribadi. Akibat selanjutnya, kepercayaan masyarakat kepada para pengelola pemerintah memudar. Ditambah lagi dengan berita tentang hukum yang dapat diperjual-belikan. Ini semakin membuat pesimis para pencari keadilan sehingga kondisinya persis seperti yang digambarkan Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> dalam sabdanya,</p>
<p dir="RTL" align="left"><strong>بَادِرُوْا بِالأَعْمَالِ سِتًّا: إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ وَبَيْعُ الحُكْمِ وَاسْتِخْفَافًا بِالدَّمِ وَقَطِيْعَةُ الرَّحِمِ وَنَشْأً يَتَّخِذُوْنَ القُرْآنَ مَزَامِيْرَ يُقَدِّمُوْنَ أَحَدُهُمْ لِيُغَنِّيَهِمْ وَإِنْ كَانَ أَقَلَّهُمْ فِقْهًا</strong></p>
<p><em>Bergegaslah melakukan amal (sebelum datang-red) enam perkara:  munculnya pemimpin yang pandir, banyaknya pembela pemimpin dzalim, jual beli hukum, meremehkan darah, putusnya silaturahim, hadirnya generasi muda yang menjadikan al-Qur’</em><em>â</em><em>n sebagai seruling, ia dijadikan tokoh bagi umat manusia meskipun ilmunya sangat sedikit</em>.<a title="" href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Akhirnya, kecemburuan kepada orang kaya dan para pengelola negara tak terbendung, kebencian rakyat kepada mereka memuncak sehingga mereka sangat mudah terprovokasi dan terbawa arus anarkis.</p>
<p>Bagi dunia bisnis atau usaha swasta, semua yang tidak dijalankan secara profesional akan menurunkan daya saing. Kalau kebesaran dan kemajuan bisnis hanya bergantung kepada kedekatan dengan pejabat, kerabat, atau dukungan aparat, bukan dilandasi profesionalisme, akan mudah goyah dan tak akan mampu berkompetisi dalam persaingan sehat. Dan bila para pengusaha dan aparat negara sudah <em>kongkalikong</em>, timbullah penyelewengan, penyelundupan, penggelapan dan seterusnya.</p>
<p>Bila nepotisme dan suap menjadi azas dalam dunia kerja, maka pegawai yang diterima tidak lagi profesional dan transparan, tidak lagi berdasarkan kualifikasi yang benar. Sehingga terjadilah ketidakadilan. Orang-orang yang memenuhi syarat terzalimi; Orang yang seharusnya pantas memegang amanah pekerjaan dan jabatan, tersingkirkan.</p>
<p>Ketika diminta menjelaskan dampak suap-menyuap, Syaikh Bin Bâz <em>rahimahullah</em> menguraikan, &#8220;Di antara dampak suap adalah antara lain menzalimi orang-orang lemah, melumatkan hak-hak mereka, atau mereka terlambat dalam mendapatkan hak-hak tersebut, dan demikian itu setelah melalui proses berbelit-belit atau pemberian uang pelicin.  Suap bisa merusak moral orang-orang yang mengambil uang suap, baik seorang hakim, pegawai dan yang lainnya. Bahkan mereka memenangkan kepentingan hawa nafsunya dan merampas hak-hak orang lain yang tidak memberi uang suap atau mereka tidak mendapatkan hak-haknya sama sekali. Ditambah lemahnya keimanan orang yang mengambil uang suap. Maka dia berada dalam lembah murka Allâh k dan siksaan-Nya baik di dunia dan akhirat. Allâh k hanya menunda, bukan karena lupa. Dan boleh jadi siksaan disegerakan di dunia sebelum akhirat, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits yang shahih bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL"><strong>مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى الْعُقُوبَةَ لِصَاحِبِهِ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ، مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ.</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Tidaklah ada suatu dosa yang paling layak disegerakan sanksinya oleh Allâh k bagi pelakunya di dunia, sementara masih ada simpanan baginya siksaan di akhirat dibanding melampui batas dan memutuskan silaturrahmi</em>.<a title="" href="#_ftn5">[5]</a></p>
<h3><strong>TIDAK SEKADAR PENJARA</strong></h3>
<p>Dengan demikian, melawan korupsi dapat dimasukkan dalam kategori jihad, yaitu jihad melawan hawa nafsu yang menyimpang, mencegah dorongan maksiat dan keinginan-keinginan yang merusak iman; melawan  kaum munafik, tukang tipu dan pengkhianat amanah;  melawan perilaku kotor para koruptor, orang-orang zhalim perampas hak orang banyak, pembobol uang negara, tukang pungli dan upeti.</p>
<p>Korupsi merupakan bentuk kezhaliman yang sangat licik. Koruptor adalah musuh dalam selimut. Ia senantiasa membokong orang atau pihak yang memberinya amanah. Saat ia disuruh mengamankan asset, ia justru menggelapkannya. Saat ia diberi amanah, ia mengambilnya dengan sekehendak hawa nafsu, tak peduli apakah amanah itu milik negara, perusahaan ataupun majikan. Padahal dalam muamalah, setelah Allâh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, pihak yang dikhianatinya itu adalah yang selama ini berjasa, menggajinya dan menjamin kesejahteraan diri dan keluarganya.</p>
<p>Melihat kenyataan itu, koruptor layak kita masukkan dalam kategori musuh jihad, melawan orang-orang munafik dan zalim. Koruptor, baik yang beroperasi di perusahaan atau instansi pemerintah, di depan atasan, bawahan, atau masyarakat selalu menunjukkan kesetiaan dan loyalitasnya. Visi dan misi besarnya selalu dikatakan demi kemajuan kantor, perusahaan, instansi, bahkan bangsa dan negara.</p>
<p>Bahkan, saat sang koruptor memiliki jabatan di pemerintahan, baik di legislatif maupun eksekutif, ia tak segan-segan mengobral janji, bahwa apa yang dilakukannya adalah demi kemakmuran rakyat, membela kaum miskin dan rakyat jelata. Ia selalu berusaha menampilkan dirinya sebagai pendekar pembela kebenaran dan pejuang keadilan. Namun, lihatlah berbagai kasus korupsi yang terungkap belakangan ini. Semuanya tampak jelas, seperti benderangnya matahari di siang bolong. Apa yang dilakukannya berbeda jauh dengan kata-kata manis yang keluar dari bibirnya. Maka, koruptor sungguhlah orang-orang munafik, yang senang berkata dusta, yang saat berjanji ia ingkar, yang saat dipercaya ia khianat.</p>
<p>Nabi bersabda,</p>
<p dir="RTL"><strong>سَيَكُوْنَ فِي أُمَّتِي اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ , قَوْمٌ يُحْسِنُوْنَ الْقِيْلَ وَيُسِيْئُوْنَ الْفِعْلَ</strong></p>
<p>A<em>kan muncul di tengah umatku perpecahan dan perselisihan. Dan ada sekelompok kaum yang pandai berbicara dan buruk (kurang cakap) beramal</em>.<a title="" href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p>Sementara itu, negara kita juga belum menemukan formula hukum yang bisa memberikan efek jera kepada para koruptor sekaligus menciptakan sistem yang bisa meminimalisir tindak korupsi. Hukuman mati masih diberlakukan dan belum akan dihapus di negara kita. Namun, berbeda dengan Vietnam dan China, hukuman mati di Indonesia tidak menyentuh pelaku korupsi.</p>
<p>Kita sebagai rakyat tentu hanya bisa mengharapkan adanya sanksi yang setimpal beratnya dengan bobot kejahatan mereka, sembari memulai membangun usaha yang sungguh-sungguh (jihad) untuk paling tidak, menjauhkan diri kita dan orang-orang tercinta kita dari praktik korupsi.</p>
<h3><strong>SANKSI DUNIA BAGI KORUPTOR</strong></h3>
<p>Banyak sekali ragam sanksi yang diterima pemakan harta haram terutama harta haram dari hasil korupsi, mulai sanksi di dunia, sanksi di alam kubur hingga hukuman di akherat berupa api neraka Jahannam, sehingga para koruptor pasti akan mendapat sanksi berat baik di dunia maupun di akherat. Di antara sanksi mereka adalah Allâh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> tidak akan mengabulkan doanya dan mendapatkan siksaan pedih di alam kuburnya.</p>
<p>Rasûlullâh <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL"><strong>وَالذِيْ نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّ الشَّمْلَةَ التيَّ أَصَابَهَا يَوْمَ خَيْبَرَ مِنَ المَغَانِمَ، لمَ ْتُصِبْهَا المُقَاسِمُ، لَتَشْتَعِلُ عَلَيْهِ نَارًا</strong></p>
<p><em>Dan demi dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh sehelai kain kecil dari harta ghanimah yang dia curi pada perang Khaibar yang diluar pembagian ghanimah akan menjadi bara api (di alam kuburnya)</em>.<a title="" href="#_ftn7">[7]</a></p>
<p>Wahai saudaraku, rintangan hidup dan sanksi rohani maupun fisik yang diperoleh para koruptor dan pencuri harta negara setelah mati akan lebih pedih dan sangat berat karena tidak ada pengadilan yang lebih adil dan jujur daripada pengadilan akherat. Perbuatan korupsi ini menimbulkan dampak negatif yang sangat banyak dan dampaknya meluas, bahkan bisa lebih parah daripada terorisme. Karena korupsi membunuh karakter bangsa, menghancurkan ekonomi negara, melumatkan hak-hak rakyat, mengancam masa depan generasi bangsa, membuat masyarakat menderita secara dzahir maupun batin, mematikan sikap amanah dan kejujuran, merusak moral dan peradaban bangsa dan menghilangkan kepercayaan investor.</p>
<p>Oleh karena itu, darah daging yang tumbuh dari makanan dan minuman yang haram maka akan menjadi hidangan dan santapan api neraka. Rasûlullâh <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>  bersabda,</p>
<p dir="RTL"><strong>يَا كَعْبُ بْنِ عُجْرَةُ، إِنَّهُ لاَ يَرْبُوْ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ</strong></p>
<p><em>Wahai Ka’ab bin Ujrah, sesungguhnya daging yang tumbuh dari barang haram tidak akan tumbuh kecuali neraka paling berhak dengannya</em>.<a title="" href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Adapun sanksi di dunia bisa berupa <em>ta’z</em><em>î</em><em>r</em> yaitu hukuman yang kadarnya sangat bergantung pada kebijakan pihak yang berwenang. Bahkan hukuman bagi para koruptor ini bisa dibunuh bila perbuatannya menimbulkan dampak negatif secara kolektif dan kekacauan secara umum berdasarkan firman Allah,</p>
<p><em>Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allâh dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik<a title="" href="#_ftn9"><strong>[9]</strong></a>, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,  Kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; Maka ketahuilah bahwasanya Allâh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</em> (Qs al-Mâidah/5:33-34).</p>
<p>Para ulama sepakat bahwa pencopet, perampok dan perampas harta orang lain meskipun kejahatannya berat dan dosa besar tapi hukumannya bukan potong tangan. Dan diperbolehkan (bagi pemimpin neraka) dalam rangka menghentikan kejahatan mereka menerapkan untuk mereka hukuman cambuk, sanksi berat, penjara lama, dan denda besar yang membuat mereka jera.<a title="" href="#_ftn10">[10]</a></p>
<p align="left">Artikel <a href="http://www.salafiyunpad.wordpress.com/">www.salafiyunpad.wordpress.com</a> disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 03 Tahun XIV<strong><em></em></strong></p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a>. Lihat <em>Tafsîr al-Wasîth, al-Wahidi an-Naisaburi</em>, 3/ 421.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a> . Shahîh diriwayatkan Imam Abu Daud dalam <em>Sunannya, </em>no.<em>  </em>3580, Imam at-Tirmidzi dalam <em>Sunannya</em>, no. 1337 dan Imam Ibnu Mâjah dalam <em>Sunannya</em> , no. 2313.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref3">[3]</a> Lihat <em>Tafsir Ibnu Abu H</em><em>â</em><em>tim</em>, 5/ 1684.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref4">[4]</a> . Shahih diriwayatkan Imam Ahmad (10588, 9249, 8835 dan 8427) dan lihat <em>Shahîhul Jâmi’</em> no. 2812</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref5">[5]</a> <em>Shahih</em> diriwayatkan Imam Ahmad dalam <em>Musnadnya</em> (5/ 38), Imam Abu Daud dalam <em>Sunannya</em> (4902), Imam at-Tirmidzi dalam <em>Sunannya</em> (2511) dan beliau berkata, &#8220;Hadits ini <em>Hasan Shahih</em>.&#8221; Imam Ibnu Mâjah dalam <em>Sunannya</em> (4211) dan al-Hâkim dalam <em>Mustadraknya</em> (3359) dan beliau t menshahihkan sedang Imam adz-Dzahabi menyetujuinya.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref6">[6]</a> Lihat Shahihul Jami’ no: 3667.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref7">[7]</a> Shahih diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya (4234) dan Imam Muslim dalam Shahihnya (115</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref8">[8]</a> Shahih diriwayatkan Imam at-Tirmidzi dalam Sunannya (614I dan Imam ad-Darimi dalam Sunannya (2674).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref9">[9]</a><em> </em>Maksudnya Ialah: memotong tangan kanan dan kaki kiri; dan kalau melakukan lagi maka dipotong tangan kiri dan kaki kanan</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref10">[10]</a> Lihat <em>Mulakhkhash al-Fiqhi</em>, Syaikh Fauzân, 2/551.</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/akhlak-adab/'>akhlak - adab</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/category/nasihat/'>Nasihat</a> Tagged: <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/bahaya-korupsi/'>bahaya korupsi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/budaya-korupsi/'>budaya korupsi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/kkn/'>KKN</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/korupsi/'>korupsi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/korupsi-birokrasi/'>korupsi birokrasi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/koruptor/'>koruptor</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/pejabat-korupsi/'>pejabat korupsi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/sebab-korupsi/'>sebab korupsi</a>, <a href='http://salafiyunpad.wordpress.com/tag/suap/'>suap</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/11292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/11292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/11292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/11292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/salafiyunpad.wordpress.com/11292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/salafiyunpad.wordpress.com/11292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/salafiyunpad.wordpress.com/11292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/salafiyunpad.wordpress.com/11292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/11292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/11292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/11292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/11292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/11292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/11292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&#038;blog=1695789&#038;post=11292&#038;subd=salafiyunpad&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/09/29/budaya-korupsi-meracuni-birokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:thumbnail url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/korupsi-birokrasi.jpg?w=150" />
		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/korupsi-birokrasi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">BILA BUDAYA KORUPSI MERACUNI BIROKRASI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">admin salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2011/09/korupsi-birokrasi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BILA BUDAYA KORUPSI MERACUNI BIROKRASI</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
