<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aboe Zayd el-Posowy</title>
	<atom:link href="http://salafiyunpad.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	<description>Indahnya Hidup di Atas Manhaj Salaf</description>
	<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 00:43:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>BERITA DUKA: Wafatnya Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad An-Najmi -rahimahulloh</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/25/berita-duka-wafatnya-asy-syaikh-ahmad-bin-yahya-bin-muhammad-an-najmi-rahimahulloh/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/25/berita-duka-wafatnya-asy-syaikh-ahmad-bin-yahya-bin-muhammad-an-najmi-rahimahulloh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 00:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=390</guid>
		<description><![CDATA[Telah datang pada kami khabar bahwa Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad An-Najmi salah seorang ulama ahlussunnah pengibar bendera sunnah, telah wafat pada hari rabu sore, 23 Juli 2008. Semoga Alloh subhanahu wa ta&#8217;ala merahmatinya dan mengumpulkan dirinya kepada orang-orang yang dikasihi Robb jalla wa&#8217;ala. Diriwayatkan Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash, katanya: Aku mendengar Rasulullah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Telah datang pada kami khabar bahwa Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad An-Najmi salah seorang ulama ahlussunnah pengibar bendera sunnah, telah wafat pada hari rabu sore, 23 Juli 2008. Semoga Alloh subhanahu wa ta&#8217;ala merahmatinya dan mengumpulkan dirinya kepada orang-orang yang dikasihi Robb jalla wa&#8217;ala. Diriwayatkan Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash, katanya: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673).</p>
<p>Semoga Allah meridhoi beliau&#8230;</p>
<p>Berikut ini biografi tentang Syaikh Ahmad bin Yahya an-najmi -rahimahullah-<span id="more-390"></span></p>
<p><strong>Asy-Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad An-Najmi Mufti Daerah Jizaan</strong></p>
<p><span class="print-sub">Penulis: Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi bin Ali Al-Madkhali</span></p>
<p><span class="print-normal"> Kedudukan ulama rabbani sangatlah tinggi dalam Dien yang mulia ini. Allah Ta&#8217;ala telah mengangkat derajat mereka dan memuji mereka dalam Tanzil-Nya. Demikian pula pujian datang lewat lisan Rasul-Nya dalam mutiara-mutiara hikmah yang beliau tuturkan. Dan tidak ada yang tahu kadar ulama dan memuliakannya sesuai dengan apa yang berhak mereka dapatkan kecuali orang-orang yang mulia. Karena itu, sepantasnyalah bagi orang yang ingin mendapatkan kemuliaan untuk mengagungkan mereka lewat lisan dan tulisan, tidak melanggar kehormatan mereka dan tidak merendahkan mereka.<br />
Kedudukan ulama rabbani sangatlah tinggi dalam Dien yang mulia ini. Allah Ta&#8217;ala telah mengangkat derajat mereka dan memuji mereka dalam Tanzil-Nya. Demikian pula pujian datang lewat lisan Rasul-Nya dalam mutiara-mutiara hikmah yang beliau tuturkan. Dan tidak ada yang tahu kadar ulama dan memuliakannya sesuai dengan apa yang berhak mereka dapatkan kecuali orang-orang yang mulia. Karena itu, sepantasnyalah bagi orang yang ingin mendapatkan kemuliaan untuk mengagungkan mereka lewat lisan dan tulisan, tidak melanggar kehormatan mereka dan tidak merendahkan mereka. Telah datang ayat-ayat Qur`an, hadits-hadits nabawiyah dan atsar-atsar pilihan yang berisi larangan dari perbuatan tersebut. Satu dari ulama rabbani yang memiliki hak untuk kita muliakan adalah As-Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi, seorang alim yang sekarang menjadi mufti di daerah Jizaan. Salah seorang murid beliau, As-Syaikh Muhammad bin Hadi bin Ali Al-Madkhali menuturkan secara ringkas cerita hidup beliau sebagaimana dinukilkan dalam Ibrah kali ini. Semoga semangat ilmiah dan amaliyah beliau dapat menjadi ibrah bagi kita.</span></p>
<p>NAMA DAN NASAB BELIAU</p>
<p>Beliau adalah Asy-Syaikh Al-Fadlil Al-Allamah, Al-Muhaddits, Al-Musnad, Al-Faqih, mufti daerah Jizaan, pembawa bendera sunnah dan hadits di sana. As-Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad bin Syabir An-Najmi dari keluarga Syabir dari Bani Hummad, salah satu kabilah yang terkenal di daerah Jizaan.</p>
<p>Terlahir di Najamiyah pada tanggal 26 Syawwal 1346 hijriyah, beliau tumbuh dalam asuhan dua orang tua yang shalih. Keduanya bahkan bernadzar untuk Allah dalam urusan putranya ini, yaitu mereka berdua tidak akan membebani Ahmad An-Najmi kecil dengan satu pun dari pekerjaan dunia. Dan sungguh Allah telah merealisasikan apa yang diinginkan pasangan hamba-Nya ini.</p>
<p>Ayah dan ibu yang shalih ini menjaga beliau dengan sebaik-baiknya, sampai-sampai keduanya tidak meninggalkan beliau bermain bersama anak-anak yang lain. Ketika mencapai usia tamyiz, ayah dan ibu yang mulia ini memasukkan beliau ke tempat belajar yang ada di kampungnya. Di sini beliau belajar membaca dan menulis. Demikian pula membaca Al-Qur`an, beliau pelajari di sini sampai tiga kali sebelum kedatangan As-Syaikh Abdullah Al-Qar&#8217;aawii rahimahullah pada tahun 1358 hijriyah.</p>
<p>Pertama kali beliau membaca Al-Qur`an di bawah bimbingan As-Syaikh Abduh bin Muhammad Aqil An-Najmi tahun 1355 hijriyah. Kemudian beliau membacanya di hadapan As-Syaikh Yahya Faqih Absi -seorang yang berpemahaman Asy&#8217;ari- yang semula merupakan penduduk Yaman lalu datang dan bermukim di Najamiyah. Tahun 1358, As-Syaikh Ahmad An-Najmi masih belajar pada orang ini. Ketika datang As-Syaikh Abdullah Al-Qar&#8217;aawii terjadi perdebatan antara keduanya (antara As-Syaikh Yahya Faqih Absi dan As-Syaikh Al-Qar&#8217;aawii) dalam masalah istiwa. Dan Allah Ta&#8217;ala berkehendak untuk memenangkan Al-Haq hingga As-Syaikh Yahya yang Asy&#8217;ari ini kalah dan pada akhirnya meninggalkan Najamiyah.</p>
<p>SEKITAR KISAH BELIAU DALAM BELAJAR ILMU</p>
<p>Pada tahun 1359, setelah perginya guru beliau yang berpemahaman Asy&#8217;ari, As-Syaikh Ahmad An-Najmi bersama kedua paman beliau, As-Syaikh Hasan dan As-Syaikh Husein bin Muhammad An-Najmi sering menjumpai As-Syaikh Abdullah Al-Qar&#8217;aawi di kota Shaamithah. Kemudian pada tahun berikutnya beliau masuk ke Madrasah As-Salafiyah. Dan pada kali ini beliau membaca Al-Qur`an dengan perintah As-Syaikh Abdullah Al-Qar&#8217;aawii rahimahullah di hadapan As-Syaikh Utsman bin Utsman Hamli rahimahullah. Beliau menghafal Tuhfatul Athfal, Hidayatul Mustafid, Ats-Tsalatsatul Ushul, Al-Arba&#8217;in An-Nawawiyah dan Al-Hisab. Beliau juga memantapkan pelajaran khath.</p>
<p>Di Madrasah As-Salafiyah, As-Syaikh Ahmad An-Najmi yang masih belia ini duduk di majlis yang ditetapkan oleh As-Syaikh Al-Qar&#8217;aawii sampai murid-murid kecil pulang ke rumah masing-masing setelah shalat dhuhur. Namun As-Syaikh Ahmad An-Najmi tidak ikut pulang bersama mereka. Beliau malah ikut masuk ke halaqah yang diperuntukkan bagi orang dewasa / murid-murid senior yang diajari langsung oleh As-Syaikh Al-Qar&#8217;aawii. Beliau duduk bersama mereka dari mulai selesai shalat dhuhur sampai datang waktu Isya. Setelah itu baru beliau kembali bersama kedua paman beliau ke kediamannya.</p>
<p>Hal demikian berlangsung sampai empat bulan hingga akhirnya As-Syaikh Al-Qar&#8217;aawii mengijinkan beliau untuk bergabung dengan halaqah kibaar ini. Di hadapan As-Syaikh Al-Qar&#8217;aawii beliau membaca kitab Ar-Rahabiyah dalam ilmu Fara&#8217;id, Al-Aajurumiyah dalam ilmu Nahwu, Kitabut Tauhid, Bulughul Maram, Al-Baiquniyah, Nukhbatul Fikr dan syarahnya Nuzhatun Nadhar, Mukhtasharaat fis Sirah, Tashriful Ghazii, Al-&#8217;Awaamil fin Nahwi Mi&#8217;ah, Al-Waraqaat dalam Ushul Fiqih, Al-Aqidah Ath-Thahawiyah dengan syarah / penjelasan dari As-Syaikh Abdullah Al-Qar&#8217;aawii sebelum mereka diajarkan Syarah Ibnu Abil &#8216;Izzi terhadap Aqidah Thahawiyah ini. Beliau juga mempelajari beberapa hal dari kitab Al-Alfiyah karya Ibnu Malik, Ad-Durarul Bahiyah dengan syarahnya Ad-Daraaril Mudliyah dalam fiqih karya Al-Imam Syaukani rahimahullah. Dan masih banyak lagi kitab lainnya yang beliau pelajari, baik kitab tersebut dipelajari secara kontinyu -sebagaimana kitab-kitab yang disebutkan di atas- maupun kitab-kitab yang digunakan sebagai perluasan wawasan dari beberapa risalah-risalah dan kitab-kitab kecil dan kitab-kitab yang dijadikan rujukan ketika diadakan pembahasan ilmiyah seperti Nailul Authar, Zaadul Ma&#8217;aad, Nurul Yaqin, Al-Muwatha&#8217; dan kitab-kitab induk (Al-Ummahat).</p>
<p>Pada tahun 1362 hijriyah, As-Syaikh Abdullah Al-Qar&#8217;aawii mengajarkan di halaqah kibar ini kitab-kitab induk yang ada di perpustakaan beliau seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Daud, Sunan Nasa&#8217;i dan Muwaththa&#8217; Imam Malik. Mereka yang membacakan kitab-kitab tersebut di hadapan beliau. Namun mereka tidak sampai menyelesaikan kitab-kitab tersebut karena mereka harus berpisah satu dengan lainnya disebabkan paceklik yang menimpa.</p>
<p>Dan dengan keutamaan dari Allah, pada tahun 1364 mereka dapat kembali ke tempat belajar mereka dan melanjutkan apa yang semula mereka tinggalkan. As-Syaikh Abdullah kemudian memberi izin kepada As-Syaikh Ahmad An-Najmi untuk meriwayatkan kitab induk yang enam (Al-Ummahat As-Sitt).</p>
<p>Waktu berjalan hingga sampai pada tahun 1369. Beliau berkesempatan untuk belajar kitab Ishlahul Mujtama&#8217; dan kitab Al-Irsyad ila Ma&#8217;rifatil Ahkam karya As-Syaikh Abdurrahman bin Sa&#8217;di rahimahullah dalam masalah fiqih yang disusun dalam bentuk tanya jawab. Dua kitab ini beliau pelajari dari As-Syaikh Ibrahim bin Muhammad Al-&#8217;Amuudi rahimahullah seorang qadli daerah Shaamith pada waktu itu. Beliau berkesempatan pula untuk belajar Nahwu pada As-Syaikh Ali bin Syaikh Utsman Ziyaad Ash-Shomaalii dengan perintah As-Syaikh Abdullah Al-Qar&#8217;aawii rahimahullah dengan membahas kitab Al-&#8217;Awwamil fin Nahwi Mi&#8217;ah dan kitab-kitab lainnya.</p>
<p>Tahun 1384, beliau hadir dalam halaqah Syaikh Al-Imam Al-&#8217;Allamah Mufti negeri Saudi Arabia As-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alus Syaikh rahimahullah selama hampir dua bulan untuk mempelajari tafsir dalam hal ini Tafsir Ibnu Jarir Ath-Thabari dengan pembaca kitab Abdul Aziz Asy-Syalhuub. Pada tahun yang sama beliau juga hadir dalam halaqah Syaikh Al-Imam Al-&#8217;Allamah As-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah selama kurang lebih satu setengah bulan guna mempelajari Shahih Bukhari. Majelis yang terakhir ini diadakan antara waktu Maghrib dan Isya&#8217;.</p>
<p>GURU-GURU BELIAU</p>
<p>Syaikh Ahmad An-Najmi memiliki beberapa orang guru sebagaimana bisa dibaca pada keterangan di atas. Guru-guru beliau adalah:</p>
<p>1) As-Syaikh Ibrahim bin Muhammad Al-&#8217;Amuudi, seorang qadli di daerah Shaamithah pada zamannya.</p>
<p>2) As-Syaikh Hafidh bin Ahmad Al-Hakami</p>
<p>3) As-Syaikh Al-Allamah Ad-Da&#8217;iyah Al-Mujaddid di daerah selatan kerajaan Saudi Arabia Abdullah Al-Qar&#8217;aawii, beliau adalah guru yang paling banyak memberikan faedah kepada As-Syaikh Ahmad An-Najmi.</p>
<p>4) As-Syaikh Abduh bin Muhammad Aqil An-Najmi</p>
<p>5) As-Syaikh Utsman bin Utsman Hamli</p>
<p>6) As-Syaikh Ali bin Syaikh Utsman Ziyaad Ash-Shomaali</p>
<p>7) As-Syaikh Al-Imam Al-Allamah Mufti negeri Saudi Arabia yang dahulu, Muhammad bin Ibrahim Alus Syaikh.</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> As-Syaikh Yahya Faqih Absi Al-Yamani</p>
<p>MURID-MURID BELIAU</p>
<p>As-Syaikh Ahmad An-Najmi hafidhahullah memiliki murid yang sangat banyak, seandainya ada yang mencoba menghitungnya niscaya ia membutuhkan ribuan lembaran kertas. Namun di sini cukup disebutkan tiga orang saja yang ketiganya masyhur dalam bidang keilmuan. Mereka adalah:</p>
<p>1) As-Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits penolong Sunnah, As-Syaikh Rabi&#8217; bin Hadi Al-Madkhali.</p>
<p>2) As-Syaikh Al-Allamah Al-Faqih Zaid bin Muhammad Hadi Al-Madkhali.</p>
<p>3) As-Syaikh Al-Alim Al-Fadlil Ali bin Nashir Al-Faqiihi.</p>
<p>KECERDASAN BELIAU</p>
<p>Allah Ta&#8217;ala menganugerahkan kepada beliau kecerdasan yang tinggi sekali. Berikut ini kisah yang menunjukkan kecerdasan dan kemampuan menghafal beliau sejak kecil -semoga Allah menjaga beliau-:</p>
<p>Berkata As-Syaikh Umar bin Ahmad Jaradii Al-Madkhali -semoga Allah memberi taufik kepada beliau-: &#8220;Tatkala As-Syaikh Ahmad An-Najmi hadir bersama kedua pamannya Hasan dan Husein An-Najmi di Madrasah As-Salafiyah di Shaamithah, tahun 1359 hijriyah, umur beliau saat itu 13 tahun namun beliau mampu mendengarkan dan memahami pelajaran-pelajaran yang disampaikan oleh As-Syaikh Abdullah Al-Qar&#8217;aawii kepada murid-murid seniornya. Dan beliau benar-benar menghafal pelajaran-pelajaran tersebut.&#8221;</p>
<p>Aku katakan (yakni As-Syaikh Muhammad bin Hadi bin Ali Al-Madkhali): &#8220;Inilah yang menyebabkan As-Syaikh Abdullah Al-Qar&#8217;aawii menggabungkannya pada halaqah kibaar yang beliau tangani sendiri pengajarannya. Beliau melihat bagaimana kepandaiannya, kecepatan hafalannya dan kecerdasannya.&#8221;</p>
<p>KESIBUKAN BELIAU DALAM MENYEBARKAN ILMU</p>
<p>As-Syaikh Ahmad An-Najmi menyibukkan dirinya dengan mengajar di madrasah-madrasah milik gurunya As-Syaikh Al-Qar&#8217;aawii rahimahullah semata-mata karena mengaharapkan pahala. Pada tahun 1367 hijriyah beliau mengajar di kampungnya An-Najamiyah. Lima tahun kemudian (tahun 1372) beliau pindah ke tempat yang bernama Abu Sabilah di Hurrats. Di sana beliau menjadi imam dan guru. Pada tahun berikutnya ketika dibuka Ma&#8217;had Ilmi di Shaamithah, beliau menjadi guru di sana sampai tahun 1384 hijriyah. Saat itu beliau memutuskan untuk safar ke Madinah guna mengajar di Jami&#8217;ah Al-Islamiyah di sana, namun ternyata beliau mendapat tugas yang lain sehingga beliau harus kembali ke daerah Jaazaan. Di sini Allah menghendaki agar beliau menjadi seorang penasehat dan pemberi bimbingan, dan beliau menjalankan tugas beliau dengan sebaik-baiknya.</p>
<p>Tahun 1387, beliau mengajar di Ma&#8217;had Ilmi di kota Jazaan sesuai dengan permintaan beliau. Pada awal pengajaran tahun 1389 beliau kembali mengajar di Ma&#8217;had Shaamithah dan beliau tinggal di sana sebagai guru hingga tahun 1410.</p>
<p>Sejak saat itu sampai ditulisnya biografi ini, beliau menyibukkan diri dengan mengajar di rumahnya dan di masjid yang berdekatan dengan rumah beliau serta di masjid-masjid lain dengan tetap menjalankan tugas beliau sebagai mufti.</p>
<p>Beliau -hafidhahullah- dengan semua aktifitas ilmiahnya telah menjalankan wasiat gurunya untuk terus mengajar dan menjaga / memperhatikan para pelajar, khususnya pelajar asing dan mereka yang terputus bekal / nafkahnya dalam penuntutan ilmu. Dan kita dapatkan beliau -semoga Allah menjaganya- memiliki kesabaran yang menakjubkan. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan atas apa yang telah dia berikan kepada kita.</p>
<p>Dengan wasiat As-Syaikh Al-Qar&#8217;aawii juga, beliau terus melakukan pembahasan ilmiyah dan mengambil faedah, khususnya dalam ilmu hadits dan fiqih serta ushul ilmu hadits dan ushul fiqih, hingga beliau mencapai keutamaan dengannya melebihi teman-temannya. Semoga Allah memberkahi umur beliau dan ilmu beliau, dan semoga Allah memberi manfaat dengan kesungguhan beliau.</p>
<p>KARYA ILMIAH BELIAU</p>
<p>Beliau banyak memiliki karya-karya tulis ilmiah, sebagiannya sudah dicetak dan sebagian lagi belum dicetak. Semoga Allah memudahkan dicetaknya seluruh karya beliau agar kemanfaatannya tersampaikan pada ummat. Di antara karya beliau:</p>
<p>1) Awdlahul Irsyad fir Rad &#8216;ala Man Abaahal Mamnuu&#8217; minaz Ziyaarah</p>
<p>2) Ta&#8217;sisul Ahkam Syarah Umdatul Ahkam, telah dicetak dari karya ini satu juz yang kecil / tipis sekali.</p>
<p>3) Tanzihusy Syari&#8217;ah &#8216;an Ibaahatil Aghaanil Khali&#8217;ah.</p>
<p>4) Risalatul Irsyaad ila Bayanil Haq fi Hukmil Jihaad.</p>
<p>5) Risalah fi Hukmil Jahri bil Basmalah</p>
<p>6) Fathur Rabbil Waduud fil Fatawa war Ruduud.</p>
<p>7) Al-Mawridul &#8216;Udzbuz Zalaal fiimaa Intaqada &#8216;ala Ba&#8217;dlil Manaahijid Da&#8217;wiyah minal &#8216;Aqaaid wal A&#8217;maal.</p>
<p>Dan masih banyak lagi dari tulisan-tulisan beliau yang bermanfaat yang beliau persembahkan untuk kaum muslimin, semoga Allah membalas beliau dengan sebaik-baik pahala dan semoga Allah menjadikannya bermanfaat bagi Islam dan muslimin.</p>
<p>Demikian akhir biografi beliau yang dapat kami haturkan pada para pembaca, walhamdulillah ***</p>
<p>(Diterjemahkan secara ringkas oleh Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari dari mukaddimah kitab Al-Mawridul &#8216;Udzbuz Zalaal fiimaa Intaqada &#8216;ala Ba&#8217;dlil Manaahijid Da&#8217;wiyah minal &#8216;Aqaaid wal A&#8217;maal, hal 3-10 <span class="print-normal">http://salafy.iwebland.com/baca.php?id=42</span><span class="print-normal">).</span></p>
<p>Sumber info: <a href="http://www.audiosalaf.com/" target="_blank">http://www.audiosalaf.com/</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/390/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/390/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/390/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/390/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/390/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=390&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/25/berita-duka-wafatnya-asy-syaikh-ahmad-bin-yahya-bin-muhammad-an-najmi-rahimahulloh/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOWNLOAD MP3: AQIDAH SYI&#8217;AH (3) - Ust. Abdul Hakim</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/24/download-mp3-aqidah-syiah-3-ust-abdul-hakim/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/24/download-mp3-aqidah-syiah-3-ust-abdul-hakim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 14:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Silakan unduh kajian tentang AQIDAH SYI’AH (3) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat.
semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan menyebarkan file kajian ini, dengan syarat BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIL!
Silakan download AQIDAH SYI&#8217;AH bagian ketiga di sini
File download MP3 Aqidah Syi’ah bagian kedua via Salafishare klik di sini
Sedangkan untuk download MP3 Aqidah Syi’ah bagian pertama klik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Silakan unduh kajian tentang AQIDAH SYI’AH (3) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat.</p>
<p>semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan menyebarkan file kajian ini, dengan syarat BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIL!<span id="more-385"></span></p>
<p>Silakan download AQIDAH SYI&#8217;AH bagian ketiga <a href="http://www.salafishare.com/id/187LX5IURM1X/03.%20Ust.%20Abd.%20Hakim-Aqidah%20Syiah%2003.MP3" target="_blank">di sini</a></p>
<p>File download MP3 Aqidah Syi’ah bagian kedua via Salafishare klik <a href="http://www.salafishare.com/id/18TKDJ3LJ5SV/02.%20Ust.%20Abd.%20Hakim-Aqidah%20Syiah%2002.MP3" target="_blank">di sini</a></p>
<p>Sedangkan untuk download MP3 Aqidah Syi’ah bagian pertama klik <a href="http://www.salafishare.com/id/18PD0XS3EH2U/01.%20Ust.%20Abd%20Hakim-Aqidah%20Syiah%2001.MP3" target="_blank">di sini</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/385/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/385/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/385/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/385/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/385/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=385&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/24/download-mp3-aqidah-syiah-3-ust-abdul-hakim/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALHAMDULILLAH, RADIO As-SUNNAH CIREBON RAMAIKAN DAKWAH ONLINE</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/24/alhamdulillah-radio-as-sunnah-cirebon-ramaikan-dakwah-online/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/24/alhamdulillah-radio-as-sunnah-cirebon-ramaikan-dakwah-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 14:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Link Salafy]]></category>

		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Radio Assunnah FM sebagai radio dakwah mempunyai keunggulan dan perbedaan terhadap radio lain, hal yang mendasar adalah program siaran yang menitikberatkan pada dakwah Islam. Hal ini cukup beralasan, karena penduduk Indonesia pada umumnya serta Cirebon pada khususnya mayoritas beragama Islam, sehingga sangat tepat sekali diadakannya radio dakwah Islam yang mana Assunnah FM senantiasa menyiarkan program [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Radio Assunnah FM sebagai radio dakwah mempunyai keunggulan dan perbedaan terhadap radio lain, hal yang mendasar adalah program siaran yang menitikberatkan pada dakwah Islam. Hal ini cukup beralasan, karena penduduk Indonesia pada umumnya serta Cirebon pada khususnya mayoritas beragama Islam, sehingga sangat tepat sekali diadakannya radio dakwah Islam yang mana Assunnah FM senantiasa menyiarkan program dakwah Islam yang berlandaskan pada dua sumber hukum Islam yang tidak ada pertentangan diantara sesama kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.</span></span></p>
<p><span id="more-383"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Banyaknya radio yang mengudara di Indonesia , serta menyajikan bermacam-macam hiburan ke ruang dengar para pendengar, dengan tayangan hiburan yang hampir sama, membuat kami dari PT. Radio Dakwah Assunnah Al Islamiyah memberikan hiburan yang tidak kalah menariknya dengan beberapa radio yang ada di Indonesia. Karena yang namanya hiburan bukan berarti musik dan cerita saja. Namun hiburan adalah segala sesuatu yang dapat menyenangkan serta menghibur orang-orang yang sedang menikmatinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Untuk itu kami dari PT. Radio Dakwah Assunnah Al Islamiyah berusaha memberikan hiburan yang belum disajikan oleh radio-radio lain keruang dengar para pendengarnya, dan adapun hiburan-hiburan yang telah kami sajikan serta mendapat respon yang sangat bagus dari para pendengar di seluruh dunia yang kami namakan hiburan Qurani adalah sebagai berikut : </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">1. Alqur’an by request ( semua umur)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">2. Hadist n Do’a by Request ( semua umur)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">3. Tadarrus bi Talifun ( anak-anak)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">4. Variasi Murottal bersama para Imam masjid di Timur tengah (semua umur)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Empat <span> </span>point di atas merupakan program unggulan Assunnah FM , terbukti dengan sms dan telepon yang masuk ke studio sangat banyak sekali dari Cirebon dan sekitarnya .</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seperti halnya dengan radio lain, para pendengar yang berinterkasi dengan radio tersebut meminta/request lagu/musik dengan judul lagu dan artis, lalu mengirimkan atensi atau bertanya, atau berinteraksi dengan radio tersebut, dengan demikian pendengar yang menelepon dan yang mendengar merasa terhibur dengan diputarkannya request lagu oleh penyiar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Begitu juga dengan radio Assunnah FM, sebagai radio Dakwah Islam yang professional, dan didengar kaum muslimin di Cirebon dan sekitarnya sangat terhibur dengan program-program yang kami luncurkan. Mereka menelpon ke Assunnah FM, mengirimkan sms dan email untuk mengirimkan atensi salam, memberikan opini dan sebagainya, dan mereka juga meminta memutarkan Alquran, Hadist, Do’a yang telah kami siapkan di studio ( sama seperti song by request yang diusung oleh radio yang lain), namun kami mempunyai kelebihan tersendiri, selain terhibur, para penelpon dan pendengar juga sekaligus menentramkan dan mendapatkan tambahan ilmu Agama dan Ibadah dengan mendengarkan Alquran, Hadist dan Do’a, sehingga selain terhibur, mereka juga sekalian menuntut ilmu agama. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Demikian hiburan yang dimaksud oleh Assunnah FM, dan hiburan ini sangat digemari oleh pendengar dan tidak ada mengenal batasan waktu kejenuhan, dan bisa didengarkan oleh semua umur ( anak-anak, dewasa, remaja dan orang tua).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><a href="http://www.radioassunnah.com" target="_blank">http://www.radioassunnah.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/383/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/383/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/383/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/383/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/383/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=383&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/24/alhamdulillah-radio-as-sunnah-cirebon-ramaikan-dakwah-online/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SYAIKH ALI BIN HASAN AL-HALABI BERBICARA TENTANG JAMA’AH TABLIGH!! (2)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/syaikh-ali-bin-hasan-al-halabi-berbicara-tentang-jama%e2%80%99ah-tabligh-2/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/syaikh-ali-bin-hasan-al-halabi-berbicara-tentang-jama%e2%80%99ah-tabligh-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 09:25:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=380</guid>
		<description><![CDATA[Penterjemah: Ustadz Abu Abdillah Arief Budiman bin Usman Rozali, Lc.
JAMA&#8217;AH TABLIGH TERBIASA MENGAMALKAN HADITS-HADITS DHA&#8217;IF DAN PALSU
Kini, kita kembali ke penukilan Syaikh Muqbil perkataan murid beliau Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Washaabi. Beliau berkata:
يَعْمَلُوْنَ بِالأَحَادِيْثِ الضَّعِيْفَةِ، بَلْ وَالْمَوْضُوْعَةِ وَمَا لاَ أَصْلَ لَهُ.
&#8220;Mereka (Jama&#8217;atut Tabliigh) mengamalkan hadits-hadits dha&#8217;if, bahkan hadits-hadits palsu dan yang tidak ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penterjemah: Ustadz Abu Abdillah Arief Budiman bin Usman Rozali, Lc.</p>
<p><strong>J</strong><strong>AMA&#8217;AH TABLIGH TERBIASA MENGAMALKAN HADITS-HADITS DHA&#8217;IF DAN PALSU</strong></p>
<p>Kini, kita kembali ke penukilan Syaikh Muqbil perkataan murid beliau Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Washaabi. Beliau berkata:<br />
يَعْمَلُوْنَ بِالأَحَادِيْثِ الضَّعِيْفَةِ، بَلْ وَالْمَوْضُوْعَةِ وَمَا لاَ أَصْلَ لَهُ.<br />
&#8220;Mereka (Jama&#8217;atut Tabliigh) mengamalkan hadits-hadits dha&#8217;if, bahkan hadits-hadits palsu dan yang tidak ada asal-usulnya sama sekali&#8221;.<span id="more-380"></span><br />
Hal ini, salah satu hal berbahaya yang dimiliki oleh Jama&#8217;atut Tabliigh. Mereka meriwayatkan segala hadits atau khabar yang ada, walaupun tanpa kendali dan tali kekang (maksudnya; tanpa sanad, Pent). Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:<br />
((مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ)).<br />
&#8220;Barangsiapa yang berkata atasku apa-apa yang tidak pernah aku katakan, maka tempatkanlah tempat duduknya di neraka&#8221;.[1]<br />
Dan dalam hadits yang lain:<br />
((مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ)).<br />
&#8220;Barangsiapa yang berdusta atasku dengan sengaja, maka tempatkanlah tempat duduknya di neraka&#8221;.[2]<br />
Dan dalam hadits yang ketiga, beliau bersabda:<br />
((إِنَّ كَذِباً عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ، فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ)).<br />
&#8220;Sesungguhnya kedustaan atasku tidak seperti kedustaan atas orang lain. Maka barangsiapa yang berdusta atasku dengan sengaja, tempatkanlah tempat duduknya di neraka&#8221;.[3]<br />
Dan dalam hadits yang keempat, beliau bersabda:<br />
((مَنْ حَدَّثَ عَنِّيْ بِحَدِيْثٍ يُرَى أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ)).<br />
&#8220;Barangsiapa yang mengatakan sebuah hadits dariku, dia mengira/menyangka hadits tersebut dusta, maka ia salah satu di antara dua pendusta&#8221;.[4]<br />
(يُرَى) artinya (يُظَنُّ), yaitu &#8220;diperkirakan&#8221;. Maka, perhatikanlah! Sekedar menyangka/mengira saja (sudah dianggap dusta)! Apalagi orang yang jahil (tidah tahu-menahu) terhadap hadits tersebut! Orang yang berkata: &#8220;Saya belum yakin, apakah hadits ini shahih atau tidak shahih?&#8221;. Hanya sekedar mengira-ngira saja, dan belum pasti dalam mengetahui apakah hadits tersebut shahih atau tidak shahih, hal ini telah memasukkan pelakunya ke dalam golongan orang-orang yang tertuduh berdusta atas Nabi n.<br />
	Oleh karena itu, Al Imam Ibnu Hibban rahimahullah menyebutkan hadits ini dalam muqaddimah kitabnya Al Majruuhiin dan muqaddimah kitab Ash Shahih-nya, beliau berkata: &#8220;Maka, orang yang ragu-ragu terhadap apa yang diriwayatkannya, sama seperti orang yang berdusta atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam&#8221;.<br />
	Dan Jama&#8217;atut Tabliigh, dalam hal ini mereka memiliki keajabian-keajaiban dan keanehan-keanehan yang luar biasa. Hadits yang mereka sebutkan, jika seandainya pun shahih, mereka tidak bisa mengucapkan lafazh-nya dan tidak memahami maknanya dengan baik dan benar. Dan hadits yang tidak shahih, berupa hadits dha&#8217;if, dha&#8217;iifun jiddan (lemah sekali), maudhuu&#8217;, dan yang tidak ada asal-usulnya sama sekali; pada mereka banyak sekali. Dan saya, bersama mereka dalam hal ini memiliki beberapa kisah dan khabar.<br />
	Suatu saat, salah seorang di  antara mereka (Jama&#8217;atut Tabliigh) menyebutkan sebuah hadits yang tidak ada asal-usulnya sama sekali. Maka, saya katakan kepadanya: &#8220;Hadits ini tidak ada asal-usulnya!&#8221;. Dia pun -dengan kebodohannya- menjawab: &#8220;Akan tetapi hadits dha&#8217;if boleh digunakan dalam fadhaa-ilul a&#8217;maal (keutamaan-keutamaan dalam beramal, Pent)&#8221;. Lihatlah! Dia berkata &#8220;Haditsnya dha&#8217;if…&#8221;. Padahal saya katakan -tadi- &#8220;Tidak ada asal-usulnya…&#8221;! Yakni; hadits tersebut dusta/palsu!<br />
Dia tidak bisa membedakan. Dia mengira bahwa kalimat &#8220;Haditsnya dha&#8217;if…&#8221; itu berlaku pula pada hadits palsu, hadits yang tidak ada asal-usulnya sama sekali, dan yang lemah sekali. Dia tidak mengetahui bahwa syarat pertama dari sekian syarat bolehnya berdalil dengan hadits dha&#8217;if adalah tidak boleh terlalu parah ke-dha&#8217;if-annya.<br />
	Pada saat yang lain, salah seorang di antara mereka membaca hadits dari kitab Riyaadhush Shaalihiin. Dan kalian tahu bahwa kitab Riyaadhush Shaalihiin, tulisan (pada hadits-haditsnya) ber-harakat sempurna, sepertinya -tentu dengan perbedaan- mushaf Al Qur&#8217;an. Dia membacanya dengan tanpa kaidah sama sekali. Yang marfuu&#8217; (ber-harakat dhammah) dia baca manshuub (ber-harakat fat-hah), yang manshuub dibaca majruur (ber-harakat kasrah), dan begitu seterusnya dari bacaannya yang penuh dengan keajaiban dan keanehan. Sampai akhirnya ia sampai pada penyebutan sebuah hadits. Saya masih tetap diam memperhatikan. Ia pun menyebutkan hadits[5] dan berkata:<br />
((اَلْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّيْ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِيْ مَصْلاَهُ&#8230;)).<br />
&#8220;Para malaikat akan bershalawat mendoakan kebaikan kepada salah seorang di antara kalian selama ia berada di MASHLAAHU…&#8221;.<br />
Sedangkan, (seharusnya) lafazh hadits tersebut adalah: ((&#8230;فِيْ مُصَلاَّهُ&#8230;)), &#8220;fii MUSHALLAAHU&#8221;. Yakni; di tempat shalatnya/masjidnya.<br />
Kalian tahu perbedaan arti MASHLAA (مَصْلَى) dan MUSHALLAA (مُصَلَّى)?!<br />
Apa arti AL MASHLAA (المَصْلَى)?<br />
AL MASHLAA (المَصْلَى) artinya BAITUN NAAR (بَيْتُ النَّارِ), yakni: &#8220;Rumah api&#8221;, atau &#8220;Tempat pembakaran&#8221;. Itulah makna AL MASHLAA (المَصْلَى) secara bahasa!<br />
Maka, saya pun tidak bisa diam lagi melainkan harus berteriak: &#8220;Wahai Saudaraku! Mushallaahu… bukan Mashlaahu!&#8221;. Dengan suara yang keras.<br />
Akhirnya, setelah shalat ia menghampiri saya dan beralasan: &#8220;Demi Allah, sebenarnya saya sedang sakit…&#8221;. Saya pun berkata: &#8221; Wahai Saudaraku! Kamu sakit? Mengapa tadi duduk di depan (berceramah)? Jangan duduk di sana! Berdusta atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam?&#8221;.[6]<br />
	Al Imam Ibnu Hibban rahimahullah telah menukilkan dalam muqaddimah kitab-nya Raudhatul &#8220;Uqalaa&#8217;, beliau berkata: &#8220;Orang yang salah/keliru dalam membaca hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sama seperti orang yang berdusta atasnya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengucapkan hadits dengan keliru/salah&#8221;. Apa yang dimaksud dengan salah/keliru dalam pembacaan hadits? Yakni; ia merubah i&#8217;raab-nya (struktur bahasa) dan susunan katanya.<br />
Lihatlah! Rasulullah berkata &#8220;fii Mushallaahu&#8221;, sedangkan dia berkata &#8220;fii Mashlaahu&#8221;.<br />
	Sesungguhnya, saya masih banyak memiliki pengalaman bermacam-macam bersama mereka. Sampai dalam masalah akidah sekalipun (mereka memiliki keanehan dan keajaiban). Dan tidak mengapa jika saya sebutkan lagi satu pengalaman saya bersama sebagian ikhwah saya, di salah satu masjid yang imam-nya salah seorang dari  mereka (Jama&#8217;atut Tabliigh). Kawan-kawan kami seperti biasa sering melakukan diskusi bersama imam masjid tersebut. Namun, ia pun sering menghindar dari kawan-kawan kami itu, dan tidak mau duduk-duduk bersama mereka.<br />
Sampai akhirnya datanglah sekelompok Jama&#8217;atut Tabliigh dari Pakistan ke masjid tersebut. Sang imam pun termotivasi dengan kedatangan mereka. Hingga akhirnya ia sendiri yang mendatangi sekelompok kawan-kawan kami para pemuda salafiyyiin seraya berkata: &#8220;Saya adalah seorang &#8216;alim dari para ulama dakwah&#8221;.<br />
Kemudian, datanglah seorang dari kawan kami dan berkata: &#8220;Saya ingin bertanya sebuah pertanyaan saja&#8221;.<br />
Sang imam pun menjawab: &#8220;Silahkan&#8221;.<br />
Pemuda tadi melanjutkan dan berkata: &#8220;Di manakah Allah?&#8221;.<br />
Sang imam terhenyak sejenak, ia melihat-lihat dan terdiam. Lalu tiba-tiba menjawab: &#8220;Silahkan kamu tanya kepada para masyayikh (ulama) negeri kalian!&#8221;.<br />
Pemuda itu pun langsung berkata: &#8220;Apakah Allah di negeri kalian berbeda dengan Allah di negeri kami?!&#8221;.<br />
Allah Maha Esa… Allah itu satu! Allah berfirman (yang artinya):<br />
&#8220;Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?&#8221;. (QS. Al Mulk, 67:16).<br />
	Lihatlah kebodohan mereka! Kedunguan mereka! Sungguh amat disesalkan dan memalukan!</p>
<p>-Bersambung insya Allah-</p>
<p>Catatan kaki:<br />
[1] HR Al Bukhari (1/52 no. 109), dan lain-lain, dari Salamah bin Al &#8216;Akwa&#8217; radhiallahu ‘anhu.<br />
[2] HR Al Bukhari (1/52 no. 110), Muslim (1/10 no. 3), dan lain-lain, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu.<br />
[3] HR Al Bukhari (1/434 no. 1229), Muslim (1/10 no. 4), dan lain-lain, dari Al Mughiirah bin Syu&#8217;bah radhiallahu ‘anhu.<br />
[4] HR Muslim dalam Muqaddimah Shahih-nya (1/8), dari Al Mughiirah bin Syu&#8217;bah radhiallahu ‘anhu.<br />
[5] HR Al Bukhari (1/171 no. 434), Muslim (1/459 no. 649), dan lain-lain, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu. Dan lafazh hadits di atas dalam Shahih Al Bukhari.<br />
[6] Lagipula, apa hubungan penyakitnya dengan kesalahan dalam membaca harakat pada hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di atas? Sungguh sebuah alasan yang zhahir-nya diada-adakan dan tidak tepat pula. Wallahul Musta&#8217;aan. (Pent).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/380/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/380/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=380&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/syaikh-ali-bin-hasan-al-halabi-berbicara-tentang-jama%e2%80%99ah-tabligh-2/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAHAYA SYI’AH (Sebuah Realita)*</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/bahaya-syi%e2%80%99ah-sebuah-realita/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/bahaya-syi%e2%80%99ah-sebuah-realita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 09:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Firqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[ Oleh Al-Ustadz Abu Asma Kholid bin Syamhudi, Lc
Pengantar
Dewasa ini kebidahan telah merebak didalam tubuh kaum muslimin sedemikian hebatnya sehingga banyak kaum muslimin yang tidak mengerti bahaya kebidahan padahal kebidahan tersebut dapat merusak mereka dan merusak keutuhan dan persatuan keum muslimin bahkan banyak Negara islam yang hancur lantarannya seperti daulah bani Umayah yang jatuh disebabkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> Oleh Al-Ustadz Abu Asma Kholid bin Syamhudi, Lc</p>
<p>Pengantar<br />
Dewasa ini kebidahan telah merebak didalam tubuh kaum muslimin sedemikian hebatnya sehingga banyak kaum muslimin yang tidak mengerti bahaya kebidahan padahal kebidahan tersebut dapat merusak mereka dan merusak keutuhan dan persatuan keum muslimin bahkan banyak Negara islam yang hancur lantarannya seperti daulah bani Umayah yang jatuh disebabkan kebidahan Ja’d bin  Dirham (Jahmiyah) lihatlah pernyataan Syeikhil Islam Ibnu Taimiyah ketika mengomentari sejarah keruntuhan bani Umayah: “sesungguhnya daulah bani Umayah hancur disebabkan oleh Ja’ad Al Mu’athil”[1] dan berkata :”jika muncul kebidahan-kebidahan yang menyelisihi Rasululloh maka Allah akan akan membalas (dengan kejelekan) pada orang yang menyelisihi Rasul dan memberi kemenangan kepada yang lainnya”[2]. Dan dalam tempat yang lain beliau berkata: “maka iman kepada Rasul dan Jihad membela agamanya adalah sebab kebaikan dunia dan akhirat dan sebaliknya kebidahan dan penyimpangan agama serta penyelisihan terhadap sunnah Rasululloh n adalah sebab kejelekan dunia dan akhirat”.[3]<span id="more-378"></span></p>
<p>Bahaya Syiah terhadap kaum muslimin merupakan satu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh setiap muslim lebih-lebih yang telah meneliti dan membaca sejarah mereka sejak masa awal pertumbuhan dan perkembangannya sampai saat ini, rentang waktu yang cukup panjang dengan segala peristiwa berdarah yang telah menumpahkan darah ribuan bahkan jutaan kaum muslimin.<br />
Mengenal dan meneliti bahaya dan implikasi syiah merupakan pembahasan yang cukup luas dan panjang lagi penting agar setiap muslim dapat mengambil pelajaran kemudian tidak terperosok dalam satu lubang berkali-kali apalagi dimasa sekarang mereka telah berusaha dengan segala sarana dan prasarana yang mereka miliki untuk menyebarkan dakwah mereka diseluruh peloksok dunia dengan perlahan-lahan namun pasti yang pada akhirnya mereka akan menampakkan hakikatnya bila telah mencapai apa yang menjadi tujuan mereka. Oleh sebab itu memahamkan masyarakat Islam tentang bahaya mereka dalam ideology, politik, ekonomi dan sosial kaum muslimin saat ini merupakan hal yang mendesak karena besarnya bahaya syiah terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat dan Negara Islam, apalagi di Indonesia yang kebanyakan kaum muslimin belum mengenal siapa mereka dan bagaimana bahaya mereka terhadap kaum muslimin ditambah lagi dengan munculnya nama-nama baru perwujudan dari syiah ini seperti IJABI (Ikatan Jamaah Ahlil Bait Indonesia)[4] yang telah mulai menancapkan kuku-kuku beracunnya kedalam tubuh kaum muslimin dengan tameng kecintaan ahlil bait. Mudah-mudahan dengan pembahasan ini dapat memberikan peringatan kepada segenap kaum muslimin dan menjadi teguran kepada sebagian kaum muslimin yang mencoba menganggap syiah sebagai kawan dan sahabat dan menganggap mereka tidak membahayakan dan merugikan kaum muslimin.</p>
<p>Bahaya Syiah terhadap Ideologi dan Pemikiran Kaum Muslimin.<br />
Bahaya mereka dalam bidang ini banyak sekali, diantaranya:<br />
1. memasukkan kesyirikan kedalam masyarakat Islam bahkan sebagian Ahlil Ilmu menetapkan mereka sebagai orang yang pertama membuat kesyirikan dan penyembahan kubur pada umat Islam.<br />
Hal ini terjadi lantaran sikap ekstrim mereka dalam mencintai para imam syiah sehingga membawa mereka kepada sikap ekstrim terhadap kuburan dan membuat-buat riwayat-riwayat yang dijadikan oleh mereka sebagai dasar amalan tersebut.<br />
Syeikhil Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam Ar Rodd Alal Akhnaa’iy hal.47 : orang pertama yang memalsukan hadits-hadits pembolehan bepergian untuk menziarohi keramat-keramat yang ada diatas kuburan adalah ahlil bidah dari kalangan Rafidhoh (Syiah) dan yang sejenisnya dari orang-orang yang meninggalkan masjid dan mengagungkan tempat keramat yang ada padanya kesyirikan, kedustaan dan kebidahan terhadap Agama Islam yang tidak ada padanya hujjah dari Allah l , karena Al kitab dan As Sunnah hanya menyebutkan ibadah dimasjid-masjid dan tidak di tempat-tempat keramat..<br />
Sekarang tempat-tempat keramat dan tempat-tempat ziaroh syiah menjadi tempat kesyirikan dan paganis, dan ini dapat dilihat di negeri-negeri Syiah seperti Iran demikian juga buku-buku mereka memperbolehkan bahkan menyeru kepada kesyirikan tersebut.<br />
Syeikh Musa Jaarullah berkata setelah menziarohi negara Iran dan Irak dan tinggal disana beberapa bulan bahwa dia telah melihat tempat-tempat keramat dan kuburan-kuburan ditempat mereka disembah<br />
Syeikh Abul Hasan Annadwiy berkata tentang bangunan keramat dikuburan Ali Ar Ridho dalam makalahnya Min Nahri Kaabul Ila Nahri Al Yarmuuk hal 93 majalah Al I’tishom, tahun (41) edisi ke-3 setelah menziarohi Iran : setiap orang asing yang menziarohi keramat Ali Ar Ridho akan merasa seakan-akan didalam masjid Al haram, dia mendengar teriakan, tangisan dan desis ratapan, dipenuhi oleh laki-laki dan perempuan , dihiasi dengan hiasan-hiasan yang megah yang dibuat dengan harta benda yang sangat banyak sekali.[5]<br />
Imam Al Aluusiy pengarang kitab At Tuhfah Al Itsba Asyariyah menyatakan bahwa mereka (kaum syiah) selalu ekstrim menyembah dan menthowafi kuburan para imam mereka bahkan sampai sholat menghadapnya tidak menghadap Ka’bah dan masih banyak lagi yang lainnya yang pernah dilakukan oleh kaum musyrikin terhadap berhala mereka.[6]<br />
Kemudian beliau berkata: jika ada padamu keraguan tentang hal itu silahkan pergi ke sebagian keramat-keramat mereka agar kamu melihat kenyataan ini dengan kedua matamu.[7]<br />
Inilah persaksian mereka yang telah melihat langsung keadaan mereka akan tetapI anat disayangkan musibah dan bencana ini akhirnya terbawa dan masuk kenegeri-negeri Islam dan menjadi kebiasaan sebagian kaum muslimin sehingga merusak aqidah dan ideology mereka.<br />
2. merusak agama Islam dan menyesatkan kaum muslimin<br />
Demikianlah pemikiran syiah dengan segala keanehan dan kesesatannya terus didakwahkan dan disebarkan dengan segala sarana yang mereka miliki untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang yang akan mengikutinya dan semakin banyak orang yang meninggalkan agama Islam yang Shohih dengan segala propokasi para syeikh mereka yang selalu berusaha memperbanyak jumlah pengikut mereka. Propokasi ini didasarkan diatas kedustaan dan penipuan yang mereka pakai dalam menipu pengikut mereka dan orang-orang awam dari kaum muslimin diantaranya adalah slogan tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syiah dan pernyataan mereka bahwa keganjilan ajaran syiah sesungguhnya ada dasarnya di dalam riwayat-riwayat ahli sunnah.<br />
Tidak diragukan lagi dakwah dan penyebaran aqidah Syiah dan propokasi yang berisi ketetapan syiah merupakan bagian dari Islam adalah salah satu sebab penting dalam usaha merusak dan menyesatkan kaum muslimin apalagi sekarang ada Negara ayatullah di Iran yang mereka jadikan sarana untuk menghadapi kemunculan dan kebangkitan Islam karena munculnya Negara yang merusak citra keindahan dan kesempurnaan Islam dan memberi gambaran yang berlawanan dengan keinginan dan kebangkitan Islam yang sejati akan menghapus dan mengendorkan semangat dan keinginan untuk bangkit mendirikan kekhilafahan yang berdasarkan kepada Al Quran dan Assunnah di dada para pemuda Islam, hal ini telah dimanfaatkan oleh para penjajah (kolonialis) dan mereka sangat bergembira dan memperhatikan kemunculan pemikiran dan ajaran-ajaran kebidahan melalui orang-orang yang dinamakan Orientalis yang memiliki kedudukan seperti penasehat bagi kementrian luar negeri mereka dan mereka tidak pernah lupa dengan sejarah mereka terhadap kaum muslimin.<br />
Bagaimanapun juga munculnya Syiah dengan ajaran-ajaran anehnya tanpa diragukan lagi menghambat manusia untuk berjalan dijalan Allah dan menyesatkan kaum muslimin dari agamanya yang lurus..<br />
3. penyebab munculnya golongan zindiq<br />
Syeikhil Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan dasar kesesatan Ismailiyah dan Nusairiyah dan sekte-sekte lainnya dari orang-orang mulhid dan zindiq adalah pembenaran berita dan riwayata dusta rafidhoh Syiah yang mereka paparkan dalam menafsirkan Al Quran dan hadits, beliau berkata: para pemimpin Ubaidiyiin (bani ubaid) hanya menegakkan dasar dakwahnya dengan kedustaan-kedustaan yang dibuat-buat oleh kaum Rafidhoh agar pengikut syiah yang sesat dapat menerimanya kemudian orang-orang tersebut berpindah dari mencela para sahabat kepada mencela Ali kemudian mencela Allah, oleh karena itu Ajaran Syiah Rafidhoh adalah pintu dan jalan yang paling menghantar kepada kekufuran dan penyimpangan.[8] Bahkan Syeikh Muhibuddib Al khothib mencatat bahwa tasayu’ (ajaran Syiah) menjadi satu faktor pendukung tersebarnya ajaran komunis dan bahaiyah di Iran.[9]<br />
4. berusaha menyesatkan kaum muslimin dengan merusak sunnah Rasululloh n .<br />
Ini merupakan usaha yang mereka lakukan untuk menyesatkan kaum muslimin sehingga untuk itu mereka masuk kekalangan ahlil hadits dan setelah itu memasukkan riwayat-riwayat palsu mereka sehingga banyak para ulama Islam yang terkecoh dengannya akan tetapi Alhamdulillah Allah tidak membiarkan begitu saja bahkan membangkitkan para imam ahlil hadits untuk membongkar makar busuk mereka itu. Syeikh As Suwaidiy berkata : sebagian Ulama mereka bergelut dengan ilmu hadits , mendengar hadits-hadits dari para ahli tsiqat dari ahli sunnah serta menghapal sanad-sanad periwayatan ahli sunnah yang sohih lalu menghiasi diri dengan ketakwaan dan wara’ sehingga mereka diakui termasuk kalangan ahli hadits kemudian mereka meriwayatkan hadits-hadits yang shohih dan hasan dan memasukkan hadits-hadits palsu mereka.[10]<br />
Al Alusiy menyatakan bahwa diantara mereka itu adalah Jaabir Al Ju’fiy,[11] bahkan Ibnul Qayim menjelaskan bahwa Syiah telah memalsukan hadits tentang Ali dan ahlil bait sebanyak lebih dari 3000 hadits.[12]<br />
Bahaya Syiah terhadap Kaum Muslimin dalam Bidang Politik.<br />
Syiah seperti telah ditandaskan dalam kitab-kitab pokok mereka tidak meyakini keabsahan negera apapun juga di dunia Islam kecuali kekhilafahan Ali bin Abi Tholib dan anaknya Al Hasan dan menganggap kholifah di dunia Islam ini adalah Thoghut dan negaranya tidak sah sebagaimana dalam riwayat-riwayat mereka: setiap panji yang ditegakkan sebelum bangkit imam yang ditunggu-tunggu kebangkitannya, maka pelakunya adalah thoghut.<br />
Oleh Karena itu jadilah syiah tempat yang mapan bagi musuh-musuh Islam dan orang-orang yang berkonspirasi menghancurkan Islam sampai sekarang dan itu terbukti dengan pengakuan dari mereka seperti duta besar Rusia di Iran Kanyaz Dakurki yang mengambil nama samaran Syeikh Isa sebagaimana dijelaskan oleh majalah yang diterbitkan kementrian rusia tahun 1924-1925, demikian juga Jendral berkebangsaan Inggris Juaifir Alikhaan dllnya.<br />
Syeikhil Islam menyatakan: kebanyakan penganut agama Syiah tidak beriman kepada Islam akan tetapi menampakkan diri sebagai orang Syiah karena dangkal dan bodohnya akal Syiah untuk mengantarkan mereka kepada tujuan-tujuan kepentingan mereka. (minhajus Sunnah 2/48 )<br />
Orang yang mengerti sejarah Islam akan berpendapat para pengaku Syiah ternyata adalah musuh yang paling berbahaya yang menyerang negara Islam, karena mereka itu secara lahiriyah adalah muslimin akan tetapi dibathinnya menyimpan kekufuran dan permusuhan yang besar sekali terhadap Islam, sehingga Syiekhil Islam Ibnu Taimiyah berkata: sesungguhnya asal setiap fitnah dan bencana adalah Syiah dan orang yang mengikuti mereka dan kebanyakan pedang yang menumpahkan darah kaum muslimin adalah dari mereka dan pada mereka bersembunyi para zindiq.[13] Dan karena mereka menganggap kaum muslimin lebih kufur dari yahudi dan nashroni sehingga mereka bersama mereka bahu membahu dalam menghancurkan umat Islam , syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: sungguh kami dan kaum muslimin telah melihat apabila kaum muslimin diserang musuh kafir maka Syiah bersama mereka menghadapi kaum muslimin.[14]<br />
Lihatlah kisah masuknya Hulaghu Khan (raja Tartar mongol) ke negeri Syam tahun 658 H dimana kaum Syiah menjadi penolong dan pembantu mereka yang paling besar dalam menghancurkan Negara Islam dan menegakkan Negara mereka, dan ini telah diketahui dengan jelas dalam buku-buku sejarah khususnya di Iraq dimana menteri kholifah waktu itu yang bernama Ibnul Alqaamiy dan kaum Syiah menjadi pembantu Hulaghu Khan dalam menaklukkan Iraq dan menumpahkan darah kaum muslimin yang tidak terhitung jumlahnya. Ringkas kejadiannya Ibnul Alqaamiy adalah seorang menteri pada kholifah bani Abasiyah yang bernama Al Mu’tashim seorang Ahli Sunnah akan tetapi dia lengah dan tidak memperhatikan bahaya Syiah sehingga mengangkat seorang syiah sebagai menterinya padahal menterinya ini telah merencanakan maker busuk dalam rangka menghancurkan negaranya dan kaum muslimin serta menegakkan Negara Syiah, ketika mendapat jabatan tinggi tersebut maka dia memanfaatkannya untuk merealisasikan makarnya menghancurkan Negara Islam dengan melakukan tiga marhalah:<br />
Pertama: melemahkan tentara muslimin dengan menghapus gaji dan bantuan kepada para tentara dan mengurangi jumlahnya. Ibnu Katsir berkata: menteri Ibnul Alqaamiy berusaha keras untuk menyingkirkan para tentara dan menghapus namanya dari dewan kerajaan. Pada akhir masa pemerintahan Al Muntashir[15] tentara kaum muslimin mendekati jumlah seratus ribu tentara… dan dia terus berusaha menguranginya sehingga tidak tinggal kecuali sepuluh ribu orang tentara saja.[16]<br />
Kedua : menghubungi Tartar, Ibnu Katsir memaparkan bahwa dia menghubungi Tartar dan memotivasi mereka untuk merebut wilayah Islam serta mempermudah mereka untuk itu lalu dia menceritakan keadaan yang sesungguhnya dan menceritakan kelemahan-kelemahan para tokoh pemimpin Islam.[17]<br />
Ketiga: melarang orang memerangi Tartar dan menipu Kholifah dan masyarakat Islam, Ibnul Alqoomiy melarang orang untuk memerangi Tartar dan menipu Kholifah dan para penasehatnya dengan mengatakan bahwa Tartar tidak ingin perang akan tetapi ingin membuat perjanjian damai dengan mereka dan meminta Kholifah untuk menyambut mereka untuk kemudian berdamai dengan memberi separuh hasil pemasukan negeri Iraq untuk tartar dan separuhnya untuk Kholifah.  lalu kholifah berangkat bersama tujuh ratus orang dari para hakim, ahli fiqih, amir-amir dan pembantu-pembantunya… lalu dengan tipu daya ini terbunuhlah kholifah dan orang yang bersamanya dari para panglima tentara dan prajurit pilihannya tanpa susah payah dari Tartar. Sedang orang-orang Syiah lainnya menasehati Hulaghu Khan untuk tidak menerima perdamaian kholifah dengan mengatakanbahwa kalau terjadi perdamaianpun tidak akan bertahan kecuali setahun atau dua tahu saja kemudian kembali seperti sebelumnya dan memotivasi Hulaghu khan untuk membunuh Kholifah, dan dikisahkan yang menyuruh membunuh Kholifah adalah Ibnul Alqaamiy dan Nushair Ath Thusiy.[18] Kemudian mereka masuk kenegeri Iraq dan membunuhi semua orang yang dapat dibunuh daru kalangan laki-laki, perempuan, anak-anak, orang jompo dan tidak ada yang lolos kecuali ahli dzimmah dari kalangan Nashroni dan Yahudi serta orang-orang yang berlindung kepada mereka dan ke rumah Ibnul Alqaamiy.[19]<br />
Terbunuh dalam peristiwa tragis tersebut lebih dari belasan juta orang dan belum ada dalam sejarah Islam bencana seperti bencana yang ditimbulkan orang tartar mongol, mereka membunuhi orang-orang bani haasyim, menawan para wanita Abasyiyah dan selain Abasyiyah. Lalu apakah ada orang yang  berloyalitas kepada ahli bait Rasululloh n lalu memudahkan kaum Kafir untuk membunuh dan menawan mereka dabn kaum muslimin?[20]<br />
Lihatlah dan renungkanlah kejadian besar ini dan ambillah pelajaran wahai Ahli Sunnah dalam melakukan pendekatan terhadap mereka.!!!!.[21]<br />
Bahaya Syiah dalam bidang Sosial.<br />
Orang syiah yang hidup bersama kaum muslimin selalu menyembunyikan hakikatnya dan selalu menggunakan tipu daya, khianat dan berbuat jahat cukuplah pernyataan Syeikh Islam ibnu Taimiyah tentang mereka menjadi saksi akan hal tersebut sejak dahulu kala dan dapat dirasakan dizaman kita ini, berkata syeikhil Islam: adapun Rafidhoh (Syiah), mereka tidak berinteraksi social dengan orang lain kecuali menggunakan kenifakan karena agama yang ada dihatinya adalah agama yang rusak yang membawanya untuk berdusta, khianat, menipu dan berbuat jahat terhadap orang sehingga dia melakukan kejahatan apa saja.[22] Ini persaksian seorang tokoh Sunniy, mungkin ada yang mengatakan: itukan hanya tuduhan belaka! Tanpa bukti  Akan tetapi jika kita melihat kembali kekitab-kitab rujukan mereka didapatkan pemaparan beliau ini pas. Lihatlah  dalam kitab Rijal Al Kisysyiy ada kisah seorang Syiah kepada imamnya bagaiman dia membunuh sejumlah orang yang menyelisihinya, ia berkata: diantara mereka ada yang saya naik kea tap rumahnya dengan tangga dan saya bunuh, ada yang saya ajak keluar di malam hari, ketika dia keluar pintu langsung saya bunuh, ada yang saya temani dalam perjalannya,lalu ketika bersendirian saya bunuh.[23]<br />
Syeikh Syiah yang bernama Ni’matullah Al Jazaairiy bercerita tentang menteri Ar Rasyid yang bernama Ali bin Yaqthiin, dia di penjara bersama sejumlah orang yang menyelisihinya (dalam madzhab) lalu dia memerintahkan para budaknya untuk merobohkan atap penjara tempat mereka lalu merekamati seluruhnya dan jumlah mereka waktu itu lima ratus orang, kemudian dia ingin mengelak dari tuntutan darah mereka lalu dia mengutus orang ke Imam Maulana Al kaadzim dan sang imam membalas dengan menulis jawabannya: seandainya engkau telah memberitahukan saya sebelum membunuh mereka maka kamu lolos dari tuntutan darah tersebut dan ketika kamu tidak memberitahukan saya terlebih dahulu maka bayarlah sebagaia tebusannya satu kambing untuk setiap orang dan seekor kambing itu lebih baik daripada mereka.[24]<br />
Lihatlah bagaimana mereka tinggal hidup ditengah-tengah kaum muslimin, bagaimana imam mereka menyetujui pembunuhan limaratus orang hanya seedar mereka bukanlah orang syiah dan hanya memerintahkan membayar satu kambing perorang lantaran tidak izin dahulu kepada imam mereka dan jika sudah izin kepada imam mereka atau wakilnya yaitu para faaqiih maka bias berbuat semaunya.<br />
Kemudian tokoh Syiah ini berkomentar tentang kisah tersebut: lihatlah tebusan yang rendah ini yang tidak sampai menyamai tebusan (diyat) adik mereka yaitu anjing buruan karena diyatnya (tebusan) dua puluh dirham dan tidak pula diyat (tebusan) kakak mereka yaitu orang Yahudi atau Majusi karena diyatnya (tebusannya) delapan ratus dirham.[25]<br />
Sejarah membuktikan bahwa mereka banyak menyulut fitnah dikalangan kaum muslimin karena mereka berani mencela dan melecehkan para sahabat dalam setiap pertemuan tahunan mereka, dan kalau kita melihat sejarah terjadinya pertumpahan darah antara Syiah dengan Ahlis Sunnah yang pertama di Baghdad adalah tahun 238 H kemudian berlanjut fitnah-fitnah yang telah benyak memakan korban dari kalangan kaum muslimin.<br />
Diantara bahaya Syiah terhadap tatanan social masyarakat Islam adalah pembolehan nikah Mutah yaitu kesepakatan rahasia untuk melakukan hubungan suami Istri kepada wanita yang tel;ah sepakat dengannya walaupun dari kalangan pekerja seks komersil (WTS) atau wanita yang masih bersuami, lihat pendapatnya Ath Thusiy, ia berkata: tidak mengapa bermutah dengan wanita fajiroh,[26] dan khumainiy juga berfatwa bilehnya bermutah dengan pezinah.[27] Oleh karena itu mereka mungkin bersepakat untuk sehari, dua hari atau sekali dan dua kali.<br />
Al Aluusy berkata: barang siapa yang melihat keadaan orang-orang Syiah sekarang dalam masalah Mutah tidak butuh dalam menghukum mereka berzina keada bukti-bukti karena seorang wanita berzina dengan dua puluh laki-laki dalam satu hari satu malam dan mengatakan bahwa dia berbuat mutah. Dan tersedia buat mereka lokalisasi-lokalisasi untuk Mutah yang berpajangan disana para wanita dan mereka memiliki mucikari-mucikari yang menghubungkan laki-laki dengan para wanita atau para wanita dengan para laki-laki sehingga mereka memilih yang mereka senangi dan memberikan upahnya dan menarik para wanita tersebut kepada laknat Allah.[28]<br />
Bukankah ini semua merupakan bahaya yang sangat besar, ambillah pelajaran wahai ulil abshor.<br />
Bahaya Syiah dalam Bidang Ekonomi<br />
Demikian pula syiah memiliki pengaruh jelek dalam bidang ekonomi bagi kaum muslimin hal ini dan ini cukup jelas kalau di pandang darti bahaya mereka dalam bidang-bidnag yang lain, sebab kerusakan politik, ideology dan pemikiran serta tatanan social amat berpengaruh dalam bidang ekonomi, lihatlah fitnah-fitnah yang mereka timbulkan banyak menghabiskan harta benda, nyawa dan waktu sehingga memberikan kesempatan yang luas bagi musuh-musuh Islam menghancurkan ekonomi dan budaya kaum muslimin apalagi dipandang dari sudut aqidah mereka yang menganggap harta dan jiwa kaum muslimin yang bertentangan dengan mereka adalah harta yang boleh dirampas dan diambil dengan dakwaan yang dusta bahwa hal itu adalah hak ahlil bait padahal harta-harta tersebut dipergunakan untuk merealisasikan keinginan-keinginan khusus mereka dan untuk menjalankan makar dan tipu daya mereka dalam menghadapi umat Islam .<br />
Dr Ali Assaalus berkata: dari kenyataan madzhab ja’fariyah pada saat-saat ini kita dapatkan orang yang ingin berhaji harus menghitung jumlah hartanya semua kemudian membayar seperlima harga hartanya untuk diserahkan kepada para ahli fiqih yang berfatwa kewajiban khumus dan yang tidak membayarnya tidak dibolehkan haji dengan demikian para ahli fiqih Syiah tersebut telah menghalalakan pengambilan harta dengan kebatilan.[29]<br />
Berkata Syeikhil Islam : adapaun pendapat rafidhoh bahwa Khumus hasil pendapatan kaum muslimin diambil dari mewreka dan di bayarkan kepada orang yang mereka anggab sebagai pengganti imam yang maksum atau kepada yang lainnya adalah pendapat yang tidak pernah dikatakan oleh seorang sahabatpun dan tidak juga Ali dan yang lainnyadan juga tidak dikatakan oleh seorang tabiin dan dari kerabat bani hasyim atau yang lainnya. Semua penukilan dari Ali atau Ulama ahlil bait seperti Al Hasan, Al Husein, Ali bin Al Husein, Abu Ja’far Al baaqir, Ja’far bin Muhamad adalah kedustaan karena itu menyelisihi riwayata yang mutawatir dari sejarah Ali bin Abi Tholib karena beliau memerintah kaum muslimin selama empat tahun dan belum pernah mengambil dari kaum muslimin sedikitpun hartanya bahkan tidak ada dimasa pemerintahannya pembagian khumus sama sekali. Adapun kaum muslimin tidak diambil khumus hartanya oleh beliau atau orang lain dan kaum kufarlah yang kapan dirampas dari harta mereka diambil seperlimanay dengan dasar Alkitab dan Assunnah akan tetapi dizaman beliau kaum muslimin tidak melakukan peperangan dengan kaum kufar disebabkan adanay perselisihan diantar mereka dari fitnah dan perpecahan. Demikian juga telah diketahui secara pasti bahwa Nabi n  tidak pernah mengambil khumus harta kaum muslimin dan tidak juga meminta dari seorang muslimpun khumus hartanya..[30]<br />
Demikianlah mereka mengambil khumus dalam rangka untuk memenuhi kepentingan dan keinginan ulama-ulama mereka dan inilah selintas tentang bahaya Syiah yang telah menjadi satu kenyataan dan bukan untuk menjelaskan keseluruhannya dan cukuplah kitab-kitab para ulama Islam telah menjelaskan semuanya dan kita hanya dituntut unruk membaca kembali dan berhati-hati dari mereka dan gerakannya.<br />
Mudah-mudahan Allah l menjaga kita dari mereka dan menunjuki kita kejalan yang lurus.</p>
<p>*(disarikan Oleh Abu Asma Kholid bin Syamhudi dari kitab Ushul Madzhab Syiah Itsna Asyariyah karya Dr. Nashir bin Abdillah Al Qifaariy dengan penambahan dari kitab-kitab Syeikhil Islam Ibnu Taimiyah dan yang lainnya)</p>
<p>[1] Lihat majmu’ fatawa 13/182<br />
[2] ibid 13/177<br />
 [3] ibid 13/179<br />
[4] Nama ini juga dikenal dalam istilah internasional dengan Jam’iyah Ahlil Bait ,yang menunjukkan bahwa gerakan ini bersifat internasional dan bukan hanya nasional saja dan sebenarnya mereka tidak pantas dijadikan sebagai jamaah ahlil bait karena mereka telah mencela para Istri Rasululloh n yang merupakan ahli baitnya beliau, maka berhati-hatilah !!!<br />
[5] Lihat lebih detail lagi dalam kitab Ushul Madzhab Syiah Al Itsna Asyarah hal 1071-1072<br />
[6] Mukhtashor At  Tuhfah Al Itsna Asyarah hal.300<br />
[7] ibid<br />
[8] Minhajus Sunnah 4/3<br />
[9] lihat Al Khuthuth Al Aridhoh hal. 44-45.<br />
[10] Dinukil oleh penulis Ushul Madzshab Syiah Itsna Asyara dari Naqdhi Aqaaidi Syiah, lihat Ushul Madzhab hal 1194.<br />
[11] Suyuf Al Musyriqah hal 50.<br />
[12] Lihat kitab Manaarul Muniif. Hal 116.<br />
[13] Minhajus Sunnah 3/243<br />
[14] ibid 4/110.<br />
[15] Kholifah sebelum Al Mu’tashim<br />
[16] Al Bidayah Wan Nihaayah 13/202.<br />
[17] Ibid<br />
[18] Lihat kisah lengkapnya di Al Bidayah Wan Nihayah 13/201.<br />
[19] Al Bidayah Wannihayah 13/201-202.<br />
[20] Lihat Minhajus Sunnah 3/38.<br />
[21] Dan masih banyak kisah-kisah lainnya seperti kisah daulah shofawiyah dan lain-lain yang sangat penjang sekali untuk diceritakan dalam kesempatan yang sempit ini.<br />
[22] Minhajus Sunnah 3/260.<br />
[23] Rijal Al Kisyi hal 342-343 (dinukil dari Ushul Madzhab Syiah hal 1232)<br />
[24] Al Anwaar An Nu’maniyah 2/308<br />
[25] ibid<br />
[26] An Niyaahah hal.490<br />
[27] Tahriril Wasilah 2/292<br />
[28] Dinukil dari Ushul Madzhab Syiah hal 1235-1236.<br />
[29] Atsar Al Imamah fil Fiqh Ja’fari hal. 391.<br />
[30] Minhajus Sunnah 3/154</p>
<p>Sumber: Majalah As-Sunnah</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/378/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/378/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=378&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/bahaya-syi%e2%80%99ah-sebuah-realita/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UNTAIAN NASIHAT SYAIKH IBRAHIM AR-RUHAILY (6)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/untaian-nasihat-syaikh-ibrahim-ar-ruhaily-6/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/untaian-nasihat-syaikh-ibrahim-ar-ruhaily-6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 09:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Penerjemah: Arief Budiman Abu Abdillah, Lc.
Adapun, jika orang yang berbuat salah ini bukan dari kalangan kita (yang bermanhaj Ahlussunnah wal Jama’ah), ditambah lagi hal lainnya, -yakni; ia banyak memiliki kekeliruan, kesalahan, bahkan kebatilan-, dan bagaimanapun ia menisbahkan dirinya kepada manhaj salaf dan dakwah salafiyah. Atau bahkan ia mengaku seorang Salafi, namun ia terkenal banyak memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Penerjemah: Arief Budiman Abu Abdillah, Lc.</strong></p>
<p>Adapun, jika orang yang berbuat salah ini bukan dari kalangan kita (yang bermanhaj Ahlussunnah wal Jama’ah), ditambah lagi hal lainnya, -yakni; ia banyak memiliki kekeliruan, kesalahan, bahkan kebatilan-, dan bagaimanapun ia menisbahkan dirinya kepada manhaj salaf dan dakwah salafiyah. Atau bahkan ia mengaku seorang Salafi, namun ia terkenal banyak memiliki kekeliruan dan kesalahan, terlebih lagi dikenal sangat mudah melontarkan kata-kata seenaknya tanpa bayyinah (bukti dan keterangan yang benar dan nyata), orang ini -betapapun dan bagaimanapun ia mengaku sebagai seorang Salafi- tidak boleh bagi kita untuk mengarahkan orang-orang awam untuk menghadiri majelis ilmunya! Karena kita khawatir jika orang-orang awam kaum muslimin terfitnah dengannya, atau bahkan agama mereka terancam bahaya dengan sebab dakwah orang semacam ini!<span id="more-376"></span><br />
Dengan demikian, kita telah berbuat adil dan seimbang dalam menilai dan menghukumi permasalahan ini.<br />
Jadi, kewajiban para penuntut ilmu adalah bersatu di atas kitabullah dan sunnatun Nabi  (baca: al Qur’an dan as Sunnah, Pent), saling memberikan nasehat antar sesama mereka, dan saling menerima nasehat yang diberikan oleh sebagian mereka kepada sebagian yang lain. Karena sesungguhnya, orang yang memberi nasehat berarti ia mencintai saudaranya yang ia nasehati. Bukan sebaliknya (yakni; bukan berarti membencinya). Dan orang yang berakal akan paham bahwa tatkala saudaranya memberikan nasehat kepadanya, berarti ia masih dicintai olehnya, dan bukan dibenci.<br />
Sehingga, siapakah an Nashih? an Nashih (orang yang memberikan nasehat) adalah orang yang mencintai saudaranya (agar mendapatkan kebaikan).<br />
Dan nasehat, sama sekali tidak mengandung makna menyebarkan aib dan mencela orang yang dinasehati. Bahkan nasehat, terkandung di dalamnya makna mencintai (yakni; mencintai saudaranya agar mendapatkan kebaikan sebagaimana ia telah medapatkan kebaikan tersebut, Pent).<br />
Dari sini, maka apabila terjadi sebuah kesalahan yang dilakukan seorang dari saudara-saudara kita, kita tidak boleh langsung menyebarluaskan kesalahannya. Tapi, yang harus kita lakukan adalah segera menghubunginya, lalu menjelaskan kepadanya perkara yang sebenarnya -jika memang ia benar-benar berbuat salah-. Kemudian kita memohon kepadanya agar rujuk dari kesalahannya, dan kembali kepada kebenaran. Hendaknya pula, kita berusaha menasehatinya dengan tidak terang-terangan (yakni; dengan cara rahasia dan sembunyi-sembunyi).<br />
Dan sebelum kita melakukan semua ini, hendaknya kita benar-benar ta-tsabbut (mencari kebenaran) dari orang yang tertuduh berbuat salah tersebut secara langsung. Karena, jika kita hanya mendengar perkataan orang-orang: “Fulan berkata demikian”, “Fulan berbuat demikian”, kita hanya membangun prasangka-prasangka buruk di atas sesuatu yang belum jelas. Bahkan pernah terjadi, seseorang mengambil sebuah sikap terhadap sebagian saudara-saudaranya beberapa tahun lamanya. Dan tatkala ia mengetahui keadaan yang sebenarnya, ia menyadari bahwa dirinyalah yang telah bersikap salah.<br />
Jadi, pertama kali yang harus kita lakukan adalah ta-tsabbut. Karena, betapa banyak penukilan-penukilan khabar yang hanya dibangun di atas sesuatu yang rancu dan tidak jelas. Maka, apabila kita telah melakukan ta-tsabbut, dan kenyataannya memang ia telah berbuat keliru, kita segera hubungi dia untuk kita nesehati. Kita berkunjung kepadanya dengan merendahkan hati kita.<br />
Dan yang perlu diperhatikan di sini, hendaknya nasehat disampaikan dengan cara yang baik dan lembut. Jangan seperti contoh perkataan si Fulan berikut: “Wahai Fulan! Bertaqwa kamu kepada Allah! Kamu benar-benar telah berbuat salah! Dan sekarang kamu hanya boleh memilih salah satu dari dua posisi; kamu rujuk dari kesalahannmu, atau kami tahdzir kamu!!”.<br />
Siapa yang mau menerima nasehat semacam ini?!<br />
Akan tetapi, lihatlah contoh nasehat -yang baik- berikut ini: “Dirimu wahai Fulan, -walhamdulillah- berada di atas kebaikan dan keutamaan yang banyak. Mudah-mudahan Allah senantiasa menjadikanmu bermanfaat bagi kaum muslimin dengan ilmu yang kamu miliki. Dan masih banyak orang yang menunggumu untuk mendapatkan kebaikan yang banyak darimu. Dan saya -demi Allah- juga mencintaimu, saya juga senantiasa mendoakan kebaikan untukmu. Namun, ada permasalahan -yang saya sangat berharap kepadamu- untuk kamu periksa ulang dan teliti kembali. Mudah-mudahan dihasilkan darinya sebuah manfaat untukmu. Permasalahan tersebut adalah…”.<br />
Dan kita tidak mendatanginya seolah-olah kita adalah guru, lantas kita berkata kepadanya: “Ketahuilah!&#8230;”. Tapi, kita mendatanginya dalam keadaan kita memberikan nasehat kepadanya, kita merendahkan hati kita di saat kita berbicara kepadanya dan menasehatinya. Kita menjelaskan pemasalahan yang berkaitan dengan kesalahannya dengan cara yang baik. Kita juga menjelaskan beberapa kitab atau referensi-referensi yang baik untuk digunakan dari karya-karya ilmiah para ulama, yang juga membantunya dalam memahami permasalahan yang dirinya keliru padanya.<br />
Jika ia masih belum mau menerima nasehatmu, kamu ulangi dua kali, atau tiga kali. Kalau dia belum juga mau menerima nasehatmu, maka tidak bermasalah jika kamu menghubungi seorang dari para ulama yang mungkin kamu pernah mengenalinya, lalu kamu menjelaskan permasalahan tersebut dan kamu berkata,”Fulan belum mau menerima nasehat dariku, mudah-mudahan ia bisa menerima penjelasan dan nasehat darimu, maka tolong nasehati dia dan jelaskan permasalahan yang sebenarnya…”.<br />
Jadi, hendaknya seorang muslim berusaha semampunya untuk memberikan hidayah kepada orang lain. Ia bisa lakukan dengan cara memberikan nasehat. Ia merasa senang jika saudaranya berada di atas kebenaran, dan merasa benci dan tidak suka jika saudaranya melakukan kesalahan. Seorang muslim, tidak boleh merasa senang dengan kesalahan yang dilakukan oleh saudaranya. Bahkan, seharusnya ia merasa senang tatkala saudaranya berada di atas petunjuk yang benar. Merasa senang jika saudaranya konsisten berada di atas as Sunnah. Bahkan, hendaknya pun ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, baik di dalam shalatnya maupun di setiap kesempatan, mendoakannya agar Allah selalu membimbingnya di atas kebenaran.<br />
Demi Allah… seandainya kaum muslimin menempuh cara ini, pastilah akan dihasilkan kebaikan yang sangat banyak. Yaitu; setiap muslim mendakwahi orang lain dengan hatinya sebelum dengan lisannya. Mencintai dengan sepenuh hatinya tatkala orang yang ia dakwahi mendapatkan petunjuk.<br />
Allah ‘azza wa jalla berfirman:<br />
&#8230;إِنْ يُرِيدَا إِصْلاحاً يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا&#8230;<br />
“…Jika kedua orang hakam (juru pendamai) itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu…”. (QS. An Nisa / 4 : 35).<br />
	Jadi, orang yang benar-benar menginginkan perbaikan dan perdamaian, pasti Allah akan memberikan kemudahan kepadanya.<br />
	Adapun jika kita berkumpul di berbagai majelis, namun hati kita dipenuhi (rasa benci) terhadap sesama kita, maka hal ini tidak baik dan tidak boleh!<br />
	Sehingga, wajib atas kita untuk membersihkan hati kita dari rasa benci, iri dan dengki. Dan menggantikannya dengan rasa saling mencintai antara sesama muslim, terlebih lagi saudara-saudara kita yang seaqidah dan semanhaj (Ahlussunah wal Jama’ah).<br />
Adapun ahlul bida’, yang telah memisahkan diri mereka dengan aqidah Ahlussunah, maka mereka juga kita dakwahi (agar mendapatkan petunjuk yang benar). Namun, tentu saja bermuamalah dengan mereka tidak sama dengan bermuamalah dengan saudara-saudara kita yang seaqidah dan semanhaj. Jadi, kita tetap mendakwahi mereka dan bersabar dalam berdakwah, serta terus menjelaskan kepada mereka perkara yang benar, dengan berharap agar Allah memberikan petunjuk-Nya kepada mereka.<br />
Berbeda halnya dengan saudara-saudara kita (yang seaqidah dan semanhaj), mereka memiliki hak-hak yang agung yang harus kita hormati. Adapun ahlul bida’, maka kita tidak boleh mendukung dakwah mereka dan menolong mereka di atas kebatilan.<br />
Saudara-saudara kita yang seaqidah dan semanhaj, mereka adalah Ahlussunah. Dan mereka mungkin saja berbuat salah dalam permasalahan tertentu. Namun hal ini tidak menghalangi kita untuk mengarahkan orang-orang awam agar mengambil faidah dari mereka.<br />
Namun, -sekali lagi- jika kamu khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kamu khawatir jika agama orang-orang awam terancam bahaya dengan sebab dakwahnya kepada permasalahan yang ia keliru padanya, maka mungkin kamu berikan peringatan orang-orang awam dari kesalahannya ini. Karena jika tidak demikian, atau bahkan kita berkata: “Kami tidak memberikan rekomendasi dan tidak menganjurkan seorang pun untuk menghadiri majelis ilmu seseorang, kecuali terhadap orang yang kita ridhai saja, atau orang yang kami belum pernah mengetahui kesalahannya”, maka tidak ada seorang pun yang tersifati dengan sifat seperti ini. Bahkan tidak ada seorang ulama pun, tidak pula seorang pun dari penuntut ilmu yang benar-benar tidak pernah melakukan kesalahan.<br />
Seorang ulama pun terkadang pernah salah dalam pendapatnya. Namun, kesalahannya berbeda dengan kesalahan orang lain. Kesalahan seorang ‘alim adalah disebabkan ijtihadnya. Sehingga hal ini tidak melarang orang lain untuk tetap mengambil ilmu darinya. Ia tetap didukung dakwahnya. Ia tetap berhak agar orang-orang awam diarahkan kepadanya untuk mengambil manfaat darinya.<br />
Seandainya para penuntut ilmu menilai permasalahan ini dengan fiqh (dengan ilmu dan pemahaman yang benar), pastilah mereka akan menyadari bahwa manhaj dakwah seperti ini mengandung kemaslahatan yang sangan besar. Karena jika kalian (para da’i dan penuntut ilmu) berpecah-belah, kaum muslimin pun akan berpecah-belah. Sehingga, perpecahan kalian merupakan perpecahan umat. Bukan hanya sekedar perpecahan sebagian kelompok orang.</p>
<p>-Bersambung Insya Allah-</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/376/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/376/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/376/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/376/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/376/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=376&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/untaian-nasihat-syaikh-ibrahim-ar-ruhaily-6/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UNTAIAN NASIHAT SYAIKH IBRAHIM AR-RUHAILY (5)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/untaian-nasihat-syaikh-ibrahim-ar-ruhaily-5/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/untaian-nasihat-syaikh-ibrahim-ar-ruhaily-5/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 09:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=374</guid>
		<description><![CDATA[Penerjemah: Arief Budiman Abu Abdillah, Lc.
 
Para ulama telah menyebutkan di dalam kitab-kitab yang berkaitan dengan firaq (golongan-golongan dalam Islam) bahwa Khawarij adalah golongan yang tidaklah sebagian mereka keluar dari kelompoknya, melainkan sebagian kelompok tersebut kembali dengan membawa kelompok-kelompok lainnya. Dan tidaklah di antara mereka ada yang dianggap salah atau keliru, melainkan mereka selalu berlepas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span>Penerjemah: Arief Budiman Abu Abdillah, Lc.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Para</span><span> ulama telah menyebutkan di dalam kitab-kitab yang berkaitan dengan <em>firaq</em> (golongan-golongan dalam Islam) bahwa <em>Khawarij </em>adalah golongan yang tidaklah sebagian mereka keluar dari kelompoknya, melainkan sebagian kelompok tersebut kembali dengan membawa kelompok-kelompok lainnya. Dan tidaklah di antara mereka ada yang dianggap salah atau keliru, melainkan mereka selalu berlepas diri dari orang yang salah tersebut, bahkan sampai pada tahapan pengkafiran. Sehingga, akhirnya adalah terlahirnya <em>firqah-firqah</em> baru lainnya.</span></p>
<p><span id="more-374"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Adapun <em>Ahlussunnah</em>, mereka adalah <em>ahlul ijtima’</em>. Mereka senantiasa berada di atas <em>al haq </em>(kebenaran). Jika ada di antara saudara mereka yang menyelisihi kebenaran, mereka tetap bersabar mendakwahi dan memperingatkan saudara mereka tersebut. Mereka pun tidak pernah berkata,”Kita harus diam dari kesalahannya”. Mereka terus mendakwahinya kepada kebenaran, membimbingnya, dan mereka bersabar dalam berdakwah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Jadi, hendaknya kita benar-benar memahami makna <em>al ijtima’</em>. Sekali lagi, makna <em>al ijtima’ </em>bukan berarti; kita berkumpul atau bersatu (walaupun) di atas kebatilan. Bukan pula bermakna; kita diam terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi dan kita tidak memperingatkan orang yang salah dari kesalahannya. Semua ini bukanlah makna <em>al ijtima’ </em>yang benar, karena semuanya menyelisihi perintah Allah <em>‘azza wa jalla</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Juga, -sebagaimana penjelasan di atas- bahwa <em>’amar ma’ruf nahi munkar</em> tidak bertentangan dengan <em>al ijtima’ </em>sama sekali, bahkan sangat mungkin dipadukan. Oleh karena itu Allah <em>‘azza wa jalla </em>memerintahkan kita dalam firman-Nya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَاخْتَلَفُواْ&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span>“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih…”</span></em><span>. (QS. Ali ‘Imran / 3 : 104).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Firman-Nya ini disampaikan setelah Ia memerintahkan kita untuk ber-<em>’amar ma’ruf nahi munkar</em>. Dan di sini terdapat peringatan (lainnya), yaitu hendaknya <em>’amar ma’ruf nahi munkar</em> jangan sampai menjadi sebab berpecah-belahnya umat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Dan sekarang, telah ada sebuah opini yang mengatakan bahwa ber-<em>’amar ma’ruf nahi munkar</em> memastikan terjadinya pemutusan hubungan dengan kaum muslimin. Atau bahkan mengharuskan orang yang didakwahi harus di<em>hajr</em>, jika ia tidak sependapat dengannya. Ia memutuskan segala hubungan dengan orang-orang yang menyelisihinya ketika ia berdakwah!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Bukan, perkaranya bukanlah seperti ini!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span><span> </span>Akan tetapi, -sekali lagi- bahkan sangat mungkin dipadukan antara <em>’amar ma’ruf nahi munkar </em>dan <em>al ijtima’</em>, serta <em>mulazamatu jama’atil muslimin</em> (berpegang teguh dengan jamaah kaum muslimin).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Oleh sebab itu, saya (</span>Syaikh DR. Ibrahim bin ‘Amir ar Ruhaili -<em>hafizhahullah</em>-) nasehati para da’i dan penuntut ilmu di negeri ini. -Pada mereka terdapat kebaikan yang begitu banyak. Mereka memiliki dakwah yang penuh berkah-. Hendaknya mereka berpegang teguh dengan kaidah-kaidah dasar (dalam berdakwah) yang telah diterangkan ini!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Yang harus pertama kali mereka lakukan adalah bersatu dan tidak saling berselisih antara sesama mereka. Kemudian hendaknya mereka saling mencintai karena Allah. Karena orang yang berakidah <em><span>Ahlussunnah</span></em><span>, berarti ia telah mendapatkan kebaikan yang sangat banyak. Sehingga, orang ini berhak untuk dicintai, disikapi dengan loyalitas tinggi, sesuai dengan kadar kebaikan yang terdapat pada dirinya. Dan seandainya orang ini berbuat salah dan memiliki kesalahan, hendaknya ia diperingatkan dari kesalahannya. Jika ia menerima peringatan dan nasehat, maka <em>walhamdulillah</em>. Dan jika tidak, maka kebaikan yang ada pada dirinya -berupa mengikuti <em>manhaj</em> <em>Ahlussunnah</em> dan juga dakwahnya yang ia lakukan di atas <em>manhaj salaf</em>-, membuat kita tidak berhak untuk memutuskan hubungan persaudaraan kita dengannya. Kita bersabar dan tetap memberinya peringatan. Dan jika kita sudah berikan peringatan kepadanya, maka <em>ijtima’ </em>kita bersamanya bukanlah sebuah<span> </span><em>al ijtima’ ‘alal bathil </em>(bersatu dan berkumpul di atas kebatilan). Yang salah, adalah tatkala kita diam di atas kebatilannya dan kesalahannya. Dan hendaknya, peringatan yang kita sampaikan kepadanya adalah dengan cara yang baik, lunak dan lemah lembut, supaya ia bisa menerimanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Kemudian, permasalahannya; jika kita sekarang sudah mempraktekkan <em>manhaj</em> yang benar seperti ini dalam berdakwah, lalu sebagian saudara-saudara kita keliru dalam memahami <em>manhaj </em>dakwah ini. Maka, apakah jika mereka meng<em>hajr </em>kita, kita juga meng<em>hajr</em> mereka? Apakah jika mereka tidak bisa bersabar dengan <em>manhaj</em> dakwah ini, dan tidak mau mempraktekkannya, kita juga memperlakukan mereka sebagaimana mereka memperlakukan kita?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Jika mereka sampai meng<em>hajr</em> kita, kita tetap tidak boleh meng<em>hajr</em> mereka! Jika mereka memutuskan hubungan persaudaraan dengan kita, kita tidak boleh memutuskan hubungan persaudaraan dengan mereka! Dan hal ini, jangan dipahami bahwa seseorang harus menghinakan dirinya (demi persatuan dan persaudaraan, <strong>Pent</strong>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Jika seorang dari mereka mau bergaul dengan saudara-saudara kita, kita pun bergaul dengannya. Adapun jika ia tidak mau berhubungan dengan saudara-saudara kita, maka kita pun tidak boleh mengikuti orang yang tidak mau berhubungan dengan kita atau saudara-saudara kita. Kecuali jika masih mungkin bisa diharapkan darinya -dengan sering mengunjunginya dan berbicara dengannya- kebaikan dan hidayah dari Allah, maka hal ini adalah sangat baik (untuk dilakukan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span>Jadi, apabila orang-orang berbuat tidak baik kepada kita, kita tidak boleh membalas mereka dengan sesuatu yang tidak baik pula. Bahkan, yang wajib kita lakukan adalah bersabar. Kita tetap mempertahankan hubungan persaudaraan kita dengan mereka. Kita mengharapkan pahala dari Allah dengan perbuatan baik kita terhadap mereka, karena bagaimanapun keadaan mereka, mereka adalah saudara-saudara kita. Kita tetap berusaha untuk selalu berhubungan dengan mereka, dan ber-<em>ijtima’ </em>bersama mereka. Namun, jika mereka tetap saja memutuskan hubungan dengan kita, maka kita serahkan urusan mereka kepada Allah, dan merekalah yang mempertanggungjawabkan perbuatan mereka ini di hadapan Allah.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Demi mempersatukan kalimat kaum muslimin, kita harus berusaha semampu kita. Kita pun berusaha sebisa kita untuk tidak berpecah belah di antara sesama kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Para</span><span> ulama sebelum kita, terjadi perbedaan pendapat di antara mereka dalam beberapa permasalahan agama. Namun, hal ini tidak membuat mereka sampai berpecah-belah. Hati mereka tidak pernah bercerai-berai. Tidak pula terdapat pada hati mereka rasa <em>hiqd</em>, <em>hasad</em> (iri dan dengki), dan permusuhan kepada saudara-saudara mereka. Bahkan justru yang terjadi di antara mereka adalah saling mencintai, menyayangi, berloyalitas. Dan semestinya seperti inilah diri kita (dalam mempraktekkan muamalah dan dakwah). Sehingga, rasa saling cinta kita, persaudaraan kita, loyalitas kita adalah berada di atas <em>as Sunnah</em>. Sedangkan jika terjadi kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan oleh seorang dari saudara-saudara kita, maka kita membenci hal ini dan kita berikan peringatan kepada saudara kita tersebut. Dan kita pun tetap mengakui kebaikan yang ada pada saudara kita yang berbuat salah tersebut. Bahkan kita menolongnya ketika ia berdakwah kepada orang lain menuju <em>as Sunnah</em>. Kesalahan orang ini sama sekali tidak boleh menghalangi kita dari menolongnya selama ia berada di atas kebaikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><strong><span>Adapun jika seorang dari saudara-saudara kita berbuat salah, lantas kita menjauhinya, men<em>tahdzir</em>nya (memperingatkan orang lain untuk menjauhinya dengan sebab bahaya kesalahan yang telah dilakukan orang tersebut, Pent), memutuskan hubungan persaudaraan dengannya, atau kita putuskan seluruh majelis ilmu yang ia sampaikan ilmunya melalui majelis ilmunya, dan bahkan kita arahkan orang-orang awam agar tidak menghadiri majelis ilmunya dan kita larang mereka untuk mengambil faidah darinya, maka semua ini sama sekali tidak benar dan tidak diperkenankan!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Ini adalah salah satu bentuk menghalang-halangi seseorang untuk berdakwah (kepada <em>al haq</em>)!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>Namun, jika ia berbuat salah, sementara kita khawatir akan bahaya kesalahan yang ia lakukan, pada saat ini mungkin bagi kita untuk menerangkan kesalahannya kepada orang-orang. Namun kita juga tetap jelaskan kepada orang-orang, bahwa ia adalah saudara kita, ia banyak memiliki kebaikan dan keutamaan, tetapi ia memiliki kesalahan dalam masalah tertentu, yang <em>insya</em> Allah ia akan rujuk kembali kepada kebenaran. Jadi, hal ini mungkin kita lakukan (jika memang benar-benar demikian keadannya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span>(Bersambung Insya Allah)</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/374/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/374/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/374/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/374/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/374/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=374&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/23/untaian-nasihat-syaikh-ibrahim-ar-ruhaily-5/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAJIAN UMUM: &#8220;ARTI KEHIDUPAN DUNIA&#8221; oleh Ust. Taslim, Lc)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/22/kajian-umum-arti-kehidupan-dunia-oleh-ust-taslim-lc/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/22/kajian-umum-arti-kehidupan-dunia-oleh-ust-taslim-lc/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 09:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jadwal Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[HADIRILAH&#8230;!!!
TAKLIM UMUM
&#8221; ARTI KEHIDUPAN DI DUNIA &#8220;
Ustadz Abdullah Taslim, LC
Mahasiswa S2 ( Universitas Islam Madinah )

Insya Allah, Selasa, 29 Juli 2008
16.00 - 17.30 Wita
Masjid Khodijah
Asrama Haji, Jl. Bakung Sudiang, Makassar
&#8221; Ilmu Itu Kita Datangi, Bukan Ilmu Yang mendatangi Kita &#8220;
Kontak Ikhwah : Abu Humaira : 081355225661
Abu Hafsah : 081524284774
Masjid Khodijah : 0411- 555530
   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:center;font-family:georgia;font-weight:bold;">HADIRILAH&#8230;!!!<br />
TAKLIM UMUM</div>
<div style="text-align:center;font-family:georgia;"><span style="font-weight:bold;font-size:180%;">&#8221; ARTI KEHIDUPAN DI DUNIA &#8220;</span></div>
<div style="text-align:center;font-family:georgia;"><span style="font-weight:bold;font-size:130%;">Ustadz Abdullah Taslim, LC<br />
Mahasiswa S2 ( Universitas Islam Madinah )<br />
</span><br />
Insya Allah, Selasa, 29 Juli 2008<span id="more-371"></span><br />
16.00 - 17.30 Wita<br />
Masjid Khodijah<br />
Asrama Haji, Jl. Bakung Sudiang, Makassar</p>
<p><span style="font-style:italic;">&#8221; Ilmu Itu Kita Datangi, Bukan Ilmu Yang mendatangi Kita &#8220;</span></div>
<p>Kontak Ikhwah : Abu Humaira : 081355225661<br />
Abu Hafsah : 081524284774<br />
Masjid Khodijah : 0411- 555530</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/371/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/371/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=371&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/22/kajian-umum-arti-kehidupan-dunia-oleh-ust-taslim-lc/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOWNLOAD MP3: AQIDAH SYI’AH (2) - Ust. Abdul Hakim Abdat</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/21/download-mp3-aqidah-syi%e2%80%99ah-2-ust-abdul-hakim-abdat/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/21/download-mp3-aqidah-syi%e2%80%99ah-2-ust-abdul-hakim-abdat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 00:52:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[artikel islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Silakan unduh kajian tentang AQIDAH SYI’AH (2) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat.
semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan menyebarkan file kajian ini, dengan syarat BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIL!
silakan download MP3 Aqidah Syi’ah bagian kedua via Salafishare klik di sini
Sedangkan untuk download MP3 Aqidah Syi&#8217;ah bagian pertama klik di sini
      [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Silakan unduh kajian tentang AQIDAH SYI’AH (2) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat.</p>
<p>semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan menyebarkan file kajian ini, dengan syarat BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIL!<span id="more-361"></span></p>
<p>silakan download MP3 Aqidah Syi’ah bagian kedua via Salafishare klik <a href="http://www.salafishare.com/id/18TKDJ3LJ5SV/02.%20Ust.%20Abd.%20Hakim-Aqidah%20Syiah%2002.MP3" target="_blank">di sini</a></p>
<p>Sedangkan untuk download MP3 Aqidah Syi&#8217;ah bagian pertama klik <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/19/download-audio-aqidah-syiah-1-ust-abdul-hakim-abdat/" target="_blank">di sini</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/361/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/361/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/361/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/361/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/361/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=361&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/21/download-mp3-aqidah-syi%e2%80%99ah-2-ust-abdul-hakim-abdat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Offline: Al-Manhaj.Or.Id versi 8.06 (Edisi Terbaru!!!)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/19/download-offline-al-manhajorid-versi-806-edisi-terbaru/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/19/download-offline-al-manhajorid-versi-806-edisi-terbaru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 05:53:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[DOWNLOAD EBOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh
Alhamdulillah, situs kesayangan kita, www.almanhaj.or.id (edisi terbaru) hadir dalam bentuk offline. Semoga hal ini bermanfaat dan lebih memudahkan Antum untuk mengambil ilmu darinya, insya Allah. Situs yang berjalan di atas manhaj As-Shalafush Shalih selain berisi artikel yang bagus muatan ilmunya, tampilannya seperti juga seperti Situs Online Almanhaj.or.id, sehingga enak untuk di baca loh.
Antum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamu&#8217;alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh</p>
<p>Alhamdulillah, situs kesayangan kita, <a href="http://almanhaj.or.id" target="_blank">www.almanhaj.or.id</a> (edisi terbaru) hadir dalam bentuk offline. Semoga hal ini bermanfaat dan lebih memudahkan Antum untuk mengambil ilmu darinya, insya Allah. Situs yang berjalan di atas manhaj As-Shalafush Shalih selain berisi artikel yang bagus muatan ilmunya, tampilannya seperti juga seperti Situs Online Almanhaj.or.id, sehingga enak untuk di baca loh.</p>
<p>Antum dapat mengunduh file offline-nya di blog ini.</p>
<p><span id="more-348"></span></p>
<p>Jazakumullah khoir&#8230;</p>
<p>Silakan download versi offline situs almanhaj <a href="http://www.salafishare.com/id/18JVQJEUK4GS/Offline%20AlManhaj%208.06.chm.rar" target="_blank">di sini</a></p>
<p>Oh ya, buat mas Toha , matur nuwun nggih dah bikinin offline situs almanhaj-nya. Jazakallahu khoir mas.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/348/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/348/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=348&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/19/download-offline-al-manhajorid-versi-806-edisi-terbaru/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOWNLOAD MP3: AQIDAH SYI&#8217;AH (1) - Ust. Abdul Hakim Abdat</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/19/download-audio-aqidah-syiah-1-ust-abdul-hakim-abdat/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/19/download-audio-aqidah-syiah-1-ust-abdul-hakim-abdat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 04:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[silakan unduh kajian tentang AQIDAH SYI&#8217;AH (1) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat.
semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan menyebarkan file kajian ini, dengan syarat BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIL!
silakan download MP3 Aqidah Syi&#8217;ah bagian pertama via Salafishare klik di sini
       ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>silakan unduh kajian tentang AQIDAH SYI&#8217;AH (1) yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat.</p>
<p>semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan menyebarkan file kajian ini, dengan syarat BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIL!<span id="more-345"></span></p>
<p>silakan download MP3 Aqidah Syi&#8217;ah bagian pertama via Salafishare klik <a href="http://www.salafishare.com/id/18PD0XS3EH2U/01.%20Ust.%20Abd%20Hakim-Aqidah%20Syiah%2001.MP3" target="_blank">di sini</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/345/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/345/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=345&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/19/download-audio-aqidah-syiah-1-ust-abdul-hakim-abdat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EBOOK: 74 WASIAT BAGI PEMUDA</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/18/ebook-74-wasiat-bagi-pemuda/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/18/ebook-74-wasiat-bagi-pemuda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 15:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[DOWNLOAD EBOOK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Antum yang ingin mengunduh ebook 74 wasiat bagi para pemuda silakan klik di sini

       ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-341"></span>Bagi Antum yang ingin mengunduh ebook 74 wasiat bagi para pemuda silakan <a href="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2008/07/74-wasiat-untuk-para-pemuda.pdf">klik di sini<br />
</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/341/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/341/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/341/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=341&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/18/ebook-74-wasiat-bagi-pemuda/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ta’ashub dan Taklid Pangkal Hizbiyyah (1)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/18/ta%e2%80%99ashub-dan-taklid-pangkal-hizbiyyah/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/18/ta%e2%80%99ashub-dan-taklid-pangkal-hizbiyyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 04:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Al-Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin
Ta’ashub dan taklid merupakan dua penyakit berbahaya yang cukup rumit untuk ditangani. Keduanya merupakan pangkal hizbiyah dan ashabiyah (fanatisme golongan).
Hizbiyah dan ashabiyah akan mudah dilenyapkan apabila ta’ashub dan taklid ini terkikis habis.
Sebenarnya, menurut nalar orang yang sedikit saja memiliki ilmu agama, keduanya mudah dipahami sebagai penyakit umat yang amat berbahaya, namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Al-Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin</p>
<p>Ta’ashub dan taklid merupakan dua penyakit berbahaya yang cukup rumit untuk ditangani. Keduanya merupakan pangkal hizbiyah dan ashabiyah (fanatisme golongan).<span id="more-336"></span></p>
<p>Hizbiyah dan ashabiyah akan mudah dilenyapkan apabila ta’ashub dan taklid ini terkikis habis.<br />
Sebenarnya, menurut nalar orang yang sedikit saja memiliki ilmu agama, keduanya mudah dipahami sebagai penyakit umat yang amat berbahaya, namun menurut waqi; (kenyataan), ternyata tanpa disadari banyak orang yang termakan oleh penyakit ini. Tidak hanya orang-orang awam, bahkan orang-orang yang cukup memiliki bekal sebagai juru dakwahpun kadang-kadang ikut terjebak ke dalamnya. Dua buah penyakit umat yang mudah dimengerti tetapi sulit dihindari. Teori dengan prakteknya berbeda, prinsip ilmiah dengan amaliahnya berlainan.<br />
Syaikh Ali bin Hasan al-Atsari memberikan contoh sebagai berikut:<br />
“Kita lihat misalnya, seorang pemuda atau sekelompok pemuda, ketika diajak dialog oleh seorang thalib al-‘Ilmi (pengkaji ilmu) tentang masalah fikriyah (berkaitan dengan pola piker) atau masalah dakwah… apabila pembicaraannya ternyata sesuai dengan apa yang menjadi doktrin mereka…, selaras dengan apa yang mereka pegangi…, dan lawan dialognya bisa menyepakati apa yang menjadi keyakinan dan kebiasaan mereka, maka lawan dialognya itu akan dianggap sebagai saudara yang ikhlas, dihormati, dan disayangi sepenuh hati.<br />
Sebaliknya, jika perkataan anda menyalahi prinsip pemikiran mereka atau menyalahi beberapa sisi pendapat mereka…, mereka akan melancarkan perkataan-perkataan keji dan melepaskan berbagai tuduhan kepada anda melalui sebuah busur yang menyebabkan satu pleton orang kuatpun takkan berdaya menghadapinya.<br />
Bahkan anda lihat, dengan tenagnya mereka sebar luaskan (fitnah keji) ini tanpa kejelasan bukti sama sekali.<br />
Contoh lain yang juga (nyata) ialah:<br />
Bahwa da’i-da’i atau sosok-sosok tertentu lain yang ketokohannya sudah tertanam dalam benak sebagian orang sebagai panutan, uswah serta suri tauladan yang dikagumi dan dipercaya kata-katanya, ternyata dalam akal pikiran dan jiwa orang-orang yang mempunyai semangat serta emosi menggebu itu, sosok-sosok pribadai tersebut telah menjadi lambing kebenaran dan perkataannya menjadi dalil.<br />
Ini jelas penyelewengan besar.<br />
Mereka, dengan bahasa lidah atau bahasa fakta, mengatakan: “Kita harus menghormati da’i-da’i itu…, mereka adalah panutan kita!! Awas jangan diganggu…, jangan dibantah atau dikritik!!”<br />
Ini tentu sangat mengherankan… adakah di sana seorang manusia yang tak boleh dikritik atau dibantah selain para nabi……<br />
Kalau saja sebagian mereka sudi mengganti istilah penghormatan mereka (kepada tokoh idolanya-pen) dengan istilah pengkultusan, -disebabkan jeleknya keadaan mereka yang sesungguhnya-, tentu akan lebih pantas dan lebih cocok dengan realita mereka.<br />
Mengapa demikian…, sebab hanya dengan melakukan bantahan terhadap salah seorang tokoh mereka, sekalipun dengan bahasa lembut dan tidak kasar saja…, sudah mereka anggap sebagai tindakan jahat dan batil…<br />
Isyarat paling sederhanapun…, meski dilakukan dengan ramah… tetap mereka anggap sebagai tantangan nyata dan sebagai tindakan tak beradab…<br />
Bersamaan dengan perbuatan-perbuatan rusak mereka yang bersumber dari prinsip-prinsip ashabiyah (fanatisme golongan) yang jelek ini…, mengalir pulalah gelombang-gelombang tuduhan (keji) terhadap orang-orang tak berdosa, serta tahdzir (peringatan agar manusia tidak mendekat) terhadap orang-orang yang sebenarnya bersih. Bahkan (sampai pada tingkat) memutuskan silaturahmi dengan orang-ornag yang sebenarnya suci dan bertakwa.”[1]<br />
Itulah beberapa contoh konkrit yang dikemukakan oleh Syaikh Ali Hasan tentang betapa berbedanya antara teori yang dikuasai oleh seseorang mengenai tercelanya ta’ashub dab taklid dengan kenyataan yang dilakukannya.<br />
Demikianlah realita yang ada sekarang ini, ta’ashub dna taklid sudah menggejala di mana-mana hingga cirri-ciri hizbiyah-pun menjadi akrab dengan banyak pribadi yang mengaku anti-hizbiy. Bahasa lidah mengingkari, namun bahasa fakta mengakui.</p>
<p>-bersambung insya Allah-</p>
<p>Sumber: Majalah As-Sunnah edisi 23/II/1418-1997</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/336/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/336/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=336&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/18/ta%e2%80%99ashub-dan-taklid-pangkal-hizbiyyah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/aboezaid-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aboezaid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANDA-TANDA ILMU YANG BERMANFAAT</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/17/tanda-tanda-ilmu-yang-bermanfaat/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/07/17/tanda-tanda-ilmu-yang-bermanfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 09:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aboezaid</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<category><![CDATA[manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Ilmu yang bermanfaat dapat diketahui dengan melihat kepada pemilik ilmu tersebut. Di antara tanda-tandanya adalah:
[1]. Orang yang bermanfaat ilmunya tidak peduli terhadap keadaan dan kedudukan dirinya serta hati mereka membenci pujian dari manusia, tidak menganggap dirinya suci, dan tidak sombong terhadap orang lain dengan ilmu yang dimilikinya.
Imam al-Hasan al-Bashri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas</p>
<p>Ilmu yang bermanfaat dapat diketahui dengan melihat kepada pemilik ilmu tersebut. Di antara tanda-tandanya adalah:</p>
<p>[1]. Orang yang bermanfaat ilmunya tidak peduli terhadap keadaan dan kedudukan dirinya serta hati mereka membenci pujian dari manusia, tidak menganggap dirinya suci, dan tidak sombong terhadap orang lain dengan ilmu yang dimilikinya.<span id="more-334"></span></p>
<p>Imam al-Hasan al-Bashri (wafat th. 110 H) rahimahullaah mengatakan, “Orang yang faqih hanyalah orang yang zuhud terhadap dunia, sangat mengharapkan kehidupan akhirat, mengetahui agamanya, dan rajin dalam beribadah.” Dalam riwayat lain beliau berkata, “Ia tidak iri terhadap orang yang berada di atasnya, tidak sombong terhadap orang yang berada di bawahnya, dan tidak mengambil imbalan dari ilmu yang telah Allah Ta’ala ajarkan kepadanya.” [1]</p>
<p>[2]. Pemilik ilmu yang bermanfaat, apabila ilmunya bertambah, bertambah pula sikap tawadhu’, rasa takut, kehinaan, dan ketundukannya di hadapan Allah Ta’ala.</p>
<p>[3]. Ilmu yang bermanfaat mengajak pemiliknya lari dari dunia. Yang paling besar adalah kedudukan, ketenaran, dan pujian. Menjauhi hal itu dan bersungguh-sungguh dalam menjauhkannya, maka hal itu adalah tanda ilmu yang bermanfaat.</p>
<p>[4]. Pemilik ilmu ini tidak mengaku-ngaku memiliki ilmu dan tidak berbangga dengannya terhadap seorang pun. Ia tidak menisbatkan kebodohan kepada seorang pun, kecuali seseorang yang jelas-jelas menyalahi Sunnah dan Ahlus Sunnah. Ia marah kepadanya karena Allah Ta’ala semata, bukan karena pribadinya, tidak pula bermaksud meninggikan kedudukan dirinya sendiri di atas seorang pun. [2]</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H) rahimahullaah membagi ilmu yang bermanfaat ini -yang merupakan tiang dan asas dari hikmah- menjadi tiga bagian. Beliau rahimahullaah berkata, “Ilmu yang terpuji, yang ditunjukkan oleh Al-Kitab dan As-Sunnah adalah ilmu yang diwariskan dari para Nabi, sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan mereka tidak mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Siapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” [3]</p>
<p>Ilmu Ini Ada Tiga Macam:</p>
<p>[1]. Ilmu tentang Allah, Nama-Nama, dan sifat-sifat-Nya serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Contohnya adalah sebagaimana Allah menurunkan surat al-Ikhlaash, ayat Kursi, dan sebagainya.</p>
<p>[2]. Ilmu mengenai berita dari Allah tentang hal-hal yang telah terjadi dan akan terjadi di masa datang serta yang sedang terjadi. Contohnya adalah Allah menurunkan ayat-ayat tentang kisah, janji, ancaman, sifat Surga, sifat Neraka, dan sebagainya.</p>
<p>[3]. Ilmu mengenai perintah Allah yang berkaitan dengan hati dan perbuatan-perbuatan anggota tubuh, seperti beriman kepada Allah, ilmu pengetahuan tentang hati dan kondisinya, serta perkataan dan perbuatan anggota badan. Dan hal ini masuk di dalamnya ilmu tentang dasar-dasar keimanan dan tentang kaidah-kaidah Islam dan masuk di dalamnya ilmu yang membahas tentang perkataan dan perbuatan-perbuatan yang jelas, seperti ilmu-ilmu fiqih yang membahas tentang hukum amal perbuatan. Dan hal itu merupakan bagian dari ilmu agama. [4]</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H) rahimahullaah juga berkata, “Telah berkata Yahya bin ‘Ammar (wafat th. 422 H), ‘Ilmu itu ada lima: </p>
<p>(1). Ilmu yang merupakan kehidupan bagi agama, yaitu ilmu tauhid</p>
<p>(2). Ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu tentang mempelajari makna-makna Al-Qur-an dan hadits</p>
<p>(3). Ilmu yang merupakan obat agama, yaitu ilmu fatwa. Apabila suatu musibah (malapetaka) datang kepada seorang hamba, ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah itu, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu</p>
<p>(4). Ilmu yang merupakan penyakit agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan</p>
<p>(5). Ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang sepertinya.’” [5]</p>
<p>[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M. Disalin dari www.almanhaj.or.id]<br />
___________<br />
Foote Notes<br />
[1]. Sunan ad-Darimi (I/89)<br />
[2]. Disarikan dari kitab Fadhlu ‘Ilmi Salaf ‘alal Khalaf (hal. 55-57).<br />
[3]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80-Mawaarid), ini lafazh Ahmad, dari Shahabat Abu Darda&#8217; radhiyallaahu ‘anhu.<br />
[4]. Majmu’ Fataawaa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (XI/396,397 dengan sedikit perubahan). Lihat kitab Muqawwimaat ad-Daa’iyah an-Naajih, hal. 18, karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani.<br />
[5]. Majmuu’ Fataawaa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (X/145-146) dan Siyar A’laamin Nubalaa’ (XVII/482)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/salafiyunpad.wordpress.com/334/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/salafiyunpad.wordpress.com/334/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=334&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:comm