<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>SALAFIYUNPAD™</title>
	<atom:link href="http://salafiyunpad.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	<description>Indahnya Hidup di Atas Manhaj Salaf</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 01:00:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='salafiyunpad.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6537b21b5cf0022e32532148ead410c8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>SALAFIYUNPAD™</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Download Audio: Perjalanan Menuju Kampung Akhirat (Ust. Abdullah Taslim, M.A) [PENTING]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/10/download-audio-perjalanan-menuju-kampung-akhirat-ust-abdullah-taslim-m-a-penting/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/10/download-audio-perjalanan-menuju-kampung-akhirat-ust-abdullah-taslim-m-a-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 01:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[download mp3 gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kampung akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[MP3]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Abdullah taslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3393</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah wahai saudaraku, silakan download rekaman kajian bersama Al Ustadz Abdullah Taslim, M.A dengan tema yang sangat menarik, &#8220;PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT&#8221; yang diselenggarakan di Kota Solo beberapa waktu silam. Semoga nasihat-nasihat indah beliau dalam kajian ini bisa bermanfaat bagi kita. Silakan download rekaman kajiannya pada link berikut:

PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT 01
PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3393&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" src="http://www.ruf.rice.edu/~abroad/photos2006/images/PCpics/Bridge_in_the_Sky.JPG" alt="" width="236" height="178" />Alhamdulillah wahai saudaraku, silakan download rekaman kajian bersama <strong>Al Ustadz Abdullah Taslim, M.A</strong> dengan tema yang sangat menarik,<strong> &#8220;PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT&#8221;</strong> yang diselenggarakan di Kota Solo beberapa waktu silam. Semoga nasihat-nasihat indah beliau dalam kajian ini bisa bermanfaat bagi kita. Silakan download rekaman kajiannya pada link berikut:</p>
<p><span id="more-3393"></span></p>
<p style="text-align:right;"><a href="http://www.mediafire.com/download.php?3hkmtwn5tjy" target="_blank">PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT 01</a></p>
<p style="text-align:right;"><a href="http://www.mediafire.com/download.php?3hkmtwn5tjy" target="_blank"></a><a href="http://www.mediafire.com/download.php?yw1ymqyjmai" target="_blank">PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT 02</a></p>
<p style="text-align:right;"><a href="http://www.mediafire.com/download.php?yw1ymqyjmai" target="_blank"></a><a href="http://www.mediafire.com/download.php?mgngykezutk" target="_blank">PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT 03</a></p>
<p style="text-align:left;">Silakan baca pula artikel <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/06/13/perjalanan-menuju-akhirat/" target="_blank">PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT</a></p>
Posted in DOWNLOAD AUDIO, Nasihat, Tazkiyatun Nufus Tagged: Akhirat, DOWNLOAD AUDIO, download mp3 gratis, kampung akhirat, MP3, Ustadz Abdullah taslim <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3393&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/10/download-audio-perjalanan-menuju-kampung-akhirat-ust-abdullah-taslim-m-a-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ruf.rice.edu/~abroad/photos2006/images/PCpics/Bridge_in_the_Sky.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siapkah Anda Menghadapi Empat Pertanyaan di Padang Mashyar??</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/08/siapkah-anda-menghadapi-empat-pertanyaan-di-padang-mashyar/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/08/siapkah-anda-menghadapi-empat-pertanyaan-di-padang-mashyar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 10:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[badan]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[Padang Mahsyar]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanyaan di Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Umur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3367</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas 
Segala puji dan sanjungan hanya pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita bersyukur atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita berupa nikmat Islam, iman, dan amal sholeh. Shalawat dan salam semoga tercurahkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3367&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas </strong></p>
<p>Segala puji dan sanjungan hanya pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita bersyukur atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita berupa nikmat Islam, iman, dan amal sholeh. Shalawat dan salam semoga tercurahkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hingga akhir zaman. Amma Ba’du</p>
<p>Setiap Muslim wajib mengenal Hari Akhir atau Hari Kiamat. Bahkan hal itu merupakan rukun iman yang kelima. Di dalam hadits-hadits shahih diterangkan bahwa setelah dunia ini hancur, manusia yang di dalam kubur dibangkitkan dan semua akan dikumpulkan oleh Allah di Padang Mashyar.</p>
<p>Siapkah kita menghadapi peristiwa tersebut? Apa saja yang akan terjadi pada saat itu?<span id="more-3367"></span></p>
<p>Pada saat itu manusia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Ta’ala tentang segala macam yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini. Pada hari itu tidak berguna harta, anak, tidak bermanfaat apa yang dibanggakan selama di dunia ini. Pada hari itu hanya ada penguasa tunggal, yaitu Allah Ta’ala yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada manusia, kemudian Dia menyuruh menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya dalam rangka mengabdi kepada-Nya.</p>
<p>Karena Allah Ta’ala telah menganugerahkan nikmat-nikmat itu kepada manusia, maka sangat wajar apabila Dia menanyakan kepada manusia untuk apa nikmat-nikmat itu digunakan.</p>
<p>Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan, dan badannya untuk apa ia gunakan.” (HR Tirmidzi dan Ad-Darimi).</p>
<p>1 UMUR</p>
<p>Umur adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari manusia. Bila kita berbincang-bincang tentang umur, maka berarti kita berbicara tentang waktu. Allah dalam Al-Qur’an telah bersumpah dengan waktu: ”Demi masa”, maksudnya agar manusia lebih memperhatikan waktu. Waktu yang diberikan Allah adalah 24 jam dalam sehari-semalam. Untuk apa kita gunakan waktu itu? Apakah waktu itu untuk beribadah atau untuk yang lain, yang sia-sia?</p>
<p>Diantara sebab-sebab kemunduran umat Islam ialah bahwa mereka tidak pandai menggunakan waktu untuk hal-hal yanag bermanfaat, sebagian besar waktunya untuk bergurau, bercanda, ngobrol tentang hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan terkadang membawa kepada perkataan yang tidak berarti dan pertikaian. Sementara orang-orang kafir menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga mereka maju dalam berbagai bidang kehidupan dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Keadaan umat Islam saat ini sangat memprihatinkan. Ada di antara mereka yang tidak mengerti ajaran agamanya dan ada yang tidak mengerti ilmu pengetahuan umum. Bahkan ada di antara mereka yang buta huruf baca tulis Al-Qur’an. Bila kita mau meningkatkan iman dan amal, maka seharusnyalah kita bertanya kepada diri masing-masing. Sudah berapa umur kita hari ini dan apa yang sudah kita ketahui tentang Islam, apa pula yang sudah kita amalkan dari ajaran Islam ini? Janganlah kita termasuk orang-orang yang merugi.</p>
<p>2. ILMU</p>
<p>Yang membedakan antara Muslim dan kafir adalah ilmu dan amal. Orang Muslim berbeda amalannya dengan orang kafir dalam segala hal, dari mulai kebersihan, berpakaian, berumah tangga, bermuamalah dan lain-lain. Seorang Muslim diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya agar menuntut ilmu. Allah  berfirman:”Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS Az-Zumar [39] : 9)</p>
<p>Ayat ini kendatipun berbetuk pertanyaan tetapi mengandung perintah untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu agama hukumnya adalah wajib atas setiap individu Muslim, misalnya tentang membersihkan najis, berwudhu yang benar, cara shalat yang benar dan hal-hal yang dilaksanakan setiap hari. Karena bila ia tidak tahu, maka amalannya akan tertolak, dan Allah akan bertanya kenapa ia mengikuti apa yang tidak ia ketahui, seperti dalam firman-Nya:”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Isra [17] : 36)</p>
<p>Ilmu yang sudah dipelajari oleh umat Islam harus digunakan untuk kepentingan Islam. Ilmu yang sudah dituntut dan dipelajari wajib diamalkan menurut syariat Islam. Ilmu tidak akan berarti apa-apa dalam hidup dan kehidupan manusia kecuali bila manusia mengamalkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) karena tiap-tiap orang dimudahkan menurut apa-apa yang Allah ciptakan atasnya.” (HR Muslim)</p>
<p>3. HARTA</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Bagi tiap-tiap umat itu fitnah dan sesungguhnya fitnah umatku adalah harta.” (HR At-Tirmidzi dan Hakim)</p>
<p>Harta pada hakikatnya adalah milik Allah Ta’ala. Harta adalah amanat Allah yag dilimpahkan kepada umat manusia agar dia mencari harta itu dengan halal, menggunakan harta itu pada tempat yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Bila kita amati keadaan umat Islam saat ini, banyak kita dapati di antara mereka yang tidak perduli lagi dengan cara mengumpulkan hartanya, apakah dari jalan yang halal atau jalan yang haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah meramalkan hal ini dengan sabdanya: ”Nanti akan datang suatu masa, di masa itu manusia tidak perduli dari mana harta itu ia peroleh, apakah dari yang halal ataukah dari yang haram.” (HR Al-Bukhari)</p>
<p>Setiap Muslim harus hati-hati dalam mencari mata pencaharian hidupnya karena banyak manusia yang terdesak masalah ekonomi lalu ia hingga tidak perduli lagi dari mana harta itu ia peroleh. Ada yang memperoleh harta dari usaha-usaha yang batil, misalnya hutang tidak dibayar, korupsi, riba, merampok, berjudi dan lain sebagainya. Orang yang mencari usaha dari yang haram akan mendapat siksa dari Allah, seperti disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: ”Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari barang yang haram, maka Neraka itu lebih patut baginya (sebagai tempat).” (HR Al-Hakim).</p>
<p>Harta yang kita dapat dengan cara yang halal harus pula kita infaqkan pada jalan yang benar pula. Bila tadi disebutkan bahwa harta itu milik Allah, maka wajib pula kita gunakan harta itu untuk dalam rangka menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini.</p>
<p>Di dalam Al-Qur’an ada delapan golongan yang berhak mendapatkan zakat, yaitu para fuqara (orang fakir), masakin (orang miskin), amil (pengurus zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), untuk membebaskan budak, orang-orang yang berhutang, untuk perjuangan di jalan Allah (jihad fii sabilillah) dan orang yang sedang dalam perjalanan (musafir). Di masa-masa sekarang ini ada beberapa kelompok yang masuk prioritas ulama yang berhak mendapatkan infaq dan shadaqah, yaitu folongan fuqara, masakin danorang yang berjuang di jalan Allah.</p>
<p>Orang fakir adalah orang yang butuh, tetapi tidak mempunyai pekerjaan, sedangkan hidupnya digunakan untuk membantu agama Islam. Jadi orang fakir yang dibantu adalah orang yang hidupnya untuk berjuang di jalan Allah bukan pemalas yang tidak mau berusaha dan tidak melaksanakan syariat Islam. Sedangkan orang miskin adalah orang yang berusaha, tetapi usahanya hanya mencukupi kebutuhan minimalnya dalam keluarganya untuk makan sehari-hari.</p>
<p>4. BADAN</p>
<p>Manusia merupakan mahluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah di muka bumi ini. Dengan kesempurnaan susunan tubuh serta akal fikiran yang diberikan Allah, manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi, manusia dibebani taklif agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Jasmani manusia ini dituntut bekerja untuk melaksanakan fungsi khilafah dalam rangka mengabdi kepada Allah. Letihnya manusia dalam melaksanakan ibadah kepada Allah akan diganjar dengan pahala. Tetapi bila letihnya dalam rangka bermain-main, mengerjakan maksiat, perbuatan sia-sia, beribadah dengan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sia-sia letihnya itu, bahkan ada yang akan diganjar dengan api Neraka, karena mereka termasuk orang-orang yang celaka, sebagauna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:”Tiap-tiap amal (pekerjaan) ada masa-masa semangat dan tiap-tiap masa semangat ada masa lelahnya, maka barangsiapa lelah letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan petunjuk, dan barangsiapa yang letihnya bukan karena melaksanakan sunnahku, maka dia termasuk orang yang binasa.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi).</p>
<p>Demikianlah, pada hari mashyar masing-masing manusia akan diminta pertanggung jawaban atas segala perbuatan yang telah dikerjakannya selama hidupnya di dunia. Sudah siapkan kita menjawab pertanyaan-pertanyaan itu? Kalau belum, kapan lagi kita memperisapkan diri kalau tidak sekarang?</p>
<p>Segala puji bagi Allah, Penguasa sekalian alam, semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.</p>
<p>Sumber: Brosur Islamic Center Dammam</p>
<p>Artikel: <a href="http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2009/10/27/siapkah-anda-menghadapi-empat-pertanyaan-di-padang-mashyar/" target="_blank">Buletin Darul Hud</a>a kendari</p>
Posted in aqidah islam, Nasihat Tagged: aqidah, badan, harta, ilmu, kiamat, Padang Mahsyar, Pertanyaan di Akhirat, Umur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3367&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/08/siapkah-anda-menghadapi-empat-pertanyaan-di-padang-mashyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Audio: Kaidah-kaidah Bermuamalah dengan Non-Muslim (Ustadz Mahful Safarudin, Lc.) [PENTING]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/07/download-audio-kaidah-kaidah-bermuamalah-dengan-non-muslim-ustadz-mahful-safarudin-lc-penting/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/07/download-audio-kaidah-kaidah-bermuamalah-dengan-non-muslim-ustadz-mahful-safarudin-lc-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 01:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah]]></category>
		<category><![CDATA[muamalah]]></category>
		<category><![CDATA[non muslim]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz Mahful Safarudin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3380</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, kepada kaum Muslimin rahimahumullah, silakan download rekaman Kajian Umum I&#8217;tikaf Ramadhan 1430 H bersama Al Ustadz Mahful Safarudin, Lc. dengan tema Kaidah Bermuamalah Terhadap Non Muslim yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen. Di antara isi pembahasan kajian ini adalah tentang siapakah sebenarnya yang dinamakan non muslim itu, serta pembagian non muslim. Begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3380&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright" src="http://1.bp.blogspot.com/_P3ms7Bv8hy4/SRbK5tWq5AI/AAAAAAAAADc/bCJ_GoNadVI/s320/Hitam+dan+Putih.JPG" alt="" width="174" height="130" />Alhamdulillah, kepada kaum Muslimin <em>rahimahumullah</em>, silakan download rekaman <strong>Kajian Umum I&#8217;tikaf Ramadhan 1430 H</strong> bersama <strong>Al Ustadz Mahful Safarudin, Lc</strong>. dengan tema <strong>Kaidah Bermuamalah Terhadap Non Muslim</strong> yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Gemolong, Sragen. Di antara isi pembahasan kajian ini adalah tentang siapakah sebenarnya yang dinamakan non muslim itu, serta pembagian non muslim. Begitu pula tentang hukum non muslim dalam timbangan syari&#8217;at Islam serta kaidah-kaidah dalam bermuamalah dengan non muslim.</p>
<p>Pembahasan kajian ini sangat penting mengingat masih banyak saudara kita kaum Muslimin yang belum memahami hukum-hukum serta kaidah-kaidah dalam bermuamalah/ menjalin hubungan terhadap orang-orang kafir seperti yang dituntunkan oleh Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Semoga dengan mendengarkan ceramah kajian ini dapat menambah wawasan kaum Muslimin serta dapat mengurangi bahkan menghilangkan benih-benih terorisme yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin sehingga Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam benar-benar terpatri di dalam dada setiap muslim. Silakan download rekamannya pada link berikut. <em>Jazakumullahu khairan</em> wa <em>arsyadaniyallahu wa iyyakum jami&#8217;an lima yuhibbuhu wa yardho</em>.<span id="more-3380"></span></p>
<p>Download::</p>
<ol>
<li><a href="http://www.mediafire.com/download.php?2ihm3qn5hzz" target="_blank">Muqaddimah dan Siapakah Non-Muslim?</a></li>
<li><a href="http://www.mediafire.com/download.php?qmnzootttdm" target="_blank">Hukum Non-Muslim dalam Pandangan Islam</a></li>
<li><a href="http://www.mediafire.com/download.php?mz3mntmnxjk" target="_blank">Kaidah Bermuamalah dengan Non-Muslim</a></li>
</ol>
Posted in aqidah islam, DOWNLOAD AUDIO Tagged: hukum, kafir, kaidah, muamalah, non muslim, terorisme, ustadz Mahful Safarudin <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3380&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/07/download-audio-kaidah-kaidah-bermuamalah-dengan-non-muslim-ustadz-mahful-safarudin-lc-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_P3ms7Bv8hy4/SRbK5tWq5AI/AAAAAAAAADc/bCJ_GoNadVI/s320/Hitam+dan+Putih.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Download Audio: POLEMIK WAKTU SHOLAT SUBUH (Bagian Kedua) [Sebuah Bantahan] (Ust. Zainal Abidin, Lc.) [PENTING]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/05/download-audio-polemik-waktu-sholat-bagian-kedua-sebuah-bantahan-ust-zainal-abidin-lc-penting/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/05/download-audio-polemik-waktu-sholat-bagian-kedua-sebuah-bantahan-ust-zainal-abidin-lc-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 05:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[fajar shodiq]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal shalat]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Zainal Abidin]]></category>
		<category><![CDATA[waktu shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3370</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, kaum Muslimin yang insya Allah dimuliakan oleh Allah, silakan dengarkan kembali lanjutan pembahasan seputar Polemik Fajar Shodiq yang disampaikan oleh Al Ustadz Zainal Abidin, Lc di radio Rodja.
Semoga penjelasan beliau bermanfaat. Dengarkanlah wahai para pencari kebenaran, dan tinggalkanlah fanatik buta ala hizbiyyah. Silakan download pembahasan kajiannya pada link berikut:
Download Polemik Fajar Shodiq bagian kedua
Pembahasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3370&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn%3AMD_KbxOpn5F3aM%3Ahttp%3A%2F%2Faddariny.files.wordpress.com%2F2009%2F09%2Fislamup_com-ec050929ff.jpg&#038;w=132&#038;h=87" alt="" width="132" height="87" />Alhamdulillah, kaum Muslimin yang insya Allah dimuliakan oleh Allah, silakan dengarkan kembali lanjutan pembahasan seputar Polemik Fajar Shodiq yang disampaikan oleh Al Ustadz Zainal Abidin, Lc di radio Rodja.</p>
<p>Semoga penjelasan beliau bermanfaat. Dengarkanlah wahai para pencari kebenaran, dan tinggalkanlah fanatik buta ala hizbiyyah. Silakan download pembahasan kajiannya pada link berikut:<span id="more-3370"></span></p>
<p><a href="http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1556/1/PolemikFajarShadiqPertemuanKe-2_ustadzZainalAbidinLc.mp3">Download Polemik Fajar Shodiq bagian kedua</a></p>
<p>Pembahasan kajian bagian pertama dapat di download <a href="../2009/10/28/download-audio-polemik-seputar-fajar-shodiq-ust-zainal-abidin-lc-penting/" target="_blank">di sini</a></p>
<p>Silakan baca pula artikel yang sangat bermanfaat yang ditulis oleh al Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM Hafidzahullah dan dimuat di Majalah Al-Furqon, Edisi 4, Tahun ke-9/Dzulqo&#8217;dah 1430/2009. Silakan kunjungi link berikut:</p>
<p><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2562/slash/0" target="_blank">Jadwal Shalat Subuh Dipermasalahkan: Akar Perbedaan Tentang Fajar Shodiq, Definisi Fajar Shodiq</a></p>
<p><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2563/slash/0" target="_blank">Jadwal Shalat Subuh Dipermasalahkan: Hukum Menggunakan Jadwal Waktu Sholat</a></p>
Posted in DOWNLOAD AUDIO, fiqih, Nasihat Tagged: fajar shodiq, jadwal shalat, subuh, Ustadz Zainal Abidin, waktu shalat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3370&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/05/download-audio-polemik-waktu-sholat-bagian-kedua-sebuah-bantahan-ust-zainal-abidin-lc-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1556/1/PolemikFajarShadiqPertemuanKe-2_ustadzZainalAbidinLc.mp3" length="14103536" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:MD_KbxOpn5F3aM:http://addariny.files.wordpress.com/2009/09/islamup_com-ec050929ff.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Islam, Manisnya Iman</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/04/indahnya-islam-manisnya-iman/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/04/indahnya-islam-manisnya-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 05:17:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[indahnya islam]]></category>
		<category><![CDATA[manisnya iman]]></category>
		<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3235</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim, M.A




بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد،
Judul tulisan ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar, tapi kemungkinan besar sedikit sekali di antara kita (termasuk penulis sendiri) yang benar-benar telah merasakan hakikatnya. Seandainya kita mau jujur pada diri kita sendiri, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3235&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:left;"><strong>Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim, M.A</strong></div>
<div style="text-align:left;"><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align:left;"><strong><img class="alignleft" src="http://tappang.files.wordpress.com/2007/11/wallpaper-28.jpg?w=269&#038;h=200" alt="" width="269" height="200" /><br />
</strong></div>
<div style="text-align:right;"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم<br />
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد،</strong></div>
<div>Judul tulisan ini mungkin sudah terlalu sering kita dengar, tapi kemungkinan besar sedikit sekali di antara kita (termasuk penulis sendiri) yang benar-benar telah merasakan hakikatnya. Seandainya kita mau jujur pada diri kita sendiri, sampai saat ini sudah berapa lama kita menjadi seorang muslim? sudah berapa banyak amal ibadah yang kita kerjakan? akan tetapi pernahkah kita merasakan kenikmatan dan kemanisan yang hakiki sewaktu kita melaksanakan ibadah tersebut?<br />
Maka kalau hakikat ini belum kita rasakan, berarti ada sesuatu yang kurang dalam iman kita, ada sesuatu yang perlu dikoreksi dalam keislaman kita. <span id="more-3235"></span>Karena manisnya iman dan indahnya Islam itu bukan sekedar teori belaka, tapi benar-benar merupakan kenyataan hakiki yang dirasakan oleh orang yang memiliki keimanan dan ketaatan yang kuat kepada Allah ?, yang wujudnya berupa kebahagian dan ketenangan hidup di dunia, serta perasaan gembira dan senang ketika beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah ?.<br />
Dan ini merupakan balasan kebaikan yang Allah ? segerakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan taat kepada-Nya di dunia, sebelum nantinya di akhirat mereka akan mendapatkan balasan yang lebih baik dan sempurna. Hal ini Allah ? sebutkan dalam banyak ayat Al Qur-an, diantaranya: ayat pertama:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</strong>)</div>
<div style="text-align:left;">“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ” (QS. ِِan Nahl:97).<br />
Ayat kedua:</div>
<div style="text-align:right;">(<strong>وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ، الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ</strong>)</div>
<div style="text-align:left;">&#8220;Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan berikan kepada mereka (balasan) kebaikan di dunia.Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui. (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Rabb saja mereka bertawakkal&#8221; (QS. An Nahl:41-42).<br />
Ayat ketiga:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُسَمّىً وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ</strong>)</div>
<div style="text-align:left;">&#8220;Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu (di dunia) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya (di akhirat nanti)&#8221; (QS. Huud:3).<br />
Ayat keempat:</div>
<div style="text-align:right;">(<strong>قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ</strong>)</div>
<div style="text-align:left;">&#8220;Katakanlah:&#8221;Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertaqwalah kepada Rabbmu&#8221;.Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan.Dan bumi Allah itu adalah luas.Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala bagi mereka dengan tanpa batas (di akhirat)&#8221; (QS. Az Zumar:10).<br />
Dalam mengomentari keempat ayat di atas, Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah – semoga Allah ? merahmatinya – berkata: &#8220;Dalam keempat ayat ini Allah ? menyebutkan bahwa Dia akan memberikan balasan kebaikan bagi orang yang berbuat kebaikan dengan dua balasan: balasan (kebaikan) di dunia dan balasan (kebaikan) di akhirat .”<br />
Kemudian kalau kita mengamati dengan seksama ayat-ayat Al Qur-an dan hadits-hadits Rasulullah ? yang mensifati dan menggambarkan ajaran agama islam ini, kita akan dapati bukti yang menunjukkan bahwa agama islam ini Allah ? turunkan kepada manusia sebagai sumber kebahagian hidup yang hakiki dan ketenangan lahir dan batin bagi orang-orang yang memahami dan mengamalkannya dengan baik dan benar.<br />
Di antara ayat2 Al Qur-an tersebut adalah firman Allah ?:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدىً وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ</strong>)</div>
<div style="text-align:left;">&#8220;Dan Kami turunkan kepadamu kitab ini (Al-Qur&#8217;an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri&#8221; (QS. An Nahl:89).<br />
Juga firman Allah ?:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدىً وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ</strong>)</div>
<div style="text-align:left;">&#8220;Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (dalam Al Qur-an) pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman&#8221; (QS. Yunus:57).<br />
Dalam ayat lain Allah ? menegaskan bahwa Dia ? tidaklah menjadikan agama islam ini sebagai beban yang memberatkan dan menyulitkan manusia, Allah ? berfirman:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ</strong>)</div>
<div style="text-align:left;">&#8220;Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu&#8221; (Al Baqarah:185).<br />
<strong> </strong></div>
<div style="text-align:right;"><strong>(مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ</strong>)</div>
<div style="text-align:left;">&#8220;Allah tidak menghendaki untuk menjadikan kesempitan bagi kamu&#8221; (Al Maaidah:6).</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ</strong>)</div>
<div style="text-align:left;">&#8220;Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan bagi kamu dalam agama ini suatu kesempitan&#8221; (Al Hajj:78).<br />
Dan masih banyak ayat-ayat lain yang semakna dengan ayat-ayat di atas.</div>
<div>
<p>Demikian pula kita dapati hadits-hadits Rasulullah ? mensifati agama islam ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat-ayat di atas. Misalanya, dalam beberapa hadits yang shahih Rasulullah ? mensifati iman yang sempurna sebagai sesuatu yang manis dan lezat, sebagaimana yang beliau ? sabdakan dalam hadits shahih riwayat Imam Al Bukhari (1/14) dan Imam Muslim (1/66):</p>
</div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align:right;"><strong>ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان</strong>&#8230;..</div>
<div>&#8220;Ada tiga sifat, barangsiapa yang memilikinya, maka dia akan merasakan manisnya iman…&#8221;<br />
Juga dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim (1/62), beliau ? bersabda:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>&#8221; ذاق طعم الإيمان من رضي بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد رسولاً</strong>&#8220;</div>
<div>&#8220;Akan merasakan kelezatan iman, orang yang ridha Allah ? sebagai Rabbnya dan islam sebagai agamanya serta Muhammad ? sebagai rasulnya&#8221;.<br />
Berkata Imam An Nawawi – semoga Allah ? merahmatinya – ketika menjelaskan hadits di atas: &#8220;Orang yang tidak menghendaki selain (ridha) Allah ?, tidak menempuh selain jalan agama islam &amp; tidak melakukan ibadah kecuali dengan apa yang sesuai dengan syariat (yang dibawa oleh Rasulullah ?), maka tidak diragukan lagi bahwa yang memiliki sifat ini niscaya kemanisan iman akan masuk ke dalam hatinya, sehingga ia bisa merasakan kemanisan dan kelezatan iman tersebut&#8221; .<br />
Sebagaimana kemanisan dan kelezatan iman ini dirasakan langsung oleh Rasulullah ?, sehingga beliau ? menggambarkan ibadah shalat sebagai sumber kesejukan dan kesenangan hati, dalam sabda beliau ?:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>&#8220;وجعلت قرة عيني في الصلاة</strong>&#8220;</div>
<div>&#8220;Dan Allah menjadikan qurratul &#8216;ain bagiku pada (waktu aku melaksanakan) shalat&#8221; (HR. Ahmad 3/128, An Nasa-i 7/61 dll dari Anas bin Malik ?, dan dishahihkan oleh syaikh Al Albani dalam &#8220;Shahihul jaami&#8217;&#8221; 1/544).<br />
Makna qurratul &#8216;ain adalah sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan hati .<br />
Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud (2/715) dan Ahmad (5/364) dan dishahihkan oleh syaikh Al Albani, Rasulullah ? bersabda kepada Bilal ?:<br />
&#8220;Wahai Bilal, senangkanlah (hati) kami dengan (melaksanakan) shalat&#8221;.<br />
Demikian pula para shahabat ? dan para ulama ahlus sunnah yang mengikuti petunjuk mereka juga merasakan kemanisan iman ini dalam diri mereka, sebagaimana yang Allah ? gambarkan dalam Al Qur-an tentang kesempurnaan iman para shahabat ? dalam firman-Nya:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْأِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ</strong>)</div>
<div>&#8220;Tetapi Allah menjadikan kamu sekalian (wahai para sahabat) cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus&#8221; (QS. Al Hujuraat:7).<br />
Dan dalam hadits shahih riwayat Al Bukhari (1/7) tentang kisah dialog antara Abu Sufyan ? dan raja Romawi Hiraql, di antara pertanyaan yang diajukan oleh Hiraql kepada Abu Sufyan: Apakah ada diantara pengikut (sahabat) Nabi itu (Nabi Muhammad ?) yang meninggalkan agamanya karena dia membenci agama tersebut setelah dia memeluknya? Maka Abu Sufyan menjawab: Tidak ada. Kemudian Hiraql berkata: Memang demikian (keadaan) iman ketika kemanisan iman itu telah masuk dan menyatu dalam hati manusia.<br />
Kemudian atsar dari para ulama ahlus sunnah yang menunjukkan hal ini banyak sekali, di antaranya sebuah atsar yang sering dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim – semoga Allah ? merahmatinya – dalam beberapa kitab beliau, seperti &#8220;Miftahu daaris sa&#8217;aadah&#8221;, &#8220;Al Waabilush shoyyib&#8221; dan &#8220;Ad Daa-u wad dawaa&#8217;&#8221;, yaitu ucapan salah seorang ulama: &#8220;Seandainya para raja dan pangeran mengetahui (kenikmatan hidup) yang kami rasakan (karena memahami dan mengamalkan agama Allah ?), niscaya mereka akan berusaha merebut kenikmatan tersebut dari kami dengan pedang-pedang mereka&#8221;.<br />
Juga ucapan yang masyhur dari Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah – semoga Allah ? merahmatinya – yang dinukil oleh murid beliau Ibnul Qayyim dalam kitabnya &#8220;Al Waabilush shoyyib&#8221; (1/69), Ibnu Taimiyyah berkata: &#8220;Sesungguhnya di dunia ini ada jannnah (surga), barangsiapa yang belum masuk ke dalam surga di dunia ini, maka dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti&#8221;. Makna &#8220;surga di dunia&#8221; ini adalah kecintaan (yang utuh) dan ma&#8217;rifah (pengetahuan yang sempurna) kepada Allah ?, (dengan memahami nama-nama dan sifat-sifatNya dengan baik dan benar) serta selalu berzikir kepada-Nya, yang dibarengi dengan perasaan tenang dan damai (ketika mendekatkan diri) kepada-Nya, serta selalu mentauhidkan (mengesakan)-Nya dalam kecintaan, rasa takut, berharap, bertawakkal (berserah diri) dan bermuamalah, dengan menjadikan Allah ? satu-satunya yang mengisi dan menguasai pikiran, tekad dan kehendak seorang hamba. Inilah kenikmatan di dunia yang tiada bandingannya, yang sekaligus merupakan qurratul &#8216;ain (penyejuk dan penyenang hati) bagi orang-orang yang mencintai dan mengenal Allah ? .<br />
Bahkan dalam kitab &#8220;Al Waabilush shoyyib&#8221; ini, Ibnul Qayyim menyebutkan kisah nyata gambaran kenikmatan hidup yang dialami guru beliau, Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah – <strong>ولا أزكي على الله أحدا </strong>–, yang kenikmatan ini justru semakin nampak pada diri beliau sewaktu beliau sedang mengalami siksaan yang berat dan celaan dari musuh-musuh beliau, karena membela  dan mendakwahkan aqidah ahlus sunnah wal jama&#8217;ah. Ibnul Qayyim berkata: &#8220;Dan Allah ? yang maha mengetahui bahwa aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih bahagia hidupnya daripada beliau (Ibnu Taimiyyah), padahal kondisi kehidupan beliau sangat susah, jauh dari kemewahan dan kesenangan duniawi, bahkan sangat memprihatinkan, ditambah lagi dengan (siksaan dan penderitaan yang beliau alami di jalan Allah ?) berupa (siksaan dalam) penjara, ancaman dan penindasan (dari musuh-musuh beliau). Tapi bersamaan dengan itu semua, (aku mendapati) beliau adalah termasuk orang yang paling bahagia hidupnya, paling lapang dadanya, paling tegar hatinya dan paling tenang jiwanya, terpancar pada wajah beliau sinar keindahan dan kenikmatan hidup (yang beliau rasakan). Bahkan kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika ditimpa perasaan takut yang berlebihan, atau timbul (dalam diri kami) prasangka-prasangka buruk, atau (ketika merasakan) kesempitan hidup, kami (segara) mendatangi beliau (untuk meminta nasehat). Maka dengan hanya memandang beliau dan mendengarkan ucapan (nasehat) beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang&#8221; .<br />
Setelah kita merenungkan dan menghayati dalil-dalil dari Al Qur&#8217;an, As Sunnah dan keterangan dari para ulama di atas, maka jelaslah bagi kita bahwa kebahagiaan dan ketenangan hidup yang hakiki hanyalah dirasakan oleh orang yang mengisi hidupnya dengan keimanan dan ketaatan kepada Allah ?. Sebagaimana sebaliknya, orang yang berpaling dari keimanan dan ketaatan kepada Allah ?, maka dia pasti akan merasakan kesengsaraan dan kesempitan hidup di dunia, sebelum nantinya di akhirat dia mendapatkan azab yang sangat pedih. Allah ? berfirman:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى</strong>)</div>
<div>&#8220;Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sengsara (di dunia), dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta&#8221; (QS. Thaaha:124).<br />
Dan dengan ini juga kita mengetahui salahnya penilaian kebanyakan orang jahil, bahwa orang yang beriman dan bertakwa itu akan sengsara dan menderita hidupnya di dunia, karena mereka menyangka bahwa kebahagiaan itu diukur dengan banyaknya harta dan kemewahan dunia yang dimiliki seseorang. Penilaian semacam ini tidak lebih dari penilaian orang-orang yang dicela oleh Allah ? dalam firman-Nya:</div>
<div><strong>(يَعْلَمُونَ ظَاهِراً مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ</strong>)</div>
<div>&#8220;Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai&#8221; (QS. Ar Ruum:7).<br />
Adapun ujian dan cobaan yang mesti dialami oleh orang yang beriman dan bertakwa di dunia ini dalam mempertahankan keimanan mereka, seperti yang disebutkan dalam banyak hadits-hadits yang shahih, diantaranya sabda Rasulullah ?: &#8220;Orang yang paling banyak mendapatkan ujian ataupun cobaan (di jalan Allah ?) adalah para Nabi ? kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan), kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan). (Setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya. Dan ujian itu akan terus-menerus ditimpakan kepada seorang hamba, hingga (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)&#8221; (HR. Ahmad 6/369, Ad Daarimi 2/412, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim 1/99 dll, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam &#8220;Shahiihul jaami&#8217; &#8221; 1/100).</div>
<div>
<p>Apa yang disebutkan dalam hadits-hadits tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan keterangan yang kami sampaikan di atas, karena kalau kita renungkan hikmah-hikmah yang agung dari ujian dan cobaan tersebut, kita dapati bahwa semua itu justru memberikan kebaikan dan manfaat yang besar bagi orang-orang yang beriman dalam menambah keimanan dan semakin mendekatkan diri mereka kepada Allah ?, karena di antara hikmah-hikmah tersebut adalah: Allah ? menjadikan cobaan tersebut untuk membersihkan dan menghapuskan dosa-dosa hamba-Nya yang beriman (seperti yang diisyaratkan dalam hadits di atas), juga untuk semakin menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan mereka kepada Allah ?. (dan masih banyak hikmah-hikmah yang lain, untuk lebih lengkapnya silahkan baca hikmah-hikmah ujian yang diterangkan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab beliau &#8220;Igatsatul lahfaan min mashôyidisy syaithôn&#8221; (2/187-195).<br />
Kemudian, dari penjelasan di atas timbul satu pertanyaan, yang kemungkinan juga ada di benak kita: kalau memang iman itu hakikatnya manis dan islam itu hakikatnya indah, mengapa kebanyakan dari kita belum merasakan hal itu ketika melakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah ?, terlebih lagi ibadah-ibadah yang dianggap berat oleh kebanyakan orang, seperti shalat malam, puasa sunnah, bersedekah dll? Mengapa kebanyakan dari kita masih merasakan berat dan susah ketika melaksanakan ibadah-ibadah tersebut?<br />
Untuk menjawab pertanyaan di atas, kami akan mengemukakan satu contoh agar kita mudah memahami masalah ini. Kalau misalnya kita membayangkan suatu makanan yang kita anggap paling enak dan lezat, yang rasa enak dan lezatnya makanan ini disepakati oleh semua orang yang sehat dan berakal, misalanya saja: sate atau gulai kambing muda (atau makanan apa saja yang dianggap paling enak dan lezat), seandainya makanan ini kita hidangkan dihadapan seorang yang sedang sakit demam atau sariawan, atau minimal kurang enak badan, kira-kira apa yang akan dilakukannya terhadap makanan tersebut? Apakah dia akan menyantapnya sampai habis seperti kalau makanan tersebut kita hidangkan di hadapan orang yang sehat?<br />
Jawabnya tentu saja tidak, karena sebagian dari organ tubuhnya kurang sehat dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka dia tidak bisa merasakan enak dan lezatnya makanan tersebut. Dalam hal ini tentu saja yang kita permasalahkan dan perlu diperbaiki adalah kondisi orangnya dan bukan makanan tersebut. Demikian pula hal ini berlaku pada ibadah-ibadah yang Allah ? syariatkan kepada kaum muslimin, kenikmatan dan kelezatan ibadah-ibadah tersebut hanya akan dirasakan oleh orang yang benar-benar sehat dan sempurna keimanannya. Adapun orang yang kurang sehat imannya karena masih ada penyakit dalam hatinya, maka diapun belum bisa merasakan kenikmatan dan kemanisan tersebut, dan dalam hal ini berarti yang kurang dan perlu diperbaiki adalah hati dan keimanan orang tersebut bukan ibadah-ibadah itu sendiri.<br />
Oleh karena itu yang harus dilakukannya adalah berusaha keras dan berjuang untuk menyembuhkan dan menghilangkan penyakit tersebut, dengan cara memaksa diri untuk melakukan terapi untuk mengobati penyakit hati/iman tersebut.  Terapi ini telah dijelaskan oleh para ulama berdasarkan dalil-dalil dari Al Qur-an dan Sunnah Rasulullah ?, dan insya Allah ? akan kami sebutkan ringkasannya –, agar nantinya setelah penyakit hati tersebut sembuh dan imannya telah sehat, barulah dia akan merasakan kenikmatan &amp; kemanisan ketika beribadah &amp; mendekatkan diri kepada Allah ?.<br />
Adapun  terapi untuk mengobati penyakit hati/iman tersebut, maka ini telah dijelaskan secara lengkap dalam Al Qur-an dan Sunnah Rasulullah ?, karena itulah Allah ? mensifati kitab-Nya Al Qur-an sebagai syifa (obat/penyembuh) dalam firman-Nya:</p>
</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَاراً</strong>)</div>
<div>&#8220;Dan Kami turunkan dari Al-Qur&#8217;an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan al-Qur&#8217;an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian&#8221; (QS. Al Israa&#8217;:82).<br />
Juga dalam ayat lain Allah ? berfirman:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدىً وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ</strong>)</div>
<div>&#8220;Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu (dalam Al Qur-an) pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada (hati) serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman&#8221; (QS. Yuunus:57).<br />
Kemudian dalam sebuah hadits yang shahih Rasulullah ? menggambarkan bahwa petunjuk yang beliau ? bawa dari Allah ? berfungsi untuk menghidupkan dan menyembuhkan penyakit hati manusia, sebagaimana hujan yang Allah ? turunkan ke bumi untuk menghidupkan dan menumbuhkan tanah yang gersang dan tandus. Dari Abu Musa Al Asy&#8217;ari ?, bahwa Rasulullah ? bersabda: &#8220;Sesungguhnya perumpamaan dari petunjuk dan ilmu yang aku bawa dari Allah adalah seperti hujan (yang baik) yang (Allah ?) turunkan ke bumi…&#8221; (HSR Al Bukhari 1/42 dan Muslim 4/1787).<br />
Maka untuk membersihkan dan mensucikan jiwa serta mengobati penyakit hati, caranya tidak lain adalah dengan mengamalkan petunjuk dan syariat Allah ? dalam Al Qur-an dan Sunnah Rasulullah ? lahir dan batin, bukan dengan cara-cara bid&#8217;ah (yang diada-adakan) dan ditetapkan oleh orang/kelompok tertentu yang hanya berdasarkan mimpi, khayalan, bisikan jiwa, akal atau perasaan dan sama sekali tidak bersumber dari Al Qur-an dan Sunnah Rasulullah ?. Sebagaimana cara-cara dan wirid-wirid bid&#8217;ah yang dibuat-buat oleh kelompok-kelompok tarekat sufiyah dll,  karena syariat Islam ini adalah syariat yang lengkap dan sempurna, yang menjelaskan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh kaum muslimin dalam urusan agama mereka, terlebih lagi masalah yang penting seperti masalah pensucian jiwa dan pengobatan penyakit hati ini.Untuk lebih jelasnya pembahasan masalah ini, silahkan merujuk keterangan para ulama ahlus sunnah dalam masalah ini, seperti Ibnul Qayyim dalam beberapa kitab beliau, misalnya kitab &#8220;Ighôtsatul lahfân&#8221;, &#8220;Ad Da-u wad dawâ&#8217; &#8220;, &#8220;Miftâhu dâris sa&#8217;âdah, Al wâbilush shoyyib&#8221; dll. Begitu juga Syaikh Salîm Al Hilâli telah menulis kitab khusus untuk menjelaskan masalah penting ini dengan judul &#8220;Manhâjul anbiyâ&#8217; fî tazkiyatin nufûs&#8221;.<br />
Kemudian secara ringkas, berdasarkan pengamatan terhadap ayat-ayat Al Qur-an dan hadits-hadits Rasulullah ?, Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa terapi untuk menyembuhkan penyakit hati tersimpul dalam tiga macam cara penyembuhan, yang beliu istilahkan dengan &#8220;madârush shihhah&#8221; (ruang lingkup penyembuhan), dan ketiga macam cara inilah yang  diterapkan oleh para dokter dalam mengobati pasien mereka. Tiga macam cara penyembuhan tersebut adalah:<br />
1). Hifzhul quwwah (memelihara kekuatan dan kondisi hati), yaitu dengan memperbanyak melakukan ibadah dan amal shaleh untuk meningkatkan keimanan, seperti mambaca Al Qur-an dengan menghayati kandungan maknanya, berdzikir, mempelajari ilmu agama yang bermanfaat, utamanya ilmu tauhid, dll.<br />
2). Al Himyatu &#8216;anil mu&#8217;dzi (menjaga hati dari penyakit-penyakit lain), yaitu dengan cara menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa, maksiat dan penyimpangan-penyimpangan syariat lainnya, karena perbuatan-perbuatan tersebut akan semakin memperparah dan menambah penyakit hati.<br />
3). Istifragul mawaaddil faasidah (menghilangkan/membersihkan bekas-bekas jelek/noda-noda hitam dalam hati yang merusak, sebagai akibat dari perbuatan dosa dan maksiat yang pernah dilakukan), yaitu dengan cara beristigfar (meminta ampunan) dan bertaubat dengan taubat yang nashuh (ikhlas dan bersungguh-sungguh) kepada Allah ? .<br />
Dan tentu saja selama proses penyembuhan penyakit hati ini, seorang muslim membutuhkan kesungguhan dan usaha keras untuk menundukkan dan memaksa hawa nafsunya agar bisa melaksanakan cara-cara penyambuhan di atas, artinya sebelum dia mencapai kesempurnaan iman, yang dengan itu dia akan merasakan kemanisan dan kelezatan iman, di awal perjalanan menempuh jalan Allah ? ini, dia mesti merasakan kepahitan dan kesusahan terlebih dahulu dalam proses penyembuhan penyakit hati/imannya, dan dia harus berusaha keras dan berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mengamalkan cara-cara penyembuhan tersebut agar proses penyembuhan penyakit hati tersebut berlangsung dengan baik dan sempurna. Sebagaimana orang sakit yang tidak bisa merasakan nikmatnya makanan lezat, kalau dia benar-benar ingin sembuh, maka dia harus berusaha dan memaksa dirinya untuk meminum obat yang rasanya pahit dan getir secara teratur, dan mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk menjaga kondisinya, meskipun makanan tersebut terasa pahit di lidahnya dan susah ditelan misalnya. Proses inilah yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah ?:</div>
<div style="text-align:right;"><strong>حجبت الجنّة بالمكاره و حجبت النار بالشهوات</strong></div>
<div>&#8220;Jannah (surga) itu dikelilingi (ditutupi) dengan perkara-perkara yang susah dan tidak disenangi oleh nafsu manusia, sedangkan neraka itu dikelilingi dengan perkara-perkara yang disenangi oleh nafsu syahwat manusia&#8221; (HR. Al Bukhari 5/2379 dan Muslim 4/2174 dari Abu Hurairah ?).<br />
Yang perlu diingat dan dicamkan di sini, bahwa rasa berat dan kesusahan ini hanyalah dirasakan diawal/permulaan menempuh jalan mencapai ridha Allah ?, yaitu selama proses penyembuhan dan pengobatan penyakit hati berlangsung, karena hal ini memang Allah ? jadikan untuk menguji kesungguhan dan kesabaran seorang hamba dalam berjuang menundukkan hawa nafsunya di jalan-Nya ?, yang kemudian setelah Allah ? mengetahui kesungguhan dan kesabaran hamba tersebut, barulah setelah itu Allah ? memberikan taufik dan hidayahnya kepada hamba tersebut, dengan menghilangkan penyakit hatinya dan menganugrahkan kesempurnaan dan kemanisan iman kepadanya.</div>
<div>
<p>Dan hidayah yang Allah ? berikan tersebut tergantung dari besar/kecilnya kesabaran dan kesungguhan seorang hamba dalam menempuh jalan Allah ? ini. Allah ? berfirman:</p>
</div>
<div style="text-align:right;"><strong>(وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ</strong>)</div>
<div>&#8220;Dan orang-orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh (dalam menundukkan hawa nafsu) untuk (mencari keridhaan) Kami, maka benar-benar akan Kami berikan hidayah kepada mereka (dalam menempuh) jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik&#8221; (QS. Al &#8216;Ankabuut:69).<br />
Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah ketika mengomentari ayat di atas berkata: &#8220;(Dalam ayat ini) Allah ? menggandengkan hidayah (dari-Nya) dengan perjuangan dan kesungguhan (manusia), maka orang yang paling sempurna (mendapatkan) hidayah (dari Allah ?) adalah orang yang paling besar perjuangan dan kesungguhannya&#8221; .<br />
Rasulullah ? juga mengisyaratkan makna ayat di atas dalam sabda beliau ?: &#8220;orang yang berjihad (berjuang) dengan sebenarnya adalah orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh untuk menundukkan hawa nafsunya di jalan Allah ? &#8221; (HR. Ahmad 6/21,22, Ibnu Hibban 11/203 dll, dishahihkn oleh syaikh Al Albani dalam &#8220;Shahihul jaami&#8217; &#8221; 1/201 dan 1/1163).<br />
Imam Ibnul Qayyim ketika menjelaskan proses pencapaian kebahagian yang hakiki dan kemanisan iman yang diawali dengan kesusahan dan kepahitan, berkata: &#8220;…Kebahagian (dan kemanisan iman) ini, meskipun pada mulanya tidak lepas dari berbagai macam kesusahan, penderitaan dan perkara-perkara yang tidak disenangi, (tapi pada akhirnya nanti) akan membawanya kepada taman-taman yang indah, tempat yang penuh kebahagiaan dan kedudukan yang mulia…&#8221; .<br />
Beliau juga berkata: &#8220;Kalaulah bukan karena kejahilan (ketidaktahuan) mayoritas manusia akan kemanisan dan kelezatan iman, serta agungnya kedudukan ini, maka pasti mereka akan saling perang memperebutkan hal tersebut dengan pedang-pedang mereka, akan tetapi (memang Allah ?) menghijabi (menutupi) kemanisan iman tersebut dengan perkara-perkara yang tidak disukai oleh nafsu manusia, sebagaimana mayoritas manusia juga dihalangi (untuk merasakan kemanisan iman tersebut) dengan hijab kejahilan, dengan tujuan agar Allah ? memilih dan mengkhususkan siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya untuk mencapai kedudukan ini dan merasakan kemanisan iman, dan Allah ? maha memiliki karunia yang agung&#8221; .<br />
Sebelum kami mengakhiri tulisan ini, kami ingin menyampaikan dan mendudukkan makna sebuah hadits, yang barangkali hadits ini oleh kebanyakan orang dianggap bertentangan dengan penjelasan dan nukilan-nukilan yang kami sampaikan di atas.<br />
Hadits tersebut adalah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (4/2272) dll dari Abu Hurairah ?, bahwa Rasulullah ? bersabda: &#8220;Dunia ini adalah penjara (bagi) orang yang beriman dan surga (bagi) orang kafir&#8221;.<br />
Penafsiran yang benar dari hadits ini ada dua, sebagaimana kata Ibnul Qayyim dalam kitab beliau &#8220;Badâi&#8217;ul fawâid&#8221; (3/696):<br />
1. Orang yang beriman di dunia ini, keimanannya yang kuat menghalangi dia untuk memperturutkan nafsu syahwat yang diharamkan oleh Allah ?, sehingga dengan keadaan ini seolah-olah dia hidup dalam penjara. Atau dengan kata lain: dunia ini adalah tempat orang yang beriman memenjarakan hawa nafsunya dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah ?, berbeda dengan orang kafir yang hidup bebas memperturutkan nafsu syahwatnya. Penafsiran ini juga disebutkan oleh Imam An Nawawi dalam &#8220;Syarh shahih Muslim&#8221; (18/93).<br />
Penafsiran pertama ini maknanya kurang lebih sama dengan keterangan dan nukilan-nukilan yang kami sampaikan di atas tentang kesusahan dan kepahitan yang dialami oleh seorang hamba pada tahapan awal perjalanannya menuju ridha Allah ? untuk mencapai kesempurnaan dan kemanisan iman.<br />
2. Makna: &#8220;Dunia ini adalah penjara (bagi) orang yang beriman dan surga (bagi) orang kafir&#8221;, adalah jika dibandingkan dengan keadaan/balasan orang yang beriman dan orang kafir di akhirat nanti, karena orang yang beriman itu meskipun hidupnya di dunia paling senang dan bahagia, tetap saja keadaan tersebut seperti penjara jika dibandingkan dengan besarnya balasan kebaikan dan kenikmatan yang Allah ? sediakan baginya di surga di akhirat kelak. Sedangkan orang kafir meskipun hidupnya di dunia paling sengsara dan menderita, tetap saja keadaan tersebut seperti surga jika dibandingkan dengan pedihnya balasan siksaan yang Allah ? akan timpakan kepadanya di neraka nanti. Penafsiran ini juga disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam tulisan beliau &#8220;Qâ&#8217;idatun fil mahabbah&#8221; (1/175), dan dalam tulisan tersebut beliau juga mejelaskan bahwa makna hadits ini sama sekali tidak bertentangan dengan kebahagian hakiki dan kemanisan iman yang dirasakan oleh orang yang beriman di dunia ini, sebagaimana keterangan dan nukilan-nukilan yang kami sampaikan di atas.<br />
Kedua penafsiran di atas juga disebutkan oleh Al Munawi dalam kitab beliau &#8220;Faidhul Qadiir&#8221; (3/546), kemudian beliau menyebutkan suatu kisah yang terjadi pada seorang ulama ahli hadits yang sangat terkenal, Al Hafizh Ibnu Hajar Al &#8216;Asqalaani, ketika beliau menjabat sebagai hakim agung di Mesir, suatu ketika Ibnu Hajar melewati sebuah pasar dengan penampilan yang indah dan menunggangi kendaran yang bagus, maka tiba-tiba datang menemui beliau tanpa izin, seorang yahudi penjual minyak panas dalam keadaan pakaiannya kotor berlumuran minyak, dan penampilannya pun sangat buruk. Lalu orang yahudi tersebut langsung memegang tali kekang hewan tunggangan Ibnu Hajr dan berkata: Wahai syaikhul islam (gelar untuk Ibnu Hajar)! Kamu menyangka bahwa Nabi kalian (Nabi Muhammad ?) pernah bersabda: &#8220;Dunia ini adalah penjara (bagi) orang yang beriman dan surga (bagi) orang kafir&#8221;, maka penjara macam apa yang saat ini kamu rasakan (dengan keadaanmu yang serba cukup seperti ini), dan surga macam apa yang saat ini aku rasakan (dengan keadaanku yang serba memprihatinkan seperti ini)? Maka Ibnu Hajar menjawab: (Keadaanku ini) jika dibandingkan dengan kenikmatan besar yang Allah ? sediakan bagiku di akhirat nanti, maka seakan-akan saat ini aku (hidup) di penjara, dan (keadaanmu ini) jika dibandingkan dengan azab besar dan pedih yang Allah ? sediakan bagimu di akhirat nanti, maka seakan-akan saat ini kamu (hidup) di surga. Kemudian (dengan sebab itu) orang yahudi tersebut masuk Islam.<br />
Pembahasan masalah ini adalah pembahasan yang sangat luas, dan jika ada di antara pembaca yang menginginkan pembahasan yang lebih lengkap tentang masalah ini, silahkan merujuk kepada kitab-kitab yang kami jadikan referensi dalam tulisan ini dan kitab-kitab para ulama ahlus sunnah lainnya.<br />
Kami menyadari bahwa mestinya banyak kekurangan dalam tulisan ini karena kurangnya ilmu dan terbatasnya kemampuan kami untuk merangkai kata-kata yang indah dan mudah dipahami pembaca.<br />
Tujuan kami menulis pembahasan ini tidak lain adalah untuk memberikan motivasi dan dorongan kepada kita semua untuk semakin bersemangat dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu agama yang bermanfaat  yang bersumber dari Al Qur-an dan Sunnah Rasulullah ? berdasarkan pemahaman para ulama ahlus sunnah, kemudian berusaha untuk mengamalkan ilmu tersebut dengan baik dan benar, karena inilah satu-satunya jalan untuk mencapai dan meraih semua kebaikan dan keutamaan yang Allah ? janjikan bagi hambanya di dunia dan di akhirat, termasuk kebaikan dan keutamaan yang berupa kemanisan dan kelezatan iman.<br />
Ibnul Qayyim berkata: semua sifat (baik) yang dengannya Allah ? memuji hambanya dalam Al Qur-an adalah buah dan hasil dari ilmu (yang bermanfaat), dan semua sifat (jelek) yang Allah ? cela dalam Al Qur-an adalah buah dan hasil dari kejahilan .<br />
Dalam sebuah atsar yang shahih dari sahabat Rasulullah ? yang mulia, &#8216;Ali bin Abi Thalib ? , ketika beliau menjelaskan keutamaan orang yang berilmu dan fungsi ilmu tersebut dalam membawa mereka meraih kesempurnaan dan kemanisan iman, beliau berkata:&#8221;… Ilmu itu membawa mereka (dengan tanpa mereka sadari) untuk merasakan hakikat (kesempurnaan dan kemanisan) iman, sehingga mereka merasakan ringan dan mudah (melaksanakan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah ?) yang semua ini dirasakan berat oleh orang-orang yang melampaui batas. Bahkan mereka merasa senang dan suka (melakukan amalan-amalan shaleh dan ketaatan kepada Allah ?) yang semua ini tidak disukai oleh orang-orang yang jahil…&#8221;.<br />
Terakhir, kami menutup tulisan ini dengan berdo&#8217;a dan memohon kepada Allah ? dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan agung, serta sifat-sifat-Nya yang maha tinggi dan sempurna, agar menganugrahkan kepada kita semua taufik dan hidayah-Nya untuk bisa meraih kesempurnaan dan kemanisan iman, dan menjadikan kita semua tetap istiqamah di jalan-Nya yang lurus sampai kita menghadap-Nya nanti, âmîn.</div>
<div style="text-align:right;"><strong>وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين</strong>.</div>
<p>sumber:<em> serambimadinah.com</em></p>
Posted in aqidah islam Tagged: aqidah, iman, indahnya islam, manisnya iman, tauhid <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3235&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/04/indahnya-islam-manisnya-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tappang.files.wordpress.com/2007/11/wallpaper-28.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Download Kajian Ilmiah Anti Teror: JIHAD ALA TERORIS, SALAH KAPRAH MEMAHAMI JIHAD (Disertai Bantahan Terhadap Al Ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir) [PENTING]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/04/download-kajian-ilmiah-anti-teror-jihad-ala-teroris-salah-kaprah-memahami-jihad-disertai-bantahan-terhadap-al-ustadz-abu-bakar-basyir-penting/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/04/download-kajian-ilmiah-anti-teror-jihad-ala-teroris-salah-kaprah-memahami-jihad-disertai-bantahan-terhadap-al-ustadz-abu-bakar-basyir-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 03:16:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[hizbiyah & harokah]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Abu Bakar Basyir]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[khawarij]]></category>
		<category><![CDATA[teroris]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Zainal Abidin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3351</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, silakan download rekaman Kajian Ilmiah Anti Teror bersama Al Ustadz Al Fadhil Zainal Abidin, Lc. yang diselenggarakan di Kompleks Yayasan Daar el Dzikr, desa Bulu, Sukoharjo pada tanggal 1 November 2009. Kajian ini mengambil tema JIHAD ALA TERORIS, SALAH KAPRAH MEMAHAMI JIHAD yang diangkat dari buku baru beliau hafizhahullah. Selain itu pada kajian tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3351&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_3352" class="wp-caption alignleft" style="width: 321px"><img class="size-full wp-image-3352" title="AKU MEMANG TERORIS" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2009/11/aku-teroris.jpg?w=311&#038;h=314" alt="AKU MEMANG TERORIS" width="311" height="314" /><p class="wp-caption-text">MEREKA MEMANG TERORIS</p></div>
<p>Alhamdulillah, silakan download rekaman Kajian Ilmiah Anti Teror bersama <strong><em>Al Ustadz Al Fadhil</em> Zainal Abidin, Lc.</strong> yang diselenggarakan di Kompleks Yayasan Daar el Dzikr, desa Bulu, Sukoharjo pada tanggal 1 November 2009. Kajian ini mengambil tema <strong>JIHAD ALA TERORIS, SALAH KAPRAH MEMAHAMI JIHAD</strong> yang diangkat dari buku baru beliau <em>hafizhahullah</em>. Selain itu pada kajian tersebut disampaikan pula <strong>Bantahan</strong> terhadap pernyataan <strong>Al Ustadz Abu Bakar Ba&#8217;asyir </strong><em>hadahullah</em> yang dimuat di <strong>majalah Sabili</strong> <em>hadahumullah</em>. Semoga kajian ini bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download pada link berikut.<span id="more-3351"></span></p>
<p><a href="http://www.mediafire.com/download.php?ffzt33nieiz" target="_blank"><strong>Download JIHAD ALA TERORIS</strong></a></p>
Posted in DOWNLOAD AUDIO, hizbiyah &amp; harokah, manhaj Tagged: Abu Bakar Basyir, DOWNLOAD AUDIO, jihad, khawarij, teroris, terorisme, Ustadz Zainal Abidin <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3351&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/04/download-kajian-ilmiah-anti-teror-jihad-ala-teroris-salah-kaprah-memahami-jihad-disertai-bantahan-terhadap-al-ustadz-abu-bakar-basyir-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2009/11/aku-teroris.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AKU MEMANG TERORIS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BETAPA DAHSYATNYA SIKSAAN API NERAKA (Renungkanlah!) (Plus Download Kajiannya)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/04/dahsyatnya-siksaan-api-neraka-renungkanlah-wahai-manusia-plus-download-kajiannya/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/04/dahsyatnya-siksaan-api-neraka-renungkanlah-wahai-manusia-plus-download-kajiannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 02:29:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[adzab]]></category>
		<category><![CDATA[dahsyat]]></category>
		<category><![CDATA[kengerian]]></category>
		<category><![CDATA[MP3]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[siksaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3345</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh Al Ustadz Dzulqornain


Pengantar admin:
Artikel ini merupakan transkrip dari rekaman ceramah yang disampaikan dengan penuh keharuan dan sangat menggetarkan hati, oleh Al Ustadz Dzulqarnain Al Makassari. Semoga nasihat beliau bermanfaat . Untuk mendengar rekaman aslinya silakan download ceramah beliau  hafizhahullah DI SINI.


Al Ustadz Dzulqornain berkata:
Wahai hamba Allah, kaum Muslimin, ketahuilah sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3345&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p><strong>Oleh Al Ustadz Dzulqornain<br />
</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://2.bp.blogspot.com/_R2j3wEPxqX0/SF9lUiPWFCI/AAAAAAAAAVg/jpHEH4dFLf4/s400/pd_hell_070706_ms.jpg" alt="" width="262" height="198" /></p>
<blockquote><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Pengantar admin:</strong></span></p></blockquote>
<div><span style="color:#ff0000;"><span style="color:#000000;"><strong>Artikel ini merupakan transkrip dari rekaman ceramah yang disampaikan dengan penuh keharuan dan sangat menggetarkan hati, oleh Al Ustadz Dzulqarnain Al Makassari. Semoga nasihat beliau bermanfaat . Untuk mendengar rekaman aslinya silakan download ceramah beliau  <em>hafizhahullah</em></strong></span> <strong><a href="http://www.4shared.com/file/145890471/cbe07b9f/05_Betapa_Dahsyatnya_dan_Betapa_Mengerikannya_Siksaan_di_Dalam_Neraka_Al_Ustadz_Dzulqarnain_Al_Makasari_wwwkajiansunnahwordpresscom.html" target="_blank">DI SINI.</a></strong></span></div>
<div><span style="color:#ff0000;"><strong><br />
</strong></span></div>
<blockquote><p><span style="color:#ff0000;"><strong>Al Ustadz Dzulqornain berkata:</strong></span></p></blockquote>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Wahai hamba Allah, kaum Muslimin, ketahuilah sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala menciptakan makhluk supaya mereka mengenal Allah Subhanahu wata’ala dan menyembah-Nya dan supaya mereka takut kepada-Nya. Dan Allah Subhanahu wata’ala telah menggambarkan tentang pedihnya siksaan-Nya dan dahsyatnya api Neraka-Nya di dalam Al Quranul karim dengan pensifatan yang sedemikian banyak dan pengulangan yang beraneka ragam. Seluruh hal tersebut Allah Subhanahu wata’ala sifatkan tentang api Neraka dan apa yang Allah Subhanahu wata’ala siapkan berupa siksaan dan kepedihan dan yang terkandung di dalamnya berupa makanan dari zaqqum, addhori’, air yang mendidih, belenggu, dan rantai yang membuat getar hati orang-orang beriman yang takut kepada Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa lagi maha kuat. Dan membuat getar hati para hamba yang menyadari dirinya bahwa dia akan berdiri di depan Allah Subhanahu wata’ala yang maha perkasa. <span id="more-3345"></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah memperingatkan dari api Neraka dan demi Allah!… tidaklah Allah Subhanahu wata’ala memperingatkan kepada hamba-Nya dan membuat mereka takut kepada sesuatupun yang lebih keras dan lebih dahsyat dari api Neraka. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Maka Kami memperingatkan kamu dengan Neraka yang menyala-nyala&#8221; (Al Lail: 14)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّهَا لإحْدَى الْكُبَرِ. نَذِيرًا لِلْبَشَرِ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, </span><span style="font-family:Verdana;color:#000000;font-size:x-small;">sebagai ancaman bagi manusia.&#8221; (Al Muddatsir: 35)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ad Darimi, dan Al Hakim, dari An Nu’man bin Basyir Radhiallahu’anhu berkata: &#8220;Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkhutbah dan berkata, ’saya peringatkan kalian dari api Neraka, saya peringatkan kalian dari api Neraka’. Andaikata sesorang berada di pasar ia akan mendengarkan suara tersebut dari tempatku ini. Dan waktu itu beliau membawa selendang yang tadinya berada di bahu kemudian jatuh di kakinya.&#8221; Menunjukkan kerasanya beliau memperingatkan hal tersebut kepada umatnya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wasallam telah menggambarkan bagaimana panasnya api Neraka, dan bagaimana golakan api Neraka, dan digambarkan bagaimana makanan dan minuman penghuninya, dan digambarkan bagaimana belenggu dan berbagai macam siksaan yang terkandung di dalamnya, dan digambarkan tentang pakaian orang-orang yang menghuninya. Seluruh hal tersebut sebagai seruan kepada hamba Allah Subhanahu wata’ala supaya takut dan bertakwa kepada-Nya dan bersegera menuju hal-hal yang dicintai dan diridhoi oleh Allah Subhanahu wata’ala.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;">Takutlah Kepada Allah Subhanahu wata’ala</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan siapa yang menyaksikan, siapa yang memperhatikan tadabbur terhadap Al Quranul Karim dan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan memperhatikan bagaimana Shirah perjalanan hidup para ulama As Salaf, Ahlul Ilmi wal Iman dari kalangan para shahabat Radhiallahu’anhum dan orang-oang yang mengikuti mereka dengan baik, ia akan mendapatkan bagaimana rasa takut mereka kepada Neraka adalah suatu perkara yang sangt menakjubkan. Rasa takut inilah yang membawa mereka dalam keadaan yang mulia. Dan ini menunjukkan mereka di kedudukan yang tertinggi dalam keadan taat kepada Allah Subhanahu wata’ala dam menjauhi segala sesatu yang makruh apalagi yang diharamkan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Seluruh hal tersebut sebagai rasa takut kepada Allah Subhanahu wata’ala takut dari ancaman api Neraka-Nya dan apa-apa yang Allah Subhanahu wata’ala telah siapkan bagi orang-orang yang bemaksiat kepada-Nya. Karena itulah orang yang takut seperti ini telah dijamin untuk mereka Surga. Di dalam firman-Nya Allah Subhanahu wata’ala mengatakan,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.&#8221; (Ar Rahman: 46)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.&#8221; (Al Mulk: 12)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Berkata Abu Sulaiman Ad Darani: &#8220;Asal segala kebaikan di dunia dan di akhirat adalah takut kepada Allah Subhanahu wata’ala, tidak satu hati pun yang kosong dari rasa takut kecuali hati itu adalah hati yang rusak.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Karena itulah wahai hamba Allah !!… Wahai anak adam,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.&#8221; (Al Baqarah: 24)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wata’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.&#8221; (At Tahrim: 6)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan api Neraka itu, wahai hamba Allah !… Sebagaimana yang disifatkan di dalam firman-Nya,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ذَلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah Subhanahu wata’ala mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.&#8221; (Az Zumar: 16)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Memperhatikan hari ini, wahai saudaraku kaum Muslmin, adalah perkara yang sangat penting dan membuat kita sadar bagaimana pentingnya untuk berlindung dari pedihnya api Neraka. Karena itu jadilah orang-orang yang disifatkan dalam firman-Nya,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأولِي الألْبَابِ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,  (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah Subhanahu wata’ala sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam Neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun.&#8221; (Ali Imron: 190-192)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan jadilah seperti orang-orang yang disifatkan dalam firman-Nya,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal&#8221;. Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.&#8221; (Al Furqaan: 63-66)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan jadilah kaum Muslim yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wata’ala, orang yang tergolong di dalam firman-Nya,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَالَّذِينَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.&#8221;  (Al Ma’arij: 27)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Termasuklah dalam orang-orang yang termauk dalam firman-Nya,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُون.َ قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya. Mereka berkata: &#8220;Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).&#8221; (At Thuur: 25-26)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Juga diriwayatkan dari Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu, &#8220;Sesungguhnya kebanyakan doa nabi Shallallahu’alaihi wasallam yaitu, </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Wahai Rabb kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari Neraka&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan orang-orang yang senantiasa meneteskan air mata takut kepada Allah Subhanahu wata’ala dinyatakan di dalam hadits,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;">عَيْنَانِ لاَ تَمُسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيْلِ اللهِ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">“Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api Neraka: (pertama) mata yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wata’ala, (kedua) mata yang bermalam dalam keadaan berjaga di jalan Allah Subhanahu wata’ala.” (HR. At-Tirmidzi no. 1639, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi dan Al-Misykat no. 3829)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;">وعن ابى هريرةرضى اللّه عنه عن النّبىّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال : سبعةيظلّهم اللّه فى ظلّه يوم لاظلّ الاّظلّه :</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ada tujuh orang yang akan dinaungi oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam naungan-Nya pada hari yang tiada naungan melainkan naungan-Nya sendiri”, Disebutkan di antara mereka,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;">ورجل ذكراللّه خالياففاضت عليناه (متفق عليه)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;….Orang yang mengingat pada Allah Subhanahu wata’ala di waktu keadaan sunyi lalu melelehlah airmata dari kedua matanya.&#8221; (Muttafaq ‘alaih)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;"><strong>Rasa Takutnya Salafus Shalih Kepada Neraka</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Umar bin Khatab pernah berkata, &#8220;Wahai sekalian manusia, andaikata ada yg menyeru dari langit, ‘wahai sekalian manusia, sesunguhnya kalian semua masuk Surga kecuali satu orang’ Saya takut satu orang itu adalah saya.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Lihat bagaimana rasa takut para ulama As Salaf. Dan suatu hari Al Hasan Al Bashri pernah menangis, maka ditanya kepada beliau, &#8220;Apa yg membuatmu menangis wahai Abu Said?&#8221; Beliau menjawab, &#8220;Saya takut Allah Subhanahu wata’ala akan melemparkan saya besok di api Neraka dan Allah Subhanahu wata’ala tidak memperhatikannya.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan berkata Yazid bin Kholsyan, &#8220;Demi Allah! Saya tidak penah melihat org yang lebih takut dari Al Hasan Al Bashri dan Umar bin Abdul Aziz seakan Neraka diciptakan untuk mereka berdua saja. Sehingga merek senantiasa merasa takut darinya.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan sebagian ulama As Salaf apabila mereka melihat api di dunia ini maka berubahlah warna mukanya dan gemetarlah ia dan berubah keadaanya dan ia melihat firman Allah Subhanahu wata’ala,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُون.َ أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُون.َ نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ. فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu). Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya? Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.&#8221; (Al Waqi’ah: 71-74)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Berkata Imam Mujahid, &#8220;Sesungguhnya Neraka dunia akan mengingatkan Neraka akhirat. Kalau seorang melihat Neraka dunia maka ia akan ingat Neraka akhirat ini yg disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wata’ala, &#8220;Kami jadikan api itu untuk peringatan&#8221;.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan berkata Al Hasan Al Bashri, &#8220;umar bin khattab kadang dihidupkan untuk beliau api pada suatu malam, kemudian Umar mendekati api tersebut dan mendekatkan tangannya ke api tersebut kemudian Umar berkata, &#8220;Wahai Ibnu Khattab, apakah kamu mampu bersabar di atas api ini?&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Bahkan di kalangan ulama As Salaf ada yang tidak bisa tidur karena takutnya dari api Neraka.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Berkata Hasan Al Bashri, &#8220;Syaddad bin auf apabila naik ke tempat tidurnya ia berada di atasanya seakan-akan kacang yg berada di atas penggorengan dan ia berkata, ‘Yaa Allah! Sesungguhnya mengingat Neraka Jahannam membuat saya tidak bisa tidur’ maka iapun berdiri kemudian sholatlah.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan berkata Taulus bin Kaisan, &#8220;Dan beliau kadang tidur di atas tempat tidurnya dan berbaring dan berbalik seperti berbaliknya kacang di atas gorengan kemudian beliau bangkit melompat lalu menghadap kiblat sampai di waktu shubuh kemudian beliau berkata, ‘Sesunggunya ingat akan api Neraka telah mengubah tidurnya orang-orang yang takut kepada Allah Subhanahu wata’ala.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan berkata Malik bin Dinar, &#8220;Putri Ar Robi’ bin Husain berkata kepada ayahnya, ‘wahai ayahku kenapa engkau tidak tidur dan manusia dalam keadaan tidur?’ Maka ia berkata kepada putrinya, ‘Wahai putriku, sesungguhnya api Neraka tidak membiarkan ayahmu tidur.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan biasa para ulama As Salaf ada yg takutnya dari api Neraka menimbulkan padanya penyakit yang kadang dilihat di antara manusia karena kurusnya seakan-akan dia sakit padahal tidak ada penyakit pada dirinya.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Demikian rasa takutnya para ulama dan telah kita sampaikan ayat-ayat Al Quran dan hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam yang menunjukkan tentang mulianya takut kepada api Neraka dan mulianya orang-orang yang menangis karena takutnya akan siksaan api Neraka.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;"><strong>Ketika Engkau Berdiri sedangkan Neraka Ada di Hadapanmu…</strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dalam hadits Anas bin Malik Radhiallahu’anhu disebutkan,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وعن انس رضى اللّه عنه قال : خطب رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم خطبةماسمعت مثلهاقطّ ، فقال : لوتعلمون مااعلم لضحكتم قليلاولبكيتم كثيرا ، قال : فغطّى اصحاب رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم وجوههم لهم خنين (متفق عليه)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu ia berkata, &#8220;Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah berkhutbah, dan saya belum pernah mendengarnya. Beliau bersabda: &#8220;Andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan pasti akan banyak menangis.&#8221; Anas berkata: &#8220;Mendengar yang demikian para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menutupi muka mereka sambil menangis terisak-isak.&#8221;(HR. Bukhari dan Muslim)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;">وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا. قَالُوا: وَمَا رَأَيْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: رَأَيْتُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">“Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Para shahabat bertanya: “Apa yang engkau lihat ya Rasulullah” Beliau shallallahu‘alaihi wasallam menjawab: “Saya melihat Al Jannah dan An Naar.” (HR. Muslim Kitab Sholat no. 426)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas bin Maik dan dihasankan oleh Syakh Al Albani dari seluruh jalan-jalannya, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata kepada Jibril ‘Alaihi salam, wahai Jibril kenapa saya tidak pernah melihat Mikail tertawa. Maka Jibril ‘Alaihis salam berkata, &#8220;Sesungguhnya Mikail itu tidak pernah tertawa semenjak diciptakannya api Neraka.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Karena itu digambarkan lagi wahai hamba Allah..!! Jikalau engkau berdiri di depan Allah Subhanahu wata’ala dalam keadaan menyandang dosa dan penyimpangan, sedangkan tiada menyandang satu amalanmu di dunia ini….</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">فَيَوْمَئِذٍ لا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَد.ٌ وَلا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: &#8220;Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.&#8221; Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya, dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya.&#8221; (</span><span style="font-family:Verdana;">QS. Al Fajr: 22-26)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman, </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan diperlihatkan dengan jelas Neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat&#8221;, (Asy Syu’araa: 91)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan di dalam firmannya Allah Subhanahu wata’ala menyatakan</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى. يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ مَا سَعَى. وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى. فَأَمَّا مَنْ طَغَى وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya).&#8221; (QS. An Naazi’aat: 34-39)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan juga Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan, </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan Kami nampakkan Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas.&#8221; (</span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;">Al Kahfi: 100)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan mereka datang dalam keadaan penuh dengan kehinaan dan memandang dengan pandangan yang lesu sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala,</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka. (Al Ma’arij: 44)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَلَيْسَ هَذَا بِالْحَقِّ قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا قَالَ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada Neraka, (dikatakan kepada mereka): &#8220;Bukankah (azab) ini benar?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Ya benar, demi Tuhan kami&#8221;. Allah Subhanahu wata’ala berfirman &#8220;Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar&#8221;.  (Al Ahqaf: 34)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman, </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;</span><span style="font-family:Verdana;">Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. (Qaaf: 22)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan imam Muslim dari adiy bin Hatim, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengingatkan tentang keadaan seorang muslim ketika mereka berdiri di depan Allah Subhanahu wata’ala.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وعن عدىّ بن حاتم رضى اللّه عنه قال : قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم مامنكم من أحدالاّسيكلّمه ربّه ليس بينه وبينه ترجمان ، فينظرأيمن منه فلايرى إلاّماقدّم ، وينظرأشأم منه فلايرى إلاّماقدّم ، وينظربين يديه فلايرى إلاّالنّارتلقاءوجهه . فاتّقواالنّارولوبشقّ تمرة (متفق عليه)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dari ‘Adiy bin Hatim Radhiallahu’anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : &#8220;Seseorang di antara kalian akan berbicara langsung dengan Tuhannya, padahal di antara dia dengan Tuhannya tidak ada juru bahasa, kemudian ia melihat ke kanan, tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya, ia melihat ke kiri, tiada terlihat kecuali amal yang pernah diperbuatnya, dan ia melihat ke depan, tiada yang terlihat kecuali api yang tepat di depannya. Maka takutlah kalian terhadap Neraka walaupun hanya bersedekah dengan separuh biji kurma.&#8221;(HR. Bukhari dan Muslim)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">Besarnya Neraka</span></strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan ingatlah ketika api Neraka telah berada di depan kita. digambarkan oleh Abdullah ibnu Mas’ud diriwayatkan oleh imam Muslim secara mauquf,</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وعنه قال : قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم : يؤتى بجهنّم يومءذلهاسبعون ألف زمام ، مع كلّ زمام سبعون ألف ملك يجرّونها (رواه مسلم)٠</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: &#8220;Pada hari kiamat Neraka Jahannam itu akan didatangkan dengan tujuh puluh ribu kendali, tiap-tiap kendali ditarik oleh tujuh puluh ribu malaikat.&#8221;(HR. Muslim)</span></span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">Suara Kemarahan Neraka</span></strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Demikian kengerian pada hari itu, dan Neraka jahaann yg datang tersebut dari jauh ia telah memperdengarkan suara kemarahan, suara kemurkaan, dan pada hari itu orang-orang yang penuh dengan maksiat yakin bahwa dirinya akan penuh dengan kesengsaraan.</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Allah Subhanahu wata’ala berfirman, </span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِذَا رَأَتْهُمْ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ سَمِعُوا لَهَا تَغَيُّظًا وَزَفِيرًا</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Apabila Neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya.&#8221; (Al Furqaan: 12)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara Neraka yang mengerikan, sedang Neraka itu menggelegak, hampir-hampir (Neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (Neraka itu) bertanya kepada mereka: &#8220;Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?&#8221; (Al Mulk: 7-8)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala befirman menyatakan dalam Al Quran,</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ كَأَنَّهُ جِمَالَةٌ صُفْرٌ</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya Neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana. Seolah-olah ia iringan unta yang kuning,&#8221; (Al Mursalat: 33)</span></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;">Penghuni Neraka Dari Kalangan Jin dan Manusia</span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, wahai kalian manusa yang sadar bahwa dirinya akan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala, ketahuilah bahwa penghuni Neraka tersebut adalah dari kalangan jin dan manusia. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&#8221; (Al A’raaf: 179)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (Huud: 119)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari padaKu: &#8220;Sesungguhnya akan Aku penuhi Neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.&#8221; (As Sajdah: 13)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Neraka Harus Penuh, Tidak Boleh Tidak</span></strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan ingatlah wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, bahwa Neraka Jahannam harus penuh dan tidak boleh tidak.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Allah Subhanahu wata’ala berfirman, </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلأتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam : &#8220;Apakah kamu sudah penuh?&#8221; Dia menjawab : &#8220;Masih ada tambahan?&#8221; (Qaaf: 30) Neraka berharap masih ada tambahan.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Dan setiap kalian merasa bahwa Nerakan Jahannam penuh. Adapun Neraka Jahannam tidak akan penuh sampai Allah Subhanahu wata’ala meletakkan kedua kakinya hingga Neraka berkata, &#8220;Cukup, cukup, cukup&#8221; Ketika itu penuhlah Neraka dan sebagian darinya menyempit dan penuhlah dia.&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala tidak akan menzhalimi seorangpun dari makhluknya. Adapun Surga, maka Allah Subhanahu wata’ala akan mewujudkan makhluk-makhluk baru pada tempat yang kosong tersebut.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Neraka Bertingkat-Tingkat</span></strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Neraka tersebut bertingkat-tingkat dan berderajat-derajat, sebagaimana Surga bertingkat-tingkat dan memiliki bebapa derajat.</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Allah Subhanahu wata’ala berfirman, </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari Neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.&#8221; (An Nisa: 145)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.&#8221; (Al Hijr: 44)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Mereka Berada di Dalam Neraka Yang Ditutup Rapat</span></strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala mengabarkan bahwa pintu-pintu ini apabila penghuninya telah masuk pintu tersebut akan ditutup. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا هُمْ أَصْحَابُ الْمَشْأَمَة.ِ عَلَيْهِمْ نَارٌ مُؤْصَدَةٌ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.  Mereka berada dalam Neraka yang ditutup rapat.&#8221;  (Al balad: 19-20)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ. فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.&#8221; (Al Humazah: 8-9)</span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dalamnya Neraka</span></span></strong></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;color:#215868;"><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Adapun dalamya api Neraka tersebut, wahai hamba Allah!… Mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala menjaga kita semua dari pedihnya api Neraka. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu,</span></span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وعنه قال : كنّامع رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم : إذسمع وجبةفقال : هل تدرون ماهذا ؟ قلنا : اللّه ورسوله أعلم ، قال : هذاحجررمى به فى النّارمنذسبعين خريفا ، فهويهوى فى النّارالان حين انتهى إلى قعرهافسمعتم وجبتها (رواه مسلم)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu</span><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">, ia berkata : &#8220;Kami bersama-sama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Beliau bertanya : &#8220;Apakah kamu tahu, bunyi apakah itu ?&#8221; Kami menjawab : &#8220;Allah Subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya-lah yang lebih tahu.&#8221; Beliau bersabda : &#8220;Ini adalah suara batu yang dilemparkan ke dalam Neraka sejak tujuh puluh tahun yang lalu. Batu itu sekarang baru sampai ke dasar Neraka, maka kalian mendengar suara gemuruhnya.&#8221;(HR. Muslim)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Ini dasar dari api Neraka, betapa jauhnya dan betapa mengerikannya. </span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;">Panasnya Neraka</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Adapun panasnya wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, disebutkan dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Neraka mengadu kepada Allah Subhanahu wata’ala tentang panasnya. Neraka berkata, ‘Yaa Allah, sebagian dari diriku telah memakan sebagian yang lain karena panasnya, maka berikanlah kesempatan kepadaku untuk bernafas’. Maka diberikan ijin untuk Neraka Jahannam untuk bernafas dengan dua kali nafas. Nafas di waktu dingin dan nafas di musim panas. Maka pada saat musim panas saat yang paling panas itulah panasnaya api Neraka dan di saat musim dingin yang paling dinginnya yang menusuk itulah dinginnya dari api Neraka.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Sebab dari Neraka ada dingin yang tidak bisa diukur dan sebagai siksaan yang tidak kalah pedihnya dari api Neraka tersebut.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “(Panasnya) api yang kalian (Bani Adam) nyalakan di dunia ini merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya api Neraka Jahannam.” Para sahabat bertanya: “Demi Allah! Apakah itu sudah cukup wahai Rasulullah?” Beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “(Belum), sesungguhnya panasnya sebagian yang satu melebihi sebagian yang lainnya sebanyak enam puluh kali lipat.” (HR. Muslim no. 2843)</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;">Pedihnya Siksaan di Dalam Neraka</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman dalam Al Quran, </span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam Neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An Nisa: 56)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman menggambarkan tentang pedihnya dan panasnya api Neraka.</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">يُبَصَّرُونَهُمْ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ. وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ. وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيه.ِ وَمَنْ فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ. كَلا إِنَّهَا لَظَى. نَزَّاعَةً لِلشَّوَى</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan isterinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya Neraka itu adalah api yang bergolak, yang mengelupas kulit kepala, (Al Ma’arij: 11-16)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Neraka jahannam tersebut, wahai hamba Allah !… Tidak seperti yang kalian gambarkan seperti api di muka bumi ini. Diriwayatkan oleh Imam Malik dan lain-lainnya dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, &#8220;Apakah kalian mengira api Neraka Jahannam ini berwarna merah seperti api kalian ini ini, sesunguhnya api Jahannam berwarna hitam seperti teer.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan penghuni Neraka, wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, digambarkan andaikata dirimu yang diperlakukan seperti ini kelak di kemudian hari dan mereka dalam keadaan dibelenggu dengan rantai dan belenggu. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَلاسِلا وَأَغْلالا وَسَعِيرًا</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan Neraka yang menyala-nyala.&#8221; (Al Insaan: 4)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman, </span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَجَعَلْنَا الأغْلالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir.&#8221; (Saba’: 33)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan gambarkanlah andaikata hal ini menimpa kita dan apa yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dalam ayat ini menimpa seseorang dari kita, wal’iyadzubillah…!!. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala menjaga kita dari api Neraka. Allah Subhanahu wata’ala menyatakan,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">خُذُوهُ فَغُلُّوهُ. ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ. فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">(Allah Subhanahu wata’ala berfirman): &#8220;Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api Neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.&#8221; (Al Haaqqah: 30-32)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Neraka Jahannam ini siksaannya tidak berujung sampai di sini dan jangan dikira bahwa siksaanya hanya seperti ini bahkan siksaaan di dalamnya berlipat ganda dan terdapat berbagai maacam siksaan dan kepedihan yang membuat bulu kuduk merinding dan membuat hati orang yang beriman gemetar. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Hibban, Al Hakim, dan Al Baihaqi, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani. Dari Abdullah bin Khaliq bin Jundub Al Jabili dia berkata, nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Sesungguhnya di Neraka ada enam ular bagaikan leher-leher unta yang menyengat seorang di antara penghuni Neraka tersebut maka ia mendapatkan panasnya selama tujuh puluh tahun. Dan di dalam Neraka tersebut ada kalajangking-kalajengking yang besarnya bagaikan keledai dan salah satu di antaranya kalajengkng tersebut menyengat seorang dari penghuni Neraka maka ia mendapatkan pedihnya sengatan tersebut selama empat puluh tahun.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Akan keluar pada hari kiamat leher dari api Neraka yang memiliki dua mata melihat, dua mata mendengar, dan lisan berbicara, &#8220;saya diperintahkan untuk menyiksa tiga orang. (pertama) Orang yang sombong lagi keras kepala, (kedua) orang yang menyembah kepada selain Allah Subhanahu wata’ala, dan (ketiga) orang-orang yang menggambar.&#8221;</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;">Jenis Makanan di Dalam Neraka</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan bagaimana sangkaanmu, wahai kamu anak Adam, yang telah melalaikan dan telah menyia-nyiakan umurnya di kehidupan ini, dan telah bergelimang dengan berbagai macam kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wata’ala, dan memakan makanan yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wata’ala. Tahukah engkau bagaimana makanaan dan minuman di dalam Neraka tersebut? Dengarkan firman Allah Subhanahu wata’ala,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُون.َ لآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ. فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ.  فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيم. فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيم. ِ هَذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan&#8221;. (Al Qaqi’ah: 51-56)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">أَذَلِكَ خَيْرٌ نُزُلا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ. إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ. إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ. طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ. فَإِنَّهُمْ لآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ. ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;(Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum, Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.  Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar Neraka yang menyala. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.  (Ash Shaaffaat: 62-67)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan di ayat yang lain Allah Subhanahu wata’ala menyatakan,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّ شَجَرَةَ الزَّقُّومِ. طَعَامُ الأثِيمِ. كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ. كَغَلْيِ الْحَمِيمِ. خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَى سَوَاءِ الْجَحِيم. ثُمَّ صُبُّوا فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ. ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas. Peganglah dia kemudian seretlah dia ke tengah-tengah Neraka. Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas.  Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia&#8221; (Ad Dukhaan: 43-49)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّ لَدَيْنَا أَنْكَالا وَجَحِيمًا. وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan Neraka yang menyala-nyala.  Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.&#8221; (Al Muzammil: 12-13)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman, </span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلا مِنْ ضَرِيعٍ. لا يُسْمِنُ وَلا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.&#8221; (Al Ghaasyiyah: 6-7)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَا هُنَا حَمِيمٌ. وَلا طَعَامٌ إِلا مِنْ غِسْلِينٍ. لا يَأْكُلُهُ إِلا الْخَاطِئُونَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.&#8221; (Al Haaqqah: 35-37)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Maka ingatlah wahai hamba Allah ..!! Hari itu engkau menghadap kepada Allah Subhanahu wata’ala, engkau akan datang dengan dirimu sendjri, akan hilang kerajaanmu, hilang kedudukanmu, hilang harta bendamu, hilang sanak family, hilang keluargamu, engkau datang tanpa pelindung !</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;">Jenis Minuman di Dalam Neraka</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Adapun minumannya, dengarkanlah firman Allah Subhanahu wata’ala,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">لا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلا شَرَابًا. إِلا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا. جَزَاءً وِفَاقًا</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pambalasan yang setimpal.&#8221; (An Naba’: 24-26)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?&#8221; (Muhammad: 15)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman, </span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">هَذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ. وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Inilah (azab Neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.&#8221; (Shaad: 57-58)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَى مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ. يَتَجَرَّعُهُ وَلا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.&#8221; (Ibrahim: 16-17)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan pada hari itu, wahai hamba Allah!… Penduduk Neraka akan meraung-raung dan meminta supaya diberi minuman. Allah Subhanahu wata’ala menyatakan menggambarkan tentang pedihnya siksaan mereka,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu Neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.&#8221; (Al Kahfi: 29)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan diriwayatkan oleh Ibnul Mubarok, Imam Ahmad, dan Imam At Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani, dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;sesungguhnya air mendidih dalam Neraka itu akan dituangkan di atas kepala-kepala mereka kemudian air tersebut akan menembus mereka sampai masuk ke dalam lambung mereka kemudian akan masuk ke dalamnya secara perlahan-lahan supaya merasakan siksaan, masuk secara perlahan-lahan ke dalam lambungnya kemudian iapun membuat kuah di dalamnya, membuat kuah yang mengalir di kakinya dan itulah As Sahr. Setiap kali ia mendapat kuah tersebut dikembalikan lagi dan mendapat siksaan tersebut.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Wal ‘iyadzubillah…!!</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;font-size:x-small;">Pakaian Penghuni Neraka</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Adapun pakaian orang yang berada di dalamnya, pakaiana penduduk Neraka, mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala menjaga kita dari pedihnya api Neraka. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">تَحْسَبَنَّ اللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">يَوْمَ تُبَدَّلُ الأرْضُ غَيْرَ الأرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الأصْفَادِ </span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَى وُجُوهَهُمُ النَّارُ</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">لِيَجْزِيَ اللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah Subhanahu wata’ala akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan. (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api Neraka, agar Allah Subhanahu wata’ala memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala Maha cepat hisab-Nya.&#8221; (Ibrahim: 47-51)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِنْ نَارٍ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوسِهِمُ الْحَمِيمُ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api Neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.  (Al Hajj: 19)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Ibrahim An Nakhai kalau beliau membaca ayat ini beliau berkata, &#8220;Subhanallah…! Maha suci Allah yang menciptakan pakaian dari api Neraka&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span style="color:#ff0000;"><strong><span style="font-size:x-small;">Besar Tubuh Penghuni Neraka</span></strong></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Adapun besarnya tubuh penghuni Neraka digambarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, &#8220;Sesungguhnya gigi geraham (dalam riwayat lain: gigi taring) orang kafir besarnya seperti gunung Uhud dan tebal kulitnya perjalanan selama tiga hari.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu </span><span style="font-family:Verdana;">yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Sesunggunya antara dua bahu orang kafir di dalam Neraka jaraknya perjalanan selama tiga hari bagi orang yang melakukan perjalanan cepat.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Tangisan Penghuni Neraka Meraung-raung, Berteriak, dan mengiba</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan jangan disangka cuma itu keadaan mereka, di dalam Neraka mereka akan meraung-raung, menangis dan berteriak dengan teriakan yang keras dan mereka berdoa semoga mereka dikeluarkan tapi tidak bisa keluar. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan orang-orang kafir bagi mereka Neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. Dan mereka berteriak di dalam Neraka itu : &#8220;Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shalih berlainan dengan yang telah kami kerjakan&#8221;. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (Fathir: 36-37)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan mereka, wahai hamba Allah Subhanahu wata’ala, berteriak supaya adzabnya diringankan. Allah Subhanahu wata’ala menghikayatkan,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">قَالُوا أَوَ لَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا بَلَى قَالُوا فَادْعُوا وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلا فِي ضَلالٍ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan orang-orang yang berada dalam Neraka berkata kepada penjaga-penjaga Neraka Jahannam: &#8220;Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari&#8221;. Penjaga Jahannam berkata: &#8220;Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Benar, sudah datang&#8221;. Penjaga-penjaga Jahannam berkata: &#8220;Berdoalah kamu&#8221;. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.&#8221; (Al Mukmin: 49-50)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan juga Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلا تُكَلِّمُونِ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim. Allah Subhanahu wata’ala berfirman: &#8220;Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.&#8221; (Al Mukminun: 107-108)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan ingatlah bahwa pada hari itu penghuni Neraka berteriak minta tolong supaya diberikan minuman kepada penghuni surga. Allah Subhanahu wata’ala menghikayatkan di dalam Al Quran.</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan penghuni Neraka menyeru penghuni syurga: &#8221; Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah Subhanahu wata’ala kepadamu&#8221;. Mereka (penghuni surga) menjawab: &#8220;Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,&#8221; (Al A’raf: 50)</span></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Dan Mereka Ingin Keluar Tetapi Mereka Tidak Bisa Keluar Dari Neraka Tersebut. </span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: &#8220;Rasakanlah siksa Neraka yang dahulu kamu mendustakannya.&#8221; (As Sajdah: 20)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ. وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari Neraka itu.&#8221; (Infithaar: 15-16)</span></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Dan Mereka Sangat Berharap Mereka Bisa Menebus Diri-Dirinya.</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الأرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.&#8221; (Ali Imaran: 91)</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لا يُؤْخَذْ مِنْهَا أُولَئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam Neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.&#8221; (Al An’am: 70)</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allah Subhanahu wata’ala yang belum pernah mereka perkirakan.&#8221; (Az Zumar: 47)</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Verdana;color:#ff0000;">Siksaan Yang Paling Ringan di Dalam Neraka</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Wahai hamba Allah…! Tahukah kita bahwa siksaaan yang paling ringan di dalam Neraka tersebut disebutkan oleh Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, beliau meriwayatkan dari nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;sesunggunya penduduk Neraka yang paling ringan siksaaan adalah orang yang memiliki dua terompah dari Neraka. dua terompah ini dipanaskan, begitu dimasukkan dua kakinya maka akan mendidih otak kepalanya seakan-akan dibuat mendidihnya mirjan. Ia menyangka bahwa tidak ada lagi orang yang lebih berat siksaanya dari dia, padahal ini adalah siksaan yang paling ringan.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">****</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Ikhwatal Islam, ikhwatal iman, kaum Muslimin, kaum Mukminin yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’ala, inilah api Neraka..! Inilah seuntai dari beberapa kabar tentang api Neraka yang tertera di dalam Al Quran dan As Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Apakah ada dari kita upaya untuk bertaubat dan upaya untuk kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala dan mencabut segala dosa? Sesungguhnya setiap dari kita melakukan kesalahan di muka bumi ini dan tidak dipungkiri</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan ingatlah wahai hamba Allah!.. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menyelamatkan kita dari api Neraka, setelah rahmat Allah Subhanahu wata’ala, kecuali amal shalih kita, dan ketahuilah kita tidak tahu kapan kita akan dijemput oleh ajal secara tiba-tiba.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلا نَفْعًا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلا يَسْتَقْدِمُونَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Katakanlah: &#8220;Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah Subhanahu wata’ala&#8221;. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).&#8221; (Yunus: 49)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.&#8221; (Ali Imran: 185)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,&#8221; (An Nisa: 78)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Karena itulah wahai hamba Allah..! Wahai orang-orang yang melampaui batas, wahai orang-orang yang telah menzhalimi dirinya, dan wahai orang-orang yang telah berbuat zhalim kepada Allah Subhanahu wata’ala, tidakkah engkau takut jika menghadap Allah Subhanahu wata’ala dalam keadaan bergelimang dengan dosa, bergelimang dengan penyimpangan kepada Allah Subhanahu wata’ala?</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأبْصَارُ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;</span><span style="font-family:Verdana;">Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah Subhanahu wata’ala lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,&#8221; (Ibrahim: 42)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لا يَمُوتُ فِيهَا وَلا يَحْيَا</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya Neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup (Thaahaa: 74)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan Allah Subhanahu wata’ala berfirman,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">&#8220;Dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka (Al Ma’arij: 44)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Karena itulah hendaklah kita membenahi diri dan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala, menghabiskan waktu kita dengan ketatan dan mengisinya dengan amal shalih, mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala, kita harus habiskan hidup ini sepanjang Allah Subhanahu wata’ala masih memberikan kesempatan-kesempatan untuk bernafas kepada kita dan tidak ada seorangpun yang tahu berapa detak nafasnya dan setiap dari kita akan menghadap kepada Allah Subhanahu wata’ala.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Maka bersegeralah wahai saudaraku Muslim, wahai saudariku muslimah, sebelum ajal datang menjemput, sebelum datang hari, yang hari itu hanya ada dua golongan orang-orang merugi dan orang-orang yang beruntung. Golongan di dalam Surga dan golongan di dalam Neraka. Golongan yang beristirahat dengan istirahat dengan tenang dan golongan yang dirundung dengan kepedihan dan dan dirundung dengan nestapa.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Karena itu ikhwatifillah, hendaklah kita mengingat kepada Allah Subhanahu wata’ala dan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala. </span></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Nasihat Kepada Setiap Wanita</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan engkau wahai ukhti Muslimah, tidaklah engkau ingat bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam pernah bersabda,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;">قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِيْنُ وَأَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوْسُوْنَ غَيْرَ أَنَّ أَصْحَابَ النَّارِ قَدْ أُمِرَ بِهِمْ إِلَى النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">&#8220;Aku berdiri di depan pintu surga, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin, sementara orang kaya lagi terpandang masih tertahan (untuk dihisab) namun penghuni Neraka telah diperintah untuk masuk ke dalam Neraka, ternyata mayoritas yang masuk ke dalam Neraka adalah kaum wanita.&#8221; (HR. Al-Bukhari no. 5196 dan Muslim no. 2736)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan di dalam hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Kebanyakan penduduk Neraka adalah Fushshoq. Dan beliau ditanya, ‘Siapakah Fushshoq itu adalah orang-orang fasiq?’ Dia adalah para perempuan.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:x-large;">صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا بَعْدُ، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">“Ada dua golongan dari penduduk Neraka yang keduanya belum pernah aku lihat, pertama: satu kaum yang memiliki cemeti-cemeti seperti ekor sapi yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua: para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka menyimpangkan lagi menyelewengkan orang dari kebenaran. Kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring/condong. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wangi surga, padahal wangi surga sudah tercium dari jarak perjalanan sejauh ini dan itu.” (HR. Muslim no. 5547)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan ingatlah wahai sekalian wanita yang tidak sabar akan kehidupan dan senantiasa berkeluh kesah dengan kedukaan dan berkeluh kesah dengan penderitaan dan meraung-raung apabila ia dirundung oleh musibah dan malapetaka. </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Ingatlah bahwa Rasululllah Shallallahu’alaihi wasallam mengingatkan dalam hadits Abu Musa Al Asy’ari yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, &#8220;Perempuan-perempuan yang meraung apabila ditimpa musibah, apabila ia tidak bertaubat maka dia akan dimasukkan ke dalam Neraka. Dia akan berdiri pada hari kiamat dalam keadaan dihiasi dengan pakaian dari timah dan pakaian yang menutupi kepala dan seluruh tubuh dari besi yang panas.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Dan kewajiban bagi kita semua untuk kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala. Setiap dari kita tentu akan kembali kepada Allah Subhanahu wata’ala dan akan dijemut ajal masuk ke dalam kubur dan akan berdiri di hari kiamat hari yang sangat mengerikan tersebut, dan akan melalui shirath (jembatan) yang terbuat seperti sehelai rambut dan tajamnya lebih tajam dari pedang, jalannya sangat licin dan di bawahnya adalah api Neraka Jahannam yang kalian telah ketahui bagaimana pedihnya siksaan di dalamnya.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala melindungi kita dari api Neraka dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wata’ala menjaga kita semua dari pedihnya api Neraka dan memberikan keberuntungan kepada kita di dunia dan di akhirat dan dijadikan segolongan orang -orang yang masuk ke dalam golongan kanan yang menghubi surganya yang penuh kemuliaan dan kenikmatan.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Yaa Allah… jauhkan kami dari api Neraka. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, &#8220;Tidak seorangpun yang berlindung tujuh kali dari api Neraka kecuali Neraka berkata kepada Allah Subhanahu wata’ala, ‘Ya Allah sesunguhnya si fulan hamba-Mu takut kepadaku maka lindungilah ia dari siksaaan api Neraka yang pedih&#8221;.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">Demikianlah kaum muslimin yang dimuliakan Allah Subhanahu wata’ala, mudah-mudahan sedikit dari kalimat ini bisa menjadi hentakan bagi kita semua dan bisa melembutkan hati-hati kita yang setiap harinya dibuat keras dengan maksiat dan dibuat keras dengan penyimpangan yang kita saksikan. Mudaha-mudahan Allah Subhanahu wata’ala senantiasa meliputi kita dengan rahmat-Nya dan meliputi dengan naungan-Nya Yang Mulia Lagi Maha Agung.</span></p>
<p><span style="font-family:Traditional Arabic;color:#000000;font-size:x-large;">سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">“Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.” </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:x-small;">walhamdulillahi rabbil ‘alamin.</span><br />
<span style="color:#000000;"> </span></p>
</div>
Posted in aqidah islam, DOWNLOAD AUDIO, Nasihat, Tazkiyatun Nufus Tagged: adzab, dahsyat, DOWNLOAD AUDIO, kengerian, MP3, neraka, siksaan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3345/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3345/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3345/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3345&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/04/dahsyatnya-siksaan-api-neraka-renungkanlah-wahai-manusia-plus-download-kajiannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_R2j3wEPxqX0/SF9lUiPWFCI/AAAAAAAAAVg/jpHEH4dFLf4/s400/pd_hell_070706_ms.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Download Audio: Tabligh Akbar JIC 2009 Bersama Ulama Besar Timur Tengah (Syaikh Ali Hasan &amp; Syaikh Masyhur) [New]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/03/download-audio-tabligh-akbar-jic-2009-bersama-ulama-besar-timur-tengah-syaikh-ali-hasan-syaikh-masyhur-new/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/03/download-audio-tabligh-akbar-jic-2009-bersama-ulama-besar-timur-tengah-syaikh-ali-hasan-syaikh-masyhur-new/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 03:04:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[download mp3 gratis]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Syaikh JIC]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Ulama Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[MP3 Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Ali Hasan Al Halabi]]></category>
		<category><![CDATA[Syaikh Masyhur Hasan Salman]]></category>
		<category><![CDATA[TEroris Bukan Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3324</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, saudaraku sekalian, silakan download rekaman Tabligh Akbar Ulama Besar Timur Tengah di Jakarta Islamic Centre pada tanggal 17 oktober 2009. Pemateri pada kajian tersebut adalah Asy Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi (Terorisme dalam Pandangan Islam) dan Asy Syaikh Masyhur Hasan Salman (Gempa Bumi, Musibah Atau Ujian). Semoga kajian ini bermanfaat. Silakan download pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3324&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs113.snc3/16042_1099311058063_1685274978_199439_784838_a.jpg" alt="" width="152" height="152" />Alhamdulillah, saudaraku sekalian, silakan download rekaman <strong>Tabligh Akbar Ulama Besar Timur Tengah</strong> di Jakarta Islamic Centre pada tanggal <strong>17 oktober 2009</strong>. Pemateri pada kajian tersebut adalah <strong>Asy Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi (Terorisme dalam Pandangan Islam) </strong>dan <strong>Asy Syaikh Masyhur Hasan Salman (Gempa Bumi, Musibah Atau Ujian)</strong>. Semoga kajian ini bermanfaat. Silakan download pada link berikut.<span id="more-3324"></span></p>
<p><a href="http://www.mediafire.com/download.php?hi2gfnumwzy" target="_blank">Download Kajian Syaikh Ali Hasan</a> (Penerjemah Ustadz Mubarok Bamuallim)</p>
<p><a href="http://www.mediafire.com/download.php?5g2mzyoznny" target="_blank">Download Kajian Syaikh Masyhur</a> (Penerjemah Ustadz Abu Qotadah)</p>
<p><em>Jazahullahu khairan</em> kepada Radio Suara Qur&#8217;an 94.4 FM Solo yang telah menghadiahkan rekamannya kepada kami.</p>
Posted in aqidah islam, DOWNLOAD AUDIO, manhaj, Nasihat Tagged: DOWNLOAD AUDIO, download mp3 gratis, gempa bumi, Kajian Syaikh JIC, Kajian Ulama Timur Tengah, MP3 Gratis, Syaikh Ali Hasan Al Halabi, Syaikh Masyhur Hasan Salman, TEroris Bukan Jihad, terorisme <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3324&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/03/download-audio-tabligh-akbar-jic-2009-bersama-ulama-besar-timur-tengah-syaikh-ali-hasan-syaikh-masyhur-new/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs113.snc3/16042_1099311058063_1685274978_199439_784838_a.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Download Ebook: HATI, PENYAKIT DAN OBATNYA (NEW)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/02/download-ebook-penyakit-hati-dan-obatnya-new/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/02/download-ebook-penyakit-hati-dan-obatnya-new/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 02:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD EBOOK]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[dan obat hati]]></category>
		<category><![CDATA[ebook gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3319</guid>
		<description><![CDATA[

Oleh Al Ustadz Abu Ubaidillah al Bamalanjy
Seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tentu akan memperhatikan amalan-amalannya. Dia akan senantiasa berusaha memperbagus amalan-amalannya, sehingga dia benar-benar ditulis oleh Allah sebagai orang yang bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan kepadanya.
Maka ketahuilah, – semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada kebaikan – bahwa semua kebaikan bergantung kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3319&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<p><strong>Oleh Al Ustadz Abu Ubaidillah al Bamalanjy</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-3322" title="terapi_penyakit_hati" src="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2009/11/terapi_penyakit_hati.gif?w=275&#038;h=317" alt="terapi_penyakit_hati" width="275" height="317" />Seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir tentu akan memperhatikan amalan-amalannya. Dia akan senantiasa berusaha memperbagus amalan-amalannya, sehingga dia benar-benar ditulis oleh Allah sebagai orang yang bersyukur atas kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan kepadanya.</p>
<p>Maka ketahuilah, – semoga Allah senantiasa membimbing kita kepada kebaikan – bahwa semua kebaikan bergantung kepada hati yang ada dalam dada. Rasulullah – <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> – bersabda,</p>
<div><big></big><big>ألاَ وَإنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَت صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، ألاَ وَهِيَ القَلْبُ</big></div>
<p><em>“Ketahuilah, sesungguhnya dalam jasad ini ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka seluruh jasad pun akan menjadi baik. Dan jika segumpal daging itu rusak, maka seluruh jasad pun akan menjadi rusak. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati.”</em> [Riwayat al-Bukhari (1/19) dan Muslim (1219) dari Nu’man bin Basyir]</p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani – <em>rohimahulloh</em> – berkata,<br />
“Beliau mengkhususkan hati dengan hal tersebut karena hati adalah pemimpin badan. Dengan baiknya pemimpin, maka rakyat akan menjadi baik, dengan rusaknya pemimpin, rakyat pun menjadi rusak. Dan dalam hadits ini terdapat peringatan untuk mengagungkan kedudukan hati dan anjuran untuk memperbaikinya…” [Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari dalam Kitab al-Iman Bab Fadhli Man Istabra`a Lidinihi]</p>
<p>Untuk lebih mengenal tentang hati, penyakit dan obatnya, silahkan download artikel <span id="more-3319"></span>berikut <a href="http://ia341303.us.archive.org/3/items/obathati/hati2.pdf" target="_blank">di sini</a>.<br />
Semoga bermanfaat…</p>
<p>Sumber: albamalanjy.wordpress.com</p>
</div>
</div>
Posted in DOWNLOAD EBOOK, Tazkiyatun Nufus Tagged: dan obat hati, DOWNLOAD EBOOK, ebook gratis, hati, penyakit <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3319/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3319&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/02/download-ebook-penyakit-hati-dan-obatnya-new/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2009/11/terapi_penyakit_hati.gif" medium="image">
			<media:title type="html">terapi_penyakit_hati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Audio: Sebab-sebab Agar hati Menjadi Lembut &amp; Manhaj dalam Menuntut Ilmu (Ust. Dzulqornain) [Penting]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/02/download-audio-sebab-sebab-agar-hati-menjadi-lembut-manhaj-dalam-menuntut-ilmu-ust-dzulqornain-penting/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/02/download-audio-sebab-sebab-agar-hati-menjadi-lembut-manhaj-dalam-menuntut-ilmu-ust-dzulqornain-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 01:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[download mp3 gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Lembut]]></category>
		<category><![CDATA[menuntut ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[MP3 Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyatun nafs]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz Dzulqornain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3299</guid>
		<description><![CDATA[Walhamdulillah, silakan download rekamanpengajian bersama Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Sabtu, Tanggal 12 Dhulqa’da 1430 H / 31 Oktober 2009 di Masjid Fatahillah, Depok, dengan tema “Sebab-sebab Agar Hati Menjadi Lembut”. Selain itu silakan download pula rekaman kajian Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Ahad, Tanggal 13 Dhulqa’da 1430 H / 01 November 2009 di Masjid Nurul Irfan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3299&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" src="http://www.shutterspeaks.com/wp-content/uploads/2006/12/awan_biru.JPG" alt="" width="176" height="130" />Walhamdulillah, silakan download rekamanpengajian bersama Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Sabtu, Tanggal 12 Dhulqa’da 1430 H / 31 Oktober 2009 di Masjid Fatahillah, Depok, dengan tema <strong>“Sebab-sebab Agar Hati Menjadi Lembut”. </strong>Selain itu silakan download pula rekaman kajian Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Ahad, Tanggal 13 Dhulqa’da 1430 H / 01 November 2009 di Masjid Nurul Irfan, Kampus UNJ Rawamangun, Jakarta dengan tema <strong>“Manhaj (Metode) Dalam Menuntut Ilmu”.<br />
</strong></p>
<p>Semoga bermanfaat.<span id="more-3299"></span></p>
<p><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/SebabHatiMenjadiLembut_UstadzDzulqarnain.mp3">Download Sebab-sebab Agar hati Menjadi Lembut</a></p>
<p><a href="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;site=problemamuslim.wordpress.com&amp;url=http%3A%2F%2Fstatics.ilmoe.com%2Fkajian%2Fusers%2Fproblemamuslim%2FAudio%2FManhajMenuntutIlmu_UstadzDzulqarnain.mp3">Download Manhaj dalam menuntut Ilmu</a> dan<a href="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;site=problemamuslim.wordpress.com&amp;url=http%3A%2F%2Fstatics.ilmoe.com%2Fkajian%2Fusers%2Fproblemamuslim%2FAudio%2FManhajMenuntutIlmuTANYAJAWAB_UstadzDzulqarnain.mp3"> Tanya Jawabnya</a></p>
<p>Jazahullah khairan kepada admin problemamuslim yang telah mengupload rekamannya.</p>
Posted in DOWNLOAD AUDIO, manhaj, Tazkiyatun Nufus Tagged: DOWNLOAD AUDIO, download mp3 gratis, Hati Lembut, manhaj, menuntut ilmu, MP3 Gratis, salaf, tazkiyatun nafs, ustadz Dzulqornain <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3299&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/11/02/download-audio-sebab-sebab-agar-hati-menjadi-lembut-manhaj-dalam-menuntut-ilmu-ust-dzulqornain-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
<enclosure url="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/SebabHatiMenjadiLembut_UstadzDzulqarnain.mp3" length="5924346" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.shutterspeaks.com/wp-content/uploads/2006/12/awan_biru.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Download Audio: Kajian UIN Syarif Hidayatullah Ciputat &#8220;BAHAYA IDEOLOGI TERORISME BERKEDOK JIHAD&#8221; (Ust. Dzulqornain) [NEW]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/31/download-audio-kajian-uin-syarif-hidayatullah-ciputat-bahaya-ideologi-terorisme-berkedok-jihad-ust-dzulqornain-new/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/31/download-audio-kajian-uin-syarif-hidayatullah-ciputat-bahaya-ideologi-terorisme-berkedok-jihad-ust-dzulqornain-new/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 22:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[bom bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Ciputat]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[MP3 Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[syukut]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Syarif Hidayatulah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3289</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah..
Saudaraku seiman, silakan download rekaman kajian akbar bersama Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Jum’at, Tanggal 30 Oktober 2009 di Masjid Fathullah, Kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, dengan tema “Bahayanya Ideologi Terorisme Berkedok Jihad”. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua.
Selain itu dengarkan pula kajian Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Jum’at, Tanggal 30 Oktober 2009 di Masjid Fatahillah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3289&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright" src="http://www.h4x3d.com/feat/themes/bomb.jpg" alt="" width="199" height="192" />Alhamdulillah..</p>
<p>Saudaraku seiman, silakan download rekaman kajian akbar bersama Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Jum’at, Tanggal 30 Oktober 2009 di Masjid Fathullah, Kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, dengan tema “<strong>Bahayanya Ideologi Terorisme Berkedok Jihad</strong>”. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua.</p>
<p>Selain itu dengarkan pula kajian Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Jum’at, Tanggal 30 Oktober 2009 di Masjid Fatahillah, Depok, dengan tema “<strong>Anjuran Untuk Selalu Mengingat &amp; Bersyukur Atas Nikmat Yang Allah Berikan Serta Tidak Berlebih-lebihan Terhadap Segala Sesuatu</strong>”. Dari tafsir Surat An-Nahl &amp; At-Takatsur. <span id="more-3289"></span></p>
<p>Silakan download pada link berikut:</p>
<p><strong><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/Kajian%20Masjid%20UIN%20Jakarta%2030%20Oktober%202009/TerorismeBerkedokJihad_UstadzDzulqarnain.mp3">Download TERORISME BERKEDOK JIHAD</a></strong></p>
<p><strong><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/Kajian%20Masjid%20UIN%20Jakarta%2030%20Oktober%202009/TerorismeBerkedokJihadTANYAJAWAB_UstadzDzulqarnain.mp3">Download TERORISME BERKEDOK JIHAD (TANYA JAWAB)</a></strong></p>
<p><strong> </strong><strong><a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/AnjuranUntukSelaluMengingatDanBersyukurAtasNikmat_UstadzDzulqarnain.mp3">Download Anjuran Untuk Selalu Mengingat &amp; Bersyukur Atas Nikmat Yang Allah Berikan</a></strong></p>
<p><strong>Sumber:</strong> problemamuslim.wordpress.com<strong> </strong></p>
Posted in DOWNLOAD AUDIO, manhaj, Nasihat Tagged: bom bunuh diri, Ciputat, DOWNLOAD AUDIO, jihad, MP3 Gratis, nikmat, syukut, teror, terorisme, UIN Syarif Hidayatulah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3289&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/31/download-audio-kajian-uin-syarif-hidayatullah-ciputat-bahaya-ideologi-terorisme-berkedok-jihad-ust-dzulqornain-new/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/Kajian%20Masjid%20UIN%20Jakarta%2030%20Oktober%202009/TerorismeBerkedokJihad_UstadzDzulqarnain.mp3" length="8797252" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/Kajian%20Masjid%20UIN%20Jakarta%2030%20Oktober%202009/TerorismeBerkedokJihadTANYAJAWAB_UstadzDzulqarnain.mp3" length="2948973" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Audio/AnjuranUntukSelaluMengingatDanBersyukurAtasNikmat_UstadzDzulqarnain.mp3" length="5588809" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.h4x3d.com/feat/themes/bomb.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/31/cukuplah-kematian-sebagai-nasihat/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/31/cukuplah-kematian-sebagai-nasihat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 03:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Suci hati]]></category>
		<category><![CDATA[Tazkiatun Nafs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3066</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Adni Kurniawan, Lc.


Tema pembicaraan kali ini adalah mengenai sebuah ayat al-Qur’ān yang sekiranya diturunkan kepada gunung niscaya luluh lantak; yang apabila direnungkan oleh pembacanya maka hatinya bergetar ketakutan dan air matanya mengalir; yang jika dihayati oleh orang yang bergelimang maksiat maka ia bertaubat; serta bila dipahami oleh siapa saja yang berpaling dari seruan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3066&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p dir="ltr"><strong>Oleh Ustadz Adni Kurniawan, Lc.</strong></p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 218px"><img title="kematian" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn%3ASI6fjMg0CIUWsM%3Ahttp%3A%2F%2Fyspam.files.wordpress.com%2F2009%2F02%2Fkematian21.jpg&#038;w=208&#038;h=107" alt="kematian" width="208" height="107" /><p class="wp-caption-text">kematian</p></div>
<p>Tema pembicaraan kali ini adalah mengenai sebuah ayat al-Qur’ān yang sekiranya diturunkan kepada gunung niscaya luluh lantak; yang apabila direnungkan oleh pembacanya maka hatinya bergetar ketakutan dan air matanya mengalir; yang jika dihayati oleh orang yang bergelimang maksiat maka ia bertaubat; serta bila dipahami oleh siapa saja yang berpaling dari seruan Allāh maka ia pun bersegera kepadanya-Nya. Ayat yang menyebutkan tentang pintu gerbang dari sebuah perjalanan panjang nan berat….</p>
<p dir="rtl">كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ</p>
<p dir="ltr">“<em>Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya.</em>” (QS. Āli `Īmrān [3]: 185.)<span id="more-3066"></span></p>
<p dir="ltr">Kematian adalah langkah awal dari perjalanan agung yang memisahkan suami dari istrinya, orang tua dari anaknya, kekasih dari yang dicintainya dan saudagar dari kekayaannya. Perjalanan yang bermuara kepada keabadian; kenikmatan Surga atau kesengsaraan Neraka. Kematian merupakan hal yang diyakini namun sering kali sengaja dilupakan atau terlupakan; perkara yang diketahui akan tetapi begitu banyak diabaikan. Karena itulah, Nabi—<em>shallā’Llāhu `alaihi wa sallam</em>—mengingatkan,</p>
<p dir="rtl">أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ – يَعْنِي الْمَوْت</p>
<p dir="ltr">“<em>Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan (yakni kematian).</em>” [Riwayat at-Tirmidz<span style="text-decoration:underline;">i</span> IV/553/2307, Ibn Mājah II/1422/4258, dan lain-lain.]</p>
<p dir="ltr">Dalam rangka mengingat kematian Nabi—<em>shallā’Llāhu `alaihi wa sallam</em>—menganjurkan ziarah kubur. Beliau bersabda,</p>
<p dir="rtl">كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوهَا، فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ</p>
<p dir="ltr">“<em>Dahulu aku pernah melarang kalian dari ziarah kubur. Namun saat ini lakukanlah ziarah kubur, karena hal itu mengingatkan kalian terhadap akhirat</em>.” [<em>Ash-Sha<span style="text-decoration:underline;">h</span>ī<span style="text-decoration:underline;">h</span>ah</em> II/545/886.]</p>
<p dir="ltr">Dahulu, jika Khalīfah `Utsmān Ibn `Affān berdiri di daerah kuburan maka beliau menangis hingga basah jenggot beliau. Ada yang bertanya, “Disebutkan Surga dan Neraka namun Anda tidak menangis, maka mengapa Anda menangis karena kuburan ini?” `Utsmān menjawab, “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah—<em>shallā’Llāhu `alaihi wa sallam</em>—bersabda,</p>
<p dir="rtl">إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ</p>
<p dir="ltr">“<em>Sungguh, kubur merupakan tempat pertama dari akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka yang berikutnya akan lebih mudah. Namun, jika ia tidak selamat, maka yang berikutnya akan lebih keras lagi</em>.”</p>
<p dir="ltr">`Utsmān melanjutkan, “Rasulullah—<em>shallā’Llāhu `alaihi wa sallam</em>—juga bersabda,</p>
<p dir="rtl">مَا رَأَيْتُ مَنْظَراً قَطُّ إِلاَّ وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ</p>
<p dir="ltr">“<em>Tidaklah aku melihat suatu pemandangan pun (di dunia) melainkan kuburan lebih buruk darinya</em>.” [Riwayat at-Tirmidz<span style="text-decoration:underline;">i</span> IV/553/2308; Ibn Mājah II/1426/4267; A<span style="text-decoration:underline;">h</span>mad I/63/454; dan lain-lain.]</p>
<p dir="ltr">Suatu ketika `Al<span style="text-decoration:underline;">i</span> Ibn Abī Thālib melewati daerah pekuburan. Beliau mengucapkan salam lalu berkata, “Wahai para penghuni kubur, istri kalian maka telah dinikahi, rumah kalian telah dihuni dan harta kalian telah dibagi. Inilah kabar dari kami, maka bagaimana kabar kalian?” [<em>Tasliyah Ahl al-Mashā'ib</em>, hal. 194 dan <em>al-`Āqibah fī Dzikri'l Maut</em>, hal. 196.]</p>
<p dir="ltr">Nabi—<em>shallā’Llāhu `alaihi wa sallam</em>—pernah ditanya, “Siapakah yang paling cerdik dari kalangan kaum mukminin?” Beliau menjawab,</p>
<p dir="rtl">أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولئِكَ الْأَكْيَاسُ</p>
<p dir="ltr">“<em>Orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk setelah kematian. Mereka itulah orang-orang yang cerdik</em>.” [<em>Sha<span style="text-decoration:underline;">h</span>ī<span style="text-decoration:underline;">h</span> at-Targhīb wa't Tarhīb</em> III/164/3335.]</p>
<p dir="ltr">Ulama Salaf berkata,</p>
<p dir="rtl">كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا</p>
<p dir="ltr">“Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat.” [Lihat <em>Shifah ash-Shafwah</em> vol. I, hal. 639; <em>al-`Āqibah fī Dzikri'l Maut</em>, hal. 43; dan <em>al-I<span style="text-decoration:underline;">h</span>yā'</em>, vol. IV, hal. 450. Adapun hadits Nabi s.a.w. dengan lafal dimaksud, maka tidak valid.]</p>
<p dir="ltr">Ka`b berkata, “Barangsiapa mengenal kematian, niscaya menjadi remehlah segala musibah dan kegundahan dunia.” [<em>Al-I<span style="text-decoration:underline;">h</span>yā'</em>, vol. IV, hal. 451.]</p>
<p dir="ltr">Terkadang seseorang menyadari tengah jauh dari-Nya, sehingga terpuruk dalam kehampaan jiwa yang demikian menyakitkan, meskipun secara zahir dikelilingi oleh kenikmatan duniawi. Ia ingin keluar dari kondisi tersebut, namun ia bingung untuk mencari penawar yang praktis dan tepat. Mengingat kematian adalah kunci dari obat rohani yang sangat efisien dan ampuh. Apapun bentuk kesenangan yang melenakan dan menjauhkan dari-Nya, baik berupa harta, wanita, jabatan, anak-anak dan lain sebagainya, seluruhnya akan terputus oleh kematian.</p>
<p dir="ltr">Salah satu penyebab utama kerusakan kalbu yang menimpa banyak orang sehingga mereka terjerumus ke dalam kubangan dosa dan maksiat adalah karena jauhnya mereka dari mengingat dan menghayati kematian yang menanti di depan mereka. Karena itu Rabī` Ibn Abī Rāsyid berkata,</p>
<p dir="rtl">لَوْ فَارَقَ ذِكْرَ الْمَوْتِ قَلْبِيْ سَاعَةً لَخَشِيْتُ أَنْ يَفْسدَ عَلَيَّ قَلْبِيْ</p>
<p dir="ltr">“Sekiranya kalbuku terpisah sesaat saja dari mengingat kematian, maka aku benar-benar khawatir kalbuku menjadi rusak.” [Lihat <em>Shifah ash-Shafwah</em>, vol. III, hal. 109; dan <em>az-Zuhd</em>, Ibnu'l Mubārak, hal. 90. Dalam <em>al-I<span style="text-decoration:underline;">h</span>yā'</em>,<em> </em>vol. IV, hal. 451, ucapan tersebut dinisbatkan kepada ar-Rabī` Ibn Khutsaim, namun yang  tepat adalah sebagaimana telah disebutkan. <em>Allāhu a`lam</em>.]</p>
<p dir="ltr">Seorang wanita pernah mendatangi `Āisyah untuk mengeluhkan tentang kekerasan kalbu. `Āisyah berkata, “Perbanyaklah mengingat kematian, niscaya kalbu itu akan menjadi lembut (baik).”</p>
<p dir="ltr">Dikisahkan bahwa ar-Rabī` Ibn Khutsaim menggali kuburan di tempat tinggalnya dan tidur di dalamnya beberapa kali dalam sehari, agar selalu mengingat kematian.</p>
<p dir="ltr">`Umar Ibn `Abdu’l `Azīz berkata, “Perbanyaklah mengingat kematian. Sekiranya engkau hidup dalam kelapangan maka hal itu akan menyempitkanmu. Namun apabila engkau hidup dalam kesempitan maka hal itu akan melapangkanmu.” [<em>Al-I<span style="text-decoration:underline;">h</span>yā'</em>, vol. IV, hal. 451.]</p>
<p dir="ltr">Tidak cukupkah kematian sebagai nasehat? Bayangkanlah ketika datangnya kematian dengan sekaratnya, alam kubur dengan kesunyian dan kegelapannya, hari kebangkitan dengan detail perhitungannya, serta Neraka dengan siksanya yang kekal atau Surga dengan kenikmatannya nan abadi.</p>
<p dir="ltr">Kita masih saja terperdaya oleh kelezatan dunia yang fana. Saat kematian membawa kita ke kubur, adakah kenikmatan dunia yang masih terasa? Semuanya musnah tak berbekas. Mana rumah yang megah, pakaian yang indah, wajah yang rupawan, tubuh yang bagus, istri yang jelita, kekasih yang dicintai, anak yang dibanggakan, jabatan yang tinggi dan kedudukan yang terhormat? Kita terbenam dalam tanah. Di atas, bawah, kanan dan kiri kita hanyalah tanah. Tiada kawan kecuali kegelapan yang sangat pekat, kesempitan dan serangga yang menggerogoti daging kita. Kita benar-benar mengharapkan kumpulan amal shalih yang mendampingi dan membantu kita, namun sayangnya harapan dan penyesalan tidak lagi berguna.</p>
<p dir="ltr">Kita menganggap kematian itu berada pada posisi yang sangat jauh dari kita, padahal ia begitu dekatnya. Waktu berlalu bagaikan kedipan mata. Masa kecil dan remaja bertahun-tahun yang lalu hanyalah bagai hari kemarin, dan tanpa terasa kita telah berada di hari ini. Begitu pula yang akan terjadi dengan esok hari. Sampai kemudian kematian tiba-tiba datang menjemput kita untuk mengarungi sebuah perjalanan yang sangat penjang dan berat, sementara kita belum memiliki bekal untuk itu, karena kesengajaan dan kelalaian kita.</p>
<p dir="ltr">Semoga ada manfaatnya.</p>
<p dir="ltr">Salam,</p>
<p>Adni Abu Faris an-Nuri</p>
<p>(http://adniku.wordpress.com)</p>
<p>Dipublikasikan oleh http://salafiyunpad.wordpress.com</p>
Posted in Nasihat, Tazkiyatun Nufus Tagged: kematian, Nasihat, Suci hati, Tazkiatun Nafs <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3066/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3066/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3066/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3066&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/31/cukuplah-kematian-sebagai-nasihat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:SI6fjMg0CIUWsM:http://yspam.files.wordpress.com/2009/02/kematian21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kematian</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengungkap Hakikat Kematian</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/30/mengungkap-hakikat-kematian/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/30/mengungkap-hakikat-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 09:26:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[ajal]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3081</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Sofyan bin Fuad Basweidan, Lc.


‘Kematian’… sebuah kata yang tak asing terdengar di telinga kita. Sesuatu yang diyakini seluruh umat manusia… ialah akhir dari kehidupan dunia. Kedatangannya tak pernah diragukan, namun sedikit sekali yang bersiap menyambutnya. Ialah tamu yang datang tanpa permisi dan masuk rumah tanpa basa-basi[1]. Berbagai cara ditempuh manusia demi menghindarinya. Namun… [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3081&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p dir="ltr"><strong>Oleh Ustadz Sofyan bin Fuad Basweidan, Lc.</strong></p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 198px"><img title="lubang kuburan" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:iVaFVoO2lRAbpM:http://2.bp.blogspot.com/_36ZoxX1H8NY/Sg7wpIihJQI/AAAAAAAAAlQ/em4o8m15Czo/s400/grave%2Bof%2Bmuslim.jpg" alt="lubang kematian" width="188" height="141" /><p class="wp-caption-text">lubang kematian</p></div>
<p>‘Kematian’… sebuah kata yang tak asing terdengar di telinga kita. Sesuatu yang diyakini seluruh umat manusia… ialah akhir dari kehidupan dunia. Kedatangannya tak pernah diragukan, namun sedikit sekali yang bersiap menyambutnya. Ialah tamu yang datang tanpa permisi dan masuk rumah tanpa basa-basi[1]. Berbagai cara ditempuh manusia demi menghindarinya. Namun… ibarat anak panah yang melesat, ia semakin dekat dan dekat, hingga mencapai sasaran pada waktu dan tempat yang ditentukan, tanpa meleset sedikitpun.<span id="more-3081"></span></p>
<p dir="ltr">Tak ada seorang pun tahu kapan kematian menjemputnya… ia pun tak tahu di belahan bumi manakah pembaringan terakhirnya. Allah berfirman yang artinya: <em>“Dan tiada seorang jiwa pun yang mengetahui di belahan bumi manakah ia akan mati”</em> (Luqman: 34). Jikalau tempatnya saja tidak diketahui, padahal mereka-reka tempat lebih mudah dari pada waktu, maka jelaslah bahwa waktunya lebih tersembunyi lagi.</p>
<p dir="ltr">Dialah penghancur segala kenikmatan duniawi, dan penghapus segala kepedihannya. Andai saja mati adalah akhir dari segalanya, niscaya ia menjadi primadona bagi setiap jiwa yang merana. Akan tetapi, tak lain ia merupakan pintu pertama dari kehidupan selanjutnya… kesenangan tanpa batas, atau azab yang tak kunjung lepas.</p>
<p dir="ltr">Wajarlah jika manusia membenci mati, bahkan para salaf pun demikian. Suatu ketika, Syuraih bin Hani’ -salah seorang tabi’in- mendengar sebuah hadits dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, bahwa Rasulullah <em> shallallahu &#8216;alayhi wasallam</em> bersabda: <em>“Siapa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya. Dan siapa tidak senang berjumpa dengan Allah maka Allah pun tidak senang berjumpa dengannya”.</em> Usai mendengarnya, ia bergegas menemui Ummul Mukminin ‘Aisyah <em>radhiyallahu &#8216;anha</em> seraya mengatakan:<em> “Wahai Ummul Mukminin, aku mendengar sebuah hadits dari Abu Hurairah, yang jika benar demikian berarti kita semua celaka!”</em></p>
<p dir="ltr"><em>“Orang celaka ialah yang celaka karena sabda Rasulullah, ada apa memangnya?” </em>sahut Ummul Mukminin. Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alayhi wasallam</em> bersabda:<em> “Siapa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya. Dan siapa tidak senang berjumpa dengan Allah maka Allah pun tidak senang berjumpa dengannya, </em>padahal tidak seorang pun dari kita melainkan benci terhadap kematian…!” ungkap Syuraih.<em> </em>Maka Ummul Mukminin menjawab:<em> “Sungguh Rasulullah </em><em> shallallahu &#8216;alayhi wasallam</em><em> memang mengatakan seperti itu, akan tetapi bukan seperti yang kau fahami… hal itu ialah <strong>saat mata terbelalak, dada terasa sesak, kulit merinding dan jari-jemari kaku…</strong> saat itulah siapa yang senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya. Dan siapa yang tidak senang berjumpa dengan Allah maka Allah pun tidak senang berjumpa dengannya”.<strong>[2]</strong></em></p>
<p dir="ltr">Demikianlah gambaran singkat sakaratul maut… sesuatu yang pasti akan kita rasakan. Saat napas tiba-tiba terasa berat… peluh membasahi sekujur tubuh… bertaut betis kiri dan betis kanan, kemudian perlahan-lahan ruh dicabut dari bawah ke atas. Itulah detik-detik perpisahan dengan dunia… saat orang-orang bertakwa tersenyum melihat apa yang dijanjikan untuknya, dan para durjana menyesali perbuatan mereka.</p>
<p dir="ltr">Riwayat-riwayat berikut mungkin bisa memberi gambaran lebih jelas akan kedahsyatan yang dihadapi seseorang saat sakaratul maut hingga ruhnya dicabut,</p>
<p dir="ltr">Al Imam Abu Bakar bin Abid Dunya meriwayatkan dalam kitab <em>Al Muhtadhirin</em>; Tatkala ‘Amru bin Ash <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> sekarat, puteranya berkata: <em>“Wahai Ayah… dahulu engkau sering mengatakan: Andai saja aku berjumpa dengan orang berakal tatkala ia sekarat, supaya ia ceritakan padaku apa yang dirasakannya… Nah, sekarang engkaulah orang tersebut, maka ceritakanlah bagaimana kematian itu?” </em>Sang Ayah menjawab:<em> “Wahai puteraku, demi Allah… aku merasa seakan perutku dililit, dan aku bernafas dari lubang jarum… seakan ada sepucuk ranting berduri yang diseret dari ujung kaki hingga kepalaku”.</em></p>
<p dir="ltr"><em> </em>Suatu ketika, Umar bin Khatthab <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> bertanya kepada Ka’ab Al Ahbar:</p>
<p dir="rtl">يَا كَعْبُ حَدِّثْنَا عَنِ الْمَوْتِ! قَالَ: نَعَمْ يَا أَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ, غُصْنٌ كَثِيْرُ الشَّوْكِ أُدْخِلَ فِي جَوْفِ رَجُلٍ فَأَخَذَتْ كُلُّ شَوْكَةٍ بِعَرَقٍ ثُمَّ جَذَبَهُ رَجُلٌ شَدِيْدُ الجَذْبِ فَأَخَذَ مَا أَخَذَ وَأَبْقَى مَا أَبْقَى</p>
<p dir="ltr"><em>“Hai Ka’ab, kabarkan kepada kami tentang kematian!” “Baiklah wahai Amirul Mukminin” kata Ka’ab. “Ia laksana sepucuk ranting yang banyak durinya, yang dimasukkan ke dalam perut seseorang. Setelah tiap durinya mengait sebuah urat, ranting tersebut ditarik oleh orang yang amat kuat tarikannya, hingga tercabutlah sejumlah uratnya dan tertinggal sisanya” <strong>[3]</strong></em></p>
<p dir="ltr">Barangkali ada sementara kalangan yang sulit menerima kenyataan ini. mereka mengatakan: “Bagaimana mungkin kematian seperti yang anda ceritakan, sedangkan yang kami saksikan pada sebagian orang yang sekarat, kematian tidaklah separah itu? Kami juga menyaksikan bahwa di antara mereka ada yang sempat mengobrol, berwasiat, dan memberi kesaksian atas harta dan hutangnya, padahal ruhnya sedang dicabut… pun demikian dia tetap melanjutkan wasiat dan kesaksiannya tadi, sampai-sampai orang yang baru melihatnya mengira bahwa dia tidak apa-apa dan tidak akan mati… baru setelah itu ia mati. Jelaslah ini bukan kondisi orang yang disakiti sedemikian rupa. Seandainya ia memang disakiti seperti itu, pasti sakitnya tercabik oleh ranting berduri tadi membuatnya tak bisa berwasiat dan sebagainya.</p>
<p dir="ltr">Seandainya apa yang anda ceritakan tadi benar, maka kami pernah menyaksikan sebagian orang yang ruhnya keluar demikian cepat. Hingga kalaupun ia merasakan sakit berlipat ganda dari yang anda ceritakan, ia takkan peduli karena hal tersebut berlangsung cepat sekali.</p>
<p dir="ltr">Memang, kematian bagi kebanyakan orang biasanya didahului oleh sakit yang kadang menjadi luar biasa menjelang kematiannya, baru kemudian mati. Sakit tersebut kadang dirasakan orang lain sampai yakin dirinya bakal mati seakan melihat kematian sebelum ia mati, kemudian menghilang begitu saja tanpa bekas, seakan dirinya tak pernah tahu menahu tentang itu…”</p>
<p dir="ltr">Jawabnya, “Anda benar… masalahnya memang seperti yang anda katakan, dan pada sebagian orang memang disaksikan seperti itu. Memang kematian terkadang terasa ringan dan mudah bagi sebagian orang. Namun bagi sebagian lainnya atau bahkan bagi kebanyakan orang, ia terasa berat dan sangat menyakitkan! Dari golongan manapun anda, baik golongan mereka yang mudah matinya ataupun yang sulit, anda pasti merasakan salah satunya…. mau tidak mau anda harus mengalaminya.</p>
<p dir="ltr">Lantas, apa yang menjamin bahwa anda tidak akan merasakan yang paling pedih dan menyakitkan?? Apa yang membuat anda merasa aman dari ini semua?? Bagaimanapun jadinya, kematian adalah hal yang tidak disukai dan pengalaman yang amat pahit. Bahkan orang yang diperlihatkan tempat tinggalnya di Surga, lalu dikatakan kepadanya: “Matilah, kamu akan menuju kesana”, pasti akan ciut juga nyalinya walau memberanikan diri”.[4]</p>
<p dir="ltr">Namun, agaknya perkenalan singkat kita dengan kematian masih terlalu dini untuk mengungkap hakikatnya. Karenanya, dalam pembahasan berikut, kami mencoba mengumpulkan hal-hal penting yang berkaitan dengan mati, yang dijelaskan dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah<em> shallallahu &#8216;alayhi wasallam</em>, serta ucapan para ulama.</p>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">[Disalin dari http://basweidan.wordpress.com dan dipublikasikan kembali oleh http://salafiyunpad.wordpress.com]</p>
<p dir="ltr">
<hr size="1" />
<p dir="ltr">catatan kaki::</p>
<p dir="ltr">[1] Rasulullah <em> shallallahu &#8216;alayhi wasallam</em> bersabda: <em>“Dawud as adalah Nabi yang amat pencemburu. Tiap keluar rumah ia selalu mengunci pintu agar tak seorang pun bisa menemui isterinya</em><em> hingga ia kembali. Suatu ketika ia keluar dan mengunci pagar rumahnya. Ketika isterinya datang, ia melongok ke dalam rumah dan menjumpai seorang laki-laki di tengah rumah. Ia bertanya pada penghuni rumah: “Dari mana orang ini masuk padahal rumahnya terkunci? Demi Allah, kalian pasti akan dimarahi oleh Dawud”. Sesaat kemudian Dawud pun as datang… Ia terkejut saat mendapati seorang laki-laki berdiri di tengah rumah. “Anda Siapa?” tanyanya. <strong>“Akulah yang tak gentar terhadap raja, dan tak bisa dihalangi oleh penjaga”</strong> jawab orang itu. Maka Dawud berkata: “Demi Allah, berarti engkaulah malaikat maut… selamat datang perintah Allah”. Lalu ia berjalan hingga tempat kematiannya dan wafat disana…”</em> (HR. Ahmad no 9432. Al Iraqi menyatakan bahwa sanad hadits ini <em>jayyid</em> (baik) (<em>Takhrij Ahadiets Ihya’ Ulumiddien</em> oleh Al Iraqi), Al Haitsami juga mengatakan bahwa semua perawinya <em>tsiqah</em>).</p>
<p dir="ltr">[2] HR. Muslim no: 2685.</p>
<p dir="ltr">[3] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam <em>Mushannaf</em>-nya no (19/484 no 36793), dan Abu Nu’aim Al Asbahani dalam <em>Hilyatul Auliya’</em> 5/365. Riwayat ini sanadnya dha’if dan termasuk kisah israiliyat, jadi boleh kita percayai boleh juga tidak.</p>
<p dir="ltr">[4] Lihat: <em>Al ‘Aaqibah fi dzikril maut</em> hal 116-117, oleh Abdul Haq Al Isybily.</p>
Posted in Tazkiyatun Nufus Tagged: ajal, kematian <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3081/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3081/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3081/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3081&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/30/mengungkap-hakikat-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:iVaFVoO2lRAbpM:http://2.bp.blogspot.com/_36ZoxX1H8NY/Sg7wpIihJQI/AAAAAAAAAlQ/em4o8m15Czo/s400/grave%2Bof%2Bmuslim.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lubang kuburan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angan-angan Tanpa Batas</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/30/angan-angan-tanpa-batas/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/30/angan-angan-tanpa-batas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 09:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[angan-angan]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3084</guid>
		<description><![CDATA[ Oleh Ustadz Sofyan bin Fuad Basweidan, Lc.


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Dzat yang menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian bagi manusia. Shalawat dan salam semoga terlimpah selalu atas Hamba dan Kekasih Allah, Rasulullah Muhammad shallallahu &#8216;alayhi wasallam beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikut setia mereka.
Selama hidupnya, manusia tentu sering berangan-angan. Perbedaan angan-angan tiap orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3084&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong> </strong><strong>Oleh Ustadz Sofyan bin Fuad Basweidan, Lc.</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 258px"><img title="mayat" src="http://basweidan.files.wordpress.com/2009/05/mayat2.jpg?w=248&#038;h=159" alt="apa persiapan kita?" width="248" height="159" /><p class="wp-caption-text">apa persiapan kita?</p></div>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Dzat yang menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian bagi manusia. Shalawat dan salam semoga terlimpah selalu atas Hamba dan Kekasih Allah, Rasulullah Muhammad shallallahu &#8216;alayhi wasallam beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikut setia mereka.</p>
<p>Selama hidupnya, manusia tentu sering berangan-angan. Perbedaan angan-angan tiap orang tergantung pada lingkungan tempat tinggalnya, pola pikir yang ditanamkan orang tua, dan orang-orang sekelilingnya.<span id="more-3084"></span></p>
<p>Kalau seseorang ditanya: Apa angan-angan anda dalam hidup ini? maka jika ia hidup di antara orang miskin, melihat kemiskinan dengan mata kepala dan merasakan kepedihannya, pasti ia berangan-angan hidup sebagai orang kaya. Ia ingin rumah megah dan kendaraan mewah, pokoknya ia ingin hidup penuh kenikmatan layaknya kebanyakan manusia.</p>
<p>Kalau anda besuk seorang pesakitan yang terbaring di atas kasur, yang tak mampu berkutik dan selalu dibatasi kebebasannya, sampai-sampai tidur dan makan pun tak enak; lalu anda tanyai apa angan-angannya? Pasti ia mengangankan kesembuhan walau harus menebusnya dengan seluruh kekayaan.</p>
<p>Kalau orang-orang kaya ditanya tentang angan-angan mereka, pasti mereka mengangankan untuk lebih kaya lagi, agar mengalahkan si Fulan dan si Fulan. Demikian seterusnya… yang miskin ingin kaya dan yang kaya ingin semakin kaya, angan-angan di dunia memang tak ada batasnya.</p>
<p>Benarlah yang disabdakan Rasulullah shallallahu &#8216;alayhi wasallam  dalam hadits Anas radhiyallahu &#8216;anhu :</p>
<p dir="rtl">لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ، أَحَبَّ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ وَادِيَانِ، وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ، وَيَتُوْبُ اللهُ عَلىَ مَنْ تَابَ</p>
<p><em> “Andai anak Adam diberi emas satu lembah, ia ingin mendapat dua lembah. Tidak ada yang dapat membungkam mulutnya selain tanah, dan Allah mengabulkan taubat hamba-Nya yang bertaubat”<strong>[1]</strong>. </em> Maksudnya, anak Adam akan selalu tamak terhadap dunia hingga ia binasa dan mulutnya tersumbat tanah pusara.</p>
<p>Meski angan-angan mereka demikian banyak dan beragam, namun semua berusaha mati-matian untuk merubahnya jadi kenyataan.</p>
<p>Memang, boleh jadi Allah memberikan taufik bagi mereka dalam hal ini jika mereka menempuh sebab-sebabnya. Tapi… di sana ada sejumlah orang yang tak mungkin mewujudkan angan-angan mereka dan permintaan mereka tak pernah diperhatikan. Siapakah mereka menurut Anda? Dan mengapa angan-angan mereka tak mungkin terwujud? Dapatkah kita membantu mereka atau mengurangi kesedihan mereka?</p>
<p>Mereka yang angan-angannya tak mungkin terwujud, ialah yang kini terbaring dalam kuburnya. Mereka tertawan oleh amal perbuatan mereka, dan takkan dilepaskan. Merekalah musafir terasing yang tak pernah dinantikan kepulangannya. Merekalah orang-orang yang telah meninggal dunia….</p>
<p>Kiranya apakah yang mereka angan-angankan menurut Anda? Siapa pula menurut Anda yang bisa menceritakan angan-angan mereka kepada kita, setelah komunikasi mereka dengan kita terputus dan mereka tak lagi disebut-sebut?</p>
<p>Marilah kita bercerita sedikit tentang sekelompok manusia yang terlupakan ini. Supaya kita tahu, apa cita-cita mereka yang pandangan matanya terpaku setelah melihat <em>Jannah</em> dan <em>Naar</em>, dan menyaksikan para malaikat Allah ‘azza wa jalla . Segala yang ghaib menjadi kasat mata bagi mereka, dan mereka faham akan hakikat dunia dan akhirat. Mereka yakin selama di alam barzakh tersebut, bahwa mereka kelak dibangkitkan di hari yang agung… Kiranya, masihkah mereka ingin kembali ke dunia untuk bersenang-senang dan menikmati kehidupan? Atau menambah kekayaan dan bertamasya?</p>
<p>Sesungguhnya, cita-cita kebanyakan manusia dalam hidupnya tak lebih dari mendapat pekerjaan yang diidamkan, istri yang cantik, kendaraan yang nyaman, rumah yang luas, saham, properti, rekreasi, tamasya, makan-makan, pesta, dst…</p>
<p>Namun mereka yang telah tiada, apa yang mereka inginkan dari dunia yang telah mereka tinggalkan? Dunia yang kini mereka fahami hakikatnya setelah perpisahan abadi dengannya…[2]</p>
<p>Kalau saja mereka dapat berbicara, apa kiranya yang akan mereka katakan…? Apakah pesan-pesan yang ingin mereka sampaikan…? Lantas pelajaran apakah yang bisa kita petik dari ini semua…?</p>
<p>Semuanya akan anda dapatkan dalam lembaran-lembaran berikut. Akan tetapi, sebelum melanjutkan pembicaraan, ada baiknya jika kita berkenalan dengan biang keladi dari ini semua…</p>
<p>Benar, marilah sejenak kita <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/21/mengungkap-hakikat-kematian/" target="_blank">memahami hakikat kematian</a>. Mudah-mudahan dengan memahaminya, akan menyadarkan mereka yang terlena, dan memacu yang sadar agar lebih bertakwa. <em>Allahumma amien…</em></p>
<p><a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/21/mengungkap-hakikat-kematian/" target="_blank"><em>bersambung…</em></a></p>
<p>[Disalin dari http://basweidan.wordpress.com dan dipublikasikan kembali oleh http://salafiyunpad.wordpress.com]</p>
<hr size="1" />[1] HR. Bukhari (6439) dan Muslim (1048).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[2] Disadur dari: <em>Umniyyaatul Mauta</em> hal 1-2, oleh Dr. Muhammad bin Ibrahim An Na’iem dengan sedikit penyesuaian.</p>
Posted in Tazkiyatun Nufus Tagged: angan-angan, kematian <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3084/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3084/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3084/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3084&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/30/angan-angan-tanpa-batas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://basweidan.files.wordpress.com/2009/05/mayat2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Audio: POLEMIK WAKTU SHOLAT SUBUH [Sebuah Bantahan] (Ust. Zainal Abidin, Lc.) [PENTING]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/28/download-audio-polemik-seputar-fajar-shodiq-ust-zainal-abidin-lc-penting/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/28/download-audio-polemik-seputar-fajar-shodiq-ust-zainal-abidin-lc-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 11:00:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[AUDIO KAJIAN]]></category>
		<category><![CDATA[fajar shodiq]]></category>
		<category><![CDATA[fikih]]></category>
		<category><![CDATA[MP3 Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Sholat Subuh]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3271</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, silakan download rekaman kajian bersama Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc. yang menjelaskan materi seputar Polemik Fajar Shodiq yang beberapa waktu terakhir ini marak terjadi.
Bagaimakah sebenarnya sifat awal fajar shodiq yang sesungguhnya?
Benarkah sholat subuh kaum muslimin saat ini lebih cepat 20-25 menit seperti yang diklaim dan digembar-gemborkan oleh sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab??
Serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3271&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" src="http://addariny.files.wordpress.com/2009/09/islamup_com-ec050929ff.jpg?w=176&#038;h=115" alt="" width="176" height="115" />Alhamdulillah, silakan download rekaman kajian bersama <strong>Ustadz Abu Ahmad Zainal Abidin, Lc.</strong> yang menjelaskan materi seputar <strong>Polemik Fajar Shodiq</strong> yang beberapa waktu terakhir ini marak terjadi.</p>
<blockquote><p><strong>Bagaimakah sebenarnya sifat awal fajar shodiq yang sesungguhnya?</strong></p>
<p><strong>Benarkah sholat subuh kaum muslimin saat ini lebih cepat 20-25 menit seperti yang diklaim dan digembar-gemborkan oleh sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab??</strong></p>
<p><strong>Serta bagaimanakah sikap kita yang sebenarnya dalam menghadapi polemik ini?</strong></p></blockquote>
<p>Temukan jawabannya dengan mendownload dan mendengarkan rekaman kajian tersebut <span id="more-3271"></span>pada link berikut ini:</p>
<p><a href="http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1556/0/PolemikWaktuShalatSubuh_ustadzZainalAbidinLc.mp3">DOWNLOAD POLEMIK SEPUTAR FAJAR SHODIQ</a> ATAU <a href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Zainal%20Abidin%20Syamsudin/Polemik%20Waktu%20Subuh/Polemik%20Waktu%20Subuh.mp3?l=12">KLIK DI SINI</a></p>
<p>Sumber: <em>radiorodja.com</em></p>
<blockquote><p>Baca pula bantahan ilmiah terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa sholat subuh kita terlalu cepat hingga 20-25 menit <a href="http://addariny.wordpress.com/?s=Siapa+yg+SALAH+kaprah+ttg+SUBUH%3F!" target="_blank">di sini</a></p></blockquote>
Posted in DOWNLOAD AUDIO, fiqih Tagged: AUDIO KAJIAN, DOWNLOAD AUDIO, fajar shodiq, fikih, MP3 Gratis, Polemik Sholat Subuh, subuh <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3271&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/28/download-audio-polemik-seputar-fajar-shodiq-ust-zainal-abidin-lc-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
<enclosure url="http://www.radiorodja.com/podpress_trac/web/1556/0/PolemikWaktuShalatSubuh_ustadzZainalAbidinLc.mp3" length="16351739" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://addariny.files.wordpress.com/2009/09/islamup_com-ec050929ff.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ebook Kitab Mujmal Masaailil-Iman Al-&#8217;Ilmiyyah fii Ushuulil-&#8217;Aqiidatis-Salafiyyah (dan Terjemahannya)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/27/ebook-kitab-mujmal-masaailil-iman-al-ilmiyyah-fii-ushuulil-aqiidatis-salafiyyah-dan-terjemahannya/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/27/ebook-kitab-mujmal-masaailil-iman-al-ilmiyyah-fii-ushuulil-aqiidatis-salafiyyah-dan-terjemahannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 04:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD EBOOK]]></category>
		<category><![CDATA[aqidah islam]]></category>
		<category><![CDATA[ebook]]></category>
		<category><![CDATA[ebook gratis]]></category>
		<category><![CDATA[kitab]]></category>
		<category><![CDATA[Markaz Imam Al Albani]]></category>
		<category><![CDATA[Mujmal Masaailil-Iman Al-'Ilmiyyah fii Ushuulil-'Aqiidatis-Salafiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[ulama yordania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3250</guid>
		<description><![CDATA[Silakan baca dan download Kitab Mujmal Masaailil-Iman Al-&#8217;Ilmiyyah fii Ushuulil-&#8217;Aqiidatis-Salafiyyah maupun versi terjemahannya yang ditulis oleh para ulama dari Markaz Imam Al Albani;
Syaikh Husain bin Audah Al Awaisyah
Syaikh Salim bin Ied Al Hilaliy
Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr
Syaikh Ali bin Hasan Al Halabiy AL Atsary
Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman
Kitab Asli
Versi Terjemahan  
Sumber: http://abul-jauzaa.blogspot.com
Posted [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3250&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Silakan <strong>baca dan download</strong> Kitab <em>Mujmal Masaailil-Iman Al-&#8217;Ilmiyyah fii Ushuulil-&#8217;Aqiidatis-Salafiyyah</em> maupun <strong>versi terjemahannya</strong> yang ditulis oleh para ulama dari Markaz Imam Al Albani;</p>
<blockquote><p>Syaikh Husain bin Audah Al Awaisyah<br />
Syaikh Salim bin Ied Al Hilaliy<br />
Syaikh Muhammad bin Musa Alu Nashr<br />
Syaikh Ali bin Hasan Al Halabiy AL Atsary<br />
Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman</p></blockquote>
<p><strong>Kitab Asli</strong></p>
<object id="21674643" name="21674643" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle" height="500" width="100%">
<param name="movie" value="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=21674643&access_key=key-vo2qjedtw6tl1kfqxwz&page=&version=1&auto_size=true&viewMode="><param name="quality" value="high"><param name="play" value="true"><param name="loop" value="true"><param name="scale" value="showall"><param name="wmode" value="opaque"><param name="devicefont" value="false"><param name="bgcolor" value="#ffffff"><param name="menu" value="true"><param name="allowFullScreen" value="true"><param name="allowScriptAccess" value="always"><param name="salign" value="">
<embed src="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=21674643&access_key=key-vo2qjedtw6tl1kfqxwz&page=&version=1&auto_size=true&viewMode=" name="21674643_object" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle"  height="500" width="100%"></embed>
</object>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/21674643">View this document on Scribd</a></div>
<p><strong>Versi Terjemahan </strong> <span id="more-3250"></span></p>
<object id="21675251" name="21675251" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle" height="500" width="100%">
<param name="movie" value="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=21675251&access_key=key-2jo2n1rzcauwp5uwkuk6&page=&version=1&auto_size=true&viewMode="><param name="quality" value="high"><param name="play" value="true"><param name="loop" value="true"><param name="scale" value="showall"><param name="wmode" value="opaque"><param name="devicefont" value="false"><param name="bgcolor" value="#ffffff"><param name="menu" value="true"><param name="allowFullScreen" value="true"><param name="allowScriptAccess" value="always"><param name="salign" value="">
<embed src="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=21675251&access_key=key-2jo2n1rzcauwp5uwkuk6&page=&version=1&auto_size=true&viewMode=" name="21675251_object" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle"  height="500" width="100%"></embed>
</object>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/21675251">View this document on Scribd</a></div>
<p>Sumber: http://abul-jauzaa.blogspot.com</p>
Posted in aqidah islam, DOWNLOAD EBOOK Tagged: DOWNLOAD EBOOK, ebook, ebook gratis, kitab, Markaz Imam Al Albani, Mujmal Masaailil-Iman Al-'Ilmiyyah fii Ushuulil-'Aqiidatis-Salafiyyah, ulama yordania <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3250&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/27/ebook-kitab-mujmal-masaailil-iman-al-ilmiyyah-fii-ushuulil-aqiidatis-salafiyyah-dan-terjemahannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Karunia dan Kesempatan Bermaksiat</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/27/antara-karunia-dan-kesempatan-bermaksiat/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/27/antara-karunia-dan-kesempatan-bermaksiat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 03:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[karunia]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[malu]]></category>
		<category><![CDATA[Suci hati]]></category>
		<category><![CDATA[taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3244</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Abu Umar Basyir
Sejenak, penulis terkadang merenungkan, betapa limpahan karunia Allah sudah demikian banyak terhadap diri kita, terlebih-lebih di era modern sekarang ini. Segala kemudahan, kecepatan, ketepatan dan keserasian memikat, menjadi fasilitas yang tersedia nyaris di setiap sector kehidupan. Seringkali hal itu membuat kita malu, dan menimbulkan keinginan untuk rela menjadi sedikit kuper dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3244&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh Ustadz Abu Umar Basyir</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:qaji1lEaebFi1M:http://www.fisikaunri.org/blog/wp-content/uploads/2009/03/petir.jpg" alt="" width="152" height="167" />Sejenak, penulis terkadang merenungkan, betapa limpahan karunia Allah sudah demikian banyak terhadap diri kita, terlebih-lebih di era modern sekarang ini. Segala kemudahan, kecepatan, ketepatan dan keserasian memikat, menjadi fasilitas yang tersedia nyaris di setiap sector kehidupan. Seringkali hal itu membuat kita malu, dan menimbulkan keinginan untuk rela menjadi sedikit kuper dan gagap teknologi. Perlu resanya memiliki sedikit malu seperti itu, karena Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda,</p>
<p><em>“Rasa malu adalah seluruh kebajikan”</em>[1]<span id="more-3244"></span></p>
<p>Loncatan teknologi di berbagai bidang, hasil kerja keras dan keuletan umat manusia, plus kecerdasan manusia itu sendiri sebagai anugerah utama dari Allah, setahap dmi setahap, memungkinkan terciptanya sekian fasilitas yang ada untuk mereka nikmati bersama. Semua itu sejalan dengan penegasan Allah dalam firman-Nya (yang artinya),</p>
<p><em>“Allahlah yang telah menciptakan untuk diri kalian segala yang ada di muka bumi ini.”</em> (Al-Baqarah: 29)</p>
<p>Sekian banyak karunia dan sekian banyak pula yang sudah dilahap habis dan dinikmati oleh manusia. Hal itu seyogyanya mendesak mereka untuk membuat pernyataan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Yang Maha Pencipta. Di saat kucuran karunia sedemikian derasnya, kurang bersyukur saja sudah bisa menjadi dosa yang sulit diampuni. Bagaimana pula bila sekian karunia dan fasilitas itu justru dijadikan ajang bermaksiat? Sudah demikian parahkah kebusukan jiwa kita, sehingga semakin bermandi karunia, semakin deras pula keringat kita bercucuran menggeluti maksiat. Mnculnya karunia baru, bagi kita seolah-olah menjadi kesempatan baru berbuat maksiat. Beragam fasilitas, bagi kita adalah keragaman cara dalam mendulang maksiat.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki kuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”</em> (Asy-Syura: 20)</p>
<p>Allah juga berfirman (yang berfirman),</p>
<p><em>“Barangsiapamenghendaki kehidupan yang segera, maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki kemudian Kami tentukan baginya naar Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” </em>(Al-Isra: 18-19)</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” </em>(Al-Hasyr: 18-19)</p>
<p>Bila terminal penantian ke alam bahagia bagi kita adalah dunia ini,maka maksiat itu adalah salah satu jatah keduniaan yang diberikan secara <em>instan</em> untuk kita. Karena, betapa kenikmatan maksiat, seberapa pun lekasnya berakhir, dan seberapa pun beratnya akibat yang harus dipikul, tetaplah diincar oleh para penggila dunia. Sehingga dunia ini tidak pernah kekurangan malin, perampok, koruptor, manipulator dan sejenisnya. Karena peminat kehidupan akhirat dalam arti sejatinya, hanyalah segelintir dari sekian banyak manusia yang hidup di dunia ini.<em> </em></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Catatan kaki:</span></strong></p>
<p>[1] Lafal ini dikeluarkan oleh Muslim dalam <em>Shahih</em>-nya (37) (61) dalam kitab <em>Al-Iman</em>. Dikeluarkan juga oleh Al-Bukhari dengan lafal: “<em>Rasa malu itu hanya mendatangkan kebaikan belaka.</em>” (X: 537) dalam kitab <em>Al-Adab</em>, bab: “<em>Rasa Malu.</em>” Keduanya dari Imraan bin Hushain <em>radhiallahu ‘anhu.</em></p>
Posted in Tazkiyatun Nufus Tagged: karunia, kesempatan, maksiat, malu, Suci hati, taubat <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3244&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/27/antara-karunia-dan-kesempatan-bermaksiat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:qaji1lEaebFi1M:http://www.fisikaunri.org/blog/wp-content/uploads/2009/03/petir.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>DOWNLOAD AUDIO:: MEMBONGKAR AKAR TERORISME &amp; PENJELASAN SEPUTAR HAJI (Ust. Dzulqornain) [NEW]</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/26/download-audio-membongkar-akar-terorisme-penjelasan-seputar-haji-ust-dzulqornain-new/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/26/download-audio-membongkar-akar-terorisme-penjelasan-seputar-haji-ust-dzulqornain-new/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 12:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[DOWNLOAD AUDIO]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[audio gratis]]></category>
		<category><![CDATA[AUDIO KAJIAN]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[MP3 Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz Dzulqornain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3239</guid>
		<description><![CDATA[
Bismillah walhamdulillah
Berikut adalah link download Rekaman Daurah Masjid Jajar 23-25 Oktober 2009 bersama Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqornain bin Muhammad Sunusi hafizhahullah.
File rekaman berasal dari panitia. Untuk ikhwah yang berada di kawasan Solo dan sekitarnya atau yang ada distribusi CD nya, diharapkan membeli CD asli dari Tasjilat Al Madinah, demi kelangsungan Daurah untuk selanjutnya. Silakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3239&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p>Bismillah walhamdulillah</p>
<p>Berikut adalah link download <strong>Rekaman Daurah Masjid Jajar 23-25 Oktober 2009</strong> bersama <strong>Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqornain bin Muhammad Sunusi hafizhahullah.</strong></p>
<p>File rekaman berasal dari panitia. Untuk ikhwah yang berada di kawasan Solo dan sekitarnya atau yang ada distribusi CD nya, diharapkan membeli CD asli dari Tasjilat Al Madinah, demi kelangsungan Daurah untuk selanjutnya. Silakan download pada link di bawah ini:<br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/01.Hari1_Sesi1_Kitabul_Hajj.zip" target="_blank"><br />
01.Hari1_Sesi1_Kitabul_Haj</a>j<br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/02.Hari1_Sesi1B_Khutbah_Jumat.zip" target="_blank">02.Hari1_Sesi1B_Khutbah_Jumat</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/03.Hari1_Sesi2_Kitabul_Hajj.zip" target="_blank">03.Hari1_Sesi2_Kitabul_Hajj</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/04.Hari1_Sesi3_Kitabul_Hajj.zip" target="_blank">04.Hari1_Sesi3_Kitabul_Hajj</a><span id="more-3239"></span><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/05.Hari1_Sesi3B_Tanya_Jawab.zip" target="_blank">05.Hari1_Sesi3B_Tanya_Jawab</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/06.Hari1_Sesi4_Kitabul_Hajj.zip" target="_blank">06.Hari1_Sesi4_Kitabul_Haj</a>j<br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/07.Hari1_Sesi5_Kitabul_Hajj_error.zip" target="_blank">07.Hari1_Sesi5_Kitabul_Hajj_error</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/08.Hari1_Sesi5B_Tanya_Jawab.zip" target="_blank">08.Hari1_Sesi5B_Tanya_Jawab</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/09.Hari2_Sesi1_Kitabul_Hajj.zip" target="_blank">09.Hari2_Sesi1_Kitabul_Hajj</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/10.Hari2_Sesi2_Kitabul_Hajj.zip" target="_blank">10.Hari2_Sesi2_Kitabul_Hajj</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/11.Hari2_Sesi3_Kitabul_Hajj.zip" target="_blank">11.Hari2_Sesi3_Kitabul_Hajj</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/12.Hari2_Sesi4_Kitabul_Hajj.zip" target="_blank">12.Hari2_Sesi4_Kitabul_Hajj</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/13.Hari2_Sesi5_Kitabul_Hajj.zip" target="_blank">13.Hari2_Sesi5_Kitabul_Hajj</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/14.Hari3_Sesi1_Jihad_dan_Terorisme.zip" target="_blank">14.Hari3_Sesi1_Jihad_dan_Terorisme</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/15.Hari3_Sesi2_Jihad_dan_Terorisme.zip" target="_blank">15.Hari3_Sesi2_Jihad_dan_Terorisme</a><br />
<a href="http://statics.ilmoe.com/kajian/users/alklateniy/Dauroh/Daurah_Masjid_Jajar_Oktober2009/16.Hari3_Sesi3_Tanya_Jawab.zip" target="_blank">16.Hari3_Sesi3_Tanya_Jawab</a></p>
<p>NB : ‘Afwan, untuk kajian Kitabul Hajj Sesi ba’da Magrib dan ba’da ‘Isya’ hari ketiga belum ada. Rekaman no 5 agak error karena ada masalah dengan alat perekam.</p>
<p><em>Barakallahu fiikum jami’an. </em></p>
<p>:::::::::::::::::::::::::::::::::</p>
<p><em>Jazahullahu khairan </em>kepada sahabat kami al akh <a href="http://alklateniy.wordpress.com/2009/10/26/download-daurah-masjid-jajar-23-35-oktober-2009" target="_blank">Abu Zaid</a> Yulesvan al Klateniy yang telah memberikan link download ini kepada kami (admin salafiyunpad).</p>
</div>
Posted in DOWNLOAD AUDIO, fiqih, manhaj Tagged: audio gratis, AUDIO KAJIAN, DOWNLOAD AUDIO, haji, MP3 Gratis, terorisme, ustadz Dzulqornain <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3239&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/26/download-audio-membongkar-akar-terorisme-penjelasan-seputar-haji-ust-dzulqornain-new/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Ilmiah Anti Teror: &#8220;JIHAD ALA TERORIS, SALAH KAPRAH MEMAHAMI JIHAD&#8221; (Sukoharjo, 1 November 2009)</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/26/kajian-ilmiah-anti-teror-jihad-ala-teroris-salah-kaprah-memahami-jihad-sukoharjo-1-november-2009/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/26/kajian-ilmiah-anti-teror-jihad-ala-teroris-salah-kaprah-memahami-jihad-sukoharjo-1-november-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 03:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jadwal Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad Ala Teroris]]></category>
		<category><![CDATA[kajian akbar]]></category>
		<category><![CDATA[kajian ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[Ustadz Zainal Abidin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3231</guid>
		<description><![CDATA[Hadirilah
Kajian Ilmiah Anti Teror
Tema: JIHAD ALA TERORIS, SALAH KAPRAH MEMAHAMI JIHAD&#8221;
Pemateri: Ustadz Zainal Abdin Syamsudin, Lc. (Da&#8217;i Ahlus Sunnah dari Jakarta)
Hari/ tanggal: Ahad, 1 November 2009
Waktu: Pukul 09.00 WIB s.d. Selesai
Tempat: Kompleks Yayasan el Dzikr, Bulu, Sukoharjo, Solo, Jawa tengah
Gratis dan Terbuka untuk Umum (Putra dan Putri)
CP: 087736163030
Penyelenggara:
Yayasan el Dzikr Sukoharjo
Radio Suara Qur&#8217;an 94.4 FM
NB: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3231&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hadirilah</p>
<p><strong>Kajian Ilmiah Anti Teror</strong></p>
<p>Tema: <strong>JIHAD ALA TERORIS, SALAH KAPRAH MEMAHAMI JIHAD&#8221;</strong></p>
<p>Pemateri: <strong>Ustadz Zainal Abdin Syamsudin, Lc.</strong> (Da&#8217;i Ahlus Sunnah dari Jakarta)</p>
<blockquote><p>Hari/ tanggal: <strong>Ahad, 1 November 2009</strong></p>
<p>Waktu: <strong>Pukul 09.00 WIB s.d. Selesai</strong></p>
<p>Tempat: <strong>Kompleks Yayasan el Dzikr, Bulu, Sukoharjo, Solo, Jawa tengah</strong></p></blockquote>
<p><strong>Gratis dan Terbuka untuk Umum (Putra dan Putri)</strong></p>
<p>CP: 087736163030</p>
<blockquote><p>Penyelenggara:</p>
<p>Yayasan el Dzikr Sukoharjo</p>
<p>Radio Suara Qur&#8217;an 94.4 FM</p></blockquote>
<p>NB: Mohon sebarkan informasi ini baik pada website, blog, Facebook, dan media lainnya. <em>Jazakumullahu khairan</em></p>
<p>Artikel: www.salafiyunpad.wordpress.com</p>
Posted in Jadwal Kajian Tagged: Jihad Ala Teroris, kajian akbar, kajian ilmiah, terorisme, Ustadz Zainal Abidin <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3231&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/26/kajian-ilmiah-anti-teror-jihad-ala-teroris-salah-kaprah-memahami-jihad-sukoharjo-1-november-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Kendalikan Lidah Kita</title>
		<link>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/25/mengendalikan-lidah/</link>
		<comments>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/25/mengendalikan-lidah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 13:50:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salafiyunpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak - adab]]></category>
		<category><![CDATA[Hifzhul Lisan]]></category>
		<category><![CDATA[lidah]]></category>
		<category><![CDATA[Lisan]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga lisan]]></category>
		<category><![CDATA[perkataan baik]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyatun nafs]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz muslim atsari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salafiyunpad.wordpress.com/?p=3216</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Abu Isma&#8217;il Muslim Al-Atsari
Lidah adalah anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Sesungguhnya lidah adalah penterjemah hati dan pengungkap isi hati. Oleh karena itulah setelah nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam memerintahkan istiqomah, beliau mewasiatkan untuk menjaga lisan. Dan lurusnya lidah itu berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang. Di dalam Musnad imam Ahmad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3216&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh Ustadz Abu Isma&#8217;il Muslim Al-Atsari</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn%3Aa9NieUTqCvhGuM%3Ahttp%3A%2F%2Fbelajarsabar.files.wordpress.com%2F2009%2F04%2Ftongue1.jpg&#038;w=169&#038;h=162" alt="" width="169" height="162" />Lidah adalah anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Sesungguhnya lidah adalah penterjemah hati dan pengungkap isi hati. Oleh karena itulah setelah nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam memerintahkan istiqomah, beliau mewasiatkan untuk menjaga lisan. Dan lurusnya lidah itu berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang. Di dalam Musnad imam Ahmad dari Anas bin Malik , dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam , beliau bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ وَلَا يَدْخُلُ رَجُلٌ الْجَنَّةَ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ</strong></p>
<p>Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, tidak akan masuk sorga. (HR. Ahmad, no. 12636, dihasankan oleh syaikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 3/13)</p>
<p><span id="more-3216"></span></p>
<p>Dan di dalam Tirmidzi (no. 2407) dari Abu Sa&#8217;id Al-Khudri, Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>إِذَا أَصْبَحَ ابْنُ آدَمَ فَإِنَّ الْأَعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسَانَ فَتَقُولُ اتَّقِ اللَّهَ فِينَا فَإِنَّمَا نَحْنُ بِكَ فَإِنْ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا وَإِنْ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا</strong></p>
<p>Jika anak Adam memasuki pagi hari sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lesan: &#8220;Taqwalah kepada Alloh di dalam menjaga hak-hak kami, sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. Jika engkau istiqomah, maka kami juga istiqomah, jika engkau menyimpang (dari jalan petunjuk), kami juga menyimpang. (HR. Tirmidzi, no. 2407; dihasankan oleh syaikh Salim Al-Hilali di dalam Bahjatun Nazhirin 3/17, no. 1521) (Jami&#8217;ul &#8216;Uluum wal Hikam, 1/511-512)</p>
<p>Oleh karena itulah sepantasnya seorang mukmin menjaga lidahnya. Tahukah anda jaminan bagi orang yang menjaga lidahnya dengan baik? Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ</strong></p>
<p>Siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, niscaya aku menjamin sorga baginya. (HR. Bukhari, no. 6474; Tirmidzi, no. 2408; lafazh bagi Bukhari)</p>
<p>Beliau juga menjelaskan bahwa menjaga lidah merupakan keselamatan.</p>
<p style="text-align:right;"><strong>عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا النَّجَاةُ قَالَ أَمْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ</strong></p>
<p>Dari &#8216;Uqbah bin &#8216;Aamir, dia berkata: &#8220;Aku bertanya, wahai Rasulallah, apakah sebab keselamatan?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Kuasailah lidahmu, hendaklah rumahmu luas bagimu, dan tangisilah kesalahanmu&#8221;. (HR. Tirmidzi, no.2406)</p>
<p>Yaitu janganlah engkau berbicara kecuali dengan perkara yang membawa kebaikanmu, betahlah tinggal di dalam rumah dengan melakukan ketaatan-ketaatan, dan hendaklah engkau menyesali kesalahanmu dengan cara menangis. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi)</p>
<p>Imam An-Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata: &#8220;Ketahuilah, sepantasnya bagi setiap mukallaf (orang yang berakal dan baligh) menjaga lidahnya dari seluruh perkataan, kecuali perkataan yang jelas mash-lahat padanya. Ketika berbicara atau meninggalkannya itu sama mash-lahatnya, maka menurut Sunnah adalah menahan diri darinya. Karena perkataan mubah bisa menyeret kepada perkataan yangharam atau makruh. Bahkan ini banyak atau dominan pada kebiasaan. Sedangkan keselamatan itu tiada bandingannya. Telah diriwayatkan kepada kami di dalam dua Shahih, Al-Bukhari (no. 6475) dan Muslim (no. 47), dari Abu Hurairah radhiyallahu &#8216;anhu , dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam , beliau bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ</strong></p>
<p>&#8220;Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam&#8221;.</p>
<p>Aku katakan: hadits yang disepakati shahihnya ini merupakan nash yang jelas bahwa sepantasnya seseorang tidak berbicara kecuali jika perkataan itu merupakan kebaikan, yaitu yang nampak mash-lahatnya. Jika dia ragu-ragu tentang timbulnya mash-lahat, maka dia tidak berbicara.</p>
<p>Dan imam Asy-Syafi&#8217;i telah berkata: &#8220;Jika seseorang menghendaki berbicara, maka sebelum dia berbiacra hendaklah berfiikir, jika nampak jelas mash-lahatnya dia berbicara, dan jika dia ragu-ragu, maka dia tidak berbicara sampai jelas mash-lahatnya&#8221;. *)*)[Al-Adzkaar, 2/713-714, karya imam An-Nawawi, tahqiiq dan takhriij syaikh Salim Al-Hilaali, penerbit Dar Ibni Hazm, cet. 2, th. 1425 H / 2004 M]</p>
<p>Selain itu bahwa lidah merupakan alat yang mengungkapkan isi hati. Jika anda ingin mengetahui isi hati seseorang, maka perhatikanlah gerakan lidahnya, isi pembicaraannya, hal itu akan memberitahukan isi hatinya, baik orang tersebut mau atau enggan.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Yahya bin Mu&#8217;adz berkata: &#8220;Hati itu seperti periuk yang mendidih dengan isinya, sedangkan lidah itu adalah gayungnya. Maka perhatikanlah seseorang ketika berbicara, karena sesungguhnya lidahnya itu akan mengambilkan untukmu apa yang ada di dalam hatinya, manis, pahit, tawar, asin, dan lainnya. Pengambilan lidahnya akan menjelaskan kepadamu rasa hatinya&#8221;. *)*)[Hilyatul Au'iyaa', 10/63, dinukil dari Aafaatul Lisaan fii Dhauil Kitab was Sunnah, hlm, 159, karya Dr. Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthani]</p>
<p><strong>PERKATAAN PARA SALAF TENTANG <em>HIFZHUL LISAN</em></strong></p>
<p>Sesungguhnya para Salaf dahulu biasa menjaga dan menghisab lidahnya dengan baik. Dan diriwayatkan dari mereka perkataan-perkataan yang bagus berkaitan dengan lidah dan pembicaraan. Kami sampaikan di sini sebagiannya agar kita dapat memetik manfaat darinya.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa &#8216;Umar bin Al-Khaththab berkata: &#8220;Barangsiapa banyak pembicaraannya, banyak pula tergelincirnya. Dan barangsiapa banyak tergelincirnya, banyak pula dosanya. Dan barangsiapa banyak dosa-dosanya, neraka lebih pantas baginya&#8221;. *)*)[Riwayat Al-Qudhai di dalam Musnad Asy-Syihab, no. 374; Ibnu Hibban di dalam Raudhatul 'Uqala', hlm. 44. Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz: 1, hlm: 339, karya Imam Ibnu Rojab, dengan penelitian Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrohim Bajis; penerbit Ar-Risalah; cet: 5; th: 1414 H/ 1994 M]</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas&#8217;ud pernah bersumpah dengan nama Allah, lalu mengatakan: &#8220;Tidak ada di muka bumi ini sesuatu yang lebih pantas terhadap lamanya penjara daripada lidah!&#8221; *)*)[Riwayat Ibnu Hibban di dalam Raudhatul 'Uqala', hlm. 48. Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz: 1, hlm. 340]</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas&#8217;ud berkata: &#8220;Jauhilah fudhuulul kalam (pembicaraan yang melebihi keperluan). Cukup bagi seseorang berbicara yang menyampaikan kebutuhannya&#8221;. *)*)[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz: 1, hlm. 339]</p>
<p>Syaqiq mengatakan: &#8220;&#8216;Abdullah bin Mas&#8217;ud bertalbiyah di atas bukit Shofa, kemudian mengatakan: &#8220;Wahai lidah, katakanlah kebaikan niscaya engkau mendapatkan keberuntungan, diamlah niscaya engkau selamat, sebelum engaku menyesal&#8221;. Orang-orang bertanya: &#8220;Wahai Abu &#8216;Abdurrahman, ini adalah suatu perkataan yang engkau ucapkan sendiri, atau engkau dengar|?&#8221; Dia menjawab|: &#8220;Tidak, bahkan aku telah mendengar Rasulallah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>أَكْثَرُ خَطَايَا إِبْنِ آدَمَ فِي لِسَانِهِ</strong></p>
<p>Mayoritas kesalahan anak Adam adalah pada lidahnya. (HR. Thabarani, Ibnu &#8216;Asakir, dan lainnya. Lihat Silsilah Ash-Shahihah, no. 534)</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ibnu Buraidah mengatakan: &#8220;Aku melihat Ibnu &#8216;Abbas memegangi lidahnya sambil berkata &#8220;Celaka engkau, katakanlah kebaikan, engkau mendapatkan keberuntungan. Dimalah dari keburukan, niscaya engkau selamat. Jika tidak, ketahuilah bahwa engaku akan menyesal&#8221;. *)*)[Aafatul lisaan, hlm. 161]</p>
<p>Diriwayatkan bahwa An-Nakhai berkata: &#8220;Manusia binasa pada fudhuulul maal (harta yang melebihi kebutuhan) dan fudhuulul kalam&#8221;. *)*)[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, juz: 1, hlm. 339]</p>
<p>Diriwayatkan bahwa ada seseorang yang bermimpi bertemu dengan seorang &#8216;alim besar. Kemudian orang &#8216;alim itu ditanya tentang keadaannya, dia menjawab: &#8220;Aku diperiksa tentang satu kalimat yang dahulu aku ucapkan. Yaitu aku dahulu pernah mengatakan &#8220;Manusia sangat membutuhkan hujan!&#8221; Aku ditanya: &#8220;Tahukah engkau tahu bahwa Aku (Allah) lebih mengetahui terhadap mash-lahat hamba-hambaKu?&#8221; *)*)[Aafatul lisaan, hlm. 160-161]</p>
<p>Diriwayatkan bahwa seorang Salaf mengatakan: &#8220;Seorang mukmin itu menyedikitkan omongan dan memperbanyak amalan. Adapun orang munafik, dia memperbanyak omongan dan menyedikitkan amalan&#8221;.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa seorang Salaf mengatakan: &#8220;Selama aku belum berbicara dengan satu kalimat, maka aku manguasainya. Namun jika aku telah mengucapkannya, maka kalimat itu menguasaiku&#8221;.</p>
<p>Diriwayatkan bahwa seorang Salaf mengatakan: &#8220;Diam adalah ibadah tanpa kelelahan, keindahan tanpa perhiasan, kewibawaan tanpa kekuasaan, anda tidak perlu beralasan karenanya, dan dengannya aibmu tertutupi&#8221;. *)*)[Lihat Hashaaidul Alsun, hlm. 175-176]</p>
<p>Kesimpulannya adalah bahwa kita diperintahkan berbicara yang baik, dan diam dari keburukan. Jika berbicara hendaklah sesuai dengan keperluannya. Wallahul Musta&#8217;an.</p>
<p><em>MASHAADIR</em>:</p>
<p>1- Aafaatul Lisaan fii Dhauil Kitab was Sunnah, karya Dr. Sa&#8217;id bin &#8216;Ali bin Wahf Al-Qahthani</p>
<p>2- Al-Adzkaar, karya imam An-Nawawi, tahqiiq dan takhriij syaikh Salim Al-Hilaali, penerbit Dar Ibni Hazm, cet. 2, th. 1425 H / 2004 M</p>
<p>3- Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, karya Imam Ibnu Rojab, dengan penelitian Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrohim Bajis; penerbit Ar-Risalah; cet: 5; th: 1414 H/ 1994 M)</p>
<p>4- Hashaaidul Alsun, karya syaikh Husain Al-&#8217;Awaisyah, penerbit. Darul Hijrah. Dan lain-lain.</p>
<p>Artikel oleh www.salafiyunpad.wordpress.com.</p>
<p>Baca pula nasihat beliau tentang NIkmat dan Bencana Lidah di <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/11/13/nikmat-dan-bencana-lidah/" target="_blank">http://salafiyunpad.wordpress.com/2008/11/13/nikmat-dan-bencana-lidah/</a></p>
Posted in akhlak - adab, Tazkiyatun Nufus Tagged: Hifzhul Lisan, lidah, Lisan, menjaga lisan, perkataan baik, salaf, tazkiyatun nafs, ustadz muslim atsari <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/salafiyunpad.wordpress.com/3216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/salafiyunpad.wordpress.com/3216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/salafiyunpad.wordpress.com/3216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/salafiyunpad.wordpress.com/3216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/salafiyunpad.wordpress.com/3216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/salafiyunpad.wordpress.com/3216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/salafiyunpad.wordpress.com/3216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/salafiyunpad.wordpress.com/3216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/salafiyunpad.wordpress.com/3216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/salafiyunpad.wordpress.com/3216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=salafiyunpad.wordpress.com&blog=1695789&post=3216&subd=salafiyunpad&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/25/mengendalikan-lidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">salafiyunpad</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:a9NieUTqCvhGuM:http://belajarsabar.files.wordpress.com/2009/04/tongue1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>