Arsip Blog

Download Audio: Menjaga Kehormatan Muslim (Ustadz Aunur Rofiq Ghufron) (Solo, 18 Agustus 2011)

bahaya gibah kehormatan muslimSuatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kitadan cenderung disepelekan, padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan, yaitu ghibah (menggunjing). Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang, yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. Ghibah adalah menyebutkan, membuka, dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ ، إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya, jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah, sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya.”

Simak kajian berikut seputar makna ghibah, pendorong berbuat ghibah, ghibah yang dibolehkan dan sarana menjauhi ghibah. Disampaikan oleh Ust Aunur Rofiq Ghufron Lc, pimpinan Ponpes Al Furqon Gresik Jawa Timur.

Read the rest of this entry

Syahwat Para Penghujat!

Oleh Syaikh Shadiq bin Muhammad Al Baidhoni

 

Allah telah menciptakan makhluk dengan tabiat berbuat salah dan maksiat, supaya manusia mengetahui bahwa kesempurnaan hanya milik Allah. Sesungguhnya Allah tidak  butuh terhadap makhluk namun  merekalah yang sangat butuh kepada Allah dalam setiap aktivitasnya. Tidak mungkin seorang yang berakal akan mengaku bahwa ia dapat selamat dari kesalahan karena ini merupakan hal yang mustahil menurut akal dan syara’. Oleh karena itu Allah menjadikan taubat sebagai obat dari maksiat. Barangsiapa yang bertaubat niscaya Allah akan menerimanya. Inilah yang menjadi kesepakatan umat dari zaman nabi hingga sekarang. Read the rest of this entry

Hati-hati Membicarakan Orang Lain [Sebuah Renungan]

Oleh Hisyam bin Ismail ash-Shiini

Membicarakan aib orang lain atau ghibah telah Allah haramkan secara jelas dan tegas di dalam kitab-Nya dan melalui lisan rasul-Nya. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. al-Hujurat:12)

Penjelasan tentang hakikat ghibah telah disebutkan di dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yaitu, “Engkau membicarakan saudaramu dengan sesuatu yang dia tidak suka (untuk diungkapkan).” (HR. Muslim) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah mengharamkan kehormatan seorang mukmin dan mengaitkannya dengan hari Arafah, bulan haram, dan tanah haram. Read the rest of this entry

Antara Bantahan dan Ghibah

Oleh Ustadz Abdurrahman Thayyib, Lc. hafizhahullahu ta’ala

Sering kita mendengar celotehan sebagian orang jika dia menyaksikan seseorang membantah/menyingkap kesesatan kelompok-kelompok/dai-dai yang menyelisihi al-Qur’an dan Sunnah serta manhaj salaf (ahli sunnah wal jama’ah), dia mengatakan (entah dimimbar-mimbar jum’at atau dimajlis-majlisnya) : “Jagalah lisanmu, janganlah engkau mengghibah (ngrasani) saudaramu sendiri sesama muslim, bukankah Allah berfirman : ‘Janganlah sebagian kamu menghibah (menggunjing) sebagian yang lain sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?’”. (QS. Al-Hujurat : 12).

Apakah benar celotehan mereka ini??? Mari kita simak bersama sebagian ucapan-ucapan emas para ulama ahlus sunnah dalam masalah ini. Selamat menikmati -semoga Allah menampakkan yang benar itu benar dan memberi kita kekuatan untuk mengikutinya dan semoga Allah menampakkan yang batil itu batil serta memberi kita kekuatan untuk menjauhinya- : Read the rest of this entry

Bertakwalah, Wahai Para Da’i !

Oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Mushlih Ari Wahyudi

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar. Salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka yang mengajak ke jalan Allah dengan ucapan dan perbuatan mereka. Amma ba’du.

Sesungguhnya tugas dakwah merupakan tugas mulia yang diembankan di pundak para da’i. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan siapakah orang yang lebih baik ucapannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan beramal soleh, dan dia mengatakan, ’sesungguhnya saya ini tergolong di antara kaum muslimin’.” (QS. Fushshilat: 33). Read the rest of this entry

Antara Bantahan dan Ghibah (Bagian I)

Oleh Ustadz Abdurrahman bin Thayyib

Seringkali kita mendengar celotehan sebagian orang jika dia menyaksikan seseorang membantah/ menyingkap kesesatan kelompok-kelompok/ dai-dai yang menyelisihi al-Qur’an dan Sunnah serta manhaj salaf (ahli sunnah wal jama’ah), dia mengatakan (entah di mimbar-mimbar Jum’at atau di majlis-majlisnya): “Jagalah lisanmu, janganlah engkau mengghibah (ngrasani) saudaramu sendiri sesama muslim, bukankah Allah berfirman: ‘Janganlah kamu mengghibah (menggunjing) sebagian yang lain sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging yang sudah mati?’”. (QS. Al Hujurat: 12)

Apakah benar celotehan mereka ini??? Mari kita simak bersama sebagian ucapan-ucapan emas para ulama ahlus sunnah dalam masalah ini. Selamat menikmati –semoga Allah menampakkan yang benar itu benar dan memberi kita kekuatan untuk dapat mengikutinya dan semoga Allah menampakkan yang batil itu batil serta memberi kita kekuatan untuk menjauhinya-: Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 21.349 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: