Arsip Blog

Menerima Kebenaran dari Orang Kafir dan Ahli Bid’ah

Tanya:

Apakah pendapat orang kafir—juga ahli bid`ah—harus ditolak secara mutlak? Bolehkah mengambil kebenaran dari mereka?

Jawab:

Allah Ta’ālā berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Māidah) Read the rest of this entry

Download Audio: Nasihat Ulama dalam Menghadapi Fitnah (Ust. Abu Salman Musthofa Al-Buthoni) [Kendari, 18 Maret 2011]

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman kajian dengan tema Nasihat Ulama dalam Menghadapi Fitnah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Salman Musthofa Al-Buthoni (Murid Syaikh Muqbil, Alumni Darul Hadits Yaman). Kajian ini diselenggarakan oleh Ponpes Minhajus Sunnah di Mesjid Arroufurrahim, Kampus Baru Unhalu, Kendari (Jumat, 18 maret 2011). Sebenarnya, kajian ini bersamaan waktunya dengan jadwal kajian Ustadz Abdullah Taslim Al-Buthoni, M.A. Akan tetapi, beliau memberikan kesempatan kepada Al-Ustadz Musthofa untuk mengisi kajian. Semoga kajian yang disampaikan oleh Ustadz Musthofa bermanfaat bagi kaum muslimin. Dan semoga Allah senantiasa menyatukan hati Ahlus Sunnah di manapun berada. Silakan download rekamannya pada link berikut:

Read the rest of this entry

Tanya Jawab: Karakteristik Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Dijawab oleh Al-Ustadz Luqman Jamal, Lc.

Pertanyaan:

Maraknya klaim sebagian dakwah bahwasanya dakwah mereka adalah dakwah Ahlus Sunnah Wal Jamaah telah membingungkan umat. Untuk itu, mohon jelaskan ciri-ciri khas/karakteristik dakwah Ahlus Sunnah Wal Jamaah agar kami bisa membedakan antara dakwah Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang benar dengan dakwah yang lain! Read the rest of this entry

Nasihat Syaikh Muhammad Al-Imam: Perbedaan Antara Bantahan Terhadap Ahlul Bida’ dan Bantahan Terhadap Ahlus Sunnah

بسم الله الرحمن الرحيم

Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah berkata dalam kitab “Al-Ibanah ‘An Kaifiyah At-ta’amul Ma’ Al-Khilaf Baina Ahli As-Sunnah Wa Al-Jama’ah” halaman 47-49:

Perbedaan Antara Bantahan Terhadap Ahlul Bida’ dan Bantahan Terhadap Ahlus Sunnah

Diperbolehkan bagi seorang ulama ahlus sunnah untuk membantah ulama sunnah yang lain jika ada maslahat yang menuntutnya, akan tetapi bantahan terhadapnya berbeda dengan bantahan tehadap ahlul bida’ dan kesesatan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata sebagaimana dalam “Majmu’ Al-Fatawa” (28/233-234): “Oleh karena itu wajib menjelaskan keadaan orang yang keliru dalam hadits dan riwayat, orang yang keliru dalam pandangan dan fatwa dan orang yang keliru dalam hal zuhud dan ibadah. Jika orang yang keliru itu seorang mujtahid maka kekeliruannya dimapuni dan dia mendapat pahala atas ijtihadnya. Maka menjelaskan ucapan dan amalan yang ditunjukkan oleh al-kitab dan as-sunnah adalah wajib, meskipun kenyataan kitab dan sunnah itu berbeda dengan ucapan dan amalannya. Siapa yang diketahui darinya ijtihad yang diperbolehkan maka tidak boleh dia disebutkan saat mengkritik dalam bentuk mencelanya dan mendosakannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengampuni kekeliruannya. Bahkan dia harus dicintai dikarenakan apa yang dia miliki berupa keimanan, ketakwaan, loyalitasnya, kecintaannya dan penunaiannya akan apa yang Allah Ta’ala wajibkan dari hak-hak-Nya berupa pujian dan do’a dan selain itu.”. Read the rest of this entry

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 3 )

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 3 )

Oleh Ustadz Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
- حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين –
Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir


  • Kesebelas: Menyelisihi Manhaj Salaf dalam Menasihati Penguasa dan Mengikuti Manhaj Khawarij

Pembaca yang budiman, perhatikan bagaimana celaan terhadap pemerintah dari komentar seorang yang mengaku sebagai kader Hidayatullah yang diloloskan oleh WI dalam situs mereka, saat orang itu memberikan komentar tentang SPPUD (Silsilah Pembelaan Para Ulama dan Du’at) (Bagian 3):

Munculnya gerakan islam berplatform Ahlus-sunnah wal jama’ah yg terorganisir scr rapi (munaddzom) adalah langkah-langkah strategis dari para pelaku dakwah hari ini, hal itu ditempuh karena penguasa tidak lagi menjadikan al-qur’an dan sunnah sbgai falsafah negara, bahkan sebaliknya, penguasa justru menjdi pecundang terhadap pihak-pihak yng menginginkan implementasi syariat islam scr kaffah.

Celakanya lagi, salah satu pentolan “Ahlus Sunnah” model ini di Bandung dengan tanpa risih sedikitpun menelanjangi aib-aib pemerintah Indonesia di blog fitnah-nya. Sedang pusatnya di Makassar membela dan memuji “ulama” mereka yang tidak segan membakar semangat pemuda muslim untuk melakukan “amar ma’ruf nahi munkar” kepada penguasa yang zhalim dengan cara yang menyelisihi manhaj Salaf[1]. Read the rest of this entry

Download Audio: Sittu Duror Min Ushuli Ahli Atsar (Ust Ahmad Sabiq) [Solo, 27 Juni 2010] Plus MP3 Syarah Sittu Durar Oleh Syaikh Abdul Malik

Kajian yang mengambil tema dari kitab Sittu Duror Karya Syaikh Abdul Malik Al Jazairi Hafidzahulloh,membahas enam prinsip dasar ahlussunnah yang wajib diketahui dan diamalkan setiap orang yang menisbatkan dirinya kepada manhaj salaf. Prinsip-prinsip dasar yang sangat penting, berlandaskan pada dalil-dali yang terang. Untuk membedakan antara dakwah yang salafi yang sebenarnya dengan dakwah batil yang menisbatkan kepada manhaj yang haq ini.

Kajian dilaksanakan di Karanganyar 27 Juni 2010, dan untuk prinsip kelima tentang mengingkari para penentang sunnah,  secara khusus beliau menerangkannya di Studio Radio Suaraquran Solo. Semoga kajian tersebut bisa memberikan faidah ilmu kepada kita semua.

Sittu Duror (Kajian Karanganyar)

Materi


Tanya Jawab


Prinsip Dasar Kelima -Inkarul Munkar (Studio Radio SQ)


Silakan download pada link berikut (Plus Bonus Download Penjelasan Sittu Duror bersama Syaikh Abdul malik Ramadhani): Read the rest of this entry

Nasihat Bagi Mereka yang Mabuk Kekuasaan

Oleh Al Ustadz Al Fadhil Abu Mushlih Ari Wahyudi hafizhahullah


Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dakwah, sebuah tugas mulia yang diemban oleh para pengikut nabi yang setia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah di atas landasan bashirah/ilmu, inilah jalanku dan orang-orang yang setia mengikutiku. Maha suci Allah, aku bukan termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108).

Bahkan, kita pun tahu bahwa jalan dakwah merupakan jalannya orang-orang yang beruntung, orang-orang yang selamat dari kerugian. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3)

Namun, satu hal yang perlu diingat pula oleh setiap orang yang menisbatkan dirinya kepada dakwah yang agung ini, bahwa dakwah para nabi dan rasul di sepanjang jaman tidak pernah mengalami perubahan asas dan tujuan. Sebagaimana telah ditegaskan oleh Allah -yang telah mengutus mereka- di dalam firman-Nya (yang artinya), “Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat, seorang rasul yang menyerukan; sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36). Artinya, dakwah tauhid dan pemberantasan syirik merupakan agenda utama dakwah yang sama sekali tidak boleh disepelekan, apalagi dianggap tidak relevan atau isu masa silam yang sudah ketinggalan jaman[?!] Read the rest of this entry

Download Audio: “Waspadalah Terhadap Kedustaan, Kebingungan, dan Kesesatan Buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan” (Ust. Aunur Rofiq)

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, dapat kami hadirkan kembali rekaman kajian “lama” blog Salafiyunpad dengan tema Waspadalah Terhadap Kedustaan, Kebingungan, dan Kesesatan Buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan. Kajian ini disampaikan oleh Al ustadz Aunur Rafiq Ghufan, Lc. (Pimpinan Ma’had Al-Furqon, Gresik, Jawa Timur). Sebuah kajian yang memuaskan dalam rangka membela dakwah Salafiyah dan para ulama Sunnah yang telah dilecehkan oleh kelompok Hizbiyyah Sururiyyah yang berpusat di Bogor. Semoga kajian ini bermanfaat bagi umat. Silakan download pada link berikut: Read the rest of this entry

Nasehat Untuk Pemuda Salafiyyin; Kewajiban dalam menyikapi perselisihan, aturan boikot (hajr) dan membantah orang yang menyelisihi (Bagian 1)

Oleh Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily hafidzahullahu ta’ala

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad, atas keluarganya dan seluruh para sahabatnya, Amma ba’du.

Ini adalah nasehat bagi para pemuda ahli sunnah wal jamaah, sebagai bentuk konstribusi nasehat bagi kaum muslimin dan upaya ishlah antara ahli sunnah, berdasarkan nusush (dalil) yang memerintahkan hal itu.

Semua ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang tengah dialami oleh para pemuda salafiyyin di banyak negeri islam, bahkan di beberapa negeri kafir yang dihuni oleh minoritas kaum muslim, berupa perpecahan yang sangat dahsyat, disebabkan karena persoalan-persoalan ilmiah dan sikap-sikap yang diterapkan dalam menyikapi orang-orang yang dianggap menyelisihi. Begitu juga apa yang timbul dari hal itu berupa saling memutuskan (silaturahmi), saling menjauhi, bahkan permusuhan dan kebencian antara sesama ahli sunnah. Hingga fitnah menjadi besar dan krusial, berpengaruh buruk terhadap perjalanan dakwah sunnah bahkan menghalangi manusia untuk memeluknya setelah sebelumnya manusia tertarik dengan sunnah tersebut di banyak negeri dan negara. Read the rest of this entry

SALAFI vs SABILI (Sebuah Bantahan Terhadap Majalah Sabili)

Redaksi adz-Dzakhiirah al-Islamiyyah.

Wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakatuhu. Telah banyak sms seperti diatas yang dilayangkan ke meja Redaksi. Kesemuanya meminta kepada kami untuk membuat semacam jawaban atau bantahan atas tulisan yang dimuat di majalah tersebut. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Redaksi memutuskan untuk memberikan tanggapan sekaligus bantahan. Insya Allah jawaban yang ditulis oleh Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc ini memuaskan dan sangat mencukupi. Sidang pembaca harus membacanya dengan seksama.

Perlu untuk kita ketahui disini, bahwasanya sudah merupakan ketetapan Allah ta’ala adanya musuh penentang dakwah para Nabi. Dakwah mereka dibenci, dimusuhi, bahkan sampai diperangi. Demikianlah kira-kira yang telah dialami oleh para Nabi terdahulu yang merupakan sebaik-baik manusia. Maka, sangat wajar sekali bila para ulama’ sebagai perwaris para Nabi, demikian pula para pengemban dakwah yang Haq ini terus digunjing, dihujat, dihasadi, difitnah, dst.

Dalam perumpamaan orang arab disebutkan :

“Biarkan anjing menggonggong, Kafilah tetap berlalu.”

Kebenaran adalah kebenaran meskipun tidak semua orang dapat melihatnya. Dan kebathilan adalah kebathilan meskipun tampak bagi mayoritas manusia. Adapun tugas kita, memohon kepada Allah agar kita diperlihatkan yang benar itu benar dan yang bathil itu bathil. Wallahul Musta’an

SALAFI vs SABILI

Oleh Ustadz Abu ‘Abdirrahman bin Thoyyib as-Salafy, Lc

Lidah memang tak bertulang, sehingga banyak manusia yang berbicara tanpa ilmu, menuduh tanpa dalil dan menulis serta memvonis tanpa berpikir. Itulah Majalah Sabili, pada edisi no.10 tahun XVII desember 2009/23 Dzulhijjah 1430 Sabili memuat beberapa artikel yang berisikan celaan dan tuduhan dusta kepada Dakwah Salafiyyah yang mubarokah ini dan sekaligus berisikan pembelaan terhadap kebathilan dan para pengikutnya. Allah -عزّ و جل- berfirman : Read the rest of this entry
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 19.613 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: