Arsip Blog

Sunnah & Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 3)

Silakan baca tulisan sebelumnya, Sunnah & Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 1) dan Sunnah & Syi’ah, Bersandingan? Mustahil (Bagian 2)

***

Sahabat Nabi dalam Akidah Ahlisunnah & Kebencian Syi’ah.

Saudaraku, bila Anda mencermati sejarah para nabi dan umatnya, niscaya Anda dapatkan bahwa sahabat setiap nabi adalah orang-orang pilihan dan generasi terbaik dari umat nabi tersebut. Kesimpulan Anda ini benar adanya dan selaras dengan sabda Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا مِنْ نَبِىٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِى أُمَّةٍ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لاَ يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لاَ يُؤْمَرُونَ

 Tidaklah ada seorang nabi pun yang diutus kepada suatu umat sebelumku, kecuali ia memiliki para pendamping dan sahabat setia, yang senantiasa mengikuti ajarannya dan berpedoman dengan perintahnya. Sepeninggal mereka, datanglah suatu generasi yang biasa mengatakan sesuatu yang tidak mereka perbuat, serta melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan. (H.R. Muslim). Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 19.610 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: