Apakah Keluarnya Air Ketuban dapat Membatalkan Puasa?

Pertanyaan:

Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Ifta’ ditanya:

Seseorang wanita tengah hamil sembilan bulan saat bulan Ramadhan. Pada permulaan bulan Ramadhan tersebut wanita itu mengeluarkan cairan, cairan itu bukan darah dan dia tetap berpuasa saat cairan itu keluar, hal ini telah terjadi sepuluh tahun yang lalu. Yang saya tanyakan adalah apakah wanita itu diwajibkan untuk men-qadha puasa, sebab saat mengeluarkan cairan itu ia tetap berpuasa?

Jawaban:

Jika kenyataannya seperti yang disebutkan, maka puasa wanita itu sah dan tidak perlu men-qadhanya.

(Fatawa al-Lajnah ad-Da’imah lil Ifta’, 10/221, fatwa nomor 6549).

Sumber: Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Jilid 1, Darul Haq, Cetakan VI 2010

Artikel: www.salafiyunpad.wordpress.com

Posted on 3 Agustus 2010, in fiqih, muslimah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: