Siapakah Dzulqarnain?

Siapakah Dzulqarnain?

Sering kita mendengar namanya, apalagi akhir-akhir ini.
Tapi -edited- ini Dzulqarnain yang Allah sebut-sebut dalam sebuah surat yang kita disunnahkan membacanya setiap hari Jumat, surat Al Kahfi.

Dzulqarnain, para ulama berbeda pendapat apakah dia Nabi atau seorang hamba yang salih. Namun yang jelas dia adalah seorang Raja yang memiliki kekuasaan luar biasa, apa saja dia bisa lakukan
إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا
Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, (al Kahfi: 84)

Namun, Dzulqarnain, raja yang adil. Ketika Allah serahkan kewenangan kepadanya untuk berbuat yang dia suka kepada rakyatnya,
قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا
Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. (al Kahfi: 86)

Dzulqarnain tak berbuat sewenang-wenang, yang zhalim dia beri hukuman, yang baik dia beri ganjaran
قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا
وَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُ جَزَاءً الْحُسْنَىٰ وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْرًا
Berkata Dzulkarnain: “Adapun yang zhalim, maka kami kan menghukumnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang pedih,. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami perintah kepadanya yang mudah dari perintah-perintah kami” (al Kahfi: 88)

Dzulqarnain seorang yang tulus, ketika masyarakat menawarkan upah padanya atas jasa membuat dinding penghalang Yajuj dan Majuj, Dzulqarnain mengatakan:
قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ
Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat)” (al Kahfi: 95)

Dan ketika selesai tembok itu dibuat, Dzulqarnain tidak berbangga-bangga dengan hasil karyanya dan takjub dengan dirinya sendiri. Dzulqarnain memuji Allah dan menyandarkan semua padaNya
قَالَ هَٰذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي
Dzulqarnain berkata: “Dinding Ini adalah rahmat dari Tuhanku” (al Kahfi: 98)

Semoga akhlak mulia nan ksatria ini dimiliki pula oleh Dzulqarnain-Dzulqarnain masa kini, dan kita pun bisa menjadi Dzulqarnain-Dzulqarnain masa kini.

-dari status Ustadz Amrullah Akadhinta dengan sedikit penyuntingan-

Posted on 21 Februari 2013, in Biografi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: