Arsip Blog

Nasehat Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Barraak untuk Membantu Ahlus Sunnah Dammaj-Yaman

Nasehat As-Syaikh Al Waalid Al ‘Aalim Al Jaliil Abdurrahman bin Nashir Al Barraak –hafidzahullah– untuk Dammaj

Bismillahirrahmanirrahim

Pertanyaan: Anda mengetahui –ahsanallahu ilaikum- apa yang sekarang sedang terjadi di Dammaj berupa tekanan orang-orang Hutsiyyin, pengepungan, bombardir, tuntutan mereka untuk menyerahkan wilayah serta pengusiran. Begitu juga dengan segala musibah yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Maka, apa yang wajib bagi ahli sunnah di Yaman dalam menghadapi kejadian ini dan apa pula kewajiban kita terhadap mereka?

Jawaban: Segala puji bagi Allah dan shalatat serta salam atas Rasulullah, serta kepada kelurganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti perunjuknya. Amma ba’du:
Read the rest of this entry

Bedah Buku: MEMBONGKAR AUROT TRILOGI BUKU KARYA SYAIKH IDAHRAM (Malang, 30 Oktober 2011)

kesesatan syaikh idahram

Download Ceramah Islam: Menyikapi Perbedaan di Kalangan Salafiyyun (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari)

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman pengajian Islam yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari dengan tema Menyikapi Perbedaan di Kalangan Salafiyyun yang diangkat dari sebuah kitab yang ditulis oleh seorang ulama besar Salafi, yaitu Syaikh Ali Hasan al-Halabi Al-Atsari. Semoga nasihat yang sangat jelas dan gamblang dari ustadz Abu Ihsan dalam kajian ini bermanfaat bagi kaum muslimin, khususnya bagi orang-orang yang menisbahkan diri mereka kepada dakwah Salafiyyah. Silakan download pada link berikut:

Read the rest of this entry

Nasihat Syaikh Rabi’ Al-Madkhali bagi Salafiyin: Janganlah Berpecah-belah!

Suatu ketika Syeikh Rabi’ al Madkhali mendapatkan pertanyaan tentang perselisihan antara Syeikh Abdul Malik Ramadhan dan Syeikh Falih al Harbi. Beliau memberikan jawaban yang cukup panjang lebar tentang masalah ini. Di antara yang beliau sampaikan adalah sebagai berikut:
أنا لا أريد الغلو في أحد ، لا في رسول الله ، ولا في الصحابة ، ولا في التابعين ، ولا في ابن تيمية ، ولا ابن القيم ، ولا ابن عبد الوهاب ، ولا الشيخ العبَّاد ، ولا الشيخ ربيع ولا طلاب العلم مثل عبد المالك ولا أمثال هؤلاء ؛

“Aku tidak menginginkan adanya sikap ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap siapapun, baik Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, para tabiin, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim, Muhammad bin Abdul Wahhab, Syeikh Abdul Muhsin al Abbad ataupun Syeikh Rabi, apa lagi para penuntut ilmu semisal Abdul Malik Ramadhan atau siapapun semisal mereka-mereka. Read the rest of this entry

Jihad dan Penguasa

Perkara jihad merupakan wewenang penguasa bukan orang selain mereka, sehingga seorang mujahid tidak diperkenankan menegakkan jihad tanpa seizin mereka. Hal ini berdasar beberapa dalil berikut:

Pertama, hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ

“Seorang imam merupakan perisai, kaum muslimin berperang di belakangnya dan berlindung dengannya. Apabila dia memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla dan berlaku adil, maka dia akan mendapat pahala akan hal itu. Akan tetapi apabila dia memerintahkan untuk berbuat maksiat, maka dia berhak memperoleh dosanya.” (HR. Muslim 3428). Read the rest of this entry

Studi Kritis Atas Kesesatan Buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” [HOT!!]

Penulis Al-Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi

Telah sampai kepada kami beberapa usulan pembaca agar kami mengkritik sebuah buku yang beredar akhir-akhir ini yang dipublikasikan secara gencar dan mendapatkan sanjungan serta kata pengantar dari para tokoh. Oleh karenanya, untuk menunaikan kewajiban kami dalam menasihati umat, kami ingin memberikan studi kritis terhadap buku ini, sekalipun secara global saja sebab tidak mungkin kita mengomentari seluruh isi buku rang penuh dengan syubhat tersebut dalam majalah kita yang terbatas ini. Semoga Alloh menampakkan kebenaran bagi kita dan melapangkan hati kita untuk menerimanya. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: