Arsip Blog

Download Ceramah Islam: Menyikapi Perbedaan di Kalangan Salafiyyun (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari)

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman pengajian Islam yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari dengan tema Menyikapi Perbedaan di Kalangan Salafiyyun yang diangkat dari sebuah kitab yang ditulis oleh seorang ulama besar Salafi, yaitu Syaikh Ali Hasan al-Halabi Al-Atsari. Semoga nasihat yang sangat jelas dan gamblang dari ustadz Abu Ihsan dalam kajian ini bermanfaat bagi kaum muslimin, khususnya bagi orang-orang yang menisbahkan diri mereka kepada dakwah Salafiyyah. Silakan download pada link berikut:

Read the rest of this entry

Inshaf; Karakter Ahli Sunnah

Inshaf (adil dan pertengahan) terhadap orang yang menyelisihi kebenaran merupakan manhaj ahli sunnah wal jamaah. Al-Quran dan As-sunnah menjelaskan bahwa sikap inshaf adalah akhlak mulia yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Adab-adab yang terkait dengannya, sangat penting untuk diperhatikan agar seorang muslim tidak terjatuh kepada perbuatan aniaya dan zalim, yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Berikut ini adalah diantara adab-adab yang mesti diperhatikan itu:

1. Objektif dan berusaha untuk tidak berlebihan ketika berbicara atas orang-orang yang menyelisihi

Sering kali maksud dalam berbicara atas orang lain yang dianggap melakukan pelanggaran menjadi samar dan bias. Terkadang ada maksud ingin dikenal, dendam, membela diri, atau membela kelompoknya. Read the rest of this entry

Masih Seputar Yayasan Ihya’ At-Turots: Fatwa Syaikh Ubaid Al-Jabiri -hafizhahullah- Tentang At-Turots yang Sengaja Disembunyikan oleh Sang “Ustadz” yang Masih Hobi Mentahdzir Salafiyin

Penulis: al-Ustadz al-Fadhil Firanda Andirja, M.A. (Murid Syaikh Abdurrazzaq bin Abdilmuhsin al-Abbad -hafizhahumallah- di kota Madinah)

Judul asli:

Salah Kaprah Tentang Hajr (Boikot) Terhadap Ahlul Bid’ah (Seri 6): Tahdziir dan Tabdii’ Berantai Ala MLM (Awas Sururi!!)

Tahdziir Berantai

Fatwa Syaikh Ubaid Al-Jabiri hafidhohullah tentang At-Turoorts

Fatwa yang hilang….

Fenomena yang sangat menyedihkan yang didapati oleh penulis dari sebagian saudara-saudara kita yang hobinya mentahdzir dan menghajr adalah kurang jujur dalam menebarkan fatwa. Padahal sudah berapa banyak ustadz yang telah mereka gelari dengan ‘Al-Kadzdzaab/pendusta”. Akan tetapi sikap kurang jujur ini akhirnya mereka lakukan sendiri. Fenomena yang menyedihkan tersebut adalah fenomena “Menyembunyikan Fatwa”. Jika mereka mau jujur dan gentleman tentunya mereka menampilkan fatwa yang juga berseberang dengan mereka, apalagi yang bertanya adalah mereka sendiri.

Imam Waqii’ pernah berkata :

أَهْلُ الْعِلْمِ يَكْتُبُوْنَ مَا لَهُمْ وَمَا عَلَيْهِمْ وَأَهْلُ الأَهْوَاءِ لاَ يَكْتُبُوْنَ إِلاَّ مَا لَهُمْ

“Para ahli ilmu mereka menuliskan apa yang mendukung mereka dan apa yang bertentangan dengan mereka, adapun ahlul ahwaa (pengikut hawa nafsu) maka mereka tidak menuliskan kecuali yang mendukung mereka” (Sunan Ad-Daaruquthni 1/27 no 36)
Read the rest of this entry

Praktik Jarh Wa Ta’diil Membutuhkan Takwa dan Wara’

Oleh Ustadz Firanda Andirja, M.A

 

Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad –hafizhahullaah- berkata, “Termasuk perkara yang sangat disayangkan terjadi di zaman ini adalah apa-apa yang terjadi di kalangan Ahlus Sunnah, berupa ketidakcocokan dan perpecahan, yang mengakibatkan mereka sibuk saling men-tajrih (melukai), men-tahdzir, dan meng-hajr. Yang wajib mereka lakukan adalah usaha mereka diarahkan kepada selain mereka, dari kalangan orang-orang kafir dan ahli bid’ah yang memusuhi Ahlus Sunnah. Hendaknya Ahlus Sunnah bersatu, saling menyayangi, dan saling mengingatkan di antara mereka secara halus dan lembut.” (Rifqan Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah, hal 19)
Read the rest of this entry

Nasihat Bagi Sebagian “Salafiyyin” yang Mudah Mentahdzir Saudaranya

Muwaazanah… Suatu Yang Merupakan Keharusan…?

Iya, Dalam Menghukumi Seseorang Bukan Dalam Mentahdzir !!

Oleh Ustadz Firanda Andirja, M.A (Mahasiswa pascasarjana Universitas Islam Madinah, KSA)

Merupakan suatu kenyataan yang sangat pahit tatkala kita melihat praktek sebagaian saudara-saudara kita yang sangat mudah menghukumi saudaranya sebagai Ahlul bid’ah –hanya karena sedikit berbeda dengannya-. Padahal saudaranya yang ia vonis dan diberi stempel mubtadi’ pada dasarnya sama dengan dirinya (yang memvonis) dalam perkara aqidah, cara beribadah, cara berdalil, dan cara memahami nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah. Buku-buku yang dijadikan pegangan adalah sama, ulama kibar yang dijadikan rujukan juga sama, bahkan penampilan dan cara berpakaian juga sama. Bisa jadi kita katakan 95 persen sama antara mereka berdua, hanya sebagian kecil yang timbul perbedaan antara mereka berdua, yaitu pada permasalahan-permasalahan yang bukan merupakan perkara yang prinsip, bukan merupakan perkara aqidah, tapi hanya perkara mu’aamalah.
Read the rest of this entry

Nasihat Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad [Adakah yang Mau Mengambil Pelajaran?]

nasihat syaikh abdul muhsin al abbadIni adalah nasehat Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafidzahullah kepada sebagian tholabatul ilmi yang sering tergesa-gesa dalam menghukumi ikhwah lainnya .Ceramah ini adalah Daurah Imam Darul Hijrah tanggal 3 Rajab 1430 (26 Juni 2009) yang diselenggarakan di Masjid Qiblatain di kota Madinah KSA dengan nama acara Al Liqo Al Maftuh.

Berkata penanya : Apa nasehat anda kepada sebagian pelajar yang tergesa-gesa dalam menghukumi ikhwah lain,dengan melazimkan dengan sesuatu yang tidak lazim.Serta membesar-besarkan sebagian masalah sehingga menyebabkan perselisihan,bahkan memperbesar perselisihan.Dan sebagiannya adalah permasalahan yang memang memungkinkan khilaf.Ditemukan padanya khilaf antara pelajar ilmu syar’iy sampai-sampai saling cela terhadap yang berbeda pendapat.Kadang juga disebarkan permasalan tersebut di sebagian website sehingga menyebabkan fitnah antar pelajar. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: