Arsip Blog

Download Audio: MEMBEDAH AKAR TERORISME (Ustadz. Abdullah Zaen) [Cilacap, 23 Oktober 2011]

 

Alhamdulillah, berikut ini kami dapat menghadirkan rekaman pengajian umum yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. di Ma’had Imam Syafi’i (MAIS) Cilacap (23 oktober 201). Pengajianini mengambil tema Membedah Akar Terorisme. Semoga bermanfaat bagi umat. Silakan download rekamannya pada link berikut ini.

Read the rest of this entry

BERDIALOG DENGAN TERORIS (Belajar dari Pengalaman Arab Saudi dalam Menumpas Terorisme) [Bagian 2]

Baca tulisan sebelumnya BERDIALOG DENGAN TERORIS (Belajar dari Pengalaman Arab Saudi dalam Menumpas Terorisme) [Bagian 1]

Disusun oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. (Mahasiswa S3 Universitas Islam Madinah, Arab Saudi)

Apa itu Lajnah al-Munashahah?

Lajnah al-Munâshahah yang berarti Komite Penasihat mulai dibentuk  pada tahun 2003 dan bernaung dibawah Departemen Dalam Negeri (di bawah pimpinan Deputi II Kabinet dan  Menteri Dalam Negeri, Pangeran Nayif bin Abdul Aziz) dan Biro Investigasi Umum. Tugas utamanya adalah memberikan nasihat dan berdialog dengan para terpidana kasus terorisme di penjara-penjara Arab Saudi. Lajnah al-Munâshahah memulai aktivitasnya dari Riyadh sebagai ibukota, kemudian memperluas cakupannya ke seluruh wilayah Arab Saudi [Wawancara Dr. Ali an-Nafisah, Dirjen Penyuluhan dan Pengarahan Kemendagri Arab Saudi di Harian al-Riyâdh edisi 13.682].
Read the rest of this entry

BERDIALOG DENGAN TERORIS (Belajar dari Pengalaman Arab Saudi dalam Menumpas Terorisme) [Bagian 1]

Disusun oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. (Mahasiswa S3 Universitas Islam Madinah, Arab Saudi)

Pengantar 

Setan memiliki dua  pintu  masuk  untuk menggoda dan menyesatkan manusia.  Jika seseorang banyak melanggar dan berbuat maksiat, setan akan menghiasi maksiat dan nafsu syahwat untuk orang tersebut agar tetap jauh dari ketaatan. Sebaliknya jika seorang hamba taat dan rajin ibadah, setan akan membuatnya berlebihan dalam ketaatan, sehingga merusak agamanya dari sisi ini. Para Ulama menyebut godaan jenis pertama sebagai syahwat, dan yang kedua sebagai syubhat.  Meski berbeda, keduanya saling berkaitan. Syahwat biasanya dilandasi oleh syubhat, dan syubhat bisa tersemai dengan subur di ladang syahwat [Bi Ayyi ‘Aqlin wa Dîn Yakûnu at-Tafjîru Jihâdan?, Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd, hlm. 3, at-Tahdzîr min asy-Syahawât, ceramah Dr. Sulaimân ar-Ruhaili].
Read the rest of this entry

Mereka Adalah Para Khawarij (Inilah Sifat dan Ciri Utama Kelompok Sesat Khawarij-Teroris)

Penulis: Al-Ustadz Al-Fadhil Muhammad Abduh Tuasikal, S.T.

Syaikhuna Syaikh Sholeh Al Fauzan ditanya, “Apakah di zaman ini ada yang masih membawa pemikiran Khawarij?”

Jawab beliau hafizhohullah,

Ya Subhanallah .. Memang benar masih ada di zaman ini. Tidakkah perbuatan seperti ini adalah perbuatan Khawarij?! Yaitu mengkafirkan kaum muslimin. Yang lebih kejam lagi karena pemikiran semacam itu sampai-sampai mereka tega membunuh kaum muslimin dan benar-benar melampaui batas. Inilah madzhab Khawarij. Ada 3 sifat utama mereka: Read the rest of this entry

Kajian Umum: “Bom Bunuh Diri, Jihadkah?” (Yogyakarta, 7 Mei 2011)

Read the rest of this entry

Kiat Mengatasi Terorisme di Tengah Kaum Muslimin

Oleh Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin, Lc. (Pimpinan Ponpes Imam Bukhari, Solo dan Pimpinan Majalah As-Sunnah)

Ada beberapa cara yang secara teoritis dapat ditempuh oleh kaum Muslimin dan pihak-pihak berkepentingan untuk mengatasi dan memutuskan berlangsungnya kegiatan teror. Namun, secara praktis memerlukan kesungguhan dan keikhlasan kerja dari berbagai pihak. Motivasi yang mendorong kerja keras ini, yang paling pokok adalah keimanan kepada Allah Azza wa Jalla, dengan maksud mencari ridha serta pahala-Nya. Sehingga yang diutamakan adalah kemaslahatan dan kepentingan umum, bukan kemaslahatan dan kepentingan pribadi. Dengan demikian, akan tercipta upaya penanggulangan bersama, dalam lingkup ta’âwun ‘alal al-Birri wat-Taqwa (tolong menolong serta kerjasama berdasarkan kebaikan dan ketakwaan), bukan atas dasar berebut kepentingan duniawi yang memicu persaingan tidak sehat dan saling mencurigai.
Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: