Arsip Blog

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 3 )

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 3 )

Oleh Ustadz Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
– حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين –
Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir


  • Kesebelas: Menyelisihi Manhaj Salaf dalam Menasihati Penguasa dan Mengikuti Manhaj Khawarij

Pembaca yang budiman, perhatikan bagaimana celaan terhadap pemerintah dari komentar seorang yang mengaku sebagai kader Hidayatullah yang diloloskan oleh WI dalam situs mereka, saat orang itu memberikan komentar tentang SPPUD (Silsilah Pembelaan Para Ulama dan Du’at) (Bagian 3):

Munculnya gerakan islam berplatform Ahlus-sunnah wal jama’ah yg terorganisir scr rapi (munaddzom) adalah langkah-langkah strategis dari para pelaku dakwah hari ini, hal itu ditempuh karena penguasa tidak lagi menjadikan al-qur’an dan sunnah sbgai falsafah negara, bahkan sebaliknya, penguasa justru menjdi pecundang terhadap pihak-pihak yng menginginkan implementasi syariat islam scr kaffah.

Celakanya lagi, salah satu pentolan “Ahlus Sunnah” model ini di Bandung dengan tanpa risih sedikitpun menelanjangi aib-aib pemerintah Indonesia di blog fitnah-nya. Sedang pusatnya di Makassar membela dan memuji “ulama” mereka yang tidak segan membakar semangat pemuda muslim untuk melakukan “amar ma’ruf nahi munkar” kepada penguasa yang zhalim dengan cara yang menyelisihi manhaj Salaf[1]. Read the rest of this entry

Iklan

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 2)

Pengantar admin:

Artikel berikut ini adalah kelanjutan dari artikel Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah pembelaan Wahdah Islamiyah (bagian pertama) yang pernah kami posting di blog ini beberapa waktu lalu untuk membantah kesesatan dan penyimpangan Yayasan Wahdah Islamiyah (!?) [baca: Wahdah Sururiyah Ikhwaniyah] yang ditulis oleh seorang mantan da’i WI.

Silakan dapatkan pula berbagai artikel menarik yang membantah penyimpangan WI di website www.almakassari.com

بسم الله الرحمن الرحيم

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 2 )
Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray
(Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
– حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين –
Editor : Al-Ustadz Abdul Qodir
[Kirimkan Artikel ini Ke Teman Anda] Kirim Ke Teman

  • Keenam: Berdusta atas Nama Seorang Muslim dan Menjatuhkan Kehormatannya

Wahdah Islamiyah (WI) berkata pada SPPUD (Bagian III) dalam mengomentari pendapat kami tentang Ikhwanul Muslimin sebagai ahlul bid’ah:

“Sebenarnya hal ini telah berulang kali kami tanggapi, melalui pemaparan aqwal para ulama mu’tabar, seperti al-Allamah Syaikh Abdul Aziz bin Baz, al-Allamah Faqihul Ashr Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, al-Allamah Syaikh al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani dan selain mereka – rahimahumullah -, berupa peringatan akan pentingnya bersikap wara’ dalam penerapan kaidah bid’ah dan dhawabith hingga bolehnya kita menjatuhkan vonis hukum kepada seseorang atau jama’ah tertentu. Begitu entengnya al-akh Sofyan menjatuhkan vonis hukum pada satu jama’ah dengan hanya berbekal secuil ilmu dan kerdilnya pemahaman. Kami sangat kenal dan tahu betul siapa saudara satu ini, dan sampai dimana bekal pemahaman agama yang ia dimiliki”. [1]

Tanggapan:

Pembaca yang budiman, perhatikanlah bagaimana WI menggiring opini pembaca untuk menjatuhkan kehormatan seorang muslim meski harus berdusta atas namanya. Read the rest of this entry

Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bagian 1)

Oleh Al Ustadz Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray (Mantan Kader & Da’i Wahdah Islamiyah Makassar)
– حفظه الله تعالى وغفر له ولوالديه ولجميع المسلمين –


Sesuatu yang sungguh sangat saya khawatirkan akhirnya terjadi juga, yaitu kesalahpahaman orang-orang Wahdah Islamiyah (WI) atas nasihat yang saya sampaikan, pandangan yang jelek dan sinis kepada Penulis serta emosi yang berlebihan dalam menyikapi sebuah kritikan. Padahal pada bagian muqaddimah dan juga pada bagian akhir artikel yang berjudul “Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah” telah saya jelaskan beberapa argumentasi ilmiah mengapa saya menulis artikel tersebut. Tidak lain hakikatnya adalah karena kecintaan saya kepada WI, mantan guru-guru saya yang sangat saya cintai dan kaum muslimin seluruhnya, hadaaniyllahu wa iyyakum.

Oleh karenanya, sebelum jauh melangkah, saya ingatkan kembali satu atsar yang sangat mengagumkan, yang menunjukkan pemahaman Salaf yang sangat mendalam terhadap agama ini :

Abu Shalih al-Farra’ -rahimahullah- berkata, “Aku menceritakan kepada Yusuf bin Asbath tentang Waki’ bahwasanya beliau terpengaruh sedikit dengan perkara fitnah ini”.[1] Maka dia ( Yusuf bin Asbath) berkata, “Dia serupa dengan gurunya –yaitu A l-Hasan[2] bin Shalih bin Hay [3] -” . Aku pun berkata kepada Yusuf, “Apakah kamu tidak takut perkataanmu ini merupakan ghibah?” Beliau menjawab, “Kenapa begitu wahai orang dungu, justru saya lebih baik bagi mereka dibanding ibu dan bapak mereka sendiri; saya melarang manusia dari mengamalkan kebid’ahan mereka, karena bisa mengakibatkan semakin banyaknya dosa-dosa para pengajak kepada bid’ah tersebut. Adapun yang memuji mereka, justru lebih membahayakan mereka . ” [Lihat At-Tahdzib 2/249 no. 516 sebagaimana dalam Lamud Durril Mantsur Minal Qoulil Ma’tsur, karya Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsiy, muraja’ah : As-Syaikh Sholih Al-Fauzan –hafizhahullah-, (hal. 27)]

Hanya saja, barangkali kecintaan mereka kepada organisasi yang bernama Wahdah Islamiyah terlalu sangat mendalam sehingga teramat sulit menerima satu bentuk kritikan dengan lapang dada sehingga melahirkan pandangan yang buruk serta kebencian kepada orang-orang yang menasihati mereka. Insya Allah, pada artikel ini, saya akan menjawab beberapa kesalahpahaman dan kekeli r uan dalam memahami nasihat-nasihat yang disampaikan asatidzah salafiyyin. Read the rest of this entry

Kenapa Ustadz Salafy Tidak Mau Dialog dengan Wahdah Islamiyah??

Tanya jawab bersama Al-Ustadz Dzulqarnain

Tanya : Kenapa tidak ada ustadz salafiyyin yang mau dialog terbuka tentang penyimpangan Wahdah Islamiyah dengan ustadz di Wahdah padahal mereka mengeluarkan pernyataaan kalau memang mereka bersalah atau menyimpang maka mereka akan rujuk. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: