Arsip Blog

Sepercik Pelajaran dari Mudik Lebaran

mudik lebaran

Oleh Ustadz Adni Kurniawan, Lc.

 

Pada umumnya orang Indonesia rutin pulang ke kampung halaman menjelang ‘Idul Fithri atau Lebaran. Tak peduli betapapun kesulitan dan kesukaran yang dihadapi untuk itu. Berdesak-desakan di kereta, berjubel di bis, kemacetan panjang di perjalanan, sampai menempuh ratusan kilo berbekal sepeda motor dengan risiko kehujanan dan kepanasan, dan hal-hal lain yang tak kalah hebatnya. Semua itu dilakukan dalam rangka merayakan Lebaran di kampung halaman sekaligus untuk ajang silaturrahim terdahsyat dalam setahun bersama sanak keluarga. Seluruh jerih payah itu dilakukan demi terealisirnya satu kata: “pulang”. Read the rest of this entry

Sulitnya Mencari Orang yang Jujur

Mencari orang yang jujur di zaman ini amatlah sulit. Sampai pun ia rajin shalat, jidadnya terlihat rajin sujud (karena saking hitamnya), belum tentu bisa memegang amanat dengan baik. Ada cerita yang kami saksikan di desa kami.

Seorang takmir masjid yang kalau secara lahiriyah nampak alim, juga rajin menghidupkan masjid. Namun belangnya suatu saat ketahuan. Ketika warga miskin mendapat jatah zakat dan disalurkan lewat dirinya, memang betul amplop zakat sampai ke tangan si miskin. Tetapi di balik itu setelah penyerahan, ia berkata pada warga, “Amplopnya silakan buka di rumah (isinya 100.000 per amplop). Namun kembalikan untuk saya 20.000.” Artinya, setiap amplop yang diserahkan asalnya 100.000, namun dipotong sehingga tiap orang hanya mendapatkan zakat 80.000. Padahal dari segi penampilan tidak ada yang menyangka dia adalah orang yang suka korupsi seperti itu. Tetapi syukurlah, Allah menampakkan belangnya sehingga kita jadi tahu tidak selamanya orang yang mengurus masjid itu termasuk orang-orang yang jujur. Read the rest of this entry

Ujian Keimanan di Balik Kenikmatan

NIKMAT, TAPI…

Sudah merupakan suatu hal yang maklum, bahwa rumah adalah nikmat dari Allah ta’ala yang sangat besar. Kita merasakan sekian banyak manfaat dari nikmat yang satu ini. Menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan, melindungi dari marabahaya, sebagai tempat aktivitas keluarga, tempat pembinaan anak dan lain-lain.

Namun, apabila kita cermati baik-baik berbagai komponen sebuah rumah, maka akan tampak jelas, bahwa di balik nikmat yang besar tersebut terdapat berbagai macam ujian keimanan yang sangat dahsyat. (Ujian tersebut biasa disebut dengan FITNAH). Read the rest of this entry

Rumah Tempat Tinggal, Suatu Nikmat yang Terlupakan

• RUMAH ADALAH NIKMAT YANG BESAR

Rumah adalah suatu nikmat dari Allah yang terkadang, bahkan sering ‘dilupakan’ oleh manusia. Padahal dengan adanya rumah, manusia bisa mendapatkan banyak sekali kemudahan dan kesenangan dalam hidup.

Allah mengingatkan kita akan kenikmatan ini dalam surat an-Nahl: 80 yang artinya, “Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal …”.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan ayat di atas, “Allah mengingatkan akan kesempurnaan nikmat yang Dia curahkan atas para hamba-Nya, berupa rumah tempat tinggal yang berfungsi untuk memberikan ketenangan bagi mereka. Mereka bisa berteduh (dari panas dan hujan) dan berlindung (dari segala macam bahaya) di dalamnya.  Juga bisa mendapatkan sekian banyak manfaat lainnya”. Read the rest of this entry

Bagi yang Masih Hidup, Perbanyaklah Mengingat Mati!

Penulis: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد

Bagi yang masih hidup perbanyaklah mengingat mati…karena;

1. Mengingat mati adalah ibadah yang sangat dianjurkan,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ.

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi. Read the rest of this entry

Download Audio: Renungan Bagi Para Penuntut Ilmu (Ustadz Abdullah Taslim) [Lombok, 30 Juni 2011]

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman kajian umum bersama Ustadz Abdullah Taslim, M.A. dengan tema “Renungan Bagi Para Penuntut Ilmu”. Pengajian ini diadakan di Masjid Al-Hunafa’, Mataram, Lombok Barat (30 Juni 2011). Semoga nasihat indah dari Ustadz Taslim bermanfaat bagi kaum muslimin, khususnya para penuntut ilmu. Silakan download rekamannya pada link berikut:

Read the rest of this entry

Fenomena Bertekad Tobat ketika Hendak Bermaksiat

Ada fenomena ‘aneh’ pada sebagian orang. Ketika akan berbuat maksiat, sudah ditanamkan untuk tobat setelah perbuatan buruk yang ia lakukan. Dalam hatinya ia berbisik, “Nanti setelah aku melakukan maksiat ini, saya akan bertaubat.”

Memang betul, pintu tobat akan tetap terbuka sebelum matahari terbit dari arah barat. Siapa saja bertobat kepada Allâh dengan tobat sebenarnya (tobat nashuha) dari perbuatan syirik dan perbuatan lain yang lebih rendah darinya, Allâh Subhanahu wa Ta’ala akan menerima tobatnya. Read the rest of this entry

Download Audio: Tabligh Akbar Medan Bersama Ustadz Maududi Abdullah (Taubat & Mendulang Faidah dari Kisah Ka’ab bin Malik di Perang Tabuk) [18-19 Juni 2011]

Alhamdulillah, telah diupload rekaman Tabligh Akbar Medan bersama Ustadz Maududi Abdullah, Lc. yang diselenggarakan pada tanggal 18-19 Juni 2011. Materi yang disampaikan adalah Taubat (Tempat : Masjid Al-Jihad Jl. Abdullah Lubis Medan) dan Mendulang Faidah dari Kisah Ka’ab bin Malik di Perang Tabuk (Tempat : Masjid Agung Jl. Soekarno-Hatta Binjai). Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita untuk dapat memahami dan mengamalkan nasihat yang disampaikan oleh Ustadz Maududi dalam kajian ini. Semoga bermanfaat bagi kaum muslimin. Silakan download pada link berikut:

Read the rest of this entry

Blacklist: Ensiklopedi Mereka yang Terlaknat dalam Islam!

Ensiklopedi Orang Terlaknat dalam Islam

Ensiklopedi Orang Terlaknat dalam Islam

1. Iblis

Allah ta’ala berfirman,

قَالَ لَمْ أَكُنْ لأسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ * قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ * وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

“Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya laknat itu tetap menimpamu sampai hari kiamat” [QS. Al-Hijr : 33-35].

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ * قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ * َخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ * قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ * وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

“Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”. Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, sesungguhnya laknat-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan” [QS. Shaad : 75-78]. Read the rest of this entry

Mengetahui Pendeknya Usia

Oleh al-Ustadz Abu Al-Jauzaa’

Waktu di dunia ini sebenarnya pendek jika dibandingkan akhirat yang abadi. Adapun usia manusia di dunia ini lebih pendek lagi. Keberadaannya di dunia ini hanyalah beberapa hari yang terbatas, kemudian berjalan menuju akhirat. Oleh karena itu, setiap orang yang berakal dan cerdas harus segera memanfaatkan waktu dan membuahkan setiap kesempatan untuk beramal shalih, melakukan ketaatan, dan mendekatkan diri kepada Allah ta’ala. Kesempatan yang ada di dunia ini sedikit, dan perjalanan yang harus dilaluinya telah dekat, jalannya menakutkan, dan bahayanya besar. Sesungguhnya Allah Maha Melihat. Jika demikian, mungkinkah bagi orang yang berakal untuk menghilangkan detik-detik usianya yang terbatas ini untuk sesuatu yang tidak bermanfaat setelah kematiannya ?

Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 19.610 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: