CARA PRAKTIS MENGHAFAL MATAN (TEKS) ILMIAH KARYA PARA ULAMA

Disusun oleh  Syaikh Dr. Abdul Muhsin Al-Qaasim (Imam dan Khatib Masjid Nabawi dan Qadhi pada Mahkamah tinggi di kota Madinah)

الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Sesungguhnya ilmu itu terlalu banyak untuk dapat di ketahui seluruhnya. Maka merupakan sikap seorang yang berakal untuk mengambil yang paling penting dari padanya. Adapun orang yang cerdas, maka ia akan menulis hal yang paling baik dari apa yang ia dengar, dan menghafal hal yang paling baik dari yang ia telah tulis. Lalu ia akan berkata dengan hal yang paling baik dari apa yang ia telah hafal tersebut. Dan seorang tidak akan menjadi alim tanpa menghafal matan-matan ilmu. Berkata syaikhul islam Ibnu Taimiyah: “Barangsiapa yang menghafal matan-matan, maka ia akan meraih ilmu”. Seorang tidak akan memiliki ilmu yang mendalam tanpa menghafal ushul (pokok-pokok) ilmu.

Sesungguhnya umat ini telah menjaga berbagai macam disiplin ilmu dengan penjagaan yang baik. Maka pelajarilah yang paling penting, paling wajib dan paling banyak manfaatnya dari ilmu tersebut serta hafalkanlah matan ringkas dari setiap cabang ilmu. Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah: “Hendaklah seseorang bersungguh-sungguh untuk menghafal setiap bab dari bab-bab ilmu dengan menghafal sumber asli yang berasal dari nabi صلى الله عليه وسلم”. Kemudian setelah menghafal matan ringkas tersebut, berpindahlah untuk memperdalam kitab-kitab yang lebih panjang dan detil pembahasannya. Selain itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya yaitu seorang syaikh/ustadz yang dapat anda ambil ilmunya serta dapat anda jadikan panutan amalannya.

Berkata Muhammad bin Sirin: “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapa engkau mengambil agamamu”.

Matan apakah yang sebaiknya dihafal?

Mulailah dengan menghafal Al-Quran dengan hafalan yang kuat dan sertai pula dengan mentadabburinya. Kemudian hafalkanlah matan-matan dalam ilmu Aqidah, karena dengan kemurnian aqidah maka niat kita akan lurus, hawa nafsu akan terkendali dan amalan kita akan diberkahi dan terus diingat. Kemudian hafalkanlah matan-matan dalam berbagai bidang ilmu seperti ilmu tajwid, musthalah hadits, fiqh, ushul fiqh, ilmu waris, ilmu nahwu dan sastra. Berikut akan kami sebutkan matan-matan terpenting dalam berbagai bidang ilmu tersebut:

1. Al-Qur’an: Ketika anda dalam proses menghafal Al-Quran, janganlah terbatas pada menghafal Al-Qur’an saja, namun dalam periode yang sama anda bisa juga menghafal matan-matan lainnya

2. Ilmu Tajwid: Hafalkanlah Manzhumah At-Tuhfah yang terdiri dari 61 bait syair

3. Ilmu Aqidah: Hafalkanlah secara berurutan matan-matan berikut:

a. Matan Nawaaqidhul Islam (Pembatal-pembatal keislaman)

b. Matan Qawaa’idhul Arbaa (Empat kaidah)

c. Matan Tsalatsatul Ushuul (Tiga landasan)

d. Kitaabut Tauhiid, keempat kitab ini adalah karangan syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

e. Aqidah Waasithiyyah oleh syaikhul islam Ibnu Taimiyyah

f. Aqidah Thahaawiyyah

4. Mustholahul Hadiits: Hafalkanlah matan Al-Baiquniyyah (البيقونية) yang terdiri dari 34 bait syair serta hafalkan juga matan Nukhbatul Fikr (نخبة الفكر) oleh Ibnu Hajar

5. Hadiits: Hafalkanlah matan hadits berikut:

a. Arbain Nawawi (الأربعون النووية)

b. Umdatul Ahkam (عمدة الأحكام)

c. Buluughul Maram (بلوغ المرام)

6. Ushul Fiqh: Hafalkanlah matan Al-Waraqat (الورقات)

7. Fiqh: Hafalkanlah dalam bidang ilmu ini:

a. Syuruuth As-sholah (شروط الصلاة) karangan syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

b. Zaadul Mustaqni’ (زاد المستقنع) karangan imam Al-Hijaawi. Matan ini merupakan ringkasan dalam hukum-hukum fiqh yang mengandung berbagai macam masalah fiqh

8. Ilmu Waris: Hafalkanlah matan Ar-Rahabiyyah (الرحبية) yang terdiri dari 176 bait syair.

9. Ilmu Nahwu: Hafalkanlah matan Al-Aajuruumiyyah (الآجرومية) beserta Alfiyah Ibnu Malik (ألفية ابن مالك)

10. Sastra: hafalkanlah Syair Abu Ishaq Al-Andalusi yang terdiri dari 115 bait.

Urutan penghafalan matan-matan diatas:

Al-Qur’an, Matan Nawaaqidhul Islam, Matan Qawaa’idhul Arba’a , Matan Tsalatsatul Ushuul , At-Tuhfah Fi Tajwiid, Matan Al-Baiquniyyah, Arbain Nawawi, Kitaabut Tauhiid, matan Al-Aajuruumiyyah, Matan Syuruuth As-Sholah, Aqidah Waasithiyyah, Ar-Rahabiyyah , Nukhbatul Fikr, Umdatul Ahkam, Buluughul Maram, Zaadul Mustaqni’, Alfiyah Ibnu Malik, Matan Al-Waraqat, dan Syair Abu Ishaq Al-Andalusi

Teknik menghafal matan ilmiah

– Jika matan tersebut merupakan kumpulan hadits, maka janganlah menghafal lebih dari tiga hadits setiap hari (agar tidak sulit menjaganya)

– Jika matan tersebut berbentuk prosa, maka janganlah menghafal lebih dari tiga baris setiap hari

– Jika matan tersebut berbentuk syair, maka janganlah menghafal lebih dari tiga bait setiap hari

– Hafalkan setiap potongan teks/matan dengan cara mengulanginya 20 kali sesudah waktu subuh dan juga setelah waktu ashar

– Jika anda sedang menghafal – sebagai contoh – Alfiyah Ibnu Malik, maka sebelum anda menghafal bait yang baru, bacalah bait yang telah anda hafal pada hari sebelumnya sebanyak 20 kali. Kemudian bacalah – menggunakan hafalan/tanpa teks – dari awal matan Alfiyah sampai kepada bait baru yang hendak dihafal. Demikianlah ulangi cara ini setiap hari sampai hafalan anda kuat

– Tempuhlah jalan ini dalam menghafal setiap matan sambil terus mempelajari ilmu agama, menghadiri majelis-majelis ulama/ustad serta menanyakan masalah-masalah ilmiah yang membingungkan anda kepada ahlinya

Pengulangan hafalan merupakan jalan paling utama untuk menjaga hafalan. Cara inilah yang telah dipraktekkan oleh para ulama dari dulu hingga sekarang. Adalah Abu Ishaq Asy-Syiraazi mengulangi pelajaran sebanyak seratus kali dan adapun Al-Haraasi mengulanginya sebanyak 70 kali. Dengarkanlah kisah berikut yang menunjukkan kepada anda bahwa sedikitnya pengulangan akan membuat anda cepat melupakan hal yang telah dihafal:

o Berkata Ibnul Jauzi: Al-Hasan – yakni Ibnu Abi Bakr An-Naisaaburi – menceritakan tentang seorang faqih (ahli fiqh) yang mengulang pelajaran dirumahnya berkali-kali. Maka berkatalah seorang wanita tua di rumahnya: ‘Cukup, demi Allah, sesungguhnya akupun telah ikut hafal’. Maka berkatalah si faqih: ‘Ulangilah apa yang telah engkau hafal’, maka wanita tua itu mengulanginya. Setelah beberapa hari, si faqih berkata kembali: ‘Wahai wanita tua, ulangilah pelajaran yang waktu itu’ maka ia berkata: ‘Aku tidak hafal lagi’. Berkata si faqih: ‘Aku selalu mengulanginya agar tidak menimpaku yang telah menimpamu (yaitu hilangnya hafalan)’

Maka kesimpulannya, jalan untuk mendapatkan hafalan yang mendalam adalah dengan rajin melakukan pengulangan.

Bagaimana cara muraja’ah/pengulangan hafalan matan ilmiah?

Jika anda telah menghafal berbagai matan-matan ilmiah, maka lakukanlah muraja’ah/pengulangan seluruh matan yang telah dihafal sekali dalam sebulan. Hal ini agar anda mendapatkan hafalan yang lebih dalam dan lebih tepat serta anda lebih cepat dalam pengambilan dalil dengannya.

Sumber: http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=25080 [Mirror: tarbiyah-sg.info]

Link sebagian matan-matan ilmiah diatas:

Syair Abu Ishaq Al-Andalusi: http://saaid.net/book/open.php?cat=81&book=2844

Manzhumah At-Tuhfah: http://www.saaid.net/book/open.php?book=1270&cat=2

Artikel: www.salafiyunpad.wordpress.com

Posted on 5 Agustus 2009, in artikel islami, Umum and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Assalamu’alaikum

    Jazakallauhu khairan akhi atas infonya,

    Akhi, afwan kalau tidak memberatkan ana minta tolong kirimkan ke email ana matan-matan diatas agar bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi ana,

    Syukron

  2. Hasyim Ibn Maulana

    Benar apa yg d katakn oleh bliau,maka hndakny para thulab untk memiliki smangat dlm mempelajari & mnghafal ap yg qt dapatkn dr majlis ilmu yg qt hadiri atau majalah dll.Sy teringat prkataan ulama besar pd zamanny,Yahya bin Abi Katsir Rahimahullah berkata’Ilmu ini tidak akan d peroleh dgn tubuh yg santai.Krena sbagainy Imam Syafi’i katakn bhw kesungguhan & smangat mnjadi modal dlm mraih ilmu..Wallohu Musta’an_

  3. Jazakallahukhaira ya akhi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: